Anda di halaman 1dari 5

1

CAPACITY

Kapasitas adalah suatu tingkat keluaran, suatu kuantitas keluaran dalam


periode tertentu dan merupakan kuantitas keluaran tertinggi yang mungkin selama
periode tertentu. Kapasitas adalah suatu ukuran kemampuan produktif suatu
fasilitas per unit waktu. Berikut beberapa definisi kapasitas yang secara umum
diterima sebagai berikut :
1.

Design capacity yaitu keluaran persatuan waktu untuk mana pabrik dirancang

2.

Rate capacity yaitu tingkat keluaran persatuan waktu yang menunjukkan


bahwa fasilitas secara teoritik mempunyai kemampuan memproduksinya.

3.

Standar Capacity yaitu tingkat keluaran persatuan waktu yang ditetapkan


sebagai sasaran pengoperasian bagi manajemen, supervise dan operator mesin
dapat digunakan sebagai dasar bagi penyusunan anggaran

4.

Peak Capacity yaitu jumlah keluaran persatuan waktu yang dapat dicapai
melalui maksimasi keluarn dan akan mungkin dilakukan dengan kerja
lembur, menambah tenaga kerja, menghapuskan penundaan-penundaan ,
mengurangi jam istirahat dan sebagainya.

5.

Actual dan atau operating Capacity yaitu tingkat keluaran rata-rata persatuan
waktu selama periode-periode waktu yang telah lewat
Kapasitas atau tingkat keluaran pada umumnya dinyatakan dalam satuan-

satuan sebutan persamaan seperti batang, ton, kilogram, meter atau jam,
sedangkan satuan-satuan waktu yang sangat penting bagi perencanaan kapasitas
dapat dinyatakan dalam satuan seperti jam, hari, minggu , bulan atau tahun.

CAPABILITY
(Kapabilitas (capability) adalah sebuah kemampuan tertentu atau kapasitas
yang dimiliki seseorang/sesuatu untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu.
Melalui kegiatan peningkatan kapabilitas, pemuda akan akan memiliki kapasitas
yang sesuai dengan passionnya untuk dikembangkdengan kapabilitas yang lebih
baik lagi).
1

http://mutiarailmudrajat.blogspot.com/2011/01/perencanaan-kapasitas.html

Capability artinya kemampuan dalam melakukan suatu hal.


Capable artinya mempunyai kemampuan (an adjective of persons).
Incapable berarti tidak dapat/tidak mampu, tidak mempunyai kemampuan untuk
melakukan sesuatu.
Ungkapan Kemampuan (Capability)
1. Although my father is 56 years old, he is still capable of driving ship well.
2. The situation is capable of improvement.
3. They think i have the qualification needed for this job.
4. Andi is able to draw anything well.

Ungkapan Ketidakmampuan (Incapbility)


1. You don't know anything about making a good writing.
2. I don't thing you have the ablility to do this work.
3. They are not able to play basketball well.
4. I am incapable of speaking Spanish.
5. The girl knows nothing about chemistry.

Manual Skill (Keterampilan Manual)


Ditempat kerja, termasuk tempat kerja yang sarat dengan muatan
teknologi, peran dan keterlibatan langsung orang didalam kegiatan kerja akan
tetap dibutuhkan. Untuk menjalankan berbagai kegiatan ditempat kerja masih
tetap dibutuhkan keterampilan manual karena keterampilan ini yang dibutuhkan
pada waktu manusia berinteraksi dengan teknologi. Keterampilan manual (fisik)
yang dibutuhkan di tempat kerja kontemporer biasanya bersifat generic, karena
keterampilan fisik yang spestialistik ini, kini sudah banyak digantikan oleh
teknologi. Kini, keterampilan manual itu tidak lagi berupa keterampilan untuk
menjalankan proses produksi seperti yang dahulu perlu dikuasai oleh pekerja
sebagai bagian dari suatu sistem manusia-mesin. Keterampilan manual yang saat
ini masih sangat dibutuhkan ditempat kerja adalah yang diperlukan untuk
menjalankan, mengendalikan, dan memelihara teknologi produksi.

Brain Skill
2

Otak mengendalikan fungsi yang berbeda-beda. Bagian-bagian otak

adalah:
Batang Otak, mengendalikan fungsi-fungsi penyangga kehidupan dasar misalnya
pernapasan dan laju denyut jantung. Mengontrol tingkat kesiagaan. Menyiagakan
anda

terhadap

informasi

sensorik

yang

masuk.

Mengendalikan

suhu.

Mengendalikan proses pencernaan. Menyampaikan informasi dari serebelum.


