Anda di halaman 1dari 18

Kamis, 13 Januari 2011

AsuhanKeperawatanCAMamae
(KankerPayudara)

A. Pengertian
Kanker adalah massa abnormal dari sel-sel yang mengalami
proliferasi. Sel-sel neoplasma berasal dari sel-sel yang sebelumnya
adalah sel-sel normal, selama mengalami perubahan neoplastik
mereka memperoleh derajat otonomi tertentu. ( Sylvia A Price, 1994
).
Kanker adalah buah dari perubahan sel yang mengalami
pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol. ( www.google.com )
Kanker payudara adalah jenis kanker kedua penyebab kematian
karena kanker pada wanita dengan perkiraan 46.000 meninggal.
( Danielle, Gale 2000)
Kanker payudara adalah kanker yang relatif sering dijumpai pada
wanita di Amerika Serikat dan merupakan penyebab kematian
utama pada wanita berusia antara 45 sampai 64 tahun.
( Patofisiologi, 2001)

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering pada


perempuan di samping kanker kulit, walaupun kanker ini sangat
jarang pada laki-laki ( Sylvia A. Price,dkk 2006)
Dari kelima pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kanker
payudara adalah kanker yang sering dijumpai pada wanita
dibandingkan dengan laki-laki dan merupakan penyebab utama
kematian pada wanita berusia antara 45 sampai 64 tahun.
B. Patofisiologi
Menurut Sylvia A. Price (2006) penyebab kanker payudara belum
dapat ditentukan namun terdapat beberapa faktor risiko yang telah
ditetapkan, keduanya adalah lingkungan dan genetik. Faktor-faktor
yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara adalah
tempat tinggal di negara berkembang bagian barat, keadaan
sosioekonomi yang rendah, ras, riwayat penyakit payudara
proliferatif, awitan dini menarke, terlambatnya kelahiran anak
pertama, menopouse yang terlambat, keadaan nulipara, terapi
hormon eksogen, terpajan radiasi, dan faktor-faktor makanan
(obesitas dan asupan alkohol yang tinggi).
Berdasarkan proses jangka panjang terjadinya kanker ada empat
fase menurut www.peluang.com bisnis dan wirausaha indonesia
pukul 22.21 yaitu :
1. Fase induksi : 15-30 tahun
Belum dipastikan penyebab terjadinya kanker, tetapi faktor
lingkungan memegang peranan besar dalam terjadinya kanker
pada manusia. Kontak dengan karsinogen membutuhkan waktu
bertahun-tahun sampai bisa merubah jaringan displasia menjadi
tumor ganas. Hal ini tergantung dari sifat, jumlah, dan konsentrasi
zat karsinogen tersebut, tempat yang dikenai karsinogen, lamanya
terkena, adanya zat-zat karsinogen atau ko-karsinogen lain,
kerentanan jaringan dan individu.
2. Fase in situ : 1-5 tahun

Pada fase ini perubahan jaringan muncul menjadi suatu lesi precancerous yang bisa ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paruparu, saluran cerna, kandung kemih, kulit dan akhirnya ditemukan
di payudara.
3. Fase invasi
Sel-sel menjadi ganas berkembang biak dan menginfiltrasi melalui
membran sel ke jaringan sekitarnya ke pembuluh darah serta limfe.
Waktu antara fase ketiga dan keempat berlangsung antara
beberapa minggu sampai beberapa tahun.
4. Fase diseminasi : 1-5 tahun
Bila tumor makin membesar, maka kemungkinan penyebaran ke
tempat-tempat lain bertambah.
Pentahapan patologi didasarkan pada histologi memberikan
prognosis yang lebih akurat. Tahap-tahap yang penting menurut
Brunner & Suddarth yaitu :
Tahap I terdiri atas tumor yang kurang dari 2 cm, tidak mengenai
nodus limfe, dan tidak terdeteksi adanya metastasis.
Tahap II terdiri atas tumor yang lebih besar dari 2 cm tetapi kurang
dari 5 cm dengan nodus limfe tidak terfiksasi negatif atau positif,
dan tidak terdeteksi adanya metastasis.
Tahap III terdiri atas tumor yang lebih besar dari 5 cm atau tumor
dengan sembarang ukuran yang menginvasi kulit atau dinding
dengan nodus limfe terfiksasi positif dalam area klavikular, dan
tanpa bukti adanya metastasis.
Tahap IV terdiri atas tumor dalam sembarang ukuran, dengan
nodus limfe normal atau kankerosa, dan adanya metastasis jauh.
Tipe kanker payudara menurut Brunner & Suddarth antara lain :
1. Karsinoma duktal menginfiltrasi adalah tipe histologis yang paling
umum, merupakan 75% dari semua jenis kanker payudara. Kanker
ini bila dipalpasi terasa keras. Kanker jenis ini biasanya
bermetastasis ke nodus aksila. Prognosisnya lebih buruk dibanding
dengan kanker lainnya.
2. Karsinoma lobular menginfiltrasi jarang terjadi, merupakan 5%10% kanker payudara. Tumor ini terjadi pada area penebalan yang

