Anda di halaman 1dari 903

ANATOMI

KLINIS
Berdasarkan Sistem

Kutipan PasalT2t
Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta

(Undang-Undang No.

1"9

Tahun 2002)

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat
(1) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling
sedikit Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda
paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu
ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkart sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00
(lima ratus juta rupiah).

PrNrnvc Drxnruuu
Penerbit adalah rekanan pengararlg untuk menerbitkan sebuah buku. Bersama pengarang, penerbit menciptakan buku
untuk diterbitkan. Penerbit mempunyai hak atas penerbitan buku tersebut serta distribusinya, sedangkan pengarang
memegang hak penuh atas karangannya dan berhak mendapatkan royalti atas penjualan bukunya dari penerbit.

Percetakan adalah perusahaan yang memiliki mesin cetak dan menjual jasa pencetakan. Percetakan tidak memiliki
hak apa pun dari buku yang dicetaknya kecuali upah. Percetakan tidak bertanggung jawab atas isi buku yang
dicetaknya.

Pengarang adalah pencipta buku yang menyerahkan naskahnya untuk diterbitkan di sebuah penerbit. Pengarang
memiliki hak penuh atas karangannya, namun menyerahkan hak penerbitan dan distribusi bukunya kepada penerbit
yang ditunjuknya sesuai batas-batas yang ditentukan dalam perjanjian. Pengarang berhak mendapatkan royalti atas
karyanya dari penerbit, sesuai dengan ketentuan di dalam perjanjian Pengarang-Penerbit.
Pembajak adalah pihak yang mengambil keuntungan dari kepakaran pengarang dan kebutuhan belajar masyarakat.
Pembajak tidak mempunyai hak mencetak, tidak memiliki hak menggandakan, mendistribusikan, dan menjual buku
yang digandakarnya karena tidak dilindungi copyright ataupun perjanjian pengarang-penerbit. Pembajak tidak
peduli atas jerih payah pengarang. Buku pembajak dapat lebih murah karena mereka tidak perlu mempersiapkan
naskah mulai dari pemilihan judul, editing sampai persiapan pracetak, tidak membayar royalti, dan tidak terikat
perjanjian dengan pihak mana pun.

PnnrsEl,{KAN BUKU

Anlr,lrr KnrurNlr,!

Anda jangan menggunakan buku bajakan, demi menghargai jerih payah para pengarang yang notabene adalah para
guru.

ANATOMI
KLINIS
Berdasarkan Sistem
(Clinical Anatomy by Systems)

Richard S. Snell, MD, PhD


Emeritus Professor of Anatomy
George Washington U niversity
School of Medicine and Health Sciences
Washington, DC

Alih Bahasa:

dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K)


Editor Edisi Bahasa lndonesia:

dr. Ardy Suwahjo


dr. Yohanes Antoni Liestyawan

PENERBIT BUKU KEDOKTERAN

ffiE

EGC 1886
This is a translation of

CLINICAL ANATOMY BY SYSTEMS


by Richard S. Snell, MD, PhD
Copyright @ 2007 Lippincott Williams & Wilkins.
Published by arrangement with Lippincott Williams & WilkinsAil'olters Kluwer Health Inc., USA.
ANATOMI KLINIS BERDASARKAN SISTEM
Alih

bahasa: dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK(K)


Editor edisi bahasa Indonesia: dr. Ardy Suwahjo & dr. Yohanes Antoni Liestyawan

Hak cipta terjemahan Indonesia


Buku Kedokteran EGC

@ 2008 Penerbit

P.O.

Box 42'T6lJakarta 10042

Telepon: 6530 6283


Anggota IKAPI
Desain kulit muka: Teddy Kurniawan, S.Sn
Penata letak: Cicih

Kumiasih

Hak cipta dilindungi Undang-Undang.


Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, baik secara elektronik maupun mekanik,
termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Penerbit.
Cetakan2012

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)


Snell, Richard S.
Anatomi klinis berdasarkan sistem / Richard S. Snell ; alih bahasa,

Liliana Sugiharto ; editor edisi bahasa Indonesia, Ardy Suwahjo, Yohanes Antoni
Liestyawan.

Jakarta : EGC, 201

1.

ix,893 hlm. ;21 x27 cm.


Judul asli: Clinical anatomy by systems.

rsBN
1.

978-979

-044-t26-2

Anatomi manusia. I. Judul. II. Liliana Sugiharto.

III. Ardy Suwahjo. IV. Yohanes Antoni Liestyawan.


611

Indikasi akurat, reaksi merugikan, dan jadwal dosis untuk obat disajikan pada buku ini, tetapi hal ini dapat saja
berubah. Pembaca disarankan mengacu data informasi dari pabrik tentang obat yang ditulis pada kemasannya.
Penulis, editor, penerbit, atau disffibutor tidak bertanggung jawab atos kesalahan atau kealfaan atau atas
konsekuensi dari penerapan informasi yang ada di dalam buku ini, dan tidak memberi jaminan, tersurat atau tersirat,
atas isi buku. Penulis, edito4 penerbit, dan distributor tidak bertanggung jawab atas cedera dan/atau kerusakan pada
seseorang atau properti yang timbul dari buku ini.

lsi di luar tanggung jawab percetakan

Kata Pengantar

tiga dekade terakhir, di banyak Departemen Anatomi,


pembelajaran ditekankan pada struktur selular dan molekular.
Selama

Informasi baru ini telah banyak sekali meningkatkan pemahaman


kita tentang mekanisme fisiologi dan biokimiawi serta hubungan
keduanya dengan penyakit dan terapi obat-obatan. Namun, tetap
tidak terbantahkan bahwa setiap pasien dengan masalah medis
yang datang ke klinik Anda tersusun dari struktur anatomi makro,
yang mungkin atau tidak memperlihatkan defisit fungsional.
Dengan demikiary Fakulias Kedokteran jelas bertanggung jawab
untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai anatomi yang
relevan secara klinis kepada setiap mahasiswa yang masuk ke
dalam dunia kedokteran.
Perkembangan pesat Pengetahuan tentang penyakit medis
dan kemajuan teknologi, yang berhubungan dengan diagnosis dan
pengobatan penyakit, mengharuskan penyusunan ulang secara
menlreluruh kurikulum untuk mahasiwa kedokterary kedokteran
gigi, paramedis, dan perawat. Banyak sekolah kedokteran di luar
Amerika Serikat masih menikmati kemewahan menawarkan
kepada mahasiswa kemungkinan pemotongan kadaver manusia
secara lengkap regio per regio. Di sini, di Amerika Serikat,
mahasiswa pada banyak sekolah kedokteran sekarang sedang
ditawari program anatomi makro dengan hanya melakukan diseksi
sebagian tubuh, dan ditambahi dengan penggunaan spesimen
proseksi, spesimen dari bahan plastiry dan gambar komputer.
Untuk mengaitkan lebih jauh ilmu dasar dan berbagai program
klinis, banyak sekolah kedokteran memperkenalkan pendekatan

pengetahuan superfisial mengenai regio-reglo lainnya sudah


mencukupi. Sebagai conto[ anatomi saluran nafas atas dan bawah
dalam sistem repirasi sangat penting, sedangkan anatomi telapak
kaki merupakan ha1 yang kurang penting. Pada tempat-tempat
tertentu di tubuh yang sering terserang penyakit dan kemungkinan
melibatkan banyak sistem, disediakan gambaran regional singkat
di Lampiran (Apendiks). Sekiranya mungkiry digunakan tabel
digunakan untuk mengurangi ukuran teks, termasuk tabel yang
menyajikan dimensi-dimensi penting dan kapasitas berbagai
struktur anatomis; semuanya lni terangkum di dalam Apendiks.

Buku ini diberi ilustrasi lengkap. Kebanyakan gambar


dibiarkan sederhana, dan banyak yang sudah diwarnai. Sudah
dimasukkan foto-foto berwarna model anatomi permukaan dan
sejumlah foto berwarna spesimen proseksi juga dimasukkan di
dalam buku ini.
Setiap bab mengarahkan mahasiswa pada materi yang sangat
penting untuk dipelajari dan dipahami. Setiap bab menekankan

struktur-struktur dasar pada area yang sedang dipelajari sehingg4

begitu sudah dikuasai, para mahasiswa akan dengan mudah


membangun landasan pengetahuannya.

Di seluruh buku ini, setiap bab dirancang dengan gaya


yang serupa untuk mempermudah akses ke materi. Setiap bab
mencakup:

1. Anatomi Klinis

organ atau mengajarkan seiuruh kurikulum kedokteran sistem per


sistem. Dengan demikian, mahasiswa dihadapkan pada ilmu dasar
untuk masing-masing sistem tubuh, bersamaan dengan patologi,
kedokteran, dan ilmu bedah untuk sistem yang bersangkutan.

menyediakan informasl

banyak prosedur medis dasar. Sejumlah contoh radiograf


normal, CT Scans, MRI dan sonogram juga disajikan. Foto
anatomi potongan-lintang berlabel juga dimasukkan untuk
merangsang mahasiwa berpikir dalam kerangka anatomi tiga

kesinambungan kurikulum.

pengajaran Anatomi dalam kurikulum kedokteran modern. Buku


ini berdasarkan atas fakta bahwa profesional medis membutuhkan
'
pengetahuan terperinci mengenai sistem tubuh tertentu, sementara

ini

bahan anatomi untuk membanfu mereka dalam melaksanakan

Dengan demikiary pendekatan ini diharapkan akan menghasilkan

Buku teks Anatomi Klinis yang baru ini ditulis untuk


menyesuaikan dengan pendekatan baru tersebut untuk

Dasar. Bagian

dasar yang berguna untuk membantu para profesional medis


dalam membuat diagnosis dan memberikan instruksi kepada
pasien dalam pengobatan. Bagian ini juga memberikan sumber

2.

dimensi, yang sangat penting dalam interpretasi pencitraan.


Catatan Fisiologik. Catatan ini disisipkan di sana-sini di antara
materi anatomi dasar untuk menekankan kepada pembaca
makna fungsional materi tersebut.

nr

vt
3.

KATA PENGANIAR

Catatan Embriologik. Perkembangan banyak organ dibahas


banyakberpengaruh
untuk pemahaman strukfur dan hubungan antar-organ.
Anatomi Permukaan. Bagian ini menyediakan penunjuk
secara singkat jika pengetahuan seperti ini

4.

permukaan shuktur anatomik yang penting; kebanyakan


terletak sedikit di bawah permukaan kulit. Bagian ini penting
karena kebanyakan tenaga medis praktik jarang menjelajah
jaringan ke kedalaman tertentu di bawah kulit.

5.

Pertanyaan UJangan. Tujuan pertanyaan ada 3, yaitu untuk


memfokuskan perhatian pada bagian-bagian yang pentin&
memungkinkan mahasiwa menilai kelemahan mereka sendiri,
dan menyediakan satu bentuk evaluasi diri karena pertanyaanpertanyaan itu ditanyakan sewaktu ujian. Beberapa pertanyaan
terpusat sekitar masalah klinis yang membutuhkan jawaban
anatomik. jawaban disediakan pada akhir setiap bab.

R.S.S.

Ucapan Teri ma Kasih

budi kepada banyak anggota Departemen


Radiologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas
George Washington atas peminjaman radiograf, CT Scan, MRI
yang direproduksi di berbagai bagian pada buku ini. Saya juga
berterima kasih kepada dr. Carol Lee, dr. Gordon Sze, dr. Robert
Smith dari Departemen Radiologi Universitas Yale atas bantuan
contoh mammogram, CT Scan columna vertebrae, dan MRI
ekstremitas. Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada
dr. Michael Remetz dari Departemen Kardiologi di Yale atas
penyediaan contoh arteriogram koroner.
Ucapan terima kasih secara khusus saya tujukan kepada
Larry C1ark, sebagai teknisi senior pada Departemen Anatomi
Saya sangat berhutang

di Universitas George Washington, yang telah sangat membantu


saya dalam mempersiapkan pemotretan spesimen anatomi dan
mempersiapkan spesimen plastin berbagai organ. Antusiasme
beliau terhadap banyak proyek sangat berpengaruh dan membantu
dalam pembuatan akhir spesimen yang bagus sekali; banyak di
antaranya diuraikan di dalam teks.
Saya juga mengucapkan terima kasih untuk Terry Dolan,
Virginia Childs, Myra Feldmary dan Ira Gunther untuk pembuatan
desain buku ini.
Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih yang sedalamdalamnya kepada staf Lippincot, Williams & Wilkins atas bantuan
dan dukungan dalam pembuatan buku baru ini.

vlt

Daftar lsi

Kata

Pengantar

Ucapan Terima

BAB

Kasih

Pendahuluan

Sistem
BAB 2
BAB

v
vii

Anatomi Klinik

Respirasi

33

Saluran Pernapasan Atas dan Bawah Serta Struktur yang

Terkait

34

Dinding Dada, Rongga Dada, Paru, dan Rongga Pleura

$istem

Karriicvasi<ular

BAB 4

Jantung, Pembuluh Koroner, dan

BAB 5

Pembuluh Darah

BAB 6

Pembuluh Darah Kepala dan

Thorax

l3

Pericardium

56

BAB 7

Leher 169
Pembuluh Darah Ekstremitas Superior 185

BAB 8

Pembuluh Darah Abdomen, Pelvis, dan

BAB 9

Pembuluh Darah Ekstremitas

Slst*m
BAB
viii

l0

l-isnf"atilc

132

Perineum

lnferior

235

?S?

Pembuluh Limfe dan Jaringan Limfe

263

213

DAFTAR

Sistem
BAB I I

Mlrskuloslceletal 279

Tulang dan

Kartilago

12 Sendi 353
BAB l3
Otot Skelet

280

BAB

Sistem
BAB

14.

5
BAB l6
BAB l7
BAB 18

BAB

BAB

BAB

20

2l

22
BAB 23

ColumnaVertebralis,

24

487

Trigeminus 5 l6
Medulla Spinalis, dan Meningen

Nervus Spinalis dan Blok Nervus


Mata dan

Telinga 6l

Sistem

Fencernaan

Spinalis

537

563

639

Dinding Abdomen, Cavitas Peritonealis, Spatium


Retroperitoneale, dan Tiactus Digestivus 640

Viscera Berkaitan dengan Tractus Digestivus: Hepar,


Pancreas, dan Lien 721

Kemih

747

Ren, Ureter,Vesica Urinaria, dan

Reprodul<si

Urethra

Scrotum

Perineum, Organ Genitalia Feminina, dan

Endol<rin

Glandulae

Apendiks

860

lndeks

869

Endocrinae

748

777

Organ Genitalia Masculina, Penis, dan

Sistem
BAB

Sanaf

Nervus Cranialis dan Blok Nervus

Sistem
BAB

Tengkorak, Otak, Meningen, dan Suplai Darah OtakTerkait


dengan Trauma dan Perdarahan lntrakranial 488

Sistem
BAB

4l

833
834

778

Persalinan

800

ISI

ix

Pendahuluan

Anatomi Klinik

BAB

Anatomi Dasar
lstitah Anatomi Deskriptif

Struktur Dasar

Efek Jenis Ketamin, Ras, dan Usia pada Struktur

24

Catatan Fisiologi: Usia dan Efisiensi Fungsional

26

Catatan Embriotogi: Embriotogi dan Anatomi Klinik

26

Catatan Fisiotogi: Fungsi Otot Potos

Ektoderm

77

Catatan Fisiologi: Fungsi Sistem Saraf

Entoderm

27

Catatan Embriotogi: Pertumbuhan Medulla Spinalis

Mesoderm

Selama Perkembangan

Anatomi Radiografik

Catatan Fisiotogi: Fungsi Sistem Saraf Otonom

Computed Tomogrophy

Catatan Fisiotogi: Komponen Aferen Sistem Saraf Otonom

Mognetic Resononce lmoging

27

27

28

Catatan Fisiologi: Eksudat Serosa

Pertanyaan

30

Catatan Fisiotogi: Fungsi Tutang

Jawaban dan Penjetasan

31

Catatan Embriologi: Pembentukan Tutang

J'lenting bagi mahasiswa mengerti istilah-istilah yang digunakan

yang ditemukan melalui pemeriksaan klinik pada seorang pasien

untuk menguraikan struktur dan fungsi dari berbagai bagian tubuh


secara anatomi. Tanpa istilah-istilah ini, tidak mungkin untuk dapat
mengerti komposisi tubuh dengan jelas. Selain itu, para profesional

dapat dicatat dengan tepat.

medis membutuhkan istilah-istilah ini sehingga kelainan anatomi

Bab ini memperkenalkan beberapa struktur dasar yang menyusun


tubuh, seperti kulit, fascia, otot, tulang, pembuluh darah, sistem limfe,
sistem saraf, dan membran mukosa, sefta membran serosa.

ANATOMI DASAR
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi
tubuh. Anatomi klinik adalah ilmu yang mempelajari struktur
makroskopik dan fungsi tubuh yang berhubungan dengan praktik
kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya. Anatomi dasar adalah
ilmu yang mempelajari sejumlah tertentu anatomi yang sesuai
dengan kebutuhan minimal untuk mengerti struktur dan fungsi
tubuh secara menyeluruh.

lstilah Anatomi Deskriptif


Orang-orang medis harus mengerti istilah anatomi dasar. Dengan
bantuan kamus kedokterary Anda akan menyadari bahwa, dengan

(Gambar 1-1). Posisi ini dinamakan posisi anatomi. Berbagai


bagian tubuh kemudian digambarkan berkaitan dengan bidangbidang imajiner.tertentu.

Bidang Midsagital
Adalah bidang vertikal yang melalui pertengahan tubuh dan
membagi tubuh menjadi bagian kanan dan kiri yang sama besar
(Gambar 1-1). Bidang-bidang yang terletak di samping bidang
midsagital dan sejajar dengannya disebut bidang pararnedian.
Sebuah struktur yang terletak lebih dekat pada bidang midsagital
dibandingkan struktur lainnya disebut terletak medial terhadap
struktur lain tersebut. Demikian pula, sebuah struktur yang
terletak lebih jauh dari bidang midsagital dibandingkan struktur
lainnya dikatakan terletak lateral terhadap struktur lain tersebut.

memahami terminologi anatomi, Anda akan sangat terbanfu


dalam proses pembelajaran.

Penggunaan istilah anatomi yang akurat, membantu Anda


berkomunikasi dengan kolega baik nasional maupun internasional.
Tanpa istilah anatomi, seseorang tidak dapat mendiskusikan atau
mencatat fungsi abnormal sendi, kerja otot, perubahanposisi organ,
atau lokasi tepat sebuah benjolan atau fumor secara akurat.

lstilah yang Berhubungan dengan Posisi

Seluruh deskripsi tubuh manusia didasarkan pada anggapan


bahwa seseorang berdiri tegak dengah ekstremitas superior di
samping tubuh, wajah serta telapak tangan menghadap ke depan

Bidang Koronal
Adalah bidang vertikal imajiner yang tegak lurus terhadap bidang
midsagital (Gambar 1-1).

Bidang Horizontal atau BidangTransversal


Adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang midsagital dan

koronal (Gambar 1-1). Istilah anterior dan posterior digunakan


untuk menunjukkan bagian depan dan belakang tubuh (Gambar
1-1).

Untukmenggambarkanhubungan antara dua struktur, sebuah

struktur dikatakan terletak anterior atau posterior dibandingkan

PEN D AH U LU AN

bidang koronal

AN ATO lyll KLI

bidang

bidang midsagital

supeflor

ujung proksimal
ekstremitas
superior
bidang
horizontal
atau
transversal

posterior

anterior

permukaan
dorsal
tangan

ujung distal
ekstremitas
superior

permukaan
palmar
tangan

permukaan
dorsal
kaki

permukaan
plantar kaki

inferior

Gambar 1-1, Istilah-istilah anatomi yang digunakan untuk posisi. Perhatikan subjek berdiri dalam

posisi

anatomi.

struktur lainnya tergantung pada letak struktur itu, apakah lebih


dekat dengan permukaan tubuh bagian anterior atau posterior.
Untuk menguraikan tangaq istilah permukaan palmar dan

dorsal digunakan untuk mengganti istilah anterior dan posterior;

dan untuk menguraikan kaki istilah permukaan plantar dan


dorsal digunakan untuk menggantikan permukaan bawah dan
atas (Gambar 1-1). Istilah proksimal dan distal menunjukkan
jarak relatif terhadap pangkal ekstremitas; misalnya iengan atas
proksimal terhadap lengan bawah dan tangan distal terhadap
lengan bawah.

Istilah superficial dan profundus menyatakan jarak relatif


struktur terhadap permukaan tubuh; istiiah superior dan inferior
menyatakan posisi yang relatif tinggi atau rendah berkenaan
dengan ujung atas dan ujung bawah tubuh.

Istilah interna dan eksterna digunakan untuk menyatakan


jarak relatif struktur terhadap pusat organ atau rongga; misalnya
arteri carotis interna terletak di dalam rongga kranium dan arteri
carotis externa terletak di luar rongga kranium.

Istilah ipsilateral menunjukkan pada sisi tubuh yang sama,


klri dan kaki kiri adalah ipsilateral. Kontralateral

misalnya tangan

menunjukkan pada sisi tubuh yang berlawanan, misalnya M.biceps


brachii kiri dan M.rectus femoris kanan adalah kontralateral.
Posisi supinasi adalah posisi tubuh telentang. Posisi pronasi
adalah posisi tengkurap.

lstilah-lstilah yang Berhubungan


dengan Gerakan

Tempat dua atau lebih tulang yang saling menyatu disebut sendi.

Beberapa sendi tidak bergerak (sutura pada tulang kranium),


beberapa sendi hanya dapat bergerak sedikit (articulatio
tibiofibularis superior), dan beberapa sendi dapat bergerak dengan
bebas (articulatio humeri).
r Fleksi: Gerakan terjadi pada bidang sagital. Misalnya, fleksi
sendi siku mendekatkan permukaan anterior lengan bawah ke
permukaan anterior lengan atas. Biasanya fleksi merupakan

BAB

pergerakan anterior, tetapi kadang-kadang merupakan pergerakan posterior, seperti pada sendi lutut (Gambar 1-2).
Ekstensi: Gerakan meluruskan sendi dan biasanya terjadi ke
arah posterior (Gambar 1-2).
Fleksi lateral: Gerakan batang badan pada bidang koronal
(Gambar 1-3).

Aduksi: Gerakan anggota gerak mendekati tubuh

Abduksi: Gerakan anggota gerak menjauhi garis tengah tubuh

dijelaskan pada halaman 381.

pada bidang koronal (Gambar 1-2).

Rotasi: Gerakan sebagian tubuh

di sekeliling sumbu

jangnya.

,--::::':::f

{--'(--\

aoout<si

sendi bahu

sendi bahu

/,..thi
t:-rl:.--\t
aduksi 4A
/ I

ekstensi

(\

r\

I
I

,)

sirkumduksi
sendi bahu

\i

,ir'i
(ti.
\,,,

tt\

pada

bidang koronal (Gambar 1-2). Pada jari-jari tangan dan kaki,


abduksi adalah pergerakan saling menjauhi antara jari yang
satu terhadap yang lain dan aduksi adalah pergerakan saling
mendekati antara jari yang satu terhadap yang lain (Gambar
1-3). Gerakan ibu jari (Gambar 1-3) yang sedikit lebih rumit

rotasi lateral
sendi bahu

'

..-,/

Gambar 1-2. Beberapa istilah anatomi yang digunakan pada gerakan. Perhatikan perbedaan antar3 fleksi siku dan lutut.

pan-

PENDAHULUAN ANATOITI

Rotasi medial: Gerakan yang menyebabkan permukaan


anterior suatu bagian menghadap ke medial.
Rotasi lateral: Gerakan yang menyebabkan permukaan
anterior suatu bagian menghadap ke lateral.
I Pronasi lengan bawah: Rotasi medial lengan bawah
sedemikian rupa sehingga telapak tangan menghadap
ke posterior (Gambar 1-3).

Supinasi lengan bawah: Rotasi lateral

lengan

bawah dari posisi pronasi sehingga telapak tangan


menghadap ke anterior (Gambar 1-3).

supinasi lengan bawah

KLINIK

a
a

abduksi, dan aduksi (Gambar 1-2).


Protraksi: Gerakan ke depan
Retraksi: Gerakankebelakang( digunakanuntukmenguraikan
gerakan ke depan dan belakang rahang bawah pada articulatio
temporomandibularis).
Inversi: Gerakan kaki sehingga telapak kaki menghadap ke
arah medial (Gambar 1-3).
Eversi: Gerakan sebaliknya sehingga telapak kaki menghadap
ke lateral (Gambar 1-3).

pronasi lengan bawah

\-./
inversi kaki

eversi kaki

aduksi jari-jari

aduksi ibujari tangan

oposisi ibujari dan

jari kelingking tangan

fleksi ibujari

Sirkumduksi: Kombinasi urutan gerakan fleksi, ekstensi,

abduksi
ibujari
tangan

eksiensi ibujari tangan

Gambar 1-3, Tambahan istilah anatomi yang digunakan terkait dengan gerakan.

abduksi jari-jari

batang rambut

plexus arteri
dan vena

kelenjar sebasea

folikel rambul

bulbus rambut

badan kelenjar keringat ekrin

saluran keluar kelenjar


keringat ekrin
Gambar 1-4. Struktur umum kulit dan hubungannya dengan fascia superficialis. Perhatikan bahwa folikel rambut meluas

ke

bawah sampai ke bagian yang lebih dalam dari dermis, atau bahkan sampai ke fasia superfisial, sedangkan kelenjar keringat
meluas sampai ke dalam fascia superficialis.

Struktur Dasar

Kulit

Kulit dibagi menjadi dua bagian: bagian superficial, epidermis;


dan bagian profunda, dermis (Gambar 1-4). Epidermis merupakan

epitel bertingkat yang sel-selnya menjadi pipih ketika matang


dan naik ke permukaan. Pada telapak tangan dan telapak kaki,
epidermis sangat tebal untuk menahan robekan dan kerusakan
yang terjadi pada daerah ini. Bagian tubuh lainnva mempunyar
epidermis yang tipis, misalnya pada permukaan anterior lengan
atas dan lengan bawah. Dermis terdiri dari jaringan ikat padat

yang mengandung banyak pembuluh darah, pembuluh limfe,


dan saraf. Ketebalan dermis berbeda pada berbagai bagian
tubuh, cenderung menjadi lebih tipis pada permukaan anterior
dibandingkan dengan permukaan posterior. Dermis lebih tipis
pada wanita dibandingkan pria. Dermis pada kulit dihubungkan
dengan fascia profunda atau tulang di baglan dasarnya oleh fascia

superficial, atau dlkenai sebagai jaringan subkutan.


Kulit di atas sendi selalu terlipat pada tempat yang sama/
disebut lipatan kulit (Gambar 1-5). Pada tempat ini, kulit lebih
tipis dibandingkan tempat yang lain dan terfiksasi dengan baik
pada struktur di bawahnya oleh pita jaringan fibrosa yang kuat.
Struktur tambahan lain yang ada pada kulit adalah kuku,
folikel rambut, kelenjar sebasea, dan keienjar keringat.

PENDAHU LU AN AN ATO IAI KLI N I K

lipatan kuku

akar kuku

bantalan kuku

Gambar 1-5 Berbagai lipatan kulit pada permukaan telapak tangan dan permukaan anterior sendi pergelangan tangan.
Diperlihatkan juga hubungan kuku terhadap struktur-struktur lain pada jari.

Kuku

rambut. Kelenjar ini ierletak pada permukaan bawah folikel yang


miring dan terletak di dermis (Gambar 1-4). Sebum merupakan

Kuku adalah lempeng yang mengalami keratinisasi pada permukaan dorsal ujung jari tangan dan kaki. Tepi proksimal lempeng

bahan berminyak yang membantu mempertahankan kelenturan


rambut yang sedang tumbuh. Sebum juga meminyaki permukaan
epidermis di sekitar muara folikel rambut.

adalah akar

kuku (Gambar

1-5). Kecuali pada tepi distal lempen&

kuku dikelilingi dan diliputi oleh lipatan kulit yang dikenal


sebagai lipatan

kuku. Permukaan kulit yang diliputi oleh kuku


kuku (nailbed) (Gambar 1-5).

disebut bantalan

Rambut
Rambut tumbuh dari folikel, yang merupakaninvaginasi epidermis

ke dalam dermis (Gambar 1,-4). Foiikel rambut terletak miring


terhadap permukaan kulit dan pelebaran pada bagian ujungnya
dinamakan bulbus rambut, akan menembus bagian dermis
iebih dalam. Setiap bulbus rambut berujung cekung dan pada
bagian yang cekung ini terdapat jaringan penyambung vaskular
yang disebut papila rambut. Sebuah pita otot polos, arrector
pili, menghubungkan permukaan bawah folikel dengan bagian
superficial dermis.(Gambar 1-4). Otot ini dipersarafi oleh serabut
saraf simpatik dankontraksinya menyebabkanrambutberdiri. Otot
ini juga menekan kelenjar sebasea sehingga mengeluarkan sekret.
Kontraksi otot ini juga menyebabkan cekungan pada permukaan
kulit, disebut cutis anserine (kulit angsa). Rambut tersebar dalam
jumlah yang berbeda-beda pada seluruh permukaan tubuh,
kecuali bibir, telapak tangary pinggir jari-jari tangan, glans penis
dan clitoris, labia minora dan permukaan sisi dalam labia majora,
telapak kaki, pinggir kaki dan pinggir jari-jari kaki.

Kelenjar Sebasea
Kelenjar sebasea mengeluarkan sekretnya yaitu sebum, ke batang
rambut pada saat muara kelenjar bertemu dengan leher folikel

Kelenjar Keringat
Kelenjar keringat merupakan kelenjar yang panjang, berbentuk
spiral, tubular, dan tersebar pada seluruh permukaan tubuh,
kecuali pinggir merah bibir, nail bed, glans penis, dan clitoris
(Gambar 1-4). Kelenjar ini terbentang di seluruh lapisan dermis
dan ujungnya mungkin terdapat pada fascia superficialis.
Oleh karena itu, kelenjar keringat merupakan struktur yang
menembus paling dalam diantara seluruh struktur tambahan
epidermis.

Fascia

tubuh dapat dibagi dua, fascia supdrficialis dan fascia


profunda. Mereka terletak di antara kulit serta otot dan tulang
Fascia

yang mendasarinya.

Fascia Superficialis
Fascia superficialis, atau jaringan subkutary merupakan
campuran antara jaringan areolar longgar dan jaringan adipos4
yang menyatukan dermis dengan fascia profunda yang terletak
di bawahnya (Gambar 1-6). Pada kulit kepal4 tengkuk, telapak
tangary dan telapak kaki, fascia ini mengandung banyak berkas
serabut kolagen yang memfiksasi kulit pada struktur-struktur
yang terletak lebih dalam. Pada kelopak mata, daun telinga, penis

Gambar 1-6, Penampang melalui pertengahan


N. musculocutaneus
N. medianus

lengan atas kanan, memperlihatkan susunan fascia


superficialis dan profunda. Perhatikan bagaimana

V. cephalica

septa

os humerus

fi

brosa terbentang antara kelompok-kelompok

otot yang membagi lengan atas menjadi beberapa


bagian fascia.

M" brachialis

A. brachialis

septum
intermusculare
brachii laterale

N. ulnaris
septum
intermusculare
brachii mediale

N. radialis

M. coracobrachialis
fascia profunda

M. triceps

fascia superficialis

dan scrotum, serta clitoris, fascia superficialis tidak mengandung


jaringan adiposa.

Fascia Profunda
Fascia profunda merupakan sebuah lapisan membran jaringan

ikat yang meliputi otot-otot dan struktur-struktur dalam lainnya


(Gambar 1-6). Pada thorax dan abdomen, fascia ini hanya rnerupakan selapis tipis jaringan areolar yang meliputi otot dan aponeurosis. Pada ekstremitas, fascia profunda membentuk selubung
yang jelas mengelilingi otot-otot dan struktur-struktur 1airy serta
memfiksasi alat-alat tersebut pada tempatnya' Septum fibrosuin
meluas dari permukaan dalam membran, antara kelompok-kelompok otot, dan di banyak tempat membagi bagian dalam extremitas menjadi beberapa kompartemen (Gambar 1-6)' Pada daerah
sendi, fascia profunda menjadi sangat tebal membentuk pita-pita
penahan, disebut retinacula (Gambar 1-7). Fungsi retinacrla adalah
memfiksasi tendon-tendon yang ada di bawahnya tetap pada
tempatnya atau berperan sebagai katrol pergerakan tendon.

Otot

tendo otot-otot
ekstensor dan
selubung sinovialnya

retinaculum
musculorum
extensorum

Tiga tipe otot adalah otot rangka, otot polos, dan otot iantung.

Otot

Rangl<a

Gambar 1-7 Retinaculum extensorum pada permukaan posterior

Otot rangka adalah otot penggerak rangka Kadang-kadang


otot ini disebut otot volunter dan tersusun dari serabut-serabut

terletak di bawahnya.

otot lurik. Otot rangka mempunyai dua tempat lekat atau lebih.
Tempat lekat dengan gerakan paling sedikit disebut origo dan
tempat lekat dengan pergerakan paling banyak disebut insersi
(Gambar 1-8). Pada keadaan yang berbeda-beda, derajat mobilitas
tempat lekat mungkin terbalik sehingga istilah orlgo dan insersi
dapat dipertukarkan.
Bagian yang paling banyak tersusun serat otot disebut venter
(Gambar 1-B). Ujung-ujung otot dilekatkan pada tu1ang, cartilago,

atau ligamentum dengan perantalaan pita jaringan fibrosa 1'ang


disebut tendon (Gambar 1-9). Kadang-kadang otot yang gepeng
dilekatkan oleh selapis jaringan fibrosa yang tipis tetapi kuat yang
disebut aponeurosis (Gambar 1-9 ). Raphe adalah serabut otot
gepeng pada ujung tendon yang saling bertautan (Gambar 1-9).

pergelangan tangan yang memfiksasi tendon otot-otot ekstensor yang

PENDAHULUAN ANATOA4I

KLINIK

dan berirama. Serabut otot jantung khusus membentuk sistem


konduksi jantung.
Otot jantung dipersarafi oleh serabut saraf otonom yang berakhir pada myocardium dan nodus sistem konduksi jantung.

Sendi

Tempat dua tu1ang atau lebih bersatu, apakah terjadi gerakan


atau tidak, disebut sendi. Sendi dikelompokkan menurut jaringan
yang terdapat di antara tulang-tulang yang bersendi: sendi fibrosa,
sendi kartilaginosa, dan sendi sinovial.

gastrocnemius

Sendi Fibrosa
Permukaan artikulasi pada tulang dihubungkan oleh jaringan
fibrosa (Gambar 1-10) sehingga masih memungkinkan sedikit
pergerakan. Sutura pada cranium dan articulatio tibiofibularis
inferior merupakan contoh dari sendi fibrosa.

Sendi Kartilaginosa
Gambar 1-8 Origo, insersi, dan venter M. gastrocnemius.
Sendi Kartilaginosa Primer

Otot

Polos

Otot polos terdiri dari sel-sel yang panjang danberbentuk geiendong


(spindle) yang tersusun rapat di dalam berkas atau lembaran.

Sendi kartilaginosa primer adalah sendi yang tulang-tulangnya


disatukan oleh selempeng atau sebatang kartilago hialin. Persatuan
antara epiphysis dan diaphysis pada sebuah tulang yang sedang
tumbutr, dan hubungan antara iga pertama dengan manubrium
sterni merupakan contoh tipe sendi ini. Tidak ada gerakan yang
dapat dilakukan.

Fungsi Otot Polos

Sendi Kartilaginosa Sekunder

Otot polos yang terdapat pada saluran-saluran di dalam tubuh

bercampur seluruhnya dengan enzim pencernaan. Kontraksi ritmik

Sendi kartilaginosa sekunder adalah sendi yang tulang-tulangnya


disatukan oleh selempeng fibrokartilago dan permukaan-permukaan sendinya diliputi oleh selapis tipis kartilago hialin. Contohnya
adaiah sendi antar-corpus vertebrae (Gambar 1-10) dan symphisis

serabulserabut sirkular yang ada sepanjang saluran mendorong

pubis. Sedikit gerakan masih mungkin dilakukan pada sendi ini.

berfungsi mendorong isi saluran keluar. Pada sistem pencernaan,


olot polosjuga menyebabkan makanan yang telah dihaluskan dapat

isi saluran ke depan. Kontraksi serabut-serabut longitudinal


membual dinding saluran yang telah dilewati makanan kembali

Sendi Sinovial

seperti sebelumnya. Gerakan mendorong dengan cara seperti ini


disebut peristalsis.
Pada organ penyimpan, seperti vesica urinaria dan uterus,

serabutserabut tersusun secara tidak beraturan dan saling


berkaitan satu dengan yang lain. Kontraksinya lambat dan terus
menerus, menghasilkan dorongan keluar dari organ. Pada dinding
pembuluh darah, serabut-serabut otot polos tersusun sirkular dan
berperan mengubah diameter lumen.

