Anda di halaman 1dari 5

ANAMNESIS

Anamnesis merupakan bagian yang paling penting pada proses pemeriksaan pasien.
Keluhan utama penyakit pada sistem kardiovaskuler adalah sesak napas, nyeri dada,
palpitasi dan claudication.

SESAK NAPAS
Pasien dengan penyakit jantung biasanya merasa sesak napas pada saat melakukan
aktifitas fisik (exertional dyspnoea) dan kadang-kadang timbul sesak pada saat berbaring
(positional dyspnoea atau orthopnoea). Patofisiologi orthopnoea adalah sebagai berikut :
pada waktu pasien berbaring, terjadi redistribusi cairan dari jaringan perifer ke paru-paru
sehingga terjadi peningkatan tekanan kapiler pulmonary. Hal ini kemudian men-stimulasi
ujung saraf pada paru-paru sehingga terjadilah orthopnoea. Kadang-kadang pasien
mendadak terbangun dari tidurnya, megap-megap, sesak napas. Jadi pasien lebih baik tidur
dalam posisi setengah duduk atau dengan beberapa bantal. Gejala ini biasanya disertai
dengan batuk yang berdahak putih berbusa (paroxysmal nocturnal dyspnoea).
Mekanisme dyspnoea karena aktifitas fisik masih kontroversial. Ada pendapat bahwa
mekanismenya sama dengan orthopnoea, yaitu terjadi peningkatan venous return dari otot
pada saat aktifitas fisik, sehingga meningkatkan tekanan atrium kiri. Padahal, sesak napas
pada saat aktifitas fisik tidak selalu berhubungan langsung dengan tekanan atrium kiri. Ada
faktor-faktor lain seperti penurunan kadar oksigen pada darah di arteri dan perubahan
fungsi otot jantung pada payah jantung kronis.
Sesak napas yang disertai wheezing kadang-kadang disebabkan karena penyakit
jantung, tetapi terlebih dahulu harus disingkirkan adanya obstruksi jalan napas.
Pasien yang merasa tiba-tiba harus menarik napas dalam-dalam, yang tidak ada
hubungannya dengan aktifitas fisik, yang sering mengeluh sesak napas atau yang merasa
terus menerus tidak dapat bernapas dengan baik, bukan gejala dari penyakit jantung,
tetapi merupakan gejala kecemasan.
Kadang-kadang sulit untuk membedakan sesak napas yang disebabkan karena
penyakit paru-paru atau jantung. Paroxysmal nocturnal dyspnoea atau orthopnoea
merupakan gejala penyakit jantung, sedangkan wheezing merupakan gejala penyakit paruparu.

Kelainan jantung yang disertai keluhan sesak napas biasanya terjadi pada gagal jantung. Hal ini
disebabkan karena gangguan fungsi pompa jantung dalam mengisi dan memompa darah dari
paru, akibatnya terjadi penumpukan darah di paru (edema paru) dan menyebabkan peningkatan
tekanan pada pembuluh darah paru. Maka fungsi paru pun terganggu dan terjadilah sesak napas.
Keluhan sesak napas ini muncul saat beraktivitas, misalnya naik tangga, yang akan membaik
setelah beristirahat. Jika tidak segera diatasi, keluhan tersebut dapat terus berlanjut walau pada
saat istirahat, yaitu ketika pasien tidur terlentang. Oleh karena itu pasien harus tidur dengan
banyak bantal menyangga kepala bahkan baru lega pada posisi setengah duduk. Keluhan lainnya
yaitu kaki yang membengkak. Untuk kepastian diagnosis maka dilakukan pemeriksaan fisik,
EKG, dan ekokardiografi. Obat yang diberikan antara lain obat yang mengurangi beban jantung,
misalnya golongan diuretik.

Diagnosa banding dyspnoea

Payah jantung

Penyakit jantung iskemi (atypical angina)

Emboli paru

Penyakit paru

Anemia berat

Anamnesa sesak napas

Sejak kapan munculnya sesak napas?

Apakah sesak muncul perlahan atau tiba-tiba?

Apakah sebelumnya pernah sesak napas ?

Apakah sesak napas terjadi waktu beraktifitas fisik ?

