Anda di halaman 1dari 31

ALAT BOR

KLASIFIKASI ROCK DRILL


1. Hand Held Jackhammer drills
o Penggunaan utamanya untuk pemboran ke arah
bawah dan alat bornya dipegang dengan tangan.
o Sering dipakai pada pembuatan shaft dan
pemboran batuan berukuran besar (oversize rock)
pada lubang penarikkan atau "draw point .
o Jackhammer atau sinker, terutama digunakan untuk
pekerjaan tambang secara umum seperti
pemboran "anchor holes (lubang tegak pendek
untuk baut), pin hole (lubang pendek), poholes
(peledakan bongkah batuan).

Jackhammer

2. Drifter drills
o Alat bor ini biasanya dilekatkan pada batang
hidraulik.
o Alat bor "drifters" sebagai mana namanya,
digunakan untuk kegiatan "drifting" dan "cross
cutting" suatu tambang bawah tanah dan
terowongan, dan kegiatan pemboran lainnya
dengan arah horizontal.
o Karena beratnya ringan dan dapat digunakan
pada berbagai kondisi, jackdrill sangat efektif
pada pembuatan "drift" kecil, "tunnel" kecil, dan
"stoping".

Drifter drill/jack drill

3. Stopers
o Digunakan untuk pembuatan lubang bor tegak
atau lubang yang miring ke atas.
o Alat ini disangga oleh kaki (pneumatic
telescoping) yang mempunyai gerakan dari
18-24.
o Ujung dari batang, "pneumatic telescoping"
diletakkan pada tanah dan tekanan udara
akan memungkinkan lengan bergerak dan
menempatkan alat bor pada posisi yang
diinginkan.
o Sebagaimana namanya stoper digunakan
untuk pemboran ke atas (stoping), pembuatan
lubang bor tegak (raising)dan pekerjaan lainnya
serta pekerjaan membentuk sudut ke atas.

Percussion Drill Jumbos


Dalam industri pertambangan drill jumbo adalah
sebuah unit pemboran dengan satu atau lebih alat
bor dan dilekatkan pada alat mekanik.
Drill jumbo dapat tersusun oleh beberapa alat bor
yang dilekatkan pada lengan baja dimana
beberapa dilengkapi oleh kontrol otomatis maupun
kabin peredam suara.
Masing-masing jumbo dirancang untuk kegiatan
khusus spt : fan drilling untuk operasi sublevel
caving, development, pemboran pada operasi
room and pillar, stoping pada operasi cut and fill.

Kriteria pemilihan jumbo drill


1. Jalan masuk kedaerah tambang
o Daerah kerja harus dapat dimasuki oleh jumbo yang telah
dipilih. Seringkali, jumbo harus diurai menjadi ukuran
tertentu sehingga dapat melewati lubang tegak tambang
(mine shafts).
o Oleh sebab itu konstruksi sistim baut yang memungkinkan
mengurai jumbo rnenjadi ukuran dan berat yang cocok
sangat diperlukan pada kebanyakan aplikasi jumbo.

2. Tipe Penggerak
o Umumnya, penggerak tipe roda kelabang (crawler-type
undercarriage) seyogyanya tidak digunakan pada
tambang yang mempunyai air tambang bersilat asam.
o Air bersifat asam menyebabkan aksi elektrolit dan
menyebabkan korosi dan kerusakan lebih cepat.

3. Propulsion
o Penggerak dua roda pada jumbo berban karet
mempunyai kemampuan terbatas/marginal pada
kemiringan 12 %.
o Untuk unit penggerak empat roda dengan distribusi
berat kendaraan yang bagus, sanggup dioperasikan
pada kemiringan sampai 35 %.

4. Kemampuan membelok

Komponen Jumbo
1. Rail Undercarriage
o

Bergerak diatas rel, dapat ditarik lokomotif ataupun


mempunyai penggerak sendiri.

2. Crawler Undercarriage (rantai kelabang)


o Alat pembawa jumbo sistem crawler digunakan pada
tambang yang tidak dijumbpai air tambang yang korosif.

3. Pneumatic Tired Undercarriage

Bergerak diatas roda karet.


Kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan
penggerak crawler.

4. Booms

Untuk menggerakkan dan meluruskan pemboran dan juga


mengarahkan kepermukaan terowongan.

5. Feed Shell
Berfungsi mengarahkan dan mendorong alat
bor ke depan selama operasi pemboran dan
menarik alat bor sesudah lubang bor terbentuk.
6. Drills
Dapat berupa percussion drill, rotary drill, rotarypercussion drill.