Tergantung pada organ, serabutserabut otot polos mungkin

dapat berkontraksi akibat regangan lokal serabut, impuls saraf


otonom, atau akibat stimulasi hormon.

Otot Jantung
Otot jantung terdiri atas serabut otot lgrik yang bercabangcabang dan saling bersatu. Otot ini mbmbentuk miokardium
jantung. Serabut-serabutnya cenderung tersusun daiam bentuk
ulir dan spiral otot ini mempunyai sifat kontraksi yang spontan

Facies articularis tulang-tulang diliputi oleh selapis tipis kartilago


hialin dan ujungnya dipisahkan oleh rongga sendi (Gambar 1-10).

Susunan seperti ini memungkinkan gerakan yang luas. Rongga


sendi diliputi oleh membran sinovial, yang terbentang dari pinggir
facies articularis yang satu ke facies articuiarisyang lain. Permukaan
luar membran sinovial dilindungi oleh membran fibrosa yang kuat,

disebut kapsula sendi. Permukaan sendi mendapatkan pelumas


dari cairan kental yang disebut cairan sinovial, yang dihasilkan
oleh membran sinovial. Pada sendi sinovial tertentu, seperti sendi
lutut, di antara facies articularisnya terdapat discus atau potongan
fibrocartilago, disebut discus articularis.
Bantalan lemak ditemukan pada beberapa sendi sinoviaf
terletak di antara membran sinovial dan kapsula fibrosa atau
tulang. Contohnya seperti yang ditemukan pada sendi panggul
(Gambar 1-10) dan sendi lutut.

.Luas pergerakan sendi sinovial ditentukan oleh bentuk


tulang penyusun sendi, struktur-struktur anatomi yang terletak
di dekatnya (misalnya, paha berhadapan dengan dinding anterior

10

BAB

Tendo gabungan untuk insersi


M. gastrocnemius dan M. soleus

aponeurosis M. obliquus externus


abdominis

raphe M. mylohyoideus
Gambar 1-9 Contoh sebuah tendon (A), aponeurosis (B), dan raphe

abdomen pada fleksio sendi panggui), dan ligamentum fibrosum

yang menghubungkan tulang-tulang. Kebanyakan llgamentum


terletak di luar kapsula sendi, tetapi pada sendi lutut, beberapa
ligamentum penting, seperti ligamentum cruciatum, terletak di
dalam kapsula (Gambar 1-11).

Ligamentum

Ligamentum merupakan sebuah tali atau pita jarlngan ikat


yang menghubungkan dua struktur (Gambar 1-11). Umumnya,
ligamentum yang ditemukan berhubungan dengan sendi ada
dua jenis. Jenis pertama, yang terbanyak, terdiri dari berkas

(C).

serabut-serabut kolagen yang dalam keadaan normal tidak dapat


diregangkan (misalnya llg.iliofemorale pada articulatio coxae dan

ligg.collateralia pada articulatio cubiti). Jenis kedua, terutama


tersusun dari jaringan elastis sehingga dapat kembali ke panjang
semula setelah peregangan (misainya, iig.flavum pada columna
vertebralis dan lig.calcaneonaviculare pada kaki)

Bursa

Bursa adalah alat pelumas, berbentuk kantong fibrosa yang tertutup, dan dibatasi oleh membran tipis dan lembut. Dindingdindingnya dipisahkan oleh iapisan cairan yang kental. Bursa

PEN D AH

LU AN AN ATO IV|I KLI N I K

'tl

periosteum
tulang cranium
sendi
fibrosa

periosteum
ligamentum
longitudinale
posterius

discus intervertebralis
fibrocartilagineus

sendi
kartilaginosa

--

ligamentum
longitudinale
anterius
ligamentum
insterspinale

columna vertebralis

ligamentum
supraspinale

os coxae
cartilago hyalin articulare

sendi
sinovial

capsula fibrosa

bantalan lemak

ligamentum teres

articulatio

membrana sinovial

Gambar 1-10 Contoh tiga tipe sendi. A. Sendi fibrosa (sutura coronaria pada cranium) B. Sendi kartilaginosa (sendi antara dua
corpus vertebra lumbalis). C' Sendi sinovial (articulatio coxae= sendi panggul).

ditemukan pada tempat-tempat ketika tendon bergesekan dengan


tulang, ligamentum, atau tendon lain. Bursa sering diternukan
di dekat sendi yang kulit pelapis sendi bergesekan pada tulang
yang ada di bar,l'ahnya, seperti bursa prepatellaris (Cambar
1-12). Kadang-kadang, rongga bursa berhr"rbungan dengan
dengan rongga sendi sinovial. Contoh, bursa sriprapateilaris

yang berhubungan dengan sendi lutut (Cambar 1-12) dan bursa


subscapr"rlaris \rang berhubungan dengan sendi bahu.

Selubung Sinovial

Selubung siniivial merupakan bursa berbentuk tubular yang


men*elilingi tendcn. Tendon menginvaginasi salah satu sisi bursa

12

BAB

acetabulum
berbentuk
mangkuk

ligamentum
cruciatum

ligamentum
collaterale
mediale

articulatio
coxae = sendi panggul

articulatio genu (sendi lutut)

M.peroneus longus mempertahankan

""'o"tili"?nitJnoinarisrateraris
lengkung kaki

Gambar 1-11' Tiga faktor utama yang berperan atas stabilitas sendi: A. Bentuk permukaan sendi . B. Ligamentum. C. Tonus otot.

di dalam bursa melalui mesotendon


(Gambar 1-12). Mesotendon memungkinkan pembuluh darah
masuk ke dalam tendon di sepanjang perjalanannya.
sehingga tendon terbenam

Pembuluh Darah

Pembuluh darah ada tiga jenis: arteri, ven4 dan kapiler (Gambar

yang cabang-cabangnya beranastomosis dengan cabang-cabang


terminal arteri yang ada di dekatnya, tetapi luas anastomosistidak
cukup untuk mempertahankan jaringan tetap hidup bila salah
safu arteri tersumbat.

Vena
Vena adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung;

l -1 4).

banyak

Arteri
Arteri membawa darah dari jantung dan disebarkan ke seluruh
jaringan tubuh melalui cabang-cabangnya (Gambar 1-13 dan
1-14). Arteri yang terkecil berdiameter kurang dari 0,1 mm,
disebut arteriol. Gabungan antara cabang-cabang arteri disebut
anastomosis. Arteri tidak mempunyai katup.

End afteri anatomik (Gambar 1-14) adalah

pembuluh

darah yang cabang-cabang terminalnya tidak beranastomosis


dengan cabang-cabang arteri penyuplai darah untuk daerah
yang berdekatan. End arteri fungsional adalah pembuluh darah

di antaranya mempunyai katup. Vena yang

terkecil

disebut venula (Gambar 1-14). Vena yang lebih kecil, atau cabangcabangnya, bergabung membentuk vena yang lebih besar, yang

dapat berhubungan satu dengan yang lairy membentuk plexus


venosus. Arteri-arteri profunda yang berukuran sedang sering
didampingi dua buah vena, masing-masing berjalan di kiri dan
kanannya, disebut venae comitantes.

Vena yang berasal dari saluran pencernaan tidak langsung


menuju ke jantung, tetapi bersatu membentuk vena porta. Vena ini
masuk ke hati dan kembali bercabang-cabang menjadi vena yang

berukuran lebih kecil, dan akhirnya bersatu dengan pembuluh


yang mirip kapiler, yang disebut sinusoid, di dalam hati (Gambar

PENDAHULUAN ANATOTAI

1-14). Sistem portal adalah sistem pembuluh yang terletak di


antara dua jejaring kapiler.

Kapiler
Kapiler adalah pembuluh yang sangat

keci1,

berbentuk anyaman/

KLINIK

5inusoid

Bentuk sinusoid menyerupai kapiler ketika dilihat dari dindingnya yang tipis, tetapl sebenarnya sinusoid mempunyai diameter
yang berbeda-beda dan lebih lebar dari diameter kapiler. Sinusoid
terdapat pada sumsum tulang, limpa, hati, dan beberapa kelenjar

endokrin. Pada beberapa tempat di dalam tubu11 terutama pada


ujung-ujung jari-jari tangan dan kaki, terdapat hubungan langsung

menghubungkan arteriol dan venula (Gambar 1-14).

femur
M. rectus femoris
bursa suprapatellaris

oatella

'

Vaginae
synoviales
digitorum
manus

bursa prepatellaris

bursa infrapatellaris
superficialis dan
profundus
Vagina communis

tendinum musculorum
flexorum
ligamentum patellae

Vagina tendinis
musculi flexoris
policis longi

ffi
c@
Gambar 1-12 A. Empat bursa yang berhubungan dengan bagian depan sendi lutut. Perhatikan bahwa bursa suprapatellaris
berhubungan dengan rongga sendi. B. Selubung sinovial di sekeliling tendon panjang jari-jari. C, Bagaimana tendon membuat
lekukan pada selubung sinovial selama perkembangannya, dan bagaimana pembuluh darah mencapai tendon melalui
mesotendon.

13

14

A. carotis communis kanan


V. jugularis interna kanan

vasa subclavia kanan


arcus aorta

truncus pulmonalis
rongga atrium kiri
sirkulasi
pulmonalis
rongga

rongga ventrikel kiri

atrium kanan
rongga
ventrikel kanan
V. hepatica

V. cava inferior

Aorta abdominalis

hepar

A. coeliaca
A. mesenterica superior
A. mesenterica inferior

V. porta

Gambar

l-13.

Gambaran umum sistem pembuluh darah.

antara arteri dan vena tanpa melalui kapiler. Tempat hubungan


seperti ini disebut anatomosis arteriovenosus (Gambar 1-14).

Sistem Limfatik

Sistem limfatik terdiri dari jaringan limfatik dan pembuluh limfe


(Gambar f - i5,1.

Jaringan Limfatik
limfatik merupakan jenis jaringan ikat yang mengandung
banyak se1 limfosit. Jaringan limfatik terdapat di dalam organorgan berikut ini: t\mus, nodus lymphaticus (keienjar limfe),
1ier1 dan nodulus lymphaticus. Jaringan limfatik penting untuk
pertahanan imunologik tubuh terhadap bakteri dan virus.
Jaringan

Pembuluh Limfe
Pembuluh limfe merupakan pembuluh yang membantu sistem
kardiovaskular mengeluarkan cairan dari ruang interstitial tubuh
dan kemudian pembuluh ini mengembalikan cairan ke dalam
darah. Sistem limfatik pada dasarnya merupakan sistem drainase
dan tidak ada sirkulasi. Pembuluh limfe ditemukan pada seluruh
jaringan dan organ tubuh, kecuaii sistem saraf pusa! bola mata,
telinga dalam, epidermis, cartilago, dan tulang.
Limfe

Limfe adalah nama yang diberikan untuk cairan jaringan yang


masuk ke dalam pembuluh limfe. Kapiler limfe adalah anyaman
pembuluh-pembuluh halus yang mengalirkan limfe dari jaringan.

PENDAH U LU AN AN ATO IAI KLI N I K

15

intestinum
tenue

A. mesenterica superior

anastomosis

antata
cabang-cabang

A
arteriol

saluran utama

$&
lanngan

end arteri anatomik

VW

end arteri fungsional

katup biskuspid pada

DE

Gambar 1-14 Berbagai jenis pembuluh darah dan cara penggabungannya. A. Anastomosis antara cabang-cabang arteria
mesenterica-superior. B. Anyaman kapiler dan anastomosis arteriovenosus. C. Endarteri anatomik dan fungsional. D. Sistem

portal. E. Struktur katup bikuspid pada sebuah vena.

Kapiler limfe selanjutnya mengalirkan limfe ke pembuluh


limfe kecil yang akan bergabung membentuk pembuluh limfe
besar. Pembuluh limfe berbentuk tasbih yang disebabkan oleh
keberadaan katup yang banyak di sepanjang perjaianannya.

Sebelum limfe memasuki aliran darah, cairan ini melalui


paling sedikit satu kelenjar iimfe, bahkan seringkali lebih dari satu.
Pembuluh limfe yang membawa limfe ke kelenjar limfe dinamakan
pembuluh aferen (Gambar 1-15); pembuluh yang membawa

16

BAB

ductus thoracicus
ductus lymphaticus dexter

truncus subclavius

truncu
bronchomediastinalis

ductus
thoracicus
cisterna chyli
truncus intestinalis
truncus
lumbalis

nodi deltopectorales

pembuluh
limfe aferen

nodi axillares laterales

nodulus lymphaticus

trabecula

sinus lymphaticus
chorda medularis

centrum germinativum
pembuluh yang berjalan melalui permukaan
posterior ke permukaan anterior lengan

pembuluh limfe eferen

pembuluh limfe

D
Gambar 1-15 A. Ductus thoracicus dan ductus lymphaticus dexter beserta cabang-cabang utamanya. B. Daerah tubuh yang
mengalirkan limfenya ke ductus thoracicus (putih) dan ductus lymphaticus dexter (hitam). e. Struktur umum sebuah kelenjar
limfe. D. Pembuluh dan kelenjar limfe extremitas superior.

{
limfe keluar dari kelenjar limfe disebut pembuluh eferen. Limfe
memasuki aiiran darah pada pangkal leher meiaiui pembuiuh
limfe besar yang dinamakan ductus lympiraticlls dexter dan
ductus thoracicus (Gambar 1-.t5i.

Sistem Sanaf

Sistem saraf dibagi dua bagian utama: sistem sara{ pusat, yang
terdiri dari otak dan medula spinalis. dan sistem saraf perifer
(atau tepi)" yang ierdiri dari 12 pasang sara{ otak dar, 31 pasang
saraf spinai beseria ganglianva.

17

PEN DAHU LU AN AN ATO ITI KLI N I K

Secara fungsional, sistem saraf dapat dibagi menjadi sistem

saraf somatik, yang mengatur gerakan volunter, dan sistem saraf


olonom, yang mengafur gerakan involunter.

Pertumbuhan Medulla Spinalis Selama


Perkembangan
Selama perkembangan, pe(ambahan panjang medulla spinalis
lebih lambat dari pada columna vertebralis. Pada orang dewasa,

Fungsi Sistem Saraf


Sistem saraf bersama dengan sistem endokrin mengendalikan dan

mengintegrasikan aktivitas bagian-bagian tubuh yang berbeda.

ketika pertumbuhan telah berhenti, ujung bawah medulla spinalis

hanya sampai pada pinggir bawah vertebra lumbalis L Untuk


menyesuaikan diri dengan pertumbuhan yang tidak seimbang ini,

radix spinalis berkembang menjuntai ke bawah dengan pesat.


Pada daerah cervical atas, radix spinalis pendek dan berjalan
hampir horizontal, tetapi radix saraf lumbalis dan sacralis

di

bawah uiung medulla spinalis membentuk sebuah berkas saraf

vertikal yang menyerupai ekor kuda, disebut cauda equina

Sistem Saraf Pusat


terdiri dari banyak sel saraf beserta tonjolantonjolannya dan disokong oleh jaringan khusus disebut neuroglia.

(Gambar 1-17).

Sistem saraf pusat

Neuron adalah nama yang diberikan untuk sel saraf beserta


seluruh prosesusnya. Sel neuron mempunyai dua tipe prosesus/
yaitu dendrit dan akson. Dendrit adalah prosesus yang pendek
dari badan sel; akson adalah prosesus yang paling panjang dari
badan sel (Gambar 1-16).
Bagian dalam sistem saraf pusat tersusun atas substantia grisea
dan substantia alba. Substantia grisea terdiri atas sel-sel neuron

yang tertanam

di

dalam neuroglia. Substantia alba terdiri atas

serabut-serabut saraf (akson) yang terbenam di dalam neuroglia

Sistem Saraf Perifer/Tepi


Sistem saraf perifer terdiri dari saraf-saraf otak dan saraf-saraf
spinal beserta ganglianya. Pada pemotongan, saraf otak dan saraf
spinal terlihat sebagai tali yang berwarna putih keabu-abuan.

Saraf-saraf tersebut dibentuk dari berkas-berkas serabut saraf


(akson) yang disokong oleh jaringan areolar halus.

Saraf Kranial

Terdapat 12 pasang saraf kranial yang meninggalkan otak dan


berjalan melewati foramina pada cranium. Seluruh saraf menyarafi
kepala dan leher, kecuali Nervus X (vagus) yang juga menyarafi
struktur yang ada di toraks dan abdomen. Saraf kranial diuraikan
pada Bab 15.

Masing-masing saraf spinal dihubungkan dengan medulla spinalis

oleh dua radix: radix anterior dan radix posterior (Gambar 1-16
dan 1-18). Radix anterior terdiri atas berkas serabut saraf yang
membawa impuls saraf menjauhi susunan saraf pusat (Gambar
1-16). Serabut saraf seperti ini dinamakan serabut eferen. Serabut
eferen yang menuju ke otot rangka dan menyebabkan otot ini
berkontraksi dinamakan serabul motorik. Sel asalnya terletak
pada cornu anterior medulla spinalis.
Radix posterior terdiri atas berkas serabut saraf yang membawa
impuls menuju susunan saraf pusat dan dinamakan serabut aferen
(Gambar L-16). Karena serabut ini berkaitan dengan pengantaran
informasi mengenai sensasi raba nyeri, suhu, dan vibrasi, serabut
ini dinamakan serabut sensorik. Badan sel serabut sarafini terletak
pada suatu pembesaran pada radix posterior yang dinamakan
ganglion radix posterior (Gambarl-16 dan 1-18).
Pada setiap foramen intervertebrale, radix anterior dan
posterior bersatu menjadi saraf spinal (Gambar 1-18). Di sini,
serabut motorik dan sensorik bercampur menjadi satu sehingga
saraf spinal dibentuk dari campuran serabut motorik dan serabut
sensorik (Gambar 1-16). Keiika keluar dari foramen intervertebrale,
saraf spinal terbagi menjadi rarnus anterior, yang besar, dan
ramus posterior yang lebih kecil. Ramus posterior berjalan ke
belakang di sekitar columla vertebralis untuk menyarafi otot dan
kulit punggung (Gambar 1-16 dan L-18). Ramus anterior berjaian
terus ke depan untuk menyarafi otot dan kulit pada anterolaterai
dinding tubuh dan semua otot dan kulit extremitas.

Tiga puluh satu pasang saraf spinal meninggalkan medula spinalis

Selain dari rami anteriores dal rami posteriores, saraf


spinal juga memberikan cabang, ramus meningeal yang kecif
yang menyarafi vertebrae dan pembungkus medula spinalis
(meningen). Saraf spinal thoracalis juga mempunyai cabang rami
communicanles yang berhubungan dengan bagian simpatik

dan berjalan melalui foramina intervertebralis pada columna

sistem saraf otonom (lihat halaman 20 dan 21).

Saraf Spinal

vertebralis (Gambar 7-17 dan 1-18). Saraf spinai dinamakan sesuai


dengan regio columna vertebralis 8 pasang nervus cervicalis, 12
pasang ner\rus thoracalis, 5 pasang nervus lumbalis, 5 pasang
nervus sacralis, dan safu pasang nervus coccygeus. Perhatikan
bahwa terdapat 8 pasang nervus cervicalis dan hanya ada 7 buah
vertebrae cervicalis; terdapat satu Pasang nervus coccygeus dan 4
buah vertebrae coccygis. Pembahasan nervus spinalis selanjutnya
padabab 17.

Plexus
Pada pangkal extremitas, rami anteriores saling bergabung
membentuk plexus saraf yang rumit (Gambar 7-17). Di pangkal
extremitas superior terdapat plexus cervicalis dan plexus
brachialis, begitu pula pada pangkal extremitas inferior terdapat
plexus lumbalis dan plexus sacralis.

18

BAB

satu segmen dari


medula spinalis
radices posteriores
nervus spinalis

dendrit

radix posterior
nervus spinalis
ganglion radix posterior

sustantia alba

nervus spinalis
ramus postenor
nervus spinalis

nukleus
canalis centralis

ramus anterior
nervus spinalis

badan sel
substantia grisea

radix posterior

radix anterior nervus spinalis

radices anteriores
nervus spinalis
nervus spinalis
neuron sensorik
ramus posterior

\\

ramus anterior

ramus gnseus

neuron
raciix anterior

rAMUS

cutaneus
lateralis

neuron multipolar

ramus cutaneus anterior

c
Gambar 1-16 A, Neuron motorik multipolar dengan neuron penghubung yang bersinaps dengannya. B. Potongan melintang
setinggi segmen thoracal medula spinalis dengan radix spinalis dan ganglion radix spinalis. C. Potongan melintang setinggi
segmen thoracal medula spinalis memperlihatkan radix, saraf spinal, sefta rami anterior dan posterior beserta cabangcabangnya.

Pembagian klasik sistem saraf menjadi sistem saraf pusat


dan perifer adalah murni artifisial dan sebagai salah satu yang

menuju lengan atas dan lengan bawah di dalam nervus ulnaris,


dan akhirnya mencapat motor end plate padabeberapa serabut kecil

memudahkan karena prosesus neuron-neuron secara bebas

tangan-jarak keseluruhannya sekitar 90 cm.


Contoh lainnya: seperti sensasi raba pada sisi lateral jari

berjalan pada kedua susunan tersebut. Misalnya, neuron motorik


yang terletak pada cornu anterior segmen thoracal I medulla
spinalis menjalarkan aksorurya melalui radlx anterior saral
thoracalis I (Gambar 1-19), berjalan melalui plexus brachialis,

kelingking kaki.Daerah kulit ini dipersarafi oleh segmen


sacralis I medulla spinalis (S1). Cabang-cabang terminal halus
akson sensorik, yang dinamakan dendrit, meninggalkan organ

PEN DAHU LU AN AN ATO lvll KLI N I K

19

atlas (vertebra

cervicalis l)

nr"*u, cervicalis
medulla spinalis
vertebra thoracica

T1

plexus brachialis

T2
T3

T4
T5
T6

nervi thoracales
(1 2 pasang)

T 8l

nervi intercostales
(nervi thoracales)
T10

T11

T12

vertebra lumbalis

L1

L2

plexus lumbalis
nervi lumbales
(5 pasang)

L3

cauda equina

L4
sacrum
L5

I n.-,

.""rr,".

I (s pasang)

plexus sacralis

rvus coccygeus
coccyg
I nervus
r11
pasang;
pasang)

Co1

Gambar 1- 17 Otak, medulla spinalis, saraf spinal, dan plexus saraf ekstremitas.

sensorik kulit dan bersatu membentuk akson saraf sensorik.


Akson berjalan ke atas, di dalam nervus suralis (Gambar 1-19),
dan kemudian di dalam nervus tibialis dan nervus ischiadicus
menuju plexus lumbosacralis. Kemudian, nervus ini berjalan
melalui radix posterior nervus sacralis I untuk mencapai badan
se1 yang terdapat di dalam ganglion radix postertor nervus
sacralis I. Sekarang akson sentrai memasuki columna posterior
substantia alba medula spinalis dan berjalan ke atas menuju
nucleus gracilis yang ada di dalam medula oblongata-jarak
keseluruhannya sekltar 1.5 m. Jadi, satu neuron terbentang dari
jari kelingking kaki sampai ke dalam cranium. Kedua contoh ini

melukiskan kemungkinan adanya sebuah neuron yang sangat


panjang.

Sistem Saraf Otonom


Sistem Saraf Otonom merupakan bagian sistem saraf yang
berhubungan dengan persarafan struktur involunter, seperti
jantung, otot polos, dan kelenjar pada seluruh tubuh dan tersebar
di dalam susunan saraf pusat dan perifer. Sistem saraf otonom
dapat dibagi dua bagian, yaitu simpatik dan parasimpatilg dan
keduanya mempunyai serabut saraf aferen dan e{eren.

20

ramus posterior

ganglion radix posterior

ramus anterior

ramus gnsea

nervus spinalis

ramus alba
ganglion
truncus
sympathicus

medula spinalis

radix anterior
vertebra thoracica

Fungsi Sistem Saraf Otonom


Bagian simpatik sistem saraf otonom berfungsi mempersiapkan
tubuh untuk suatu keadaan darurat. Saraf simpatik mempercepat
denyut jantung, menyebabkan konstriksi pembuluh darah perifer,

dan meningkatkan tekanan darah. Bagian simpatik sistem saraf


otonom menyebabkan aliran darah meninglgalkan kulit dan usus,
sehingga tersedia untuk otak, laniung. dan otot rangka. Pada saat
yang sama, nervus ini menghambat perlstaltik saluran pencernaan
dan menutup otot sphincter.

Bagian parasimpatik sistem saraf otonom berfungsi mempertahankan dan memulihkan energi. Nervus ini memperlambat

denyut jantung, meningkatkan peristaitik usus dan aktivitas


kelenjar, seria membuka otot sphincter.

Hypothalamus di dalam oiak mengatur sistem saraf otonom


dan memadukan kegiatan sistem oionom dengan sistem neuroendokrin, ciengan demikian mempenahankan sistem homeostasis
di dalam tubuh.

ffil:Iill: :::T:::;'lil,Hil

a sp na s'

dari truncus sympathicus (Gambar 1.-18, 1-20, dan 1-21). Serabutserabut sel penghubrmg disebut preganglionik oleh karena serabut
ini melalui ganglion perifer. Bila serabut preganglionik mencapai
ganglia pada truncus sympathicus mereka mungkin menempuh
perjalanan sebagai berikut. (1) Mereka mungkin berhenti pada

ganglion yang mereka masuki dengan mengadakan sinaps


dengan sel-sel eksitator dalam ganglion (Gambar 1-20). Sebuah
sinaps dapat didefinisikan sebagai tempat di mana dua neuron
saling berdekatan, tetapi tidak mempunyai hubungan secara
anatomis. Celah di antara kedua neuron tersebut diperantarai oieh
zat neurotransmiter, yaitu acetylcholine. Akson dari neuron-neuron
eksitator yang meninggalkan ganglion tidak bermielin. Serabut
saraf posganglionik ini kemudian menuju ke saraf spinal thoracalis
sebagai rami communicantes griseae dan tersebar dalam cabangcabang saraf spinal untuk mempersarafi otot polos di dalam dinding
pembuluh darah, kelenjar keringat, dan M.arrector pilli kulit.
(2) Serabut-serabut yang masuk ke dalam ganglia truncus
sympathicus di daerah thorax bagian atas akan berjalan sepanjang

huncus sympathicus menuju ke ganglia di daerah leher, di

sini mereka akan bersinaps dengan sel-sel eksitator

(Gambar

1-20 dan 7-21). Di. sini, sekali lagi, serabut saraf posganglionik
meninggalkan truncus sympathicus sebagai rami communicantes
Sistem Simpatik

Serobut Sorof Eferen

grisea, dan sebagianbesar akanbergabung dengannervi cervicales.

Kebanyakan serabut preganglionik yang masuk ke dalam bagian


bawah truncus sympathicus dari segmen bawah thoracal dan dua

Substantia grisea medulla spinalis dari segmen thoracal pertama


sampai segmen lumbal kedua, mempunyai cornu atau columna
lateraf di mana terdapat badan sel neuron penghubung simpatik
(Gambar 1-20). Akson bermielin sel-sel neuron ini meninggalkan
medulla spinalis di dalam radix anterior dan kemudian berjalan

segmen lumbal bagian atas medulla spinalis, akan berjalan turun


ke bawah menuju ganglia pada regio lumbal dan sacral, di mana
mereka bersinaps dengan se1 eksitator (Gambar 1-21). Serabut

melalui rami communicantes alba ke ganglia paravertebralis

sacrales, dan coccygealis.

posganglionik meninggalkan truncus sympathicus sebagai rami


communicantes grisea yang bersatu dengan nervi lumbales,

PEN D AHU LU AN AN ATO lvll KLI N I K

21

nucleus gracilis

ganglion radix
radix anterior

trrldi;

N. ulnaris

otot kecil tangan

Gambar 1-19 Dua neuron yang berjalan dari susunan saraf pusat ke susunan saraf perifer. A. Neuron aferen yang terbentang
dari jari kelingking kaki ke otak. B. Neuron eferen yang terbentang dari dari cornu anterior medulla spinalis segmen thoracalis I
medulla spinalis ke otot kecil tangan,

(3) Serabut preganglionik mungkin berjalan melalui ganglia


pada bagian thoracal truncus sympathicus tanpa bersinaps. Serabut-serabut bermielin ini membentuk tiga buah nervi splanchnici
(Gambar 1-21). Nervus splanchnicus major berasal dari ganglia
thoracica ke lima sampai sembilan, menembus diaphragama, dan
bersinaps dengan sel-se1 eksitator pada ganglia plexus coeliacus.

Nervus splanchnicus minor berasal dari ganglia thoracica ke


sepuluh dan sebelas, menembus diaphragma dan bersinaps
dengan sel-se1 eksitator pada ganglia plexus coeliacus bagian
bawah. Nervus splanchnicus terbawah (apabila ada) berasal
dari ganglion thoracica kedua belas, menembus diaphragma, dan
bersinaps dengan sel-sel eksitator pada ganglia plexus renalis.
Oleh karena itu nervi sphlanchnici terdiri dari serabut-serabut
preganglionik. Serabut-serabut posganglionik berasal dari sel-sei
eksitator di dalam plexus-plexus perifer yang telah disebutkan
tadi, tersebar ke otot-otot polos dan kelenjar pada viscera. Beberapa
serabut preganglionik yang berjalan di dalam nervus splanchnicus

major berakhir langsung pada se1-sel di medulla suprarenalis.


Sel-sel medula ini dapat dianggap sebagai modifikasi dari sel,sel
eksltator slmpatik.

Truncus sympathicus merupakan dua rantai trunkus saraf


berganglionik yang terbentang sepanjang columna vertebralis
(Gambar 1-21). Terdapat 3 ganglia pada masing-masing truncus

di daerah leher, 11 atau

72 ganglia pada daerah thoraks, 4 atau


5 ganglia pada daerah lumbal, dan 4 atau 5 ganglia pada daerah
pelvis. Kedua trunkus terletak dekat dengan columna vertebralis

dan di bawah berakhir dengan bergabung menjadi satu membentuk sebuah ganglia, disebut ganglion impar.
Serobut SorafAferen
Serabut saraf aferen bermielin berjalan dari viscera melalui ganglia
slmpatik tanpa membentuk sinaps (Gambar 1-20). Serabut-serabut
ini masuk ke saraf spinal melalui rami communicantes alba dan
mencapai badan selnya di dalam ganglion radix posterior yang

22

BAB

radix posterior
neuron penghubung

columna lateralis
(cornu lateralis)

ramus
communicans
grisea

ramus communicans
alba

radix anterior

truncus sympathicus

neuron penghubung
simpatik

neuron aferen
ganglion simpatik

Gambar 1-20 Penataan umum bagian somatik sistem saraf (kiri) dibandingkan dengan bagian otonom sistem saraf (kanan).

sesuai. Akson sentral kemudian memasuki medulla spinalis dan


membentuk komponen aferen dari lengkung refleks di tempat itu.
Lainnya berjalan ke atas sampai ke pusat otonom yang lebih tinggi
di dalam otak.

Sistem Parasimpatik
S e

r ob

ut-S e ro

ut

Efe r e n

penghubung bagian sistem saraf ini terletak di dalam


otak dan segmen sakral medulla spinalis (Gambar 1-21). Se1-sel
penghubung di dalam otak membentuk sebagian nuclei yang
merupakan asal dari saraf otak III,V[, IX, dan X. Akson-aksormya
yang berasal dari otak terletak di dalam saraf otak yang sesuai.
Se1-sel penghubung sakral dijumpai pada substansia grisea
segmen sakral kedua, ketiga, dan keempat medulla spinalis. Se1-sel
ini tidak cukup banyak untuk membentuk cornu lateral substansia
grisea seperti dengan se1-se1 penghubung simpatis pada daerah
thoracolumbal. Akson bermielin meninggalkan medulla spinalis
di dalam radix anterior saraf spinal yang sesuai. Mereka kemudian
meninggalkan nervus sakral dan membentuk nervus splanchnicus
pelvicus.
Semua serabut eferen yang telah dijelaskan adalah serabut
preganglionik, dan mereka bersinaps dengan sel eksitator di
Sel-se1

serabut posganglioniknya tidak bermielin dan relatif pendek bila


dibandingkan dengan serabut posganglionik simpatik.
Serobut-Serob

ut

Afe ren

Serabut-serabut aferen L'ermielin berjalan dari viscera ke badan


selnya yang terletak di dalam ganglia sensoris saraf-saraf otak

atau pada ganglion radix posterior nervus sacrospinalis. Aksonakson sentralnya kemudian masuk ke susunan saraf pusat dan
ikut membentuk lengkung refleks di tempat itu atau berjalan ke
pusat sistem saraf otonom yang lebih tinggi.

Komponen Aferen Sistem Saraf Otonom


Komponen aferen sistem saraf otonom identik dengan komponen

aferen saraf somatik dan membentuk sebagian dari segmen


aferen umum di seluruh sistem saraf. Ujung-ujung saraf di dalam
komponen aferen otonom tidak dapat diaktifkan oleh sensasi seperti
panas atau raba, teiapi diaktifkan oleh regangan atau kekurangan

oksigen. Setelah serabut aferen masuk ke dalam medulla spinalis


atau otak, mereka berjalan bersama-sama atau bercampur dengan
serabut aferen somatik.

dalam ganglia perifer, yang biasanya terletak dekat dengan viscera

yang dipersarafinya. Serabut preganglionik kranial berhenti


pada ganglion ciliare, pterygopalatinum, submandibulare, dan
oticum (Gambar 7-27). Serabut preganglionik di dalam nervus
splanchnicus pelvicus berhenti pada ganglia yang terdapat pada
plexus hypogastricus atau di dalam dinding viscera. Yang khas,

Membran Mukosa

Membran mukosa adalah lapisan organ atau saluran yang berhubungan dengan permukaan tubuh. Membran mukosa terdiri

PEN D AHU LU AN AN ATO MI KLI N I K

-/-lh

i"*&)
'h,
j2A
\i;

Y-'---4
il;if
" '-'

mata
glandula lacrimalis
nlanr{rrla
glandda qrrhmar
submandibularis dan sublingualis
glandula salivarius

4l lrli

W*

ti

23

glandula Parotis
jantung

paru-paru

lambung
liillii

h-.

usus halus

Tfr

"i?
glandula suprarenalis

i8l

-rll

ginjal

ijl
::\

ililit

'q

iili!|
**

"c

Ir

Gambar 1-21 Bagian eferen sistem saraf otonom.


Serabut-serabut preganglionik parasimpatik berwarna

biru; serabut-serabut posganglionik parasimpatik berwarna


biru putus-putus. Serabut-serabut preganglionik simpatik

organ kelamin

berwarna merah; serabut-serabut posganglionik simpatik


berwarna merah putus-putus.

atas selapis epitel yang disokong oleh selapis jaringan ikat,

parietalis, yang meliputi viscera disebut lapisan visceralis.

lamina propria. Otot po1os, yang dinamakan muscularis mucosa,


kadang-kadang terdapat di dalam iaringan ikat. Membran
mukosa dapat atau tidak dapat mensekresikan mukus Pada
permukaannya.

Celah sempit yang memisahkan lapisanJapisan ini membentuk


rongga pleura, rongga perikardial, dan rongga peritoneal yang
mengandung sedikit cairan serosa, disebut eksudat serosa.

Membran Serosa

di dalam
tubuh dan membentuk lipatan pada viscera yang terletak bebas di
dalamnya (Gambar 1-22). Membran ini terdiri dari lapisan halus
mesotel yang disokong oleh selapis tipis jaringan penyambung.
Membran serosa yang membatasi dinding rongga disebut lapisan

Membran serosa melapisi rongga-rongga yang ada

Eksudat Serosa
Eksudat serosa melicinkan permukaan membran serosa dan
memungkinkan kedua lapisan membran bergesekan satu dengan
yang lainnya dengan mudah.

24

BAB

Pembentukan Tulang

iri t

iw

)\-("
,Y,i'l'"]

bronchus principalis

Tulang berkembang dengan dua cara: membranosa dan


endokondral. Pada cara yang pertama, tulang berkembang
langsung dari membran laringan ikat; pada cara yang kedua,
mula-mula dibentuk tulang rawan dan hemudian diganti oleh

pleura parietalis
pleura visceralis

tulang. Untuk keterangan lebih mendalam mengenai perubahan


selular yang terjadi dapat dibaca pada buku teks hisiologi atau
embriologi.

cavum pleura
atau rongga pleura

Tulang tempurung kepala berkembang dengan cepat secara


membranosa pada masa janin, dan tulang ini melindungi otak
yang sedang berkembang yang terletak di bawahnya. Pada waktu
lahir, sebagian kecil membran menetap diantara tulang-tulang. Hal

Gambar 1-22 Susunan pleura di dalam rongga thoraks. Perhatikan bahwa

ini penting secara klinik, karena memungkinkan tulang cranium

dalam keadaan normal rongga pleura merupakan ruang berbentuk celah,

berubah bentuknya untuk menyesuaikan dengan jalan lahir untuk

dengan pleura parietalis dan viseralis dipisahkan oleh sedikit cairan serosa.

bergerak turun pada waktu persalinan.

