Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

ABORSI PROVOKARTUS DAN PERGESERAN TATA NILAI


SOSIAL BUDAYA DI INDONESIA
Tugas : Kewarganegaraan

Disusun oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Alimah Nur Fajri


Anif Usni Faizah
Beny Bakhtiar
Dahlia Budi Utami
Desi Ardiyani
Yayan Mahendoyoko

(22020112140049)
(22020112130077)
(22020112140017)
(22020112120004)
(22020112140111)
(22020112130025)

Program Studi Ilmu Keperawatan


Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1

A. Latar Belakang
Aborsi adalah gugur kandungan atau aborsi (bahasa Latin: abortus) adalah
berhentinya kehamilan sebelum usia kehamilan 20 minggu yang mengakibatkan kematian
janin. Penulis memilih tema ini karena saat ini aborsi menjadi salah satu masalah yang
cukup serius, dilihat dari tingginya angka aborsi yang kian meningkat dari tahun ke tahun. Di
Indonesia sendiri, angka pembunuhan janin per tahun sudah mencapai 3 juta. Angka yang
tidak sedikit mengingat besarnya tingkat kehamilan di Indonesia. Selain itu, ada yg
mengkategorikan aborsi itu pembunuhan. Ada yang melarang atas nama agama. Ada yang
menyatakan bahwa jabang bayi juga punya hak hidup sehingga harus dipertahankan, dan
lain-lain.
Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada
kesakitan dan kematian ibu. Sebagaimana diketahui penyebab utama kematian ibu hamil dan
melahirkan adalah perdarahan, infeksi, dan eklampsia.
Namun sebenarnya aborsi juga merupakan penyebab kematian ibu, hanya saja
muncul dalam bentuk komplikasi perdarahan dan sepsis. Akan tetapi, kematian ibu yang
disebabkan komplikasi aborsi sering tidak muncul dalam laporan kematian, tetapi dilaporkan
sebagai perdarahan atau sepsis. Hal itu terjadi karena hingga saat ini aborsi masih merupakan
masalah kontroversial di masyarakat. Di satu pihak aborsi dianggap ilegal dan dilarang oleh
agama sehingga masyarakat cenderung menyembunyikan kejadian aborsi, di lain pihak
aborsi terjadi di masyarakat. Ini terbukti dari berita yang ditulis di surat kabar tentang
terjadinya aborsi di masyarakat, selain dengan mudahnya didapatkan jamu dan obat-obatan
peluntur serta dukun pijat untuk mereka yang terlambat datang bulan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana fenomena aborsi yang ada dalam masyarakat saat ini ?
2. Bagaimana pergeseran nilai aborsi di mata masyarakat?
3. Bagaimana pandangan aborsi ditinjau dari segi hukum ?

C.Tujuan
Disusunnya makalah tentang aborsi ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Mengetahui fenomena aborsi yang terjadi saat ini.
2. Mengetahui pergeseran nilai yang terdapat di masyarakat tentang perilaku aborsi.
3. Mengetahui pandangan aborsi ditinjau dari segi hukum.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Fenomena Aborsi
Bukanlah hal yang asing yang terdengar di telinga terutama di kota-kota besar telah
banyak berdiri klinik-klinik aborsi yang belum tentu memiliki ijin. Padahal aborsi merupakan
3

