Anda di halaman 1dari 137

BIOLOGI

E d i si K e l i m a J i l i d 2
Campbell
Reece Mitchell

PEWARISAN DENGAN MODIFIKASI:


PANDANGAN DARWINIAN
TENTANG KEHIDUPAN
Konteks Historis untuk Teori Evolusi
Kebudayaan barat menolak pandangan evolusioner mengenai
kehidupan
Teori-teori gradualisme geologis membantu membuka jalan bagi para
ahli biologi evolusi
Lamarck menempatkan fosil dalam suatu konteks evolusi
Revolusi Darwinian
Riset lapangan membantu Darwin membentuk pandangannya
mengenai kehidupan: sains sebagai proses
The Origin of Species mengembangkan dua pokok pikiran utama:
terjadinya evolusi dan seleksi alam sebagai mekanismenya
Bukti-bukti Evolusi
Bukti-bukti evolusi melanda biologi
Apakah aspek teoretis dari pandangan Darwinian tentang kehidupan?

Konteks historis dari kehidupan dan ide-ide Darwin


Teori Darwin bahwa seleksi alam bertanggung jawab atas perubahan evolusioner
merupakan suatu penyimpangan radikal dari iklim agama dan filosofis yang dominan
dalam pandangan dunia barat pada abad ke-19

Adaptasi evolusioner yang


dibentuk oleh seleksi alam
:
Penyamaran/kamuflase

Spesies belalang yang masih


berkerabat memiliki beragam
bentuk dan warna yang
berkembang dalam lingkungan
yang berbeda

Seleksi Tiruan :
Semua sayuran ini memiliki nenek moyang yang sama berupa satu
spesies mostar liar. Dengan menyeleksi bagian-bagian berbeda dari
tumbuhan itu untuk lebih menonjol, para pemulia telah mendapatkan
hasil yang sangat beragam ini

Struktur homolog :
tanda-tanda anatomis proses evolusi
Tungkai depan semua mamalia dibangun dari unsur kerangka yang sama, dan terlihat adanya
hubungan arsitektur seperti yang kita harapkan jika tungkai depan nenek moyang atau leluhur
yang sama dimodifikasi menjadi beberapa struktur untuk mengemban berbagai jenis fungsi yang
berbeda

Tanda-tanda evolusi dari embriologi perbandingan


Pada tahap perkembangan awal ini, kekerabatan vertebrata tidak dapat
disangkal
Embriologi perbandingan membantu para ahli biologi mengidentifikasi
homologi struktur anatomi yang kurang jelas terlihat pada hewan dewasa

Data molekuler dan hubungan evolusioner vertebrata


Titik percabangan pada pohon silsilah vertebrata ini ditentukan oleh jumlah asam
amino yang berbeda dari polipeptida hemoglobin manusia

EVOLUSI POPULASI

Genetika Populasi
Sintesis evolusioner modern menggabungkan konsep seleksi Darwinian dengan
konsep pewarisan Mendelian
Struktur genetik suatu populasi ditentukan oleh frekuensi alel dan genotipenya
Teorema Hardy-Weinberg menjelaskan suatu populasi yang tidak berevolusi
Penyebab Mikroevolusi
Mikroevolusi merupakan perubahan dari generasi ke generasi dalam alel atau
frekuensi genotipe suatu populasi
Lima penyebab mikroevolusi adalah hanyutan genetik (genetic drift), aliran gen
(gene flow), mutasi, perkawinan tidak acak, dan seleksi alam
Variasi Genetik, Bahan Dasar Seleksi Alam
Variasi genetik terjadi di dalam dan antarpopulasi
Mutasi dan rekombinasi seksual menyebabkan adanya variasi genetik
Diploidi dan polimorfisme seimbang mempertahankan variasi
Seleksi Alam sebagai Mekanisme Evolusi Adaptif
Kelestarian evolusioner (evolutionary fitness) merupakan sumbangan relatif yang
diberikan oleh suatu individu pada kumpulan gen (gene pool) generasi berikutnya
Pengaruh seleksi pada berbagai sifat dapat bersifat menstabilkan, mengarahkan,
atau menganekaragamkan
Seleksi seksual dapat mengarah pada perbedaan sekunder antarjenis kelamin
Seleksi alam tidak dapat membentuk organisme yang sempurna

Teorema Hardy-Weinberg

Struktur genetik suatu populasi yang


tidak berevolusi masih tetap konstan
selama beberapa generasi;
rekombinasi seksual saja tidak akan
mengubah frekuensi relatif alel atau
genotipe
Pada model ini (suatu populasi bunga
rekaan), perhatikan bahwa frekuensi
alel dan genotipe tetap sama antara
(a) induk dan (b) keturunannya

Hanyutan genetik
Perubahan acak seperti di atas dalam frekuensi alel dan genotipe akibat
kesalahan dalam pengambilan sampel dalam suatu populasi kecil disebut
dengan hanyutan genetik

Efek leher botol


Suatu kumpulan gen dapat mulai bergeser secara acak setelah populasi
itu secara drastis berkurang akibat suatu bencana yang membunuh
individu secara tidak selektif

Variasi klinal pada suatu tumbuhan


Rata-rata ukuran tumbuhan yarrow yang tumbuh pada lereng
pegunungan Sierra Nevada berkurang secara bertahap seiring dengan
peningkatan ketinggian

Cara seleksi
Kasus-kasus ini menjelaskan kemungkinan mikroevolusi suatu populasi keong di
mana terdapat variasi warna cangkang dari terang ke gelap.
Grafik tersebut menunjukkan bagaimana frekuensi individu yang memiliki
cangkang dengan kegelapan yang beragam berubah menurut waktu

ASAL MULA SPESIES

Apa yang Dimaksud dengan Spesies?


