Anda di halaman 1dari 7

Pengertian dan Contoh Paragraf Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi adalah karangan yang menyajikan sejumlah


pengetahuan atau informasi.
Ciri-ciri dari paragraf eksposisi, antara lain adalah:
- Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
- Gaya bersifat informatif
- Fakta dipakai sebagai alat kontribusi
- Fakta juga dipakai sebagai alat konkritasi
- Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega
Tujuan dari Paragraf eksposisi untuk memaparkan atau menjelaskan
sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah.
Contoh tema: Manfaat jejaring sosial facebook
Struktur Teks eksposisi, antara lain adalah:
- Tesis (Pembukaan)
- Argumentasi (Isi)
- Penegasan ulang (Penegasan ulang)
Jenis-jenis Teks eksposisi,antara lain adalah:
- Eksposisi definisi
- Eksposisi proses
- Eksposisi klasifikasi
- Eksposisi ilustrasi
- Eksposisi perbandingan
- Eksposisi laporan
Paragraf Eksposisi ialah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan
untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas
pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber
karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan,
penelitian atau pengalaman
Macam macam paragraf eksposisi
1. eksposisi definisi
2. eksposisi proses
3. eksposisi klasifikasi
4. eksposisi ilustrasi (contoh)
5. eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
6. eksposisi laporan
Ciri ciri paragraf eksposisi
1. berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan
2. menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana;
3. disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku
4. Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap

penulis terhadap pembaca


Contoh paragraf eksposisi:
1. Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
Bekam atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan
dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam
tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia
berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena
tingginya oksidan dalam tubuh.
2. Contoh Paragraf Eksposisi Proses
Hingga saat ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum
merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di
Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan singkong. Mereka
mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan
nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan
bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah
belum merata
TEKS EKSPOSISI LENGKAP
Apa itu teks eksposisi ?
Apakah susah membuat teks eksposisi ?
Bagi peserta didik yang membutuhkan informasi mengenai
pengertian, tujuan, ciri, jenis, struktur, contoh, dan analisis
struktur teks eksposisi silahkan baca postingan saya berikut :
TEKS EKSPOSISI
A.

Pengertian Teks Eksposisi


Teks eksposisi adalah jenis teks yang berisi tentang paparan pendapat
pribadi terhadap suatu permasalahan.

B.

Tujuan Teks Eksposisi


Teks eksposisi bertujuan untuk memberi penjelasan atau informasi tanpa
didasari maksud tertentu.

C.
1.
2.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi


Berisi pendapat tentang masalah tertentu, namun tetap objektif.
Diperjelas dengan fakta dapat berupa angka, statistik, gambar, grafik,
tabel, dan peta.
3. Mempunyai analisis dan bukti
4. Diakhiri dengan penegasan pendapat.
5.
Argumentasinya satu sisi, yaitu sisi yang mendukung atau sisi yang
menolak.
D. Jenis Teks Eksposisi
1. Eksposisi definisi

Batasan pengertian sesuatu dengan menfokuskan pada karakteristik


sesuatu itu.
Contoh :
Brokoli (Brassica oleracea ) adalah tanaman sayuran yang
termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli
berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno
dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan. Brokoli mengandung
vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga
mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa
antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung
senyawaan isotiosianat yang ditengarai memiliki aktivitas antikanker.
Namun, meskipun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan,
manfaat brokoli untuk kecantikan memang belum begitu dikenal
masyarakat luas.
2.

Eksposisi berita
Berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jenis ini banyak
ditemukan pada surat kabar.
Contoh :
Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Sukoharjo sejak
beberapa hari terakhir meresahkan masyarakat. Pantauan di sejumlah
pedagang di Sukoharjo didapati tumpukan gas elpiji 3 kilogram dalam
keadaan kosong. Mereka mengaku belum mendapatkan kiriman sejak dua
hingga tiga hari yang lalu. Stok kosong, semua ada 15 tabung belum dapat
kiriman dari pangkalan. Akibatnya tidak bisa memenuhi kebutuhan
pelanggan, ujar Agus Gunawan salah satu pedagang gas elpiji asal
Sukoharjo Kota, Kamis (18/09/2014).

3.