tidak baik pada payudara bila dibanding tipe duktal menginfiltrasi.


Karsinoma duktal menginfiltrasi dan lobular menginfiltrasi
mempunyai keterlibatan nodus aksilar yang serupa meskipun
tempat metastasisnya berbeda. Karsinoma duktal biasanya
menyebar ke tulang, paru, hepar atau otak, sedangkan karsinoma
lobular biasanya bermetastasis ke permukaan meningeal.
3. Karsinoma medular tumbuh dalam kapsul di dalam duktus. Tipe
tumor ini dapat menjadi besar tetapi meluas dengan lambat.
4. Kanker musinus, penghasil lendir dan tumbuh dengan lambat.
5. Kanker duktal-tubular jarang terjadi, karena metastasis aksilaris
secara histologi tidak lazim.
6. Karsinoma inflamatori adalah tipe kanker payudara yang jarang.
Tumor setempat ini nyeri tekan dan sangat nyeri, payudara secara
abnormal keras dan membesar. Kulit di atas tumor ini merah dan
agak hitam. Sering terjadi Edema dan retraksi puting susu.
Tanda dan gejala yang paling umum adalah benjolan atau
penebalan pada payudara. Gejala lain dari kanker payudara
meliputi kulit cekung ( lesung ), retraksi atau deviasi puting susu,
dan nyeri tekan, atau rabas khususnya berdarah dari puting. Kulit
Peau dorange, kulit tebal dengan pori-pori menonjol sama dengan
kulit jeruk, dan ulserasi pada payudara. Jika ada nodul, mungkin
menjadi keras, pembesaran nodus limfe aksilaris membesar atau
nodus supra klavikula teraba pada daerah leher. Tanda dan gejala
dari metastasis yang luas meliputi nyeri pada bahu, pinggang,
punggung bagian bawah atau pelvis, batuk menetap, anoreksia
atau berat badan menurun, gangguan pencernaan, pusing,
penglihatan kabur, dan sakit kepala.
Komplikasi utama dari kanker payudara menurut Danielle Gale dan
Jane Charette adalah metastase jaringan sekitarnya dan juga
melalui saluran limfe dan pembuluh darah ke organ-organ lain.
Tempat yang sering untuk metastase jauh adalah paru-paru, pleura,
tulang dan hati. Metastase ke tulang kemungkinan mengakibatkan
fraktur patologis, nyeri kronik dan hiperkalsemia. Metastase ke