Tulang panjang ekstremitas berkembang secara penulangan


endokondral. Proses penulangan

Mesenterium, omentum, dan ligamentum serosum diuraikan


di Bab 19. Lapisan parietal membran serosa berkembang dari
somatopleura (lapisan dalam sel mesoderm) dan mendapatkan
banyak persarafan dari saraf spinal. Oleh karena itu lapisan
parietal peka terhadap semua sensasi umum seperti raba dan

Tulang

Tulang adalah jaringan hidup yang strukturnya dapat berubah


sebagai akibat tekanan yang dialaminya. Seperti jaringan ikat
lainnya, tulang terdiri atas sel-sel, serabut-serabut, dan matriks.
Tulang bersifat keras oleh karena kalsifikasi dari matriks
ekstraselulernya dan mempunyai derajat elastisitas tertentu
akibat adanya serat-serat organik.

merupakan proses yang

lebih lama lagi. Pusat pembentukan tulang yang ditemukan pada


corpus tulang disebut diaphysis; pusat pada ujung-ujung tulang
disebut epiphysis. Lempeng rawan pada masing-masing ujung,

yang terletak di antara epiphysis dan diaphysis pada tulang


yang sedang tumbuh disebut lempeng epiphysis. Metaphysis
merupakan bagian diaphysis yang berbatasan dengan lempeng

nyeri. Lapisan visceral berkembang dari spianchnopleura (lapisan


dalam sel mesoderm) dan dipersarafi oleh saraf-saraf otonom.
Lapisan visceral tidak peka terhadap raba dan suhu, tetapi sangat
peka terhadap regangan.

ini

lambat yang tidak selesai sampai usia 18-20 tahun atau bahkan

epi physis.

Cartilago

Cartilago (tulang rawan) merupakan bentuk jaringan ikat yang


se1-se1 dan serabut-serabutnya tertanam di dalam matriks yang
berbentuk seperti agar-agar. Matriks bertanggung jawab atas
kekuatan dan daya lentur cartilago. Kecuali pada permukaan yang
berhadapan dengan sendi, cartilago diliputi oleh membran fibrosa

yang dinamakan perichondrium. Terdapat tiga jenis cartilago:


cartilago hialin, fibrocartilago, dan cartilago elastis.

Fungsi Tulang

5 Fc. #$--*, r4 I f,\,[,

Tulang mempunyai fungsi proteksi. Cranium dan columna

ffi

vertebralis misalnya, melindungi otak dan medulla spinalis dari

ff;.suu"t. il._:,s\lq t,i $ i,vq

cedera; sternum dan iga-iga melindungi viscera rongga toraks dan

abdomen bagian atas (Gambar 1-23). Tulang berperan sebagai

f-ffi

$*r:Ft

fr-4"

ti

.J

fu:hi

;-?At-}lc

KT"{"Jffi

pengungkit seperti yang dapat dilihat pada tulang panjang di


anggota gerak. Dan tulang merupakan tempat penyimpanan utama

Anatomi deskriptif cenderung berpusat pada bentuk deskriptif

dari garam calcium. Di dalam sumsum tulang terjadi pembentukan

yang pasti. Tenaga medis harus selalu ingat bahwa terdapat


perbedaan seksual dan ras, serta struktur dan fungsi tubuh

sel-sel darah yang terlindung di dalam rongga tulang.

berubah selaras dengan pertumbuhan dan usia.

Tulang terdiri dari dua bentuk, tulang kompakta dan tulang


spongiosa. Tulang kompakta tampak sebagai masa yang padat;
tulang spongiosa terdiri atas anyaman trabekula (Gambar 1-24).
Trabekula tersusun sedemikian rupa sehingga tahan akan tekanan
dan tarikan yang mengenai tulang.

Pria dewasa cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan


wanita dewasa dan mempunyai tungkai yang lebih panjang;
tulangnya lebih besar dan lebih bera! dan otot-ototnya lebih
besar. Pria mempunyai lemak subkutan yang lebih sedikit, yang

memberikan bentuk tubuh yang lebih angular. Larynxnya iebih


besar dan pita suaranya lebih panjang, sehingga suaranya lebih

PEN D AH U LU AN AN ATO AAI KLI N I K

25

Cranium

mandibula
clavicula
scapula
sternum
huemrus
columna
vertebralis

ulna

os coxae
radius
sacrum

sacrum
carpus

coccygeus
metacarpi
phalanges
ischium
pubis
femur
patella

fibula
tibia

Phalanges

metatarsi

Gambar 1-23 Rangka. A. Dilihat dari anterior. B. Dilihat dari lateral.

dalam. Pria mempunyai jenggot dan rambut tubuh yang kasar.


Pria mempunyai rambut ketiak dan rambut pubis, rambut pubis
meluas sampai ke daerah umbilicus.
Wanita dewasa cenderung lebih pendek dibandingkan pria
dewasa dan mempunyai tulang yang lebih kecil dan otot-otot yang
kurang besar. Wanita mempunyai lebih banyak lemak subkutan

dan penimbunan lemak pada payudara, panggul, dan paha,


sehingga menyebabkan wanita terlihat lebih bulat. Rambut kepala

lebih tipis dan kulitnya tampak lebih halus. Wanita mempunyai


rambut ketiak dan rambut pubis, tetapi rambut pubis tidak meluas
sampai ke umbiiicus. Wanita dewasa mempunyai payudara lebih
besar dan pelvis yang lebih lebar dibandingkan dengan pria. Ia

mempunyai sudut lateral siku yang lebih luas sehingga terdapat


deviasi lateral yang lebih besar dari lengan bawah terhadap Iengan
atas.

Sampai kira-kira usia 10 tahury anak laki-laki dan wanita


tumbuh dengan kecepatan yang hampir sama. Sekitar umur 12
tahury anak laki-laki sering mulai tumbuh lebih cepat dibandingkan
anak wanita, sehingga kebanyakan pria dewasa lebih tinggi dari

wanita.
Pubertas dimulai antara umur 10 sampai 14 tahun pada
wanita dan antara umur 12 sampai 15 tahun pada anak laki-laki.
Pada waktu pubertas, payudara anak wanita mulai membesar dan
pelvis melebar. Pada waktu yang sama, penis, testis, dan scrotum
anak laki-laki membesar. Dan pada keduanya akan muncul rambut
ketiak dan pubis.
Perbedaan ras dapat dilihat pada warna kulit, rambut, mata,
dan pada bentuk dan ukuran mata, hidung, dan bibir. Orang
Afrika dan Skandinavia cenderung tinggi akibat tungkainya
yang panjang; sedangkan orang Asia cenderung pendek karena

26

BAB

'(?
N4
D

Gambar 1-24 Penampang dari berbagai jenis tulang. A. Tulang panjang (os humerus). B. Tulang iregular (os calcaneus).

C.

Tulang pipih (dua buah os parietale dipisahkan oleh sutura sagitalis), D. Tulang sesamoid (os patella). E. Perhatikan susunan
trabecula yang bekerja sebagai penyanggah untuk menahan gaya kompresi dan tarikan dari ujung proksimal femur.

memiliki tungkai yang pendek. Kepala orang Eropa Tengah dan


Asia cenderung bulat dan lebar.

Embriologi dan Anatomi Klinik


Embriologi menyediakan dasar untuk pemahaman analomi dan
penjelasan dari banyak kelainan congenital yang ditemui di klinik.
Berikut ini ringkasan singkat mengenai perkembangan embrio.

Usia dan Efisiensi Fungsional


Sesudah lahir dan selama masa anak-anak, fungsi tubuh secara
progresif menjadi lebih efisien dan mencapai puncaknya pada

waktu usia dewasa muda. Pada usia dewasa tua dan manula,
banyak fungsi tubuh menjadi kurang efisien.

Segera setelah ovum dibuahi oleh spermatozoa, ierbentuk


sebuah sel, yang disebut zigot. Selanlutnya terjadi pembelahan
mitosis terus menerus sehingga terbentuk sel-sel yang lebih kecil.

Sel-sel yang terletak di sentral diseblrt massa sel interna, yang


akhirnya akan membentuk jaringan embrio. Sel-sel

di

sebelah

luar, disebut massa sel eksterna, membentuk troohoblast, yang

PEN DAHU LU AN AN ATO TAI KLI N I K

27

berperan oeniing dalam pembentukan placenta dan membran

Mesoderm lateral

ianin.

Mesoderm lateral terbelah menjadi lapisan somatik dan lapisan

Sei-sel yang membentuk embrio tersusun dalam bentuk

splanchnicus, yang masing-masing berhubungan

dengan

cakraryl embrio bilaminer, yang terdiri dari dua lapisan benih.

ektoderm dan entoderm. Lapisan ini menutupi sebuah rongga di

Lapisan di bagian atas disebut ektoderm dan lapisan di bagian

dalam embrio disebut selom intraembrionik. Rongga selom ini

bawah disebut entoderm. Dengan berlanjutnya perkembangan,

nantinya akan membentuk rongga pericardium, pleura, dan

bentuk cak!"am embrio berubah menjadi seperti buah pir, dan

peritoneum.

sebuah iaplsan serrplt muncul di permukaan dorsal daerah


ectoderrn, disebut primitive streak (garis primitif). Selanjutnya,
proliferasi sel sel primitve streak membentuk selapis sel yang

Sebagai tambahan, mesoderm embrionik, merupakan asal


dari otot polos, otot rangka, serta otot jantung; semua bentuk

terbentang di antara ektoderm dan entoderm untuk membentuk

jaringan ikat, termasuk cartilago dan tulang; dinding pembuluh


darah dan sel-sel darah; dinding pembuluh limfe dan jaringan

limfet membrana sinovial sendi

lapisan benih ketiga, disebut mesoderm.

dan

bursai serta cortex

suprarenal.
Ektoderm

Jika dibutuhkan, uraian lebih rinci mengenai perkembangan

Penebalan lebih lanjut, lapisan ektoderm membentuk selempeng

be.bagai organ akan dioerikan sesuai dengar bab nya.

sel pada permukaan dorsal embrio yang disebut lempeng saraf.


Lempeng ini akan terbenam ke dalam embrio membentuk tuba

neuralis, yang nantinya akan berkembang membentuk susunan


saraf pusat. Ektoderm lainnya akan membentuk cornea, retina,
dan lensa mata serta labirin membranosa dari telinga dalam.
Ektoderm

luga membenluk epidermis dari kuliti kuku

Ah.$&,T# ht fi flq-Ail)

##

F".,qff

dan

rambut; sel-sel epitel glandula sebasea, kelenjar keringat, dan

glandula mamma; membrana mukosa yang melapisi rongga


mulut, rongga hidung, dan sinus paranasalis; enamel gigi-

Sebagai seorang dokter, Anda akan sering dipanggil untuk


mempelajari anatomi yang normal dan abnormal, seperti yang

salivarius parotideus; membran mukosa setengah bagian bawah

terlihat pada radiograf. Memahami anatomi radiografik yarg


normal memungkinkan seseorang mengetahui kelainan dengan

canalis analis; serta bagian terminal tractus genitalia dan tractus

cepat, seperti patah tulang atau tumor.

urinarius pria.

Bentuk anatomi radiografik yang paling sering dipelajari


adalah radiograf (foto rontgen), yang memberi gambar dua

geligi, kelenjar hipofisis serta alveoli dan ductus glandula

Entoderm

Entoderm pada akhirnya merupakan asal dari struktur-struktur

dimensi bagian dalam tubuh (Gambar 1-25). Untuk menghasilkan


radiograf seperti ini, seberkas sinar X dipancarkan meialui tubuh

berikut ini: epitel yang melapisi saluran pencernaan dari


rongga mulut ke bawah sampai ke pertengahan bagian bawah

dan mengenai film. Jaringan dengan densitas yang berbeda

canalls analis dan epitel kelenjar-kelenjar yang berkembang


darinya-berturut-turut thyroid parathyroid. thymus, hepar, dan

memperlihatkan gambaran densitas yang berbeda pula pada

Mesoderm paraksial pada awalnya terletak pada kedua sisi garis

radiograf (atau layar flurosensi). Suatu jaringan yang densitasnya


lebih besar, relatif menyerap (mengabsorbsi) lebih banyak sinar
X daripada jaringan yang densitasnya kurang. Jaringan yang
densitasnya sangat padat disebut radiopalg sedangkan jaringan
yang kurang densitasnya disebut radiolusen. Tulang sangat padat
dan lemak setengah padat; taringan lunak lain kurang padat.
Sayangnya, pemeriksaan radiograf yang umum dilakukan
menunjukkan bayangan dari berbagai organ yang tumpang tindih
pada selembar fi1m datar. Keadaan tumpang tindih dari organorgan dan jaringan sering mempersulit pembacaan foto tersebut.
Kesulitan ini diatasi dalam batas tertentu dengan meletakkan
fi1m dengan sudut yang tepat satu dengan yang lain atau dengan

tengah embrio. Kemudian mesoderm ini bersegmen-segmen dan

membuat fiIm steroskopik.

membentuk tulang, cartilago, dan ligamentum-ligamentum


columna vertebralis sefta sebagian basis cranii. Sel-sel lateral
membentuk otot-otot rangka pada segmennya. Beberapa sel

Computed Tomography

pancreas-seda

ep tel yang melapisi

traktus respiratorius, tuba

pharyngotympanica dan telinga tengah, vesica urinaria, bagianbagian urethra wanita dan pria, glandula vestibularis major.

glandula prostate. glandula bulbourethralis, dan vagina.


Mesoderm
lvlesoderm berdiferensiasi menjadi mesoderm paraxial, mesoderm
intermedian. dan mesoderm lateral.

Mesoderm Paraksial

bermigrasi ke bawah lapisan ektoderm, dan ikut membentuk


dermis dan jaringan subkutan dari kulit.
Mesoderm lntermedian
Mesoderrn intermedian adalah sekumpulan sel di sisi kanan dan
kiri embric yang dihubungkan ke medial dengan mesoderm paraxial

dan iateral dengan rnesoderm lateral. Lapisan rni membentuk


bag jan

sistem urogenitalis.

Computed Tomography (CT) scan atau Computerized Axial


Tomography (CAT) scan memungkinkan untuk mempelajari
lapisanJapisan jaringary sehingga jaringan dengan perbedaan
densitas yang kecil dapat dibedakan. CT scan berdasarkan pada
ilmu fisika yang sama dengan sinar X konvensional, tetapi digabung
dengan teknologi komputer. Sumber sinar X yang memancarkan
berkas sinar X berjalan melengkung di sekitar bagian tubuh yang

28

BAB

truncus pulmonalis

ffi/
atrium dexter

W'/

,/

ventriculus sinister

/
ventriculus dexter

hepar

Gambar 1-25 Radiograf postero-anterior thorax

Magnetic Resonance lmaging


akan diperiksa. Berkas sinar X yang menembus bagian tubuh,
dikumpulkan oleh detektor khusus sinar X. Di sini sinar X dirubah
menjadi impuls elektronik yang menghasilkan gambaran densitas
jaringan pada irisan tubuh setebal satu sentimeter. Dari gambaran
ini, komputer mengubahnya menjadi gambar tubuh yang disebut
CT scan, yang dapat dilihat pada layar flurosensi dan dibuat
fotonya untuk pemeriksaan lebih lanjut (Gambar 1-26). Tindakan
ini aman dan cepat, beriangsung hanya beberapa detik untuk
setiap irisan, dan untuk sebagian besar pasien tidak diperlukan
obat penenang.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah sebuah teknik yang


menggunakan sifat magnetik nukleus hidrogen yang diaktifkan
oleh pancaran radiofrekuensi, disalurkan oleh sebuah kumparan

yang terdapat di sekeliling tubuh. Nuklei hidrogen yang aktif


memancarkan gelombang yang dapat ditangkap sebagai aliran
listrik yang akan menginduksi kumparan penerima. MRI sangat
aman untuk pasien dan karena sifat MRI dapat membedakan
jaringan-jaringan lunak dengan lebih baik, maka dalam ha1 lni
MRI iebih bermanfaat daripada CT scan. Hal lni disebabkan oleh
karena sebagian jaringan mengandung lebih banyak hidrogen
dalam bentuk air daripada jaringan lainrrya (Gambar 1-27).

PEN D AHU LU AN AN ATO MI KLI N I K

A. carotis communis sinister

anterior

V. brachiocephalica

clavicula

A. brachio-

sinister

cephalica

brachiocephalica
dextra

A. subclavia
costa

pulmo (lobus
kanan atas)

pulmo (lobus
kiri atas)

costa ll

trachea
oesophagus

scapula

processus

corpus vertebra

spinosus

costa lV

costa lll

thoracica lll
anterior
V. mesenterica
superior

omentum majUS

A. mesenterica
pancreas

superior
aorta

V. cava inferior

lobus dexter
hepatis

ren sinister

ren dexter

corpus vertebra

lumbalis ll
Gambar 1-26
lumbalis

iI.

CT Scan. A. Thorax bagian atas setinggi veftebra thoracica

IiI;

B. Abdomen bagian atas setinggi vertebra

Semua CT Scan dilihat dari bawah. Dengan demikian sisi kanan tubuh tampak pada sebelah kiri gambar.

29

30

BAB

corpus
crantum

thalamus

lobus frontali

ventrikel lV

mesencephalon
cerebellum

medulla
oblongata

dinding cavum
nasi
palatum

Gambar 1-27 MRI kepala dalam bidang sagital, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda dari otak.

D.

Pertanyaan Melengkapi
Pilihlah satu jawaban yang PALING

1.

Seorang pasien yang

E.

TEPAT.

berdiri dalam posisi anatomi:

Pertanyaan Mencocokkan

A. Menghadap ke lateral.
B. Telapak tangan mengarah ke medial.
C. lumit berjarak beberapa inci.
D. Berdiri pada jari kakinya.
E. Extremitas superior terletak di sisi tubuh.
2.

Cocokkanlah setiap struktur yang terdapat di bawah ini dengan


strul(tur atau peristiwa yang paling erat hubungannya. Setiap
jawaban dapat digunakan lebih dari satu kali.

Seorang pasien melakukan gerakan fleksi pada articulatio


coxae bila dia:
A. Menggerakkan extremitas inferior menjauhi garis tengah
pada bidang koronal.

B. Menggerakkan extremitas inferior ke posterior


C.

pada

bidang paramedian.
Menggerakan extremitas inferior ke anterior pada bidang
paramedian.

Memutar extremitas inferior sehingga permukaan anterior


menghadap ke medial.
Menggerakkan extremitas inferior ke bidang midsagittal.

3.

Fasciasuperficialis.

4.

Fascia profunda.

5.

Otot rangka
Membagi bagian dalam extremitas menjadi ruang-ruang,

A.
B.
C.
D.

,[aringan adiposa.
Gerakan volunter.

Bukan salah satu di atas.

PENDAHULUAN ANATO/il

31

Untuk setiap struktur limfe di bawah ini, pilihlah struktur atau

Untuk setiap sendi yang terdapat di bawah ini, sebutkan


pergerakannya yang sesuai.

6. Articulatio

KLINIK

fungsi yang sesuai.

cubiti.
17. Kapiler limfe.

7. Articulatio temporomandibularis.
18. Ductus thoracicus.

8. Articulatio coxae.
A. Fleksi.
B. Ekstensi.
C. AdanB.
D. Protraksi.
E. Fleksi, ekstensi, dan abduksi.

19. Ductus lymphaticus dexter.


20. Nodus lymphaticus.

A. Terdapat pada sistem saraf pusat


B. Mengalirkan limfe langsung dari jaringan
C. Terdiri dari jaringan limfe dan mempunyai pembuluh

Untuk setiap sendi yang terdapat di bawah ini, berikan klasifikasi


yang paling cocok.

aferen dan eferen

D. Mengalirkan limfe dari sisi kanan kepala dan

leher,

anggota gerak atas kanary dan sisi kanan thorax.

9.

Sendi antara corpus vertebrae.

E.

Mengalirkan limfe dari sisi kanan abdomen.

10. Articulatio tibiofibularis inferior.

Pertanyaan Pilihan Ganda

11. Sutura antara tu1ang-tu1ang cranium.

Bacalah riwayat kasus dan pilihlah jawaban TERBAII( dari

12. Articulatio genu.


A. Sendi sinovial.
B. Kartilaginosa.

C.
D.

pertanyaan-pertanyaan

di

bawahnya.

Catatan pembedahan dari seorang pasien menunjukkan bahwa


dia mempunyai insisi paramediana infraumbilicus kanan melalui
kulit dinding anterior abdomen.

Fibrosa.
Bukan salah satu di atas.

Untuk setiap jenis pembuluh darah di bawah ini, pilihlah definisr


yang sesuar.

13. Arteriol.
14. Vena porta.

21. Dimana sebenarnya insisi tersebut dilakukan?


A. Pada garis tengah di bawah umbilicus.
B. Pada garis tengah di atas umbilicus.
C. Sebelah kanan garis tengah di atas umbilicus.
D. Sebelah kanan garis tengah di bawah umbili.cus.
E. Tepat di bawah processus xiphoideus pada garis tengah.

15. End arteri anatomik.


Setelah menderita pericapsulitis pada sendi bahu

16. Venula

A. Pembuluh yang menghubungkan dua buah


B.

jaringan

kapiler.
Pembuluh yang cabang-cabang terminalnya tidak mengadakan anastomosis dengan cabang-cabang atau arteri
yang memberi darah untuk daerah didekatnya.

C. Pembuluh yang menghubungkan vena besar

kiri,

seorang

pasien mengeluh adanya hambatan pada gerakan tertentu sendi


tersebut.

22. Gerakan sendi mana yang mengalami pembatasan dan berapa


besar?

A. Abduksi dibatasi sampai 30'.


B. Rotasi lateral dibatasi sampai 45".
C. Rotasi medial dibatasi sampai 55".
D. Fleksi dibatasi sampai 90".
E. Ekstensi dibatasi sampai 45'.

dengan

kapiler.

D. Arteri yang diametemya kurang dari 0.1 mm


E. Pembuluh yang dindingnya tipis dan mempunyai diameter
tidak beraturan

yang benar. Pasien berdiri tegak, dengan ekstremitas superior


serta wajah dan telapak tangan menghadap ke
depan (Gambar 1-1).

J.

B yang benar. Fascia superficialis atau jaringan subkutan


adalah campuran jaringan areolar jarang dengan jaringan
lemak, yang menghubungkan dermis kulit dengan fascia

di sisi tubuh

profunda yang terletak di bawahnya (Gambar 1-6).

C yang benar. Pasien melakukan gerakan fleksi articulatio


coxae (sendi panggul) jika dia menggerakkan ekstremitas
inferior ke anterior pada bidang paramedian.

4.

A yang benar. Fascia profunda adalah lapisan membranosa


jaringan penyambung yang memfiksasi otot-otot serta struktur

32

BAB

profunda lainnya (Gambar 1-6). Septum fibrosum terbentang


dari membran diantara kelompok-kelompok otot dan membagi
bagian dalam ekstremitas dalam ruang-ruang.

C yang benar. Otot-otot rangka atau volunter melakukan


gerakan-gerakan kerangka.

L4.

A yang benar.

Vena portal adalah pembuluh darah yang


menghubungkan antara dua jaringan kapiler.

15. B yang benar. End arteri anatomik adalah sebuah pembuluh


darah yang cabang-cabang terminalnya tidak beranastomosis
dengan cabang-cabang atau arteri yang memberi darah untuk
daerah di dekatnya (Gambar 1-14).

C yang benar.

Articulatio cubiti (sendi siku) dapat melakukan


15.

gerakan fleksi dan ekstensi (Gambar 1-2).


7.

D yang benar. Articulatio temporomandibularis

dapat
melakukan gerakan protraksi, yaitu gerakan rahang bawah ke
depan terhadap os temporale.
dapat
melakukan gerakan fleksi, ekstensi, rotasi medial dan rotasi
1atera1, serta abduksi dan aduksi (Gambar 1-2), demikian juga
sirkumduksi.

B yang benar. Sendi antara corpus vertebrae

17. B yang benar. Kapiler limfe mengalirkan limfe langsung dari


jaringan.
18. E yang benar. Ductus thoracicus mengalirkan limfe dari sisi
kanan abdomen; sebenarnya ductus ini mengalirkan limfe dari
seluruh tubu[ kecuali sisi kanan kepala dan leher, extremitas
superior kanary dan sisi kanan thorax yang dialirkan ke ductus
lymphaticus dexter (Gambar 1-15).

adalah

C yang benar. Sendi antara

19. D yang benar. Ductus lymphaticus dexter mengalirkan limfe


dari sisi kanan kepala dan leher, extremitas superior kanarl
dan sisi kanan thorax (Gambar 1-15).

C yang benar. Sutura (sendi) antara tulang-tulang cranium

20. C yang benar. Nodus lymphaticus berisi iaringan limfe dan


mempunyai pembuluh aferen dan eferen.

cartilaginosa (Gambar 1-10).

ujung bawah tulang tibia dan fibula


(articulatio tibiofibularis) adalah jenis fibrosa.
11.

yang

menghubungkan vena besar dengan kapiler (Gambar 1-14).

E yang benar. Articulatio coxae (sendi panggul)

9.

C yang benar. Venula adalah sebuah pembuiuh

adalah jenis fibrosa (Gambar 1-10).


21,.

12.

A yang benar. Articulatio genu

(sendi lutut) adalah sendi

D yang benar.

Sebuah arteriol adalah arteri kecil yang


mempunyai diameter kurang dari 0.1 mm.

kanan

melalui kulit dinding depan abdomerL pada sebelah kanan

sinovial.
13.

D yang benar. Insisi paramediana infraumbilicus


garis tengah di bawah umbilicus.

22.

A yang benar.

Pasien dengan pericapsulitis sendi bahu


mengalami hambatan gerakan abduksi, kadang-kadang hanya
dapat sampai 30".

Sistem Respirasi

33

Saluran Pernapasan Atas


dan Bawah Serta Strul<tur
yang Terkait

34

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

Anatomi Dasar

Patatum

Catatan Embriologi: Pembentukan

53

Salivaria
Pharynx

Hidung

Gtanduta

Catatan Fisiotogi: Fungsi Darah yang Hangat serta


Mukus dari Membrana Mucosa

Catatan Fisiotogi: Proses Menelan

Sinus Paranasates

Catatan Fisiologi: Atiran Mukus serta Fungsi Sinus

53

54

(Degtutisi)

58

Larynx

Catatan Embriologi: Pembentukan Hidung

59

Larynx
di Datam Larynx

Catatan Fisiotogi: Fungsi Sphincter

65

Catatan Fisiotogi: Produksi Suara

66

Paranasates

Trachea
Bronchi

Rongga Mutut

Catatan Embriotogi: Pembentukan Mutut


Gigi-getigi
Lidah

Catatan Embriotogi: Pembentukan Lidah


Palatum

35

6l
69

Leher
Leher

Gambaran Radiotogik Saluran Pernapasan di Datam

70

Anatomi Permukaan Saturan Pernapasan di Datam

70

Pertanyaan
Jawaban dan Penjelasan

73

74

Jidak ada kedaruratan medis yang menyebabkan peristiwa,


I kegawatan, dan kekhawatiran, sepefti yang terjadi di saluran

Epistaksis dan laserasi hidung serta penyakit sinus paranasalis


dan glandula salivaria juga harus dipertimbangkan. Sejak struktur

pernafasan. Tenaga medis profesional tidak hanya harus membuat


diagnosis cepat, tetapi juga harus memutuskan pengobatan

anatomi berubah saat seseorang berkembang dari bayi, kanak-kanak,


hingga dewasa, pengetahuan mengenai perubahan ini sangatlah

dengan segera. Semua teknik manajemen saluran pernafasan, dari


manipu lasi manual, i ntubasi endotrachea/ hi ngga cricothyroidotomy
membutuhkan pengetahuan anatomi yang rinci.

s, fl*,*,"g

ii i.* i i*r-:t*.1;,4 ii

ibutuhkan.

Suplai Darah Hidung Luar


Kulit hidung luar mendapatkan darah dari cabang-cabang arteria
ophthalmica dan arteria maxillaris. Kulit alanasi danbagianbawah

Saluran pernapasan terbentang dari lubang hidung (nares) dan


bibir sampai ke alveoli paru-paru.

septum mendapatkan darah dari cabang-cabang arteria facialis.

Suplai Saraf Sensoris Hidung Luar

Hidung
Hidung terdiri atas hidung iuar dan cavum nasi. Cavum nasi
dibagi oleh septum nasi menjadi dua bagian, kanan dan kiri.

Hidung Luar

Hidung luar mempunyai dua lubang berbentuk lonjong disebut


nares, yang dipisahkan satu dengan yang lain oleh septum nasi
(Gambar 2-1). Pinggir lateral, ala nasi, berbentuk bulat dan dapat
digerakkan.

Rangka hidung luar dibentuk oleh os nasale, processus


frontalis maxillaris, dan pars nasalis ossis frontalis. Di bawah,
rangka hidung dibentuk oleh lempeng-lempeng tulang rawan
hialin (Gambar 2-1).

N.infratrochlearis dan rami nasales externae nervus ophthalmicus


(Nervus cranialis V) dan ramus infraorbitalis nervus maxillaris
(Nervus cranialis V) mengurus hidung luar.

Cavum Nasi

Cavum nasi terbentang dari nares di depan sampai ke apertura


nasalis posterior atau choanae di belakang, di mana hidung
bermuara ke dalam nasopharlmx. Vestibulum nasi adalah area di
dalam cavum nasi yang terletak tepat di belakang nares (Gambar
2-2). Cavum nasi dibagi menjadi dua bagiary kiri dan kanan oleh
septum nasi (Gambar 2-1). Septum nasi dibentuk oleh cartilago
septi nasi, lamina verticalis osis ethmoidalis, dan vomer.

BAB 2

36

os frontale

os nasale
cartilago nasal
lateral atas

os

frontale

os nasale

processus frontalis
maxillaris

cartilago nasal
lateral bawah

lateral
atas cartilago nasal

c
lamina verticalis
ossis ethmoidalis

cartilago septi nasi

sinus frontalis

bagian lateral bawah


cartilago nasal

sinus sphenoidalis
cartilago accessorius

septalis

maxilla
canalis incisivus
lamina horizontalis
ossis palatini
processus palatinus maxillaris
Gambar 2-1 Hidung luar dan septum nasi. A, Permukaan lateral rangka tulang dan cartilaginosa hidung luar. B.

Facies anterior

rangka tulang dan cartilaginosa hidung luar. C. Rangka tulang dan cartilaginosa septum nasi (sekat rongga hidung).

Dinding Cavum Nasi


Setiap beiahan cavum nasi mempunyai dasar, atap, dinding lateral

dan dinding medial atau dinding septum.

Recessus Sphenoethm oid olis


Recessus sphenoethmoidalis adalah sebuah daerah

kecii yang

terletak di atas concha nasalis superior. Di daerah ini terdapat


muara sinus sphenoidalis.

Dasar

Dasar dibentuk oleh processus palatinus os maxilla dan lamina


horizontalis ossis palatini (Gambar 2-1).
Atap

Atap sempit dan dibentuk di sebelah anterior mulai dari bagian


bawah batang hidung oleh os nasale dan os frontale, di tengah oleh
lamina cribrosa ossis ethmoidalis, terletak di bawah fossa cranii
anterior, dan di sebelah posterior oleh bagian miring ke bawah
corpus ossis sphenoidalis (Gambar 2-2).

Meotus Nosi Superior


Meatus nasi superior terletak di bawah concha nasalis superior
(Cambar 2-2). D1 sini terdapat muara sinus ethmoidales
posterior.
Meotus Nosi Medio

Dinding lateral mempunyai tiga tonjolan tulang disebut concha


nasalis superior, media, dan inferior (Gambar 2-2). Area di bawah

Meatus nasi media terletak di bawah concha nasalis media.


Meatus inl mempunl'ai tonjolan bula! disebut bulla ethmoidalis,
yang dibentuk oleh sinus ethmoidales medii yang bermuara
pada pinggir atasnya. Sebuah celah meiengkung, disebut hiatus
semilunaris, terletak tepat di bawah bul1a (Gambar 2-2). Ujung

setiap concha disebut meatus

anterior hlatus yang menuju ke dalam sebuah saluran berbentuk

Dinding Lateral

SA,LURAN PERNAPA,SAN ATAS DA,N BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

37

A
sinus frontalis
lamina cribrosa os ethmoidale
ecessus sphenoethmoidalis

os nasale

sinus sphenoidalis
corpus ossis sphenoidalis

atrium dari meatus


nasi media

concha nasalis superior


meatus nasi superior

vestibulum

concha nasalis media


meatus nasi media

concha nasalis inferior


meatus nasi inferior
palatum molle

palatum durum dibentuk oleh


processus palatlnus maxillae
dan lamina horizontalis palatum
recessus sphenoethmoidalis
concha nasalis superior

saluran tulang, yang digunakan


oleh sinus frontalis untuk
bermuara ke dalam infundibulum

inus sphenoidalis

muara sinus frontalis


ke dalam infundibulum

muara sinus

ethmoidalis posterior

muara stnus
ethmoidalis anterior

meatus nasi superior


concha nasalis media

bulla ethmoidalis

muara slnus
maxillaris

concha nasalis inferior

MUATA SINUS

ethmoidalis media
meatus nasi inferior

muara tuba
aud itiva

muara ductus
nasolacrimalis

hiatus semilunaris

meatus nasi medrus

Gambar 2-2 A. Dindinq lateral cavum nasi kanan. B. Dinding lateral cavum nasl kanan; concha nasalis superior, media,

dan

inferior dibuang sebagian untuk memperlihatkan muara dari sinus paranasalis dan ductus lacrimalis ke dalam meatus.

corong disebut infundibulum, )'ang akan berhubungan dengan


sinus frontalis. Sinus maxillaris bermuara ke dalam meatus nasi
merjr,r nlr'lalur hirtus .crrti lLr rt.t ri*.

2-1). Bagian anterior dibentuk oleh cartilago septalis. Septr-rn ini


jarang terletak pada bidang meclian, sehingga belahan c.rvum nasi
vang satll lebih besar dari belahan sisi iainr-rva.

Meotus Nosi lnferior


lVleatus nasi

inferior ierletak di balr,ah concha nasalis inferior dan

merupakan tempat muara dari ujung barvah ductus nasolacrimalis,


1.ang dilindr-rngi oleh sebr,rah lipatan membrana mucosa (Gambar

Dinding llledial

Dinding medial dibentr-rk oleh septum nasi. Bagian atas dibentuk


oleh larnina verticalis ossis ethmoidalis dan os vomer (Gambar

Membrana Mucosa Cavum Nasi


dilapisi oleh kr-rlit vang telah mengalami modifikasi
dan mempunvai rambr-rt vang kasar. Area di atas concha nasalis
superior dilapisi membrana mucosa olfactorius dan bensr ujungr-rjr.rng saraf sensitif reseptor penghic'lu- Bagian bawah cavr-rm
nasi clilapisi oleh membrana [rllcosa respiratorius. Di daerah
respiratorius terdapat sebnah anyar-nall vena yang bes;rr cli dalam
submucosa jaringan ikat.
Vestibr-rlr-rm

38

BAB 2

Saraf untuk sensasi umum merupakan cabang-cabang nervus


ophthalmicus (N.Vl) dan nervus maxillaris (N.V2) divisi nervus
trigeminus (Gambar 2-3).

Fungsi Darah yang Hangat Serta Mukus


Membrana Mucosa
Darah hangat yang ierdapat di dalam anyaman vena, berperan
menghangatkan udara inspirasi begitu udara masuk ke dalam
sistem respirasi. Mukus yang terdapat di permukaan chonchae
menangkap benda asing dan organisme yang terdapat di dalam
udara inspirasi, yang selanjutnya di telan dan dihancurkan oleh
asam lambung.

Pendarahan Cavum Nasi


Pendarahan cavum nasi berasal dari cabang-cabang arteria maxillaris, yang merupakan salah satu cabang terminal arteria carotis
externa. Cabang yang terpenting adalah arteria sphenopalatina
(Gambar 2-4). Arteria sphenopalatina beranastomosis dengan

ramus septalis arteria labialis superior yang merupakan cabang


dari arteria facialis di daerah vestibulum.
Darah di dalam anyaman vena submucosa dialirkan oleh
vena-vena yang menyertai arteri.

Suplai Saraf Cavum Nasi


Nervus olfactorius yang berasal dari membrana mucosa olfactorius
berjalan ke atas melalui lamina cribrosa os ethmoidale menuiu ke
bulbus olfactorius (Gambar 2-3).

A
N.olfactorius

bulbus olfactorius
tractus olfactorius

N. ethmoidalis anterior (Vl

Rr. nasales
posteriores
superiores
laterales(V2)

N. nasalis
externus ( V'1 )

N. pharyngeus

N. nasalis
internus (Vl )

(v2)
Rr. nasales

posteriores
inferiores
laterales ( V2)
N. palatinus
minus (V2)
N. palatinus

majus (V2)

B
bulbus olfactorius
N. olfactorius

N. nasalis internus

dari N.ethmoidalis
anterior (Vl )

Rr. nasales

posteriores
superiores
mediales (V2)
N. nasopalatinus (V2)
Gambar 2-3 A. Dinding lateral cavum nasi memperlihatkan persarafan sensorik membrana mucosa. B. Septum nasi memperlihatkan persarafan sensorik membrana mucosa.

