Anda di halaman 1dari 903

ANATOMI

KLINIS

Berdasarkan Sistem

Kutipan PasalT2t Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta (Undang-Undang No. 1"9 Tahun 2002)

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat

(1) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda

paling banyak Rp.5.000.000.000,00

(lima miliar rupiah).

2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkart sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00

(lima ratus juta rupiah).

PrNrnvc Drxnruuu

Penerbit adalah rekanan pengararlg untuk menerbitkan sebuah buku. Bersama pengarang, penerbit menciptakan buku untuk diterbitkan. Penerbit mempunyai hak atas penerbitan buku tersebut serta distribusinya, sedangkan pengarang memegang hak penuh atas karangannya dan berhak mendapatkan royalti atas penjualan bukunya dari penerbit.

Percetakan adalah perusahaan yang memiliki mesin cetak dan menjual jasa pencetakan. Percetakan tidak memiliki hak apa pun dari buku yang dicetaknya kecuali upah. Percetakan tidak bertanggung jawab atas isi buku yang dicetaknya.

Pengarang adalah pencipta buku yang menyerahkan naskahnya untuk diterbitkan di sebuah penerbit. Pengarang

memiliki hak penuh atas karangannya, namun menyerahkan hak penerbitan dan distribusi bukunya kepada penerbit yang ditunjuknya sesuai batas-batas yang ditentukan dalam perjanjian. Pengarang berhak mendapatkan royalti atas karyanya dari penerbit, sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian Pengarang-Penerbit.

Pembajak adalah pihak yang mengambil keuntungan dari kepakaran pengarang dan kebutuhan belajar masyarakat.

dan menjual buku

Pembajak tidak

Pembajak tidak mempunyai hak mencetak, tidak memiliki hak menggandakan, mendistribusikan,

yang digandakarnya karena tidak dilindungi copyright ataupun perjanjian pengarang-penerbit.

peduli atas jerih payah pengarang. Buku pembajak dapat lebih murah karena mereka tidak perlu mempersiapkan naskah mulai dari pemilihan judul, editing sampai persiapan pracetak, tidak membayar royalti, dan tidak terikat

perjanjian dengan pihak mana pun.

PnnrsEl,{KAN BUKU Anlr,lrr KnrurNlr,!

Anda jangan menggunakan buku bajakan, demi menghargai jerih payah para pengarang yang notabene adalah para guru.

ANATOMI

KLINIS

Berdasarkan Sistem

(Clinical Anatomy by Systems)

Richard S. Snell, MD, PhD

Emeritus Professor of Anatomy

George Washington U niversity School of Medicine and Health Sciences Washington, DC

Alih Bahasa:

dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K)

Editor Edisi Bahasa lndonesia:

dr. Ardy Suwahjo dr. Yohanes Antoni Liestyawan

PENERBIT BUKU KEDOKTERAN

ffiE

EGC 1886

This is a translation of

CLINICAL ANATOMY BY SYSTEMS

by Richard S. Snell, MD, PhD Copyright @ 2007 Lippincott Williams & Wilkins.

Published by arrangement with Lippincott Williams & WilkinsAil'olters Kluwer Health Inc., USA.

ANATOMI KLINIS BERDASARKAN SISTEM

Alih bahasa: dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K)

Editor edisi bahasa Indonesia: dr. Ardy Suwahjo & dr. Yohanes Antoni Liestyawan

Hak cipta terjemahan Indonesia

@ 2008 Penerbit Buku Kedokteran EGC

P.O. Box 42'T6lJakarta 10042

Telepon: 6530 6283

Anggota IKAPI

Desain kulit muka: Teddy Kurniawan, S.Sn Penata letak: Cicih Kumiasih

Hak cipta dilindungi Undang-Undang.

Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.

Cetakan2012

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Snell, Richard S.

Anatomi klinis berdasarkan sistem / Richard S. Snell ; alih bahasa,

Liliana Sugiharto ; editor edisi bahasa Indonesia, Ardy Suwahjo, Yohanes Antoni

Liestyawan. -

Jakarta : EGC, 201 1.

ix,893 hlm. ;21 x27 cm.

Judul asli: Clinical anatomy by systems.

rsBN 978-979 -044-t26-2

1. Anatomi manusia. I. Judul. II. Liliana Sugiharto.

III. Ardy Suwahjo. IV. Yohanes Antoni Liestyawan.

611

Indikasi akurat, reaksi merugikan, dan jadwal dosis untuk obat disajikan pada buku ini, tetapi hal ini dapat saja berubah. Pembaca disarankan mengacu data informasi dari pabrik tentang obat yang ditulis pada kemasannya.

Penulis, editor, penerbit, atau disffibutor tidak bertanggung jawab atos kesalahan atau kealfaan atau atas

konsekuensi dari penerapan informasi yang ada di dalam buku ini, dan tidak memberi jaminan, tersurat atau tersirat,

atas isi buku. Penulis, edito4 penerbit, dan distributor tidak bertanggung jawab atas cedera dan/atau kerusakan pada

seseorang atau properti yang timbul dari buku ini.

lsi di luar tanggung jawab percetakan

Kata Pengantar

Selama tiga dekade terakhir, di banyak Departemen Anatomi, pembelajaran ditekankan pada struktur selular dan molekular.