paru-paru akan mengalami gangguan ventilasi pada paru-paru dan


metastase ke otak mengalami gangguan persepsi sensorik.
Untuk deteksi dini kanker payudara bisa dilakukan beberapa cara
antara lain pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sejak usia 20
tahun, dilakukan selama sebulan sekali sesudah haid, pemeriksaan
berkala oleh dokter setiap 2-3 tahun pada usia 20-40 tahun.
Mamografi 1-2 kali pada usia 35 hingga 49 tahun.
Adapun langkah-langkah SADARI untuk memudahkan mengetahui
ada tidaknya kanker di payudara terlampir.
C. Penatalaksanaan
1. Medis
Pembedahan, dikelompokkan dalam 3 kategori, yaitu:
a. Mastektomi total (sederhana), yaitu mengangkat semua jaringan
payudara, tetapi semua atau kebanyakan nodus limfe dan otot dada
tetap utuh.
b. Mastektomi radikal modifkasi mengangkat seluruh payudara,
beberapa atau semua nodus limfe dan kadang-kadang otot
pektoralis minor prosedur membatasi (contoh lumpektomi) mungkin
dilakukan pada pasien rawat jalan yang hanya berupa tumor dan
beberapa jaringan sekitarnya diangkat.
c.Mastektomi/lumpektomi dengan diseksi kelenjar getah bening
aksila radiasi/kemoterapi.
d. Terapi radiasi dapat digunakan untuk mengatasi kanker payudara
terinflamasi sebelum diberikan kemoterapi. Dapat juga digunakan
untuk mengatasi penyakit yang kambuh secara lokal, untuk
menangani fungsi ovarium, dan untuk mengatasi gejala dari
metastase penyakit.
e. Kemoterapi, kemoterapi ajufan untuk kanker payudara
melibatkan kombinasi obat multiple yang lebih efektif daripada
terapi dosis tunggal. Kombinasi yang paling sering dianjurkan
disebut CMF dan meliputi siklofosfamid (Cytoxan), metotrexat,
fluorasil (5-FU) dengan atau tanpa tamoksifen.
2. Keperawatan

Rencana keperawatan menurut Marilynn E. Doengoes yaitu


membantu
pasien/orang
terdekat
menerima
stress
situasi/prognosis, mencegah komplikasi, membuat program
rehabilitasi individual, memberikan informasi tentang penyakit,
prosedur, prognosis dan kebutuhan pengobatan.
D. Pengkajian
Pengkajian pada klien dengan kanker payudara menurut Doenges,
Marilynn E (2000) diperoleh data sebagai berikut:
1. Aktifitas/istirahat:
Gejala: kerja, aktifitas yang melibatkan banyak gerakan
tangan/pengulangan, pola tidur (contoh, tidur tengkurap).
2. Sirkulasi
Tanda: kongestif unilateral pada lengan yang terkena (sistem limfe).
3. Makanan/cairan
Gejala: kehilangan nafsu makan, adanya penurunan berat badan.
4. Integritas Ego
Gejala: stresor konstan dalam pekerjaan/pola di rumah. Stres/takut
tentang diagnosa, prognosis, harapan yang akan datang.
5. Nyeri/kenyamanan
Gejala: nyeri pada penyakit yang luas/metastatik (nyeri lokal jarang
terjadi
pada
keganasan
dini).
Beberapa
pengalaman
ketidaknyamanan atau perasaan lucu pada jaringan payudara.
Payudara
berat,
nyeri
sebelum
menstruasi
biasanya
mengindikasikan penyakit fibrokistik.
6. Keamanan
Tanda: massa nodul aksila. Edema, eritema pada kulit sekitar.
7. Seksualitas
Gejala: adanya benjolan payudara, perubahan pada ukuran dan
kesimetrisan payudara. Perubahan pada warna kulit payudara atau

suhu, rabas puting yang tak biasanya, gatal, rasa terbakar atau
puting meregang. Riwayat menarke dini (lebih muda dari usia 12
tahun), menopause lambat (setelah 50 tahun), kehamilan pertama
lambat
(setelah
usia
35
tahun).
Masalah
tentang
seksualitas/keintiman.
Tanda: perubahan pada kontur/massa payudara, asimetris. Kulit
cekung,
berkerut,
perubahan
pada
warna/tekstur
kulit,
pembengkakan, kemerahan atau panas pada payudara. Puting
retraksi, rabas dari puting (serosa, serosangiosa, sangiosa, rabas
berair
meningkatkan kemungkinan kanker, khususnya bila disertai
benjolan)
8. Penyuluhan/pembelajaran
Gejala: riwayat kanker dalam keluarga (ibu, saudara wanita, bibi
dari ibu atau nenek). Kanker unilateral sebelumnya kanker
endometrial atau ovarium.
Pertimbangan Rencana Pemulangan: DRG menunjukkan rata-rata
lama
dirawat
4
hari.
Membutuhkan
bantuan
dalam
pengobatan/rehabilitasi, keputusan, aktivitas perawatan diri,
pemeliharaan rumah.
Pemeriksaan Diagnostik
a). Mamografi: memperlihatkan struktur internal payudara, dapat
untuk mendeteksi kanker yang tak teraba atau tumor yang terjadi
pada tahap awal.
b). Galaktografi: mamogram dengan kontras dilakukan dengan
menginjeksikan zat kontras ke dalam aliran duktus.
c). Ultrasound: dapat membantu dalam membedakan antara massa
padat dan kista dan pada wanita yang jaringan payudaranya keras,
hasil komplemen dari mamografi.
d). Xeroradiografi: menyatakan peningkatan sirkulasi sekitar sisi
tumor.
e). Termografi: mengidentifikasi pertumbuhan cepat tumor sebagai
titik panas karena peningkatan suplai darah dan penyesuaian
suhu kulit yang lebih tinggi.

