Anda di halaman 1dari 12

BAB II

GASIFIKASI BATU BARA


Gasifikasi batubara merupakan konversi batubara menjadi produk gas dalam sebuah
reaktor, dengan atau tanpa menggunakan pereaksi berupa udara, campuran udara/uap air atau
campuran oksigen/uap air. Berbeda dengan pembakaran batubara, gasifikasi adalah proses
pemecahan rantai karbon batubara ke bentuk unsur atau senyawa kimia lain. Pada dasarnya
gasifikasi batubara adalah reaksi oksidasi parsial dari batubara dengan oksigen atau udara.
Proses gasifikasi dilakukan dalam suatu reaktor yang disebut dengan gasifier.
Pada proses Gasifikasi, udara yang diperlukan lebih rendah dari udara yang digunakan
untuk proses pembakaran (wikipedia.com).
Selama proses gasifikasi reaksi kimia utama yang terjadi adalah endotermis
(memerlukan panas dari luar selama proses berlangsung). Media yang paling umum
digunakan pada proses gasifikasi ialah udara dan uap. Produk yang dihasilkan dapat
dikategorikan menjadi tiga bagian utama, yaitu padatan, cairan (termasuk gas yang dapat
dikondensasikan), dan gas permanen seperti karbon monoksida (CO) , karbon dioksida
(CO2), hidrogen (H2), metan (CH4), dan nitrogen (N2) yang dapat digunakan sebagai bahan
bakar .
Selama proses gasifikasi terdapat beberapa tahapan proses yaitu :
1.

Tahapan pemanasan di mana temperatur padatan naik sampai sebelum terjadi proses
pengeringan.

2.

Tahap pengeringan di mana terjadi pelepasan uap air dari padatan.

3.

Tahap pemanasan lanjut di mana temperatur padatan naik kembali sampai sebelum
terjadi proses devolatilisasi.

4.

Tahap devolatilisasi di mana volatil dalam padatan keluar sampai tersisa arang. Zat
volatil yang keluar tergantung dari bahan bakar yang digunakan, volatil dapat terdiri dari
gas-gas H2O, H2N2, O2, CO, CO2, CH4, H2S, NH3, C2H6 dan hidrokarbon tidak jenuh.

5.

Tahap pembakaran arang (terjadi jika masih terdapat udara yang tersisa).

Prinsip reaksi kimia pada proses gasifikasi sebagai berikut :


1.

Pirolisis
Pirolisis atau devolatilisasi disebut juga sebagai gasifikasi parsial. Suatu rangkaian
proses fisik dan kimia terjadi selama proses pirolisis yang dimulai secara lambat pada T

Gasifikasi Batu Bara

< 350 C dan terjadi secara cepat pada T > 700 C. Komposisi produk yang tersusun
merupakan fungsi temperatur, tekanan, dan komposisi gas selama pirolisis berlangsung.
Proses pirolisis dimulai pada temperatur sekitar 230C, ketika komponen yang tidak
stabil secara termal, seperti lignin pada biomassa dan volatile matters pada batubara,
pecah dan menguap bersamaan dengan komponen lainnya. Produk cair yang menguap
mengandung tar dan PAH (polyaromatic hydrocarbon). Produk pirolisis umumnya
terdiri dari tiga jenis, yaitu gas ringan (H2, CO, CO2, H2O, dan CH4), tar, dan arang.
Secara umum reaksi yang terjadi pada pirolisis beserta produknya adalah:

2.

Oksidasi (Pembakaran)
Oksidasi atau pembakaran arang merupakan reaksi terpenting yang terjadi di dalam
gasifier. Proses ini menyediakan seluruh energi panas yang dibutuhkan pada reaksi
endotermik. Oksigen yang dipasok ke dalam gasifier bereaksi dengan substansi yang
mudah terbakar. Hasil reaksi tersebut adalah CO2 dan H2O yang secara berurutan
direduksi ketika kontak dengan arang yang diproduksi pada pirolisis. Reaksi yang terjadi
pada proses pembakaran adalah:
C + O2 CO2

+ 393.77 kJ/mol karbon

Reaksi pembakaran lain yang berlangsung adalah oksidasi hidrogen yang terkandung
dalam bahan bakar membentuk kukus. Reaksi yang terjadi adalah:
H2 + O2 H2O

3.