Konsep spesies biologis menekankan isolasi reproduktif
Sawar (barrier) prazigotik dan pascazigotik mengisolasi kumpulan gen spesies biologis
Konsep spesies biologis tidak berlaku pada semua situasi
Konsep spesies yang lain menekankan ciri dan proses yang mengidentifikasi dan
menyatukan anggota spesies
Cara Pembentukan Spesies (Spesiasi)
Isolasi geografis dapat mengarah ke pembentukan spesies baru: spesiasi alopatrik
Sebuah spesies baru dapat terbentuk di daerah geografis yang sama dengan spesies
tetua: spesiasi simpatrik
Perubahan genetik dalam populasi dapat menyebabkan terjadinya spesiasi
Model kesetimbangan bersela (punctuated equilibrium) mendorong penelitian
mengenai kecepatan terjadinya spesiasi

Asal Mula Struktur Baru akibat Evolusi (Evolutionary Novelty)


Sebagian besar struktur baru akibat evolusi merupakan versi yang dimodifikasi dari
struktur yang lebih tua
Gen yang mengontrol perkembangan berperan penting dalam pemunculan struktur
baru akibat evolusi
Adanya tren evolusi tidak berarti bahwa evolusi berorientasi pada hasil

Dua pola spesiasi


Anagenesis :
Akumulasi perubahanperubahan yang dapat
diwariskan dalam suatu
populasi yang berhubungan
dengan proses spesiasi

Kladogenesis :
Evolusi bercabang, di mana
spesies baru muncul dari
suatu populasi yang
memisah dari spesies tetua
Kladogenesis adalah basis
dari keanekaragaman
biologis

Ringkasan sawar reproduktif


antara spesies-spesies yang
berkerabat dekat

Spesiasi simpatrik
melalui poliploidi pada
tumbuhan
Autopoliploidi
Suatu kesalahan dalam meiosis
dalam galur sel germinal
menghasilkan gamet yang jumlah
kromosomnya tidak berkurang
dari jumlah kromosom dalam sel
tetua. Pembuahan sendiri
menghasilkan zigot yang
tetraploid
Alopoliploidi
Suatu hibrida yang dihasilkan dari
dua spesies secara normal akan
steril karena kromosomnya tidak
homolog dan tidak dapat
berpasangan selama meiosis,
namun hibrida itu mampu
bereproduksi secara aseksual

Evolusi gandum
Gandum roti merupakan
produk dua episode
hibridisasi
Spesiasi simpatrik pertama
menghasilkan gandum
emmer yaitu hibridisasi
gandum Triticum liar dengan
spesies yang dibudidayakan
(T. monococcum)
Hibridisasi kedua, antara
gandum emmer dengan
spesies liar (T. tauschii),
menghasilkan gandum roti

Dua model untuk tempo spesiasi


Satu spesies baru memisah dari spesies tetuanya sebagai satu populasi kecil yang
terisolasi
a) Gradualisme, spesies yang diturunkan dari nenek moyang yang sama perlahanlahan memisah dan berbeda secara morfologis seiring mereka mengembangkan
adaptasi yang unik
b) Keseimbangan bersela, spesies baru paling banyak berubah ketika ia memisah dari
spesies tetua, dan hanya sedikit berubah selama sisa hidupnya

Evolusi
bercabang
pada kuda

MELACAK FILOGENI

Catatan Fosil dan Waktu Geologis


Batuan sedimen merupakan sumber fosil yang paling kaya
Para ahli paleontologi menggunakan beraneka ragam metode untuk memperkirakan
usia fosil
Catatan fosil adalah suatu rekaman sejarah evolusi yang sangat penting, meskipun
tidak lengkap
Filogeni memiliki dasar biogeografis dalam pergeseran benua (continental drift)
Sejarah kehidupan diselingi oleh adanya kepunahan massal yang diikuti oleh radiasi
adaptif oleh spesies yang selamat
Filogeni dan Sistematika
Taksonomi menggunakan suatu sistem klasifikasi berjenjang
Pola percabangan suatu pohon filogenetik menunjukkan jenjang taksonomik
Penentuan taksa monofiletik merupakan kunci pengelompokan organisme menurut
sejarah evolusinya
Teknik-teknik biologi molekuler sangat membantu bidang ilmu sistematika
Pencarian DNA dalam fosil masih terus berlangsung meskipun akhir-akhir ini sering
terjadi kemunduran: sains sebagai proses
Ilmu Sistematika Filogenetik
Fenetika meningkatkan objektivitas analisis sistematik
Analisis kladistik menggunakan homologi baru untuk menentukan titik percabangan
pada pohon filogenetik
Sistematika filogenetik mengandalkan baik morfologi maupun molekul

Lempengan
kerak bumi
dan
tektonika
lempengan

(proses geologis yang


disebabkan oleh
pergeseran
lempengan)

Hubungan antara
klasifikasi dan
filogeni
Pohon evolusi yang
bercabang-cabang
menunjukkan pengaturan
jenjang taksa
Pohon filogenetik ini
menyatakan
kemungkinan kedekatan
genealogis di antara
beberapa taksa di bawah
ordo carnivora

Taksa monofiletik versus polifiletik


dan parafiletik

Penjajaran dan
penyandingan
segmen DNA

Contoh yang
disederhanakan ini
menunjukkan bagaimana
mutasi menciptakan
permasalahan dalam
penyandingan dan
penjajaran urutan yang
homolog dan bagaimana
pencocokan kembali
pasangan ukuran tsb
dapat dilakukan

Konstruksi pohon
filogenetik dengan
menggunakan analisis
kladistik
Contoh yang dibuat ideal ini
menggambarkan bagaimana
hipotesis filogenetik dihasilkan
a) Kumpulan data disusun sedemikian
rupa untuk membandingkan taksa A
sampai D menggunakan lima
karakter
b) Suatu pohon yang dibentuk dari data
itu menggambarkan pemanfaatan
pola sejarah perubahan karakter
untuk mempostulatkan hubungan
antartaksa tersebut
Takson O yang tidak masuk
kelompok, dengan lima keadaan
karakter primitif, menentukan akar
pohon filogenik

Pembuatan pohon
filogenetik
dinosaurus
Bagian atas ilustrasi ini
mentabulasikan kehadiran atau
ketidakhadiran karakter
morfologis dalam suatu
kelompok dinosaurus.
Luar kelompok dalam analisis
ini, Allosaurus, merupakan
dinosaurus berpanggul kadal

