Anda di halaman 1dari 2

Metoprolol

Sandika Dwi Putri,Sandika Dwi Putri - detikHealth


Jumat, 02/07/2010 14:36 WIB

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)


Aneurisma Aorta Abdominalis

Metoprolol (diolah)
Metoprolol adalah jenis obat beta-blocker yang bekerja dengan cara mempengaruhi
tekanan syaraf dalam beberapa bagian tubuh seperti jantung. Obat ini hanya digunakan
berdasarkan resep dokter.
Indikasi:
Untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Dosis:
1. 5 mg (diberikan IV) selama 2 menit
2. Boleh diulangi selama setiap 5 menit untuk total keseluruhan 15 mg
3. Berikan dosis oral 15 menit setelah pemberian IV terakhir: 50 mg melalui mulut
(per oral) diberikan 4 kali sehari x 48 jam
4. Setelah itu: Dosis lanjutan 100 mg melalui mulut (per oral), diberikan 2 kali
sehari.
Efek Samping:
Efek CNS (kelelahan, depresi, pusing, kebingungan, gangguan tidur); Efek CV (gagal
jantung, hipotermia, impotensi); Efek berturut-turut (bronchospasma pada pasien yang
rentan dan obat dengan kandungan beta1 harus digunakan secara hati-hati pada pasien
ini); Efek GI (N/V, diare, konstipasi); Efek metabolik (bisa memproduksi hiper- atau
hipoglikemia, perubahan pada serum kolestrol & trigliserid.
Instruksi Khusus:
1. Amati HR, BP, & ECG selama pemberian IV.

2. Setelah pemberian IV pertama, pasien tanpa efek samping terbatas mungkin


pemberiannya diubah secara oral dengan target jeda HR antara 50-60 bpm.
3. Berkontra-indikasi dengan bradycardia, SBP <100mmHg, sumbatan pada paruparu, tanda-tanda dari peripheral hipoperfusi.
4. Gunakan dengan hati-hati pada pasien penderita bronchopasma, asma, atau
penyakit pernapasan lainnya. Gunakan dengan hati-hati pada penderita depresi,
pasien dengan peripheral vascular disease (PVD) dan pasien pengguna insulin.
5. Beta-blockers mungkin menutupi gejala-gejala hipertiroidisme dan hipoglikemia,
dan mungkin memperburuk psoriosis.
6. Pasien yang dalam pengobatan jangka panjang tidak boleh menghentikan
pengunaan secara tiba-tiba, harus berhenti secara bertahap selama 1-2 minggu.