Anda di halaman 1dari 12

PENDAPATAN

a.

b.
c.

Penjualan barang
Penjualan jasa
Pengunaan aset entitas oleh pihak lain yang
menghasilkan bunga, royalti dandeviden

Penjualan jasa yang melebihi satu periode atau


kontrak konstruksi diatur dengan PSAK 34

a.

b.
c.

Bunga
Royalty
deviden

a.
b.

c.
d.

e.
f.

Pendapatan Sewa (PSAK 30)


Dividen investasi pada perusahaan asosiasi
(PSAK 15)
Kontrak asuransi (PSAK 62)
Perubahan nilai wajar dari aset dan liabilitas
keuangan (PSAK 55)
Perubahan nilai aset lancar lain dan
Ekstraksi hasil tambang

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam peryataan


ini :

Nilai wajar adalah jumlah suatu asset dapat dipertukarkan atau


suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang berkeinginan dan
memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transksi yang wajar.

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang


timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus
masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak
berasal dari kontribusi penanam modal.
Pendapatan hanya meliputi arus masuk bruto dari manfaat
ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh entitas itu sendiri.
Dalam hubungan keagenan, arus masuk bruto manfaat ekonomi
mencakup jumlah yang ditagih untuk kepentingan principal dan
tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas entitas. Jumlah yang
ditagih atas nama principal bukan merupakan pendapatan,
sebaliknya, pendapatan adalah jumlah komisi yang diterima.

Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima


atau dapat diterima.
Jika arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan, maka nilai
wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal
kas yang diterima atau dapat diterima penerimaan antara nilai
wajar dan jumlah nominal dari imbalan tersebut diakui sebagai
pendapatan bunga sesuai dengan paragraph 28 dan 29 dan sesuai
dengan PSAK 55(Revisi 2006)
lindung nilai atas nilai wajar. Laba atau rugi dari suatu
instrument derivative yang diberlakukan sebagai dan memenuhi
persyaratan sebagai instrument lindung nilai
Jika nilai wajar dari barang atau jasa yang diterima tidak dapat
diukur secara andal, maka pendapatan tersebut diukur pada nilai
wajar dari barang dan jasa yang diserahkan, disesuaikan dengan
jumlah kas atau setara kas yang dialihkan

1.

2.
3.
4.
5.

Risiko telah dipindahkan


Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan
Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal
Manfaat ekonomi akan mengalir ke entitas
Biaya yang terjadi dan akan terjadi dapat
diukur secara andal

Bila salah satu kriteria diatas tidak dipenuhi, maka pengakuan


pendapatan harus ditangguhkan.pendapatan tidak diakui apabila
entitas tersebut menahan resiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan dalam berbagai cara, misalnya:
a) Jika perusahaan menahan kewajibannya sehubungan dengan
pelaksanaan suatu hal yang tidak memuaskan yang tidak dijamin
oleh ketentuan jaminan normal
b) Jika penerimaan pendapatan dari penjualan bergantung pada
pendapatan pembelian dari penjualan barang yg bersangkutan
c) Jika pengiriman barang bergantung pada intalasinya dan instalasi
tersebut merupakan bagian signifikan dari kontrak yang belum
diselesaikan oleh entitas; dan
d) Jika pembeli berhak membatalkan pembelian berdasarkan alas an
ayng ditentukan dalam kontrak dan entitas tidak dapat
memastikan apakah akan jadi retur.

Jika hasil transaksi penjualan jasa dapat diestimasi secara andal, maka pendapatan sehubungan dengan
transaksi tersebut di akui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir acuan
pada tingkat penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan. Hasil transaksi dapat
diestimasi secara andal jika seluruh kondisi berikut dipenuhi:
A) Jumlah pendaptan dapat diukur secara andal
B) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke entitas
C) Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada akhir periode pelaporan dapat diukur secara andal; dan
D) Biaya yang timbul untuk transaksi dan biaya untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur
secara andal
Pengakuan pendapatan dengan mengacu pada tingkat penyelesaian dari suatu transaksi sering disebut
sebagai metode sebagai metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan diakui
dalam periode akuntansi pada saat jasa diberikan. Pengakuan pendapatan atas dasar ini memberikan
informasi yang berguna mengenai tingkat kegiatan jasa dan kinerja dalam suatu periode. PSAK 34
: Akuntansi Kontrak Kontruksi juga mensyaratkan pengakuan pendpatan berdasarkan hal
ini. Persyaratan PSAK 34 secara umum berlaku untuk pengakuan pendapatan dan beban terkait
untuk transaksi yang melibatkan pemeberian jasa. PSAK 34 Akuntansi Kontrak Konstruksi
(Accounting for Construction Contracts)
Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya
kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing-masing sebagai
pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal
neraca

Pendapatan dari penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang


menghasilkan bunga, royalty, dan deviden jika:
a) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan
dengan traansaksi tersebut akan mengalir ke entitas;
b) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal

Pengakuan Pendapatan diakui dengan dasar sebagai berikut:


a) Bunga diakui menggunakan suku bunga efektif sesuai
PSAK 55 (revisi 2006) paragraph 08 dan PA 17-20
b) Royalty diakui dengan dasar akural sesuaidengan
subtansi perjanjian yang relevan
c) Deviden diakui jika hak pemegang saham untuk
menerima pembayaran ditetapkan

a)

Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuan


pendapatan, termasuk metode yang digunakan untuk
menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa
b) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang
diakui selama periode tersbut, termasuk pendapatan yang
berasal dari:
Penjulan barang
Penjualan jasa
Bunga
Royalty
Deviden
c) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang
atau jasa yang tercakup dalam setiap kategori signifikan
dari pendapatan

Anda mungkin juga menyukai