Aktifitas fisik seperti apa yang menimbulkan sesak napas seperti ini ?

apa yang membuat terasa lebih baik/buruk?

Apakah pernah mendadak terbangun dari tidur karena sesak napas ?

Pada waktu tidur menggunakan berapa bantal ?

Apakah sesak napas disertai dengan batuk atau wheezing ?

Klasifikasi Payah Jantung


Grade I :
Tidak ada keluhan pada waktu istirahat. Timbul dyspnoea pada aktifitas fisik berat.
Grade II :
Tidak ada keluhan pada waktu istirahat. Timbul dyspnoea pada aktifitas fisik sedang.
Grade III :
Ada keluhan ringan pada waktu istirahat. Timbul dyspnoea ringan pada aktifitas fisik ringan,
dyspnoea berat pada aktifitas sedang.
Grade IV :
Dyspnoea pada waktu istirahat, dyspnoea berat pada aktifitas fisik sangat ringan. Pasien
harus tirah baring.
Pekerjaan dan riwayat keluarga
Riwayat keluarga sangat penting pada anamnesa penyakit jantung karena berbagai
penyakit jantung mempunyai predisposisi genetik (mis, hiperlipidemia). Tanyakan apakah
orang tua masih hidup, dan bila sudah meninggal, tanyakan penyebab kematiannya.
Misalnya kematian karena stroke mendadak menunjukkan adanya hipertensi dalam
keluarga. Pekerjaan pasien juga dapat berhubungan dengan penyakit jantung : misalnya
bila timbul aritmia atau penyakit jantung koroner, maka pasien tidak dapat bekerja
sebagai pilot atau sopir truk.
Jangan lupa menanyakan kebiasaan merokok, minum alkohol dan obat-obat yang
sekarang dikonsumsi.

Anamnesa riwayat keluarga

Apakah ada keturunan penyakit jantung ?

Apakah kedua orang tua masih hidup ?

Berapa usia kedua orang tua ? Apakah sehat atau sedang menderita suatu penyakit?

Apa penyebab kematian kedua orang tua ?

Apakah saudara ada yang menderita penyakit jantung ?

ANALISIS MASALAH
1. Bagaimana hubungan umur, jenis kelamin, pekerjaan dengan kasus?
Dengan meningkatnya umur seseorang, maka semakin tinggi kemungkinan terjadi
penyakit. Jenis kelamin tidak terlalu mempengaruhi. pekerjaan Tn. B sebagai
buruh dengan lingkungan yang biasanya kotor dan perkerjaannya memerlukan
kegiatan fisik yang lumayan berat bisa menjadi salah satu faktor terjadinya sesak
napas.

2. Apa saja faktor pemicu sesak napas?


bekerja mengangkat beban berat, berjalan menuju tempat kerja (jarak kurang
lebih 1 km), sesak napas bila naik tangga,

3. Bagaimana cara anamnesis sesak napas?

Sejak kapan munculnya sesak napas?

Apakah sesak muncul perlahan atau tiba-tiba?

Apakah sebelumnya pernah sesak napas ?

Apakah sesak napas terjadi waktu beraktifitas fisik ?

Aktifitas fisik seperti apa yang menimbulkan sesak napas seperti ini ?

apa yang membuat terasa lebih baik/buruk?

Apakah pernah mendadak terbangun dari tidur karena sesak napas ?

Pada waktu tidur menggunakan berapa bantal ?

Apakah sesak napas disertai dengan batuk atau wheezing ?

4. Apa saja faktor yang memperingan sesak napas pada kasus?


Istirahat dan jika tidur menggunakan 2-3 bantal

5. Mengapa Tn. B lebih nyaman tidur dengan 2-3 bantal?


pada waktu pasien berbaring, terjadi redistribusi cairan dari jaringan perifer ke
paru-paru sehingga terjadi peningkatan tekanan kapiler pulmonary. Hal ini
kemudian men-stimulasi ujung saraf pada paru-paru , yang mempermudah

terjadinya sesak. Jadi pasien lebih baik tidur dalam posisi setengah duduk atau
dengan beberapa bantal.

6. Bagaimana diagnosis banding dari sesak napas?


Diagnosa banding dyspnoea

Payah jantung

Penyakit jantung iskemi (atypical angina)

Emboli paru

Penyakit paru

Anemia berat