Anda di halaman 1dari 9

Outline Etika Bisnis Bab 4 - Velasquez

BAB 4
ETIKA DAN PASAR
4.1 Persaingan Sempurna
Karakteristik pasar bebas persiangan sempurna:
1. Jumlah pembeli dan penjual relatif banyak
2. Semua pembeli dan penjual bebas masuk atau meninggalkan pasar.
3. Setiap pembeli dan penjual mengetahui sepenuhnya apa yang dilakukan oleh pembeli dan penjual lainya.
4. Barang-barang yang dijual di pasar sangat mirip satu sama lain.
5. Biaya dan keuntungan memproduksi sepenuhnya ditanggung pihak-pihak ynag membeli dan menjual barang-barang
tersebut, bukan oleh pihak lain.
6. Semua pembeli dan penjual adalah pemaksimal utilitas.
7. Tidak ada pihak luar yang mengatur harga, kuantitas atau kualitas dari barang-barang yang diperjualbelikan dalam pasar.
Kesetimbangan dalam Pasar Kompetitif Sempurna
Kurva permintaan adalah sebuah garis yang menunjukkan jumlah paling besar yang bersedia dibayar konsumen untuk sebuah unit
produk saat membeli dalam jumlah berbeda untuk produk-produk tersebut. Kurva persediaan menunjukkan seberapa besar biaya
yang dibebankan produsen untuk menutup biaya produksi atas barang dalam jumlah tertentu.
Etika dan Pasar Kompetitif Sempurna
Pasar dikatakan mampu mencapai tiga nilai moral utama: (a) mendorong pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara
yang adil (dalam artian adil tertentu); (b) memaksimalkan utilitas pembeli dan penjual dengan mendorong mereka
mengalokasikan, menggunakan, dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi sempurna, dan (c) mencapai tujuan-tujuan
tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.
4.2 Persaingan Monopoli
Persaingan Monopoli: Keadilan, Utilitas, dan Hak
Pasar monopoli adalah pasar yang menyimpang dari tujuan-tujuan keadilan kapitalis, utilitas ekonomi, dan hak-hak negatif. Pasar
monopoli tidak membentuk kesetimbangan, tidak memaksimalkan efisiensi, dan tidak menghormati hak-hak kebebasan.
4.3 Persaingan Oligopolistik
Dalam pasar oligopoli tidak banyak penjual, yang ada hanya beberapa penjual besar dan penjual baru sulit memasuki indutri
tersebut. Pasar oligopoli didominasi beberapa perusahaan besar sehingga dikatakan pasar yang sangat terkonsentrasi. Hal ini
mengakibatkan sangat mudah bagi para manajer dari perusahaan-perusahaan tersebut untuk memadukan kekuatan dan bertindak
sebagai satu kesatuan.
Perjanjian Eksplisit
Tindakan-tindakan tidak etis dalam pasar oligopoli melalui perjanjian eksplisit:
1.
Penetapan harga
2.
Manipulasi persediaan
3.
Perjanjian eksklusif.
4.
Perjanjian mengikat
5.
Perjanjian penetapan harga eceran.
6.
Diskriminasi harga
Perjanjian Tersembunyi
Untuk mengkoordinasi harga, sejumlah industri oligopoli secara tidak resmi mengakui salah satu perusahaan sebagai penentu
harga. Selanjutnya, masing-masing perusahaan secara diam-diam menetapkan harganya sesuai dengan harga yang ditetapkan
oleh perusahaaan penentu harga tersebut, dengan mengetahui bahwa semua perusahaan lain juga akan melakukan hal yang
sama.