f). Diafanografi (transimulasi): mengidentifikasi tumor atau massa


dengan membedakan bahwa jaringan mentransmisikan dan
menyebarkan sinar. Prosedur masih diteliti dan dipertimbangkan
kurang akurat daripada mamografi.
g). Scan CT dan MRI: teknik scan yang dapat mendeteksi penyakit
payudara, khususnya massa yang lebih besar atau tumor kecil,
payudara mengeras yang sulit diperiksa dengan mamografi. Teknik
ini tidak bisa untuk pemeriksaan rutin dan tidak untuk mamografi.
h).Biopsi payudara (jarum atau eksisi): memberikan diagnosa
definitif terhadap massa dan berguna untuk klasifikasi histologi
pentahapan dan seleksi terapi yang tepat.
i). Asai hormon reseptor: menyatakan apakah sel tumor atau
spesimen biopsi mengandung reseptor hormon (estrogen dan
progresteron). Pada sel malignan, reseptor kompleks estrogen-plus
merangsang pertumbuhan dan pembagian sel. Kurang lebih
duapertiga semua wanita dengan kanker payudara reseptor
estrogennya positif dan cenderung berespon baik terhadap terapi
hormon menyertai terapi primer untuk memperluas periode bebas
penyakit dan kehidupan.
j). Foto dada, pemeriksaan fungsi hati, hitung sel darah dan scan
tulang: dilakukan untuk mengkaji adanya metastase.
E. Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan analisa data menurut Doengoes (2000) dan Brunner &
Suddarth (1999), ditemukan diagnosa keperawatan sebagai
berikut :
Pra operasi :
Ansietas berhubungan dengan diagnosis kanker, pengobatannya
dan prognosis.
Pasca operasi :
1. Nyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan, trauma
jaringan, interupsi saraf, diseksi otot.
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan
jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, perubahan pada
elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan
( radiasi ).

3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan mastektomi dan efek


samping radiasi dan kemoterapi.
4. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan
neorumuskular, nyeri, pembentukan edema.
5. Kurang perawatan diri berhubungan dengan imobilitas parsial
lengan atas pada tempat yang dioperasi.
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi
mengenai penyakitnya.
F. Intervensi
Setelah diagnosa keperawatan ditemukan, dilanjutkan dengan
perencanaan untuk setiap diagnosa keperawatan menurut
Doengoes (2000) dan Brunner dan Suddarth (1999) sebagai berikut
:
Pra operasi :
Ansietas berhubungan dengan diagnosis kanker, pengobatannya
dan prognosis.
Kriteria evaluasi : menunjukan rentang perasaan yang tepat
Intervensi : a. Yakinkan informasi pasien tentang diagnosis,
harapan intervensi pembedahan, dan terapi yang akan datang. b.
Jelaskan tujuan dan persiapan untuk tes diagnostik. c. Berikan
perhatian, keterbukaan dan penerimaan juga privasi orang
terdekat. d. Berikan informasi tentang sumber komunitas bila ada.
Pasca operasi
1. Nyeri berhubungan dengan prosedur pembedahan, trauma
jaringan, interupsi saraf, diseksi otot.
Kriteria evaluasi: Tampak rileks, mampu tidur atau istirahat dengan
tepat, mengekspresikan penurunan nyeri.
Intervensi : a. Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya, dan
intensitas (skala 0-10) b. Diskusikan sensasi masih adanya
payudara normal. c. Bantu pasien menemukan posisi nyaman. d.
berikan tindakan kenyamanan dasar tehnik relaksasi. e. Sokong
dada saat latihan nafas dalam. f. Berikan obat nyeri yang tepat
pada jadwal teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktivitas
dijadwalkan. g. Berikan analgetik sesuai dengan indikasi.

