Anda di halaman 1dari 13

Home

Palm Oil
Comments RSS

Jenis- jenis Decanter dan fungsinya


Kesulitan yang dialami dalam pengolahan sludge terutama dalam mekanisme
pengoperasian Sludge Separator dan penggantian Nozzle, maka dipikirkan cara
pemisahan lumpur yang lebih efektif. Cara pemisahan lumpur dalam Sludge Separator
adalah putaran horizontal dan vertikal, maka decanter (40) adalah sejenis separator
dengan posisi horizontal memanjang dengan jenis putaran vertikal..
Decanter dapat menggantikan unit-unit pengolahan di Stasiun klarifikasi Desander,
Sand Cyclone, Sludge Centrifuge dan Oil Purifier.
Keberhasilan dalam pengoperasian Decanter dipengaruhi oleh :
a.

Komposisi umpan yang akan diolah, karena ratio antara minyak, air dan lumpur
mempengaruhi terhadap daya pisah alat tersebut.
b.
Fungsi alat Decanter tersebut.
c.
Perimbangan kapasitas alat dengan jumlah Sludge yang diolah.
1.

Jenis Decanter

Alat Decanter yang digunakan ada dua jenis yaitu berdasarkan keluaran yaitu
a.

Two-Phase Decanter
Alat ini bekerja memisahkan fraksi minyak dengan fraksi air dan fraksi padat atau
fraksi padat dengan cairan, dengan penggunaan tersendiri.
Wesfalia Two Phase Decanter

Decanter 2 phase Jenis Lain

Pemisahan fraksi padat dengan fraksi cair.


Cairan minyak yang masuk dari Crude Oil Tank ke dalam Decanter dipisahkan
menjadi dua fraksi yaitu fraksi padat dan cair. Fraksi padat yang berbentuk lumpur
padat diangkut dengan bak trailer ke kebun, sedangkan fraksi cair dipompakan ke
dalam Settling Tank untuk diolah lebih lanjut. Tujuan pengolahan ini merupakan cara
pengurangan bahan padatan dalam cairan dengan maksud agar pemisahan minyak
dalam settling tank
Decanter dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifier yakni minyak yang berasal
dari Settling Tank atau Buffer Tank diolah menjadi dua fraksi yaitu fraksi minyak dan
fraksi cairan yang masih mengandung Sludge. Karena prinsip kerja alat ini
menggantikan Oil Purifier maka mekanisme pemisahan berpegang kepada kemurnian
minyak, akibatnya Sludge yang keluar masih mengandung minyak, sehingga perlu
diolah lagi dengan menggunakan Sludge Separator atau Decanter, sedangkan fraksi
minyak bersih langsung diolah ke Vacuum Drier.
Decanter sebagai pengganti Sludge Separator, yaitu mengolah cairan yang berasal
dari Sludge Tank dipisahkan. Cairan dipisahkan menjadi cairan minyak dan Sludge.
Cairan minyak yang dipisahkan dipompakan ke Settling Tank, sedangkan fraksi
Sludge dibuang ke Fa tPit untuk diteruskan ke unit pengolah limbah.
a.

Three-Phase Decanter
Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan two-phase Decanter, hanya terdapat
perbedaan dari fase fraksi. Pada alat ini dihasilkan 3 fraksi yaitu fraksi minyak, fraksi
air (cair) dan fraksi padat.
Alat ini dapat ditempatkan sebagai pengganti Oil Purifier dan akan menghasilkan
fraksi minyak, fraksi air dan padatan. Fraksi air yang masih mengandung minyak
dilanjutkan pengolahannya pada Sludge Separator, dan Sludge dan minyak akan
terpisah.

Wesfalia Three Phase Decanter

1.

Penempatan Decanter

Decanter yang berfungsi memisahkan phase padat, phase minyak dan phase air
memberikan peluang penempatannya dihulu, tengah dan diakhir proses klarifikasi.
Umumnya penempatan di :
a.

Hulu sebelum Settling Tank


Cairan hasil pressan yang keluar melalui Oil Gutter ditampung di Crude Oil Tank,
memiliki kandungan lumpur yang tinggi. lumpur tersebut jika dipisahkan sebelum
masuk kedalam proses klarifikasi akan lebih baik, karena lumpur tersebut tidak lagi
mengendap di dasar tanki klarifikasi yang dapat menurunkan Retention Time.
Decanter bekerja memerlukan keseimbangan, maka diperlukan Buffer Tank
tambahan, yaitu ditempatkan diatas decanter. Kalau hanya menggantungkan stabilitas
tekanan pada pompa dapat menyebabkan efisiensi pemisahan lumpur yang rendah dan
kehilangan minyak yang tinggi dalam lumpur.
Decanter yang sesuai untuk dikembangkan pada cara ini adalah Decanter 2 phase,
yaitu memisahkan cairan menjadi phase padat (lumpur) dan phase cair. Phase padat
dikirmkan kelapang, sedangkan phase air dipompakan ke settling tank

b.

