Anda di halaman 1dari 5

kunyit, jahe merah, temulawak dan temu putihkunyit, jahe merah, temulawak dan temu putih

serbuk,sirop

Potongan jahe 50 kg

Tepung ketan 50 kg

Gula pasir 50 kg

Tepung maizena 5 kg

Garam 2 kg

Asam sitrat 2 kg

Kalium sorbet 200 gr

Kayu manis secukupnya

Mentega 10 kg

Air bersih 400 liter

Natrium benzoat 50 gr

Cara membuat permen jahe

Pertama-tama buatlah cairan sari jahe

Kemudian sangrai tepung ketan

Buatlah larutan gula

Campurkan sebagian tepung ketan yang telah di sangrai, tepung maizena, dan sebagian
sari jahe (adonan A)

Campur sisa sari jahe dengan garam, kayu manis, mentega dan panaskan sampai mendidih
(adonan B)

Adonan A yang sudah jadi di masukkan kedalam adonan B, di campur rata hingga matang
(adonan C)

larutan gula, asam sitrat, natrium benzoat, kalium sorbat di campur dan di aduk rata (adonan

D)

Masukkan adonan D di dalam adonan C dan aduk hingga rata dan angkat setelah adonan
tercampur dan matang (adonan E)

Ambil sebagian sisa tepung ketan yang telah disangrai dan campurkan pada adonan E,
sampai kekentalan dirasa cukup. Sisa tepung ketan yang lain bisa di pakai untuk taburan agar
produk tidak lengket saat di kemas.

Pencetakan ting-ting yang sudah jadi di tuang dalam loyang dengan ketebalan 0.5 cm 1
cm dan di dinginkan selama kurangg lebih 12 jam.

Pemotongan produk yang telah didinginkan di potong sesuai selera

Penaburan tepung sisa tepung ketan di gunakan untuk di taburkan pada produk, agar saat
pengemasan tidak lengket.

TANAMAN OBAT ADAS


TANAMAN OBAT ADAS

Nama
latin:
Foeniculum
vulgare
Mill
Nama daerah: Hades; adase; Fenkel; Fennel; Denggu-denggu; Papaato; Alas; Landi; Adhas; Cedas;
Adeh;
Manih;
Wala
wunga;
Kumpasi;
Paapang;
Rempasu
Deskripsi tanaman: Terna, tinggi 0,5-3 meter, batang beralur, tumbuh tegak. daun berbagi menyirip,
berseludang dengan warna putih. Perbungaan berbentuk payung dengan 6-40 gagang bunga, mahkota
bunga berwarna kuning. Buah berusuk-rusuk sangat nyata, panjang 4-6 milimeter, warna hijau pada
waktu
muda
dan
keabu-abuan
setelah
tua.
Habitat: Tumbuh secara liar di daerah Tosari dan dibudidayakan di pegunungan Jawa Tengah dan Jawa
Timur
pada
ketinggian
900

1.300
dpl.
Bagian
tanaman
yang
digunakan:
Buah
Kandungan kimia: limonena; minyak lemak; stigmasterin; umbeliferona; gula; saponin; flavonoida;
polifenol
Khasiat:
Anti

inflamasi

karminatif

diuretik

anti

mikroba

Resep
tradisional:
Sembelit:
Adas 3 butir; Daun muda jambu biji 3 lembar; Kulit batang pulosari 1/2 jari; air 2 cangkir; Ramuan direbus
hingga mendidih sampai diperoleh cairan 1 cangkir kemudian disaring, Bayi umur 3 bulan: sehari minum
5-7 kali, tiap kali 1 sendok teh; Bayi umur 6 bulan: sehari minum 3 kali, tiap kali 1 sendok makan; Anak
umur 3 tahun: sehari minum 3 kali, tiap kali 2 sendok makan; Remaja: sehari minum 1 kali, tiap kali 1
cangkir
Batuk:

Adas 3 butir; Gula batu secukupnya; Air secukupnya; Daun sagamanis 7 lembar; Kulit batang pulosari 1
jari; Bawang merah 1 buah, Campuran ditambah air sedikit, lalu ditumbuk halus, kemudian dibungkus
dengan daun pisang selanjutnya dikukus 15 menit, lalu diperas dengan kain bersih, Diminum sekaligus
sebelum
tidur
Sakit
perut:
Adas 5 butir; Ketumbar 11 biji; Merica bolong 11 biji; Daun poo segar 20 lembar; Air 2 cangkir; Kunyit 1/2
jari; Lempuyang wangi dibakar 1 biji; Temu kunci dibakar 3 biji; Temu kunci segar 3 biji; Kayu ules 1 biji,
Campuran ditumbuk, kemudian dididihkan sampai memperoleh 1 cangkir, lalu disaring dengan kain
bersih, Diminum sehari 2 kali.