Eksposisi ilustrasi
Pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk
konkret dari suatu ide.
Contoh :
Kegiatan yang bersifat harian relatif menimbulkan kemacetan,
misalnya yang terjadi pada para pekerja dan mereka yang
menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota kita tercinta ini,
kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi jalur pergerakan
para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi kerja dan sekolah.
Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan setiap pagi dan
sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi Condrolukito (AM
Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang terutama pada
persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama terjadi pada
wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah relatif besar di
Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga wilayah ini

memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang membentuk


aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).
4.

Eksposisi proses
Sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan,
atau cara-cara tertentu.
Contoh :
Manfaat wortel untuk wajah di antaranya bisa digunakan
sebagai masker yang berfungsi untuk mencerahkan kulit wajah,
tidak banyak yang tahu. Cara membuat masker ini dengan memblender
atau memarut sampai lembut. Tuangkan parutan wortel dalam cawan dan
tambahkan madu 1 sendok makan dan aduk hingga merata. Sebelum
mengoleskan pada wajah, sebaiknya bilas wajah terlebih dahulu dan
oleskan merata ke seluruh permukaan wajah 15 hingga 30 menit. Setelah
itu, bilas wajah dengan air yang hangat, lalu bilas dengan air dingin.
Lakukan perawatan wajah ini rutin agar mendapatkan manfaat wortel
secara optimal yakni mencerahkan wajah sekaligus mengurangi flek dan
kerutan.

5.

Eksposisi analisis
Proses memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama
menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan
secara berurutan.
Contoh :
Berbagai teori dikemukakan untuk mencari latar belakang
kematian Merilyn Monroe. Ada yang berpendapat dia diancam oleh
mafia. Seorang detektif memperkirakan, Merilyn pernah berhubungan
dengan J.F. Kennedy. Dia dibunuh untuk menutupi kejadian yang dapat
merusak nama baik tokoh penting AS tersebut.

6.

Eksposisi klasifikasi
Membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.
Contoh :
Sistem penamaan jenis-jenis kritik sastra bervariasi, bergantung
pada pendekatan yang digunakan. Pendekatan moral menekankan
pertalian karya sastra dengan wawasan moral dan agama. Pendekatan
historis, bekerja atas dasar lingkungan karya sastra berkaitan dengan faktafakta dari zaman dan hidup pengarang. Pendekatan impresionistik, yang
menjadi ciri khas aliran sastra romantik, menekankan efek personil karya
sastra pada kritikusnya.

7.

Eksposisi perbandingan
Menerangkan
ide
dalam
membandingkannya dengan hal lain.
Contoh :

kalimat

utama

dengan

cara

Olahraga Jogging merupakan salah satu jenis olahraga murah,


aman, dan bisa dilakukan di mana saja. Jogging dapat dilakukan di
lingkungan sekitar rumah, taman, pantai ataupun pegunungan dan memiliki
banyak manfaat. Berbeda dengan olahraga diving, tak hanya mahal
tetapi olahraga ini hanya dapat dilakukan
di laut. Selain
membutuhkan peralatan yang cukup lengkap, diving juga olahraga yang
cukup berisiko.
8.

Eksposisi pertentangan
Berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase
penghubung yang digunakan adalah "akan tetapi", "meskipun begitu",
"sebaliknya".
Contoh :
Masyarakat di daerah perkotaan terbiasa dengan kehidupan
yang serba modern. Alat komunikasi, transportasi, dan teknologi
informasi yang canggih menyebabkan mereka cenderung malas dan kurang
bersosialisasi. Sebaliknya, masyarakat pedesaan terpencil terbiasa
dengan kehidupan yang sederhana. Mereka menggunakan peralatan,
transportasi, dan teknologi yang masih tradisional. Namun, keterbatasan
tersebut tidak menghalangi mereka untuk bersosialisasi antarmasyarakat.
E. Struktur teks eksposisi
1. Pernyataan pendapat (tesis)
Pada bagian ini, berisikan pendapat atau prediksi sang penulis yang
tentunya
berdasarkan sebuah fakta.
2.

Argumentasi
Alasan penulis yang berisikan fakta-fakta yang dapat mendukung
pendapat atau prediksi sang penulis.

3.