Informasi baru ini telah banyak sekali meningkatkan pemahaman

kita tentang mekanisme fisiologi dan biokimiawi serta hubungan keduanya dengan penyakit dan terapi obat-obatan. Namun, tetap tidak terbantahkan bahwa setiap pasien dengan masalah medis

yang datang ke klinik Anda tersusun dari struktur anatomi makro,

yang mungkin atau tidak memperlihatkan defisit fungsional.

Dengan demikiary Fakulias Kedokteran jelas bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai anatomi yang relevan secara klinis kepada setiap mahasiswa yang masuk ke

dalam dunia kedokteran.

Perkembangan pesat Pengetahuan tentang penyakit medis

dan kemajuan teknologi, yang berhubungan dengan diagnosis dan

pengobatan penyakit, mengharuskan penyusunan ulang secara menlreluruh kurikulum untuk mahasiwa kedokterary kedokteran

gigi, paramedis, dan perawat. Banyak sekolah kedokteran di luar

Amerika Serikat masih menikmati kemewahan menawarkan

kepada mahasiswa kemungkinan pemotongan kadaver manusia

secara lengkap regio per regio. Di sini, di Amerika Serikat,

mahasiswa pada banyak sekolah kedokteran sekarang sedang

ditawari program anatomi makro dengan hanya melakukan diseksi

sebagian tubuh, dan ditambahi dengan penggunaan spesimen

proseksi, spesimen dari bahan plastiry dan gambar komputer. Untuk mengaitkan lebih jauh ilmu dasar dan berbagai program

klinis, banyak sekolah kedokteran memperkenalkan pendekatan

organ atau mengajarkan seiuruh kurikulum kedokteran sistem per sistem. Dengan demikian, mahasiswa dihadapkan pada ilmu dasar

untuk masing-masing sistem tubuh, bersamaan dengan patologi, kedokteran, dan ilmu bedah untuk sistem yang bersangkutan. Dengan demikiary pendekatan ini diharapkan akan menghasilkan

kesinambungan

kurikulum.

Buku teks Anatomi Klinis yang baru ini ditulis untuk

menyesuaikan dengan pendekatan baru tersebut untuk

pengajaran Anatomi dalam kurikulum kedokteran modern. Buku

ini berdasarkan atas fakta bahwa profesional medis membutuhkan ' pengetahuan terperinci mengenai sistem tubuh tertentu, sementara

pengetahuan superfisial mengenai regio-reglo lainnya sudah

mencukupi. Sebagai conto[ anatomi saluran nafas atas dan bawah

dalam sistem repirasi sangat penting, sedangkan anatomi telapak kaki merupakan ha1 yang kurang penting. Pada tempat-tempat

tertentu di tubuh yang sering terserang penyakit dan kemungkinan

melibatkan banyak sistem, disediakan gambaran regional singkat

di Lampiran (Apendiks). Sekiranya mungkiry digunakan tabel

digunakan untuk mengurangi ukuran teks, termasuk tabel yang

menyajikan dimensi-dimensi penting dan kapasitas berbagai

struktur anatomis; semuanya lni terangkum di dalam Apendiks.

Buku ini diberi ilustrasi lengkap. Kebanyakan gambar

dibiarkan sederhana, dan banyak yang sudah diwarnai. Sudah

dimasukkan foto-foto berwarna model anatomi permukaan dan sejumlah foto berwarna spesimen proseksi juga dimasukkan di dalam buku ini.

Setiap bab mengarahkan mahasiswa pada materi yang sangat

penting untuk dipelajari dan dipahami. Setiap bab menekankan struktur-struktur dasar pada area yang sedang dipelajari sehingg4

begitu sudah dikuasai, para mahasiswa akan dengan mudah

membangun landasan pengetahuannya.

Di seluruh buku ini, setiap bab dirancang dengan gaya

yang serupa untuk mempermudah akses ke materi. Setiap bab

mencakup:

1. Anatomi Klinis Dasar. Bagian ini menyediakan informasl

dasar yang berguna untuk membantu para profesional medis

dalam membuat diagnosis dan memberikan instruksi kepada

pasien dalam pengobatan. Bagian ini juga memberikan sumber bahan anatomi untuk membanfu mereka dalam melaksanakan

banyak prosedur medis dasar. Sejumlah contoh radiograf

normal, CT Scans, MRI dan sonogram juga disajikan. Foto

anatomi potongan-lintang berlabel juga dimasukkan untuk

merangsang mahasiwa berpikir dalam kerangka anatomi tiga dimensi, yang sangat penting dalam interpretasi pencitraan.

