Anda di halaman 1dari 24

Kelompok 10

MIKROGAMETOGENESIS DAN
MIKROSPOROGENESIS
LILILUM DAN RICINUS
Anggota Kelompok :
Raka Aditya
(4411413027)
Noorma Paramitha (4411413009)
Isma Nurvaizah (4411413039)
Octarina Tri Handayani (4411413007)

Bagian bunga yang Steril:


1. Petal (Corolla)
2. Sepal (Calyx)
Bagian bunga yang Fertil:
1. Androecium Stamen:
Anthera , Filamen.
2. Gynoecium
Pistillum (Carpel) :
Stigma, Stilus, dan
Ovarium.


1.
2.

Terdiri dari :
Kepala sari ( anthera )
Tangkai sari

Benang sari, umumnya terdiri dari 4 ruang


berisi pollen
mikrosporangium ( tempat
penghasil mikrospora )
mikrospora tumbuh
membentuk buluh
gamet jantan.

ANTERA LILIUM SP

Antera Lilium sp memiliki struktur yang kompleks.


Terdapat 4 lokuli yang berisi butir-butir serbuk sari.
Pada dinding antera ini terlihat ada 4 lapisan, yaitu:
a) epidermis, lapisan terluar yang selnya memipih,
membentuk tonjolan dan berserabut.
b) endotesium, susunan selnya tak teratur dan
berserabut.
c) Lapisan tengah, terdiri dari 2 lapis sel yang pipih.
d) tapetum, inti selnya terlihat jelas dan sel-selnya
banyak mengandung plasma. Pollen

Gambar penampang lintang anthera lilium


(www.upload.wikimedia.org)

Pada umumnya anthera terdiri atas 4


mikrosporangia ( 4 lokuli ). Pada waktu masak, dua
sporangia dari masing-masing sisi akan menyatukan
diri
menjadi 2 teka sehingga ada 2 teka.

Antera yang
belum
terdiferensiasis
epidermis
Lapisan
tengah
atas
Lapisan
tengah

epidermis

arkesporiu
m

Sel
sporoge
n primer

Sel
parietal
primer

Sel
parietal
sekunder
Lapisan
tengah
bawah

Sel parietal
sekunder
endotesiu
m

Lapisan
tengah

Sel
sporoge
n
sekunde
r
tapetum

Sel
induk
mikro
spora

tapetum

mikro
spora

1.

2.

3.

4.

Menurut Bhojwani dan Bhatnagar ( 1978-1999), anthera


mempunyai lapisan dinding sebagai berikut.
Epidermis ( eksotesium ); merupakan lapisan terluar,
terdiri dari satu lapis sel. Berfungsinya sebagai
pelindung.
Endotesium; merupakan lapisan yang terletak di
sebelah dalam epidermis. berfungsi untuk membukanya
kepala sari akibat dari adanya struktur berserabut.
Lapisan tengah; merupakan lapisan yang terletak
disebelah dalam endotesium, terdiri dari 2-3 lapisan sel
atau lebih, tergantung jenis tumbuhannya.
Tapetum; merupakan dinding terdalam dari kepala sari
dn berkambang sampai maksimum pada saat
terbentukny serbuk sari tetrad.

Perkembangan Gametofit
Jantan
Mikrosporosit mengalami meiosis. Lalu membentuk empat
mikrospora haploid. Kemudian membelah sekali lagi melalui
mitosis dan menghasilkan dua sel, yaitu sel generative dan sel
tabung. Kedua sel itu dan dindingnya membentuk sebuah
butiran serbuk sari, atau gametofit jantan yang belum
dewasa.
Ada 3 tahap perkembangan gametofit jantan :
1. Perkembangan pollen
Serbuk sari/pollen pada umumnya mempunyai dua lapisan dinding, yaitu
eksin merupakan lapisan terluar dan intin merupakan lapisan terdalam.
Eksin tersusun dari sporopolenin, sedangkan intin tersusun dari
pektoselulose.