+ 742 kJ/mol H2

Reduksi (Gasifikasi)
Reduksi atau gasifikasi melibatkan suatu rangkaian reaksi endotermik yang disokong
oleh panas yang diproduksi dari reaksi pembakaran. Produk yang dihasilkan pada proses
ini adalah gas bakar, seperti H2, CO, dan CH4. Reaksi berikut ini merupakan empat
reaksi yang umum telibat pada gasifikasi.
a. Water-gas reaction
Water-gas reaction merupakan reaksi oksidasi parsial karbon oleh kukus yang
dapat berasal dari bahan bakar padat itu sendiri (hasil pirolisis) maupun dari sumber
yang berbeda, seperti uap air yang dicampur dengan udara dan uap yang diproduksi
dari penguapan air. Reaksi yang terjadi pada water-gas reaction adalah:

Gasifikasi Batu Bara

C + H2O H2 + CO

131.38 kJ/kg mol karbon

Pada beberapa gasifier, kukus dipasok sebagai medium penggasifikasi dengan


atau tanpa udara/oksigen.
b. Boudouard reaction
Boudouard reaction merupakan reaksi antara karbondioksida yang terdapat di
dalam gasifier dengan arang untuk menghasilkan CO. Reaksi yang terjadi pada
Boudouard reaction adalah :
CO2 + C 2CO

172.58 kJ/mol karbon

c. Shift conversion
Shift conversion merupakan reaksi reduksi karbonmonoksida oleh kukus untuk
memproduksi hidrogen. Reaksi ini dikenal sebagai water-gas shift yang menghasilkan
peningkatan perbandingan hidrogen terhadap karbonmonoksida pada gas produser.
Reaksi ini digunakan pada pembuatan gas sintetik. Reaksi yang terjadi adalah sebagai
berikut:
CO + H2O CO2 + H2

41.98 kJ/mol

d. Methanation
Methanation merupakan reaksi pembentukan gas metan. Reaksi yang terjadi
pada methanation adalah:
C + 2H2 CH4

+ 74.90 kJ/mol karbon

Pembentukan metan dipilih terutama ketika produk gasifikasi akan digunakan


sebagai bahan baku industri kimia. Reaksi ini juga dipilih pada aplikasi IGCC
(Integrated Gasification Combined-Cycle) yang mengacu pada nilai kalor metan yang
tinggi.

Gasifikasi Batu Bara

BAB III
REAKTOR GASIFIKASI (GASIFIER)
Gasifikasi melibatkan reaksi sumber karbon, kemungkinan bergabung dengan
hidrogen biasanya sumber hidrogen berasal dari steam dan/atau oksigen untuk yield gas yang
terdiri dari hidrogen, karbonmonoksida, karbondioksida, dan metana. Proporsi komponen gas
ini bergantung pada rasio reaktan yang digunakan dan kondisi reaksi.
Teknologi gasifikasi dapat dikelompokkan berdasarkan konfigurasi aliran dari unit
gasifiernya. Konfigurasi yaitu :
1.

Fixed bed

2.

Fluidized bed

3.

Entrained flow

4.

Molten bath

3.1 Jenis Gasifier


3.1.1. Fixed bed
Pada konfigurasi ini, batubara diumpankan dari atas kemudian perlahan-lahan turun
kebawah dan dipanaskan oleh gas panas dari arah bawah. Batubara melewati zona
karbonisasi kemudian zona gasifikasi, akhirnya sampai pada zona pembakaran pada
bagian bawah gasifier tempat reaktan gas diinjeksi. Sistem ini diilustrasikan pada
Gambar berikut ini :

Reaksi kimia yang terjadi dalam fixed bed gasifier, yaitu :

Gasifikasi Batu Bara

Pada proses gasifikasi dengan fixed bed gasifier ada 4 zona reaksi yaitu :
1. Zona devolatilisasi
Pada zona ini terjadi penguapan uap air dan zat-zat volatil yang terkandung dalam
batubara.
2. Zona Gasifikasi
Pada zona ini uap air yang dialirkan dan CO2 yang terbentuk dari pembakaran
sempurna bereaksi dengan batubara pada suhu tinggi membentuk gas sintesis yang
terdiri dari CO, H2 dan N2.
3. Zona Pembakaran
Pada zona ini oksigen yang masuk bereaksi dengan sebagian batubara membentuk
CO2 dan H2O yang diperlukan dalam reaksi gasifikasi.
4. Zona abu
Zona ini adalah tempat penampungan abu yang dihasilkan, baik hasil reaksi
pembakaran maupun reaksi gasifikasi.

3.1.2. Fluidized bed


Dalam fluidized bed gasifier, reaktor gas digunakan untuk membuat fluidisasi
material batubara. Untuk menghindari sintering dari abu, fluidized bed gasifier dibatasi
beroperasi pada temperatur non-slagging.