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

processus nasalis medialis,

Aliran Limfe Cavum Nasi

di sebelah lateral oleh processus

nasalis lateralis. dan di sebelah inferior oleh processus maxillaris.

Pembuluh limfe mengalirkan limfe dari vestibulum ke nodi


submandibulares. Bagian lain cavum nasi dialirkan limfenya
menuju ke nodi cervicales profundi superiores.

Jika processus-processus ini bertemu, lubang olfaciorius bergeser

ke dalam dan membentuk kantong buntu yang sempurna dan


masing-masing ber"nua.a ke dalam lubang h dung.

Pada awalnya dasar hidung sangal pendek, terdiri dari


processus nasal medialis dan bagian anterior processus maxillaris

pada setiap sisi. Pada tahap ini, lantai lubang olfactorius robek,

Pembentukan Hidung

sehingga cavum nasi berhubungan dengan rongga mulut yang

Atap hidung dibentuk oleh processus nasalis lateralis. Dinding


lateral dibentuk juga oleh processus nasalis laieralis dengan
bantuan processus maxillaris (Gambar 2-5). Lubang anterior

sedang berkembang (Gambar 2-6). Sementara itu, septum


nasi dibentuk sebagai pertumbuhan ke bawah dari processus

hidung mulai disebut sebagai lubang olfactorius di dalam processus

maxillaris tumbuh ke medial, dan bergabung satu dengan yang

frontonasalis. Setiap lubang olfactorius dibatasi di sisi medial oleh

lain serta dengan septum nasi, sehingga membuat lantai rongga

@
@

nasalis medialis (Gambar 2-6). Kemudian. processus palatinus

A. ethmoidalis anterior (ophthalmica)


ethmoidalis posterior (ophthalmica)

A. sphenopalatina
(maxillaris)

cabang-cabang
dari A. facialis

A. palatina major

A. palatina minor

(maxillaris)

(maxillaris)

B
A. ethmoidalis
posterior (ophthalmica)
A. ethmoidalis
anterior (ophthalmica)

area kiesselbach

ramus septalis
dari A. facialis

rami septales
A. sphenopalatina
(maxillaris)
palatina minor
(maxillaris)

A. palatina
major (maxillaris)

Gambar 2-4 A, Dinding lateral cavum nasi memperlihatkan pendarahan membrana mucosa. B. Septum nasi memperlihatkan
pendarahan membrana mucosa.

39

40

BAB 2

processus frontonasalis

processus frontonasalis
processus
nasalis medialis

membrana buccopharyngea
membentuk dasar
stomodeum

celah olfactorius

processus
nasalis lateralis
processus maxillaris

arcus pharyngeus

kedua

5 minggu

processus

processus mandibularis

mandibularis

5,5 minggu

processus nasalis medialis


celah olfactorius
processus
nasalis lateralis

maxilla

bakal
telinga luar
bakal telinga
luar

philtrum
6,5 minggu

mandibula

B minggu

Gambar 2-5 Berbagai stadium pembentukan wajah.

hidung menjadi lengkap. Oleh karena itu, setiap cavum nasi

lahir terdapat dalam bentuk yang rudimenter, setelah usla

luar di sebelah anterior melalui


nares, dan dengan nasopharynx di posterior melalui choanae.

delapan tahun menjadi lumayan besar, dan pada masa remaja


telah berbentuk 5empurnd.

berhubungan dengan dunia

Pada tahap perkembangan awal, struktur hidung lebih datar dan


mendapatkan bentuk yang sempurna hanya setelah pembentukan
wajah lengkap.

Sinus Paranasales
Sinus paranasales adalah rongga-rongga )'ang terdapat di
dalam os maxilla,os frontale, os sphenoidale, dan os ethmoidale
(Gambar 2-7). Sinus-sinus ini dilapisi oleh mucoperiosterum dan
terisl udara, berhubungan dengan cavum nasi melalui apertura
yang relatif kecil. Sinus maxillaris dan sphenoidalis pada waktu

Aliran Mukus serta Fungsi Sinus Paranasales


Sekret yang dihasilkan oleh membrana mucosa didorong ke dalam

hidung oleh gerakan silia sel-sel silindris. Aliran dari sekret luga
dibantu oleh tenaga menyedot yang terjadi pada waktu membuang

ingus. Sinus berfungsi sebagai resonator suara; mereka juga


mengurangi berat tengkorak. Jika muara sinus tersumbat, atau bila
sinus berisi cairan, maka kualitas suara jelas berubah.

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

concha nasalis superior

hubungan antara
rongga hidung
dan mulut

t,',:: concha nasalis

';r:;
'.'.

CaVUm nasl

(ronqoa hiduno)

processus
palatinum
os maxilla
cavum ofls
(rongga mulut)

processus palatinum
os maxilla

cavum nast

palatum primer

palatum primer

processus palatinum
os maxilla

pembentukan
palatum sekunder

bakal palatum durum

palatum molle

B
Gambar 2-6 A. Pembentukan palatum dan septum nasi (penampang coronal). B. Berbagai stadium pembentukan palatum.

42

BAB 2

A
sinus frontalis

concha

sinus ethmoidalis anterior


sinus ethmoidalis medius
stnus
ethmoidalis
posterior

supeflor

sinus ethmoidalis

concha media
hiatus
semilunaris

sinus
sphenoidalis

concha
inferior

SINUS

maxillaris

durum

palatum

septum nasi

Gambar 2'7 A. Letak sinus-sinus paranasalis pada wajah. B. Potongan coronal melalui cavum nasi memperlihatkan sinus
ethmoidalis dan sinus maxillaris.

Sinus Maxillaris

Sinus maxlilaris berbentuk piramid dan terletak di dalam corpus


maxillaris di belakang pipi (Gambar 2-7). Atap dibentuk oleh
dasar orbita, sedangkan dasar berhubungan dengan akar gigi

premolar dan molar. Sinus maxillaris bermuara ke dalam meatus


nasi medius melalui hiatus semilunaris (Gambar 2-7).

Sinus Sphenoidalis

Sinus sphenoidalis ada dua buah, terletak

di dalam corpus

tecessus sphenoethmoidalis di atas concha nasalis superior.

Sinus Ethmoidalis

Sinus ethmoidalis terletak di anterior, medius, dan posterior, serta

Sinus Frontalis

Sinus frontalis ada dua buah, terdapat di dalam os frontale


(Gambar 2-7). Mereka dipisahkan satu dengan yang lain oleh
septum tulang. Setiap sinus berbentuk segitiga, meluas ke atas
di atas ujung medial alis mata dan ke belakang sampai ke bagian
medial atap orbita.
Masing-masing sinus frontalis bermuara ke dalam meatus nasi
medius melalui infundibulum (Gambar 2-7).

terdapat di dalam os ethmoidale, di antara hidung dan orbita


(Gambar 2-7). Sinus ini dipisahkan dari orbita oleh selapis tipis
tulang, sehingga infeksi dengan mudah dapat menjaiar dari sinus
ke dalam orbita. Sinus ethmoidalis kelompok anterior bermuara ke

dalam infundibuium; kelompok media bermuara ke daiam meatus


nasi medius, pada atau di atas bul1a ethmoidalis; dan kelompok
posterior bermuara ke dalam meatus nasi superior. Variasi dari
sinus dan muaranya ke dalam rongga hidung diringkas pada
Tabei 2-1.

Tabet.2'{

Sinus Paranasales dart Tempat

Sinus

ke Dalam Rongga Hidung*


Tempat Muaranya

Sinus maxillaris
Sinus frontalis

ossis

sphenoidalis (Gambar 2-7). Setiap sinus bermuara ke dalam

:'

Sinus sphenoidalis

Meatus nasi medius rtelalul hiatus semiluflaris


Meatus nasi inedia via iafundibulum
Recessus sphenoethmoidalis

Sin$s ethmoidalis
Kelampok anterior

Kelofipok media
Kolompok posterior

lnfuadibulum dan ke dalam meatus nasi madia


Meatus nasi media pada atau di atas bulla ethmoidalis
Meatus nasi superior

. Perhatikan bahwa
sinus maxillad$ dan sinus sphenoidalis Bada waKu lshir terdaFat datan bentuk yang rudimentr, setelah
delapan tahun rnenjadi lurnayan bsa.. dan pada masa remaja telah belbentuk smporna.

rrsia

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

palatum

5"-,]\.iit..
palatum molle

#tf{#N \

gigi molar kedua atas

muara ductus
parotideus
M. buccinator
palatopharyngeus

tonsila palatina
membrana mucosa
yang melapisi vestibulum

arcus palatoglossus

sulcus terminalis

papillae vallatae

dinding posterior
pars oralis pharynx

foramen cecum

plica fimbriata

V. lingualis

frenulum linguae

N. lingualis
plica sublingualis

A. lingualis
muara-muara ductus
glandula sublingualis
muara ductus submandibularis

Gambar 2-8 A. Rongga mulut.

Pipi pada sisi kiri wajah telah dipotong untuk memperlihatkan musculus buccinator

dan ductus parotideus. B. Permukaan bawah lidah'

43

44

BAB 2

Rongga Mulut

dalam vestibulum yang berseberangan dengan gigi molar kedua

Cavum Oris Proprium

atas (Gambar 2-8).

Bibir

Bibir merupakan dua lipatan berotot yang terdapai di orificium


oris (Gambar 2-B). Mereka diliputi di sebelah luar oleh kulit dan
di sebelah dalam dilapisi oleh membrana mucosa. Bagian utama
bibir dibentuk oleh musculus orbicularis oris dan otot-otot ini
menyebar dari bibir ke wajah (Gambar 2-9). Di dalam bibir
terdapat juga pembuluh darah dan saraf, jaringan ikat, dan banyak

kelenjar ludah kecil. Philtrum adalah cekungan dangkal vertikal


yang dapat dilihat di garis tengah pada permukaan luar bibir
atas. Lipatan medial dari membrana mucosa-frenulum labialismenghubungkan permukaan dalam bibir ke gusi.

Cavum Oris

Mulut terbentang dari bibir sampai ke pharynx. Kedua sisi


pintu masuk pharynx, isthmus faucium, dibentuk oleh arcus
pa latoglossus tGambar 2-8r.

Mulut dapat dibagi dalam vestibulum oris dan cavum oris

Cavum oris proprium mempunyai atap dan dasar

Atap Rongga Mulut

Atap cavum ons proprium dibentuk di depan oleh palatum durum


dan di belakang oleh palatum molle (Gambar 2-B).

Dasar Rongga Mulut

Sebagian besar dasar rongga mulut dibentuk oleh dua pertlga


bagian anterior lidah dan oleh membrana mucosa yang terbentang

dari pinggir lidah ke arah gusi yang terdapat di mandibula.


Lipatan membrana mucosa yang disebut frenulum linguae
menghubungkan garis tengah permukaan bawah lidah dengan
dasar rongga mulut (Gambar 2-8). Lateral dari frenulum,
membrana mucosa membentuk lipatan yang bergerigi, disebut
plica fimbriata (Gambar 2-8).

Ductus submandibularis dari glandula submandibularis


bermuara ke dasar rongga mulut pada puncak papilla kecil di
sisi kanan dan kiri dari frenulum linguae (Gambar 2-8). Glandula

proprium.

Vestibulum Oris
Vestibulum terletak di antara bibir dan pipi di sebelah luar serta
gusi dan gigi geligi di sebelah dalam. Ruangan berbentuk celah rni
dihubungkan dengan dunia luar oleh fissura oris di antara kedua
bibir, Jika rahang ditutup, ruangan ini berhubungan dengan cavum
oris proprium rnelalui permukaan belakang gigi molar ketiga pada
masing-masing sisi. Vestibulum dibatasi di atas dan bawah oleh
lipatan membrana mucosa dari bibir dan pipi sampai gusi.
Dinding lateral vestibulum dlbentuk oleh pipi, yang dibentuk
oleh musculus buccinator dan dilapisi oleh membrana mucosa.
Tonus musculus buccinator serta otot-otot bibir mempertahankan dinding vestibulum tetap kontak satu dengan yang
lain. Saluran kelenjar liur parotis bermuara ke papilla kecil di

M. levator labii superioris


M. zigomaticus minor

sublingualis juga bermuara ke dalam rongga mulut, dengan


membentuk lipatan kecil dari membrana mucosa, disebut plica
sublingualis. Sejumlah ductus dari glandula bermuara ke dalam
lipatan kecil ini.

Membrana Mucosa Mulut

Di dalam vestibulum, membrana mucosa ditambatkan ke


musculus buccinator oleh serabut-serabut elastis yang terdapat
di dalam submucosa, ha1 ini bertujuan untuk mencegah lipatan
membrana mucosa yang berlebihan tergigit di antara gigi-gellgi
pada saat rahang ditutup. Membrana mucosa dari gingiva atau
gusi, dilekatkan dengan kuat ke periosteum alveolar.

M. levator labii superioris


alaeque nasi

N. infraorbitalis (V2)
N. buccalis (V3)

M. levator anguli oris.

M. zigomaticus major

M. risorius
M. orbicularis oris

N. mentalis (V3)

Platysma
M. depressor anguli oris
M. depresor labii inferioris
M. mentalis
Gambar 2-9 Susunan otot-otot wajah di sekitar bibir; diperlihatkan suplai saraf sensorik bibir

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

45

B
N. nasopalatinus (V2)

N. glossopharyngeus
(semua sensasi)

N. palatinus
major (V2)

N. lingualis (V3)
(sensasi umum)
chorda tympani (Vll)
(pengecap)

N. palatinus
minor (V2)
N. glossopharyngeus (lX)
Gambar 2-10 A. Persarafan sensorik ke membrana mucosa lidah. B. Persarafan sensorik ke membrana mucosa
palatum durum dan palatum molle; serabut-serabut pengecap berjalan bersama cabang-cabang N.maxillaris (V2) dan
bergabung dengan ramus petrosus major nervus facialis.

Persarafan Sensoril< Rongga Mulut

dan hampir seluruh palatum molle berasal dari entoderm. Epitelium

Atap: nervus palatinus major dan nervus

glandula sublingualis dan submandibularis juga dipercaya berasal

yang menghasilkan sekret dan sel-sel yang melapisi ductus

nasopalatinus

(Cambar 2-10) dari divisi marillaris nervus trigeminus.


Dasar: nervus lingualis (sensasi umum), sebuah cabang dari
divisi mandibularis nervus trigeminus. Serabut-serabut
pengecap berjalan di dalam chorda tympani, sebuah cabang

darl nervus facialis.


Pipi: nenus buccalis, sebuah cabang dari divisi mandibularis

nervus trigeminus (musculus buccinator dipersaral'i oleh


ramrrs buccalis nervus facialis).

dari entoderm.

Gigi-Geligi

Gigi Decidua

Terdapat 20 buah gigi decidua: empat incisicus, dua caninus, dan

Pembentukan Mulut

empat molar pada masing-masing rahang. Gigi-gigi ini mulai


muncul kira-kira usia 6 bulan dan semuanya telah muncul pada
akhir usia 2 tahun. Gigi-geligi rahang bawah biasanya muncul
lebih dulu dibandingkan dengan rahang atas.

Rongga mulut (cavum oris) dibentuk dari dua sumber: sebuah


desakan dari luar, disebut stomodeum, yang d jlapisi oleh

ektoderm, dan bagian yang terletak tepat di posterior stomodeum,

berasal dari ujung bagian sefalik usus depan dan dilapisi oleh

entoderm. Kedua bagian ini pada awalnya dipisahkan oleh


membrana buccopharyngea, tetapi kemudian membran ini
pecah dan menghilang pada minggu ke tiga perkembangan
(Gambar 2-11). Jika membran ini tetap ada, dia akan terdapat di
sebuah bidang imajiner yang terbentang miring dari daerah corpus
ossis sphenoidalis, melalui palatum molle, dan turun ke permukaan
dalam mandibula, inferiorterhadap gigi incisivus. Dengan demikian
struktur-struktur yang terletak di dalam mulut, anterior dari bidang

GigiTetap

Terdapat 32 gigi tetap, terdiri dari empat incisivus, dua caninus,


empat premolar, dan enam molar pada masing,masing rahang
(Gambar 2-72). Cigi ini mulai muncul pada usia 6 tahun. Gigi
terakhir yang muncul adalah molar ketiga, yang dapat muncul di
antara umur 17 sampai 30. Gigi-geligi rahang bawah muncul lebih
dulu dibandingkan dengan rahang atas.

Lidah

menghasilkan sekret dan sel-sel yang meliputi ductus glandula


parotideus juga berasal dari ektoderm. Di sisi lain, epitel lidah,

Lidah merupakan massa otot lurik yang diliputi oleh membrana


mucosa (Cambar 2-8). Otot-otot melekatkan lidah ke processus
styloideus dan palatum mol1e di sebelah atas serta mandibula dan
os hyoideum di sebelah bawah. Lidah dibagi dua oleh septum

dasar rongga mulut, arcus palatoglossus dan palatopharyngeus,

fibrosr-rm mediana menjadi belahan kanan dan

ini, berasal dari ektoderm. Jadi epitel palatum durum, sisi mulut,
bibir, dan enamel gigi-geligi berasal dari ektoderm. Epitel yang

kiri.

46

BA,B 2

notochord
arcus pharyngeus
kedua

membrana
buccopharyngea

pharynx

stomodeum
daerah
pembentukan
cavum pericardii

A
empat kantong pharyngeal

Gambar 2-11A. Penampang sagital embrio memperlihatkan

posisi

dari membrana buccopharyngea. B. Wajah dari embrio yang sedang


berkembang memperlihatkan membrana buccopharyngea yang sedang
pecah,

Membrana Mucosa Lidah

Otot-Otot

Lidah

Otot-otot lidah dapat dibagi dalam dua jenis: intrinsik dan

Membrana mucosa permukaan atas lidah dapat dibagi atas bagian


anterior dan posterior oleh sulcus berbentuk huruf V, sulcus

ekstrinsik.

terminalis (Gambar 2-13). Apex dari sulcus menghadap kebelakang


dan ditandai oleh sebuah lubang kecil, disebut foramen cecum.
Sulcus membagi lidah menjadi dua pertiga bagian anterior atau
pars oralis, dan sepertiga bagian posterior atau pars pharyngealis.
Foramen cecum adalah sisa embrionik dan merupakan tanda dari
tempat ujung akhir sebelah atas dari ductus thyroglossus.
Terdapat tiga jenis papilla di permukaan atas dua pertiga

Otot-Otot lntrinsik

bagian anterior lidah: papilla filiformis, papilla fungiformis,


dan papilla vallata. Membrana mucosa yang menutupi sepertiga

Otot-otot ini seluruhnya terletak di dalam lidah dan tidak


dihubungkan ke tulang. Terdiri dari serabut-serabut longitudinaf
transversal, dan vertikal.
Persaraf an: Nervus hypoglossus.

Gerakan: Mengubah bentuk lidah.

bagian posterior lidah tidak mempunyai papilla, tetapi permukaan


nodulus iregular (Gambar 2-13) yang disebabkan oleh adanya

Otot-Otot Ekstrinsik

nodulus lymphaticus di bawahnya yang disebut tonsila linguae.


Membrana mucosa permukaan inferior lidah berjalan dari
lidah ke dasar rongga mulut. Di anterior garis tengall permukaan
bawah lidah dihubungkan ke dasar rongga mulut oleh sebuah
lipatan membrana mucosa, disebut frenulum linguae. Pada sisi

Otot-otot ini dilekatkan ke tulang dan palatum molle. Otototot ekstrinsik lidah adalah musculus.genioglossus, musculus
hyoglossus, musculus styloglossus, dan musculus palatoglossus.

lateral dari frenulum, vena lingualis profundus dapat dilihat

Persara{an: nervus hypoglossus.


Gerakan: mengubah posisi lidah di dalam rongga mulut.

melalui membrana mucosa. Lateral dari vena lingualis, membrana


mucosa membentuk lipatan bergerigi disebut plica fimbriata

Origo, insersi, persarafary dan fungsi otot-otot lidah diringkas

(Gambar 2-8).

dalam Tabel 2-2.

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

47

mahkota

pulpa di dalam
cavitas pulpitis
odontoblas
gingiva

ligamentum
periodontale

cementum
ligamentum
periodoniale

s'\*lT
t '-- \*+
I

e\+
li.

;:f
E'trIs
r{
i}il,

tulang
alveolar

l.s

;"',, U
ffi

"&H
TT""L
ffit
$'9, q\

jKM&

/e &
.ir::,llaa,

canalis radicis

4m d,
*.:

Gambar 2-12 Penampang sagital melalui rahang bawah

SF*&

dan

gusi, memperlihatkan gigi incisivus decidua yang telah erupsi


serta satu perkembangan gigi tetap.

gigi tetap

Persarafan Sensorik

Pendarahan

Dua pertiga bagian anterior: nervus lingualis, cabang divisi


mandibularis nervus trigeminus (sensasi umum) dan chorda

Arteria lingualis, ramus tonsilaris arteria facialis dan arteria


pharyngea ascendens mendarahi lidah. Vena-vena bermuara ke
dalam vena iugularis interna.

tympani cabang nervus facialis (pengecap).


Sepertiga posterior: nervus glossopharyngeus (sensasi umum

dan pengecap).

Aliran Limfe
Ujung: Nodus lymphaticus submentalis.
Sisi-sisi dua pertiga bagian depan: Nodus lymphaticus submandibularis dan cervicalis profunda.
Sepertiga posterior: Nodus lymphaticus cervicalis profunda

Gerakan Lidah
Protrusi: musculus genioglossus kedua sisi berkontraksi
bersama-sama (Gambar 2-14).

48

BAB 2

plica glossoepiglottica
mediana
panah mengarah
ke dalam fossa piriformis
vallecula

foramen cecum
tonsil

jaringan limfoid
arcus
palatoglosus
sulcus terminalis
papilla
valata
papilla fungiformis

Gambar 2-13 Permukaan dorsal lidah,


memperlihatkan valleculae, epiglotis, dan pintu masuk
ke dalam fossa piriformis pada setiap sisi (tanda
panah).

Retraksi: musculus styloglossus dan musculus hyoglossus


kedua sisi berkontraksi bersama-sama.

Depresi: musculus hyoglossus kedua sisi berkontraksi


bersama-sama.

Retraksi dan elevasi sepertiga bagian posterior: musculus


styloglossus dan musculus palatoglossus kedua sisi berkontraksi bersama-sama.
Perubahan bentuk: otot-otot intrinsik.

Pembentukan Lidah
Sekitar minggu ke empat, sebuah tonjolan mediana, disebut
tuberculum impar, muncul di dalam entoderm dinding ventral
atau dasar pharynx (Gambar 2-15). Setelah itu, toirjolan lain,
yang disebut tonjolan lingua lateralis (berasal dari ujung anterior
mas ng-masing arcus pharyngeus pertama), muncul pada masingmas ng sisi tuberculum impar. Tonjolan lingua lateralis kemudian

Gerakan

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

membesar, tumbuh

ke medial, dan bergabung dengan

49

lainnya serta tuberculum impar. Dengan demikian, tonjolan lingua

membentuk huruf V. Pada saat yang bersamaan, ujung anterior


arcus pharyngeus kedua, ketiga, dan keempat memasuki daerah

sisi

membentuk dua pertiga bagian depan corpus linguae. Karena

ini. Ujung anterior arcus pharyngeus ketiga pada kedua

tonjolan ini berasal dari arcus pharyngeus pertama, membrana

berkembang melampaui aTcus-arcus lainnya dan meluas sampai

sisi

mucosa pada masing-masing sisi dipersarafi oleh nervus lingualis,

ke dalam copula dan bergabung di garis tengah. Saat ini copula

sebuah cabang divisi mandibularis nervus cranialis kelima (sensasi

menghilang. Dengan demikian, membrana mucosa sepertiga

umum). Chorda iympani dari nervus cranialis ketujuh (pengecap)


juga menyarafi daerah ini.

dipersarafi oleh nervus cranialis kesembilan (sensasi umum dan

Sementara itu, tonjolan mediana kedua, disebut copula,


muncul di dasar pharynx, di belakang tuberculum impar. Copula
meluas ke depan di samping kanan dan kiri tuberculum impar

bagian posierior lidah dibentuk dari arcus pharyngeus ketiga dan


pengecap).

Dua pertiga bagian depan lidah dipisahkan dari sepertiga


bagian belakang oleh sebuah alur, sulcus terminalis, yang

N. hypoglossus

/'[
l0)\ oo4;

N. hypoglossus

{:^^o''",]:'.n

N. hypoglossus
utuh

\\,4"\s,
I

setengah sisi
kanan lidah
atrofi

M. genioglossus

E
Gambar 2-14 Diagram yang memperlihatkan kerja musculus genioglossus kanan dan kiri pada lidah. A. Kontraksi
bersama dan seimbang otot sisi kanan dan kiri. B. Sebagai hasil, ujung lidah menjulur keluar di garis tengah. C.
nervus hypoglossus kanan (menyarafi musculus genioglossus dan otot intrinsik lidah pada sisi yang sama) dipotong,
dan sebagai akibatnya, sisi kanan lidah mengalami atrofi dan mengkerut. D. lika pasien diminta menjulurkan lidahnya,

ujung lidah menghadap ke sisi lesi. E. Origo dan insersi sefta arah tarikan musculus genioglossus.

50

BAB 2

mencerminkan interval antara tonjolan lingua arcus pharyngeus

cranialis ke sembilan menyilang sulcus terminalis uniuk menyarafi

pertama dan ujung anterior arcus pharyngeus ketiga. Di sekitar

kuncup pengecap ini (Gambar 2-1 5).

ujung dua perliga bagian anterior lidah, sel-sel ektoderm ber-

Otot-otot lidah berasal dari mrotom oksipital. yang pada

proliferasi dan tumbuh ke inferior ke dalam mesenchym yang ada

awalnya berhubungan erat dengan perkembangan otak belakang,

di bawahnya. Kernudian, sel-sel ini berdegenerasi sehingga bagian

yang kemudian bermigrasi ke inferior dan anterior dl sekeliiing

lidah ini menjadi bebas. Sebagian sel-sel entoderm tetap ada di

pharynx dan masuk ke Iidah. Miotom yang bermigrasi membawa


bersamanya saraf yang menyarafinya, saraf otak keduabelas.

garis tengah dan membantu membentuk frenulum lnguae.


lngatiah bahwa papilla circumvalata terletak pada membrana
mucosa tepat di anterior sulcus terminalis dan kuncup pengecap-

Keadaan ini menjelaskan mengapa nervus hypoglossus memiliki


perjalanan yang pan.lang pada saat berjalan ke bawah dan depan

nya dipersarafi oleh nervus cranialis kesembilan. Diduga selama

di dalam trigonum caroticum di daerah ieher (lihat haiaman 532).

perkembangan, membrana mucosa darj seperiiga bagian posterior

lidah ditarik sedikit ke anterior, sehingga serabut-serabut nervus

tonjolan Iingua
tuberculum rmpar

tuberculum impar

dari arcus
pharyngeus pertama

tonjolan lingua
dari arcus
pharyngeus pertama

copula
foramen cecum
copula
pembentukan
epiglotis

sulcus
laryngotrachealis
sulcus
la ryng

pembentukan
epiglotis

otrachea lis

dua pertiga
anterior lidah

papila circumvalata
sulcus ierminalis

foramen cecum

s%
1

ffi,
sepertiga
posterior

*J'i a
tr

lidah

epiglotis

D
Gambar 2-15 Dasar pharynx memperlihatkan tahap perkembangan lidah.

SALURA,N PERNA,PASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

51

fossa incisivus

processus palatinus maxillaris

palatum durum

lamina horizontalis ossis palatini

Gambar 2-16 Palatum durum.

Palatum

Terdapat pinggir palatum molle yang bebas, terletak di garis


tengah, berbentuk kerucut, disebut uvula. Ke samping kanan
dan kiri pa1atum molle berlanjut sebagai dinding lateral pharynx.

Palatum membentuk atap mulut (cavum oris) dan dasar dari


cavum nasi. Palatum terbagi menjadi dua bagian: palatum durum
di depan dan palatum molle di belakang.

Palatum mo1le terdiri dari membrana mucosa, aponeurosis


palatinus, dan otot-otot.

Membrana Mucosa

Palatum Durum

Membrana mucosa meliputi permukaan atas dan bawah palatum

Palatum durum dibentuk oleh processus palatinus maxillaris dan


lamina horizontalis ossis palatini (Gambar 2-16). Dilanjutkan ke
belakang oleh palatum molle.

Palatum Molle

Palatum molle merupakan lipatan yang mudah bergerak dan


terlekat pada pinggir posterior palatum durum (Gambar 2-77).

Otot

mo1le.

Aponeurosis Palatina
Aponeurosis palatina merupakan sebuah lembaran fibrosa yang
melekat pada pinggir posterior palatum durum. Aponeurosis ini
merupakan pelebaran tendon musculus tensor veli palatini.

Origo

lnsersi

Persarafan

s,pirt6.gl:,$pli td.alsj.!{

,g.ersailna' dengan atot'*isi

qraf k,BJerygoideus
,: medialigdasl:neffus

.-..,-duditildt :..,:.:,:,,.- -..,..;,.,,


:....
i:.a:.,,'
t.

: : ....

...:
Pats petrosus os tempgrale;
,a,:'::.::.:,'-

r:',a' :.'

:i.l:':.ttiij,*r*r.t-{liii:vej,,.:.:; :,:

',,,- P!{td!51l3rJs.-,,-:',.,'
ynq-esl.:: :,
Ptrx{l$

::'.

;;' ;, " ;:.:

r&pndli4$ic, tq{nq,...,:
i;i:a,f

1t'..1

.:

.''

: .r ;
'

?lilf

a::

:a:

;:...

: I ''.',':

,1,

-ij:r i,j
:a.:

::'l

:: :

:.:

:::,i:jL::..:j'

ji::

tri

a::r::::

drfum

-':-'::"
::.t

r...thyrgiOtfi,.:::.:::

:.

r'

i'.r:,:':

::ri: :ir: .'::t::,::::, ,. , a !

:.i

qinggr bosterior palaiym

,.

Ptexus pliantAglls-:...

FinggtrFpgteri0r:eartilago,

::

;;1tr.t,'11,,,-,,,.
.:i-1j":!i::r.;
. :: i.:,
i::a'li:'

'i::

:,

tAq?qpjirF . flellf4;:ri
a...t :::::!. :t.. i:. jr.:;::.,.

t .:.:,;-

Ffg.1q1*n4l*se

i :j:at;':.rr:,ijj.:l::' i i :r :: :

-.,.;-:,;11, ,' .::.,11',r,


.:

Fungsi

It4embi$a muqosa uiula


,

P.{9.EF.

pharyr}g*u+

.,

52

BAB 2

M. tensor veli palatini

elevasi tuba

tuba auditiva

plica salpingofaringea

M. levator veli palatini

recessus pharyngeus

concha media

SINUS

iiil*c.s*;

sphenoidalis

oalatum_Sir:-,

ffitrN

M. salphingopharyngeus

M. constrictor
pharyngis superior

M. constrictor
pharyngis superror

uvula

palatum molle
M. palatopharyngeus
M. constrictor
pharyngis medius
membrana mucosa

arcus palatoglossus

vallecula

tu masuk
ke larynx

vallecula

M. constrictor pharyngis superior

septum nasi
concha media
M. levator veli palatini

epiglotis

M. palatogl

sarung karotis
A. carotis interna

tuba
auditiva

A. facialis

raphe pharyngis

M. palatopharyngeus

A. tonsilaris

capsula tonsilaris

M. tensor
veli palatini

V. palatina
externa

hamulus

ramus mandibulae

vestibulum oris

fu-

crypta tonsilaris
M. palatoglossus
ligamentum
pterygomand ibu la re

M. buccinator

l\,4.

uvulae

uvula

M. palatopharyngeus

Gambar 2-17 A. Hubungan antara hidung dengan nasopharynx dan rongga mulut dengan oropharynx. Perhatikan
posisi tonsil dan muara tuba auditiva. B. Otot-otot palatum molle dan bagian atas pharynx. C. Otot-otot palatum molle
dilihat dari belakang. D. Penampang horizontal melalui rongga mulut dan oropharynx memperlihatkan hubungan
dengan tonsil.

Otot-Otot

Palatum Molle

Otot-otot palatum mol1e adalah rnusculus tensor veli palatini,


musculus levator veli palatini, musculus palatoglossr-rs, musculus
palatopharyng;eus, dan musculus uvr,rlae (Gambar 2-17). Serabr-rtserabut otot dari musculus tensor veli palatini mengerucut pada

saat mereka berjalan ke atas

dari origonya, membentuk tendo kecil,


yang melengkung ke medial di sekeliling hamulus pterygoideus.
Tenclo ini, bers.rma dengan tendo dari sisi berlar,r,anan, melebar

untuk membentuk aponeurosis palatina. Bila kedua

otot

berkontraksi, palatum molle menjadi tegang, sehinggar dapat


bergerak ke atas atau ke bawah sebagai sebuah lembaran yang

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTASTRUKTURYANG TERKAIT

53

kaku. Otot-otot palatum molle, beserta origo, insersi, persarafan,


serta fungsinya diringkas dalam Tabel 2-3.

Pembentukan Palatum

Pada awal kehidupan janin, rongga hidung dan mulut saling

Persarafan Palatum

berhubungan, teiapi kemudian dipisahkan dengan tlerkembangnya

Nervus palatinus majus dan minus dari divisi maxillaris nervus


trigeminus masuk ke palatum melalui foramina palatina major
dan minor (Gambar 2-10). Nervus nasopalatinus, juga merupakan
cabang dari nervus maxillaris, masuk ke bagian depan palatum
durum melalui foramen incisivus. Netvus glossopharyngeus juga

palatum (Gambar 2-6). Palatum primer, yang mengandung empat

gigi incisivus, dibentuk oleh processus nasalis medialis. Posterior


terhadap palatum primer, processus maxillaris pada masing-masing

sisi membc,rtuk tonjolan ke medial, sebuah lamina horizontalis,


disebut processus palatinum. Lamina-lamina

menyarafi palatum molle.

ini

bergabung

untuk membentuk palatum sekunder dan juga bergabung dengan

palatum primer dan septum nasi yang sedang berkembang.


Fusi terjadi dari regio anterior ke posterior. Palatum primer dan

Suplai Darah Palatum

sekunder akhirnya akan membentuk palatum durum. Di posterior

Palatum mendapatkan darah dari arteria palaiina major cabang


dari arteria maxillaris, arteria palatina ascendens cabang dari
arteria facialis, dan arteria pharyngica ascendens.

dua lipatan tumbuh dari pinggir posterior processus palatinum


untuk membentuk palatum molle, dengan demikian uvula adalah
struktur terakhir yang dibentuk (Gambar 2-6). Gabungan kedua
lipatan palatum molle terjadi selama minggu ke delapan. Kedua

bagian uvula bergabung menjadi saiu di garis iengah pada minggu

Aliran Limfe Palatum

kesebelas. Batas antara palatum primer dan sekunder terlihat pada


garis tengah yaitu foramen incisivum.

Limfe dialirkan dari paiatum ke nodus lymphaticus cervicalis


profunda.

Arcus Palatoglossus

Glandula Salivaria

Arcus palatoglossus merupakan sebuah lipatan

membrana
mucosa yang berisi musculus palatoglossus, yang terbentang dari
pa1atum mol1e ke pinggir lidah (Gambar 2-8). Arcus palatoglossus

merupakan batas

di mana rongga mulut berubah menjadi

Glandula Parotis

Arcus palatopharyngeus merupakan sebuah lipatan membrana


mucosa di belakang arcus palatoglossus (Gambar 2-8) yang
berjalan ke bawah dan lateral untuk bergabung dengan dinding
pharynx. Otot yang terdapat di dalam lipatan adalah musculus

Glandula parotis merupakan kelenjar saliva terbesar dan hampir


seluruhnya terdiri dari acini serosa. Terietak di dalam sebuah
cekungan di bawah meatus acusticus externus, di belakang
ramus mandibulae (Gambar 2-1,8) dan di depan musculus
sternocleidomastoideus. Nervus facialis membagi kelenjar ini
menjadi lobus superficialis dan profunda. Ductus parotideus
keluar dari pinggir anterior kelenjar dan berjalan ke depan di atas
permukaan lateralis musculus masseter. Ductus ini bermuara ke
vestibulum oris pada sebuah papilla kecil di depan gigi molar

palatopharyngeus. Tonsila palatina, merupakan

kedua atas (Gambar 2-18).

pharynx.

Arcus Palatopharyngeus

massa

jaringan limfe, yang terletak diantara arcus palatoglossus dan


palatopharlngeus (Gambar 2-8).

Gerakan Palatum Molle

Isthmus pharyngeus (saluran penghubung antara nasopharynx


dan oropharynx) dihrtup oleh naiknya palatum mo11e. Penutupan
terjadi selama menghasilkan suara konsonan saat berbicara.
Palatum mol1e ditarik ke atas oleh kontraksi musculus levator
veli paiatini pada kedua sisi. Pada saat yang bersamaary serabutserabut atas musculus constrictor pharyngis superior berkontraksi
dan menarik dinding pharyx posterior ke depan. Otot-otot
palatopharyngeus kedua sisi juga berkontraksi sehingga arcus
palatopharyrrgeus ditarik ke medial, seperti tirai jendela. Dengan
cara ini, nasopharynx ditutup dari oropharynx.