Serebelum atau otak kecil atau otak belakang, mengendalikan gerakan
tubuh dalam ruang dan menyimpan ingatan untuk respon-respon dasar yang
dipelajari.
Sistem Limbik atau otak tengah, yang posisinya sedikit lebih ke depan dan terdiri
atas Talamus dan Ganglia Basal atau otak tengah. Sistem Limbik penting bagi
pembelajaran dan ingatan jangka pendek tetapi juga menjaga homeostatis di
dalam tubuh (tekanan darah, suhu tubuh dan kadar gula darah). Terlibat dalam
emosi ketahanan hidup dari hasrat seksual atau perlindungan diri.
Istilah-istilah populer yang memayungi kegiatan belahan otak kiri adalah
Akademik
Intelektual
Bisnis
Belahan otak kanan :
Artistik
Kreatif
Naluriah
Sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa kekuatan dan kelemahan yang
berkelanjutan dari keterampilan kortikal setiap orang lebih merupakan fungsi
kebiasaan daripada desain dasar otak. Bila seseorang memiliki kelemahan pada
area tertentu, kemudian dilatih maka keterampilan dan kekuatan orang tersebut di
area-area lain ikut menguat. Misalnya A lemah dalam keterampilan menggambar
dilatih menggambar dan melukis, maka kinerja akademisnya akan meningkat

http://ilovebiologi.wordpress.com/artikel/bagaimana-memory-bertahan-di-otak-kita/

secara keseluruhan, terutama pada bidang-bidang seperti geometri dimana


persepsi dan imajinasi berperan penting.
Contoh lain adalah keterampilan yang dimiliki otak kanan yaitu melamun
yang sangat penting bagi ketahanan hidup otak. Melamun memberi istirahat yang
sangat diperlukan kepada bagian-bagian otak yang melakukan pekerjaan analitis
dan pengulangan, melatih pemikiran proyektif dan imajinatif dan memberi kita
kesempatan untuk mengintehrasikan dan mencipta. Kebanyakan jenisu besar
menggunakan lamunan yang diarahkan untuk membantu mereka memecahkan
masalah, menghasilkan ide dan mencapai tujuan.

Stimulus
Teori asosiasi (stimulus-respon) dari edward lee thorndike
Edward L. Thorndike (1874-1949) adalah seorang pendidik dan psikolog
berkebangsaan Amerika, yang merupakan salah seorang penganut paham
psikologi tingkah-laku. Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara
stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan
belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui
alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik
ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan.
Edward Lee Thorndike, menemukan teori Stimulus dan Respon setelah
melakukan percobaan, yang dinamakan trial and error (Mencoba dan kegagalan)
percobaan yang terkenal adalah percobaan yang dilakukan pada seekor kucing
yang dimasukkan dalam sebuah kurungan yang disebut problem box. Dalam
keadaan lapar, terkunci dalam kurungan yang hanya bisa dibuka ketika menekan
tombol engsel dari dalam, diberikan daging ikan diluar kurungan sebagai hadiah
buat kucing jika berhasil keluar.
Kucing mencoba mencakar seluruh dinding kurungan namun gagal dan
gagal lagi, lalu kucing tanpa sengaja menginjak tombol engsel hingga pintu
kurungan berhasil terbuka. Percobaan itu dilakukan berulang ulang hingga
kucing mempunyai sedikit waktu untuk membuka kurungan dan akhirnya kucing

tanpa harus mencakar keseluruh ruangan ia mampu membuka kurungan dengan


cepat.
Maksud dari percobaan ini adalah mengetahui respon kucing, yang belum
tau mengenai hal yang dihadapi, namun ia tetap berusaha terus walaupun berulang
kali gagal hingga dia mulai menemukan respon yang tepat, dan ia
mempertahankan respon yang benar itu dan meninggalkan respon yang salah. Saat
itulah suatu percobaan dikatakan berhasil jika sesuatu yang diharapkan sesuai
dengan yang terjadi (fakta). Dan dari percobaan itu muncul beberapa teori, yakni:
1.

Law of effect
Artinya, jika sebuah Respon menghasilkan efek yang memuaskan maka
hubungan stimulus dan respon akan semakin kuat.

2.

Law of readiness
Yaitu kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme berasal dari
pendayagunaan satuan pengantar (conduction unit)

3.

Law of exercise
Adalah hubungan antara Stimulus dan Respon akan semakin kuat bila sering
dilatih, dan akan melemah jika jarang dilatih.
Menurut teori Thorndike inti teorinya yaitu ketika melakukan sesuatu

memang harus ada kegagalan-kegagalan sebelumnya. Ketika ia gagal maka ia


akan terus mencoba sampai akhirnya ia bisa berhasil. Dalam artian inti dari teori
Thorndike ini adalah sistem coba-coba.