Anda di halaman 1dari 99

Oleh :

Dr. Rudy Hidana, S.Pd., M.Pd.

KIMIA KLINIK
Penelitian penyakit berdasarkan perubahan fisiologi

dan susunan kimia


Bahan pemeriksaan terdiri dari berbagai cairan tubuh
(Urine, faeces, LCS, dll)
Fungsi
mengetahui proses penyakit

BAB I URINALISIS
MAKROSKOPIS URIN
MIKROSKOPIS URIN
CARIK CELUP
PEMERIKSAAN URIN KIMIAWI & ATAS INDIKASI

BAB II FAECES
PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS
PEMERIKSAAN KIMIA

BAB III LCS


MAKROSKOPIS LCS
PEMERIKSAAN KIMIA
MIKROSKOPIS LCS

BAB IV TRANSUDAT & EKSUDAT


MAKROSKOPIS
KIMIAWI
MIKROSKOPIS

BAB V PEMERIKSAAN SEMEN


MAKROSKOPIS
MIKROSKOPIS
KADAR FRUKTOSA SEMEN

CAIRAN URINE
PEMBENTUKKAN URINE di GINJAL

- ultrafiltrasi plasma oleh ginjal


- reabsorpsi bahan2 esensial & air
- sekresi tubuler
dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kemih
120 mL darah/menit filtrasi

90% reabsorpsi 1 mL urine/menit


1200 -1500 mL urine/24 jam

Komponen dalam urine yang normal :

-Air (95%)
-Bahan hasil metabolisme tubuh
mis: Ureum, asam urat, kreatinin
Elektrolit: natrium, kalsium, fosfat, dan
klorida hormon

Pem urine: urinalisis


Tujuan:
1. Menunjang diagnosis
2. Memantau perjalanan penyakit
3. Memantau efektifitas pengobatan serta komplikasi
penyakit
4. Skrining dan pemantauan penyakit asimptomatik
kongenital atau herediter

Memberikan gambaran tentang:


Saluran urogenital

Ginjal
Hati
Saluran empedu

Pancreas
dll

Permintaan urinalisis diindikasikan pada pasien dengan:


1. Riwayat atau memperlihatkan gejala penyakit ginjal
dan atau saluran kemih (ISK, SN, GNA, Pielonefritis)
2. Gangguan endokrin mis DM
3. Ikterik
4. Terapi yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal
5. Kehamilan
6. Kasus toksikologi atau over dosis obat
7. Abnormalitas genetik seperti gangguan metabolisme
asam amino mis sisteinuria, alkaptonuria, dan
fenilketonuria

Urinalisis:

Menggambarkan berbagai keadaan dalam tubuh


ginjal/sal.kemih/organ lain penyakit
sistemik
Bahan Pemeriksaan (BP) URINE:

- mudah didapat
- tidak invasif
- pemeriksaan relatif sederhana
- skrining(uji saring) awal
- informasi cukup banyak

MACAM2 BP URINE:
1. URINE PAGI:
- PERTAMA: diperoleh pagi hari saat bangun
tidur (pekat)
- PUASA: saat bangun tidur, bak, buang (urine
terbentuk saat malam hari + 8 jam yang lalu)
2. URINE SEWAKTU:
diperoleh sewaktu waktu atau kapan saja pada saat
penderita tidak puasa

3. URINE 2 JPP:
urine yang dikeluarkan 2 jam setelah makan
(untuk DM)
4. URINE 24 JAM:
seluruh urine yang dikeluarkan selama 24 jam (
bangun tidur jam 5.00, bak, buang, setelah itu
mulai jam 5 sampai dengan jam 5 keesokan
harinya, seluruh urine ditampung dalam tempat
yang bersih, kering, bermulut lebar dan
mempunyai tutup)

5. URINE ALIRAN TENGAH


(MID-STREAM URINE (MSU):
urine yang ditampung adalah porsi tengah dari
urine yang dikeluarkan
Catatan :
untuk pemeriksaan biakan/kultur:
Pasien sebelumnya diinstruksikan untuk mencuci
bagian genitalia dengan sabun dan dikeringkan

Kegunaan macam2 BP urine:


Urin pagi

urine rutin/penyaring
Urin sewaktu
urin rutin dan hormon
Urin puasa
glukosuria
Urin post prandial
glukosuria
Urin 24 jam
pem. Kuantitatif mis. Protein
Timed specimen (urin siang 12 jam dll)

BP URINE:
PEMERIKSAAN HARUS SEGERA !!!!!