Persarafan
Serabut sekretomotorik parasimpatik yang menyarafinya berasal
dari nervus glossopharyngeus. Nervus ini mencapai kelenjar

melalui ramus tympanicus, nervus petrosus superficialis minor,


ganglion oticum, dan nervus auriculotemporalis.

Glandula Submandibularis

Glandula submandibularis terdiri dari campuran acini serosa dan


mucosa. Kelenjar ini terletak di pinggir bawah corpus mandibulae
(Gambar 2-18) dan terbagi atas bagian superficialis dan profunda

oleh musculus mylohyoideus. Bagian profunda dari kelenjar


terletak di bawah membrana mucosa mulut di samping lidah.

54

glandula parotis
accessorius
ductus parotideus
berjalan ke depan
selebar satu jari
di bawah arcus
zygomaticus

glandula
parotis

ductus submandibularis
bermuara ke dalam
rongga mulut di samping
frenulum linguae

glandula
submandibularis

glandula sublingualis
bermuara ke plica
sublingualis

gigi molar
kedua atas
muara ductus
parotideus
Gambar 2-18 A.

Posisi umum dari glandula

salivaria major dan ductusnya. B. Bagian


dalam rongga mulut, memperlihatkan muara
ductus parotideus kanan ke dalam vestibulum

di depan qiqi molar kedua atas.

Ductus submandibularis keluar dari ujung anterior bagian


proiunda kelenjar dan berjalan ke depan di bawah membrana
mucosa rongga mulut. Ductus ini bermuara ke dalam rongga
mulut pada papilla kecil, yang terletak di samping frenulum

bagian mucosa lebih banyak. Ductus sublingualis (berjumlah


8-20 buah) bermuara ke dalam rongga mulut pada puncak plica
sublingualis (Gambar 2-8 dan 2-18).

linguae (Gambar 2-B dan 2-18).

Persarafan

Persarafan

berasal dari N.facialis via chorda tympani dan ganglion

Serabut sekretomotorik parasimpatik yang menyarafinya


berasal dari nervus facialis via chorda tympani dan ganglion
submandibulare. Serabut-serabut posganglionik berjalan langsung

submandibulare. Serabut-serabut posganglionik berjalan langsung


ke kelenjar.

ke kelenjar.

Pharynx

Glandula Sublingualis

Glandula sublingualis terletak di bawah membrana mucosa (pllca


sublingualis) di dasar rongga mu1ut, dekat dengan frenulum
linguae. Kelenjar ini terdiri dari acini serosa dan mucosa, di mana

Serabut saraf sekretomotorik parasimpatik yang menyarafinya

Pharynx terletak di belakang cavum nasi, cavum oris, dan larynx


(Gambar 2-79) dan dibagi menjadi bagian-bagian nasopharynx,

dan laryngopharynx. Pharl'nx berbentuk seperti


-oropharynl
corong, dengan bagian atasnya yang 1ebar, terletak di bawah

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

55

nasopharynx

Gambar 2-19 Penampang sagital melalui hidung,


mulut, pharynx, dan larynx untuk memperlihatkan
bagian-bagian pharynx.

cranium dan bagian bawahnya yang sempit dilanjutkan sebagai


oesophagus setinggi vertebra cervicalis ke enam. Pharynx
mempunyai dinding musculomembranosa yang tidak sempurna
di bagian depan. Di tempat ini, jaringan musculomembranosa
diganti oleh apertura nasalis posterior (choanae), isthmus faucium
(pembukaan ke rongga mulut), dan aditus laryngis. Melalui tuba
auditiva, membrana mucosa juga berhubungan dengan membrana
mucosa dari cavitas tympani.

Bagian bawah musculus constrictor pharyngis inferior yang


berasal dari cartilago cricoidea, disebut musculus cricopharyngeus

(Cambar 2-21). Serabut-serabut musculus cricopharyngeus ini

di sekeliling bagian paling bawah dan paling


sempit pharyrrx, dan berfungsi sebagai sphincter. Killian's
berjalan horizontal

dinding posterior pharyrrx diantara


bagian atas musculus constrictor pharyngis inferior yang tertekan
dan bagian sphincter di sebelah bawah,.musculus cricopharlngeus.
dehiscence adalah area pada

Origo, insersi, persarafan, dan fungsi otot-otot pharynx secara

Otot-Otot Pharynx

Otot-otot dinding pharynx terdiri dari musculus constrictor


pharyngis superior, medius, dan inferior (Gambar 2-20), yang
serabut-serabutnya berjalan hampir melingkar, dan musculus
s{zlopharyngeus serta musculus salphingopharyngeus yang

rinci diringkas pada Tabel 2-4.

Dinding dalam Pharynx

Pharyrrx dibagi dalam tiga bagian: nasopharyrx, oropharynx, dan

laryngopharynx.

serabut-serabutnya berjalan dalam arah hampir longitudinal.

Ketiga otot-otot constrictor mengelilingi dinding pharynx


untuk berinsersi pada sebuah pita fibrosa atau raphe yang terbentang dari tuberculum pharyngeus pars basilaris os occipitale ke
bawah sampai ke oesophagus. Ketiga otot-otot ini saling tumpang
tindih, sehingga musculus constrictor pharyngis medius terletak
di sisi luar bagian bawah musculus constrictor pharyngis superior
dan musculus constrictor pharyngis inferior terletak di luar bagian
bar.r'ah musculus constrictor pharyngis medius (Gambar 2-21).

Nasopharynx
di atas palatum mo11e dan di belakang
rongga hidung (Cambar 2-79).Di dalam submucosa atap terdapat
Nasopharynx terletak

kumpulan jaringan limfoid yang disebut tonsilla pharyngea


(Gambar 2-22). Isthmus pharyngeus adalah lubang di dasar
nasopharynx di antara pinggir bebas palatum molle dan dinding
posterior pharynx. Pada dinding lateral terdapat muara tuba

56

BAB 2

A. maxillaris
N. mandibularis

A. meningea media
M. tensor veli palatini
M. levator veli palatini
tuba auditiva

M. constrictor
pharyngis superior
ligamentum
pterygomandibulare
M. stylopharyngeus

l"'\Iq^
N.N\

ligamentum
stylohyoideum
N. laryngeus superior

M. mylohyoideus

N. laryngeus internus

M. constrictor
pharyngis medius
membrana thyrohyoidea

N. laryngeus externus
M. constrictor
pharyngis inferior

M. cricothyroideus
N. laryngeus recurrens
oesophagus

Gambar 2-20 Ketiga musculus constrictor pharyngis. Tampak pula nervus laryngeus superior dan nervus laryngeus

Tabel

2-4

Tecurrens.

Otot.Otot Pharynx

Otot

Origo

lnsersi

Persa rafa n

Fungsi

M,csn$trictor pheryngi$

Lamina pferygoideug medialis,

Tubsfculurn pharyngeus
ossis occipitaJis, raphe
mediana posterior

Plexus pharyngeus

Membantu paiatum

Raphe pharyngeal

Plexus pharyngeus

Mefldorcng bolus ke bawah

Raphe pharyngeal

Plexus pharyngeus

Mendorong bolus ke bawah

hamulus pterygoideils,
ligamenturn pierygomandibulare,

silpedoI,'

molle dalam menutup


aasopharynx, mendorong
bolus ke bawah

linea mylchyoidea mandibulae


M:conslrictor pha{yngis

Bagian bawah ligamentum

stylohyoideum, comu minus dan


majus cssis hyoidei

medius

M:consttctor phary*gis'

.intefior :,1
M;cdcopharyngeus

Larnina cartilago thyroidea,


cartilago

cricoidea

Serabut'serabui paling bawah

Fungsi sphincter pada ujung

M.constrictor pharyngis inferior


M,styJopharyngetis
: I

'.i

tl.l

..

M:salphirigoFhar.ynge{s

M!palatopllaryngeus

bawah pharynx

Procesgus styloideus os$ie

Pinggir posterior cadilago

temporalis
Tuba auditiva

Aponeuro$ispalatinum,

N.glassopharyngeus

Mengangkat larynx selama


pfoses menelan

Bercampur dengan

Plexus pharyngeus

Mengangkat pharynx

M"palatopharyngeus
Pinggir posterior cartilago

Plexus pfiaryngeus

Mengangkat dind;ng pharynx,

thyroidea

thyroidea

menarik lengkung
palatopharyngeal ke medial

sALUR,AN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

ligamentum sphenomandibulare
M. pterygoideus medialis

57

basis cranii

fibrosa pharynx

septum

cavum nasr

M. levator veli palatini

concha nasalis media


tuba auditiva

tonsil
lingua
epiglotis

mandibula
M. stylopharyngeus
raphe
pharyngis

M. constrictor
pharyngis medius

arcus
palatopharyngeus

M. constrictor

pharyngis medius

plica aryepiglottica
permukaan
posterior larynx

M. constrictor
pharyngis inferior

M. constrictor
pharyngis inferior

M. cricopharyngeus

oesophagus

oesophagus

trachea

trachea

Gambar 2-21. Pharynx dilihat dari belakang. A. Perhatikan ketiga musculus contrictor dan posisi musculus stylopharyngeus.

B.

Sebagian besar dinding posterior pharynx dibuang untuk memperlihatkan naso, oro, dan laryngopharynx.

auditiva, berbentuk elevasi yang disebut elevasi tuba (Gambar


2-22). Recessus pharyngeus adalah lekukan kecil pada dinding

pharynx di belakang elevasi tuba. Plica salpingopharyngea


adalah lipatan vertikal membrana mucosa yang menutupi
M.salphingopharyngeus.

antaranya (Gambar 2-22). Arcus palatoglossus adalah lipatan


membrana mucosa yang menutupi musculus palatoglossus.
Celah di antara kedua arcus palatoglossus drsebut isthmus
faucium dan merupakan batas antara rongga mulut dan pharynx.

Oropharynx

Arcus palatophaqmgeus adalah lipatan rnembrana mucosa yang


menutupi musculus palatopharyngeus. Recessus di antara arcus
palatoglossus dan palatopharyngeus diisi oleh tonsilla palatina.

Orophar;mx terletak dibelakang cavum oris (G ambar 2-I9 dan2-23).


Dasar dibentuk oleh sepertiga posterior lidah dan celah antara lidah

Laryngopharynx

dan epiglotis. Pada garis tengah terdapat plica glossoepiglottica


mediana (Gambar 2-1,3), dan plica glossoepigloftica lateralis
pada masing-masing sisi. Lekukan kanan dan kiri dari plica
glossoepiglottica mediana disebut vallecula (Gambar 2-13).
Pada kedua sisi dinding lateral terdapat arcus atau arcus
palatoglossus dan palatofaringeus dengan tonsila palatina di

Laryngopharynx terletak di belakang aditus laryngis (Gambar


2-19). Dinding lateral dibentuk oleh cartilago thyroidea dan
membrana thyrohyoidea. Recessus piriformis, merupakan
cekungan pada membrana mucosa yang terletak di kanan dan
aditus laryngis (Cambar 2-21).

kiri

58

concha nasalis medius


a nasalis inferior

cavum nasi

tonsilla pharyngea
palatum durum
elevasi tuba
plica salphingopharyngea
arcus anterior atlantis
palatum molle
vestibulum nasi

arcus palatoglossus (arcus)


tonsilla palatina
corpus epistrophei

M. genioglossus

arcus palatopharyngeus
(arcus)

Os. mandibula

epiglotis

M. geniohyoideus

plica aryepiglotica
M. mylohyoideus
Os. Hyoid
cartilago thyroidea
Gambar 2-22 Penampang sagital kepala dan leher memperlihatkan hubungan antara cavum nasi, mulut,
pharynx, dan larynx.

Persarafan Sensorik Membrana


Mucosa Pharynx
Nasopharynx: nervus maxillaris (V2).
Oropharynx: nervus glossopharyngeus.
Laryngopharynx (di sekitar aditus laryngis): ramus laryrrgeus
internus dari nervus vagus.

belakang pada permukaan bawah palatum durum. Gerakan ini


terjadi bila kedua musculus styloglossus berkontraks!, menarik
radix linguae ke atas dan belakang. Selanjutnya kontraksi musculus

palatoglossus mendorong bolus ke belakang, ke dalam pharynx.


Proses menelan selanjutnya merupakan gerakan involunter.

Saat ini nasopharynx tertutup dari oropharynx oleh elevasi


palatum molle, tarikan dinding posterior pharynx ke depan oleh
serabut-serabut atas musculus constrictor pharyngis superior, dan

Vaskularisasi Pharynx

Pharyn-r mendapatkan darah dari arteria pharyngica ascendens,

cabang-cabang tonsilar arteria facialis, cabang-cabang arteria


maxillaris, dan arteria lingualis.

kontraksi musculus palaiopharyngeus. Keadaan ini mencegah


makanan dan minuman masuk ke dalam rongga hidung.

Kemudian larynx dan laryngopharynx ditarik ke atas oleh

kontraksi musculus stylopharyngeus,

salphingopharyngeus,

thyrohyoideus, dan palatopharyngeus. Dengan demikian bagian


utama larynx terdorong ke atas ke permukaan posterior epiglotis,

dan adiius laryngis ditutup. Aditus laryngis dibuat menjadi lebih

Aliran Limfe Pharynx

Limfe dialirkan dari pharynx langsung menuju ke nodi


lymphoidei cervicales profundi atau tidak langsung melalui
nodi retropharyngeales atau paratracheales, baru menuju nodi
lymphoidei cervicales profundi.

kecil oleh plica aryepiglottica, serla tertariknya caftilago arytenoidea

ke depan oleh kontraksi musculus aryepiglottica, arytenoideus


obliquus, dan thyroarytenoideus.

Bolus turun ke bawah lewat di atas epiglotis, aditus laryngis


yang tertutup, dan akhirnya mencapai pinggir bawah pharynx
sebagai akibat kontraksi berturulturut dari musculus constrictor

pharyngis superior, medius, dan inferior. Sebagian makanan


tergelincir lewat alur di kanan dan kiri aditus laryngis (yaitu melalui

fossa piriformis). Akhirnya bagian bawah dinding pharynx


(musculus cricopharyngeus) relaksasi, dan bolus masuk ke

Proses Menelan (Deglutisi)


Makanan yang sudah dikunyah berbentuk sebuah bola atau bolus

pada dorsum linguae dan secara volunter didorong ke atas dan

oesophagus.

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTASTRUKTURYANG TERKAIT

59

palatum durum

palatum molle
ATCUS

uvula

palatopharyngeus

dinding posterior

tonsil

oropharynx

ATCUS

palatoglossus

sulcus terminalis

papillae vallatae
lidah

/Gambar 2-23 Oropharynx dilihat melalui mulut yang terbuka.

Tonsila Palatina

Tonsila palatina berbentuk dua massa jaringan limfoid, masingmasing terletak di dalam cekungan di dinding lateral oropharynx
di antara arcus palatoglossus danpalatopharyngeus (Gambar 2-24).
Setiap tonsil diliputi oleh membrana mucosa, dan permukaan
medialnya yang bebas menonjol ke dalam pharynx. Permukaannya

berbintik-bintik yang disebabkan oleh banyak muara keleniar,


yang terbuka ke crypta tonsillaris.
Permukaan lateral tonsila palatina diliputi oleh capsula fibrosa
(Gambar 2-24). Capsula ini dipisahkan dari musculus constrictor
pharyngis superior oleh jaringan areolar jarang (Gambar 2-24),
vena palatina externa berjalan turun dari palatum mo1le di dalam
jaringan ikat jarang untuk bergabung dengan plexus venosus
pharyngeus. Lateral terhadap musculus constrictor pharyngis
superior terdapat musculus styloglossus, lengkung arteria facialis.
dan arteria carotis interna.

Tonsila palatina mencapai ukuran maksimum pada masa


kanak-kanak dan ukurannya menjadi sangat berkurang.

VaskularisasiTonsil
Arteri yang mendarahi tonsil adalah ramus tonsilaris

arteria

facialis. Vena-vena menembus musculus constrictor pharyngis


superior dan bergabung dengan vena palatina externa, vena
pharyngealis, atau vena facialis.

Aliran Limfe Tonsil


Limfe mengalir dari tonsil ke nodi lymphoidei cervicales profundi
bagian atas, tepat di bawah dan di belakang angulus mandibulae.

Cincin Waldeyer Jaringan Limfe

Jaringan limfoid yang terdapat disekitar pintu masuk sistem


respirasi dan pencernaan membentuk sebuah cincin. Bagian
lateral cincin dibentuk oleh tonsila paiatina dan tonsila tubaria
(jarlngan limfoid di sekitar muara tuba auditiva di dinding lateral
nasopharynx). Bagian atasnya dibentuk oleh tonsila pharyngeus

yang terdapat di atap nasopharynx, dan bagian

bawahnya

dibentuk oleh tonsila lingualis yang terdapat pada sepertiga


bagian posterior lidah.

Larynx
E
Larynx adalah organ yang berperan sebagai sphlncter pelindung
pada pintu masuk jalan nafas dan berperan dalam pembentukan
suara. Larynx terletak dl bawah 1ldah dan os hyold, di antara
pembuluh-pembuiuh besar leher, dan terletak setinggi vertebra
cervicalis keempat, kelima, dan keenam (Gambar 2-25). Ke atas,
larynx terbuka ke laryngopharynx, ke bawah larynx berlanjut
sebagai trachea. Di depan, larynx ditutupi oleh ikatan otot-otot
infrahyoid dan di lateral oleh glandula thyroidea.
Kerangka larynx dibentuk oleh beberapa cartilago, yang
dihubungkan oleh membrana dan ligamentum, dan digerakkari
oleh otot. Larynx dilapisi oleh membrana mucosa.

Cartilago Larynx

Cartilago Thyroidea
Cartilago thyroidea merupakan cartilago terbesar larynx (Gambar
2-26) dan terdiri dari dua lamina cartilago hyalin yang bertemu

60

M. palatopharyngeus
V. palatina externa
V.

sarung carotts

jugularis interna
M. constrictor pharyngis superior

A. carotis interna

A. carotis
interna

facialis

tonsilla
palatina
capsula
tonsillae

tonsil yang
membesar

ramus
mandibulae
M. palatoglossus

vallecula

vestibulum oris
plica
glossoepig lotica

M. buccinator

bibir bawah
Gambar 2-24 Potongan horizontal melalui mulut dan oropharynx. Kiri, tonsila palatina normal beserta hubunganhubungannya. Kanan, posisi abses peritonsilaris. Perhatikan hubungan abses terhadap musculus constrictor pharyngis
superior dan sarung carotis. Pintu masuk ke dalam larynx juga dapat dilihat dari bawah dan belakang lidah.

di garis tengah pada tonjolan bersudut V (disebut Adam's apple).


Pinggir posterior menjorok ke atas sebagai cornu superius dan
ke bawah cornu inferius. Pada permukaan luar setiap lamina
terdapat linea obliqua sebagai tempat lekat otot-otot.

Cartilago Cricoidea
Cartilago cricoidea dibentuk oleh cartilago hyalin dan berbentuk
seperti cincin cap, mempunyai lamina yang lebar di belakang dan
arcus yang sempit di anterior (Gambar 2-26). Carlilago cricoidea
terletak di bawah cartilago thyroidea, dan pada masing-masing
permukaan lateralnya terdapat facies articularis untuk bersendi
dengan cornu inferius cartilago thyroidea. Di posterior, pada
setiap lamina di pinggir atasnya terdapat facies articularis untuk
bersendi dengan basis cartilago arytenoidea. Semua sendi ini
adalah jenis sinovial.

cricoidea. Masing-masing cartilago mempunyai apex di atas yang


bersendi dengan cartilago corniculata yang kecil, serta basis di
bawah yang bersendi dengan lamina cartilago cricoidea, dan
sebuah processus vocalis yang menonjol ke depan dan merupakan
tempat lekat dari ligamentum vocale. Processus muscularis
yang menonjol ke lateral, menjadi tempat lekat Musculus
cricoarytenoideus lateralis dan posterior.

Cartilago Corniculata
Dua buah cartilago kecil berbentuk kerucut, bersendi dengan apex

cartilaginis arytenoideae (Gambar 2-27). Menjadi tempat lekat


plica aryepiglottica.

Cartilago Cuneiforme
Dua cartilago kecii yang berbentuk batang ini terletak di dalam
plica aryepiglottica dan berperan memperkuat plica tersebut
(Gambar 2-27).

Cartilago Arytenoidea
Terdapat dua buah cartilago arytenoidea; kecil, berbentuk
pyramid, dan terletak pada permukaan belakang larynx (Gambar
2-26). Cartilago ini bersendi dengan pinggir atas lamina cartilago

Epiglotis
Merupakan cartilago elastis berbentuk daun yang terletak di
belakang radix linguae (Gambar 2-26). Tangkainya dilekatkan di

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

61

sinus sagittalis superior


sinus sagittalis inferior
koneksi interthalamicus

corpus callosum
septum pellucidum

thalamus
falx cerebri

foramen interventricularis
A. cerebri anterior

V. magna

nervus optrcus

cerebri

hypophysis cerebri
glandula
plnea

sinus frontalis
concha nasalis superior

aqueductus
cerebri

agger nasi
concha nasalis medius

mesencephalon

vestibulum nasi

tentorium
cerebelli
concha nasalis
inferior

sinus rectus

palatum durum
palatum molle

ventriculus quartus
cerebellum

lidah

pons

M. genioglossus
medulla oblongata
M. geniohyoideus

^+l^^
dild5

ligamentum nuchae

M. mylohyoideus

muara tuba auditiva

tonsil
os hyoideum
membrana thyrohyoidea
epiglotis
plica vestibularis

otot-otot posvertebra

plica vocalis
cadilago thyroidea
ligamentum cricothyroideum
arcus cartilaginis cricoideae
trachea

spinae cervicales

oesophagus
isthmus glandula thyroidea
lamina superficialis
fascia cervicalis profunda

medulla
spinalis

arcus jugularis

canalis centralis

spatium suprasternalis

A. brachiocephalica

sisa thymus

V. brachiocephalica kiri

manubrium sterni

Gambar 2-25 Penampang sagital kepala dan leher

di kanan dan kiri

belakang cartilago thyroidea. Sisi epiglottis dihubungkan dengan

mediana. Lekukan pada membrana mucosa

cartilago arytenoidea oleh plica aryepiglottica, yang merupakan


sebuah lipatan membrana mucosa. Pinggir atas epiglottis bebas.
Membrana mucosa yang melapisinya berjalan ke depan, meliputi
permukaan posterior lidah sebagai plica glossoepiglottica

plica glossoepiglottica disebut vallecula (Cambar 2-24). Di


sebelah lateral, membrana mucosa berjalan ke dinding pharynx

membentuk plica glossoepigloftica lateralis.

62

ligamentum thyrohyoideum laterale


epiglotis

ligamentum
thyrohyoideum
laterale

os hyoideum
membrana
thyrohyoidea

membrana thyrohyoidea
ligamentum
thyrohyoideum

cornu superius
linea obliqua
lamina cartilaginis
thyroideae

ligamentum cricothyroideum
ligamentum
cricothyroideum

cornu inferius

M. cricothyroideus

arcus cartilaginis
cricoideae
ligamentum cricotracheale

lamina cartilaginis cricoideae

arcus cartilaginis
cricoideae

epiglotis

ligamentum hyoepiglotticum

cornu majus
ossis hyoidei
membrana thy^rohyoidea

corpus ossis hyoidei

cornu majus
ossis hyoidei
cornu supenus
cartilago thyroidea

membrana
thyrohyoidea

cartilago
corniculata
cartilago
arytenoidea
lamina cartilaginis
thyroideae

cartilago thyroidea
plica vestibularis dextra
ligamentum vocale
dextrum
ligamentum
cricothyroideum

processus
muscularis

arcus cartilaginis
cricoideae

plica aryepiglottica
cartilago cuneiformis
cartilago corniculata
cartilago arytenoidea
processus muscularis
processus vocalis
lamina cartilaginis
cricoideae

M. trachealis

Gambar 2-25 Larynx dan ligamentumnya dilihat dari depan (A), dari aspek lateral (B), dan dari belakang (C). D. Lamina kiri
cartilago thyroidea dibuang untuk memperlihatkan bagian dalam larynx"

Membrana dan Ligamentum pada


Larynx

medianum. Pada kedua sisinya, membrana ini ditembus oleh vasa


laryngea superior dan nervus laryngeus internus, sebuah cabang
dari nervus laryngeus superior (Gambar 2-20).

Membrana Thyrohyoidea
Membrana thyrohyoidea menghubungkan pinggir atas cartilago
thyroidea dengan os hyoid (Gambar 2-26). Pada garis tengah,
membrana ini menebal, membentuk ligamentum thyrohyoideum

Ligamentum Cricotracheale
Ligamentum cricotracheale menghubungkan cartilago cricoidea
dengan cincin trachea pertama (Gambar 2-26).

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTASTRUKTURYANG TERKAIT

63

Membrana quadrangularis terbentang antara epiglotiis dan


cartilago arytenoidea (Gambar 2-27). Pnggir bawahnya yang

dan di belakang oleh permukaan medial cartilago arytenoidea.


Glottis merupakan bagian yang paling sempit dari larynx dan
berukuran sekitar 2.5 cm dari depan ke belakang pada pria
dewasa, dan lebih kecil pada wanita. Pada anak-anak, bagian

menebal membentuk ligamentum vestibulare, ligamentum

bawah larynx di dalam cartilago cricoidea merupakanbagian yang

vestibulare merupakan isi dari plica vestibularis (Gambar 2-27).

paling sempit.

Ligamentum Cricothyroideum

Membrana Quadrangularis

Pinggir bawah ligamentum cricothyroideum dilekatkan pada


pinggir atas cartilago cricoidea (Gambar 2-27). Pinggir superior
ligamentum ini tidak melekat pada cartilago thyroidea, tetapi
berjalan terus ke atas pada facies medialis cartilago thyroidea.
Kedua pinggir atasnya yang bebas, yang hampir seluruhnya
tersusun dari jaringan elastis, membentuk ligamentum vocale

Cavitas Laryngis

Cavitas laryngis terbentang dari aditus sampai ke pinggir bawah


cartilago cricoidea, di mana ruang ini berlanjut sebagai trachea.
Dapat dibagi dalam tiga bagian:

Vestibulum laryngis, terbentang dari aditus laryngis sampai


ke plica vestibularis.

di

yang penting. Ligamentum vocale merupakan isi dari plica vocalis


(pita suara) (Gambar 2-27). Ujung anterior dari masing-masing

a Daerah tengah,

ligamentum vocale dilekatkan pada cartilago thyroidea. Ujung

sampai setinggi plica vocalis di bawah.


Daerah bawah, terbentang dari plica vocalis di atas sampai ke
pinggir bawah cartilago cricoidea di bawah.

Sinus Laryngis

posterior dilekatkan pada processus vocalis cartilago arytenoidea.

Pintu Masuk Larynx (Aditus Laryngis)

Aditus larlmgis menghadap ke belakang dan atas ke

arah

terbentang dari plica vestibularis

Sinus laryngis adalah sebuah recessus kecil

di setiap sisi

atas

lar1mx,

laryngopharynx (Gambar 2-21). Pintu ini lebih lebar di depan


daripada belakang dan dibatasi di depan oleh epiglotis; di lateral
oleh plica aryepiglottica, yaitu lipatan membrana mucosa; dan

terletak di antara plica vestibularis dan plica vocalis. Sinus ini

di posterior oleh cartilago arytenoidea dan cartilago corniculata.

dilapisi membrana mucosa (Gambar 2-27).

Sacculus Laryngis

Cartilago cuneiformis terletak di dalamnya serta memperkuat


plica aryepiglottica dan menimbulkan elevasi kecil pada pinggir

Sacculus laryngis adalah sebuah diverticulum membrana mucosa

atas.

yang berjalan ke atas dari sinus (Gambar 2-27). Sekret mukus


membasahi pita suara.

Fossa Piriformis

Fossa

piriformis adalah recessus di kedua sisi lipatan dan pintu

Otot-Otot Larynx

masuk (Gambar 2-27).Di mediai dibatasi plica aryepiglottica dan


di lateral oleh cartilago thyroidea dan membrana thyrohyoidea.

Otot-otot larynx dapat dibagi dalam dua kelompok: ekstrinsik dan

Otot-Otot Ekstrinsik

Lipatan Larynx

intrinsik.

Otot-otot ekstrinsik menarik larynx ke atas dan bawah selama

Plica Vestibu laris


Plica vestibularis merupakan sebuah lipatan yang terfiksasi pada
masing-masing sisi larynx (Gamb ar 2-26).Masing-masing dibentuk
oleh membrana mucosa yang menutuPi ligamentum vestibulare,
mengandung banyak vascular, dan berwama merah muda.

Plica Vocalis (Pita Suara)


Plica vocalis merupakan sebuah lipatan yang mudah bergerak pada

masing-masing sisi larynx danberperan pada pembentukan suara.


Masing-masing dibentuk oleh membrana mucosa yang menutupi
ligamentum vocale, tidak mengandung pembuluh darah, dan

berwarna putih. Plica vocalis bergerak pada respirasi, warna


putihnya mudah dikenali jika diperiksa dengan laryngoscope
(Gambar 2-27).
Celah di antara kedua plica vocalis disebut rima glottidis atau
gloftis (Gambar 2-27). Gloltts dibatasi di depan oleh plica vocalis

proses menelan. Perhatikan bahwa kebanyakan otot-otot melekat


pada os hyoi deum, yang melekat pada cartilago thyroidea melalui

membrana thyrohyoidea. Oleh karena itu gerakan os hyoideum


akan diikuti oleh gerakan larynx.

it Otot-otot elevator: musculus digastricus, musculus

stylohyoideus, musculus mylohyoideus, musculus geniohyoideus,


musculus stylopharyngeus, musculus salphingopharlrlgeus,
dan musculus palatopharyngeus.

a Otot-otot depresor: musculus

sternothyroideus, musculus

sternohyoideus, dan musculus omohyoideus.

Otot-Otot lntrinsik
Dua otot mengubah bentuk aditus laryngis (Gambar 2-27).

a Mempersempit aditus: musculus arytenoideus obliquus.


I Memperlebaraditus:musculusthyroepiglottica.

64

BAB 2

cornu majus
epiglotis

ossis hyoidei

epiglotis

membrana
thyrohyoidea

plica
aryepiglottica

tuberculum
epiglotticum

fossa piriformis

M. aryepiglotl

cartilago
cuneiformis

membrana
quadrangularis

aryepiglottica

cartilago
corniculata

sacculus laryngis
'cartilago thyroidea

cartilago arytenoidea

M" arytenoideus
obliquus

ligamentum vestibulare
plica vestibularis
sinus laryngis
plica vocalis

cartilago thyroidea
M. arytenoideus
transversus

lamina cartilaginis
cricoideae

M. vocalis

ligamentum vocale
ligamentum
cricothyroideum

M. cricoaryienoideus
posterior

cartilago cricoidea
rima glottidis
cincin trachea

plica vocalis
cartilago thyroidea

plica vestibularis

rima glottidis

-">

rima glottidis

ligamentum vocale
cartilago arytenoidea

cartilago cuneiformis'

cartilago corniculata

rr{>
thyroidea

rima glottidis
processus vocalis
cartilago arytenoidea

ligamentum vocale
M. vocalis

M. cricoarytenoideus lateralis
M. cricoarytenoideus posterior

processus muscularis
M"

arytenoideus transversus

M. arytenoideus obliquus

Gambar 2-27. A, Otot-otot larynx dilihat dari belakang. B. Potongan coronal melalui larynx. C. Rima qlottidis terbuka
sebagian seperti pada saat inspirasi lemah, D, Rima glottidis terbuka lebar seperti pada saat inspirasi dalam. E. Otot-otot yang
menggerakkan ligamentum vocale.

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

Lima otot menggerakkan plica vocalis (pita suara) (Cambar 2-27).

a Menegangkan pita suara: musculus cricothyroideus.


I Melemaskan pita suara: musculus thyroarytenoideus (vocalis)
I Aduk'sio pita suara: musculus cricoarytenoideus lateralis
I Abduksio pita suara: musculus cricoarytenoideus posterior
I Mendekatkan cartilago arytenoidea: musculus arytenoideus
transversus

Origo, insersi, persarafan, dan fungsi yang rinci dari otot-otot


intrinsik diberikan pada Tabel 2-5.

Gerakan PlicaVocalis (Pita Suara)

65

kontraksi dari musculus vocalis, bagian dari musculus thyroarytenoideus (Gambar 2-27).

Gerakan PlicaVocalis Saat Respirasi

Pada inspirasi 1emah, plica vocalis diabduksikan, dan rima glottidis

berbentuk segitiga, dengan apex di depan (Gambar 2-27). Pada


ekspirasi, plica vocalis diaduksikan, hanva tertinggal celah sempit
di aniaranya (Cambar 2-27).
Pada inspirasi dalam, plica vocalis dlabduksikan maksimal,
sehingga bentuk rima glottidis berubah dari segitiga menjadi
berbentuk ketupat, karena rotasi makslmal dari cartiiago
arytenoidea ke lateral (.Cambar 2-27).

Gerakan plica vocalis tergantung pada gerakan cartilago


arytenoidea, yang berputar dan bergeser ke atas dan bawah pada
lereng pinggir superior cartilago cricoidea.

Rima glottidis dibuka oleh kontraksi dari musculus cricoarl'tenoideus posterior, yang memutar cartilago arytenoidea dan
mengabduksi processus vocalis (Gambar 2-27). Jaringan elastis
di dalam capsula articuiatio cricoarytenoidea mempertahankan
cartilago arytenoidea tetap terpisah sehingga bagian posterior
glottis terbuka.
Rima glottidis ditutup oleh kontraksi dari musculus cricoary-

tenoideus lateralis, yang memutar cartilago arytenoidea dan


mengaduksi processus vocalis (Cambar 2-27). Bagian posterior

Fungsi Sphincter Larynx


Terdapat dua sph ncter pada larynx yaitu pedama

d ad tus lary|g

ke be akang di antara idah dan patatunr clufurn, larynx dttarik ke


atas

bawah bagian be akang idah. Aditus laryngrs menyernpit

akibat dar kontraksi ntusculus arytenotdeus oilliquus dan musculus

aryeplgloltica. Ipig otis didorons K-. belaKang oleh ic]ah


berfungsi sebaga sungkup

glottis menyempit jika cartilago arytenoidea saling berdekatan yang


disebabkan oleh kontraksi musculus arytenoideus transversus.

atar cairan kentLdian

its!tk Ke ajaiam oesopfrag!s

Kedua plica vocalis ditegangkan oleh kontraksi musculus


cricothyroideus (Gambar 2-28). Plica vocalis dikendurkan oleh

slsi adrtus Laryncrs, lia tu fossa p ri{ornris

Tabel

2-5

.1aft

atas adltrrs laryngrs Bolus rnakanar)


den!Jgn

berjalan di atas ep giotts atau turun ke 0awah lewat alur pada s s -

Otot-Otot lntrinsik Larynx


Otot-otot yang Mengontrol Aditus Laryngis

M.arytenoideus obliquus

Processus muscularis
cartilaginis arytenoideae

Apex cartilaginis

N.laryngeus recurrens

Menyempitkan aditus dengan


mendekatkan kedua plica

N.laryngeus recurrens

Melebarkan aditus dengan


memisahkan kedua plica

arytenoidea sisi yang


berlawanan

M,thyroepiglottica

Facies medialis cartilaginis


thyroideae

Pinggir lateral epiglotis dan


plica aryepiglottica

aryepiglotiica

aryepiglottica

Otot-otot yang Mengendalikan Gerakan Plica Vocalis


M.cricothyroideus

Sisi cartilago cricoidea

Pinggir bawah dan inferior

N.laryngeus externus

Menegangkan plica vocalis

Cartilago arytenoidea

N.laryngeus recurrens

Relaksasi plica vocalis

Processus muscularis

N.laryngeus recurrens

Aduksio plica vocalis

N.laryngeus recurrens

dengan memutar cartilago


arytenoidea
Abductio plica vocalis

N.laryngeus recurens

dengan memutar cartilago


arytenoidea
Menutup bagian posterior

cornu cartilago thyroidea


M.thyroarytenoideus
(vocalis)

Permukaan dalam cartilago

M.cricoarytenoideus

Pinggir atas cartilago

lateralis

thyroidea
cricoidea

M.cricoarytenoideus
posterior

belakang cartilago cricoidea

M,arytenoideus

Permukaan belakang

transversus

dan kedua {ji rirna gloltid s. Sph ncter pada aditus iaryngls hanya
berfungsi pada saat menelan Ketka bolus maltanan d pindahkan

cartilaginis arytenoideae
Processus muscularis
cartilaginis arytenoideae
Permukaan belakang

dan medial cartilago

dan medial cartilago

rima glottidis dengan

arytenoidea

arytenoidea srsi yang

mendekatkan kedua

berlawanan

cartilago arytenoidea

66

BA,B 2

Ketika batuk atau bersin, rima glottidis berfungsi sebagai


sphincter. Selelah inspirasi, plica vocalis aduksi, dan otototot
ekspirasi berkontraksi dengan kuat. Akibatnya, tekanan di dalam

Produksi Suara di Dalam Larynx

thorax meningkat, dan dalam waktu yang bersamaan plica vocalis

Pelepasan udara ekspirasi secara terputus-putus melalui plica

mendadak abduksi. Pelepasan mendadak dari udara yang

vocalis yang sedang aduksi akan menggetarkan plica tersebut dan

lerkompresi sering melepaskan partikel-partikel asing atau mukus


dari saluran pernapasan, yang selanjutnya masuk ke pharynx. Di

menimbulkan suara. Frekuensi atau tinggi suara ditentukan oleh

perubahan panjang dan tegangan ligamentum vocale. Kualitas

sini, partikel-partikel itu ditelan atau dikeluarkan.

suara tergantung pada resonator di atas larynx, yaitu pharynx,

Pada tindakan Valsava, ekspirasi yang kuat dilakukan untuk

mulut, dan si,rus paranasalls. Kualitas dikendalikan oleh otot-otot

mengatasi glottis yang tertutup. Pada keadaan abdomen tegang

palatum molle, lidah, dasar mulut, pipi, bibir, dan rahang. Bicara

seperti pada miksi, defekasi, dan melahirkan, udara sering ditahan

normal tergantung pada kemampuan memodiflkasi suara menjadi

sesaat di saluran pernapasan dengan cara menutup rima glottidis.

konsonan dan vokal yang dikenal dengan menggunakan lidah,

Setelah inspirasi dalam, rima glottidis ditutup. Kemudian otot-otot

gigi. dan bibir. Bunyi vokal biasanya seluruhnya dari mulut dengan

dinding anterior abdomen berkontraksi dan gerak naik diaphragma

palatum molle terangkat, sehingga udara disalurkan melalui mulut

dicegah oleh adanya udara yang tertahan di saluran pernapasan.

dan bukan melalui hidung.