Suap
Apabila dilakukan untuk mengamankan penujalan produk, suap politik juga bisa menimbulkan gangguan ekonomi dalam operasi
pasar. Apabila suap digunakan untuk mengamankan pembelian suatu komoditas, pengaruh utamanya adalah turunnya persaingan
pasar. Jika perusahaan yang melakukan suap berhasil mencegah masuknya pesaing lain dalam pasar pemerintah, maka ada
kemungkinan perusahaan terlibat dalam tindakan-tindakan yang menjadi karakteristik monopoli.
4.4 Oligopoli dan Kebijkan Publik
Pandangan Tidak Melakukan Apa-apa
Sejumlah ekonom menyatakan bahwa tidak ada yang perlu dilakukan tentang kekuasaan ekonomi yang dimiliki perusahaanperusahaan oligopoli. Sebagian menyatakan bahwa kekuasaan perusahaan oligopoli sebenarnya tidak sebesar yang terlihat.
Pandangan Antimonopoli
Harga dan keuntungan dalam industri-industri yang terkonsentrasi memang cenderung lebih tinggi dibandingkan yang seharusnya.
Pemecahnya adalah dengan menetapkan kembali tekanan-tekanan kompetitif dengan mewajibkan perusahaan-perusahaan besar
untuk melakukan divestasi dan memecahnya ke dalam beberapa perusahaan kecil.
Pandangan Regulasi
Perusahaan-perusahaan oligopoli tidak perlu dipecah karena ukuran yang besar memberikan akibat-akibat yang menguntungkan
dan keuntungan ini akan hilang apabila mereka dipecah. Konsentrasi memberikan kekuatan ekonomi pada perusahaan-perusahaan
besar yang memungkinkan mereka untuk menetapkan harga dan terlibat dalam perilaku-perilaku yang bukan merupakan
kepentingan publik.

Outline Etika Bisnis Bab 5 - Velasquez


BAB 5
ETIKA DAN LINGKUNGAN
5.1 Dimensi Polusi dan Penyusutan Sumber Daya
Ancaman lingkungan berasal dari dua sumber: polusi dan penyusutan sumber daya. Polusi mengacu pada kontaminasi yang tidak
diinginkan terhadap lingkungan oleh pembutan atau penggunaan komoditas. Penyusutan sumber daya mengacu pada konsumsi
sumber daya yang terbats atau langka.

5.2 Etika Pengendalian Polusi


Lembaga bisnis mengabaikan akibat kegiatan mereka terhadap lingkungan sebab:
1.

Para pelaku bisnis menganggap udara dan air itu barang gratis.

2.

Bisnis melihat lingkungan sebagai barang tak terbatas.

Etika Ekologi
Etika ekologi adalah sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari bagian-bagian non-manusia di bumi ini secara
intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa, karena adanya nilai intrinsik ini, kita manusia memiliki tugas untuk menghargai dan
mempertahankannya. Paul Taylor sifat karakter secara moral adalah baik ketika mengekspresikan atau mewujudkan sikap moral
dasar, yang saya sebut sebagi penghargaan terhadap alam. Pengahragaan alam didasarkan pada fakta bahwa masing-masing
makhluk hidup berusaha mencari yang baik bagi dirinya dan demikian pula sebuah pusat teleologi kehidupan.
Hak Lingkungan dan Pembatasan Mutlak
William T. Blackstone menyatakan bahwa kepemilikan atas lingkungan yang nyaman tidak hanya sangat diinginkan, namun
merupakan hak bagi setiap manusia. Undang-undang federal menetapkan batasan-batasan atas hak properti pada para pemilik
perusahaan. Masalah utama dari pandangan Blackstone adalah pandangan ini gagal memberikan petunjuk tentang sejumlah
pilihan yang cukup berat mengenai lingkungan.
Utilitarianisme dan Pengendalian Parsial
Pendekatan utilitarian menyatakan bahwa seseorang perlu berusaha menghindari polusi karena dia juga tidak ingin merugikan
kesejahteraan masyarakat.
Biaya Pribadi dan Biaya Sosial
Polusi membebankan biaya eksternal, dan hal ini selanjutnya berarti biaya-biaya produksi (biaya pribadi atau internal) lebih kecil
dibandingkan biaya sosial. Akibatnya, pasar tidak menetapkan disiplin potimal pada produsen, dan hasilnya adalah penurunan
utilitas sosial. Jadi, polusi lingkungan merupakan suatu pelanggaran atas prinsip-prinsip utilitarian yang merupkan dasar sistem
pasar.
Penyelesaian: Tugas-Tugas Perusahaan
Penyelesaian untuk masalah biaya-biaya eksternal, menurut argumen utilitarian yang disebutkan sebelumnya, adalah dengan
memasukkan biaya polusi atau pencemaran ke dalam perhitungan atau dengan kata lain, biaya-biaya ini ditanggung oleh produsen
dan diperhitungkan untuk menentukan harga komoditas mereka.