URINE SEGAR:
< 1 JAM STLH BERKEMIH
BILA HARUS DITUNDA
Simpan dalam lemari es 2-80C 2jam
KENAPA ??????????????

KENAPA ?????? :
Susunan/komposisi urine berubah:
pH meningkat (pemecahan ureaamonia oleh
urease yg dihslkan bakteri)
Eritrosit lisis
Leukosit lisis
Silinder lisis
Glukosa (+) menjadi negatif
Akibat glikolisis dan pemakaian glukosa oleh bakteri

Bakteri meningkat

Jika terpaksa urine + pengawet


urine

Jenis pengawet urine

Wadah urine

Toluena
Thymol
Formaldehida
Asam sulfat pekat
Natriumkarbonat
Chloroform
NaF
Bersih dan kering
Bermulut lebar
Tutup rapat
Terbuat dari gelas
Etiket/identitas pasien

Wadah urine yg memenuhi


syarat

PEMERIKSAAN URINE LENGKAP


MAKROSKOPIS

MIKROSKOPIS
/SEDIMEN

KIMIAWI
PROTEIN

VOLUME
WARNA

KEKERUHAN
BERAT JENIS
pH
BAU

EPITEL

GLUKOSA

ERITROSIT

BILIRUBIN

LEKOSIT

UROBILINOGEN

KRISTAL

BENDA KETON

SILINDER/CAST
BAKTERI
JAMUR/PARASIT
SPERMA

DARAH SAMAR

PROTEIN
KUANTITATIF(URI
NE 24
JAM/ESBACH)

KANDUNGAN UTAMA URINE :


Air

Urea
Asam urat
Kreatinin

Na, K, Cl, Ca
Fosfor
Magnesium

Ammonium dll

KEADAAN PATOLOGIK DAPAT DITEMUKAN:


Kimiawi
Glukosa
Protein
Benda keton
Bilirubin
Porfirin dll

sedimen
- silinder/cast
- kristal tertentu
- eritrosit
- lekosit
- epitel

Makroskopis urine

VOLUME URINE:
NORMAL:

1200-1500 ml/24 jam


800- 1600 ml/24jam tergantung hidrasi
POLIURI: Vol meningkat
(mis.DM, Diabetes insipidus, Nefritis kronis)
OLIGURI: Volume menurun
(mis. Diare berat, muntah hebat, demam)
ANURI: volume sangat menurun
(mis.shock, keracunan HgCl2, nefritis akut
berat)

WARNA URINE:
NORMAL:

Kuning muda-tua(urokrom-urobilin)
Berasal dari Urochrom dan urobilin
KELAINAN DIPENGARUHI OLEH:

-Diuresis (banyak urin)


-Ph (basa urin
-Metabolisme urin
-makanan / obat
-penyimpanan yang lama

WARNA ABNORMAL:
- darah
- bilirubin
- phenol, salisilat, resorchinol
- antipirin
- fenasetin
- rifampicin
- porfirin
- Pus/nanah

: merah, coklat
: kuning tua/the, coklat
:hijau
: kuning hitam
: kuning
: merah
: coklat tua
: putih seperti susu

KEKERUHAN URINE:
NORMAL:

Jernih
KERUH:

- fosfat
- pus
- darah
- bakteri
- mukus
- epitel
- penyimpanan sampel terlalu lama
- lemak
- kristal
(untuk pemeriksaan tertentu sebaiknya disaring/disentrifuge)

BERAT JENIS URINE:


FUNGSI :

-Diagnosis glukosuria
-Faal ginjal
ALAT : Urinometer / refraktometer
NORMAL :
Urine sewaktu : 1.003 1.030
Urine 24 jam : 1.015 1.025
ABNORMAL :
- Glukosuria
Rendah : 1.001-1.003: Diabetes insipidus
Tinggi : Diabetes Mellitus (w. jernih)
-Diuresis sedikit
-Faal ginjal

KEASAMAN URINE/pH:
NORMAL: 4,7 7,5 , rata-rata 6,00

FUNGSI :
Untuk pemeriksaan Protein Ph harus asam
Untuk memprediksi unsur yang terdapat
pada urine

Urine Alkali
Urine Asam

urea spliting organisme


Koma diabetikum

BAU:
Normal:
Bau aromatik, asam volatile
(disebabkan asm-asam yang mudah menguap)
Urine dibiarkan
: Bau amoniak
(pemecahan ureum oleh bakteri)
Abnormal:

Bau makanan tertentu


Bau obat
Bau buah (fruity)