2. Catatan Fisiologik. Catatan ini disisipkan di sana-sini di antara

materi anatomi dasar untuk menekankan kepada pembaca makna fungsional materi tersebut.

vt

KATA PENGANIAR

3. Catatan Embriologik. Perkembangan banyak organ dibahas secara singkat jika pengetahuan seperti ini banyakberpengaruh untuk pemahaman strukfur dan hubungan antar-organ.

4. Anatomi Permukaan. Bagian ini menyediakan penunjuk permukaan shuktur anatomik yang penting; kebanyakan

terletak sedikit di bawah permukaan kulit. Bagian ini penting karena kebanyakan tenaga medis praktik jarang menjelajah jaringan ke kedalaman tertentu di bawah kulit.

5. Pertanyaan UJangan. Tujuan pertanyaan ada 3, yaitu untuk memfokuskan perhatian pada bagian-bagian yang pentin& memungkinkan mahasiwa menilai kelemahan mereka sendiri,

dan menyediakan satu bentuk evaluasi diri karena pertanyaan- pertanyaan itu ditanyakan sewaktu ujian. Beberapa pertanyaan

terpusat sekitar masalah klinis yang membutuhkan jawaban

anatomik. jawaban disediakan pada akhir setiap bab.

R.S.S.

nr

Ucapan Teri ma Kasih

Saya sangat berhutang budi kepada banyak anggota Departemen

Radiologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington atas peminjaman radiograf, CT Scan, MRI yang direproduksi di berbagai bagian pada buku ini. Saya juga berterima kasih kepada dr. Carol Lee, dr. Gordon Sze, dr. Robert Smith dari Departemen Radiologi Universitas Yale atas bantuan

contoh mammogram, CT Scan columna vertebrae, dan MRI

ekstremitas. Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada

dr. Michael Remetz dari Departemen Kardiologi di Yale atas

penyediaan contoh arteriogram koroner.

Ucapan terima kasih secara khusus saya tujukan kepada Larry C1ark, sebagai teknisi senior pada Departemen Anatomi

di Universitas George Washington, yang telah sangat membantu saya dalam mempersiapkan pemotretan spesimen anatomi dan

mempersiapkan spesimen plastin berbagai organ. Antusiasme

beliau terhadap banyak proyek sangat berpengaruh dan membantu

dalam pembuatan akhir spesimen yang bagus sekali; banyak di

antaranya diuraikan di dalam teks.

Saya juga mengucapkan terima kasih untuk Terry Dolan,

Virginia Childs, Myra Feldmary dan Ira Gunther untuk pembuatan

desain buku ini.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-

dalamnya kepada staf Lippincot, Williams & Wilkins atas bantuan dan dukungan dalam pembuatan buku baru ini.

vlt

Daftar lsi

Kata Pengantar v

Ucapan Terima Kasih

vii

BAB I

Pendahuluan Anatomi Klinik

Sistem Respirasi 33

BAB 2

BAB 3

Saluran Pernapasan Atas dan Bawah Serta Struktur yang

Terkait 34

Dinding Dada, Rongga Dada, Paru, dan Rongga Pleura

$istem Karriicvasi<ular l3 [

BAB 4

Jantung, Pembuluh Koroner, dan Pericardium 132

BAB 5

Pembuluh Darah Thorax I 56

BAB 6

Pembuluh Darah Kepala dan Leher 169

BAB 7

Pembuluh Darah Ekstremitas Superior 185

BAB 8

Pembuluh Darah Abdomen, Pelvis, dan Perineum 213

BAB 9

Pembuluh Darah Ekstremitas lnferior 235

BAB l0

viii

Slst*m l-isnf"atilc ?S?