Tengah sebelum Sludge Separator


Cairan yang keluar dari bagian bawah Settling Tank mengandung lumpur yang tinggi
dan kadar minyak yang mencapai 10%. Cairan ini diolah dalam Decanter akan
menghasilkan : phase padat akan dibuang, phase minyak dipompakan ke Settling Tank
sedangkan phase cair tetap dialirkan ke Sludge Tank. Cara ini akan mengurangi beban
lumpur yang masuk ke dalam Sludge Separator, umumnya digunakan adalah
Decanter-3-phase (Gambar 4.15).
Cara ini akan membantu Sludge Separator dan dapat menggantikan Sand Cyclone
dan Strainer.

c. Hilir klafirikasi sebagai pengganti alat Sludge Separator yang memisahkan lumpur
minyak dan air. Jika dihulu ditempatkan Decanter maka pemisah lumpur yang
ditempatkan diakhir klarifikasi ialah Sludge Separator. Jenis Decanter yang

Gambar 4.16

d. digunakan mengganti Sludge Separator ialah Decanter-2 phase dan Decanter-3phase (Gambar 4.16).
e. Hilir klarifikasi sebagai pengganti oil purifier
Pemurnian minyak dilakukan dengan alat Oil Purifier yang memisahkan minyak dan
non minyak. Karena sifat-sifat ini dimiliki oleh Decanter-2-phase maka ada pabrik
yang menggunakan Decanter memisahkan minyak dengan lumpur. Metode proses
yang diterapkan ialah cairan minyak yang keluar dari Crude Oil Tank dipompakan ke
Buffer Tank dan dialirkan kedalam Decanter dan akan menghasilkan minyak, lumpur
dan cair. Dalam proses ini yang menjadi tujuan ialah memisahkan minyak yang bersih
tanpa mempertimbangkan kehilangan minyak pada phase padat
lebih baik dan beban Sludge Separator akan lebih ringan. Oleh sebab itu Decanter
ditempatkan sebelum Settling Tank dapat berfungsi untuk menggantikan kedudukan strainer
dan
sand
cyclone.
Tags: cara kerja decanter, flotweg, cara memperbaiki decanter, wesfalia, guna decanter,
pemisahan didalam decanter, masalah di decanter, troubell decanter
Decanter (Equiment Sludge Treatment)
Apa itu decanter ? Sesuai judul yang tertera di atas memberikan sedikit penjelasan apa itu fungsi
dari decanter. Pengaplikasian decanter dapat digunakan menggantikan unit-unit pengolahan di
stasiun klarifikasi seperti desander, sand cyclone, sludge centrifuge dan oil purifier. Pengolahan
sludge dengan menggunakan decanter tentu nya memerlukan pertimbangan tersendiri bagi
beberapa perusahaan pabrik kelapa sawit. Mengapa karena dari segi harga dan biaya perawatan alat
ini sangatlah mahal. Tetapi cocok untuk investasi jangka panjang. Selain itu juga penggunaan
decanter sangat lah luas, seperti beberapa ulasan yang telah saya buat sebelum nya . Decanter
dapat di gunakan untuk pengolahan minyak juga dan di luar negeri decanter diaplikasi kan sebagai
alat pengolahan limbah.

Secara garis besar fungsi decanter adalah Kegunaan decanter adalah untuk memisahkan seratserat halus (non-oil solid) yang terkandung dalam minyak kasar (crude oil) dari crude oil tank (COT).
Serat halus ini berasal dari serat atau ampas yang terputus-putus pada waktu pengepresan. Dengan
berkurangnya serat halus ini, cairan minyak tidak akan terlalu kental, sehingga proses pemisahan
didalam CST akan lebih sempurna. Jadi tujuan utama pengoperasian decanter adalah untuk
memisahkan sludge menjadi light phase, heavy phase dan solid.
Dalam pengaplikasian pada pengutipan minyak ada beberapa faktor keberhasilan dalam
pengoperasian decanter ini:
a. Komposisi umpan yang akan diolah, karena rasio antara minyak, air dan lumpur mempengaruhi
terhadap daya pisah alat tersebut.
b. Fungsi alat decanter tersebut.
c. Perimbangan kapasitas alat dengan jumlah sludge yang diolah.