: petai, jengkol
: ampicillin
: DM + ketonuri

FISHBERG :
Percobaan konsentrasi menurut fishberg

FUNGSI : Untuk mengetahui faal ginjal


Urine dengan BJ >1020

Baik

Urine dengan BJ<1020


Faal ginjal ada gangguan
Oedema / Dekompensasio jantung

Mikroskopis urine
Tujuan untuk mengetahui unsur sedimen organik dan

an organik
Bagian penting untuk tes-tes fungsi ginjal
Penemuan sel leukosit, eritrosit dan Granuler silinder
merupakan indikasi
Pemeriksaan dengan Obyektif 10x (LPK) dan 40x (LPB)

Unsur organik :
Sel leukosit (Normal <8 / LPB)
Peradangan dalam sistem urogenital
Sel eritrosit (Normal 0 1)
Perdarahan, trauma, peradangan, dll
Sel epitel : bentuk bermacam-macam
Silinder

: terdapat pada nefritis akut


Spermatozoa

Unsur an organik :
Kristal asam urat, Ca oxalat
Triple phospat, Ca Fosfat, Ca casbonat
Kristal sistin, tirosin
Kristal dari obat / Sulponamida
dll

MIKROSKOPIK URINE:
NORMAL:

- eritrosit 0-2/lpb
- lekosit < 8/lpb
- epitel beberapa/lpk
- kristal kalsium oksalat
- kristal asam urat
- kristal kalsium fosfat/karbonat
- amorf urat/fosfat

ABNORMAL:
- eritrosit >>/lpb
- lekosit >>/lpb
- epitel >>/lpk
- kristal cystin
- kristal leucin

KIMIAWI URINE :
PROTEIN:

Normal: 2-8 mg/dL, pemeriks: (-)


Proteinuri fisiologik:
- demam
- makan protein tinggi
- latihan berat
Abnormal:
- penyakit ginjal
- eklampsi

GLUKOSA:

Normal : pemeriks NEGATIF

Glukosuri:
- DM
- hipertiroid
- Laktosa (wanita hamil, menyusui)
BILIRUBIN:

Positif

: hepatitis

BENDA KETON : (+) DM berat

Aceton
Asam asetoasetan
Beta hidroksi butirat

PEMERIKSAAN INDIKASI URINE:


PROTEINURIA KUANTITATIF/ ESBACH :

urine 24 jam
DARAH SAMAR:

Curiga ada perdarahan, sedimen tak ada kelainan

PEMERIKSAAN URINE LENGKAP


KECUALI MIKROSKOPIK MENGGUNAKAN MIKROSKOP
MANUAL

CARIK CELUP/DIPSTICK
PEMBACAAN:
- MANUAL (MEMBANDINGKAN WARNA
STRIP DENGAN TABEL WARNA)

- SEMIOTOMATIS/URINE ANALYZER
KEUNTUNGAN:
CEPAT, MUDAH, MURAH

PEMERIKSAAN URINE
DENGAN CARIK CELUP

BERAT JENIS
NITRIT
pH
PROTEIN
GLUCOSE
KETON BODY
UROBILINOGEN
BILIRUBIN
ERY

KEUNTUNGAN :
- CEPAT
- MUDAH
- MURAH
- AKURAT

PLASTIK ROD
NYLON COVER
TEST FIELD
(KERTAS MENGANDUNG REAGEN)
FILTER PAPER

Cara pemeriksaan:

1. Makroskopis Urine
A. Warna: kuning muda

kuning tua
merah dll

B. KEKERUHAN
KEMERAHAN

(NORMAL : JERNIH)
DARAH

SEDIMEN ?
(ERITROSIT)

BERKABUT

BAKTERI

KERUH

(ALKALIS / URINE NETRAL)

(GRAM)

- PUS

+ ASAM ASETAT (6%)

- FOSFAT / KRISTAL KARBONAT


BERKURANG / HILANG

(FOSFAT/KRISTAL KARBONAT)
SPERMATOZOA

C. KEASAMAN (pH) (N. 4,7 7,5) RATA-RATA :


6,0
KERTAS LAKMUS
BIRU

MERAH = ASAM
BIRU
= NORMAL
MERAH

RED

BIRU

= NORMAL
= BASA/ALKALIS

D. B A U
NORMAL

BAU URINE (Bau ureum)