salah satu titik tindak pidana yang dapat dihukum dengan hukuman kurang lebih lima belas
tahun penjara. Biasanya mereka melakukan aborsi ke tempat dukun, klinik dan rumah sakit.
Mereka berani menawarkan jasa aborsi dengan imbalan yang lebih mahal. Dilihat dari realita
semacam ini, siapakah yang harus dipersalahkan? Apakah si aborsi ataukah si penjual jasa
aborsi. Apakah ini yang dinamakan negara Indonesia? Padahal negara Indonesia dikenal
dengan kepribadian yang ramah dan memiliki sopan santun yang tinggi, tetapi kenyataannya
sebaliknya, sekarang banyak pasanagn pra nikah yang berani melakukan aborsi guna
menjaga harga diri keluarga maupun dirinya sendiri.
Sayangnya, aborsi buatan atau yang akrab disebut aborsi ini diduga jumlahnya juga
cukup besar di Indonesia. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010,
diperkirakan jumlah kelahiran di Indonesia adalah sebesar 5 Juta jiwa per tahun dan angka
keguguran sebesar 3,5 juta per tahun.
Untuk berapa pastinya angka aborsi di Indonesia saat ini, belum ada data yang benarbenar bisa dianggap valid. Apalagi aborsi tidak dilegalkan di Indonesia kecuali dengan alasan
medis. Maka penelitian terhadap klinik-klinik aborsi ilegal tentu sulit dilakukan karena
klinik-klinik ini cenderung menutup diri.
"Membicarakan aborsi adalah hal yang sensitif, apalagi karena hukumnya ilegal. Tapi
jumlahnya memang cukup banyak sekitar 2,5 jutaan setiap tahun. Jika jumlah ini benar, maka
angka aborsi jika dihitung sudah hampir separuh dari angka kelahiran di Indonesia," kata
Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK)
BKKBN saat dihubungi detikHealth, Rabu (30/5/2012).
Menurut Sudibyo, perkiraan 2,5 juta tersebut merupakan hasil penelitian independen
yang dilakukan oleh pribadi atau LSM. Caranya adalah dengan menghitung rata-rata aborsi
yang dilakukan beberapa klinik di kota besar Indonesia kemudian mengalikan dengan
perkiraan jumlah klinik di Indonesia.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 memperkirakan ada 20 juta kasus
aborsi tidak aman di dunia. Sebanyak 9,5 % di antaranya terjadi di negara berkembang. Di
wilayah Asia Tenggara, WHO memperkirakan sebanyak 4,2 juta aborsi dilakukan setiap
tahun dan sekitar 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia.
Beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 menemukan bahwa angka aborsi di
Indonesia sebesar 2 juta per tahun. Angka ini terus mengalami kenaikan. Sebuah penelitian
yang dilakukan Soetjiningsih pada tahun 2004 memperkirakan angka aborsi di Indonesia
mencapai 2,3 juta pertahun. Sekitar 750.000 diantaranya dilakukan oleh remaja.
"Aborsi tidak hanya bisa dilakukan di klinik saja. Beberapa obat yang masuk dalam jenis
anti prostaglandin juga dapat diperoleh tanpa resep dokter untuk digunakan menggugurkan
kandungan. Makanya, data mengenai jumlah kasus aborsi di Indonesia sulit ditentukan secara
tepat," kata Julianto Witjaksono, Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat.
Hingga saat ini, diyakini angka aborsi di Indonesia mencapai 2 - 2,5 juta per tahun.
Angka ini masih simpang siur karena belum ada penelitian yang benar-benar mengulas aborsi
secara menyeluruh. Belum lagi kasus aborsi yang dilakukan dengan cara meminum obat atau
jamu tanpa bimbingan dokter.

B.Pergeseran Nilai tentang Aborsi di Mata Masyarakat Tentang Aborsi


1. Nilai Aborsi di Mata Masyarakat Zaman Dulu
Seseorang yang terlanjur hamil di luar nikah itu dalam tatanan masyarakat kita
dinyatakan sebagai tindakan yang sangat memalukan, keluarga, dan bahkan
masyarakat dalam sebuah komunitas. Pelaku hamil di luar nikah dianggap sebagai
pembawa sial. Bahkan ada yang diusir dari keluarga dan juga dari kampung. Karena,
hamil di luar nikah, hamil karena kecelakaan, hamil karena perbuatan zina, atau dalam
istilah masa kini disebut dengan married by accident (MBA) adalah sebuah berita

buruk, memalukan dan hina bagi sebuah keluarga dan kelompok masyarakat di sebuah
daerah, juga suatu bangsa seperti Indonesia.
Artinya, kala orang tua atau sebuah keluarga mengetahui anak perempuannya
hamil sebelum menikah, orang tua dan keluarga bahkan masyarakat akan merasa
dipermalukan oleh kasus itu. Maka, mendapat kabar bahwa anak perempuan sesorang
mengalami hamil di luar nikah itu adalah sebuah berita yang sangat mencoreng nama
baik keluarga dan masyarakat. Apalagi dalam keluarga masyarakat muslim, ini justru
sangat tidak bisa diterima. Sehingga kasus-kasus hamil di luar nikah, sulit didata dan
selalu terselubung serta banyak berujung dengan tindakan aborsi yang bertentangan
dengan nilai-nilai universal HAM dan nilai-nilai agama itu.