Decanter 3-Phase (PANX Alvalafal)


Pada pengaplikasian nya di pabrik kelapa sawit ada dua jenis decanter yang umumnya digunakan
berdasarkan atas keluarannya :
a. Two-phase Decanter
Alat ini bekerja dengan menghasilkan dua jenis phase yaitu memisahkan minyak dari fraksi air dan
fraksi sludge. Penempatan alat ini biasanya dapat diletakan sebelum CST, dimana digunakan untuk
memisahkan minyak dan sludge serta mengurangi beban padatan pada sludge. Hal itu bertujuan
untuk memperingan kinerja sludge centrifuges dalam pengutipan minyak di sludge.
Dapat juga digunakan untuk mengantikan fungsi dari oil purifier untuk mengurangi kandungan
kotoran dan air yang masih banyak terikut pada minyak, sehingga kualitas minyak standar dapat
terpenuhi.

b. Three-phase Decanter
Alat ini bekerja dengan prinsip yang sama dengan two-phase decanter, tapi ada perbedaan dari
fase fraksinya. Pada alat ini dihasilkan 3 (tiga) fraksi, yaitu : fraksi minyak, fraksi air (cair), dan fraksi
padat (sludge).Keuntungan penggunaan decanter adalah air pengencer (dilution water) dapat
dikurangi menjadi 60%. Volume cairan (sludge) akan lebih kecil, kandungan serat halus atau non-oil
slidge berkurang, sehingga beban sludge separator akan berkurang. Penambahan air pengencer
(dilution water) harus memenuhi kekentalan cairan (viskositas) yang dibutuhkan pada proses
pemurnian di stasiun Clarification. Cairan yang terlalu encer akan menyulitkan pemisahan di
decanter, namun jika terlalu kental akan menyulitkan pemisahan di clariier settling tank (CST).
PEMISAHAN BAHAN BERDASARKAN PERBEDAAN SIFAT

Perbedaan Sifat
Kelarutan dan berat jenis

Titik didih

Alat
Dekanter

Kolom destilasi, dryer

Cara Perancangan
1.

Menentukan over flow rate (),


jika < 0.5 fase ringan
terdispersi, 0.5< <2 kedua fase
terdispersi, >2 fase berat
terdispersi

2.

Menentukan settling velocity


(Ud)

3.

Menentukan luas interface Ai)


didapat diameter decanter,
tinggi didapat dari mengalikan
diameter 3kali-5kali.

4.

Jika kecepatan cairan sedikit


digunakan vertical decanter, jika
banyak horizontal dekanter
1.Menentukan komponen kunci
(high and light key component)
2.Menentukan neraca massa,
didapat kompisisi atas bawah
dan kesetimbangan ,neraca
panas, rate of heat transfer,
rate of mass transfer
3. Kondisi operasi (P&T)(bisa
menetukan P lalu T atau
sebaliknya
dengan
trial),
4.Menetukan jumlah plate
dengan berbagai cara FUG
(metode
shortcut
jika

multikomponen),atau Mc Cabe
Thile (jika 2 komponen), Louis
Mattison (plate to plate
multikomponene)
5. menentukan tinggi menara
berdasar jumlah plate, dan
diameter berdasar jumlah uap
(refluks dan titik didih), jika
refluk besar, maka uap banyak
dan diameter pun besar
Titik lebur

Melter

Dilhat dari jenis bahannya,


menetukan beban panas yang
diperlukan, dan dapat langsung
ditentukan
luas
transfer
panasnya.

Ukuran butir

Screen, filter

Untuk screen padatan dengan


padatan, dilihat dari ukuran
yang
diinginkan
serta
kapasitasnya
dirancang
diameter(jumlah mesh) dan luas
screen.
Untuk filtrasi(padatan dan
cairan), menetukan luas dan
ukuran berdasarkan jumlah
filtrate dan ketebalan cake yang
diinginkan akan mempengaruhi
waktu filtrasi, jika besar maka
luas diperlukan makin besar,
beda tekanan yang besar luas
permukaan kecil begitu pula
sebaliknya.

Fase

Filter, centrifuge

Untuk filtrasi(padatan dan


cairan), menetukan luas dan
ukuran berdasarkan jumlah
filtrate dan ketebalan cake yang
diinginkan akan mempengaruhi
waktu filtrasi, jika besar maka
luas diperlukan makin besar,
beda tekanan yang besar luas
permukaan kecil begitu pula
sebaliknya.