KARENA ADANYA UREUM DLM URINE


ABNORMAL

c/ BAU JENGKOL

INTOKSIKASI JENGKOL
+ ALBUMINURIA
HEMATURIA
KRISTALURIA
BUAH-BUAHAN

KETONURIA

E. BERAT JENIS
- REFRACTOMETER
KEUNTUNGAN :
-BAHAN SEDIKIT
-MUDAH

KERUGIAN :
< AKURAT
- URINOMETER

KEUNTUNGAN :
-> AKURAT
KERUGIAN :
-BAHAN BANYAK

1,000
1,020
1,040

1.002-1.030 ; BJ URINE 24 JAM : 1.015-1,025

2. Pem. Mikroskopis Urine


Dengan menggunakan mikroskop
Dilihat:
- eritrosit
- lekosit
- epitel
- kristal/silinder

3. Pemeriksaan Kimiawi Urine


1. BENEDICT
(PEMERIKSAAN GLUKOSA)

Prinsip:
Dalam suasana alkali kuat, gula-gula (reduktor) akan
mereduksi Cupri menjadi Cuprohidroksida (CuOH) yang
berwarna kuning atau Cuprooksida (CuO) yang berwarna
merah
Metode :

Benedict (manual)

Reagen :

CuSO4.5H2O 17,3 gram


Na Carbonat Anhidrous 100 gram
Na Citrat ... 173 gram
Dilarutkan dalam 1 liter akuades

PEMERIKSAAN KIMIAWI
1. BENEDICT
(PEMERIKSAAN GLUKOSA)

SIGN

BLUE

TRACE GREEN
WITH YELLOW

YELLOW

GLUCOSE
gr/dl

14

0-0,1

28

0,5-1

++

56

1-1,5

DIPANASKAN
BENEDICT 5 ml
URINE 8 GTT

BROWN

+++

83

1,5-2,5

1000 C
WATER BATH

ORANGE
TO BRICK RED

++++

111

2,5-4

2. PEMERIKSAAN PROTEIN
Prinsip:

Protein

(dlm suasana asam)


(dipanaskan)

menggumpal

Metode: Bang (manual)

Reagen:

Bang, terdiri dari:


Na Acetat 11,8 gram
As. Asetat pekat . 5,85 gram

Akuades sampai 100 ml

2. PEMERIKSAAN PROTEIN
A. BANG (MANUAL)

RESUL
HASIL

PANASKAN

BACA

REAGEN 0.5 ml
URINE 5 ml
1000 C
WATER BATH

10

SIM-

PROT

BOL

(mg %)

JERNIH

KEKERUHAN SDKT
SEKALI
KEKERUHAN SDKT
(TANPA BUTIR2)
KEKERUHAN
BER-BUTIR2
KEKERUHAN HEBAT
BER-KEPING2
MENGGUMPAL

< 10

+
++
++

10 - 50
50 - 200

+++++
++++

200 - 500
> 500

3. Pemeriksaan BILIRUBIN

Metode

: 1. Harrison (manual)
2. Hawkinson
(manual)
Tujuan
: mengetahui adanya bilirubin dalam urine
Prinsip
: BaCl2 bereaksi dengan sulfat dalam urine
membentuk endapan BaSO4 dan bilirubin akan
menempel pada molekul ini

FeCl3 akan mengoksidasi bilirubin menjadi


biliverdin, bilicianin, choletelin

HARISON

BaCl2 10 GTT
Urine 5 ml

kocok

Terjadi endapan

+ : Warna : HIJAU BIRU

RESULTS : ( - ) = TIDAK TERJADI PERUBAHAN WARNA


( + ) = PRESIPITAT/ENDAPAN WARNA HIJAU BIRU

HAWKINSON

CUCI

10% BacL2 JENUH


TEST
I. URINE

II. FOUCHET SOLUTION

...

KERINGKAN DAN GUNTING


KERTAS SARING MENJADI
POTONGAN KECIL-KECIL

(+ ) =

TEST :
1. TETESKAN URINE 1 TETES
2. SATU TETES FOUCHET SOL.

WARNA HIJAU BIRU

4. Pemeriksaan BENDA KETON


Metode: 1. Rothera (manual)
2. Gerhard (manual)
Tujuan: mengetahui adanya benda keton dalam urine
Prinsip
:
1. Rothera : Natriumnitroprusid (oksidator kuat) akan
bereaksi dengan asetoasetat dan aseton
dalam suasana basa akan membentuk
senyawa berwarna ungu
2. Gerhard : FeCl3 dengan asetoasetat akan membentuk
senyawa berwarna merah anggur

Ada 3 kemungkinan pemeriksaan faeces yang dilakukan


menurut kebutuhan klinik :
1. Penderita tidak menderita gangguan gastro intestinal
(faeces rutin).
2. Penderita menderita diare yang disangka karena
kuman-kuman (disentri, telur cacing).
3. Penderita menderita gangguan gastro intestinal yang
tidak disebabkan karena kuman-kuman
(kanker,gangguan pencernaan).