Pembuluh Limfe dan Jaringan Limfe

263

DAFTAR ISI

ix

BAB I I

Sistem Mlrskuloslceletal 279

Tulang dan Kartilago 280

BAB 12 Sendi 353

BAB l3

Otot Skelet 4l I

Sistem Sanaf 487

BAB 14. Tengkorak, Otak, Meningen, dan Suplai Darah OtakTerkait

dengan Trauma dan

Perdarahan lntrakranial 488

BAB I 5 BAB l6

BAB l7 Nervus Spinalis dan Blok Nervus Spinalis 563

BAB 18

Nervus Cranialis dan Blok Nervus Trigeminus 5 l6

ColumnaVertebralis,

Medulla Spinalis, dan Meningen 537

Mata dan Telinga 6l I

BAB I 9

BAB 20

BAB 2l

Sistem Fencernaan 639

Dinding Abdomen, Cavitas

Retroperitoneale,

Peritonealis, Spatium

dan Tiactus Digestivus 640

Viscera

Berkaitan dengan Tractus Digestivus: Hepar,

721

Pancreas, dan Lien

Sistem Kemih 747

Ren, Ureter,Vesica Urinaria, dan Urethra

748

BAB 22

BAB 23

Sistem Reprodul<si 777

Organ Genitalia Masculina, Penis, dan Scrotum 778

Perineum, Organ Genitalia Feminina, dan Persalinan 800

BAB 24

Sistem Endol<rin 833

Glandulae Endocrinae 834

Apendiks 860

lndeks 869

Pendahuluan

Anatomi Klinik

BAB 1

Anatomi Dasar

lstitah Anatomi Deskriptif

Struktur Dasar

Catatan Fisiotogi: Fungsi Otot Potos

Catatan Fisiologi: Fungsi Sistem Saraf

Catatan Embriotogi: Pertumbuhan Medulla Spinalis

Selama Perkembangan

Catatan Fisiotogi: Fungsi Sistem Saraf Otonom

Catatan Fisiotogi: Komponen Aferen Sistem Saraf Otonom

Catatan Fisiologi: Eksudat Serosa

Catatan Fisiotogi: Fungsi Tutang

Catatan Embriologi: Pembentukan Tutang

J'lenting bagi mahasiswa mengerti istilah-istilah yang digunakan

I

untuk menguraikan struktur dan fungsi dari berbagai bagian tubuh

secara anatomi. Tanpa istilah-istilah ini, tidak mungkin untuk dapat mengerti komposisi tubuh dengan jelas. Selain itu, para profesional

medis membutuhkan istilah-istilah ini sehingga kelainan anatomi

ANATOMI DASAR

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi

tubuh. Anatomi klinik adalah ilmu yang mempelajari struktur

makroskopik dan fungsi tubuh yang berhubungan dengan praktik kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya. Anatomi dasar adalah ilmu yang mempelajari sejumlah tertentu anatomi yang sesuai dengan kebutuhan minimal untuk mengerti struktur dan fungsi tubuh secara menyeluruh.

lstilah Anatomi Deskriptif

Orang-orang medis harus mengerti istilah anatomi dasar. Dengan bantuan kamus kedokterary Anda akan menyadari bahwa, dengan

memahami terminologi anatomi, Anda akan sangat terbanfu

dalam proses pembelajaran.

Penggunaan istilah anatomi yang akurat, membantu Anda berkomunikasi dengan kolega baik nasional maupun internasional. Tanpa istilah anatomi, seseorang tidak dapat mendiskusikan atau

mencatat fungsi abnormal sendi, kerja otot, perubahanposisi organ, atau lokasi tepat sebuah benjolan atau fumor secara akurat.

I lstilah yang Berhubungan dengan Posisi

Seluruh deskripsi tubuh manusia didasarkan pada anggapan

bahwa seseorang berdiri tegak dengah ekstremitas superior di

samping tubuh, wajah serta telapak tangan menghadap ke depan

Efek Jenis Ketamin, Ras, dan Usia pada Struktur

24

Catatan Fisiologi: Usia dan Efisiensi Fungsional

26

Catatan Embriotogi: Embriotogi dan Anatomi Klinik

26

Ektoderm

Entoderm

Mesoderm

Anatomi Radiografik

Computed Tomogrophy

Mognetic Resononce lmoging

Pertanyaan

Jawaban dan Penjetasan

77

27

27

27

28

30

31

yang ditemukan melalui pemeriksaan klinik pada seorang pasien

dapat dicatat dengan tepat. Bab ini memperkenalkan beberapa struktur dasar yang menyusun

tubuh, seperti kulit, fascia, otot, tulang, pembuluh darah, sistem limfe, sistem saraf, dan membran mukosa, sefta membran serosa.

(Gambar 1-1). Posisi ini dinamakan posisi anatomi. Berbagai

bagian tubuh kemudian digambarkan berkaitan dengan bidang- bidang imajiner.tertentu.

Bidang Midsagital

Adalah bidang vertikal yang melalui pertengahan tubuh dan

membagi tubuh menjadi bagian kanan dan kiri yang sama besar (Gambar 1-1). Bidang-bidang yang terletak di samping bidang

midsagital dan sejajar dengannya disebut bidang pararnedian.

Sebuah struktur yang terletak lebih dekat pada bidang midsagital dibandingkan struktur lainnya disebut terletak medial terhadap

struktur lain tersebut. Demikian pula, sebuah struktur yang

terletak lebih jauh dari bidang midsagital dibandingkan struktur lainnya dikatakan terletak lateral terhadap struktur lain tersebut.

Bidang Koronal

Adalah bidang vertikal imajiner yang tegak lurus terhadap bidang midsagital (Gambar 1-1).

Bidang Horizontal atau BidangTransversal

Adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang midsagital dan

koronal (Gambar 1-1). Istilah anterior dan posterior digunakan

untuk menunjukkan bagian depan dan belakang tubuh (Gambar

1-1). Untukmenggambarkanhubungan

struktur dikatakan terletak anterior atau posterior dibandingkan

antara dua struktur, sebuah

bidang koronal

bidang

horizontal

atau

transversal

bidang midsagital

supeflor

PEN D AH U LU AN AN ATO lyll

bidang

KLI N I K

ujung proksimal

ekstremitas

superior

posterior

permukaan

dorsal

tangan

anterior

permukaan

palmar

tangan

ujung distal

ekstremitas

superior

Gambar 1-1, Istilah-istilah anatomi yang

anatomi.

inferior

permukaan

dorsal

kaki

permukaan

plantar kaki

digunakan untuk posisi. Perhatikan subjek berdiri dalam posisi

struktur lainnya tergantung pada letak struktur itu, apakah lebih

dekat dengan permukaan tubuh bagian anterior atau posterior.