PERKEMBANGAN GAMETOFIT JANTAN


Meiosi
s II
inti vegetatif
inti generatif

Butir Serbuk Sa
(gametofit jantan

STRUKTUR OVARIUM (BAKAL BUAH)

Beberapa tumbuhan Angiospermae mempunyai


megasporofil (daun buah) yang
berkembang ke dalam suatu pistilum. Pistilum (putik)
biasanya mengalami diferensiasi
menjadi 3 bagian yaitu:
1. bagian basal yang menggelembung disebut
ovarium (bakal buah)
2. bagian yang memanjang disebut stilus (tangkai
putik)
3. bagian ujung stilus yang disebut stigma (kepala
putik)

Di dalam ovarium terdapat ruang ovarium


(lokulimentum) dengan dua atau lebih
ovulum (bakal biji).
Tiap ovulum terdiri dari nuselus,
integumen, khalaza, rafe dan funikulus.
Nuselus dilindungi oleh satu atau dua
integumen.
Pada waktu biji dewasa, integumen
bersama dengan khalaza dan rafe
menyusun kulit biji.

OVULUM LILIUM SP

Ovulum berada dalam ovarium dapat mengandung 1 atau lebih


ovulum.
Ovulum terdiri atas nuselus yang mengelilingi oleh 1 atau 2
integumen dan menempel pada plasenta dengan sebuah tangkai
yang disebut funiculus.
Integument ovulum akan berkembang jadi kulit biji.
Nuselus biasanya ada di bawah lapisan paling luar pada ujung
mikrofil yang disebut sel induk megaspore.
Ovulum berkembang dari plasenta ovarium.
Di dalam ovulum terdapat kantong embrio yang berisi yaitu satu
ovum, dua sel sinergid, dua badan polar dan tiga sel anti-poda.
Seluruh permukaan dan bagian ovulum tertutup kutikula. Kutikula
luar menutupi funiculus dan integument luar sedangkan kutikula
tengah terdapat diantara integument dalam dan nuselus.
Pada bagian ujung ovum terdapat celah yang disebut mikrofil
yang dibentuk oleh lapisan integume.

BAGIAN-BAGIAN PISTILLUM

POLLEN LILIUM SP
Butir-butir pollen tersimpan dalam lokulus
dari antera dan dinding pollen bertipe
retikulata.
Proses pembentukan dan pemasakan pollen
disebut mikrosporogenesis.
Pollen merupakan mikrospoa dewasa yang
telah lepas dari tetrad.
Punya 2 lapisan dinding yaitu ektin dan intin.
Setelah masak pollen keluar melalui stomium

PERKEMBANGA
N POLLEN
Pollen yang baru
dibentuk umumnya
mempunyai
sitoplasma yang
padat. Selnya secara
cepat bertambah
volumenya, diikuti
oleh vakuolisasi dan
perpindahan inti dari
bagian tengah menuju
kebagian yang
berdekatan dengan

PERKEMBANGA
N POLLEN
Dinding pollen berlapis-lapis.
Dinding terluar disebut eksin
dan dinding dalam disebut
intin. Eksin terdiri atas
ekteksin dan endeksin.
Ekteksin tersusun oleh 1)
tektum dibagian luar,
2) bagian dalam adalah
lapisan kaki (foot layer)
berbatasan dengan
endeksin, dan
3) bakulum lapisan yang

PEMBENTUKAN
SEL VEGETATIF
DAN SEL
GENERATIF

2. Pembentukan sel
vegetatif dan sel
generatif
Pada awal gametogenesis inti
serbuk sari membelah menjadi
dua sel, yaitu sel vegetatif dan
sel generatif. Kedua sel
tersebut ukurannya tidak
sama. Sel vegetative lebih
besar dibandingkan sel
generative. Sel generative
membelah secara mitosis

PEMBENTUKAN SEL
VEGETATIF DAN SEL
GENERATIF

Setelah pembelahan
mitosis, sel vegetative
melanjutkan
pertumbuhan, organela
sel bertambah jumlah dan
ukurannya, vakuola
semakin lama
menghilang. Setelah lepas
dari dinding, sel
generative bentuknya
speris. Sperma dibentuk

Pembentukan
Sel Sperma

3. Pembentukan Sel
Sperma
Setelah sel generative terbentuk,
proses selanjutnya adalah
pembentukan sel sperma. Pada
umumnya, pembentukan sel sperma
baru terjadi setelah buluh serbuk sari
menembus stigma (tangkai putik) atau
setelah buluh mencapai kantong
embrio (kandung lembaga).
Sperma mungkin dibentuk sewaktu
butir pollen masih ada di dalam antera
atau telah keluar dari antera. Apabila
sperma dibentuk sebelum butir pollen
keluar dari antera maka waktu butir
pollen dilepas pada stadium 3 sel dan
apabila sperma terbentuk setelah
keluar dari antera maka pada waktu

PENYERBUKAN
ANGIOSPERMAE