Gasifikasi Batu Bara

Batubara dimasukkan dari bagian samping sedangkan oksidannya dari arah bawah.
Oksidan (O2 dan uap) selain berperan sebagai reaktan pada proses, juga berfungsi
sebagai media lapisan mengambang dari batubara yang digasifikasi. Dengan kondisi
penggunaan oksidan yang demikian maka salah satu fungsi tidak akan dapat maksimal
karena harus melengkapi fungsi lainnya atau bersifat komplementer.
Pada gasifier jenis unggun terfluidakan, kontak yang terjadi saat pencampuran antara
gas dan padatan sangat kuat sehingga perbedaan zona pengeringan, pirolisis, oksidasi,
dan reduksi tidak dapat dibedakan. Salah satu cara untuk mengetahui proses yang
berlangsung pada gasifier jenis ini adalah dengan mengetahui rentang temperatur
masing-masing proses, yaitu:
1.

Pengeringan: T > 150 C

2.

Pirolisis/Devolatilisasi: 150 < T < 700 C

3.

Oksidasi: 700 < T < 1500 C

4.

Reduksi: 800 < T < 1000 C

Gasifikasi Batu Bara

Gambar Ilustrasi Pemanfaatan Fluidized Bed Gasifier dalam Pembangkit Listik Tenaga Batu Bara

Jika dibandingkan dengan jenis gasifikasi lainnya, gasifikasi unggun terfluidakan


memiliki beberapa keunggulan, di antaranya adalah:
Mampu memproses bahan baku berkualitas rendah,
Kontak antara padatan dan gas bagus,
Luas permukaan reaksi besar sehingga reaksi dapat berlangsung dengan cepat,
Efisiensi tinggi, dan
Emisi rendah.

3.1.3. Entrained flow


Batubara dialirkan kedalam gasifier secara cocurrent atau bersama-sama dengan agen
gasifikasi atau oksidan berupa uap air dan oksigen. Entrained flow gasifier beroperasi
pada temperature dan tekanan tinggi serta aliran turbulen sehingga menyebabkan laju
konversi yang tinggi. Pada entrained gasifier, batubara dihaluskan sampai ukuran kurang
dari 0,1 mm diumpankan dengan reaktan gas ke dalam chamber dimana reaksi gasifikasi
terjadi seperti halnya sistem pembakaran bahan bakar berbentuk serbuk.
Entrained-flow gasifiers memiliki beberapa karakteristik, diantaranya :
1. Dapat mengolah berbagai macam karakteristik umpan
2. Kebutuhan oksidan yang besar

Gasifikasi Batu Bara

3. Keseragaman suhu dalam reaktor


4. Waktu tinggal yang pendek
5. Konversi karbon tinggi, namun effisiensi gas yang rendah

Gambar Entrained Gasifier dengan Perbedaan Aliran Umpan Masuk

3.1.4. Molten bath


Molten bath mirip dengan sistem fluidized bed dimana reaksi terjadi dalam medium
yang tercampur merata dengan inersia panas tinggi. Temperatur operasi tergantung pada
tipe bath : untuk slag dan molten metal bath diperlukan temperatur tinggi (1400
1700oC), tetapi untuk temperatur 1000oC dapat digunakan molten salt. Reaktan gas dapat
diinjeksi dari atas seperti jet kemudian berpenetrasi kedalam permukaan bath atau dapat
diumpankan ke bottom bath.

Gambar Molten Bath Gasifier

Gasifikasi Batu Bara

10

3.2 Perbedaan Gasifier


Fixed bed gasifier termasuk dalam kategori sistem aliran counter current, fluidized
bed dan molten bath gasifier dapat dianggap sebagai reaktor tanki pengaduk kontinyu
dan entrained gasifier sebagai sistem aliran co-current.
Aliran counter current dalam reaktor fixed bed, memindahkan zat-zat volatil yang
dihasilkan dari gasifier tanpa melewati zona gasifikasi temperatur tinggi atau zona
pembakaran. Karakteristik komposisi produk gas pada fixed bed gasifier yaitu adanya
uap tar (bila digunakan antrasit atau devolatilisasi char/coke sebagai bahan baku) dan
yield metana yang tinggi. Residence time yang paling lama terdapat pada fixed bed
gasifier dimana kecepatan gas dibatasi untuk menghindari semburan serbuk batubara ke
dalam aliran produk gas. Sedangkan residence time terpendek terdapat dalam entrained
gasifier.
Perbedaan residence time padatan diantara tipe gasifier merupakan hal substansial.
Pada fixed bed residence time padatan biasanya beberapa jam. Sedangkan pada fluidized
bed atau molten bath pada umumnya sekitar 1 jam. Pada fluidized bed, char yang tidak
terkonversi dikumpulkan dan diumpankan ke gasifier lainnya atau ke pembakar.
Sedangkan pada entrained kecuali untuk hidrogasifikasi, umumnya beroperasi pada
temperatur slagging untuk mencapai laju reaksi dan konversi karbon yang tinggi.
Residence time yang pendek pada entrained membuat kontrol pada kondisi operasi
gasifikasi lebih sulit dan perlu adanya kekonsistensian umpan batubara.