Untuk menguraikan tangaq istilah permukaan palmar dan

dorsal digunakan untuk mengganti istilah anterior dan posterior;

dan untuk menguraikan kaki istilah permukaan plantar dan

dorsal digunakan untuk menggantikan permukaan bawah dan atas (Gambar 1-1). Istilah proksimal dan distal menunjukkan jarak relatif terhadap pangkal ekstremitas; misalnya iengan atas proksimal terhadap lengan bawah dan tangan distal terhadap

lengan bawah.

Istilah superficial dan profundus menyatakan jarak relatif

struktur terhadap permukaan tubuh; istiiah superior dan inferior

menyatakan posisi yang relatif tinggi atau rendah berkenaan

dengan ujung atas dan ujung bawah tubuh.

Istilah interna dan eksterna digunakan untuk menyatakan

jarak relatif struktur terhadap pusat organ atau rongga; misalnya arteri carotis interna terletak di dalam rongga kranium dan arteri carotis externa terletak di luar rongga kranium.

Istilah ipsilateral menunjukkan pada sisi tubuh yang sama,

misalnya tangan klri dan kaki kiri adalah ipsilateral. Kontralateral

menunjukkan pada sisi tubuh yang berlawanan, misalnya M.biceps

brachii kiri dan M.rectus femoris kanan adalah kontralateral. Posisi supinasi adalah posisi tubuh telentang. Posisi pronasi

adalah posisi tengkurap.

I lstilah-lstilah yang Berhubungan

dengan Gerakan

Tempat dua atau lebih tulang yang saling menyatu disebut sendi.

Beberapa sendi tidak bergerak (sutura pada tulang kranium),

beberapa sendi hanya dapat bergerak sedikit (articulatio

tibiofibularis superior), dan beberapa sendi dapat bergerak dengan

bebas (articulatio humeri).

r Fleksi: Gerakan terjadi pada bidang sagital. Misalnya, fleksi

sendi siku mendekatkan permukaan anterior lengan bawah ke

permukaan anterior lengan atas. Biasanya fleksi merupakan

BAB 1

pergerakan anterior, tetapi kadang-kadang merupakan per-

gerakan posterior, seperti pada sendi lutut (Gambar 1-2).

Ekstensi: Gerakan meluruskan sendi dan biasanya terjadi ke

arah posterior (Gambar 1-2).

Fleksi lateral: Gerakan batang badan pada bidang koronal

(Gambar 1-3). Abduksi: Gerakan anggota gerak menjauhi garis tengah tubuh

pada bidang koronal (Gambar 1-2).

Aduksi: Gerakan anggota gerak mendekati tubuh pada

bidang koronal (Gambar 1-2). Pada jari-jari tangan dan kaki, abduksi adalah pergerakan saling menjauhi antara jari yang

satu terhadap yang lain dan aduksi adalah pergerakan saling

mendekati antara jari yang satu terhadap yang lain (Gambar 1-3). Gerakan ibu jari (Gambar 1-3) yang sedikit lebih rumit

dijelaskan pada halaman 381.

Rotasi: Gerakan sebagian tubuh di sekeliling sumbu pan-

jangnya.

sendi bahu

,--::::':::f

{--'(--\

aoout<si

sendi bahu

t:-rl:.--\t /, €thi

aduksi / I

4A

(\

r\

I

I

\i

,ir'i

(ti.

\,,,

,)

tt\

ekstensi

sirkumduksi

sendi bahu

rotasi lateral '

sendi bahu

-,/

Gambar 1-2. Beberapa istilah anatomi yang digunakan pada gerakan. Perhatikan perbedaan antar3 fleksi siku dan lutut.

PENDAHULUAN ANATOITI KLINIK

5

Rotasi medial: Gerakan yang menyebabkan permukaan

anterior suatu bagian menghadap ke medial.

Rotasi lateral: Gerakan yang menyebabkan permukaan

anterior suatu bagian menghadap ke lateral.

I Pronasi lengan bawah: Rotasi medial lengan bawah

sedemikian rupa sehingga telapak tangan menghadap

ke posterior (Gambar 1-3).

I Supinasi lengan bawah: Rotasi lateral lengan

bawah dari posisi pronasi sehingga telapak tangan

menghadap ke anterior (Gambar 1-3).

Sirkumduksi: Kombinasi urutan gerakan fleksi, ekstensi,

abduksi, dan aduksi (Gambar 1-2).

a Protraksi: Gerakan ke depan

a Retraksi: Gerakankebelakang( digunakanuntukmenguraikan

gerakan ke depan dan belakang rahang bawah pada articulatio

temporomandibularis).

Inversi: Gerakan kaki sehingga telapak kaki menghadap ke arah medial (Gambar 1-3).