Keadilan
Cara utilitarian menangani polusi (dengan menginternalisasikan biaya) tampak konsisten dengan persyaratan keadilan distributif
sejauh keadilan distributif tersebut mendukung kesamaan hak. Para pengamat mencatat bahwa polusi sering berpengaruh terhadap
meningkatnya ketidakadilan. Internalisasi biaya eksternal juga terlihat konsiten dengan persyaratan keadilan retributif dan
kompensatif.

Biaya dan Keuntungan


Thomas Klein memberikan ringkasan prosedur analisis biaya-keuntungan sebagai berikut:
1.

Mengidentifikasi biaya dan keuntungan

2.

Megevaluasi biaya dan keuntungan

3.

Menambahakan biaya dan keuntungan

Ekologi Sosial, Ekofeminisme, dan Kewajiban untuk Memelihara


Ekologi sosial menyatakan bahwa apabila pola-pola hierarki dan dominasi sosial belum berubah , maka kita tidak akan bisa
menghadapi krisis lingkungan.
Kaum ekofeminis meyakini bahwa meskipun konsep utilitarianisme, hak, dan keadilan memiliki peran terbatas dalam etika
lingkungan, namun etika lingkungan yang baik harus memperhitungkan perspektif-perspektif etika memberi perhatian.

5.3 Etika Konservasi Sumber Daya yang Bisa Habis


Konservatisme mengacu pada penghematan sumber daya alam untuk digunakan di masa mendatang. Jadi, konservatisme sebagian
besar mengacu pada masa depan: kebutuhan untuk membatasi konsumsi saat ini agar cukup untuk besok. Pengendalian polusi
merupakan salah satu bentuk konservatisme.

Hak Generasi Mendatang


Tindakan menghabiskan sumber daya berarti mengambil apa yang sebenarnya menjadi milik generasi mendatang dan melanggar
hak-hak mereka atas sumber daya tersebut, namun sejumlah penulis menyatakn bahwa salah bila kita berpikir generasi mendatang
juga punya hak.
Keadilan bagi Generasi Mendatang
John Rowls: meskipun tidak adil bila memberikan beban yang berat bagi generasi sekarang demi generasi mendatang, namun juga
tidak adil bila generasi sekarang tidak meninggalkan apa-apa sama sekali bagi generasi mendatang.

Pertumbuhan Ekonomi
Sejumlah penulis menyatakan bahwa jika kita menghemat sumber daya alam yang langka agar generasi mendatang bisa
memperoleh kualitas kehidupan yang memuaskan, maka kita perlu mengubah sistem perekonomian secara substansial, khususnya
dengan menekan usaha-usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tugas Business Ethics


Etika dan Lingkungan
Buku: Etika Bisnis, Konsep dan Kasus
Penulis: Manuel G. Velasquez
Meningkatnya teknologi, industry, dan peradaban manusia, mengakibatkan munculnya kencenderungan yang pada ahirnya akan
mempengaruhi keseluruhan ekosistem di bumi, yaitu; meningkatnya populasi, penurunan tabel air, berkurangnnya lahan pertanian
per individu, berkurangnya wilayah perikanak, penyusustan hutan, dan punahnya sejumlah spesies tanaman dan hewan.
Kerusakan lingkungan berasal dari dua sumber: polusi dan penyusutan sumber daya.
A.

DIMENSI POLUSI DAN PENYUSUTAN SUMBER DAYA


Polusi Udara
Polusi mengacu pada kontaminasi yang tidak diinginkan terhadap lingkungan oleh pembuatan atau penggunaan
komoditas. Adanya pemanasan global, hujan asam, dan banyak gas-gas beracun di udaraa yang dapat menimbulkan berbagai
racun di bumi.
Polusi Air
Saat ini lebih dari satu juta orang tidak memiliki akses untuk air sehat, terutapa pada negara-negara miskin. Ada
beberapa faktor yang terkait dengan menurunnya persediaan air. Kenaikan populasi dan aktifitas ekonomi menambah permintaaan
terhadap sumber air bersih.
Polusi Tanah
Limbah padat contohnya adalah sampah rumah tangga yang semakin banyak jumlahnya tidak sebanding dengan fasilitas
untuk menanganinya. Belum lagi limbah padat berbahaya yang dihasilkan dari industri kimia dan perminyakan, bahkan limbah
nuklir.
Penyusutan Spesies dan Habitat
Manusia menyebabkan punahnya ribuan spesies binatang dan tumbuhan begitu pula dengan semakn sedikitnya jumlah
habitat hutan yang hilang karena digunduli oleh industri kayu, dan dijadikan permukiman.
Penyusutan Bahan Bakar Fosil
Penggunaan bahan bakar fosil meningkat terus sedangkan ketersediaannya semakin menipis.
Penyusutan Mineral
Seperti halnya bahan bakar fosil, kondisi mineral yang tersedia pun semakin sedikit disbanding dengan penggunannya
yang semakin banyak. Ketersediaan bahan-bahan pengganti bahan bakar fosil dan mineral pun terbatas, sehingga hanya dapat
menunda sebentar habisnya ketersediaan bahan bakar fosil dan mineral.