BUMI PURBAKALA
DAN ASAL MULA KEHIDUPAN
Pengantar Sejarah Kehidupan
Kehidupan di bumi bermula antara 3,5 dan 4,0 miliar tahun silam
Episode-episode utama dalam sejarah kehidupan: tinjauan awal
Evolusi Kimiawi Prabiotik dan Asal Mula Kehidupan
Sel pertama mungkin berasal dari evolusi kimiawi pada bumi yang masih muda:

gambaran umurn

Sintesis abiotik monomer organik merupakan suatu hipotesis yang dapat diuji:

sains sebagai proses

Simulasi kondisi Bumi primitif di laboratorium telah menghasilkan polimer


organik
Protobion dapat terbentuk dengan penggabungan sendiri
Kemungkinan RNA merupakan bahan genetik yang pertama
Asal mula informasi herediter membuat evolusi Darwinian menjadi mungkin
Perdebatan mengenai asal mula kehidupan sangat banyak
Garis Keturunan Utama Kehidupan
Penyusunan keanekaragaman kehidupan menjadi taksa tertinggi merupakan
suatu pekerjaan yang sedang berlangsung

Beberapa
episode utama
dalam sejarah
kehidupan
Penentuan waktu
kejadian didasarkan
pada bukti-bukti fosil
dan analisis molekuler

Sintesis molekul
organik secara
abiotik dalam suatu
sistem model
Stanley Miller dan Harold
Urey menggunakan suatu
peralatan yang mirip
dengan gambar ini untuk
meniru dinamika bahan
kimia pada bumi primitif
Hasilnya menemukan
berbagai senyawa
organik, termasuk
beberapa asam amino
yang menyusun protein
pada organisme

Replikasi RNA secara abiotik


Menurut hipotesis ini, gen pertama adalah molekul RNA yang mengalami
polimerisasi secara abiotik dan bereplikasi sendiri secara autokatalitik
ketika terikat ke permukaan tanah liat
Huruf A, G, C dan U menyimbolkan keempat basa nukleotida RNA yang
berpasangan secara spesifik dalam kombinasi A-U dan G-C

Suatu molekul sintetik yang bereplikasi sendiri


Penciptaan di laboratorium dari molekul organik yang relatif sederhana yang
membuat salinannya sendiri mempengaruhi ide mengenai asal mula
kehidupan
AATE (amino-adenosine-triacid-ester) dapat mengkatalisis sintesis AATE
tambahan dengan cara bertindak sebagai suatu cetakan

Sistem lima kingdom tradisional

Sistem lima kingdom dibandingkan


dengan dua skema klasifikasi alternatif

PROKARIOTA DAN ASAL MULA


KEANEKARAGAMAN METABOLISME

Dunia Prokariota
Prokariota ada (hampir) di mana-mana! gambaran umum kehidupan prokariotik
Bakteria dan arkhaea merupakan dua cabang utama evolusi prokariota
Struktur, Fungsi, dan Reproduksi Prokariota
Hampir semua prokariota memiliki dinding sel yang terdapat di luar membran plasmanya
Banyak di antara prokariota bersifat motil
Organisasi seluler dan genomik prokariota berbeda secara mendasar dari organisasi
eukariotik
Populasi prokariota tumbuh dan beradaptasi secara cepat
Keanekaragaman Nutrisi dan Metabolisme
Prokariota dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori berdasarkan cara mendapatkan
energi dan karbon
Evolusi metabolisme prokariotik merupakan penyebab sekaligus akibat lingkungan di
Bumi yang berubah
Filogeni Prokariota
Sistematika molekuler mengarah ke suatu klasifikasi filogenetik prokariota
Dampak Ekologis Prokariota
Prokariota adalah penghubung yang harus ada dalam pendaurulangan unsur kimia dalam
ekosistem
Banyak prokariota adalah simbiotik
Manusia menggunakan prokariota dalam riset dan teknologi

Bentuk prokariota yang paling umum


a) Prokariota cocci atau bulat, terbentuk satu per satu, pasangan
atau kumpulan
b) Prokariota berbentuk batang atau bacilli
c) Prokariota berbentuk heliks meliputi spirilla dan spirokaeta

Metode pewarnaan Gram


Untuk membedakan antara dua jenis dinding sel bakteri yang berbeda
Bakteri diwarnai dengan zat warna violet dan iodium, dibilas dengan alkohol, dan kemudian
diwarnai sekali lagi dengan zat warna merah
Bakteri gram positif akan tetap menjerat warna violet, sedangkan bakteri gram negatif selnya
menyerap warna merah

Bentuk dan fungsi flagela prokariota


Berbeda sama sekali dengan flagela eukariota, flagela prokariota
merupakan suatu struktur protein telanjang yang tidak memiliki mikrotubul

Dua hipotesis
tentang asal mula
metabolisme energi

Kedua skenario tersebut


mempostulatkan bahwa
penggunaan ATP
sebagai alat ukur energi
berevolusi sangat dini

ASAL MULA
KEANEKARAGAMAN EUKARIOTIK

Pengantar Protista
Protista adalah eukariota yang paling beraneka ragam
Simbiosis terlibat dalam munculnya eukariota dari prokariota
Sistematika dan Filogeni Protista
Taksa monofiletik muncul dari penelitian modern dalam sistematika protista
Anggota calon kingdom Arkhaezoa tidak memiliki mitokondria dan dapat mewakili garis
keturunan awal eukariotik
Calon kingdom Euglenozoa mencakup flagelata autotrofik dan heterotrofik
Rongga (alveoli) subpermukaan adalah ciri khas calon kingdom Alveolata
Suatu kumpulan eukariota multiseluler yang beraneka ragam bergerak dengan
menggunakan pseudopodia (kaki semu)
Jamur lendir memiliki adaptasi struktural dan siklus hidup yang meningkatkan peran
ekologisnya sebagai pengurai
Diatom, alga pirang, alga cokelat, dan jamur air adalah anggota calon kingdom
Stramenopila
Adaptasi struktural dan biokimiawi membantu rumput laut bertahan hidup dan
bereproduksi di pesisir laut
Beberapa alga memiliki siklus hidup dengan pergiliran generasi multiseluler haploid dan
diploid
Alga merah (calon kingdom Rhodophyta) tidak memiliki flagela
Alga hijau dan tumbuhan kemungkinan memiliki nenek moyang fotoautotrofik yang sama
Multiselularitas muncul secara independen beberapa kali

Suatu model mengenai asal mula eukariota


a) Sistem endomembran eukariota
b) Bukti tidak langsung yang kuat mendukung teori endosimbiosis berseri