Eversi: Gerakan sebaliknya sehingga telapak kaki menghadap ke lateral (Gambar 1-3).

supinasi lengan bawah

fleksi ibujari

\-./

inversi kaki

pronasi lengan bawah

eversi kaki

aduksi ibujari tangan

abduksi

ibujari

tangan

eksiensi ibujari tangan

aduksi jari-jari

oposisi ibujari dan jari kelingking tangan

abduksi jari-jari

Gambar 1-3, Tambahan istilah anatomi yang digunakan terkait dengan gerakan.

batang rambut

plexus arteri

dan vena

kelenjar sebasea

folikel rambul

bulbus rambut

saluran keluar kelenjar keringat ekrin

badan kelenjar keringat ekrin

Gambar 1-4. Struktur umum kulit dan hubungannya dengan fascia superficialis. Perhatikan bahwa folikel rambut meluas ke bawah sampai ke bagian yang lebih dalam dari dermis, atau bahkan sampai ke fasia superfisial, sedangkan kelenjar keringat meluas sampai ke dalam fascia superficialis.

Struktur Dasar

I

Kulit

Kulit dibagi menjadi dua bagian: bagian superficial, epidermis; dan bagian profunda, dermis (Gambar 1-4). Epidermis merupakan

epitel bertingkat yang sel-selnya menjadi pipih ketika matang

dan naik ke permukaan. Pada telapak tangan dan telapak kaki, epidermis sangat tebal untuk menahan robekan dan kerusakan yang terjadi pada daerah ini. Bagian tubuh lainnva mempunyar epidermis yang tipis, misalnya pada permukaan anterior lengan atas dan lengan bawah. Dermis terdiri dari jaringan ikat padat

yang mengandung banyak pembuluh darah, pembuluh limfe,

dan saraf. Ketebalan dermis berbeda pada berbagai bagian

tubuh, cenderung menjadi lebih tipis pada permukaan anterior

dibandingkan dengan permukaan posterior. Dermis lebih tipis

pada wanita dibandingkan pria. Dermis pada kulit dihubungkan

dengan fascia profunda atau tulang di baglan dasarnya oleh fascia

superficial, atau dlkenai sebagai jaringan subkutan. Kulit di atas sendi selalu terlipat pada tempat yang sama/ disebut lipatan kulit (Gambar 1-5). Pada tempat ini, kulit lebih tipis dibandingkan tempat yang lain dan terfiksasi dengan baik

pada struktur di bawahnya oleh pita jaringan fibrosa yang kuat.

Struktur tambahan lain yang ada pada kulit adalah kuku, folikel rambut, kelenjar sebasea, dan keienjar keringat.

PENDAHU LUAN AN ATO IAI KLI N I K

akar kuku

lipatan kuku

bantalan kuku

Gambar 1-5 Berbagai lipatan kulit pada permukaan telapak tangan dan permukaan anterior sendi pergelangan tangan. Diperlihatkan juga hubungan kuku terhadap struktur-struktur lain pada jari.

Kuku

Kuku adalah lempeng yang mengalami keratinisasi pada permu- kaan dorsal ujung jari tangan dan kaki. Tepi proksimal lempeng

adalah akar kuku (Gambar 1-5). Kecuali pada tepi distal lempen&

kuku dikelilingi dan diliputi oleh lipatan kulit yang dikenal sebagai lipatan kuku. Permukaan kulit yang diliputi oleh kuku

disebut bantalan kuku (nailbed) (Gambar 1-5).

Rambut

Rambut tumbuh dari folikel, yang merupakaninvaginasi epidermis

ke dalam dermis (Gambar 1,-4). Foiikel rambut terletak miring

terhadap permukaan kulit dan pelebaran pada bagian ujungnya

dinamakan bulbus rambut, akan menembus bagian dermis

iebih dalam. Setiap bulbus rambut berujung cekung dan pada

bagian yang cekung ini terdapat jaringan penyambung vaskular

yang disebut papila rambut. Sebuah pita otot polos, arrector

pili, menghubungkan permukaan bawah folikel dengan bagian superficial dermis.(Gambar 1-4). Otot ini dipersarafi oleh serabut saraf simpatik dankontraksinya menyebabkanrambutberdiri. Otot

ini juga menekan kelenjar sebasea sehingga mengeluarkan sekret.

Kontraksi otot ini juga menyebabkan cekungan pada permukaan

kulit, disebut cutis anserine (kulit angsa). Rambut tersebar dalam

jumlah yang berbeda-beda pada seluruh permukaan tubuh,

kecuali bibir, telapak tangary pinggir jari-jari tangan, glans penis

dan clitoris, labia minora dan permukaan sisi dalam labia majora, telapak kaki, pinggir kaki dan pinggir jari-jari kaki.

Kelenjar Sebasea

Kelenjar sebasea mengeluarkan sekretnya yaitu sebum, ke batang rambut pada saat muara kelenjar bertemu dengan leher folikel

rambut. Kelenjar ini ierletak pada permukaan bawah folikel yang

miring dan terletak di dermis (Gambar 1-4). Sebum merupakan bahan berminyak yang membantu mempertahankan kelenturan rambut yang sedang tumbuh. Sebum juga meminyaki permukaan epidermis di sekitar muara folikel rambut.