B.

ETIKA PENGENDALIAN POLUSI


Tidak adanya upaya pengeendalian polusi dikarenakan para pelakunya para pelaku bisnis menganggap udara dan air itu
barang gratis, dan melihat lingkungan sebagai barang tak terbatas.
Etika Ekologi
Etika ekologi adalah sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari bagian-bagian non-manusia di bumi ini
secara intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa, karena adanya nilai intrinsik ini, kita manusia memiliki tugas untuk
menghargai dan mempertahankannya. Namun hingga kini untuk memperluas hak-hak moral terhadap hal-hal non-manusia masih
sangat kontroversial. Untuk hal tersebut dibutuhkan pendekatan lagi dalam menghadapi masalah lingkungan yang berdasarkan
hak-hak asasi manusia maupun pertimbangan utilitarian.

Hak Lingkungan dan Pembatasan Mutlak


Menurut William T. Blackstone, lingkungan yang nyaman bukanlah sesuatu yang kita semua inginkan, melaikan
sesuatu dimana yang lain berkewajiban untuk memungkinkan kita semua memilikinya. Dalam pendapat Blackstone, ia gagal
memberikan petunjuk tentang sejumlah pilihan yang cukup berat mengenai lingkungan kaitannya dengan hak atas properti.
Utilitarianisme dan Pengendalian Parsial
Pendekatan utilitarian menyatakan bahwa seseorang perlu berusaha menghindari polusi karena dia juga tidak ingin
merugikan kesejahteraan masyarakat.
Biaya Pribadi dan Biaya Sosial
Ketika suatu perusahaan mencemari lingkungan maka biaya pribadi selalu lebih kecil dibanding dengan biaya social
totalnya. Dikarenakan alokasi sumber daya di pasar-pasar tidak memperhitungkan semua biaya adalah tidak optimal, apabila biaya
eksternal tidak dihitung oleh produsen, maka mereka cenderung mengabaikannya dan tidak berusaha meminimalkannya, dan saat
proses produksi sebuah komoditas membebankan biaya eksternal kepada pihak ketiga, maka barang-barang tidak lagi
didistribusikan secara efisien kepada konsumen.
Polusi membebankan biaya eksternal, dan hal ini selanjutnya berarti biaya-biaya produksi (biaya pribadi atau internal)
lebih kecil dibandingkan biaya sosial. Akibatnya, pasar tidak menetapkan disiplin optimal pada produsen, dan hasilnya adalah
penurunan utilitas sosial. Jadi, polusi lingkungan merupakan suatu pelanggaran atas prinsip-prinsip utilitarian yang merupkan
dasar sistem pasar.
Penyelesaian: Tugas-Tugas Perusahaan
Penyelesaian untuk masalah biaya eksternal, jika menurut utilitarian yang dapat dilakukan dengan memasukkan biaya
polusi atau pencemaran ke dalam perhitungan,sehingga biaya-biaya ini ditanggung oleh produsen dan diperhitungkan untuk
menentukan harga komoditas mereka. Ada beberapa cara untuk menginternalisasi biaya eksternal polusi, yaitu meminta pihak
yang menyebabkan polusi untuk membayar ganti rugi secara suka rela atau secara hukum kepada pihak-pihak yang dirugikan,
serta mewajibkan perusahaan yang menjadi sumber polusi untuk menghentikan polusi dengan memasang alat indicator pengendali
polusi.
Keadilan
Dengan adanya pandangan keadilan retributive dan keadilan kompensatif, maka muncul biaya pengendalian polusi
harus ditanggung oleh pihak yang menyebabkan polisi dan yang memperoleh keuntungan darinya, serta keuntungan pengendalian
polisi wajib diberikan kepada pihak-pihak yang menanggung biaya eksternal polusi.
Biaya dan Keuntungan
Thomas Klein memberikan ringkasan prosedur analisis biaya-keuntungan dengan mengidentifikasi biaya dan
keuntungan, mengevaluasi biaya dan keuntungan, dan menambahkan biaya dan keuntungan
Ekologi Sosial, Ekofeminisme, dan Kewajiban untuk Memelihara
Ekologi sosial,merupakan krisis lingkungan yang kita hadapi sekarang ini berakar dalam sistem-sistem hierarki dan
dominasi sosial yang menjadi karakteristik masyarakat, jika pola-pola hirarki dan dominasi sosial ini belum berubah maka kita
tidak akan bisa menghadapi krisis lingkungan. Ekofeminisme digambarkan sebagai dimana terdapat beberapa hubungan penting
(historis, eksperensial, simbolis,teoritis)antara dominasi atas kaum perempuan dan dominasi atas alam, sebuah pemahaman yang
sangat penting baik bagi etika feminism ataupun etika lingkungan.
C.