2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pengangkatan


jaringan, perubahan sirkulasi, adanya edema, perubahan pada
elastisitas kulit, sensasi, destruksi jaringan (radiasi).
Kriteria evaluasi : Meningkatkan waktu penyembuhan luka,
menunjukan
prilaku/tehnik
untuk
meningkatkan
penyembuhan/mencegah komplikasi.
Intervensi: a. Kaji balutan luka, awasi jumlah edema, kemerahan,
dan nyeri pada insisi dan lengan. Awasi suhu. b. Tempatkan pada
posisi semi fowler pada punggung atau sisi yang tidak sakit dengan
lengan tinggi dan disokong dengan bantal. c. Jangan melakukan
pengukuran TD, menginjeksikan obat atau memasukan IV pada
lengan yang sakit.
d. Dorong untuk menggunakan pakaian
yang tidak sempit , beritahu pasien untuk tidak menggunakan jam
tangan atau perhiasaan lain pada tangan yang sakit. e. Berikan
antibotik sesuai indikasi.
3. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan mastektomi dan
efek samping radiasi dan kemoterapi.
Kriteria evaluasi : menunjukan gerakan ke arah penerimaan diri
dalam situasi, pengenalan dan ketidaktepatan perubahan dalam
konsep diri tanpa menegatifkan harga diri, menyusun tujuan yang
realistik dan secara aktif berpartisipasi dalam program terapi.
Intervensi: a. Identifikasi masalah peran sebagai wanita, istri, ibu,
wanita karier dan sebagainya. b. Dorong pasien untuk
mengekspresikan perasaan misal marah, bermusuhan dan
berduka. c. Diskusikan tanda dan gejala depresi dengan orang
terdekat. d. Yakinkan perasaan pasangan sehubungan dengan
aspek seksual, dan memberikan informasi dan dukungan.
c
5. Kurang perwatan diri berhubungan dengan imobilitas parsial
lengan atas pada tempat yang dioperasi.
Kriteria evaluasi : Menghindari kerusakan mobilitas dan pencapaian
perawatan diri hingga tingkat yang paling tinggi.

Intervensi : a. Dorong pasien untuk berparstisipasi secara aktif


dalam perawatan pasca operasi. b. Dorong agar pasien
bersosialisasi, terutama dengan orang- orang yang telah secara
berhasil mengatasi keadaan serupa. c. Buat modifikasi progresif
dalam program latihan pasien sesuai tingkat kenyamanan dan
toleransi. d. Beri pujian pada pasien ketika tampak kreatif atau
rapih.
6. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
mengenai penyakitnya.
Kriteria evaluasi : Menyatakan pemahaman proses penyakit dan
pengobatan melakukan prosedur yang perlu dengan benar dan
menjelaskan alasan tindakan, melakukan perubahan pola hidup dan
berpartisipasi pada program pengobatan..
Intervensi : a. Kaji proses penyakit, prosedur pembedahan, dan
harapan yang akan datang. b. Diskusikan perlunya keseimbangan
kesehatan, nutrisi, makan dan pemasukan cairan yang adekuat. c.
Anjurkan pasien untuk melindungi tangan dan lengan bila berkebun.
Anjurkan menggunakan alat waspada medik. d. Tunjukan
penggunaan kompres intermiten sesuai kebutuhan. e. Dorong
pemeriksaan diri teratur pada payudara yang masih ada.
G. Implementasi
Pelaksanaan merupakan tindakan mandiri dasar berdasarkan
ilmiah, masuk akal dalam melaksanakan yang bermanfaat bagi
klien yang diantisipasi berhubungan dengan diagnosa keperawatan
dan tujuan yang telah ditetapkan (Bulechek and Closkey 1985).
Pelaksanaan merupakan pengelolaan dan perwujudan dari rencana
keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan.
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien dapat berupa
tindakan mandiri maupun tindakan kolaborasi.
Dalam pelaksanaan tindakan langkah-langkah yang dilakukan
adalah mengkaji kembali keadaan klien, validasi rencana
keperawatan, menentukan kebutuhan dan bantuan yang diberikan
serta menetapkan strategi tindakan yang dilakukan. Selain itu juga
dalam pelaksanaan tindakan semua tindakan yang dilakukan pada