Sejarah
kehidupan

Plasmodium

Apikompleksa yang
menyebabkan
malaria

Rekombinasi genetik dan konjugasi


pada Paramecium

Siklus hidup suatu jamur lendir seluler

Siklus hidup

Laminaria

Contoh pergiliran
generasi
heteromorfik

Siklus hidup Chlamydomonas


Alga hijau uniseluler ini menunjukkan reproduksi seksual
dan juga aseksual

Siklus hidup Ulva :

Suatu contoh pergiliran generasi isomorfik


Generasi seksual haploid dan generasi seksual diploid, identik
dalam penampakan (isomorfik)

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN I:
KOLONISASI DARATAN
Gambaran Umum Evolusi Tumbuhan
Adaptasi struktural, kimiawi, dan reproduksi memungkinkan tumbuhan mendiami daratan
Sejarah adaptasi daratan adalah kunci bagi keanekaragaman tumbuhan modern

Asal Mula Tumbuhan


Tumbuhan kemungkinan berevolusi dari alga hijau yang disebut karofita
Pergiliran generasi pada tumbuhan diawali dari pembelahan meiosis yang tertunda
Adaptasi pada air yang dangkal merupakan pra-adaptasi tumbuhan untuk kehidupan di daratan
Briofita
Adaptasi embriofita dievolusikan pada briofita
Gametofit adalah generasi yang dominan dalam siklus hidup briofita
Tiga divisi briofita adalah lumut daun (moss), lumut hati (liverwort), dan lumut tanduk (hornwort)
Asal Mula Tumbuhan Vaskuler
Adaptasi tambahan di daratan dievolusikan saat tumbuhan vaskuler diturunkan dari nenek
moyang yang menyerupai briofita
Sporofit bercabang pada tumbuhan vaskuler memperbanyak produksi spora dan memungkinkan
terbentuknya tubuh yang lebih kompleks
Tumbuhan Vaskuler Tak Berbiji
Siklus hidup yang didominasi oleh sporofit dievolusikan pada tumbuhan vaskuler tak berbiji
Tiga divisi tumbuhan vaskuler tak berbiji adalah likofita, ekor kuda, dan pakis
Tumbuhan vaskuler tak berbiji membentuk "hutan batu bara" selama masa Karboniferus

Adaptasi tumbuhan
untuk bereproduksi
di darat

Struktur yang telah


terspesialisasi mencegah
pengeringan gamet dan
embrio yang sedang
berkembang dalam
lingkungan terestrial

Pergiliran generasi:
Skema umum
Siklus hidup semua
tumbuhan meliputi gametofit
dan sporofit. Kedua generasi
ini saling bergiliran, masingmasing saling menghasilkan
yang lain
Kedua bentuk tumbuhan itu
dinamai sesuai sel-sel
reproduksi yang
dihasilkannya

Beberapa kejadian
utama evolusi
tumbuhan

Asal mula tumbuhan dari


alga hijau, radiasi adaptif
tumbuhan vaskuler awal,
kemunculan tumbuhan
berbiji, serta asal mula
dan diversifikasi
tumbuhan berbunga
adalah empat babak
penting dalam sejarah
kingdom tumbuhan

Siklus hidup
lumut daun

Gametofit adalah
generasi yang umum
pada siklus hidup
briofita, suatu
karakteristik yang
berbeda dengan
tumbuhan lain

Siklus hidup pakis

KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN II:


EVOLUSI TUMBUHAN BERBIJI

Gambaran Umum Adaptasi Reproduktif Tumbuhan Berbiji


Gametofit tumbuhan berbiji menjadi semakin tereduksi dibandingkan dengan gametofit
tumbuhan vaskuler tak berbiji
Pada tumbuhan berbiji, biji menggantikan spora sebagai cara utama penyebaran keturunan
Serbuk sari (polen) menjadi pembawa sel-sel sperma pada tumbuhan berbiji
Gimnosperma
Zaman Mesozoikum adalah zaman gimnosperma
Keempat divisi gimnosperma yang masih hidup saat ini adalah sikad, ginkgo, gnetofit, dan
konifer
Siklus hidup pinus menunjukkan adaptasi reproduktif kunci pada tumbuhan berbiji
Angiosperma (Tumbuhan Berbunga)
Adaptasi kehidupan darat terus berlangsung dengan perbaikan jaringan vaskuler pada
angiosperma
Bunga adalah adaptasi reproduksi yang menentukan pada angiosperma
Buah membantu menyebarkan biji-bijian angiosperma
Siklus hidup angiosperma merupakan versi yang sangat maju dari pergiliran generasi yang
umum bagi semua tumbuhan
Radiasi angiosperma menandai transisi dari zaman Mesozoikum ke zaman Senozoikum
Angiosperma dan hewan saling mempengaruhi evolusi satu sama lain
Hampir seluruh pertanian didasarkan pada angiosperma
Dampak Global Tumbuhan
Tumbuhan mengubah atmosfer dan iklim
Keanekaragaman tumbuhan merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbarui

Gambaran umum :
Tiga variasi dalam pergiliran generasi pada tumbuhan

Dari bakal biji ke biji

Siklus hidup
pinus

Struktur bunga

Siklus hidup angiosperma

FUNGI

Pengantar Fungi
Nutrisi absorptif memungkinkan fungi hidup sebagai pengurai dan simbion
Luas permukaan yang sangat besar dan pertumbuhan yang cepat mengadaptasikan
fungi untuk nutrisi absorptif
Fungi bereproduksi dengan cara melepaskan spora yang dihasilkan secara seksual
atau aseksual
Keanekaragaman Fungi
Divisi Khitridiomikota: Khitrid memberikan petunjuk mengenai asal-usul fungi
Divisi Zigomikota: Fungi zigot membentuk struktur dikariotik yang resisten selama
reproduksi seksual
Divisi Askomikota: Fungi kantung menghasilkan spora seksual dalam aski yang mirip
kantung
Divisi Basidiomikota: Fungi gada memiliki miselia dikariotik berumur panjang dan
suatu tahapan diploid sementara
Kapang, khamir, lichen, dan mikorhiza menunjukkan cara hidup unik yang berevolusi
secara independen dalam tiga divisi fungi
Dampak Ekologis Fungi
Ekosistem bergantung pada fungi sebagai pengurai dan simbion
Sejumlah fungi adalah patogen
Banyak hewan, termasuk manusia, memakan fungi
Hubungan Filogenetik Fungi
Fungi dan hewan kemungkinan berevolusi dari nenek moyang protista yang sama