Aplikasi Jumbo Drill


1. Pembuatan shaft
o Untuk membuat lubang bor tegak (vertical Shaft) dan
lubang miring (inclined shaft)

2. Development
Untuk pembuatan lubang bukaan seperti drift
dan lubang bukaan utama.
Drift mungkin relatif lurus dan datar, sedikit
miring, menikung tajam, atau mengikuti jalur
spiral.

3. Tambang room and pillar


o Perlu adanya rancangan khusus untuk room yang lebih
besar.

4. Cut and fill stoping


o Perlu adanya perancangan tinggi dan lebar stope, sarana
jalan kepermukaan kerja, ukuran dan panjang lubang,
dan pola pemboran.

5. Sublevel Caving
o Pada sublevel caving produksi yang besar dapat dicapai
dengan melakukan pemboran yang intensif.

Room and Pillar

Cut and fill stoping

Sub Level Caving

6. Roof Bolting
o Kelas jumbo yang digunakan untuk baut batuan secara
umum dikelompokkan menjadi dua :
Untuk tambang batubara
Dirancang pada operasi dengan headroom rendah
dan dilengkapi dengan alat bor putar (rotary drills).
Untuk Tambang Batuan Keras (rock bolter)
Dirancang dengan headroom yang tinggi dan
biasanya dilengkapi dengan bor tumbuk (percussion
drills).

Roof Bolter

RAISE CLIMBER
Dipakai pada pembuatan raise secara alimak
system yaitu cara penggalian raise dimana
pekerja bertumpu pada platform yang dapat naik
turun dan dipasangkan pada guide rail.
guide rail dipasangkan pada dinding raise
dengan menggunakan rock bolt dan selalu
diperpanjang mengikuti kemajuan penggalian
raise.
Diperkenalkan tahun 1957, karena bersifat fleksibel,
ekonomis dan cepat, alimak segera menjadi sistem
yang paling sering digunakan pada pembuatan
raise diseluruh dunia.

Video alimak

Bagian-bagian raise
climber
1. Unit Penggerak
a) Penggerak udara
Pada "raise climber" yang digerakkan udara, udara bertekanan
diperoleh melalui selang udara. Selang udara ini dapat
diperpanjang secara otomatis melalui penggulung pipa. Unit
dengan penggerak udara norrnalnya direkomendasilam untuk
panjang bukaan sekitar 200 m (650 ft), tetapi pernah digunakan
sampai panjang 320 m (1050 ft).
b) Penggerak listrik

Arus listrik untuk yang digunakan untuk menggerakkan "raise


climber" di peroleh melalui kabel listrik dengan rancangan
khusus dengan kawat baja untuk membawa beban kabel
seberat 1 sampai 1,6 ton setiap 1000 m , tergantung ukuran
kabelnya. Raise climber listrik mempunyai kemampuan sekitar
1000m

c) Penggerak diesel/hidraulik
o Pembuatan raise climber sepanjang 100 m atau lebih saat ini
telah dimungkinkan dilakukan dengan raise climber yang
digerakkkan dengan tenaga diesel/hidraulik.
o Komunikasi telpon pekerja dibagian atas dan bawah dilakukan
melalui plastik terisolasi wire rope yang dilekatkan pada guide
rail.
o Pasokan udara dan air dilakukan pada stasiun terletak dibagian
bawah melalui pastik terisoloasi wire rope

2. Platforms
Platforms standar yang tersedia adalah ukuran
1,6 m x 1,6 m atau 2,4 x 2,4 m. apabila diperlukan
tersedia paltform yang lebihpanjang atau untuk
aplikasi spesial, misal : shaft atau ventilasi.
Platform dapat dirancang untuk berbagai ukuran
dan bentuk.
3. Perlengkapan keamanan
Setiap raise climber dilengkapi dengan peralatan
keamanan otomatis berbentuk roda gigi yang
terdapat dalam guide rail.
Apabila kecepatan melampui 0,9m/s raise
climber akan terkunci terhadap guide rail oleh
pengereman konikal yang terletak di dalam
safety device

Aplikasi Raise Climber


1. Vein Mining
o Digunakan untuk menambang urat pada badan bijih tipis
apabilla kondisi batuannya memungkinkan.
o Raise dibuat menghubungkan dua buah level pada bijih
dengan interval tertentu.
o Interval raise ditentukan oleh penyebaran badan bijih dan
tipe peralatan pemboran dan kemampuan pemboran
normalnya dari 20 m sampai 40 m.
o Kemudian dilakukan pemboran horisontal dan peledakan
o Bijih hasil peledakan ditarik melalui chutes pada haulage
level yang terletak dibawah atau ditarik dengan trackless
mucking

2. Perbesaran Shaft