klien dan respon klien pada setiap tindakan keperawatan


didokumentasikan
dalam
catatan
keperawatan.
Dalam
pendokumentasian catatan keperawatan hal yang perlu
didokumentasikan adalah waktu tindakan dilakukan, tindakan dan
respon klien serta diberi tanda tangan sebagai aspek legal dari
dokumentasi yang dilakukan.
Untuk diagnosa keperawatan ansietas tindakan yang dilakukan
yaitu meyakinkan informasi kepada pasien tentang diagnosis,
menjelaskan tujuan dan persiapan untuk tes diagnostik. Untuk
diagnosa keperawatan nyeri tindakan yang dilakukan yaitu mengkaji
keluhan nyeri, membantu pasien menemukan posisi yang nyaman,
memberikan obat analgetik sesuai indikasi program dokter. Untuk
diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit tindakan yang
dilakukan yaitu mengkaji balutan luka, menempatkan pada posisi
semi fowler pada punggung atau sisi yang tidak sakit dengan
lengan tinggi dan di sokong dengan bantal. Untuk diagnosa
keperawatan gangguan citra tubuh tindakan yang dilakukan yaitu
mengidentifikasi masalah peran sebagai wanita, istri, ibu, wanita
karier, mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaannya
misal, marah, bermusuhan dan berduka. Untuk diagnosa
keperawatan kerusakan mobilitas fisik tindakan yang dilakukan
yaitu membantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai keperluan,
meningkatkan latihan sesuai indikasi, misal ekstensi aktif lengan
dan rotasi bahu saat berbaring di tempat tidur. Untuk diagnosa
keperawatan kurang perawatan diri tindakan yang dilakukan yaitu
mendorong pasien untuk berpartisipasi secara aktif dalam
perawatan pasca operasi, memberikan pujian pada pasien ketika
tampak kreatif dan rapih. Untuk diagnosa keperawatan kurang
pengetahuan tindakan yang dilakukan yaitu mengkaji proses
penyakit, prosedur pembedahan dan harapan yang akan datang,
mendiskusikan perlunya keseimbangan kesehatan, nutrisi, makan
dan pemasukan cairan yang adekuat.
H. Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap akhir dari proses keperawatan yang
mengukur seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan dapat

tercapai berdasarkan standar atau kriteria yang telah ditetapkan.


Evaluasi merupakan aspek penting didalam proses keperawatan,
karena menghasilkan kesimpulan apakah intervensi keperawatan
diakhiri atau ditinjau kembali atau dimodifikasi kembali. Dalam
evaluasi prinsip obyektifitas, reliabilitas dan validitas dapat
dipertahankan agar keputusan yang diambil tepat.
Evaluasi proses keperawatan ada dua yaitu evaluasi proses
( formatif ) dan evaluasi hasil ( sumatif ). Evaluasi proses adalah
evaluasi yang dilakukan segera setelah tindakan dilakukan dan
didokumentasikan pada catatan keperawatan. Sedangkan evaluasi
hasil adalah evaluasi yang dilakukan untuk mengukur sejauhmana
pencapaian tujuan yang ditetapkan, dan dilakukan pada akhir
asuhan.
Seorang perawat harus mampu menafsirkan hasil evaluasi dari
masalah keperawatan klien yaitu sebagai berikut :
1. Tujuan tercapai
Bila klien menunjukkan perubahan perilaku dan perkembangan
kesehatan sesuai dengan kriteria pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
2. Tujuan tercapai sebagian
Bila klien menunjukkan perubahan dan perkembangan kesehatan
hanya sebagian dari kriteria pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
3. Tujuan tidak tercapai
Bila klien menunjukkan tidak ada perubahan perilaku dan
perkembangan kesehatan atau bahkan timbul masalah baru.
Untuk evaluasi diagnosa keperawatan ansietas hasil yang
diharapkan yaitu menunjukkan rentang perasaan yang tepat. Untuk
evaluasi diagnosa keperawatan nyeri hasil yang diharapkan yaitu
mengekspresikan penurunan nyeri. Untuk evaluasi diagnosa
keperawatan kerusakan integritas kulit hasil yang diharapakan yaitu
menunjukkan
perilaku/tehnik
untuk
meningkatkan
penyembuhan/mencegah komplikasi. Untuk evaluasi diagnosa
keperawatan gangguan citra tubuh hasil yang diharapkan yaitu
menunjukkan gerakan ke arah penerimaan diri dalam situasi
pengenalan dan ketidaktepatan perubahan dalam konsep diri tanpa