Karakteristik
hifa fungi

Siklus hidup umum fungi

Spora haploid dihasilkan secara aseksual dan seksual

Filogeni Fungi

Pohon filogeni ini, yang


didukung oleh bukti-bukti
molekuler menunjukkan
kemungkinan hubungan
evolusioner di antara
keempat divisi kingdom
fungi

Siklus hidup askomisetes

Anatomi suatu lichen


Permukaan atas dan bawah adalah lapisan
pelindung hifa fungi yang terbungkus rapat

PENGANTAR
EVOLUSI HEWAN

Apa yang Dimaksud dengan Hewan?

Gambaran Umum mengenai Filogeni dan


Keanekaragaman Hewan
Parazoa tidak memiliki jaringan sejati
Radiata dan bilateria adalah cabang utama eumetazoa
Evolusi rongga tubuh menghasilkan hewan yang lebih kompleks
Selomata bercabang menjadi protostoma dan deuterostoma

Asal Mula Keanekaragaman Hewan


Sebagian besar filum hewan muncul dalam suatu rentang waktu
geologis yang relatif singkat
Genetika perkembangan memperjelas pemahaman kita mengenai
diversifikasi di masa Kambrium

Perkembangan
embrionik awal

Zigot hewan mengalami


suatu urutan pembelahan sel
secara mitosis yang disebut
pembelahan

Satu hipotesis mengenai asal mula hewan


dari protista berflagela

Pohon filogenetik
hewan

Pohon silsilah ini


menggambarkan hipotesis
yang didasarkan pada
bukti-bukti terbaru, cabang
dengan garis putus-putus
menandakan hubungan
yang secara khusus masih
belum pasti

Bangun tubuh
hewan bilateria

Berbagai sistem organ


hewan berkembang dari
tiga lapisan nuftah yang
terbentuk pada embrio

Pembandingan
perkembangan awal
pada protostoma
dan deuterostoma

INVERTEBRATA

Parazoa
Filum Porifera: Spons adalah sesil dan memiliki tubuh berpori serta koanosit
Radiata
Filum Cnidaria: Anggota filum Cnidaria memiliki simetri radial, rongga gastrovaskuler, dan
cnidosit
Filum Ctenophora: Ubur-ubur sisir memiliki barisan lempeng silia dan koloblas yang lengket
Aselomata
Filum Platyhelminthes: Cacing pipih adalah hewan aselomata yang pipih secara dorsoventral
Pseudoselomata
Filum Rotifera: Anggota Filum Rotifera memiliki rahang dan mahkota silia
Filum Nematoda: Cacing gilig tidak bersegmen dan bertubuh silindris dengan ujung yang
meruncing
Selomata: Protostoma
Filum Nemertea: Posisi cacing proboscis di pohon filogenetik masih belum jelas
Filum-filum Lophophorata; Hewan Bryozoa, Phoronida, dan Brachiopoda memiliki tentakel
bersilia di sekeliling mulutnya
Filum Mollusca: Anggota filum Mollusca memiliki kaki berotot, massa viseral, dan suatu mantel
Filum Annelida: Anggota fiium Annelida adalah cacing bersegmen
Filum Arthropoda: Anggota filum Arthropoda memiliki segmentasi regional, tungkai bersendi, dan
eksoskeleton
Selomata: Deuterostoma
Filum Echinodermata: Anggota filum Echinodermata memiliki sistem pembuluh air dan simetri
radial sekunder
Filum Chordata: Anggota filum Chordata meliputi dua subfilum invertebrata dan semua
vertebrata

Anatomi spons
Dinding spons yang sederhana ini memiliki
dua lapis sel-sel yang terpisah oleh suatu
matriks bergelatin, atau mesohil

Siklus hidup Hidrozoa Obelia

Sejarah hidup cacing


pipih (fluke) darah
(Schistosoma mansoni)

Bangun dasar tubuh anggota filum Mollusca


Tiga ciri khas filum ini adalah mantel, massa viseral , dan kaki

Anatomi remis

Anatomi
cacing tanah
Anggota filum annelida
memiliki segmen baik
secara eksternal maupun
secara internal. Banyak
struktur internal berulang,
segmen demi segmen
Secara eksternal masingmasing segmen memiliki
empat pasang setae, bulu
yang pergerakannya
memungkinkan cacing
untuk membuat lubang

Anatomi laba-laba

Anatomi belalang

Metamorfosis
kupu-kupu

Anatomi
bintang laut
Permukaan tubuh
bintang laut ditutupi
oleh duri-duri yang
membantu
mempertahankan diri
melawan pemangsa
dan juga ditutupi
insang-insang kecil
untuk pertukaran gas

EVOLUSI DAN KEANEKARAGAMAN


VERTEBRATA

Chordata Invertebrata dan Asal Mula Vertebrata


Empat ciri anatomis yang merupakan karakteristik Filum Chordata
Chordata invertebrata memberikan petunjuk mengenai asal mula vertebrata
Pengantar Vertebrata
Pial neural (neural crest), sefalisasi (cephalization) yang nyata, tulang punggung, dan sistem sirkulasi
tertutup merupakan karakteristik khas Subfilum Vertebrata
Gambaran umum keanekaragaman vertebrata
Superkelas Agnatha: Vertebrata Tak Berahang
Lamprey dan hagfish adalah hewan agnatha yang masih hidup saat ini
Superkelas Gnathostomata I: Ikan
Rahang vertebrata berevolusi dari kerangka penyokong celah faring
Endoskeleton bertulang rawan yang diperkuat oleh butiran berkalsium merupakan ciri diagnostik untuk
Kelas Chondrichthyes
Endoskeleton bertulang, operkulum, dan kantung renang merupakan ciri khas Kelas Osteichthyes
Superkelas Gnathostomata II: Tetrapoda
Amphibia adalah kelas tetrapoda yang paling tua
Evolusi telur amniotik memperbesar keberhasilan vertebrata di darat
Semua hewan amniota memiliki ciri yang diturunkan dari reptilia
Burung berawal sebagai reptilia terbang
Keanekaragaman mamalia meningkat tajam setelah terjadinya kepunahan di masa Kretaseus
Primata dan Filogeni Homo sapiens
Evolusi primata memberikan pandangan bagi pemahaman asal mula manusia
Manusia merupakan cabang yang sangat muda pada pohon silsilah vertebrata