Setelah berusaha cukup lama, orang tersebut sering mengeluarkan

Bicara melibalkan pelepasan udara ekspirasi secara terputus-

sedikit udara dengan membuka rima glottidisnya sekejap dengan

putus melalui plica vocalis yang teraduksi. Menyanyi satu nada

mengeluarkan suara keluhan.

membutuhkan pelepasan udara ekspirasi yang lebih lama lewat


plica vocalis yang teraduksi. Pada berbisik, plica vocalis dalam
keadaan aduksi, tetapi cartilago arytenoidea abduksi; vibrasi terjadi

akibat getaran aliran udara ekspirasi secara tetap melalui bagian


poslerior rima glottidis.

ligamentum
vocale dextrum
relaksasi

permukaan luar
lamina dexter
cartilaginis thyroideae

//

permukaan dalam lamina


dexter cartilaginis
thyroideae

/processus

vocalis

cartilago arytenoidea
dexter

,
i

lamina cartilaginis
cricoideae

\\-

ligamentum vocale

:-'M.

cricothyroideus

cartilago
cricoidea

Gambar 2-28. Diagram yang memperlihatkan perlekatan dan kerja musculus cricothyroideus. A. Permukaan lateral
kanan larynx dan musculus cricothyroideus. B, Permukaan dalam larynx, memperlihatkan ligamentum vocale dextrum
yang relaksasi, C. Permukaan dalam larynx, memperlihatkan ligamentum vocale dextrum yang tegang sebagai akibat dari

tertariknya cartilago cricoidea dan arytenoidea ke belakang sebagai akibat kontraksi musculus cricothyroideus.

S,ALUR,AN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTASTRUKTUR

sllender bersilia. Namun, pada piica vocalis di mana membtana


mucosa mengalami trauma berulang selama fonasi, membrana
mucosa diliputi oleh epitel berlapis skuamosa.

Persarafan Larynx

Saraf Sensoris
Di atas plica vocalis: ramus laryngeus internus,

cabang dari

Trachea adalah sebuah tabung cartilaginosa dan membranosa yang

dapat bergerak (Gambar 2-30). Dimulai sebagai lanjutan larynx


dari pinggir bawah cartilago cricoidea setinggi corpus vertebrae
cervicalis VI. Berjalan turun ke bawah di garis tengah leher. Di
dalam rongga thorax, trachea berakhir pada catina dengan cara

membelah menjadi bronchus principalis dexter dan sinister


setinggi angulus sterni (di depan discus antara vertebra thoracica
IV dan V), terletak sedikit agak ke kanan dari garis tengah. Pada
eksplrasi, bifurcatlo trachea naik sekitar satu vertebra, dan selama

Di bawah plica vocalis: nervus laryngeus recurrens (Gambar

inspirasi dalam bifurcatio dapat turun sampai setinggi vertebra

t_to\

thoracica VI. Jaraknya sekitar 3 cm.


Pada orang dewasa, panjang trachea sekitar 11.25 cm dan
diameter 2.5 cm. Pada bayi, panjang trachea sekitar 4-5 cm dan

Semua otot-otot

intrinsik larynx, kecuali musculus cricothyroideus

dipersarafi oleh nervus laryngeus recurrens. Musculus cricothyroideus dipersarafi oleh ramus laryngeus externus dari nervus
laryngeus superior nervus vagus.

diameter sekitar 3 mm. Selama pertumbuhan anak-anak, diameter


trachea bertambah sekitar 1 mm setiap tahurmya. Tabung

fibroelastika dipertahankan utuh dengan adanya cartilago hyalin


berbentuk U (cincin) di dalam dindingnya. Ujung posterior
cartilago yang bebas dlhubungkan oleh otot polos, Musculus
trachealis.

Vaskularisasi Larynx
Setengah bagian atas larynx: ramus laryngeus superior arteria
thyroldea superior.
Setengah bagian bawah larynx: ramus laryngeus inferior
arteria thyroidea inferior.

nervus laryngeus superior nervus vagus.

Saraf Motoris

67

Trachea

Membrana Mucosa Larynx

Membrana mucosa larynx melapisi rongga dan diliputi oleh epitel

YANG TERKAIT

Aliran Limfe Larynx

Membrana mucosa trachea dilapisi oleh epitel silinder


bertingkat semu bersilia (Gambar 2-31) serta mengandung banyak
sel goblet dan glandula mucosa tubular.

Batas-BatasTrachea di Dalam Leher


(Gambar 2-32)
Anterior: Ku1lt, fascla, isthmus glandula thyroidea (di depan

Pembuluh limfe bermuara ke dalam nodi lymphoidei cervicales

profundi.

cincin kedua, ketiga, dan keempat), vena thyroidea inferior,


arcus jugularis, arteria thyroidea ima (jika ada), dan vena

N. laryngeus internus

laryngeus
superior
N. vagus

N. laryngeus

externus

M. cricothyroideus
N. laryngeus
recu rrens
(membrana
mucosa
dibuang)

N. laryngeus
recu rrens

Gambar 2-29 A. Permukaan lateral larynx memperlihatkan ramus laryngeus internus dan externus cabang dari nervus
laryngeus superior nervus vagus. B. Distribusi cabang-cabang terminal nervus laryngeus internus dan nervus laryngeus
recurrens. Larynx dilihat dari atas dan posterior.

68

BAB 2

kiri pada anak-anak, ditutupi oleh musculus

oesophagus.

Posterior: Oesophagus, nervus laryngeus recurrens sinister.


Kanan: vena azygos, nervus vagus dexter, dan pleura.
Kiri: Arcus aortae, arteria carotis communis sinister, arteria
subclavia sinister, nervus vagus sinister dan nervus phrenicus

Lateral: Lobus glandula thyroidea dan sarung carotis beserta

sinister, dan pleura.

brachiocephalica

sternocleidomastoideus dan musculus sternohyoideus.

Posterior: nervus laryngeus recurrens kanan dan

kiri

serta

isinya.

I
Batas-Batas Trachea di Dalam
Mediastinum Superius Thorax

Persarafan Trachea
**orisbarasal darinervus

vagus dannervus laryngeus

:Til:::

(Gambar 2-33)
Anterior: Sternum, thymus, vena brachiocephalica sinister,
pangkal arteria brachiocephalica dan carotis communis

Vaskularisasi Trachea

Dua pertiga bagian atas trachea mendapat darah dari arteria


thyroidea inferior, dan sepertiga bagian bawah mendapat dalah
dari arteriae bronchiales.

sinister, dan arcus aortae.

cartilago cricoidea

bronchus segmentalis
apicalis lobus superior

bronchus ap'calis
lobus superior

bronchus principalis
nister

si

bronchus lobaris superior

bronchus
lobaris
su perior

bronchus segmentalrs
posterior

bronchus segmentalis
posterior
bronchus segmentalis
anterior
bronchus lingularis

bronchus segmentalis
anterior
bronchus lobaris medius
bronchus segmentalis
basalis anterior

bronchus
lobans
inferior
bronchus
segmentalis
basalis
medialis

bronchus
segmentalis
basalis
lateralis

bronchus
apicalis
bronchus
superior
segmentalis
lobus
basalis
inferior
medialis
bronchus
segmentalis
basalis posterior

bronchus segmentalis
basalis posterior

Gambar 2-30 Trachea dan bronchus.

bronchus segmentalis
basalis lateralis

SALUR,AN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

Aliran LimfeTrachea

Limfe mengalir ke dalam nodi lymphatici pretracheales dan paratracheales dan ke dalam nodi lymphoidei cervicales profundi.

i,

'u:j,

li'i ,-, ii I

'l

ilE6ryWffry,li
Trachea bercabang dua di belakang arcus aortae menjadi bronchus

principalis dexter dan sinister (primer atau utama) (Gambai


2-30). Bronchus principalis dexter meninggalkan trachea denp;an

membentuk sudut sebesar 25 derajat dengan garis vertikal.


Bronchus prlncipalis sinister meninggalkan trachea dengan membentuk sudut 45 derajat dengan garis vertikal. Pada anak-anak
dengan usia lebih kecil dari 3 tahun, kedua bronchus menlnggalkan
traihea dengan membentuk sudut yang hampir sama.

Bronchus terus-menerus bercabang dua sehingga akhirnva


membentuk jutaan bronchiolus terminalis yang berakhir di dalam

satu atau leblh bronchiolus respiratorius. Setiap bronchiolus


respiratorius terbagi menjadi 2 sampai 11 ductus ah.'eolaris yang
masuk ke dalam saccus alr'eolaris. Alveoli timbul dari dinding
saccus sebagai diverticula.

Bronchus Principalis Dexter

Bronchus principalis dexter lebih lebar, lebih pendek, dan lebih


vertikal dari bronchus principalis sinister dan panjangnya lebih
kurang 2,5 cm (Gambar 2-30). Vena azygos melengkung di atas
pinggir superiornya. Bronchus lobaris superior dimulai sekitar
2 cm dari pangkal bronchus principalis di carlna. Kemudian
bronchus principalis dexter masuk ke hilus paru-paru kanan, dan
bercabang dua menjadi bronchus lobaris medius dan bronchus
lobaris inferior.

Bronchus Principalis Sinister

Bronchus principalis sinister lebih sempit, leblh panjang, dan


lebih horizontal dibandingkan bronchus principalis dexter dan
panjangnya lebih kurang 5 cm (Gambar 2-30). Berjalan ke kiri
di bawah arcus aorta dan di depan oesophagus. Pada waktu
masuk ke hilus pulmonalis sinister, bronchus principalis sinister
bercabang menjadi bronchus lobaris superior dan bronchus
lobaris inferior.

Segmen-Segmen Bronchopulmoner

Segmen-segmen bronchopulmoner
tentdnB strLrktur pad.r paru.

akan dibahas pada bab

,trf

Gambar

2-3t

69

Scanning electron micrograf dari sel-sel epitelial permukaan membrana mucosa trachea memperlihatkan sel-sel

silinder bersilia dan sel goblet (SG). lY, bercak mucus. (Seizin M.Koering).

70

BAB 2

fascia pretrachealis
N. laryngeus recurrens
M. sternocleidomastoideus

trachea
oesophagus

M. sternohyoideus
M. sternothyroideus

glandula thyroidea

M. platysma

selubung carotis
V.

jugularis

M. omohyoideus

interna

M. cervicis
longus

nodus lymphoideus
cervicalis profunda
A. carotis
communis

M. scalenus
anterior

N. vagus
truncus
sympathicus

M. scalenus
medius

lamina
superficialis

pars
spinalis
N. accessorius
M. trapezius

+d

A. vertebralis
N. spinalis

ligamentum nuchae

M. levator scapulae

M. splenius capitis
M. semispinalis capitis

Gambar 2-32 Potongan melintang leher setinggi veftebra cervicalis VI.

#AP4 ffiAffi-AT-J ffi.Afl} T\# KATf; K


i

SALti ffi.Ail.{ F,}ffi ffi f"'$ApS"S.&f'l


il'&LAfl*t F-ffiF*fitrffi
Gambaran radiografik larynx dan trachea diperlihatkan

ffi

di dalam

sebuah radiograf lateral leher.

&ruAT# f'4 [ $]ffi $q$4 Lj t*;AAt'*


SA[-I"J ffi lqru Fffi Hq f*iAF,& SA f\j
ffi$

tlALAffi

Di depan pada garis tengah, struktur-struktur berikut ini dapat


diraba dari atas ke bawah.

F-"ffi[-{ffigq

Leher dapat diraba dengan mudah pada pasien dengan posisi


tidur telentang, dengan otot-otot yang menutupi struktur yang
lebih dalam berada dalam keadaan rileks, sehingga struktur dapat
diraba lebih mudah.

di tempat kedua belahan


corpus mandibulae bertemu di garis tengah (Cambar 2-34).
Corpus ossis hyoidei terletak di depan corpus vertebra
Symphisis menti dapat diraba,

cervicalis III (Gambar 2-34 dan 2-35). Os hyoideum adalah


sebuah struktur berbentuk tapal kuda. Cornu majus dapat
diraba pada setiap sisi leher di antara jari dan ibu jari. Os
hyoideum bergerak ke atas pada waktu paslen menelan.
Membrana thyrohyoidea mengisi celah antara os hyoideum
dan cartilago thyroidea (Cambar 2-35).

Incisura superius cartilago thyroidea terletak di depan


vertebra cervicalis ke IV (Gambar 2-34 dan 2-35). Pinggir
anterior cartilago thyroidea lebih menonjol pada pria dewasa
daripada wanita dewasa.
Ligamentum cricothyroideum mengisi celah antara cartilago
cricoidea dan cariilago thyroidea (Gambar 2-35).

SALURAN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

costa

truncus sVmpathicus
ductus thoracicus
I

N, thoracicus

trachea

N. laryngeus recurrens
sinister

cupula cervicalis
pleurae

A. subclavia sinister
N. vagus sinister

N. vagus

dexter

N. phrenicus sinister

phrenicus
dexter

71

A. thoracica interna

A. brachiocephalica

thymus

V. jugularis interna sinister

A. carotis communis sinister

Mm. infrahyoideus

arcus aortae

V. cava
superior

N-phrenicus sinister
N. phrenicus
dexter

N. vagus sinister

paru-paru
kanan

paru-paru kiri

V. azygos

N. laryngeus recurrens
sinister

B
ductus thoracicus

N. vagus dexter
irachea
oesophagus

truncus
sympathicus

Gambar 2-33 Penampang melintang dada. A. Setinggi vertebra thoracica I, dillhat dari atas, B. Setinggi veftebra thoracica iV
dilihat dari bawah.

Cartilago cricoidea terletak setinggi vertebra cervicalis VI


pada perbatasan antara larynx dengan trachea (Gambar 2-34
dan 2-35). Struktur ini tidak semenonjol cartilago thyroidea,
tetapi dapat diidentifikasi dengan palpasi yang dilakukan pada
pasien yang disuruh menelan, sehingga cartilago lnl akan naik
di leher. Pada pasien yang tidak sadar, cartilago ini dapat
diidentifikasi sebagai cincin cartilago pertama yang terletak
di bawah cartilago thyroidea.

Ligamentum cricotracheale mengisi celah di antara cartilago


cricoidea dan clncin pertama trachea (Gambar 2-35). Struktur

ini dapat diraba dengan palpasi secara seksama.


Cincin pertama trachea dapat diidentifikasi dengan palpasi
secara hati-hati.

Isthmus glandula thyroideae dapat dikenali sebagai sebuah


struktur lembut di depan cincin trachea kedua, ketiga, dan
keempat (Cambar 2-34 dan 2-35).

72

BAB 2

symphisis menti

#F.
'"'sR#:

angulus mandibulae

trigonum colli anterius

corpus ossis hyoidei

cartilago thyroidea
trigonum colli posterius
cartilago cricoidea

isthmus glandulae
thyroideae
trachea

d.

rc
suprasterna

Gambar 2-34 Tampak anterior kepala dan leher, memperlihatkan petunjuk permukaan yang penting.

\.

corpus ossis hyoidei

UJ

membrana thyrohyoidea
margo superior
cartilago thyroidea
ligamentum cricothyroideum

C4

cartilago cricoidea
ligamentum cricotracheale

isthmus glandula thyroideaea


incisura suprasternalis

Gambar 2-35 Kepala dan leher orang dewasa memperlihatkan tingkat vertebra dari berbagai bagian larynx.

T2

5AIUR,AN PERNAPASAN ATAS DAN BAWAH SERTA STRUKTUR YANG TERKAIT

Vena thyroidea

inferior dan arteria thyroidea ima (jika ada),


walaupun tidak dapat diraba, terletak setinggi cincin trachea
ke lima, enam, dan tujuh. Di pangkal leher, trachea terletak

(Gambar 2-34 dan 2-35). Lengkung ini terletak di depan pinggir


bawah corpus vertebra II pada posisi pertengahan respirasi.
Trachea di leher terletak di garls tengah, dan pemeriksa dapat

agak ke dalam.

memastikannya dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah


tengah di alur yang terdapat di samping trachea, di antara

Arteria brachiocephalica, vena brachiocephalica sinister,


glandula thymus, dan juga pinggir atas arcus aortae kadangdi depan trachea, tepat di atas incisura

trachea dan musculus sternocleidomastoideus.

Pada bayi, banyak struktur-struktur anatomi penting yang


disebutkan di atas yang terdapat pada leher terletak setinggi

kadang terdapat

suprasternalis pada anak-anak keci1.

Arcus jugularis menghubungkan kedua vena jugularis

vertebra yang berbeda dari yang ditemukan pada orang


dewasa (lihat CD Gambar 2-6). Demikian pula, pada orang
dewasa, ukuran diameter trachea dapat sampai 2.5 cm,

anterior tepat dl atas incisura superasternalis.


Incisura suprasternalis, merupakan pinggir atas manubrium
sterni, dapat di raba di antara kedua ujung anterior clavicula

sedangkan pada bayi lebih kecil (3 mm).

D. Mulai setinggi vertebra cervicalis VI.


E. Pada orang dewasa, ukuran panjangnya

Pertanyaan Melengkapf,
Pilihlah satu jawaban yang PALING

Musculus hyoglossus
A. mengubah bentuk lidah.
B. menaikkan lidah.
C. menurunkan lidah.
D. menjulurkan lidah.
E. menarik lidah ke atas dan belakang.

2.

Sinus maxilaris bermuara ke dalam


A. meatus nasi media.
B. meatus nasi superior.

C.
D.
E.

5.

musculus masseter.

E.

recessussphenoethmoidalis.
meatus nasi inferior.

ductusnasolacrimalis.

6.

meatus nasi media.


recessus sphenoethmoidalis.

meatus nasi superior.

Pilihlah jawaban yang PALING TEPAT dari pertanlaan-pertanyaan


bawah ini.
Pernyataan mengenai trachea di barvah ini benar, kecuali:

C.

bronchus

principalis dexter.
Persarafan sensorik membrana mucosa yang meliputi
trachea berasal dari cabang-cabang nervus vagus dan
nervus laryngeu

s recLlrrens.

Otot yang mengangkat palatum

A.
B.
C.
D.
E.

saccus lacrlmalis.

A. Di leher terletak anterior terhadap oesophagus.


B. Bronchus principalis sinister lebih lebar dari

Papilla ductus parotideus bermuara ke dalam vestibulum


oris, di depan gigi molar ke tiga atas.
mo11e

pada saat menelan

adalah:

7.

4.

saliva

terbesar.

Pertanyaan Pilihan Ganda


di

Pernyataan mengenai glandula parotis di bawah ini benar,


kecuali:
A. Nervus facialis berjalan melalui glandula di antara bagian
superficialis dan profunda.
B. Ductus parotideus menembus musculus buccinator di
daerah pipi dan bermuara ke dalam rongga mulut.
C. Di wajah, ductus berjalan ke depan, superficial terhadap

D. Glandula salivaria parotis merupakan kelenjar

Sinus frontalis bermuara ke dalam


A. meatus nasi in{erior.

B.
C.
D.
E.

sekitar 11.25 cm

TEPAT.

1.

3.

73

Musculus
Musculus
Musculus
Musculus
Musculus

tensor veli palatini.


palatogiossus.
palatopharyngeus.
levator veli palatini.

salphingopharyngeus.

berikut ini bertr-rjuan untuk menutup cavum nasi dari


oropharynx pada saat menelary kecuali:
A. Palatum molle ditegangkan dan kaku oleh kontraksi dari
musculus tensor veli palatini.
B. Palatum mol1e diangkat ke atas oleh kontraksi dari
musculus levator veli palatini.
C. Dinding posterior pharynx ditarik ke depan oleh kontraksi
dari serabut-serabut bagian atas musculus constrictor
pharvngis superior.
D. Alcus palatopharyngeus ditarik ke medial oleh kontraksi
Proses

mu sculus palatopharyngeus.

E. Arcus

palatoglossus ditarik ke medial oleh kontraksi

musculus palatoglossus.

74
8.

BAB2

C.
D.
E.

Tegangan pita suara (plica vocalis) dalam waktu lama dapat


dicapai paling baik melalui fungsi otot berikut ini:

A.
B.
C.
D.
E.

Musculus thyroarytenoideus
Musculus cricoarytenoideus posterior
Musculus cricothyroideus
Musculus cricoarytenoideus iateralis
Musculusarytenoideustransverses

Nodus cervicalis superficialis


Nodus parotis
Nodus mastoideus

Bacalah riwayat penyakit di bawah ini dan jawablah pertanyaan


berikutnya dengan satu jawaban yang PALING TEPAT.

hidung bagian luar, kecuali:


A. Os ethmoidale
B. Pars nasalis os frontale
C. Processus frontalis maxillaris
D. Cartilago nasalis bagian lateral atas

Seorang bayi laki-laki berumur 4 minggu diperiksa oleh


seorang dokter anak karena berat badannya tidak mau naik
dan kesulitan minum. Ibunya mengatakan bahwa bayi tersebut
diberi ASI dan meminumnya dengan lahap kalau diperas lebih
dulu, tetapi mengalami kesukaran kalau disuruh mengisap
langsung dari puting susu. Dokter memeriksa dengan teliti
bayi tersebut, membuat diagnosa, dan kemudian memberikan

E.

nasihat pengobatan yang sesuai.

Struktur-struktur berikut ini ikut membentuk dinding lateral

Os nasale

10. Struktur-struktur berikut ini ikut membentuk bibir, kecuali:

A. KulitB. Musculus masseter


C. Musculus orbicularis oris
D. Musculus zygomaticus major
E. Membrana mucosa
F. Cabang-cabang arteria dan vena facialis

12. Pernyataan berikut ini benar untuk kasus tersebut, kecuali:


A. Kondisi ini sering dikaitkan dengan sumbing bibir atas.
B. Bayi menderita palatoshizis mediana.
C. Celah pada palatum mengenai palatum durum, tetapi
tidak mengenai palatum molle atau uvula.
D. Kesulitan minum disebabkan oleh palatoschizis, yang
menghalangi bayi untuk mengisap susu secara aktif dari

E.

11. Seorang pasien tergigit lidahnya pada saat sedang makan


siang. Ke nodus lymphaticus yang manakah bakteri akan

payudara.
Tindakan bedah untuk memperbaiki palatoschizis tersebut
harus dilakukan pada saat atau sebelum berusia 18 bulan.

menyebar?

A.
B.

Nodus submentalis
Nodus submandibularis

1.

C yang benar. Musculus hyoglossus menurunkan lidah.

A yang benar. Sinus maxillaris bermuara melalui

8.

C yang benar. Muscuius cricothyroideus memiringkan cartilago cricoidea dan cartilago arytenoidea ke belakang serta
menegangkan pita suara (lihat halaman 66).

9.

A yang benar. Os ethmoidale tidak membentuk bagian dinding


lateral hidung iuar (lihat ha1 37).

hiatus

semilunaris ke dalam meatus nasi media (Gambar 2-7).


J.

C yang benar. Sinus frontalis bermuara ke dalam meatus nasi

media via infundibulum (Gambar 2-2).


4.

B adalah pernyataan yang tidak benar. Bronchus principalis


dexter lebih lebar dari bronchus principalis sinister.

5.

E adalah pernyataan yang tidak benar. Papilla ductus


parotideus bermuara ke dalam vestibulum oris di depan gigi
molar kedua atas (Gambar 2-8).
D yang benar. Musculus levator veli palatini

mengangkat

paiatum molle ke atas pada saat menelan.


7.

E adalah pernyataan yang tidak benar. Kontraksi musculus


palatoglossus tidak ikut serta dalam penutupan cavum nasi
selama proses menelan. Mereka membantu lidah dalam
menggerakkan bolus makanan dari mulut ke belakang masuk
ke dalam oropharynx.

10. B adalah pernyataan yang tidak benar. Musculus masseter


adalah sebuah otot pengunyah dan tidak ikut membentuk
bibir.
11. B yang benar. Limfe sisi-sisi lidah dialirkan ke dalam nodus
lymphaticus submandibularis (lihat hal 49).
12. C adalah pernyataan yang tidak benar. Selama perkembangary
processus palatinum maxillaris tumbuh ke medial dan
bergabung satu dengan yang lain serta termasuk septum nasi.
Penggabungan processus terjadi dari anterior ke posterior,
sehingga ur,rrla merupakan bagian palatum terakhir yang
menyatu, dan penggabungan ini terjadi sekitar minggu ke
sebelas. Jika dokter anak melakukan pemeriksaan lebih teliti
dengan menggunakan sinar lampu yang cukup, dia akan
melihatbahwa celah pada palatum durum meluas ke posterior
sampai ke ujung uvula.

Viscera Berkaitan
dengan Tractus

Digestivus: Hepan
Pancreas, dan Lien

721

722

Anatomi Dasar
Hepar

Catatan Fisiologi: Ringkasan Fungsi Hepar

722

Hepar

737

722

Vesica Bitiaris

739

724

Pancreas

739

Vena Porta

727

Catatan Fisiotogi: Fungsi Pancreas

739

Ductus Bitiaris Hepatis

727

Catatan Embriotogi: Pembentukan Pancreas

741

Vesica Bitiaris

730

Catatan Fisiotogi: Fungsi Vesica Biliaris

Sonogram Vesica Bitiaris

732

732

Catatan Embriotogi: Pembentukan Hepar dan Ductus

Chotedochus

732

Hepar

732

Vesica Biliaris dan Ductus Cysticus

732

Anatomi Permukaan Hepar dan Vesica Biliaris

f
LJ

ke Dalam Duodenum

732

Gambaran Radiografi Hepar, Vesica Biliaris, dan Ductus


Choledochus

Muara Ductus Choledochus dan Ductus Pancreaticus


742

Gambaran Radiotogi Pancreas

742

Anatomi Permukaan Pancreas

742

Lien

742

Catatan Embriotogi: Pembentukan Lien

744

Anatomi Permukaan Lien

744

Pertanyaan

745

Jawaban dan Penjetasan

746

737

angguan hepar dapat sangat mengganggu homeostasis tubuh.


S"y"ngny" hepar rentan terhadap sejumlah penyakit metabolik,

penyakit yang umum seperti fibrosis cystic, pancreatitits, dan


karsinoma. Tujuan dari Bab ini adalah mengulang struktur umum

sirkulasi, racun, mikroba, dan penyakit keganasan. Walaupun hepar


dilindungi oleh costa bagian bawah, hepar mudah terkena trauma
seperti crush injury, luka tembak, dan Iuka tusuk. Untuk alasan-alasan

pancreas beserta hubungan dengan organ di sekitarnya sehingga


penyakit pancreas dapat didiagnosis dan diberikan pengobatan yang

ini, anatomi umum hepar harus diketahui demikian pula hubungannya


terhadap diaphragma dan struktur di sekitarnya. Pada bab ini, anatomi

klinik hepar dan apparatus biliaris diulangi kembali.


Pancreas, yang merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin,
di klinik merupakan organ yang tersembunyi di dinding posterior
abdomen. Kenyataan ini tidak menguntungkan profesional medis.
Tandadan gejala hanya dapatterl ihatjelas j ika penyakittelah menyebar

dan mengenai struktur di sekitarnya seperti ductus choledochus,


columna vertebralis, atau gaster dan intestinum. Beberapa di antara

&F-IAT#$q1B i),q$Ailq

Hepar
I

akurat.

Lien adalah bagian yang jelas dari sistem limfatik dan sirkulasi.
Fungsi lien adalah untuk menyingkirkan partikel asing, termasuk
eritrosit yang tua, dan membentuk antibodi terhadap antigen yang
terdapat di dalam darah. Meskipun demikian, Iien sangat erat
kaitannya dengan sistem pencernaan di bagian atas kiri abdomen dan
sering terlibat dalam penyakit sistem ini. Maksud dari dimasukkannya
fungsi lien di sini adalah untuk menekankan kaitannya dan membantu
mahasiswa mengerti ligamentum peritoneale lien dan kaitan lien
beserta pendarahannya terhadap gaster, pancreas, ren, dan colon.

tepat di bawah diaphragma (Gambar 20-1). Sebagian

besar

hepar terletak di bawah arcus costalis dexter, dan diaphragma


setengah bagian kanan memisahkan hepar dari pleura, paruparu, pericardium, dan jantung. Hepar terbentang ke kiri untuk
mencapai diaphragma setengah bagian kiri. Permukaan atas
hepar yang cembung melengkung di bawah kubah diaphragma.
Permukaan posteroinferior, atau visceralis membentuk cetakan
visera yang letaknya berdekatan, karena itu bentuknya menjadi

tidak berafuran. Permukaan ini berhubungan dengan pars


Hepar merupakan organ terbesar di dalam tubuh. Heparbertekstur

lunak dan lentur, serta terletak di bagian atas cavitas abdominalis

abdominalis oesophagus, gaster, duodenum, flexura coli dextra,


ren dexter dan glandula suprarenalis dextra, dan vesica biliaris.

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

723

diaphragma
oesophagus

vesica biliaris
flexura coli sinistra
flexura coli dextra
colon transversum
colon descendens

duodenum

colon ascendens

leJunum

junctura ileocolica

caecum

colon sigmoideum

appendix vermiformis

canalis analis

Gambar 20-1 Susunan umum viscera abdomen.

Hepar dapat dibagi dalam lobus dexter yang besar dan lobus
sinister yang kecil oleh perlekatan peritoneum oleh ligamentum
falciforme (Gambar 20-2). Lobus dexter terbagi lagi menjadi lobus
quadratus dan lobus caudatus oleh adanya vesica biliaris, fissura
unfuk ligamentum teres hepatis, vena cava inferior, dan fissura
untuk ligamentum venosum. Penelitian menunjukkan bahwa pada
kenyataannya lobus quadratus dan lobus caudatus merupakan
bagian fungsional lobus hepatis sinister. Jadi cabang dextra dan
sinistra arteria hepatica dan vena porta, dan ductus hepaticus
dexter dan sinister masing-masing mengurus lobus dexter dan
sinister (termasuk lobus quadratus dan lobus caudatus). Jelaslah
bahwa terdapat sedikit tumpang tindih.
Porta hepatis, atau hilus hepatis, terdapat pada permukaan
posteroinferior, dan terletak di antara lobus caudatus dan lobus
quadratus (Gamb ar 20-2). B agian atas ujung bebas omentum minus

melekat pada pinggir porta hepatis. Pada tempat ini, terdapat


ductus hepatlcus dexter dan sinister, cabang dextra dan sinistra
arteria hepatica, vena porta, dan serabut-serabut saraf simpatik

dan parasimpatik (Gambar 20-3). Di sini terdapat

beberapa

kelenjar limfe hepar. Kelenjar ini menampung cairan limfe hepar


dan kandung empedu, dan mengirimkan serabut eferennya ke
nodi lymphoidei coeliaci.
Seluruh hepar dikelilingi oleh capsula fibrosa, hanya sebagian

ditutupi oleh peritoneum. Hepar tersusun oleh lobulus-lobulus


hepatis. Vena centralis pada masing-masing lobulus bermuara
ke venae hepaticae. Di dalam ruangan di antara lobulus-lobulus
ierdapat canalis hepatis, yang berisi cabang-cabang arteria
hepatica, vena porta, dan sebuah cabang dari ductus choledochus
(triad hepatis). Darah arteri dan vena berjalan di antara sel-sel
hepar melalui sinusoid dan dialirkan ke vena centralis.

724

BAB 20

V cava inferior

ligamentum triangulare sinistrum

ligamentum falciforme hepatis

lobus hepatis sinister

ligamentum teres hepatis

A
fundus vesica biliaris

hepaticae

ligamentum falciforme
hepatis
lobus hepatis dexter
lobus hepatis

sinister
area nuda hepatis

ligamentum venosum
(ligament of Arantius)

ligamentum triangulaie
sinistrum
omentum
minus
B

ligamentum coronarium
lobus caudatus

V cava inferior

ligamentum triangulare
sinistrum

ligamentum coronarium

ligamentum triangulare
dextrum

ligamentum venosum
(Ligament of Arantius)

porta

bile duct

A. hepatica

ductus cysticus bersatu


dengan ductus choledochus

lobus hepatis'

sinister
Iobus hepatis dexter

ligamentum teres
hepatis di dalam
ligamentum
falciforme

lobus
quadratus
hepatis

vesica biliaris

Gambar 20-2 Hepar dilihat dari depan (A), dari atas (B), dan dari belakang (C), Perhatikan posisi lipatan peritoneum, bare
area, dan ligamentum peritoneale.

dan mengsekresikan garam empedu. Pigmen dan gatam empedu


dibawa ke duodenum oleh ductus choledochus.

Ringkasan Fungsi hepar


Hepar merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh dan mempunyai fungsi yang sangat bervariasi. Tiga fungsi dasar hepar

adalah membentuk dan mensekresikan empedu ke dalam


tractus intestinalis; berperan pada banyak metabolisme yang
berhubungan dengan karbohidrat, lemak, dan protein; menyaring
darah, menyingkirkan bakteri dan benda asing lain yang masuk ke
dalam darah dari rongga intestinum.

Hepar mensintesis heparin, sebuah zat antikoagulan, dan


mempunyai fungsi detoksikasi yang penting. Hepar menghasilkan
pigmen empedu dari hemoglobin yang keluar dari sel darah merah

Menarik untuk dicatat bahwa hepar mempunyai kapasitas


cadangan dan regeneratif yang besar. Diperkirakan bahwa seorang
pasien dengan hepar normal dapat bertahan hidup dengan reseksi
sekitar 85% dari volume total.

Batas-Batas Penting Hepar


Ke anterior: Diaphragma, arcus costalis dexter dan sinister,
pleura dextra dan sinistra, serta margo inferior pulmo dexter
dan sinister, processus xiphoideus, dan dinding anterior
abdomen pada angulus subcostalis.

VTSCERA BERKATTAN DENGAN TRACTUS DTGESTTVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L|EN

A. hepatica sinister

725

V. porta

A. gastrica sinistra

A. coeliaca

A. lienica
. hepatica

A. gastrica dextra

A. gastroduodenalis

Gambar 20-3 Struktur-struktur yang masuk dan keluar porta hepatis.

Ke posterior: Diaphragma, ren dexter, flexura coli dextra,


duodenum, vesica biliaris, vena cava inferior, oesophagus, dan
fundus gastricus.

ligamentum falciforme hepatis

Ligamenta Hepatis

Ligamentum falciforme, yang merupakan lipatan

ganda

peritoneum, berjalan ke atas dari umbilicus ke hepar (Gambar 20-2


dan 20-4). Ligamentum ini mempunyai pinggir bebas berbentuk
bulan sabit dan mengandung ligamentum teres hepatis yang
merupakan sisi vena umbilicalis. Ligamentum falciforme berjalan
ke permukaan anlgrior dan kemudian ke permukaan superior
hi:par dan akhirnya membelah menjadi dua lapis. Lapisan kanan
membentuk lapisan atas ligamentum coronarium; lapisan kiri

membentuk lapisan atas ligamentum triangulare sinistrum


(Gambar 20-2). Bagian kanan ligamentum coronarium dikenal
sebagai ligamentum triangulare dextrum. Perlu diketahui bahwa
lapisan peritoneum yang membentuk ligamentum coronarium
terpisah satu dengan yang lairy meninggalkan sebuah daerah yang
tidak diliputi peritoneum. Daerah ini disebut area nuda hepatis
(Cambar 20-2).

ligamentum teres
hepatis

Ligarnentum leres hepatis berjalan ke dalam fissura yang


terdapat pada facies visceralis hepatis dan bergabung dengan
cabang sinistra vena porta hepatis (Gambar 20-2 dan 20-5).
Ligamentum venosum (ligamentum of Arantius), suatu pita
fibrosa yang merupakan sisa ductus venosus, melekat pada

di dalam fissura
pada permukaan viseral hepatis, dan di atas melekat pada vena
cava inferior (Gambar 20-2 dan 20-5). Pada janiry darah yang kaya
oksigen di bawa ke hepar melalui vena umbilicalis (ligamentum
teres hepatis). Sebagial besar darah yang tidak melewati hepar
masuk ke dalam ductus venosus (ligamentum venosum) dan
cabang sinistra vena porta dan berjalan ke atas

Gambar 20-4 Memperlihatkan ligamentum falciforme yang menghubungkan hepar dengan dinding anterior abdomen dan diaphragma.