menegatifkan harga diri. Untuk diagnosa keperawatan kerusakan


mobilitas fisik hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan keinginan
untuk berpartisipasi dalam terapi, menunjukkan tehnik yang
memampukan melakukan aktivitas. Untuk diagnosa keperawatan
kurang perawatan diri hasil yang diharapkan yaitu menunjukkan
pencapaian perawatan diri hingga tingkat yang paling tinggi. Untuk
diagnosa keperawatan kurang pengetahuan hasil yang diharapkan
yaitu menunjukkan pemahaman proses penyakit dan pengobatan
melakukan prosedur yang perlu dengan benar dan menjelaskan
alasan tindakan.

ASUHAN KEPERAWATAN KANKER PAYUDARA (CA MAMMAE)


A.PENGERTIAN CARSINOMA MAMMAE

Carsinoma mammae adalah neolasma ganas dengan pertumbuhan jaringan mammae


abnormal yang tidak memandang jaringan sekitarnya, tumbuh infiltrasi dan destruktif dapat
bermetastase

Soeharto

Resko

Prodjo,

1995)

Carsinoma mammae merupakan gangguan dalam pertumbuhan sel normal mammae dimana
sel abnormal timbul dari sel sel normal, berkembang biak dan menginfiltrasi jaringan limfe dan
pembuluh

darah

B.PENYEBAB

Juall

DAN

Menurut
1.

(Lynda

C.
Ca

Carpenito,

FAKTOR

J.
Payudara

H.

1995).

PREDISPOSISI
Van
yang

de

Velde
terdahulu

Terjadi malignitas sinkron di payudara lain karena mammae adalah organ berpasangan

2.

Keluarga

Diperkirakan 5 % semua kanker adalah predisposisi keturunan ini, dikuatkan bila 3 anggota
keluarga

terkena

3.

Kelainan

carsinoma
payudara

mammae.

benigna

Kelainan fibrokistik ( benigna ) terutama pada periode fertil, telah ditunjukkan bahwa wanita
yang
4.

menderita

Makanan,

pernah

menderita

berat

badan

yang

porliferatif

dan

faktor

sedikit

meningkat.

resiko

lain

Status sosial yang tinggi menunjukkan resiko yang meningkat, sedangkan berat badan yang
berlebihan ada hubungan dengan kenaikan terjadi tumor yang berhubungan dengan oestrogen
pada

wanita

5.

Faktor

post

menopouse.

endokrin

dan

reproduksi

Graviditas matur kurang dari 20 tahun dan graviditas lebih dari 30 tahun, Menarche kurang dari
12

tahun

6.

Obat

anti

konseptiva

oral

Penggunaan pil anti konsepsi jangka panjang lebih dari 12 tahun mempunyai resiko lebih besar
untuk

terkena

kanker.

C.GAMBARAN
Menurut

KLINIK
William

Godson

1.Tanda

III.

M.

carsinoma

Kanker payudara kini mempunyai ciri fisik yang khas, mirip pada tumor jinak, massa lunak,
batas

tegas,

2.Gejala

mobile,

bentuk

bulat

dan

elips

carsinoma

Kadang tak nyeri, kadang nyeri, adanya keluaran dari puting susu, puting eritema, mengeras,
asimetik, inversi, gejala lain nyeri tulang, berat badan turun dapat sebagai petunjuk adanya
metastase.

E.PATOFISIOLOGI
Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem duktal,
mula mula terjadi hiperplasia sel sel dengan perkembangan sel sel atipik. Sel - sel ini akan
berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma. Carsinoma membutuhkan waktu 7
tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat
diraba ( kira kira berdiameter 1 cm). Pada ukuran itu kira kira seperempat dari carsinoma

mammae telah bermetastasis. Carsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung


ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah ( Price, Sylvia, Wilson
Lorrairee

ASUHAN

M,

KEPERAWATAN

Masalah

1995

KANKER

PAYUDARA

keperawatan

(CA

MAMMAE)

1.Nyeri berhubungan dengan manipulasi jaringan dan atau trauma karena pembedahan,
interupsi

saraf,

diseksi

otot.