Karakteristik filum Chordata


Semua hewan chordata memiliki keempat ciri khas dari filum ini: sebuah
notokord, tali saraf dorsal berlubang, celah faring, dan ekor pascaanus berotot

Subfilum Urochordata : tunikata


a) Hewan tunikata dewasa
b) Anatomi tunikata dewasa
c) Anatomi larva tunikata

Subfilum Cephalochordata: lancelet Branchiostoma

Pial neural,
sumber embrionik banyak sinapomorfi vertebrata
a) Pial neural terdiri dari pita bilateral sel-sel di dekat tepi lipatan embrionik yang
bertemu, membentuk tali saraf dorsal berlubang
b) Sel-sel dari pial neural bermigrasi ke tempat yang jauh di dalam embrio, dan
membentuk beberapa struktur anatomis yang unik bagi vertebrata

Anatomi ikan trout,


contoh yang mewakili ikan bertulang keras

Penyebaran ikan pada masa Devon

Telur amnionik
Telur amnionik memiliki membran ekstraembrionik dan cairan yang melindungi dan
menghidrasi embrio
Adaptasi ini yang merupakan karakteristik reptilia, burung dan mamalia dan
memungkinkan perkembangan dalam suatu lingkungan kering, memungkinkan
vertebrata untuk bereproduksi di darat

Garis waktu (timeline) beberapa spesies homonid


Perhatikan bahwa ada masa-masa dalam sejarah evolusi manusia ketika dua atau
lebih homonid hidup berdampingan

BENTUK DAN FUNGSI TUMBUHAN


BAB 35 Struktur dan pertumbuhan tumbuhan
BAB 36 Transpor pada tumbuhan
BAB 37 Nutrisi tumbuhan
BAB 38 Reproduksi dan perkembangan
tumbuhan

BAB 39 Sistem kontrol pada tumbuhan

STRUKTUR DAN PERTUMBUHAN


TUMBUHAN
Pengantar Biologi Tumbuhan Modern
Biologi molekuler mulai merevolusi kajian tentang tumbuhan
Biologi tumbuhan mencerminkan tema utama dalam kajian tentang kehidupan
Tubuh Angiosperma
Sistem akar dan tunas merupakan adaptasi evolusioner untuk dapat hidup di darat
Adaptasi struktural protoplas dan dinding sel memperlengkapi sel-sel tumbuhan untuk
fungsi-fungsi khususnya
Sel-sel tumbuhan diatur menjadi sistem jaringan dermal, sistem jaringan pembuluh,
dan sistem jaringan dasar
Pertumbuhan Tumbuhan
Meristem menghasilkan sel-sel untuk organ baru sepanjang kehidupan tumbuhan:
gambaran umum pertumbuhan tumbuhan
Pertumbuhan primer: Meristem apikal memperbesar akar dan tunas dengan cara
menjadi bagian primer tumbuhan
Pertumbuhan sekunder: Meristem lateral menambah ukuran diameter dengan
menghasilkan jaringan pembuluh sekunder dan periderm

Perbandingan monokotil dan dikotil


Kelas angiosperma ini dinamai menurut jumlah kotiledon yang terdapat dalam
embrio tumbuhan tersebut

Morfologi
tumbuhan berbunga:
gambaran umum

Tubuh tumbuhan dibagi ke


dalam sistem akar dan sistem
tunas, yang dihubungkan oleh
jaringan vaskuler yang kontinu
di seluruh tubuh tumbuhan

Daun tunggal versus daun majemuk


Sebuah daun tunggal memiliki helai daun tunggal yang tidak terbagi
Tunas aksiler terletak di tempat tangkai daun menyatu dengan batang
Helai daun majemuk terbagi menjadi beberapa helai anak daun
Anda dapat membedakan sebuah daun majemuk dengan daun tunggal dengan
cara memeriksa lokasi tunas aksilernya

Sel-sel pengangkut air


pada xilem

Air mengalir dari unsur ke unsur melalui


dinding ujung yang berlubang
Air dapat juga berpindah secara lateral
antara pembuluh yang bersebelahan
melalui ceruk

Pertumbuhan primer akar

Pengaturan jaringan
primer pada akar
muda

Pengaturan jaringan primer pada batang muda

Anatomi daun

Pertumbuhan sekunder
sebuah batang

Anda dapat memeriksa kemajuan


pertumbuhan sekunder dengan mengamati
sayatan melintang pada batang yang
umurnya lebih tua secara berurutan
(anda akan mengamati perubahan yang
sama jika anda dapat mengikuti daerah
yang paling muda, dekat apeks, untuk tiga
tahun yang akan datang)

Anatomi batang sebuah pohon

TRANSPOR PADA TUMBUHAN

Gambaran Umum Mekanisme Transpor pada Tumbuhan


Transpor pada tingkat seluler bergantung pada permeabilitas selektif membran
Pompa proton berperan penting dalam transpor melewati membran tumbuhan
Perbedaan potensial air menggerakkan transpor air pada sel tumbuhan
Sel-sel tumbuhan yang bervakuola memiliki tiga kompartemen utama
Simplas dan apoplas berfungsi dalam transpor di dalam jaringan dan organ
Aliran massal (bulk flow) berfungsi dalam transpor jarak jauh
Penyerapan Air dan Mineral oleh Akar
Rambut akar, mikorhiza, dan luas permukaan sel-sel kortikal yang sangat besar meningkatkan
penyerapan air dan mineral
Endodermis berfungsi sebagai penjaga gerbang yang selektif antara korteks akar dan jaringan
pembuluh
Transpor Getah Xilem
Naiknya getah xilem sebagian besar bergantung pada transpirasi dan sifat-sifat fisik air
Getah xilem naik melalui aliran massal yang digerakkan oleh tenaga surya: tinjauan