726

BAB 20

V. cystica

cabang kiri
V. porta

V gastrica sinistra
V. gastrica

brevis

V. gastrica

dextra

V. porta

lienalis

V. pancreatica

. gastroepiploica dextra

V. colica media
ligamentum
teres hepatis
V. colica dextra

umbilicus

V. sigmoideus

V. rectalis superior
V. appendicularis

Gambar 20-5 Vena-vena yang bermuara

bersatu dengan vena cava inferior. Pada waktu 1ahir, vena


umbilicalis dan ductus venosus menutup dan menjadi pita

fibrosa.

Arteri

Omentum minus berasal dari pinggir porta hepatis dan fissura


yang dilalui ligamentum venosum, dan berjalan ke bawah menuju
curvatura minor gaster (Gambar 20-6).

ke Vena Pofta.

Pendarahan

Arteria hepatica propria, cabang arteria coeliaca (truncus


coeliacus), berakhir dengan bercabang menjadi ramus dexter dan
sinister yang masuk ke dalam porta hepatis (Gamb ar 20-3).

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, D,4N L/EN

omentum mtnus
ligamentum triangulare sinistrum

ligamentum falciforme
lobus caudatus

727

hepar
V. cava inferior

ligamentum coronarium

ligamentum triangulare
dextrum

omentum malus

duodenum

Gambar 20-6 Perlekatan omentum minus pada gaster dan dinding posterior

Vena
Vena porta berakhir dengan bercabang menjadi cabang dexter
dan sinister yang masuk porta hepatis di belakang arteri. Venae
hepaticae (tiga buah atau lebih) muncul dari permukaan posterior
hepatis dan bermuara ke dalam vena cava inferior.

Sirkulasi Darah Melalui Hepar


Pembuluh-pembuluh darah (Gambar 20-3) yang mengalirkan
darah ke hepar adalah arteria hepatica propria (30o1,) dan vena
porta (70%). Arteria hepatica propria membawa darah yang kaya
oksigen ke hepar, dan vena porta membawa darah yang kaya
akan hasil metabolisme pencernaan yang sudah diabsorbsi dari
tractus gastrointestinalis. Darah arteri dan vena dialirkan ke vena
centralis masing-masing lobulus hepatis melalui sinusoid hati.
Vena centralis mengalirkan darah ke vena hepatlca dextra dan
sinistra, dan vena-vena ini meninggalkan permukaan posterior
hepar dan bermuara langsung ke dalam vena cava inferior.

Aliran Limfe

Hepar menghasilkan banyak cairan limfe, sekitar sepertiga sampai


setengah dari jumlah seluruh cairan limfe tubuh. Pembuluh limfe
meninggalkan hepar dan masuk ke dalam sejumlah kelenjar limfe
yang ada di dalam porta hepatis. Pembuluh eferen berjalan ke

nodi coeliaci. Beberapa pembuluh limfe berialan dari area nuda


hepatis melalui diaphragma ke nodi lymphoidei mediastinales

hepar.

Vena Porta
Vena porta masuk hepar dan bercabang-cabang membentuk
sinusoid, tempat darah kemudian mengalir masuk ke venae
hepaticae, yang akan bermuara ke vena cava inJerior. Panjang
vena porta kurang lebih 2 inci (5 cm) dan dibentuk di belakang
collum pancreatis oleh gabungan vena mesenterica superior
dan vena lienalis (Gambar 20-7). Pembuluh ini berjalan ke atas

dan kanan, di belakang bagian pertama duodenum, dan masuk


ke dalam omentum minus (Gambar 20-B; lihat juga Gambar 2010). Kemudian vena porta berjalan ke atas di depan foramen
epiploicum menuju ke porta hepatis, di mana pembuluh vena ini
berakhir dengan bercabang menjadi ramus dexter dan sinister.

Vena porta (Gambar 20-5) mengalirkan darah dari pars


abdominalis tractus gastrointestinalis dari sepertiga bagian bawah
oesophagus sampai setengahbagian atas canalis analis. Vena porta
juga mengalirkan darah dari liery pancreas, dan vesica biliaris.
Sirkulasi portal mulai sebagai plexus kapiler di dalam organ-

organ yang darahnya dialirkan keluar dan berakhir dengan


bermuara ke dalam sinusoid hepatis.
Untuk rincian lebih lanjut mengenai anatomi dasar vena porta,
lihat halaman 228.

Ductus Biliaris Hepatis

posteriores.

Persarafan

Saraf simpatik dan parasimpatik membentuk plexus coeliacus.


Truncus vagalis anterlor mencabangkan banyak ramus hepaticus
yang berjalan langsung ke hepar.

Empedu disekresikan oleh sel-sel hepar dengan kecepatan tetap


sekitar 40 ml per jam. Jika pencernaan tidak terjadi, empedu
disimpan dan dipekatkan di dalam vesica biliaris, kemudian
dikeluarkan ke duodenum. Ductus biliaris hepatis terdiri dari
ductus hepaticus dexter dan sinister, ductus hepaticus communis,
ductus choledochus, vesica biliaris, dan ductus cysticus.

728
V- cava inferior

corpus pancreatis

duodenum
V. mesenterica inferior

processus uncinatus pancreatis


caput pancreatis

V. mesenterica superior

Gambar 20-7 Pembentukan vena pofta di belakang collum pancreatis.

Cabang-cabang interlobularis ductus choledochus terkecil


terdapat di dalam canalis hepatis; cabang-cabang ini menerima

canaliculi biliaris; cabang-cabang ini saling berhubungan satu


dengan yang lain dan secara bertahap membentuk saluran yang
lebih besar, sehingga akhirnya pada porta hepatis membentuk
ducfus hepaticus dexter dan sinister. Ductus hepaticus dexter
mengalirkan empedu dari lobus hepatis dexter dan ductus
hepaticus sinister mengalirkan empedu dari lobus sinister, lobus

Ductus hepaticus dexter dan sinister keluar dari lobus hepatis


dexter dan sinister pada porta hepatis (Gambar 20-3). Dalam
jarak pendek, keduanya bersatu membentuk ductus hepaticus
communis (Gambar 20-9).
Ductus hepaticus communis panjangnya sekitar 1,5 inci (4 cm)
dan berjalan turun dalam pinggir bebas omentum minus. Ductus
ini bergabung dengan ductus cysticus dari vesica biliaris yang ada
di sisi kanannya membentuk ductus choiedochus (Gambar 20-9).

caudatus, dan lobus quadratus.

Ductus Hepaticus

V. cava inferior

porta hepatis
lobus caudatus

pintu masuk bursa omentalis


(foramen epiploicum)

A. hepatica
V. porta

Gambar 20-8 Penampang sagital melalui pintu masuk


bursa omentalis, memperlihatkan struktur-struktur penting
yang membentuk batas pintu masuk bursa omentalis
(Perhatikan panah beqalan dari cavitas peritonealis melalui

ducius choledochus

foramen epiploicum masuk ke bursa omentalis).

VTSCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

ductus hepaticus dexter

729

ductu.s hepaticus sinister

ductus hepaticus communis

porta

ductus cysticus
ductus choledochus

ductus pancreaticus accessorius

ductus pancreaticus maJor


colon transversum

Gambar 20-9 Ductus choledochus dan vesica biliaris.

bagian kedua duodenum

Perhatikan hubungan vesica biliaris dengan colon


transversum dan duodenum.

A. lienalis

ligamentum lienorenale
diaphragma

glandula suprarenalis sinistra


A. coeliaca

rongga bursa omentalis


omentum
gastrolienale

V. cava inferior

ductus choledochus

ih;t\
A. hepatica

i\r

,"i"T'T'"',i-

omentum minus
Gambar 20-10 Penampang transversal bursa omentalis memperlihatkan susunan peritoneum di dalam pembentukan
omentum minus, omentum gastrolienale, dan ligamentum lienorenale, Panah menunjukkan posisi foramen epiploicum,

730

BAB 20

Ductus Choledochus

Panjang ductus choledochus (ductus biliaris communis) sekitar 3


inci (8 cm). Pada bagian pertama perjalanarurya, ductus ini terletak

pada pinggir bebas kanan omentum minus, di depan foramen


epiploicum. Di sini ductus choledochus terletak di depan pinggir
kanan vena porta dan pada sisi kanan arteria hepatica (Gambar 2010). Pada bagian kedua perjalanannya, ductus terletak di belakang
bagian pertama duodenum (Gambar 20-8) di sebelah kanan
arteria gastroduodenalis. Pada bagian ketiga perjalannya, ductus
terletak di dalam sulcus yang terdapat pada facies posterior caput
pancreatis (Gambar 20-9). Di sini, ductus choledochus bergabung
dengan ducfus pancreaticus maior.

Ductus choledochus berakhir di bawah dengan menembus


dinding medial bagian kedua duodenum kira-kira di pertengahan
panjangnya (Gambar 20-11). Biasanya ductus choledochus
bergabung dengan ductus pancreaticus major, dan bersamasama bermuara ke dalam ampulla kecil di dinding duodenum,
disebut ampulla hepatopancreatica (ampulla Vateri). Ampulla
ini bermuara ke dalam lumen duodenum melalui sebuah papilla
kecil, yaitu papilla duodeni major (Gambar 20-11). Bagian
terminal kedua ductus beserta ampulla dikelilingi oleh serabut
otot sirkular, disebut musculus sphincter ampullae (sphincter
Oddi) (Gambar 20-71). Kadang-kadang, ductus choledochus
dan ductus pancreaticus major, masing-masing bermuara ke
dalam duodenum pada tempat yang terpisah. Variasi yang sering
ditemukan diperiihatkan secara di dalam Gambar 20-12.

Vesica Biliaris

Lokasi dan Deskripsi

Vesica biliaris adalah sebuah kantong berbentuk buah pir


yang terletak pada permukaan bawah hepar (Gambar 20-2 dan
20-9)..Vesica biliaris mempunyai kemampuan menampung dan
menyimpan empedu sebanyak 30-50 m1, serta memekatkan
empedu dengan cara mengabsorbsi air. Untuk mempermudah
deskripsi, vesica biliaris dibagi menjadi fundus, corpus, dan
collum. Fundus berbentuk bulat dan biasanya menonjol di bawah
margo inferior hepatis, di mana fundus bersentuhan dengan
dinding anterior abdomen setinggi ujung cartilago costalis IX
dextra. Corpus vesicae biliaris terletak dan berhubungan dengan
facies visceralis hepar dan arahnya ke atas, belakang, dan kiri.
Collum melanjutkan diri sebagai ductus cysticus, yang berkelok ke
dalam omentum minus dan bergabung dengan sisi kanan ductus

hepaticus communis untuk membentuk ductus choledochus


(Gambar 20-9).

Peritoneum meliputi seluruh bagian fundus dan menghubungkan corpus dan collum vesicae biliaris dengan facies
visceralis hepatis.

Batas-Batas

a Ke anterior: Dinding anterior

abdomen dan facies inferior

hepatis (Gambar 20-13).

Ke posterior: Colon transversum dan bagian pertama dan


kedua duodenum (Gambar 20-9).

plicae circulares

ductus pancreaticus major


papilla duodeni major

sphincter Oddi
(M. sphincter ampullae)

Gambar 20-11, Bagian terminal ductus choledochus dan ductus pancreaticus pada waKu masuk bagian kedua duodenum.
Perhatikan sphincter Oddi dan otot polos di sekeliling ujung ductus choledochus dan ductus pancreaticus major.

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN

t/EN

731

ductus gabungan

ductus yang terpisah

papilla duodeni major

Gambar 20-12 Tiga variasi ujung akhir

ampulla Vateri

ductus choledochus dan ductus pancreaticus


major yang sering ditemukan waktu masuk ke
dalam bagian kedua duodenum.

gaster

A. V. gastroepiploicae

omentum majus

Gambar 20-13 Organ-organ abdomen in situ. Perhatikan bahwa omentum majus tergantung di depan intestinum tenue dan
intestinum crassum.

sama pada collum vesicae biliaris. Piica ini umumnya dikenal


sebagai "valvula spiralis". Fungsi valvula spiralis adalah untuk
mempertahankan lumen terbuka secara konstan.

Furngsi Vesica Biliaris


,.!ika pencernaan tidak terjadi, sphincter Oddi tetap tertutup, dan

empedu dikumpulkan di dalam vesica biliaris. Vesica biliaris


memekatkan empedu, menyimpan empedu, secara selektif

ffAMffiARAru RAMIffitffiffiI

rnengahsorbsi garam empedu, mempertahankan asam empedu,

rnerig*iuarkan cholesterol,
membantu furngsi-fungsi

dan mengsekresi mucus.

ini, tunica mucosa berubah

HHPAR,VHSIf,A
ffiFI-$AP"I$, roAru MUfrTUS

Untuk

menjadi

lipatan-lipatan permanen yang saling berhubungan, sehingga

f,H#LffiM#f,HU$

pernrukaannya tampak seperti sarang tawon. Sel-sel toraks yang

melipilti permukaan mucosa mempunyai banyak vili.


Empedu dialirkan ke duodenum sebagai akibat kontraksi
dan pengosongan parsial vesica biliaris. Mekanisme ini diawali

Gambaran radiologik hepar, vesicabiliaris, dan ductus choledochus


diperlihatkan dalam Gambar 20-1,4, 20-1,5, 20-76, dan 20-17 .

dengan masuknya makanan berlemak ke dalam duodenum.


Lemak menyebabkan pengeluaran hormon kolesistokinin dari

s*f{*ffiKAr4 vffist#A

tunica mukosa duodeni. Lalu hormon masuk ke dalam darah dan

ffitLieRrs

menyebabkan kandung ernpedu berkontraksi. Pada waktu yang


bcrsarnaari, otot polos yang terletak pada ujung distal ductus
chnledochus

dan ampula relaksasi, sehingga

memungkinkan

rnasuknVa empedu yang pekat ke dalam duodenum. Garam-garam

Sonogram vesica biliaris diperlihatkan dalam Gambar 20-18.

empdu di dalam cairan empedu penting untuk mengemulsikan

le'nak di dalam usus dan membantu pencernaan dan absorbsi


!ernak.

Pembentukan Hepar dan Ductus Choledochus

Pendarahan

Hepar
Hepar berasal dari ujung distal usus depan sebagai tunas padat

Arteria cystica, cabang arteria hepatica dextra (Gambar 20-3),


mendarahi vesica biliaris. Vena cystica mengalirkan darah
langsung ke vena porta. Sejumlah arteri dan vena kecil juga

dari sel entoderm (Gambar 20-19 dan 20-20). Tempat asal


lunas terletak pada puncak lengkung duodenum yang sedang

berjalan di antara hepar dan vesica felea.

berkembang dan sesuai dengan tllik pertengahan bagian kedua


duodenum yang telah selesai dibentuk. Tunas hepar berkembang

Aliran Limfe

Cairan limfe mengalir ke nodus lymphaticus cysticus yang


terletak dekat collum vesicae biliaris. Dari sini, pembuluh limfe
berjalan ke nodi hepatici dengan berjalan sepanjang perjalanan
arteria hepatica dan kemudian ke nodi coeliaci.

Persarafan

Serabut simpatik dan parasimpatik vagus membentuk plexus


coeliacus. Vesica biliaris berkontraksi sebagai respons terhadap

hormon kolesistokinin yang dihasilkan oleh tunica mucosa


duodeni karena masuknya makanan berlemak dari gaster.

Ductus Cysticus

Panjangductus cysticus sekitarl,5inci

(3.8 cm) danmenghubungkan


collum vesicae biliaris dengan ducfus hepaticus communis untuk
membentuk ductus choledochus (Gambar 20-9). Biasanya ductus
cysticus berbentuk seperti huruf S dan berjalan turun dengan jarak
yang bervariasi pada pinggir bebas kanan omentum minus.
Tunica mucosa pada ducfus cysticus menonjol untuk membentuk plica spiralis yang melanjutkan diri dengan plica yang

ke depan ke dalam massa mesoderma splanknik yanq disebut


septum transversum. Kemudian ujung tunas membagi dua menjadi
ramus dexter dan sinister, yang menjadi asal berkembangnya koiom

sel-sel entoderm ke dalam mesoderm vaskular. Sepasang venae


vitellinus dan venae umbilicales yang berjalan melalui septum
transversum menjadi terbelah oleh invasi kolom sel-sel hepar
dan membentuk sinusoid-sinusoid hepar. Kolom sel-sel entoderm
membentuk plicae hepaticae. Jaringan ikat hepar dibentuk dari
mesenkim septum transversum.

Kemudian tunas hepar utama dan ramus lerminal dexter


dan sinister membentuk saluran ductus hepaticus cor,]munis dan
ductus hepaticus dexter dan sinisler. Hepar bertambah besar
dengan pesat dan menempati sebagian besar cavitas abdominalis;
lobus dexter menjadi lebih besar dari lobus sinister.

Vesica Biliaris dan Ductus Cysticus


Vesrca biliaris berkembang dari tunas hepar sebagai sel-sel padat

yang tumbuh keluar (Gambar 20-19). Ujung dari pertumbuhan ke


luar ini membentuk vesica biliaris, sedangkan sisa tangkai yang
sempit membentuk ductus cysticus. Kemudian vesica biliaris dan
ductus cysticus mengalami kanalisasi. Akhirnya ductus cysticus
bermuara ke dalam ductus hepaticus communis dan membentuk
ductus choledochus.

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

733

VISCERA BERKAITA,N DENG,AN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

Gambar 20-14 Radiografi anteroposterior abdomen. Perhatikan hepar, membentuk daerah opasitas yang homogen di bagian
atas abdomen.

733

734

hubungan
antar sendi

pediculus
processus
spinosus
pinggir lateral
M. psoas
crista iliaca

articulatio
sacroiliaca

kaset

Gambar 2O'15 Diagram struktur utama yang terlihat pada radiografi anteroposterior pada Gambar 20-14.

VISCERA BERKAITAN DENG,AN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

anterior

pancreas

lobus hepatis
dexter

aorta

sinistra

dextra

ureter

V cava inferior
colon
descendens
ren sinister

ren dexter

canalis

Gambar 20-16

vertebralis

vertebra lumbalis

CT-Scan abdomen setinggi vertebra lumbalis

ll

M. psoas

II setelah pyelografi intravena. Bahan radioopak dapat dilihat

dalam pelvis renalis dan ureter. Penampang dilihat dari bawah.

costa Xl

collum

vesicae biliaris

corpus
vesicae biliaris

udara di dalam
intestinum

fundus vesicae

biliaris

pingqir M. psoas

Gambar 20-17 Cholecystogram. Radiografi anteroposterior vesica biliaris setelah diberikan zat yang berisi jodium.

di

735

736

BAB 20

Gambar 20-18 Sonogram longitudinal bagian atas abdomen memperlihatkan'lumen vesica biliaris. (Atas izin

Dr.M.C.Hill.)

ductus hepaticus dextra


mesenterium ventral

tunas hepar

tunas
pancreas dorsal
tunas pancreas ventral
1

biliatis/

ductus pancreaticus major


cauda

dorsal
pancreas

ligamentum suspensorium Treit


di dalam mesenterium dorsal

Gambar 20-19 Perkembangan pancreas dan apparatus biliaris ekstrahepatis.

VISCERABERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN t/EN

737

tunas hepar
bagian pertama

mesenierium venirale

vesica

biliarisa\S

\-\-

\s,
bagian pertama duodenum

tunas
pancreas ventral
bagian kedua duodenum

tunas pancreas dorsal

bagian ketiga
duodenum

bagian keempat duodenum


vesica biliaris

mesenterium dorsal

mesenterium ventral
vesica biliaris
tunas pancreas ventral
peritoneum akan bergabung
di sini dan kemudian menghilang

tunas pancreas dorsal

Gambar 20-20 Perkembangan duodenum dalam hubungannya dengan mesenterium ventral dan dorsal. Area titik-titik,

usus

depan; area bergaris-garis, usus tengah.

ANATOMI PERMUKAAN
HEPAR DANVESICA
BILIARIS

Flepar
@
Hepar terletak di bawah lindungan costa bagian bawah" dan
sebagian besar massanya terletak pada sisi kanan atas (Gambar

20-21).Pada bayi, sampai usia sekitar akhir tahun ketiga, pinggir


bawah hepar meluas satu atau dua jari di bawah arcus costalis
(Gambar 20-21). Pada orang dewasa yang gemuk atau mempunyai
musculus rectus abdominis yang berkembang baik, hepar tidak
dapat diraba. Pada orang dewasa yang kurus, pinggir bawah hepar
mungkin teraba satu jari di bawah arcus costalis. Hepar mudah
diraba bila pasien inspirasi dalam serta diaphragma berkontraksi
dan menekan hepar ke bawah. Pinggir hepar yang normal halus,
kenyal, dan tidak berbenjol-benjol.

738

Gambar 20-21 Petunjuk permukaan fundus vesica biliaris, lien, dan hepar.

Pada anak kecil, margo inferior hepar normal dan


kutub bawah lien normal dapat diraba. Pada orang dewasa yang kurus, margo inferior hepar mungkin dapat diraba pada akhir

insplrasi dalam.

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DTGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN

t/EN

Collum pancreatis merupakan bagian pancreas yang mengecil

Vesica Biliaris

dan menghubungkan caput dan corpus pancreatis. Bagian ini


terletak di depan pangkal vena porta dan tempat dicabangkannya

Fundus vesica biliaris terletak di depan ujung cartilago costalis IX


kanary dimana pinggir lateral musculus rectus abdominis kanan
menyilang arcus costalis (Gambar 20-21).

Pancreas

arteria mesenterica superior dari aorta.

Corpus pancreatis berjalan ke atas dan kiri, menyilang


garis tengah (Gambar 20-22). Pada potongan melintang corpus
berbentuk hampir segitiga.
Cauda pancreatis berjalan ke depan di dalam ligamentum
lienorenale dan berhubungan dengan hilus lienalis (Gambar 20-

)r\

739

Lokasi dan Deskripsi

Pancreas merupakan organ yang memanjang dan terletak pada


epigastrium dan kuadran kiri atas. Strukturnya lunak, berlobulus,

dan terletak pada dinding posterior abdomen di

belakang

peritoneum. Pancreas menyilang planum transpyloricum. Pancreas


dapat dibagi dalam caput, col.lum, corpus, dan cauda (Gambar 20-

,)\
Caput pancreatis berbentuk seperti cakram dan terletak di
dalam bagian cekung duodenum (Gambar 20-22). Sebagian dari
caput meluas ke kiri di belakang vasa mesenterica superior dan
dinamakan processus uncinatus.

Fungsi Pancreas
Pancreas merupakan-kelen.Jar eksokrin dan endokrin.' Bagian
eksokrin kelenjar menghasilkan sekret yang mengandung enzimenzim yang dapat menghidrolisis protein, lemak, dan karbohidrat.
Bagian endokrin kelenjar yaitu pulau-pulau pancreas (pulau-pulau

Langerhans), menghasilkan hormon insulin dan glukagon yang


mempunyai peranan penting pada metabolisme karbohidrat.

ductus cysticus

ductus hepaticus dexter


ductus hepaticus sinister
lobus hepatis

dexter
fundus vesicae
biliaris

ductus pancreaticus accessorius

ductus
choledochus

bagian
duodenum
processus uncinatus
papilla duodeni
major

ductus pancreaticus major


caput pancreatis

Gambar 20-22 Berbagai bagian pancreas dipotong untuk memperlihatkan sistem ductus,

740

BAB 20

pancreaticus accessorius sering berhubungan dengan ductus

Batas-Batas

pancreaticus major.

Ke anterior: Dari kanan ke kiri, colon transversum dan perlekatan


mesocolon transversum, bursa omentalis, dan gaster (Gambar
20-23; lihat juga Gambar 19-21).

Ke posterior: Dari kanan ke kiri: ductus choledochus, vena porta


dan vena lienalis, vena cava inferior, aorta, pangkal arteria
mesenterica superior, musculus psoas sinister, glandula
suprarenalis sinistra, ren sinister, dan hilus lienalis (Gambar
20-23 dan20-24).

Pendarahan

Arteri
Arteria lienalis, arteria pancreaticoduodenalis superior dan inferior
(1ihat gambar 19-47) mendarahi pancreas.

Vena
Vena yang sesuai dengan arterinya mengalirkan darah ke sistem

Ductus Pancreaticus

porta.

Ductus pancreaticus major mulai dari cauda pancreatis dan


berjalan sepanjang kelenjar, menerima banyak cabang pada
perjalanannya (Gambar 20-22). Ductus ini bermuara ke bagian
kedua duodenum di sekitar pertengahannya bersama dengan
ductus choledochus pada papilla duodeni major (Gambar 20-11).
Kadang-kadang muara ductus pancreaticus major ke duodenum
terpisah dari ductus choledochus (Gambar 20-12).
Ductus pancreaticus accessorius, jika ada, mengalirkan
getah pancreas dari bagian atas caPut dan kemudian bermuara
ke duodenum sedikit di atas muara ductus pancreaticus major
pada papilla duodeni minor (Gambar 20-11 dan 20-22). Ductus

Aliran Limfe

di sepanjang arteri yang mendarahi


kelenjar. Pembuluh eferen akhirnya mengalirkan cairan limfe ke
nodi lymphatici coeliacus dan mesenterici superiores.
Kelenjar limfe terletak

Persarafan

Serabut-serabut saraf simpatik dan parasimpatik (vagus) mensarafi


area ini.

centrum tendineum diaphragmati

A. phrenica.

{'i',,'i
V cava inferior

suprarenalis sinistra

*o
f/;
lien

glandula suprarenalis dextra

ren sinister

V. porta

ligamentum
phrenicocolicum

ren dexter
ductus choledochus
pancreas

A. hepatica

A. lienalis

colon descendens
colon transversum

colon ascendens

A. pancreaticoduodenalis superior
Gambar 20-23 Struktur-struktur yang terdapat pada dinding posterior abdomen di belakang

gaster.

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L,EN

V. cava inferior

A. hepatica
'diaphragma

glandula suprarenalis

.jr

ductus choledochus

741

ren sinister

ren dexter

flexura
coli dextra

V. renalis dextra

A. mesenterica superior
V. mesenterica inferior

A. testicularis sinistra

ureter sinister

M. psoas
A. testicularis dextra
ureter dexter

A. mesenterica inferior

aorta abdominalis

Gambar 20-24 Hubungan posterior duodenum dan pancreas. Angka menunjukkan empat bagian duodenum.

duodenum, mengakibatkan tunas ventral beTtemu dengan tunas


dorsal, dan terjadi penyatuan (Gambar 20-25).

Fusi ierjadi juga di antara ductus-ductus, akibatnya ductus

Pembentukan Pancreas

pancreaticus major berasal

Pancreas dibentuk dari tunas dorsal dan ventral sel-sel entoderm

ventralis dan pars distalis ductus pancreaticus dorsalis. Ductus

yang berasal dari usus depan. Tunas dorsal berasal sedikit di atas

pancreaticus malor bergabung dengan ductus choledochus dan

tunas ventral dan tumbuh ke dalam mesenterium dorsaL Tunas


ventral timbul bersama dengan tunas hati. dekat dengan perbatasan

bermuara ke dalam bagian kedua duodenum. Pars proximal


ductus pancreaticus dorsalis dapat tetap ada sebagai ductus

usus depan dan usus tengah (Gambar 20-19). Sistem kanalisasi


kemudian berkembang di dalam setiap tunas. Perputaran gaster

dalam duodenum sekitar 0.75 inci (2 cm) di atas muara ductus

dan duodenum, bersama dengan pertumbuhan cepal sisi

pancreaticus maior.

kiri

dari seluruh ductus

pancreaticus

pancreaticus accessorius, yang mungkin atau tidak bermuara ke

tunas dorsal
ductus choledochus
daerah pertumbuhan cepat

membentuk ductus pancreaticus major

Gambar 20-25 Rotasi duodenum


tunas ventral

dan pertumbuhan yang tidak sama

ductus
membentuk ductus pancreaticus accessorius

dinding duodenum menimbulkan


penyatuan tunas pancreas ventral
dan dorsal.

742

BAB 20

Pertumbuhan sel-sel entoderm pada tunas pancreas ventral

#AI\,t ffiAffi"Afu tr,Affi $# Lffi ffi


FAhf #ffiffiA$

dan dorsal yang sekarang telah bedusi berlanjut ke dalam mesekim

yang ada di sekitar sebagai kolom sel-sel. Kolom-kolom

ini

memberikan cabang-cabang samping, yang kemudian mengalami


kanalisasi membentuk ductus pengumpul (colrect ng ducts). Acini
sekretorius timbul pada ujung-uyung ductus.

Gambaran radiologi pancreas dapat dilihat dalam Gambar 20-16.

Pulau-pulau pancreas timbul sebagai tunas kecil dari ductus

pengumpul. Kemudian, sel-sel

ini

memutuskan hubungannya

dengan sistem ducius dan membentuk kelompok-kelompok sel


sendrri yang mulai mensekresi insulin dan glukagon pada sekitar

AruAT# $*t $ pffi ffi"fl4


pAf\iiffi"ffiAs

usia 5 bulan.

Pars inferior caput dan processus uncinatus pancreatis

q,.$

K"&A$-'i

dibentuk dari tunas pancreas ventral; pars superior caput, collum,


corpus, dan cauda pancreas dibentuk dari tunas pancreas dorsal
(Gambar 20-25).

Walaupun pancreas terletak pada dinding posterior abdomen,

Muara Ductus Choledochus dan Ductus Pancreaticus ke


Dalam Dudoenum
Sepedi terlihat dalam perkembangan, ductus choledochus

dan ductus pancreaticus major bergabung satu dengan yang


lain. Saluran-saluran ini berjalan miring melalui dinding bagian
kedua duodenum untuk bermuara ke dalam puncak papilla
duodeni major, yang dikelilingi oleh sphincter Oddi (Gambar 20-

26). Pada beberapa orang, saluran-saluran ini berjalan terpisah


melalui dinding duodenum, walaupun sangat dekat, dan bermuara

terpisah pada puncak papilla duodeni. Pada individu lain, kedua


ductus bergabung dan membentuk pelebaran bersama, ampulla

pancreasdapat dikenali pada dinding anterior abdomen. Pancreas

terletak menyilang planum transpyloricum. Caput pancreatis


terletak di bawah dan ke arah kanary collum pancreatis terletak
pada planum transpyloricum, dan cauda terletak di atas dan ke
arah kiri.

Lien
I

Lokasi dan Deskripsi

hepatopancreatica (ampulla Vateri). Ampulla ini bermuara pada

Lien berwama kemerahan dan merupakan sebuah masa lymphoid

puncak papilla duodeni.

terbesar

incisura

di dalam tubuh. Berbentuk lonjong dan mempunyai


di pinggir anteriornya. Lien terletak tepat di bawah

ductus gabungan
ductus choledochus

ductus pancreaticus

yang terpisah

sphincter Oddi

papilla duodeni major

ampulla Vateri

Gambar 20-26 Tiga variasi ujung akhir ductus choledochus dan ductus pancreaticus major yang sering ditemukan wal(u
masuk ke dalam bagian kedua duodenum.

VTSCERABERKATTAN DENG.AN TRACTUS DIGESTIVIJS: HEPAR, PANCREAS, D.AN

kiri diaphragma, dekat dengan costa IX, X, dan XI.


Sumbu panjangnya terletak sepanjang corpus costae X. Kutub
bawahnya berjalan ke depan hanya sampai linea midaxillaris, dan
tidak dapat diraba pada pemeriksaan klinik (Gambar 20-27;.
Lien diselubungi oleh peritoneum (Gambar 20-10 dan 20-27),
yang berjalan dari hilus lienalis sebagai omentum (ligamentum)
gastrolienale ke curvatura gastrica major (membawa vasa gastrica
brevis dan vasa gastroepiploica sinistra). Peritoneum juga berjalan
menuju ginjal kiri sebagai ligamentum lienorenale (membawa
vasa lienalis dan cauda pancreas).
pertengahan

I
a

LIEN

743

a Ke posterior:

Diaphragma, pleura sinistra (recessus costodiaphragmaticus sinistra), pulmo sinister, dan costa Di )i dan
XI (Cambar 20-10 dan20-27).

Pendarahan
Arteri
Arteria lienalis merupakan cabang terbesar dari truncus coeliacus.
Pembuluh ini jalan berkelok-kelok di sepanjang pinggir atas
pancreas. Arteria lienalis kemudian bercabang menjadi enam
pembuluh yang masuk ke lien melalui hilusnya.

Batas-Batas
Ke anterior: Gaster, cauda pancreas, dan flexura coli sinistra.
Ren sinister terletak di sepanjang pinggir medial (Gambar 2010 dan 20-23).

Vena
Vena lienalis meninggalkan hilus dan berjalan di belakang cauda
dan corpus pancreatis. Di belakang collum pancreatis, vena lienalis
incisura margo anterior

vasa lienalis

omentum gastrolienale

pulmo sinister
recessus costod iaph ragmaticus
diaphragma

colon transversum

Gambar 20-27 Lien, dengan incisura pada pinggir anterior, dan hubungannya dengan struktur-struktur di sekitarnya.

744

BAB21

bergabung dengan vena mesenterica superior membentuk vena

lncisurae yang tetap ada di sepanjang margo anterior menunjukkan

Porta.

bahwa massa mesenkim tidak pernah berfusi secara lengkap.

Bagian mesenterium dorsal yang terbentang di antara


hilus lienalis dan curvatura gastrica major disebut ligamentum
gastrolienale; bagian yang terbentang di antara lien dan ren

Aliran Limfe

Pembuluh limfe keluar dari hilus dan berjalan melalui beberapa


kelenjar limfe yang terletak di sepanjang arteria lienaiis dan
kemudian bermuara ke nodi coeliaci.

sinister pada dinding posterior abdomen disebut ligamentum


lienorenale. Lien didarahi oleh cabang arteri usus depan (arteria
coeliaca) yaitu arteria lienalis.

Persarafan

Nervus mengikuti arteria lienalis dan berasal dari plexus


coeliacus.

ANAT*I'48 PfiRI'4UKAAN
[-!FN
Lien terletak di kuadran kiri atas dan terlindungi oleh costa IX,

Pembentukan Lien
Lien berkembang sebagai penebalan mesenkim di

X, dan XI (Gambar 20-21). Sumbu panjangnya sesuai dengan sum


dalam

bu panjang costa X, dan pada orang dewasa lien normal tidak

mesenterium dorsale (Gambar 20-28\. Pada tahap paling awal,


lien terdiri dari sejumlah massa mesenkim yang kemudian berfusi.

menonjol ke depary melebihi linea midaxillaris. Pada bayi kutub


bawah lien sedikit teraba (Gambar 20-21).

mesenterium ventral

arteri usus depan (A. coeliaca)

ductus vitellinus
kantung kuning telur
arteri usus tengah (A. mesenterica superior)

allantois
proctodeum
arteri usus belakang (A. mesenterica inferior)

A. umbilicales

Gambar 20-28 Pembentukan lengkung usus tengah (diarsir). Perhatikan bagaimana arteria mesenterica superior dan ductus
vitellinus membentuk sumbu untuk rotasi yang akan dilakukan oleh lengkung usus tengah. Perhatikan juga pembentukan lien di
dalam mesenterium dorsal.

745

VISCERA BERKAITAN DENGAN TRACTUS DIGESTIVUS: HEPAR, PANCREAS, DAN L/EN

D.
E.

Pertanyaan Pilihan Ganda


Pilihlah satu jawaban yang PALING

TEPAT.

Semua pernyataan di bawah ini benar untuk hepar, kecuali:

5.

Semua pernyataan

A.

viscetalis hepar.

venosum dilekatkan pada cabang sinistra

di bawah ini benar untuk

pancreas,

A. Pancreas terletak di dinding posterior

abdomen,

6.

kecuali:

kecuali:
Nodus lymphaticus.

pancreatis.
7.

Mesocolon transversum dilekatkan pada margo anterior


pancreatis.

Vena-vena

berikut membentuk sistem portal-sistemik yang

A. Rami oesophageales vena gastrica sinistra dan

D.

A.
B.
C.

Lien terletak di kuadran kiri atas abdomen.