2.Kerusakan integristas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi, adanya edema, destruksi
jaringan.
3.Resiko terjadi infeksi berhubungan dengan kerusakan drainase limpatik necrose jaringan.
4.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan mammae dan atau perubahan
gambaran

mammae.

5.Kurang pengetahuan berhubungan dengan carsinoma mammae dan pilihan pengobatan


6.Nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

berhubungan

dengan

kemotherapi

7.Anxietas berhubungan dengan lingkungan Rumah Sakit yang tidak dikenal, ketidakpastian
tentang hasil pengobatan carsinoma, perasaan putus asa dan tak berdaya dan ketidak cukupan
pengetahuan

tentang

carsinoma

dan

pengobatan.

G.FOKUS

PENGKAJIAN

KEPERAWATAN

1.Nyeri berhubungan dengan manipulasi jaringan dan atau trauma karena pembedahan,
interupsi

saraf,

a.Kaji

tingkat

diseksi

nyeri

dengan

P.

Provoking

Kinerja

Lokasi
:

Skala

pada

individu

Waktu

dengan

pekerjaan

T.

Penyebab

Time

S.

Kwalitas

Severate

nyeri

R.

Region

efek

Q.

Quality

b.Kaji

otot.

menggunakan

individu

tanggung

jawab

Interaksi

dan

keluarga
peran

sosial
Keuangan

Aktifitas

sehari

Kognitif
Unit

keluarga

hari

alam

respon

perasaan

anggota

keluarga

2.Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi, adanya edema, destruksi
jaringan
Hal

yang

a.Identifikasi

dikaji

faktor

b.Identifikasi

rasional

penyebab

untuk

C1
C2
C3
C4

Tahap

dan

tahap
I

Tahap

eritema

yang

II

ulserasi

IV

III
:

ulserasi

pengobatan,

integritas
kerusakan

integritas

perkembangan

Tahap
Tahap

kerusakan

pencegahan

c.Identifikasi

tidak

memutih

pada

ulserasi
meluas

otot,

dari

epidermis
meliputi
telinga

kulit
atau
lemak

dan

struktur

yang

utuh

dermis
kutan
penunjang

3.Resiko terjadinya infeksi berhubungan dengan kerusakan drainase limfatik, necrose jaringan
a.Kaji
b.Kaji

tanda

radang
intake

c.Kaji

pemberian

d.Kaji

hasil

obat

dengan

benar

laboratorium

waktu,

obat,

Hb,

nama,

dosis,

Albumin,

cara)

Lekosit)

4.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan mammae dan atau perubahan
gambaran

mammae

Hal

yang

a.Kaji

perasaan

b.Kaji

respon

dikaji

terhadap

kehilangan

negatif

:
dan

verbal

perubahan

dan

mammae

non

verbal

5.Kurang pengetahuan berhubungan dengan carsinoma mammae dan pilihan pengobatan


Hal

yang

dikaji

a.Tingkat

pendidikan

b.Kemampuan

dalam

c.Perilaku

6.Nutrisi

mempersepsikan

kesehatan

kurang

Hal

status

yang

dari

kebutuhan

yang

kesehatan

tidak

berhubungan

tepat

dengan

dikaji

a.Kaji

kemotherapi
:

intake

b.Pantau
c.Kaji

berat
hasil

d.Kaji

laboratorium

badannya
(

Hb,

mual

Albumin,

dan

Gula

darah

muntah

7.Ansietas berhubungan dengan lingkungan Rumah Sakit yang tidak dikenal, ketidak pastian
tentang pengaobatan, perasaan putus asa dan tak berada, ketidak cukupan pengetahuan
carsinoma

dan

Hal

yang

a.Kaji

dan

b.Kaji

tingkat

c.Kaji

pengobatan
dikaji

ukur
kecemasan,
tingkat

tanda
ringan,

:
-

tanda

sedang,
pendidikan

berat,

vital
panik