Anda di halaman 1dari 4

EVALUASI RONGGA MULUT PASIEN HIPERTENSI

Sebelum dilakukan berbagai macam perawatan pada rongga mulut pasien yang
menderita hipertensi, maka Dokter gigi harus dapat melakukan evaluasi terlebih
dahulu pada rongga mulut pasien. Hal ini sangat penting, mengingat pengevaluasian
ini akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari penatalaksanaan yang akan
dilakukan oleh seorang dokter gigi. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum di
lakukan penatalaksanaan perawatan gigi dan mulut pada pasien hipertensi secara
umum yaitu :
1. Mengidentifikasi pasien
Melakukan anamnesis riwayat pasien hipertensi yang lalu, obat obatan yang
di konsumsi, tanda tanda dan gejalanya kemudian lakukan pengukuran
tekanan darah
2. Memonitor pasien
Dokter gigi harus meyakinkan bahwa pasien tetap dalam keadaan tenang dan
selalu memeriksa tekanan darahnya setiap kunjungan
3. Mengontrol nyeri
Dengan cara bekerja dengan lembut dan tidak menimbulkan trauma pada
pasien
4. Mengurangi stress dan cemas
Dengan cara menciptakan hubungan yang baik dengan pasien, menghindari
prosedur yang lama dan menimbulkan kecemasan, serta dilakukan pemberian
premedikasi
5. Menghindari interaksi obat
Contohnya penggunaan analgesic non steroid karena dapat mengurangi efek
antihipertensi
Selain yang telah di sebutkan di atas, ada beberapa hal yang harus di perhatikan
oleh dokter gigi dalam mengani pasien hipertensi, yaitu :

1. Anastesi local
-

Pasien yang mengalami hipertensi diobati di bawah anastesi local yang


tidak menimbulkan kecemasan sehingga menaikkan ekanan darah

Penggunaan vasokonstriktor seperti epinefrin dalam anastesi local dapat


berpengaruh terhadap tekanan darah dan denyut jantung, walaupun dengan
dosis yang minimal dan jangka waktu yang pendek

Penggunaan epinefrin dlam anastesilokal pada pasien hipertensi tidak


terkontrol dan pada prosedur operasi dapat menimbulkan kontraindikasi

Untuk pasien terkontrol dosis epinefrin yang aman adalah maksimum


0,04% mg, 2% lidocaine dengan perbandingan 1:100.000

2. Control kecemasan
-

Kecemasan dan stress yang sering di hubungkan dengan naiknya tekanan


darah dapat mempercepat pompaan jantung. Hal ini dapat di atasi dengan
menggunakan teknik anastesi nitrogen oksida ysng dspst mengurangi
kecemasan dan peninggian tekanan darah, tekanan sistolik dan diastolic
10-15 mmHg diberikan 10 menit sebelum tindakan operasinya di lakukan.

3. Waktu perawatan gigi yang tepat


-

Perawatan sebaiknya di lakukan pada sore hari saat lidahtidak melakukan


aktivitas

karena

meningkatnya

tekanan

darah

pada

penderita

hipertensisering di kaitkan pengan jam jam idiopatik.


Beberapa gejala akibat dari manifestasi penyakit hipertensi harus dapat
diminimalisir khususnya pada rongga mulut pasien, seperti halnya Xerostomia,
pembesaran gingiva, Periodontitis, Burning Mouth syndrom, gusi berdarah, dan lain
sebagainya. Adapun, evaluasi dari berbagai gelaja, dapat kita perhatikan sebagai
berikut:
1. Xerostomia
Xerostomia merupakan suatu gejala mulut kering yang disebabkan karena
berkurangnya atau tidak adanya air liur.

Air liur yang berkurang atu mungkin bahkan tidak ada sama sekali pada
penderita hipertensi, merupakan suatu efek dari penggunaan obat-obatan.
Beberapa obat-obatan yang sebagai pemicu adanya gejala mulut kering
sebagai berikut :

Diuretik

Penghambat Adrenoreseptor Beta (-blocker)

Calcium Channel Blocker (Antagonis Kalsium)

Penghambat Angiotensin-Converting Enzim (ACE-Inhibitor)

Antagonis Reseptor Angiotensin II (Angiotensin receptor blocker, ARBs)

Kesemua obat tersebut merupakan macam-macam obat Antihipertensi yang


sangat berpengaruh pada Xerostomia.
Xerostomia ini akan mengakibatkan berbagai masalah lain yang tak kalah
serius, seperti halnya Karies. Karies akan muncul akibat adanya pertumbuhan
dari bakteri Streptococcus, bakteri ini akan semakin tidak terkontrol
pertumbuhannya apabila mulut dalam kondisi asam yang tinggi, serta Oral
Hygiene yang kurang baik.
Pada pasien yang nantinya akan dilakukan perawatan, kondisi rongga mulut
pasien harus terkontrol dengan baik. Seperti halnya apabila pasien yang akan
menggunakan gigi tiruan lepasan, apabila pasien masih dalam keadaan
Xerostomia dan OH buruk, maka akan menyebabkan sensasi panas pada
jaringan lunak pendukung gigi tiruannya.
Cara penanggulangan Xerostomia pada sebelum dilakukan pembuatan gigi
tiruan dapat dilakukan berdasarkan tingkat keadaan Xerostomia yang
dihadapi.

Xerostomia yang bersifat reversible


Perawatan dapat dilakukan secara lokal ataupun sistemik.
Perawatan lokal meliputi : Membasuh mulut dengan air , teh, sodium
kloride dan sodium bikarbonat , gliserin, atau dengan larutan sitrat 2%.

Perawatan sistemik biasanya dilakukan pada pasien Xerostomia


reversible taraf lanjut .
Perawatan sistemik meliputi : Penanganan dengan menggunakan obatobatan yang bersifat merangsang produksi kelenjar saliva (sialogogue)
seperti pilokarpin, nikotinamide atau asam sitrat

Xerostomia yang irreversible


Untuk pasien seperti ini dilakukan penanganan dengan menggunakan
saliva sintetis, biasanya mengandung musin, sorbitol dan garam equivalen
dengan saliva seperti : VA-lube, Xerolube, dan Saliment. Cara pemberian
dapat diteteskan di mulut, dioleskan pada lidah, disemprotkan, dikumur,
atau dalam bentuk permen kunyah.

Setelah keadaan rongga mulut pasien membaik, maka dapat dilakukan


penatalsanaan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Petterson.Dan. monitoring Blood Pressure in Dental Office, Why?. 2003.
Available at :http/www.dentalgentlecare.com/monitor_blood_pressure. Htm
2. Sherman robet, horgital istivan. Dental management of Hipertensive
patient.2001
3. Rita asmarida penatalakasaa pasien hipertensi di praktek dojter gigi USU erepository
4. Sidabutar, R.P. 1996. Penyakit Ginjal dan Hipertensi Berkaitan Dengan
Perawatan Gigi dan Mulut. Penerbit Buku Kedokteran :EGC.

Anda mungkin juga menyukai