2. Nilai Aborsi di Mata Masyarakat Zaman Sekarang


Banyaknya kasus hamil di luar nikah sudah dianggap sebagai hal biasa. Padahal
bila kita kaji lebih dalam, meningkatkanya kasus hamil di luar nikah ini sangat
membahayakan generasi bangsa ini, terutama para remaja itu sendiri.

3. Pergeseran Nilai yang terjadi di Masyarakat


Aborsi bertentangan dengan nilai nilai agama dan hak asasi manusia, gaya hidup
seks bebas yang menyebabkan hamil di luar nikah dan sering berujung dengan
tindakan aborsi itu, hingga kini terus semakin menggila. Apalagi sekarang aborsi telah
dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang biasa. Dari pemaparan point pertama dan
ke dua dapat disimpulkan telah terjadi pergeseran nilai tentang perilaku aborsi di mata

masyarakat. Pergeseran itu terjadi di mana budaya timur kita yang sangat menganggap
tabu dan hina kini bergeser dan aborsi dianggap sebagai hal yang biasa dan umum
dilakukan. Meningkatnya jumlah kasus hamil di luar nikah dan kasus aborsi di tanah
air saat ini, harusnya menjadi keprihatinan semua orang. Karena dengan semakin
meningkatnya kasus hamil di luar nikah ini, maka semakin besar risiko yang dialami
oleh genarasi bangsa ini.

C. Pengaturan Aborsi Ditinjau dari Segi Hukum


Hukum Aborsi Menurut UUD
Menurut hukum hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin
termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah Abortus Provocatus Criminalis

Yang menerima hukuman adalah:


1. Ibu yang melakukan aborsi
2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi
3. Orang orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait adalah:


Pasal 229
1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya
diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan
itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat
tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan
perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib,
bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka
dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
Pasal 314
Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan
atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena
membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
Pasal 342
Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan
bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas
nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana,
dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 343
Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang
turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346
Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau
menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
Pasal 347

1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang


wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas
tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara
paling lama lima belas tahun.

Pasal 348
1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang
wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima
tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara
paling lama tujuh tahun.

Pasal 349
Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut
pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang
diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat
ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana
kejahatan dilakukan.

Peraturan Lain Terkait Penyebab Aborsi


1. Peraturan tentang Perkosaan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Pasal 285

Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita
bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan
pidana penjara paling lama dua belas tahun.
Pasal 286
Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal diketahui
bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, diancam dengan pidana
penjara paling lama sembilan tahun.
Pasal 287 ayat 1
Barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan, padahal
diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya bahwa umumya belum lima belas tahun,
atau kalau umurnya tidak jelas, bawa belum waktunya untuk dikawin, diancam dengan
pidana penjara paling lama sembilan tahun.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Aborsi menjadi masalah kontroversial, tidak saja dari sudut pandang kesehatan, tetapi
juga sudut pandang hukum. Saat ini juga telah terjadi pergeseran nilai tentang aborsi di mata
masyarakat dimana dulu aborsi yang dianggab sangat tabu sekrang dianggap sebagai hal yang
wajar. Untuk itu kita perlu menanamkan nilai-nilai luhur tentang pembentukan karakter.

10

Dengan demikian aborsi secara illegal tidak terjadi lagi terutama pada semua wanita usia
subur.
Aborsi pada gadis remaja maupun wanita dewasa dapat dicegah dengan membentuk
persepsi tentang aborsi itu sendiri sehingga mereka memiliki paradigma tentang aborsi sesuai
dengan harapan kita yaitu tindakan yang tidak benar. Tidak hanya paradigma tentang aborsi saja,
namun segala macam tindakan yang mengawali terjadinya aborsi. Mengimplementasikan gaya
dan metode mengajar yang berbeda terhadap anak dengan kepribadian yang khusus dalam
halini anak dengan atribut psikologia yang baru akan membantu membentuk paradigma
generasi baru yang sesuai dengan harapan kita. Dengan demikian kita membantu membentuk
pribadi-pribadi yang tidak hanya cerdas, namun menjunjung tinggi kebenaran dan tunduk
kepada yang Maha Kuasa.

B.Saran
Dengan demikian, kita diharapkan tahu

pengertian aborsi dan bahaya yang di

timbulkan apabila melakukan aborsi. Namun kita juga dapat mempelajari mana yang boleh
atau tidak boleh untuk melakukan aborsi, semua itu dengan alasan dan tujuan yang jelas dan
sesuai dengan kedokteran.

11