Kontrol Transpirasi
Sel-sel penjaga bertindak sebagai penengah pada kompromi antara fotosintesis dan transpirasi
Xerofit memiliki adaptasi yang mengurangi transpirasi
Translokasi Getah Floem
Floem mentranslokasikan getahnya dari sumber gula ke sugar sink
Aliran tekanan adalah mekanisme translokasi pada angiosperma

Gambaran umum
transpor
pada tumbuhan

Transpor lateral mineral dan air dalam akar


Mineral diserap dengan larutan tanah melalui permukaan akar, khususnya melalui
rambut akar dan mikorhiza. Air dan mineral tersebut kemudian bergerak melewati
korteks akar ke silinder pembuluh melalui kombinasi rute simplastik dan apoplastik

Pembangkitan daya tarik transpirasi pada daun


Transpirasi akan menurunkan potensial air pada daun dengan cara menghasilkan suatu
tekanan negatif (tegangan).
Potensial air yang rendah ini akan menarik air dari xilem
Kohesi dan adhesi air merambatkan gaya tarik ke seluruh sistem hingga menuju ke akar

Peranan
kohesi dan adhesi
dalam kenaikan
getah xilem

Pergerakan cairan xilem


melawan gravitasi
dipertahankan melalui
transpirasi

Pengisian sukrosa
ke dalam floem

Pengisian dan pembongkaran


floem bergantung pada transpor
aktif sukrosa
Sukrosa diangkut bersama
dengan H+ yang berdifusi
menuruni suatu gradien yang
dibentuk oleh pompa proton

Aliran tekanan
dalam pembuluh tapis

Pengisian gula pada ujung sumber


suatu pembuluh tapis dan
pembongkaran pada ujung
pembuangan merupakan upaya
untuk mempertahankan suatu
perbedaan tekanan yang menjaga
agar getah dapat mengalir melalui
pembuluh tersebut

NUTRISI TUMBUHAN
Kebutuhan Nutrisi Tumbuhan
Komposisi kimia tumbuhan memberi petunjuk mengenai kebutuhan nutrisi
Tumbuhan memerlukan sembilan makronutrien dan paling tidak delapan mikronutrien
Gejala defisiensi mineral bergantung pada fungsi dan mobilitas unsur
Peran Tanah dalam Nutrisi Tumbuhan
Karakteristik tanah merupakan faktor lingkungan yang penting dalam ekosistem darat
Konservasi tanah merupakan salah satu tahap menuju pertanian yang berkelanjutan
Kasus Khusus Nitrogen sebagai Nutrien Tumbuhan
Nitrogen tersedia bagi tumbuhan berkat metabolisme bakteri tanah
Perbaikan produksi protein tanaman merupakan tujuan utama penelitian pertanian
Adaptasi Nutrisional: Simbiosis Tumbuhan dan Mikroba Tanah
Fiksasi nitrogen secara simbiotik dihasilkan dari interaksi yang sangat rumit antara akar
dan bakteri
Mikorhiza adalah asosiasi simbiotik akar dan fungi yang meningkatkan nutrisi tumbuhan
Mikorhiza dan bintil akar mungkin memiliki suatu hubungan evolusioner

Adaptasi Nutrisional: Parasitisme dan Predasi oleh Tumbuhan


Tumbuhan parasit mengekstraksi nutrien dari tumbuhan lain
Tumbuhan karnivora menambahkan nutrisi mineralnya dengan cara mencerna hewan

Ketersediaan air dan mineral tanah


Tumbuhan tidak dapat mengekstraksi semua air dalam tanah karena beberapa di
antaranya sangat kuat terikat dengan partikel tanah yang hidrofilik. Air yang
terikat kurang kuat ke partikel tanah dapat diserap oleh akar
Ion hidrogen membantu nutrien tertentu menjadi tersedia bagi tumbuhan dengan
cara menggantikan mineral bermuatan positif yang terikat dengan kuat ke
permukaan partikel tanah yang sangat halus

Peranan bakteri tanah


dalam pemberian nutrisi nitrogen bagi tumbuhan
Amonium dibuat tersedia bagi tumbuhan oleh dua jenis bakteri: bakteri yang
memfiksasi N2 atmosfer dan bakteri yang menguraikan bahan organik

Perkembangan sebuah bintil akar kacang kedelai

Mikorhiza
Mikorhiza adalah asosiasi simbiotik akar dan fungi yang meningkatkan nutrisi
tumbuhan. Hifa fungi endomikorhiza dan ektomikorhiza menyerap air dan
mineral yang mereka sediakan bagi tumbuhan inangnya

Tumbuhan parasit

a) Dodder (benang oranye) yang


tumbuh di atas pickleed di
California
Mikrograf sebelahnya
merupakan sayatan melintang
batang inang yang menyokong
dodder
b) Indian pipe secara nutrisional
dijembatani menuju pohon
inangnya oleh hifa fungi yang
memanjang dari mikorhiza
inang

REPRODUKSI DAN PERKEMBANGAN


TUMBUHAN

Reproduksi Seksual
Generasi sporofit dan gametofit bergiliran dalam siklus hidup tumbuhan: tinjauan
Gametofit jantan berkembang di dalam kepala sari dan gametofit betina di dalam ovarium suatu
bunga
Penyerbukan menyatukan gemetofit jantan dan betina
Para peneliti mulai menguraikan mekanisme molekuler inkompatibilitas-sendiri (selfincompatibility)
Fertilisasi ganda menghasilkan zigot dan endosperma
Bakal biji berkembang menjadi biji yang mengandung embrio dan persediaan makanan
Ovarium berkembang menjadi buah yang diadaptasikan untuk penyebaran biji
Adaptasi evolusioner perkecambahan biji memberikan sumbangan terhadap kelangsungan
hidup benih
Reproduksi Aseksual
Banyak tumbuhan dapat mengklon dirinya sendiri dengan reproduksi aseksual
Perbanyakan tumbuhan secara vegetatif sangat umum dalam pertanian
Reproduksi seksual dan aseksual saling melengkapi dalam sejarah hidup banyak tumbuhan:
tinjauan
Mekanisme Seluler Perkembangan Tumbuhan
Pertumbuhan, morfogenesis, dan diferensiasi menghasilkan tubuh tumbuhan: gambaran umum
perkembangan tumbuhan
Sitoskeleton mengatur geometri pembelahan dan perluasan sel
Diferensiasi sel bergantung pada kontrol ekspresi gen
Pembentukan pola menentukan letak dan pengaturan jaringan pada organ tumbuhan