Kelenjar Keringat

Kelenjar keringat merupakan kelenjar yang panjang, berbentuk

spiral, tubular, dan tersebar pada seluruh permukaan tubuh, kecuali pinggir merah bibir, nail bed, glans penis, dan clitoris

(Gambar 1-4). Kelenjar ini terbentang di seluruh lapisan dermis

dan ujungnya mungkin terdapat pada fascia superficialis.

Oleh karena itu, kelenjar keringat merupakan struktur yang menembus paling dalam diantara seluruh struktur tambahan

epidermis.

I

Fascia

Fascia tubuh dapat dibagi dua, fascia supdrficialis dan fascia

profunda. Mereka terletak di antara kulit serta otot dan tulang

yang mendasarinya.

Fascia Superficialis

Fascia superficialis, atau jaringan subkutary merupakan

campuran antara jaringan areolar longgar dan jaringan adipos4 yang menyatukan dermis dengan fascia profunda yang terletak di bawahnya (Gambar 1-6). Pada kulit kepal4 tengkuk, telapak tangary dan telapak kaki, fascia ini mengandung banyak berkas

serabut kolagen yang memfiksasi kulit pada struktur-struktur

yang terletak lebih dalam. Pada kelopak mata, daun telinga, penis

N. medianus

A. brachialis

N. ulnaris

septum

intermusculare

brachii mediale

M. coracobrachialis

fascia profunda

fascia superficialis

N. musculocutaneus

V. cephalica

os humerus

M" brachialis

septum

intermusculare

brachii laterale

N. radialis

M. triceps

Gambar 1-6, Penampang melalui pertengahan lengan atas kanan, memperlihatkan susunan fascia superficialis dan profunda. Perhatikan bagaimana septa fi brosa terbentang antara kelompok-kelompok otot yang membagi lengan atas menjadi beberapa bagian fascia.

dan scrotum, serta clitoris, fascia superficialis tidak mengandung jaringan adiposa.

Fascia Profunda

Fascia profunda merupakan sebuah lapisan membran jaringan

ikat yang meliputi otot-otot dan struktur-struktur dalam lainnya

(Gambar 1-6). Pada thorax dan abdomen, fascia ini hanya rneru- pakan selapis tipis jaringan areolar yang meliputi otot dan apo-

neurosis. Pada ekstremitas, fascia profunda membentuk selubung

yang jelas mengelilingi otot-otot dan struktur-struktur 1airy serta

memfiksasi alat-alat tersebut pada tempatnya' Septum fibrosuin meluas dari permukaan dalam membran, antara kelompok-ke-

lompok otot, dan di banyak tempat membagi bagian dalam extre-

mitas menjadi beberapa kompartemen (Gambar 1-6)' Pada daerah

sendi, fascia profunda menjadi sangat tebal membentuk pita-pita

penahan, disebut retinacula (Gambar 1-7). Fungsi retinacrla adalah

memfiksasi tendon-tendon yang ada di bawahnya tetap pada

tempatnya atau berperan sebagai katrol pergerakan tendon.

I

Otot

Tiga tipe otot adalah otot rangka, otot polos, dan otot iantung.

Otot Rangl<a

Otot rangka adalah otot penggerak rangka Kadang-kadang otot ini disebut otot volunter dan tersusun dari serabut-serabut

otot lurik. Otot rangka mempunyai dua tempat lekat atau lebih. Tempat lekat dengan gerakan paling sedikit disebut origo dan

tempat lekat dengan pergerakan paling banyak disebut insersi

(Gambar 1-8). Pada keadaan yang berbeda-beda, derajat mobilitas

tempat lekat mungkin terbalik sehingga istilah orlgo dan insersi

dapat dipertukarkan. Bagian yang paling banyak tersusun serat otot disebut venter (Gambar 1-B). Ujung-ujung otot dilekatkan pada tu1ang, cartilago,

tendo otot-otot

ekstensor dan

selubung sinovialnya

retinaculum

musculorum

extensorum

Gambar 1-7 Retinaculum extensorum pada permukaan posterior pergelangan tangan yang memfiksasi tendon otot-otot ekstensor yang

terletak di bawahnya.

atau ligamentum dengan perantalaan pita jaringan fibrosa 1'ang disebut tendon (Gambar 1-9). Kadang-kadang otot yang gepeng dilekatkan oleh selapis jaringan fibrosa yang tipis tetapi kuat yang disebut aponeurosis (Gambar 1-9 ). Raphe adalah serabut otot

gepeng pada ujung tendon yang saling bertautan (Gambar 1-9).

PENDAHULUAN ANATOA4I KLINIK

9

gastrocnemius

Gambar 1-8 Origo, insersi, dan venter M. gastrocnemius.

Otot Polos

Otot polos terdiri dari sel-sel yang panjang danberbentuk geiendong (spindle) yang tersusun rapat di dalam berkas atau lembaran.