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap faeces ada 3


macam :
A. Pemeriksaan makroskopis
B. Pemeriksaan mikroskopis
C. Pemeriksaan kimiawi (Benzidin)

A. Pemeriksaan Makroskopis

1. Warna
Warna normal

: coklat muda
Warna abnormal :
Warna kuning : bertalian dengan susu, jagung, obat
santonin atau bilirubin yang belum berubah.
Warna hijau
: oleh makanan yang mengandung
banyak sayur mayur

Warna abu-abu, Kemungkinan

:
a. Tidak ada urobilin dalam saluran makanan dan hal
itu di dapat pada ikterus obstruktif ( tinja acholik) dan
juga setelah dipakai garam barium pada pemeriksaan
radiologic.
Akholis : Faeces yang pucat, karena mengandung
sedikit atau tak mengandung sterkobilinogen
b. Makanan mengandung banyak lemak yang tidak
dicernakan karena defisiensi enzim pancreas.
Warna merah muda: perdarahan yang segar di bagian
distal, mungkin pula oleh makanan seperti bit.
Warna coklat
: perdarahan di bagian proksimal
atau dengan makanan coklat, kopi, dsb.

Warna hitam

: oleh carbo medicalis, oleh obatobatan yang mengandung besi dan mungkin juga oleh
melena.
Melena : faeces yang berwarna hitam karena suatu
perdarahan yang terjadi pada tempat yang agak
proksimal dari saluran gartrointestinal.
Warna hitam disebabkan karena darah telah dicerna
sebagian. Bila darah cukup banyak, maka selain warna
hitam juga bau busuk dan encer seperti bubuk.
Faeces berwarna hitam juga karena makan sayuran,
tapi faeces ini berbentuk keras.

2. Bau
Normal

: disebabkan bau indol, skatol dan asam

butirat.
Abnormal : sangat bau, tengik, asam, anyir.
Bau busuk jika dalam usus terjadi pembusukan isinya,
yaitu protein yang tidak dicernakan dan dirombak
oleh kuman-kuman.
Bau asam disebabkan peragian zat-zat gula yang tidak
dicerna karena umpamanya diare.
Bau tengik disebabkan oleh perombakan zat lemak
dengan pelepasan asam-asam amino.

3. Konsistensi
Normal

: lunak dan berbentuk


Abnormal : cair, keras, berbusa, gepeng
Peragian karbohidrat dalam usus menghasilkan tinja
yang lunak dan bercampur gas (CO2).

4. Lendir
Normal

: terdapat dalam jumlah sedikit


Adanya lendir berarti rangsangan atau radang dinding
usus. Kalau lender itu hanya didapat di bagian luar
tinja, lokalisasi iritasi mungkin usus besar, kalau
bercampur baur dengan tinja mungkin sekali usus
kecil. Pada disentri, intususepsi, dan ileocolitis
mungkin didapat lender saja tanpa tinja. Kalau lender
berisi banyak leukosit terjadi nanah.

5. Darah
Normal

: Tidak terdapat dalam faeces


Makin proksimal terjadinya perdarahan, makin
bercampurlah darah dengan tinja dan makin hitam
warnanya. Jumlah darah yang besar mungkin
disebabkan oleh ulcus, varices dalam oesophagus,
carcinoma atau hemoroid.

6. Parasit
Terdapatnya cacing Ascaris lumbricoides, Ancylostoma

duodenale, Trichuris trichiura, Enterobius vermicularis


dll.