ETIKA KONSERVASI SUMBER DAYA YANG BISA HABIS


Konservasi sebagian besar mengacu pada masa depan: kebutuhan untuk membatasi konsumsi saat ini agar cukup untuk
besok. Konservasi lebih tepat diterapkan pada masalah-masalah penyusutan sumber daya dibandingkan polusi.

D.

THE OK TEDI COPPER MINE


Pertambangan Ok Tedi di Papua Nugini menjadi salah satu contoh terjadinya pembuangan limbah pertambangan yang
tidak bertanggung jawab. BHP Billiton, pemegang 52% saham di pertambangan Ok Tedi dituntut oleh 13.000 warga desa yang
merasa dirugikan atas bencana lingkungan di sekitar pertambangan. Karena sejumlah kelompok etnis kecil, tergantung pada jasa

ekosistem lokal untuk makanan, bahan bakar , dan perumahan , namun malah ekosistemnya tercemar oleh tailing dan batuan sisa
dari pertambangan skala besar.
Secara keseluruhan OK Tedi Mining Copper memberian dampak yang luas bagi sosial , ekonomi , dan budaya.
Kurangnya transparasi dalam laporan dan proyek penanggulangan dampak lingkungan yang di hasilkan oleh pertambangan ini,
menjadikan penanganan dampak ini kurang relevan dengan yang terjadi di lapangan.
Banyak dilakukan program untuk menangani kerusakan lingkungan ini, namun hanya sebatas dampaak fisiknya itupun
tidak bisa langsung teratasi. Kemudian dampak bagi social dan budaya akibat limbah yang menghancurkan ekosistem, bahkan
sumber makanan bagi orang-orang sekitar. Oleh karena itu di dalam pelaksanaan pengkajian lingkungan tidak hanya ada niat baik
danpengetahuan yang cukup untuk menghasilkan penilaian yang baik . Selain itu, perlu ada hubungan yang kuat dengan orangorang yang memiliki pengetahuan lokal dan dengan para pengambil keputusan di pemerintahan di sektor swasta . Jika tidak,
penilaian yang baik bisa menjadi tidak relevan.

Outline Etika Bisnis Bab 6 Velasquez


BAB 6
ETIKA PRODUKSI DAN PEMASARAN KONSUMEN
Selain sebagai sumber informasi, iklan juga memberikan indikasi yang jarang benar tentang fungsi dasar sebuah produk dan
kadang terlalu membesar-besarkan keunggulannya.
Pasar dan Perlindungan Konsumen
Keamanan konsumen dilihat sebagai produk paling efisien bila disediakan melalui mekanisme pasar bebas di mana penjual
memberikan tanggapan terhadap permintaan konsumen.
Pasar menjamin bahwa produsen memberikan tanggapan secara memadai terhadap keinginan konsumen untuk memperoleh
keamanan.
Pandangan Kontrak Kewajiban Produsen Terhadap Konsumen
Hubungan antara perusahaan dengan konsumen pada dasarnya merupakan hubungan kontraktual, dan kewajiban moral
perusahaan pada konsumen adalah seperti yang diberikan dalam hubungan kontraktual.
Kewajiban untuk Mematuhi
Kewajiban untuk memberikan suatu produk dengan karakteristik persis seperti yang dinyatakan perusahaan, yang mendorong
konsumen untuk membuat kontrak dengan sukarela dan yang membentuk pemahaman konsumen tentang apa yang disetujui akan
dibelinya.
Pihak penjual berkewajiban memenuhi klaim yang dibuatnya tentang produk yang dijual.
Kewajiban untuk Mengungkapkan
Penjual yang akan membuat perjanjian dengan konsumen untuk mengungkapkan dengan tepat apa yang akan dibeli konsumen dan
apa saja syarat penjualannya.
Kewajiban untuk Tidak Memberikan Gambaran yang Salah
Misrepresentasi bersifat koersif : seseorang yang dengan sengaja memberikan penjelasan yang salah pada orang lain agar orang
tersebut melakukan sesuatu seperti yang diinginkannya, bukan seperti yang diinginkan orang itu sendiri apabila dia mengetahui
yang sebenarnya.
Kewajiban untuk Tidak Memaksa
Penjual berkewajiban untuk tidak memanfaatkan keadaan emosional yang mungkin mendorong pembeli untuk bertindak secara
irasional dan bertentangan dengan kepentingannya, tidak memanfaatkan ketidaktahuan, ketidakdewasaan, kebodohan, atau faktor
lain yang mengurangi atau menghapuskan kemampuan pembeli untuk menetapkan pilihan secara bebas.
Kelemahan Teori Kontraktual
1.