Fungsi Otot Polos

Otot polos yang terdapat pada saluran-saluran di dalam tubuh

berfungsi mendorong isi saluran keluar. Pada sistem pencernaan, olot polosjuga menyebabkan makanan yang telah dihaluskan dapat bercampur seluruhnya dengan enzim pencernaan. Kontraksi ritmik

serabulserabut

sirkular yang ada sepanjang saluran mendorong

isi saluran ke depan. Kontraksi serabut-serabut longitudinal

membual dinding saluran yang telah dilewati makanan kembali seperti sebelumnya. Gerakan mendorong dengan cara seperti ini

disebut peristalsis.

Pada organ penyimpan, seperti vesica urinaria dan uterus,

serabutserabut tersusun secara tidak beraturan dan saling

berkaitan satu dengan yang lain. Kontraksinya lambat dan terus

menerus, menghasilkan

dorongan keluar dari organ. Pada dinding

pembuluh darah, serabut-serabut otot polos tersusun sirkular dan

berperan mengubah diameter lumen.

Tergantung pada organ, serabutserabut otot polos mungkin dapat berkontraksi akibat regangan lokal serabut, impuls saraf

otonom, atau akibat stimulasi hormon.

Otot Jantung

Otot jantung terdiri atas serabut otot lgrik yang bercabang-

cabang dan saling bersatu. Otot ini mbmbentuk miokardium

cenderung tersusun daiam bentuk

ulir dan spiral otot ini mempunyai sifat kontraksi yang spontan

jantung. Serabut-serabutnya

dan berirama. Serabut otot jantung khusus membentuk sistem

konduksi jantung.

Otot jantung dipersarafi oleh serabut saraf otonom yang ber- akhir pada myocardium dan nodus sistem konduksi jantung.

I

Sendi

Tempat dua tu1ang atau lebih bersatu, apakah terjadi gerakan atau tidak, disebut sendi. Sendi dikelompokkan menurut jaringan

yang terdapat di antara tulang-tulang yang bersendi: sendi fibrosa,

sendi kartilaginosa, dan sendi sinovial.

Sendi Fibrosa

Permukaan artikulasi pada tulang dihubungkan oleh jaringan

fibrosa (Gambar 1-10) sehingga masih memungkinkan sedikit

pergerakan. Sutura pada cranium dan articulatio tibiofibularis

inferior merupakan contoh dari sendi fibrosa.

Sendi Kartilaginosa

Sendi Kartilaginosa Primer

Sendi kartilaginosa primer adalah sendi yang tulang-tulangnya

disatukan oleh selempeng atau sebatang kartilago hialin. Persatuan

antara epiphysis dan diaphysis pada sebuah tulang yang sedang tumbutr, dan hubungan antara iga pertama dengan manubrium sterni merupakan contoh tipe sendi ini. Tidak ada gerakan yang dapat dilakukan.

Sendi Kartilaginosa Sekunder

Sendi kartilaginosa sekunder adalah sendi yang tulang-tulangnya disatukan oleh selempeng fibrokartilago dan permukaan-permu-

kaan sendinya diliputi oleh selapis tipis kartilago hialin. Contohnya adaiah sendi antar-corpus vertebrae (Gambar 1-10) dan symphisis

pubis. Sedikit gerakan masih mungkin dilakukan pada sendi ini.

Sendi Sinovial

Facies articularis tulang-tulang diliputi oleh selapis tipis kartilago

hialin dan ujungnya dipisahkan oleh rongga sendi (Gambar 1-10).

Susunan seperti ini memungkinkan gerakan yang luas. Rongga

sendi diliputi oleh membran sinovial, yang terbentang dari pinggir

facies articularis yang satu ke facies articuiarisyang lain. Permukaan luar membran sinovial dilindungi oleh membran fibrosa yang kuat,

disebut kapsula sendi. Permukaan sendi mendapatkan pelumas dari cairan kental yang disebut cairan sinovial, yang dihasilkan oleh membran sinovial. Pada sendi sinovial tertentu, seperti sendi lutut, di antara facies articularisnya terdapat discus atau potongan fibrocartilago, disebut discus articularis.

Bantalan lemak ditemukan pada beberapa sendi sinoviaf terletak di antara membran sinovial dan kapsula fibrosa atau

tulang. Contohnya seperti yang ditemukan pada sendi panggul

(Gambar 1-10) dan sendi lutut.

.Luas pergerakan sendi sinovial ditentukan oleh bentuk

tulang penyusun sendi, struktur-struktur anatomi yang terletak

di dekatnya (misalnya, paha berhadapan dengan dinding anterior

10

BAB 1

Tendo gabungan untuk insersi

M. gastrocnemius

dan M. soleus

aponeurosis M. obliquus externus abdominis

raphe M. mylohyoideus

Gambar 1-9 Contoh sebuah tendon (A), aponeurosis (B), dan raphe (C).

abdomen pada fleksio sendi panggui), dan ligamentum fibrosum

yang menghubungkan

terletak di luar kapsula sendi, tetapi pada sendi