Gasifikasi Batu Bara

11

Tabel 1. Perbandingan jenis-jenis gasifier


Parameter

Fixed/Moving Bed

Fluidized Bed

Entrained Bed

Ukuran umpan

< 51 mm

< 6 mm

< 0.15 mm

Terbatas

Baik

Sangat baik

Sangat baik

Baik

Buruk

Toleransi jenis umpan

Batubara kualitas
rendah

Batubara kualitas
rendah dan biomassa

Segala jenis batubara,


tetapi tidak cocok
untuk biomassa

Kebutuhan oksidan

Rendah

Menengah

Tinggi

Kebutuhan kukus

Tinggi

Menengah

Rendah

Temperatur reaksi

1090 C

800 1000 C

> 1990 C

Temperatur gas
keluaran

450 600 C

800 1000 C

> 1260 C

Produksi abu

Kering

Kering

Terak

Efisiensi gas dingin

80%

89.2%

80%

Kapasitas penggunaan Kecil

Menengah

Besar

Permasalahan

Konversi karbon

Pendinginan gas
produk

Toleransi kehalusan
partikel
Toleransi kekasaran
partikel

Produksi tar

3.3 Manfaat/fungsi gasifikasi


Beberapa keunggulan dari teknologi gasifikasi yaitu :

Mampu menghasilkan produk gas yang konsisten yang dapat digunakan sebagai
pembangkit listrik

Mampu memproses beragam input bahan bakar termasuk batu bara, minyak mentah berat
(heavy crude oil), biomassa, berbagai macam sampah kota (municipal waste), dan lain
sebagainya

Mampu mengubah sampah yang bernilai rendah menjadi produk yang bernilai lebih
tinggi

Mampu mengurangi jumlah sampah padat

Gas yang dihasilkan tidak mengandung furan dan dioksin yang berbahaya.

Gasifikasi Batu Bara

12

Teknik Gasifikasi merupakan salah satu teknik untuk menghasilkan bahan bakar salah
satunya dari batu bara tanpa menggunanakn proses pembakaran secara langsung.
Terdapat beberapa perbedaan antara dua proses tersebut, di antaranya adalah sebagai
berikut :
Perbedaan

Gasifikasi
Meningkatkan

Tujuan

nilai

Pembakaran
tambah

dan

kegunaan dari sampah atau material


dengan nilai rendah
Konversi

Jenis proses

kimia

dan

sebelum dibersihkan

atau

sempurna

menggunakan sedikit oksigen atau menggunakan udara berlebih

H2, CO, H2S, NH3 dan partikulat

(oksigen)
CO2, H2O, SO2, NOx dan
partikulat

Komposisi gas bersih H2 dan CO

CO2 dan H2O

Produk padatan

Arang atau kerak (slag)

Abu

Temperatur (oC)

700-1500

800-1000

Tekanan

Lebih dari 1 atm

1 atm

Gasifikasi Batu Bara

panas

mendestruksi sampah

termal Pembakaran

tanpa oksigen
Komposisi gas kotor

Membangkitkan

13

DAFTAR PUSTAKA
Habib. 2008. Gasifikasi Batubara dengan Unggun Terfluidisasi. http://majarimagazine.com
/2008/06/gasifikasi-batubara-dengan-unggun-terfluidakan/ [Diakses 31 Oktober
2014]
PT. Power Service Indonesia. 2011. Definisi Gasifikasi Batubara. http://gasifikasibatubara.
blogspot.com/2011/05/definisi-gasifikasi-batubara.html [Diakses 31 Oktober
2014]
noname. http://id.wikipedia.org/wiki/Gasifikasi
noname. http://www.litbang.esdm.go.id/
noname. http://ardra.biz/sain-teknologi/ilmu-dan-teknologi-terapan/proses-gasifikasikonversi
-batubara-menjadi-gas/
noname.

http://www.netl.doe.gov/research/coal/energy-systems/gasification/gasifipedia

entrainedflow [Diakses 31Oktober 2014]

Gasifikasi Batu Bara

14