Anda di halaman 1dari 3

Satyam Computer Services Ltd, merupakan sebuah Perusahaan IT ternama di India yang

melayani sepertiga lebih perusahaan dalam Fortune 500. Satyam melakukan ekspansi ke 66
negara, dan memiliki 53.000 pegawai yang tersebar di seluruh cabangnya. Satyam melakukan
penawaran pertamanya (IPO) di Bombay Stock Exchange pada tahun 1991 dan sejak itu
perusahaan berkembang pesat selama tahun 1990 hingga 2000an. Perusahaan-perusahaan di
seluruh dunia-pun mulai melirik India untuk mencari solusi teknologi informasi.
Pada Maret 2008, Satyam melaporkan kenaikan revenue sebesar 46,3 persen menjadi 2,1 milyar
dolar AS. Di Oktober 2008, Satyam mengatakan bahwa revenue-nya akan meningkat sebesar 1921 persen menjadi 2,55-2,59 milyar dolar pada bulan Maret 2009. Melihat semua reputasinya,
pantas saja jika Satyam dinobatkan menjadi raksasa IT terbesar keempat di India.
Pada 16 Desember 2008, Satyam mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi controlling
interest di Maytas Infrastucture dan Maytas Properties senilai $1,6juta. Keluarga dari Ramalinga
Raju, yaitu pemilik Satyam, menguasai saham yang besar di dua perusahaan Maytas tersebut.
Kekhawatiran terhadap valuasi dari dua entitas tersebut, timing, metode pembayaran dari para
direktur independen menimbulkan penyelidikan yang lebih mendalam oleh investor Satyam dan
akhirnya terjadi pembatalan rencana akuisisi tersebut. Kejadian tersebut kemudian diikuti dengan
empat direktur independen mengundurkan diri dan Raju mengakui atas tindakan manipulasi
laporan keuangan sebesar $1juta selama beberapa tahun terakhir.
Pada 7 Januari 2009, Ramalinga Raju, Chairman dari Satyam Computer Services Ltd,
mengatakan bahwa sekitar 1,04 milyar dolar saldo kas & bank Satyam adalah palsu (jumlah itu
setara dengan 94% nilai kas & bank Satyam di akhir September 2008) Dalam suratnya yang
dikirimkan ke jajaran direksi Satyam, Ramalinga Raju juga mengakui bahwa dia memalsukan
nilai pendapatan bunga diterima di muka (accrued interest), mencatat kewajiban lebih rendah
dari yang seharusnya (understated liability) dan menggelembungkan nilai piutang (overstated
debtors).
Pada awalnya, Satyam fraud dilakukan dengan menggelembungkan nilai keuntungan
perusahaan. Setelah dilakukan selama beberapa tahun, selisih antara keuntungan yang
sebenarnya dan yang dilaporkan dalam laporan keuangan semakin lama semakin besar.

Alhasil menyusul skandal fraud dalam laporan keuangan Satyam, pada 10 Januari 2009 harga
saham Satyam jatuh menjadi 11,5 rupees, atau hanya senilai 2% dari harga saham tertingginya di
tahun 2008 sebesar 544 rupees. Satyam adalah pemenang penghargaan the coveted Golden
Peacock Award for Corporate Governance under Risk Management and Compliance Issues di
tahun 2008. Gelar itu kemudian dicabut sehubungan dengan skandal fraud yang dihadapinya.
Satyam selama enam tahun terakhir melakukan

pelaporan yang salah. Hal ini bermula

dari keinginan Ramalingga Raju untuk mendapatkan ijin perolehan dana dari bank untuk
melakukan ekspansi Satyam. Sehingga Raju melakukan beberapa manipulasi seperti yang
diungkapkan dalam surat yang dibuat oleh Ramalingga Raju pada saat meninggalkan
jabatan Chairman di Satyam bawah ini :
a.

Saldo kas dan bank sebesar 50,40 miliar adalah fiktif jika dibandingkan dengan RS 53,61
milyar yang ditunjukkan dalam pembukuan

b.

Piutang bunga fiktif sebesar RS 3,67miliar

c.

Utang yang understated senilai RS 12,3 miliar untuk dana dana yang saya atur

d.

Piutang yang terlalu tinggi(overstated) senilai RS 4,90 miliar. (yang ditunjukkan di


pembukuan sebesar RS 26,51 miliar)

e.

Untuk Q2 September, pendapatan lebih besar RS 5,88 milyar dan operating margin yang
dilaporkan senilai Rs 6,49 miliar seharusnya bernilai Rs 610 juta. Hal ini mengakibatkan
adanya saldo kas fiktif senilai Rs 5,88 miliar.

It was like riding a tiger, not knowing how to get off without being eaten - Ramalingga RajuPada 14 Januari 2009, auditor Satyam selama 8 tahun terakhir Price Waterhouse India
mengumumkan bahwa laporan auditnya berpotensi tidak akurat dan tidak reliable karena
dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Satyam. Institusi akuntan di
India ICAI, meminta PwC memberikan jawaban resmi dalam 21 hari terkait skandal Satyam. Ini
bukan pertama kalinya PwC tersangkut masalah di India. Pada 2005, The Reserve Bank of India
melarang PwC untuk mengaudit bank selama 8 tahun karena melakukan audit yang tidak
memadai atas non-performing asset dari Global Trust Bank. PwC menghadapi investigasi terkait

kegagalannya mengidentifikasi fraud senilai 21 juta euro di divisi air mineral grup perusahaan
Greencore.