Anda di halaman 1dari 2

KASUS FARMAKOTERAPI

DIABETES MELLITUS
KASUS 1

Tuan AS, usia 45 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 75 kg
dinyatakan menderita DM tipe 2. Tekanan darah 125/70 mmHg. Data
gula darah puasa 180 mg/dL, gula darah 2 jam setelah makan adalah
250 mg/dL, nilai HbA1c 10%. Terapi yang diberikan adalah Daonil 5 mg
2 dd 1 dan Actos 2 dd 1. Setelah satu bulan terapi, kondisi DM
dinyatakan terkendali/teregulasi.
Pada suatu hari pasien mengikuti aktivitas olah raga di
kampungnya. Pasien merasakan pusing, berkeringat dingin, terjatuh
dan hampir pingsan. Salah seorang warga yang merupakan tenaga
medis segera memberikan pertolongan sehingga pasien dapat normal
kembali.
Lima tahun kemudian pasien memeriksakan diri ke laboratorium
klinik dan diperoleh hasil sebagai berikut:
- TD
: 160/90 mmHg
- GDP
: 150 mg/dL
- GD 2PP : 210 mg/dL
Selain itu pasien juga mengeluhkan sering merasa kesemutan dan
nyeri pada daerah kaki, perut sering merasa penuh dan diare.
PERTANYAAN:
1. Apa yang anda ketahui tentang DM dan gejala apa yang muncul
pada penderita?
2. Jelaskan keadaan patofisiologi pasien tersebut!
3. Apa makna data laboratorium pasien tersebut?
4. Nilai HbA1c pasien mencapai 10%, apa maknanya? Apa kaitan
HbA1c dengan DM?
5. Bagaimana mekanisme kerja obat antidiabetes yang diberikan
pada pasien tersebut?
6. Mengapa kegiatan olahraga dapat menyebabkan pasien hampir
pingsan? Bagaimana cara pertolongannya?
7. Pada tahun ke-5, komplikasi DM apa yang terjadi pada pasien
tersebut? Jelaskan patogenesisnya!
8. Bagaimana terapi yang diberikan untuk mengatasi keluhan
komplikasi tersebut?

DIABETES MELITUS
KASUS II

Tuan AC, usia 50 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 85 kg,
dengan riwayat DM sejak 8 tahun yang lalu, datang ke dokter dengan
keluhan badan lemas, pegal-pegal, kaki sering kesemutan dan terasa
nyeri terutama pada malam hari. Selain itu, pasien juga mengeluhkan
perutnya yang sering terasa penuh dan diare. Data klinik menunjukkan
TD 160/90 mmHg, suhu tubuh 37C, denyut nadi 70/menit.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil sebagai berikut:
GDP
GD 2 jam PP
HbA1c
HDL
LDL
Kolesterol

:
:
:
:
:
:

170 mg/dL
290 mg/dL
11%
20 mg/dL
180 mg/dL
250 mg/dL

TG
: 278 mg/dL
Na
: 137 mmol/L
K
: 3,5 mmol/L
Cl
: 99 mmol/L
Kreatinin serum: 3 mg/dL
Albuminuria : positif

Terapi yang diberikan :


Glibenklamid 5 mg 2 dd1
Metformin 500 mg 3 dd1
Simvastatin 10 mg 1 dd1
Captopril 25 mg 2 dd1
Asetosal 80 mg 1 dd1
PERTANYAAN:
1. Bagaimana patogenesis DM pasien tersebut?
2. Apa makna data laboratorium pasien tersebut?
3. Apa saja komplikasi DM yang dialami pasien tersebut? dan apa
dasarnya?
4. Bagaimana patogenesis timbulnya komplikasi tersebut?
5. Mengapa dipilih terapi kombinasi untuk mengatasi DM?
6. Bagaimana mekanisme kerja OAD tersebut?
7. Jelaskan manfaat terapi lainnya!
8. Adakah usulan terapi tambahan untuk pasien diatas?