Mengasumsikan bahwa perusahaan melakukan perjanjian secara langsung dengan konsumen.

2.

Fokus pada faakta bahwa sebuah kontrak sama dnegan pedang bermata dua.

3.

Mengkritik asumsi bahwa pembeli dan penjual adalah sama dalam perjanjian penjualan.

Teori Due Care

Karena konsumen harus bergantung pada keahlian produsen, maka produsen tidak hanya berkewajiban untuk memberikan produk
yang sesuai dengan klaim yang dibuatnya, namun juga wajib berhati-hati untuk mencegah agar orang lain tidak terluka oleh
produk tersebut sekalipun perusahaan secara eksplisit menolak pertanggungjawaban seperti ini dan pembeli menerima penolakan
tersebut.
Tugas untuk Memberikan Perhatian
Tanggungjawab yang diberikan teori due care pada produsen: desain (tidak mengandung bahaya, dilengkapi pengaman, dan bahan
baku memadai), produksi (pengawasan proses pemanufakturan, mengidentifikasi kelemahan,dll), dan informasi (label dan
peringatan).
Kelemahan Teori Due Care
1.

Tidak ada metode yang jelas untuk menentukan kapan produsen telah memberikan perhatian yang memadai.

2.

Mengasumsikan bahwa produsen mampu menemukan risiko-risiko yang muncul dalam penggunaan sebuah produk sebelum
konsumen membeli dan menggunakannya.

3.

Parternalistik: produsen adalah pihak yang mengambil keputusan-keputusan penting bagi konsumen.

Pandangan Biaya Sosial tentang Kewajiban Perusahaan


Perusahaan harus membayar biaya kerugian yang diakibatkan oleh semua kerusakan atau cacat produk, sekalipun perusahaan
telah memberikan semua perhatian dan dalam proses pembuatannya telah mengambil langkah untuk memperingatan konsumen
tentang kemungkinan bahayanya.
Masalah dengan Pandangan Biaya Sosial
1.

Pandangan ini tidak adil karena melanggar norma-norma keadilan kompensatif.

2.

Membebankan semua biaya kerugian pada perusahaan.

3.

Beban finansial yang diberikan pada pihak perusahaan dan asuransi.

Etika Iklan
Iklan komersial didefinisikan sebagai salah satu bentuk informasi dan yang memasang iklan adalah yang memberi informasi.
Fungsi iklan adalah untuk memberikan informasi kepada konsumen.
Pengaruh Sosial Iklan
Secara psikologis iklan menurunkan citarasa manusia, merupakan pemborosan sumber daya, dan menciptakan monopoli.
Pembentukan Keinginan dalam Diri Konsumen
Iklan bersifat manupulatif yaitu dimaksudkan untuk menciptakan keinginan dalam diri konsumen untuk tujuan penyerapan output
industri.
Pengaruh pada Keyakinan Konsumen
Karena iklan merupakan salah satu bentuk komunikasi, maka iklan bisa dipercaya atau tidak.
Privasi Kosumen
Hak privasi didefinisikan sebagai hak seseorang untuk memutuskan apa, pada siapa, dan berapa banyak informasi tentang dirinya
yang boleh diungkapkan pada pihak lain.