Gambaran umum
siklus hidup angiosperma

Gambaran mengenai sebuah bunga sempurna

Perkembangan gametofit angiosperma


(serbuk sari dan kantung embrio)

Perkembangan embrio
tumbuhan dikotil

Menjelang bakal biji menjadi biji


yang matang, zigot telah menjadi
suatu tumbuhan embrionik dengan
organ yang sempurna

Mobilitas zat-zat makanan selama perkecambahan


pada sebuah biji barley
Setelah biji mengimbibisi air, embrio membebaskan hormon yang disebut giberelin
sebagai sinyal terhadap aleuron. Aleuron mensintesis dan mensekresikan enzim
pencernaan yang menghidrolisis makanan yang tersimpan dalam endosperma,
yang menghasilkan molekul kecil yang larut dalam air seperti -amilase

Perkecambahan biji

Radikula, akar, embrio, pertama kali


muncul dari biji. Kemudian tunas
akan memecah permukaan tanah
melalui salah satu mekanisme seperti
di gambar tersebut

Morfogenesis sepanjang
hidup tumbuhan
Berbeda dengan hewan, yang
berhenti tumbuh dan hanya
sedikit berubah bentuknya setelah
mencapai dewasa, tumbuhan
menunjukkan pertumbuhan tak
terbatas dan morfogenesis yang
terus menerus selama tumbuhan
itu masih hidup
Pusat morfogenesis yang sedang
terjadi berada pada ujung
tumbuhan, yaitu daerah meristem
apikal tunas dan akar

Gen identitas organ


dan pembentukan pola
dalam perkembangan
bunga
Para peneliti bekerja dengan
hipotesis bahwa tiga kelas gen
identitas organ yang
bertanggung jawab atas pola
spasial organ bunga. Ketiga
gen identitas organ itu ditandai
dengan A, B dan C

SISTEM KONTROL PADA TUMBUHAN

Hormon Tumbuhan
Penelitian mengenai bagaimana tumbuhan tumbuh mendekati cahaya membawa pada penemuan
hormon tumbuhan: sains sebagai proses
Hormon tumbuhan membantu koordinasi pertumbuhan, perkembangan, dan respons terhadap
stimulus lingkungan
Analisis tumbuhan mutan menambah daftar jenis hormon dan fungsinya
Jalur transduksi sinyal menghubungkan respons seluler dengan sinyal hormonal tumbuhan serta
stimulus lingkungan
Pergerakan Tumbuhan sebagai Model untuk Kajian Sistem Kontrol
Tropisme mengorientasikan pertumbuhan organ tumbuhan mendekati atau menjauhi stimulus
Pergerakan turgor adalah respons tumbuhan yang relatif cepat dan dapat berbalik arah
Kontrol Respons Harian dan Musiman
Jam biologis mengontrol irama sirkadian pada tumbuhan dan eukariota lain
Fotoperiodisme menyelaraskan banyak respons tumbuhan terhadap perubahan musim
Fitokrom
Fitokrom berfungsi sebagai fotoreseptor pada banyak respons tumbuhan terhadap cahaya dan
fotoperiode
Fitokrom bisa mempengaruhi jam biologis
Respons Tumbuhan terhadap Cekaman Lingkungan
Tumbuhan menghadapi cekaman lingkungan dengan suatu kombinasi respons perkembangan dan
fisiologis
Pertahanan terhadap Patogen
Resistensi terhadap penyakit bergantung pada pengenalan antara gen tumbuhan dan patogen
Respons hipersensitif (HR) membatasi suatu infeksi
Resistensi-perolehan sistemik (SAR) membantu mencegah infeksi di seluruh tubuh tumbuhan

Percobaan awal mengenai fototropisme


Hanya ujung koleoptil yang dapat mengindera arah cahaya, tetapi respons
pembengkokan terjadi di bawah koleoptil. Suatu jenis sinyal harus mengalir turun
dari ujung, melewati suatu rintangan permeabel (gelatin) akan tetapi tidak dapat
lolos dari rintangan padat (mika), yang menyatakan bahwa sinyal untuk
fototropisme merupakan suatu bahan kimia yang mobil

Percobaan Went

Beberapa bahan kimia yang dapat


melewati potongan agar dari ujung
koleoptil merangsang pemanjangan
koleoptil tersebut. Jika potongan itu
ditempatkan agak ke pinggir koleoptil
yang dipotong dan dibiarkan dalam
keadaan gelap, organ itu akan
membengkok seolah-olah berespons
terhadap pencahayaan dari satu sisi.
Bahan kimia itu adalah hormon
auksin, yang merangsang
pemanjangan sel-sel tunas

Jalur transduksi sinyal pada sel-sel tumbuhan


a) Suatu model umum, hormon yang berikatan dengan suatu reseptor spesifik
merangsang sel itu untuk menghasilkan pembawa pesan kedua. Pembawa
pesan kedua akan memicu berbagai respons tumbuhan itu terhadap sinyal
semula
b) Suatu contoh spesifik : suatu mekanisme hipotesis pada perangsangan
pemanjangan sel oleh auksin

Pergerakan
turgor cepat pada
tumbuhan sensitif
putri malu

Sel-sel motor yang


bertanggung jawab untuk
pergerakan ini, termasuk
gerakan tidur mengalami
perubahan turgor yang
disebabkan oleh transpor
kalium

Kontrol fotoperiodik perbungaan


Tumbuhan hari pendek berbunga ketika malam melebihi suatu periode gelap
kritis, seberkas cahaya yang menyela periode gelap akan mencegah
perbungaan
Tumbuhan hari panjang berbunga hanya jika malam lebih pendek dibandingkan
dengan suatu periode gelap kritis
Malam dapat diperpendek secara tiruan dengan memberikan seberkas cahaya

Pengaruh reversibel
cahaya merah dan
cahaya merah-jauh pada
respons fotoperiodik

Seberkas cahaya merah akan


memendekkan periode gelap
Seberkas cahaya merah-jauh
akan meniadakan pengaruh
cahaya merah