7. Sisa makanan
Misalnya sisa sayuran.

B. Pemeriksaan Mikroskopis

Untuk mengamati serat, lemak, karbohidrat dan

Kristal (dengan perbesaran 100x)


Untuk mengamati telur cacing, sel eritrosit dan
leukosit, sel epitel, makrofag, amoeba juga sel ragi
(dengan perbesaran 400x)
C. Pemeriksaan Kimia (Benzidin / Darah Samar)

BENDA MIKROSKOPIS DALAM FAECES

BENDA KARBOHIDRAT DALAM FAECES

BENDA LEMAK DALAM FAECES

BENDA SERAT DAGING/OTOT DALAM FAECES

BENDA SERAT TUMBUHAN DALAM FAECES

LCS

(Liquor cerebrospinal/Cairan Otak)

Adalah:

Cairan yang dibuat oleh pleksus koroideus


yang terdapat pada ventrikel tertius, ventrikel
quartus dan ventrikel lateralis melalui proses
ultrafiltrasi plasma darah
Fungsi:
Sebagai pelindung otak bila terjadi trauma,
sebagai bahan lubrikasi sistem nervus sentralis,
membantu transpor nutrisi dan pelepasan hasil
metabolisme

Normal :
- Jumlah cairan otak 120-150 ml
- Jernih
- tidak berwarna
- serta mengandung sedikit sel leukosit, glukosa dan protein
* Berbagai kelainan intrakranial dapat menyebabkan
perubahan pada cairan otak.
Pembentukan cairan otak dapat meningkat atau

berkurang bila terdapat gangguan pada pleksus koroideus.

Teknik pengambilan cairan otak:

Punksi Lumbal (r. interveterbra L3-L4 atau L4-L5)


Jumlah cairan yang diambil 10-20 mL, yang
ditampung ke dalam 3 tabung
Tabung I: Tes Kimia
Tabung II: Tes mikroskopis
Tabung III: Tes mikrobiologi

Tujuan:
-

Indikasi diagnostik
Mendiagnosis meningitis
Mengetahui adanya perdarahan subarahnoid
Mengetahui adanya tumor/keganasan
Memasukkan bahan kontras
Indikasi terapeutik
Mengeluarkan darah dari ruang subarahnoid
Memasukkan obat atau anestesi spinal

Pemeriksaan transudat - eksudat


Makroskopis:

Mikroskopis:

Kimiawi:

warna

jumlah sel

protein kualitatif:

kejernihan

hitung jenis

bekuan

BJ

RIVALTA
Protein kuantitatif

PERBEDAAN TRANSUDAT EKSUDAT

WARNA
KEJERNIHAN

TRANSUDAT
Jernih,serous
Kuning muda

EKSUDAT
Jernih, berkabut
Purulent, chylous,
hemorhagis

BJ
BEKUAN

< 1018
Negatif

> 1018
Positif

PROTEIN
Test RIVALTA

< 2,5 g%
Negatif

> 2,5 g%
Positif

JUMLAH SEL

Sedikit:
endotel + limfosit

Bakteri

Negatif

Banyak
Akut: PMN
Kronis: MN
Positif

Test RIVALTA
Prinsip:

Seromucin dalam suasana asam akan membentuk


kekeruhan

CAIRAN SEMEN
Adalah: ejakulat yang berasal dari seorang pria
berupa cairan kental dan keruh, berisi sekret dari
kelenjar prostat, kelenjar lain dan spermatozoa
Cairan semen dibagi 2 yaitu:
1. Plasma semen: sekret yang dihasilkan oleh kelenjarkelenjar asesoris tr. reproduksi laki-laki
( epididimis, vas deferens, vesikula seminalis
prostat, kel. bulbouretra dan kel. Uretra )
2. Spermatozoa: diproduksi ditestis dan menjadi
matur di dalam epididimis

Spermatozoa:
Merupakan sel tunggal yang terdiri dari kepala
(berbentuk oval; uk 3-5 u); leher uk 2-3 u; dan ekor;
panjang keseluruhan 45-50u.

Tujuan pemeriksaan :
Untuk menilai kesuburan pria
Pem. Disebut : Analisis semen
Tdd: tes makroskopis
tes mikroskopis
tes khusus

Warna: normal putih kelabu, jernih pada

spermatozoa yang terlalu sedikit, coklat jika ada


eritrosit dalam ejakulat
Volume: aspermia bila tidak mengeluarkan semen
pada waktu ejakulasi, hipospermia bila volume semen
< 2 ml, hiperspermia > 6 ml
Bau: busuk jika ada infeksi
dll

Tes Mikroskopis
1. Motilitas

a. Gerakan spermatozoa cepat dan lurus ke muka


b. Geraknya lambat/sulit maju lurus / gerak tidak
lurus
c. Tidak bergerak maju
d. Tidak bergerak
Normal: a 25% atau a+b 50%
2. Jumlah spermatozoa
Normal 20 juta/ml
3. Morfologi spermatozoa
Normal spermatozoa normal 50%

Tes analisis semen merupakan tes yang paling


sederhana, murah dan cocok untuk evaluasi fungsi
testis.