Penegasan Ulang Pendapat


Ini merupakan bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa
penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta
dalam bagian argumentasi. Pada bagian ini pula bisa disematkan hal-hal
yang patut diperhatikan atau dilakukan supaya pendapat atau prediksi sang
penulis
dapat
terbukti.

F.
1.

Ciri Kebahasaan
Penggunaan Pronomina
Pronomina ini biasanya digunakan dalam menyatakan pendapat.
Pronomina yang sering digunakan seperti kita, kami, dan saya. Terlebih
kata pronomina saya banyak digunakan ketika menyatakan pendapat
pribadi.

2.

G.

Menggunakan konjungsi
Konjungsi yang banyak digunakan adalah pada kenyataannya,
kemudian, dan lebih lanjut. Konjungsi tersebut digunakan untuk
menghubungkan fakta-fakta supaya fakta-fakta yang disajikan runtut.
Analisis Struktur Teks Eksposisi
Kemacetan dan Masa Depan Kota
Kemacetan dan Masa Depan Kota
Transportasi didefinisikan oleh para ahli sebagai kebutuhan turunan
dari berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial (lihat misalnya Morlock,
1985). Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan memiliki
dampak kegiatan transportasi yang berbeda pula.
Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan pergerakan
yang bersifat berulang, misalnya yang terjadi pada para pekerja dan
mereka yang menempuh pendidikan di sekolah. Di Yogyakarta, kota
kita tercinta ini, kemacetan terjadi setiap hari pada titik-titik yang menjadi
jalur pergerakan para pekerja dan siswa dari tempat tinggal menuju lokasi
kerja dan sekolah. Di bagian utara, termasuk Sleman misalnya, kemacetan
setiap pagi dan sore dapat dirasakan misalnya pada ruas Jalan Nyi
Condrolukito (AM Sangaji), Jalan Affandi (Gejayan), serta Jalan Kaliurang
terutama pada persimpangan dengan Jalan Lingkar Utara. Hal yang sama
terjadi pada wilayah lain yang memiliki para pekerja dan anak sekolah
relatif besar di Kota Yogyakarta, misalnya Bantul. Seperti diketahui, ketiga
wilayah ini memiliki keterkaitan kegiatan sosial ekonomi yang erat, yang
membentuk aglomerasi wilayah Yogyakarta-Sleman-Bantul (Kartamantul).
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang
cenderung terjadi pada musim liburan maupun lebaran. Pada tahap
kedatangan dan kepulangan, kemacetan parah akan terjadi pada jalan-jalan
arah luar kota (misalnya Jalan Magelang, Jalan Solo, Jalan Palagan dan Jalan
Wates). Pada rentang di antara masa tersebut, kemacetan dapat dirasakan
di pusat kota sebagai lokasi menginap dan tujuan wisata (seperti Malioboro,
Prawirotaman), serta jalan-jalan menuju objek wisata, seperti Jalan
Parangtritis.
Kemacetan harian yang dominan ditimbulkan oleh aktivitas
masyarakat dalam lingkup internal. Kemacetan yang berulang setiap
hari merupakan ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan
bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan lokasi
kegiatan merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan.
Bentuknya dapat berupa pemberian insentif tempat tinggal berupa
rumah susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk

beraktivitas. Selama ini sepertinya belum ada upaya pengaturan pola


berkegiatan yang sistematis.
Analisis struktur teks Kemacetan dan Masa Depan Kota
Tipe kegiatan sosial ekonomi yang berbeda akan
Tesis
memiliki dampak kegiatan transportasi yang berbeda
pula.
Argumenta Kegiatan transportasi harian relatif menimbulkan
pergerakan yang bersifat berulang, misalnya yang
si
terjadi pada para pekerja dan mereka yang menempuh
pendidikan di sekolah.
Kemacetan yang berulang pada jangka lebih panjang
cenderung terjadi pada musim liburan maupun
lebaran.
Penegasan
Ulang
Pendapat

Kemacetan yang berulang setiap hari merupakan


ekses dari pola tempat tinggal, bekerja dan
bersekolah. Upaya mendekatkan lokasi tempat tinggal
dengan lokasi kegiatan merupakan salah satu solusi
yang dapat dilakukan. Bentuknya dapat berupa
pemberian insentif tempat tinggal berupa rumah
susun sewa maupun milik yang cukup nyaman untuk
beraktivitas.