Untuk centrifuge tebal dinding


dihitung dari tegangan yang
ditimbulkan.
Berat jenis

Clarifier, cyclone, settler

Untuk cyclone, ditentukan


diameter dari kecepatan aliran
gas, ditentukan juga dari sifat
bahan yaitu densitas, viskositas
dan ukuran.
Untuk settler , ditentukan
diameter dari kecepatan aliran
cairan, ditentukan juga dari sifat
bahan yaitu densitas, viskositas
dan ukuran. Jika ukuran bahan
atau partikel semakin kecil
maka ukuran settler semakin
besar begitu juga sebaliknya.

Kelarutan

Absorber, kristalisator

Absorber : Membuat neraca


massa, neraca panas dan
kesetimbangan serta rate of
mass and heat transfer, didapat
nilai dari jumlah seluruh arus
beserta komponennya, dan
garis
operasi
serta
kesetimbangan,
dengan
menghubungkannya didapatkan
tinggi
absorber.
Kapasitas
menentukan
ukuran
luas
permukaan.
Kristalisator
terdapat
2
metode,cara
pertama
penguapan
berlaku
untuk
senyawa yang kelarutan dalam
air tidak terpengaruh suhu
contoh: NaCl, berdasarkan
pendinginan baik untuk zat yang
kelarutannyah : fungsi suhu (T)
contoh: gula. Perancangannya
menggunakan neraca massa
dan panas dengan kapasitas
serta
kemurnian
yang

digunakan.
Sifat Kimia

Reaktor

Tergantung dari zat yang akan


dipisahkan,
ditentukan
kapasitas yang diinginkan dan
jenis serta jumlah hasil reaksi
beserta jumlah reaktan sisanya.
Controller berdasarkan reaksi
yang ditimbulkan, bisa berupa
reaksi eksotermis ataupun
endotermis, jika eksotermis
diperlukan pendinginan, jika
endotermis
diperlukan
pemansan
untuk
menjaga
kondisi
operasi
agar
menghasilkan produk yang
diinginkan, begitu pula pada
kondisi tekanannya, untuk
memenuhi
konversi
yang
diinginkan. Kecepatan reaksi
pun menentukan tekanan dan
suhu operasi yang digunakan
untuk merancang suatu reactor.

Magnit

Belt conveyor

Perancangan belt conveyor


berdasarkan kapasitas yang
diinginkan serta jarak dan sudut
elevasi perpindahan dan juga
sudut luncur bahan dan berat
bahan. Pada jarak tertentu
dapat ditentukan panjang belt
conveyor
dan
juga
dari
kemiringannya,
lalu
berdasarkan kapasitas bahan
yang akan dipindahkan dapat
ditentukan lebar belt conveyor
memenuhi. Setelah ukuran
ditentukan, daya minimum yang
dibutuhkan dapat dihitung dari
kapasitas, ukuran, sifat serta
sudut luncur bahan.

Kekerasan

Crusher

Crusher dirancang berdasarkan


laju alir bahan, ditentukan
ukuran crusher yang diperlukan.
Dari
grade
kekerasan

ditentukan ukuran dari alat


pemecah/penggerus
yang
digunakan. Dari penggabungan
data di atas dicari berdasarkan
persamaan yang sudah ada
dapat dicari ukuran dari crusher
yang digunakan.

Home
Palm Oil
Comments RSS

Manfaat Decanter solid


Decanter solid dihasilkan dari decanter dari stasiun klarifikasi dan solid ini dari pabrik akan
diaplikasikan ke perkebunan sawit, solid ini merupakan bahan organik yang mengandung
sejumlah hara terutama Nitrogen(N). Kandungan hara dapat bervariasi, tetapi secara umum 1
ton DS basah (setara dengan 0.35 ton DS kering) mengandung sekitar 17 kg Urea, 3 kg TSP,
8 kg MOP dan 5 kg Kiserit.
Pemakaian Solid sebagai bahan pupuk di lapangan akan mengurangi jumlah pemakaian
pupuk buatan. Di lapangan DS memerlukan waktu 6 minggu untuk melapuk, sehingga DS
terutama yang basah harus segera diaplikasikan ke lapangan dalam waktu 1 minggu (tidak
dapat
disimpan
lama).
Decanter solid (DS) adalah limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan TBS di PKS yang
memakai sistem decanter. Untuk pemanfaatannya sebagai bahan pengganti pupuk, DS basah
biasanya dikeringkan dulu, untuk itu diperlukan dryer yang investasi dan biaya operasinya
cukup besar. DS kering yang dihasilkan, kadar airnya tidak boleh lebih dari 15%, kalau lebih
maka bahan cepat berjamur dan tidak dapat disimpan lama. Produksi DS basah adalah
sekitar 5.7% dari TBS. Sedangkan produksi DS kering adalah sekitar 2% dari TBS. Baik DS
basah maupun DS kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti pupuk pada TM.