Budidaya Tanaman Pegagan (Centella asiatica L Urban)

Taksonomi
Class

Sub

Dicotyledonae

Class

Polypetalae

Series

Calyciflorae

Order

Umbellales

Family

Umbelliferae

Genus

Spesies

Rumput

kaki

Bugis

kuda

Antanan

[L]

Urb
:

/
Dau

pandang
:

Kerok

Madura

batok,

rendeng,
Kos

:
:

kaki

kuda
rambat
tungke

Halmahera

daun

gede/antanan

Ujung

Ternate

asiatica
daerah

Sunda

Jawa

Centella

Centella

Nama
Indonesia

(Apiaceae)

Pegaga
gagan-gagan
tekosan
Kori-kori

Kolotidi

manora

Nama

di

English

Tamil

luar

negeri

Indian

Vallarai,

penny

Yoshanavalli,

Sanskrit

:
wort

Chandaki,

Hindi

Pindeeri
Mandookaparni

Bengali

Brahmi
:

Arabi

Tholkari
e-

Artniya

Malayalam

hindi

China

Kudakam

Ji

xue

cao

Syarat

Tumbuh

Pegagan bersifat kosmopolitan tumbuh liar di tempat-tempat yang lembab pada intensitas sinar yang
rendah (ternaungi) hingga pada tempat-tempat terbuka, seperti di padang rumput, pinggir selokan,
pematang sawah. Faktor lingkungan yang berperan dalam pertumbuhan dan mempengaruhi kandungan
bahan

aktif

tanaman

pegagan,

antara

lain

Tinggi

:
tempat

Tanaman pegagan banyak ditemukan dari dataran rendah hingga dataran tinggi sekitar 2500 m dpl.
Namun untuk pertumbuhan optimum tanaman ini yaitu pada ketinggian 200 800 m dpl. Di atas 1.000 m
dpl.

produksi

dan

mutunya

akan

menjadi

Jenis

lebih

rendah.
tanah

Tanaman ini dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik hampir pada semua jenis tanah lahan kering.
Pada jenis tanah Latosol dengan kandungan liat sedang tanaman ini tumbuh subur dan kandungan
bahan aktifnya cukup baik. Pada tanah dengan kandungan liat yang cukup kandungan klorofil daun akan
tinggi.
Dari penelitian Anjana Devkota dan Pramod Kumar didapatkan hasil bahwa pada kandungan lempung
40% dan 60% memiliki kandungan klorofil a dan klorofil b yang tinggi. Kandungan klorofil ini akan
berkaitan

dengan

kemampuan

berfotosintesis.

Iklim
Pegagan tidak tahan terhadap tempat yang terlalu kering, karena sistem perakarannya yang dangkal.
Oleh karena itu faktor iklim yang penting dalam pengembangan pegagan adalah curah hujan. Apabila
pegagan ditanam pada musim kemarau dan tanaman mengalami kekurangan air, maka perlu dilakukan
penyiraman. Tanaman ini akan tumbuh baik dengan intensitas cahaya 30 40 %, sehingga dapat
dikembangkan sebagai tanaman sela (semusim maupun tahunan), misalnya di antara tanaman jagung,
kelapa, kelapa sawit, buah-buahan yang tidak terlalu rindang. Di tempat dengan naungan yang cukup,
helaian daun pegagan menjadi lebih besar dan tebal dibanding apabila tanaman tumbuh di tempat
terbuka. Sedangkan pada tempat-tempat yang kurang cahaya, helaian daun akan menipis, warna

memucat. Selain itu juga pada tanah yang kurang subur dapat diberikan pupuk organik atau kompos.
Pembibitan
Pegagan umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan stolon atau tunas anakan, tetapi
dapat pula diperbanyak dengan biji (secara generatif). Benih yang akan ditanam sudah berstolon dengan
disertai minimal 2 calon tunas. Benih berasal dari induk yang telah berumur minimal setahun. Walaupun
pegagan berbiji, perbanyakan dilakukan melalui bagian stolon (vegetatif), yang disemaikan terlebih
dahulu selama 2 3 minggu. Persemaian menggunakan polibag kecil, diisi media tanam campuran tanah
dan pupuk kandang (2 : 1), diletakkan di tempat dengan naungan yang cukup dan disiram setiap hari.