Tiap tahun Departemen Riset merekomendasikan blok-blok yang akan diaplikasi dengan DS.
Persyaratan areal aplikasi sama dengan persyaratan untuk aplikasi janjangan kosong. Dosis
aplikasi DS ditunjukkan pada tabel berikut.
Program Aplikasi DS pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (TM)
Jenis
Solid
Solid

Kg/Pohon/Tahun
Solid TSP
MOP
200
0.5
0.75 + 0.75

Aplikasi Solid
Aplikasi TSP
Cara
Waktu
dan MOP
Gawanga Setiap waktu Di atas solid

Basah
Solid
Kering

n mati
70

0.5

0.75 + 0.75

Gawanga
n mati

di
tahun
berjalan
Setiap waktu
di
tahun
berjalan.

(gawangan
mati)
Di atas solid
(gawangan
mati)

Keterangan:
- pupuk MOP dua kali aplikasi (dua semester)
- pupuk TSP satu kali aplikasi
- pupuk Urea dan Kiserit tidak diberikan sama sekali.

DS diangkut dari PKS ke blok-blok aplikasi dengan traktor dan trailer. DS kering diangkut
dalam karung-karung (berat 35 kg/karung), sedangkan DS basah dimuat langsung ke dalam
trailer. Kemudian DS ditumpuk di sepanjang barisan barisan kedua dari jalan, untuk
selanjutnya diecer secara manual ke tiap pohon di dalam blok. DS diecer ke setiap pohon
atau daerah gawangan mati dengan menggunakan kereta sorong.
SAND TRAP TANK (Equitment Clarification Stasion)
Crude oil dari screw press yang bercampur dengan dilution water dialirkan melalui talang
minyak (oil gutter) kemudian disalurkan ke tangki pengendap pasir (sand trap tank) yang diharapkan
dapat menangkap (mengurangi) pasir sebanyak mungkin yang ada dalam crude oil tersebut sebelum
diteruskan ke vibrating screen.
Fungsi dari tangki penangkap pasir (sand trap tank) ini adalah untuk mengurangi jumlah pasir
dalam minyak yang akan dilairkan ke vibrating screen dengan tujuan agar vibrating screen terhindar
dari gesekan pasir kasar yang dapat menyebabkan keausan screen.
Alat ini bekerja berdasarkan gaya gravitasi, yaitu mengendapkan padatan. Keberhasilan proses
pengendapan tergantung pada retention time (waktu pengendapan) yang ditentukan berdasarkan
kapasitas tangki tersebut. Disamping itu pemisahan cairan (fluida) yang berupa campuran minyak
kasar (dilution crude oil), air dan bahan lainnya dari kotoran pasir serta bahan-bahan lain yang terikut
dalam CDO sebelum dialirkan ke vibrating screen dibantu oleh panas dari steam yang diinjeksikan
kedalam tangki yang bertemperatur 90 0C 95 0C.
Bentuk sand trap tank ada yang berbentuk persegi dan silinder. Ditinjau dari mekanisme kerja
bahwa bentuk silinder memberikan aliran sirkulasi yang dapat mempercepat proses pengendapan pasir
atau padatan yang spesific gravitynya lebih besar dari minyak.
Pengendapan padatan akan lebih baik apabila pembersihan dasar tangki dilakukan secara terjadwal,
hal ini jarang dilakukan karena sludge yang berada di dasar tangki mengandung minyak yang tinggi,
oleh karena itu disarankan agar sand trap tank dilengkapi dengan tangki pengencer untuk mengutip
minyak yang terdapat dalam sludge.

Spesifikasi :
Berbentuk silinder dengan bentuk tangki kerucut pada bagian bawah. Diameter antara 1.800 mm
4.500 mm yang terbuat dari mild steel plate 6 mm. Pada bagian dalam tangki dilengkapi dengan plate

berlubang dengan diameter 50 mm serta dengan coil pipa steam dengan diameter 50 mm Tangki
dilengkapi dengan pipa penguras pelepas air dan sludge, thermometer dan steam injector.

Sand Trap Tank


Proses Kerja
Crude oil hasil dari pengepresan dialirkan melalui oil gutter (talang minyak) dan masuk kedalam
sand trap tank, material yang mempunyai berat jenis lebih berat (pasir) akan mengendap dan harus
dilaksanakan drain secara kontiniu pada setiap pergantian shift. Selanjutnya material dengan berat
jenis yang lebih ringan (minyak kasar) akan naik keatas dan keluar melalui pipa over flow menuju ke
vibating screen.