Kutub bawah lien dapat diraba dengan mudah pada orang
dewasa kurus yang normal.
Arteria lienalis berjalan sepanjang pinggir atas pancreas

untuk mencapai
cabang-

cabang vena azygos.


vena rectalis superior dan vena cava inferlor.

venae paraumbilicales dan venae superficiales dinding


anterior abdomen.
Vena-vena colon ascendens dan descendens dengan venae
Iumbales.

E.

Ramus dextra dan sinistra arteria hepatica

Semua pernyataan di bawah ini benar untuk 1iery kecuali:

pentin& kecuali:

B.
C.

Ramus dextra dan sinistra vena porta.


Ductus hepaticus dexter dan sinister.
Vena hepatica dextra dan sinistra.

choledochus terletak posterior terhadap caput

pancreatis.

E.

dihantarkan

Semua struktur di bawah ini terdapat di dalam porta hepatis,

A.
B.
C.
D.
E.

dibelakang peritoneum.
Ductus pancreaticus major bermuara ke dalam bagian
ketiga duodenum.
Processus uncinafus pancreas menoniol dari caput

D. Ductus

ujung

sepanjang nervus phrenicus dan nervus supraclaviculans


ke kulit daerah bahu.

vena porta di dalam porta hepatis.

C.

di bawah

C.
D.
E. Rasa nyeri dari penyakit vesica biliaris

merupakan penyangga hepar yang paling penting.

B.

vesica biliaris terletak tepat

cartilago costalis IX dextra.


Peritoneum meliputi seluruh fundus, corpus, dan collum.
Nervus ke vesica biliaris berasal dari plexus coeliacus.

D. Perlekatan venae hepaticae pada vena cava inferior

Semua pemyataan

vesica biiiaris,

Pendarahan berasal dari arteria cystica, yang merupakan


cabang dari arteria hepatica dextra.

B. Fundus

Ligamentum triangulare hepatis terletak di anterior pars


abdominalis oesophagus.

E. Ligamentum

di bawah ini benar untuk

kecuali:

A. Lobus quadratus bermuara ke ductus hepaticus dextra.


B. Omentum minus menggantungkan gaster dari facies
C.

Menerima darah yang kaya oksigen dari vena porta.


Ligamentum triangulare menghubungkan hepar dengan
diaphragma.

Vena-vena area nuda hepatis dengan vena phrenica.

D.
E.

1ien.

Lien dilekatkan ke gaster oleh ligamentum gastrolienale.


Lien diliputi seluruhnya oleh peritoneum.

Arteria utama yang mendarahi pancreas adalah:


A. Arteria lienalis.
B. Aorta.
C. Arteria renalis dekstra.
D. Arteria suprarenaiis sinistra.
E. Arteria mesenterica superior.

Semua pemyataan di bawah ini benar untuk hepar, kecuali:

A. Limfenya dialirkan ke nodi coeliaci.


B. Lobus quadratus dan lobus caudatus berfungsi sebagai
bagian dari lobus sinister.

C.

Persarafan parasimpatik berasal dari nervus vagus.

Struktur berikut ini terletak di dalam ligamentum lienorenale:


Arteria gastroepiploica sinistra.

A.
B.
C.
D.
E.

Cauda pancreatis.
Nervus vagus sinister.
Pembuluh limfe dari curvatura gastrica major.
Vena porta.

746

1.

BAB 20

A yang tidak benar. Dalam kenyataannya lobus quadratus dan


lobus caudatus hepatis merupakan bagian lobus sinister. Jadi,

ramus dexter dan ramus sinister arteria hepatica dan vena


porta serta ductus hepaticus dexter dan sinister didistribusikan
ke lobus dexter dan lobus sinister di tambah lobus quadrafus
dan lobus caudatus.
,,

7.

B yang tidak benar. Lien terletak di kuadran kiri atas dan


terletak di bawah costa ke IX, X, dan XI (Gambar 20-27). Sumbu
panjangnya sesuai dengan sumbu panjang costa X. Pada orang
dewasa, biasanya kutub bawah lien tidak menonjol ke depan,
melebihi linea midaxillaris dan karena itu tidak dapat diraba.
Pada bayi, kutub bawah lien biasanya dapat diraba.

8.

yang benar. Berbagai cabang-cabang kecil arteria lienalis


mendarahi collum, corpus, dan cauda pancreatis. Caput

B yang tidak benar. Venae rectales superiores (bermuara ke

pancreatis didarahi oleh arteria pancreaticoduodenalis

vena porta) beranastomosis dengan vena rectalis media dan


inferior (bermuara ke vena sistemik).

superior dan inferior.


9.

4.

D yang tidak benar. Venae hepaticae (jumlahnya tiga atau


lebih) meninggalkan facies posterior hepatis dan bermuara
langsung ke dalam vena cava inferior.

B y*g tidak benar. Ducfus pancreaticus major bermuara


ke dalam bagian kedua duodenum bersama dengan ductus
choledochus, kira-kira di pertengahan, pada papilla duodeni
major. Kadang-kadang ductus pancreaticus major bermuara
terpisah ke dalam duodenum.

J.

6.

D yang tidak benar. Hepar menerima darah yang kaya oksigen


dari arteria hepatica.

B yang benar. Cauda pancreatis berjalan ke atas dan ke kiri

terhadap hilus lienalis

Di tempat ini
splenectomy.

5.

C yang tidak benar. Hanya fundus merupakan bagian vesica


biliaris yang diliputi seluruhnya oleh peritoneum.

di dalam ligamentum

lienorenale.

pancreas mungkin cedera selama operasi

Sistem Kemih

747

'*''1

748

REN, UREIER, VESICAURINARIA, DAN URETHRA

749

Anatomi Dasar

Gambaran Radiografi Vesica Urinaria


Urethra

749

Ren

Catatan Fisiotogi: Fungsi Ren

750

Gambaran Radiografi Ren

754
754

Ureter

Catatan Fisiologi: Pengetuaran Urin

754

Catatan Fisiotogi: Fungsi Ureter Seperti Katup Saat


Menembus Dinding Vesica Urinaria

754

Catatan Embriotogi: Pembentukan Ren dan Ureter

758
758

Tudung MetanePhros

758

Vesica Urinaria

Catatan Fisiotogi: Miksi

765

I / asalah klinik meneenai sistem kemih sering dijumpai dan


lVlrrngt in melibatka"n ren. ureter, vesica urinaria, dan urethra'
Pasien mungkin datang dengan keluhan bervariasi, mulai dari nyeri
hebat, sampai hematuria tanpa nyeri, serta tidak dapat mengeluarkan

urin. Cedera traumatik mengenai ren terjadi pada sekitar 10% pasien
dengan trauma abdomen.

&NfiTffiP4! ffiASAffi

membawa semen keluar.

767
767

768
768
771

Ren

771

Ureter

771

Vesica Urinaria

771

Urethra

771

Pertanyaan

773

Jawaban dan Penjetasan

775

Tujuan Bab ini adalah mengulang anatomi yang penting dari


sistem kemih, yang berkaitan dengan masalah klinik. Penekanan
diberikan pada perbedaan usia dan jenis kelamin. Contohnya, pada
anak-anak kecil, vesica urinaria merupakan organ abdomen bukan
organ pelvis sehingga lebih rentan cedera pada trauma abdomen
dibandingkan dengan orang dewasa. Pada perempuan, cystitis lebih
sering ditemui daripada Iaki-laki karena urethra lebih pendek, dan
infeksi ascendens lebih mudah teriadi.

Ren
I

I
Sistem kemih terdiri dari dua ren yang terletak pada dinding
posterior abdornen; dua ureter yang berjalan ke bawah pada
dinding posterior abdomen dan masuk ke pelvis; satu vesica
urinaria yang terletak di dalam cavitas pelvis, dan satu urethra
yang berjalan melalui perineum (Gambar 21-1).
Urethra pada laki-laki tidak hanya mengalirkan urin keluar,
tetapi juga ductus excretorius untuk sistem reproduksi, yang

765

Sisa Ductus Mesonephros

Anatomi Permukaan Sistem Kemih

758
758

765

Pembentukan Vesica Urinaria

Pembentukan Urethra

Tunas Ureter

Gambaran Radiografi Ureter

Catatan Embriologi: Pembentukan Vesica Urinaria,


Sisa Ductus Mesonephros, dan Pembentukan
Urethra Kedua Jenis Kelamin

749

Lokasi dan Deskripsi

Kedua ren berwama coklat kemerahan dan terletak di belakang


peritoneum, pada dinding postedor abdomen di samping kanan
dan kiri columna vertebralis; dan sebagian besar tertutup oleh
arcus costalis (Gambar 21-1). Ren dexter terletak sedikit lebih
rendah dibandingkan ren sinister, karena adanya lobus hepatis
dexter yang besar. Bila diaphragma berkontraksi pada waktu
respirasi, kedua ren turun dengan arah vertikal sampai sejauh
1 inci (2,5 cm). Pada margo medialis masing-masing ren yang

750

BAB

2t

cekung/ terdapat celah vertikal yang dibatasi oleh pinggir-pinggir


substansi ren yang tebal dan disebut hilus renalis (Gambar 21-2).

Hilus renalis meluas ke rongga yang besar disebut sinus renalis.


Hilus renalis dilalui dari depan ke belakang oleh vena renalis, dua
cabang arteria renalis, ureter, dan cabang ketiga arteria renalis
(V.A.U.A.). Pembuluh-pembuluh limfatik dan serabut-serabut

Ren mempunyai selubung sebagai berikut (Gambar 21-2)

simpatik juga melalui hilu> ini.

a
a

Selubung Ren
Capsula fibrosa: Meliputi ren dan melekat dengan erat pada
permukaan luar ren.
Capsula adiposa: Lemak ini meliputi capsula fibrosa.
Fascia renalis: Merupakan kondensasi dari jaringan ikat
yang terletak di luar capsula ad-iposa dan meliputi ren serta
glandula suprarenaiis. Di laterai fascia ini melanjutkan diri
sebagai fascia transversalis.

Fungsi Ren

Corpus adiposum pararenale: Terletak di luar fascia renalis

Kedua ren berfungsi mensekresikan sebagian besar produk sisa

dan sering didapatkan dalam jumlah besar. Lemak ini

metabolisme. Ren mempunyai peran penting mengatur kese-

membentuk sebagian iemak retroperitoneal.

imbangan air dan elektrolit di dalam tubuh dan mempertahankan

keseimbangan asam-basa darah. Produk sisa meninggalkan ren


sebagai urin, yang mengalir ke bawah di dalam ureter menuju ke
vesica urinaria (kandung kemih), yang terletak di dalam pelvis.

Capsula adiposa, fascia renalis, dan corpus adiposum pararenale


menyokong dan menfiksasi ren pada posisinya di dinding posterior abdomen-

Urin keluar dari tubuh melalui urethra.

glandula suprarenalis

ren sinister

ren dexter
pelvis renalis

iliaca communis

ureter dexter
M. psoas

iliaca externa

vesrca unnana

Gambar 21-1 Dinding posterior abdomen, memperlihatkan ren dan ureter in situ. Panah menunjukkan tiga tempat di mana
ureter menyempit.

REN, URETER, VESICAURINARIA, DAN URETHRA

capsula (fibrosa) renalis


cortex renalis

capsula adiposa

fascia renalis
kuiub superior

A.

corpus adiposum
pararenale
medulla
renalis

interlobaris

calyx
minor

radii medulares
prnggrr

calyx major

lateral
pyramrs
medullae

A. V. renalis

pelvis
renalis

permukaan

anterior

pelvis
renalis

kutub inferior
capsula renalis

papilla renalis

A.

interlobularis
A. V. arcuata

medulla
vasa recta
pyramrs
medullae
tubulus
colligentes

pyramis medullae
papilla renalis

ansa Henle

A. V. interlobaris

calyx minor

calyx maJor

Gambar 21-2 A.Ren dexter, facies anterior. B.

Ren dexter, potongan coronal, memperlihatkan coftex, medulla, pyramis

medullae, papilla renalis, dan calices. C. Potongan ren yang memperlihatkan posisi nephron dan susunan pembuluh darah di
dalam ren.

75',1

752

BAB 21

Struktur Ren

Masing-masing ren mempunyai cortex renalis di bagian 1uar,


yang berwarna coklat gelap , dan medula renalis di bagian dalam
yang lebih terang. Medula renalis terdiri atas kira-kira selusin
pyramis medullae renalis, yang masing-masing mempLrnyai
basis menghadap ke cortex renalis dan apex, papilla renalis yang
menonjol ke medial (Gambar 21-2). Bagian cortex yang menonjol
ke medula di antara pyramis medullae yang berdekatan disebut
columnarenalis. Bagianbergaris-garis yangmembentang daribasis
pyramidis renalis menuju ke cortex disebut radii medullares.

Sinus renalis merupakan ruangan

Batas-Batas Penting: Ren Dexter

O Ke anterior: Glandula

suprarenalis, hepar, bagian kedua


duodenum, dan flexura coli dextra (Gambar 21-3 dan2I-4).

rl Ke posterior: Diaphragma, recessus


costa

Ke anterior: Clandula suprarenalis, lien, gaster, pancreas,


flexura coli slnistra, dan lengkung-lengkung jejunum (Gambar
27-3 dan21-4).

a Ke posterior: Diaphragma, recessus costodiaphragmaticus


pleurae, costa XI (ren sinister lebih tinggi dari ren dexter) dan
costa XII, musculus psoas, musculus quadrafus lumborum,

dan musculus transversus abdominis, nervus


(T12), nervus iliohypogastricus, dan nervus

costodiaphrgamatlcus,

XII, musculus psoas, musculus quadratus lumborum,

' dan musculus transversus abdominis. nervus

subcostalis

.(T12), nervus iliohypogastricus, dan nervus ilioinguinalis (L1)


berjalan ke bawah dan lateral (Gambar 21-5).

berjalan ke bawah dan lateral (Gambar 21-5).

Perhatikan bahwa banyak struktur yang berhubungan langsung


dengan ren, sedangkan lainnya dipisahkan oleh peritoneum
viscerale. Untuk rincinya, lihat Gambar 21-4.

Pendarahan

Arteri
Arteria renalis berasal dari aorta setinggi vertebra lumbalis II.
Masing-masing arteria renalis biasanya bercabang menjadi lima
Arteria segmentalis yang masuk ke dalam hilus renalis, empat
di depan dan satu di belakang pelvis renalis. Arteri-arteri ini
mendarahi segmen-segmen atau area yang berbeda. Arteriae
lobares berasal dari masing-masing arteria segmentalis, masingmasing satu buah untuk satu pyramis medullae renalis. Sebelum

Centrum tendineum diaphragmatis

A. phrenica

V. cava inferior

glandula suprarenalis
dextra

ren sinister

V porta

ligamentum
phrenicocolicum

ren dexter
ductus
choledochus
A. hepatica

pancreas

A. lienalis

colon descendens
colon ascendens

colon transversum

A. pancreaticoduodenalis superior

Gambar 21-3 Struktur-struktur yang terdapat pada dinding posterior abdomen di belakang gaster. Perhatikan struktur-struktur
yang berhubungan dengan ren.

subcostalis

ilioinguinalis (L1)

di dalam hilus renalis,

berisi pelebaran ke atas dari ureter, disebut pelvis renalis. Pelvis


renalis terbagi menjadi dua atau tiga calices renales majores, yang
masing-masing akan bercabang menjadi dua atau tiga calices
renales minores (Gambar 21-2). Setiap calyx minor diinvaginasi
oleh apex pyramidis renalis yang disebut papilla renalis.

Batas-Batas Penting: Ren Sinister

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

is dextra

intestinum tenue

Gambar 21-4 Batas anterior kedua ren. Peritoneum viscerale yang menutupi ren dibiarkan pada posisinya. Daerah
gelap menunjukkan tempat ren berhubungan langsung dengan viscera yang ada didekatnya.

diaphragma
A.

N. subcostalis

costa Xll

M. psoas
N. iliohypogastricus

M. quadratus lumborum
M. transversus abdominis

N. ilioinguinalis
N. genitofemoralis

colon descendens
A. testicularis

N. cutaneus
femoris lateralis

M. iliacus

A. iliaca externa
femoralis

Gambar 21-5 Dinding posterior abdomen memperlihatkan hubungan ke posterior ren dan colon.

753

75+

BAB21

masuk substansia renalis setiap arteria lobaris mencabangkan


dua atau tiga arteria interlobaris (Gambar 21-2). Arteriae
interlobares berjalan menuju cortex di antara pyramis medullae
renalis. Pada perbatasan cortex dan medulla renalis, arteriae
interlobares mencabangkan arteriae atcuatae yang melengkung
di atas basis pyramidis medullae (Gambar 21-2). Arteriae arcuatae
mencabangkan sejumlah arteriae interlobulares yang berjalan ke
atas di dalam cortex. Arteriolae aferen glomerulus merupakan
cabang-cabang arteriae interlobulares.

lumbalis. Ureter masuk ke pelvis dengan menyilang bifurcatio


arteria iliaca communis di depan articulatio sacroiliaca (Gambar
21-1). Kemudian ureter berjalan ke bawah pada dinding lateral
pelvis menuju ke daerah spina ishiadica dan berbelok ke depan
unfuk masuk ke angulus lateralis vesica urinaria.

Pengeluaran Urin
Urin didorong sepanjang ureter oleh kontraksi peristaltik selubung
otot, dibantu oleh tekanan flltrast glomeruli.

Vena
Vena renalis keluar dari hilus di depan arteria renalis danbermuara

ke vena cava inferior.

Aliran Limfe

Nodi aortici laterales di sekitar pangkal arteria renalis.

Ureter Dexter
Ke anterior: Duodenum, pars terminalis ileum, vasa colica

Persarafan

dextra dan vasa ileocolica" vasa testicularis dextra atau vasa


ovarica dextra, dan radix mesenterii intestinum tenue (Gambar

Plexus sympathicus renalis. Serabut-serabut aferen yang berjalan

27-10).

melalui plexus renalis masuk medula spinalis melalui nervus

Ke posterior: musculus psoas dextra, yang memisahkan ureter


dari processus transversus vertebrae lumbalis, dan bifurcatio
arteria iliaca communis (Gambar 21-1).

thoracicus X, XI, dan XII.

GAMSARAIq RADI*frRAFI

Ureter Sinister

Rf;hI

Ke anterior: colon sigmoideum dan mesocolon sigmoideum,


vasa colica sinistra, dan vasa testicularis sinistra atau vasa
ovarica sinistra (Gambar 21-10).
Ke Posterior: musculus psoas sinistr4 yang memisahkan
ureter dari processus transversus vertebrae lumbalis, dan
bifurcatio arteria iliaca communis (Gambar 21-1).

Gambaran radiografi ren dapat dilihat dalam Gambar 21,-6,27-7,


dan 21-8. CT scan ren diperlihatkan dalam Gambar 2L-9.

Ureter

Batas-Batas Ureter di Dalam Abdomen

Lokasi dan Deskripsi

-Kedua ureter merupakan saluran muskular yang terbentang dari


ren ke facies posterior vesica urinaria (Gambar 21-1). Setiap ureter

mempunyai panjang sekitar 10 inci (25 cm) dengan diameter

Vena mesenterica inferior terletak sepanjang sisi media ureter

sinister (Gamb ar 27-70).

Perjalanan Ureter di Dalam Pelvis

Masing-masing ureter berjalan turun di dinding lateral pelvis ke


regio spina ischiadica dan membelok ke depan untuk masuk ke
angu lus lateraiis vesica urinaria.

kurang dari 0,5 inci (1.25 cm). Ureter mempunyai tiga penyempitan
sepanjang perjalanannya:

<l
l)
t)

Di tempat pelvis renalis berhubungan dengan ureter


Di tempat ureter melengkung pada waktu menyilang aperfura
pelvis superior
Di tempat ureter menembus dinding vesica urinaria (Gambar
21-r).

Fungsi Ureter Seperti Katup Saat Menembus


Dinding Vesica Urinaria
Ureter menembus dinding vesica urinaria secara miring, dan ini
menimbulkan fungsi seperti katup yang mencegah aliran balik urin
ke arah ren pada saat vesica urinaria terisi.

Pada ujung atasnya, ureter melebar membenfuk corong


disebut pelvis renalis. Bagian ini terletak di dalam hilus renalis
dan menerima calices renales majores (Gambar 21-2). lJteter

Pada laki-laki, ureter menyilang ductus deferens di dekat


ujung terminalnya (Gambar 21-11). Pada perempuan, ureter

keluar dari hilus renalis dan berjalan vertikal ke bawah di belakang

dan medial di bawah dasar ligamentum latum (Gambar 2j-12). Di

peritoneum parietale (melekat padanya) pada musculus psoas,

sini ureter menyilang arteria uterina.

yang memisahkanlya dari ujung processus transversus vertebrae

meninggalkan region spina ischiadica dengan membelok ke depan

REN, UREIER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

Gambar 21-6 Radiografi anteroposterior ureter dan pelvis renalis setelah suntikan intravena senyawa yang mengandung
yodium, yang dieksresikan oleh ren. Calyx renalis major dan minor juga terlihat.

756

BAB 21

4
pelvis renalis

pinggir M. psoas

articulatio sacroiliaca

vesica urinaria

Gambar

2l-7

Dia$am struktur utama yang terlihat pada radiografi anteroposterior pada Gambar 21-6.

Pendarahan
Arteri
Arteri yang mendarahi ureter adalah sebagai berikut:

I
l)
l)

Ujung atas: arteria renalis.


Bagian tengah: arteria testicularis atau arteria ovarica.
Ujung bawah: arteria vesicalis superior.

Aliran Limfe

Nodi aortici laterales dan nodi iliaci.

Persarafan

Plexus renalis, testicularis (atau ovaricus), dan plexus hypogastricus

(di dalam pelvis). Serabut-serabut aferen berjalan bersama dengan

saraf simpatik dan masuk medulla spinalis setinggi segmen

Vena
Darah vena dialirkan ke dalam vena yang sesuai dengan
arterinya.

lumbalis I dan II.

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

posisi glandula suprarenalis sinistra

margo inferior
lobus hepatis
dexter

ureterdexter Processus

pediculus Processus

spinosus

transversus

Gambar 21-8 Radiografi anteroposterior kedua ren, 15 menit setelah suntikan intravena senyawa yang mengandung yodium.
Calyx, pelvis renalis, dan bagian atas ureterjelas terlihat (anak perempuan berusia 5 tahun).

Gambar 21-9

CT scan abdomen setinggi vertebra lumbalis

serta adanya kalsifikasi di dalam dinding aota.

II setelah pyelogram intravena. Perhatikan posisi ren dan ureter

757

758

BAB 21
V. cava inferior

A. hepatica
diaphragma

glandula suprarenalis

ductus choledochus

ren sinister

ren dexter

flexura
coli dextra

V. renalis sinistra

A. mesenterica superior
V. mesenterica inferior

A. testicularis sinistra
ureter sinister

psoas
A. testicularis dextra
ureter dexter
aorta abdominalis

Gambar 21-10 Memperlihatkan hubungan ren. Angka menunjukkan empat bagian duodenum.

Ren yang sedang berkembang pada awalnya merupakan


organ pelvis dan menerima suplai darah dari kelanjutan aorta ke
pelvis, yaitu arteri sacralis media. Kemudian kedua Ren "naik"
ke atas ke dinding posterior abdomen. Kenaikkan ini terutama

Pembentukan Ren dan Ureter


tiga set struktur di dalam sistem kemih, disebut
pronephros, mesonephros, dan metanephros. Pada manusia,
metanephros berperan dalam pembentukan ren permanen.

Terbentuk

disebabkan oleh pertumbuhan badan pada daerah lumbal dan


sacral serta pelurusan kurvaturanya. Ureter memanjang seiring
dengan kenaikan.

lVetanephros berkembana dari dua sumber: tunas ureter dari


ductus mesonephros dan tudung metanephros dari massa sel

Ren divaskularisasi secara berturut-turut sampai ke level yang

lebih iinggi oleh arteriae splanchnici laterales yang lebih tinggi,


cabang-cabang aorta. Ren mencapai posisi akhirnya di depan

iniermediat di regio lumbalis bawah dan sacralis.

vertebra lumbalis kedua. Karena ukuran lobus hepatis dexter yang

Tunas Ureter

besar, ren dexter terletak sedikit lebih rendah dari ren sinister.

Tunas ureter timbul dari tonjolan keluar ductus mesonephros


(Gambar 21-13 dan 21-14). Tunas ini membentuk ureter, yang
melebar pada ujung atas untuk membentuk pelvis renalis. Pelvis
renalis kemudian memberikan cabang-cabang membentuk calices

#&F* mARAf''l ffi"Affi g#ffi RAF$

renales majores, dan kemudian pada gilirannya calices renales

g"Jp"ffi-il"ffiR

majores membelah dan bercabang untuk membentuk calices


renales minores dan tubulus colligens.

Gambaran radiografik ureter diperlihatkan dalam Gambar


Tudung Metanephros

21,-6,

21-7, dan21,-8.

Tudung melanephros memadat di sekeliling tunas ureter (Gambar

21-14\ dan membentuk kapsul glomerulus, tubulus contortus


proximalis dan distalis, dan ansa Henle. Kapsul glomerulus

Vesica Urinaria

terinvaginasi oleh sekelompok kapiler yang membenluk glomerulus.

Setiap tubulus contortus distalis dibenluk dari laringan tudung


metanephros bergabung dengan tubulus colligens yang berasal

dari tunas ureter. Permukaan ren pada awalnya berlobus-lobus;

Vesica urinaria terietak tepat dibelakang os pubis (Gambar


21-15 dan 21-16) di dalam rongga pelvis. Pada orang dewasa,

tetapi setelah lahir biasanya lobulus ini segera menghilang.

Lokasi dan Deskripsi

REN, UREIER, VESICAURINARIA, DAN URETHRA

759

ureter sinister
ductus
deferens sinister

apex vesrcae

collum vestcae
prostata

pars membranacea
urethrae
facies
superior vesicae

ureter dexter

rrreter sinister

ductus
deferens dexter

ductus
deferens sinister

ampulla
ductus deferens
vesicula
seminalis sinistra
vesicula
seminalis dextra

facies posterior
prostatae

pars membranacea
urethrae

Gambar 21-11 A. Vesica urinaria, prostat, dan vesicula seminalis sinistra dilihat dari lateral, B. Vesica urinaria, prostat, ductus
deferens, dan vesicula seminalis dilihat dari posterior.

kapasitas maksimum vesica urinaria sekitar 500 m1. Vesica


urinaria mempunyai dinding otot yang kuat. Bentuk dan batasbatasnya sangat bervariasi sesuai dengan jumlah urin yang
dikandungnya. Vesica urinaria yang kosong pada orang dewasa
terletak seluruhnya di dalam pelvis; waktu terisi, dinding atasnya
terangkat sampai masuk regio hypogastrica (Gambar 2L-17). Pada
anak kecil, vesica urinaria yang kosong menonjol di atas pintu atas
panggul; kemudian bila rongga pelvis membesar, vesica urinaria
terbenam ke dalam pelvis untuk menempati posisi seperti pada
orang dewasa.

Bentuk dan PermukaanVesica Urinaria

urinaria yang kosong berbentuk piramid (Gambar 21-11),


mempunyai apex, basis, dan sebuah facies superior serta dua buah
facies inferolateralis; juga mempunyai collum.
Apex vesicae urinariae mengarah ke depan dan terletak di
belakang pinggir atas symphisis pubis (Gambar 27-75 dan27-77).
Apex vesicae dihubungkan dengan umbilicus oleh ligamentum
umbilicale medianum (sisa urachus).
Basis, atau facies posterior vesicae, menghadap ke posterior
dan berbentuk segitiga. Sudut superolateralis merupakan tempat
Vesica

760

BAB 21

A. ovarica

tuba uterina
ligamentum ovarii proprium

Iigamentum latum

A. V. iliaca
externa

M. psoas

fundus

epoophoron

perlekatan
mesovarium

ovanum

paroophoron
peritoneum

membrana
obturatoria

A. uterina

:'J 2 -;, .:

.\',-"
M. obturator
internus

\-

L'

Jn'

fascia pelvis

t; 'l!

i){,'
{ '{.:
A

fascia M. obturator internus

tuba uterina

ovarium

mesovarium
ligamentum
teres uteri

ligamentum
latum

peritoneum

A. uterina

ureter

ramus vaginalis

Gambar 21-12 A. Potongan coronal pelvis memperlihatkan uterus, ligamentum latum, dan ovarium dextrum dilihat dari
posterior. Ureter dan arteria uterina dilihat dari sebelah bawah dasar ligamentum latum pada masing-masing sisi. B. Uterus

dilihat dari lateral, Perhatikan ureter menyilang arteria uterina pada bagian dasar ligamentum latum.

muara ureter, dan sudut inferior merupakan tempat asal urethra


(Gambar 21-11). Pada laki-laki, kedua ductus deferens terletak
berdampingan di facies posterior vesicae dan memisahkan vesicula
seminalis satu dengan yang lain (Gambar 21-11). Bagian atas facies
posterior vesicae diliputi peritoneum, yang membenfuk dinding
anterior excavatio rectovesicalis. Bagian bawah facies posterior
dipisahkan dari rectum oleh ductus deferens, vesicula seminalis,
dan fascia rectovesicalis (Gambar 21-15). Pada perempuan, uterus
dan vagina terletak berhadapan dengan facies posterior (Gambar

Facies superior vesicae diliputi peritoneum dan berbatasan


dengan lengkung ileum atau colon sigmoideum (Gambar 21-15
dan2l-1,6). Sepanjang pinggir lateral permukaan ini, peritoneum
melipat ke dinding lateral pelvis.
Bila vesica urinaria terisi, bentuknya menjadi lonjong, permukaan superiornya membesar dan menonjol ke atas, ke dalam
cavitas abdominaiis (Gambar 21-17). Peritoneum yang meliputinya
terangkat pada bagian bawah dinding anterior abdomery sehingga
vesica urinaria berhubungan langsung dengan dinding anterior

21,-16).

abdomen.

REN, UREIER, VESICAURINARIA, DAN URETHRA

massa sel paraksial


glomerulus

mesonephros
tubulus mesonephros

mesonephros
pars anterior cloaca

Gambar 21-13 Asal dan tempat pronephros,


mesonephros, dan metanephros.

ductus mesonephros

pars anterior cloaca

tubulus contortus distalis

pelvis renalis.

\
\

calvx maior

tubulus colligens

"'o'''\

pffi, F
io''^

calvx

minor

ansa Henle
tubulus contortus proximalis

pelvis renalis

Gambar 21-14 Asal tunas ureter dari ductus mesonephros dan pembentukan calices renales majores dan minores
serta tubulus colligens. Tanda panah menunjukkan titik pertemuan di antara tubulus colligens dengan tubulus contortus.

762

BAB 21

excavatio rectovesicalis
lengkung ileum
peritoneum

vesicula seminalis

ligamentum

urogehitale

-tPV[

#ffi

M. sphincter ani externus

\)1x,'on'"cter

ani internus

5,--zY".nalisanalis
./
\ corpus penneale4
muaraluctus

epcutar/g/

ke urethra pars prostatica /


fascia superficialis lamina membranosa
,U

scrotum

Gambar 21-15 Potongan sagittal pelvis laki-laki.

lengkung ileum

cavum uteri
excavatio
uterovesicalis
vesrca
urinaria
cervix

corpus anococcygeum

diaphragma

corpus perineale

Gambar 21-16 Potongan sagittal pelvis


perempuan.

REN, UREIER, VESICAURINARIA, DAN URETHRA

763

peritoneum

--\\\
/t-

_____. \
\\
-____\

dinding superior
vesica urinaria wall

--:,'r
' ...,..\\ l/j
|i
'Nj

q
/

/\ ureter

l<

urethra

A
apex vesicae urinariae

dinding vesica
urinaria yang
dipotong
ureter dexter

plica interureterica

ureter sinister

orificium
ureter sinistrum

uvula vesicae

trigonum
vesicae

orificium urethrae

Gambar Zt-L7 A. Vesica urinaria tampak lateral. Perhatikan dinding superior meninggi bila vesica urinaria
terisi urin. perhatikan juga bahwa peritoneum yang meliputi facies superior vesica urinaria terangkat ke atas
dari dinding anterior abdomen bila vesica urinaria terisi. B. Bagian dalam vesica urinaria laki-laki tampak
depan.

Facies inferolateralis di depan berbatasan dengan bantalan


lemak retropubis dan os pubis. Lebih ke posterior, di atas ber-

laki dan ligamentum pubovesicale pada perempuan. Kedua

batasan dengan musculus obturator intemus dan di bawah dengan

perempuan (Gambar 21-16), karena tidak terdapat prostat, collum


vesicae terletak langsung pada facies superior diaphragmatis
urogenitalis.
Bila vesica urinaria terisi, posisi facies posterior dan collum
vesicae relatif tetap, tetapi facies permukaan superiornya naik ke
atas, masuk ke dalam rongga abdomen seperti telah dijelaskan
pada paragraph sebelumnya.

musculus levator ani.

Collum vesicae terletak di inferior dan pada laki-laki


terletak pada permukaan atas prostat (Gambar 21-15). Di sini,
serabut otot polos dinding vesica urinaria dilanjutkan sebagai
serabut otot polos prostat. Collum vesicae dipertahankan pada
tempatnya oleh ligamentum puboprostaticum pada laki-

ligamentum ini merupakan penebalan dari fascia pelvis. Pada

764

BAB 21

Permukaan lnteriorVesica Urinaria

Tunica mucosa sebagian besar berlipat-lipat pada vesica urinaria


yang kosong dan lipatan-lipatan tersebut akan hilang bila vesica
urinaria terisi penuh. Area tunica mucosa yang meliputi permukaan
dalam basis vesicae urinariae dinamakan trigonum vesicae. Di
sini, funica mucosa selalu licin, walaupun dalam keadaan kosong
(Gambar 27-77), karena membrana mucosa pada trigonum ini
melekat dengan erat pada lapisan otot yang ada di bawahnya.
Sudut superior trigonum ini merupakan tempat muara dari

ureter dan sudut inferiornya merupakan orificium urethrae


internum (Gambar 21-77). Ureter menembus dinding vesica
urinaria secara miring dan keadaan ini yang membuat fungsinya
seperti katup, yang mencegah aliran balik urin ke ren pada waktu
vesica urinaria terisi.

Trigonum vesicae di atas dibatasi oleh rigi muscular yang


berjalan dari muara ureter yang satu ke muara ureter yang
lain dan disebut sebagai plica interureterica. Uvula vesicae
merupakan tonjolan kecil yang terletak tepat di belakang orificum
urethrae yang disebabkan oleh lobus medius prostatae yang ada
di bawahnya.

Tunica MuscularisVesica Urinaria

Tunica muscularis vesica urinaria terdiri atas otot polos yang


tersusun dalam tiga lapis yang saling berhubungan yang disebut
sebagai musculus detrusor vesicae. Pada co11um vesicae,
komponen sirkular dari lapisan otot ini menebal membentuk
musculus sphincter vesicae.

Ligamentum-Ligamentum pada
Vesica Urinaria

Co11um vesicae dipertahankan dalam posisinya pada laki-iaki

oleh ligamentum puboprostaticum dan pada perempuan oleh


ligamentum pubovesicale. Ligamenta ini dibentuk dari fascia
pelvica.

Batas-BatasVesicae

Pada Laki-Laki (Gambar

l)
I
ll
I
l)

2l- l5)

Ke anterior: symphisis pubica, iemak retropubik, dan dinding


anterior abdomen.
Ke posterior: vesica rectovesicalis peritonei, ducfus deferens,
vesicula seminalis, fascia rectovesicalis, dan rectum.

Ke lateral: di atas musculus obturator internus dan di bawah


muscults levator ani.
Ke superior: cavitas peritonealis, lengkung ileum, dan colon
sigmoideum.
Ke inferior: prostata.

Pada Perempuan (Gambar

2l- l6)

Karena tidak ada prostata, vesica urinaria terletak lebih rendah


di dalam pelvis perempuan dibandingkan dengan pelvis laki-

laki, dan collum vesicae terletak langsung di atas diaphragm


urogenitaie. Batas-batas antara vesica urinaria dengan uterus dan
vagina penting

ll
.l
I
I
a

dipikirkan di klinik (Gambar

21-16).

Ke anterior: symphisis pubica, lemak retropubica, dan dinding


anterior abdomen.
Ke posterior: dipisahkan dari rectum oleh vagina.

Ke lateral: di atas musculus obturator intemus dan di bawah


musculus levator ani.
Ke superior: excavatio uterovesicalis dan corpus uteri.
Ke inferior: diaphragma urogenitale.

Pendarahan
Arteri
Arteria vesicalis superior dan inferior, cabang-cabang arteria iliaca
interna.

Vena
Vena-vena membentuk plexus venosus vesicalis, di bawah
berhubungan dengan plexus prostaticus; dan bermuara ke vena
iliaca interna.

Aliran Limfe

Pembuluh limfe bermuara ke nodi iliaci interni dan externi.

Persarafan

Persarafanvesicaurinariaberasal

dari plexushypogastricus inferior.


Serabut posganglionlk simpatik berasal dari ganglion lumbale
pertama dan kedua dan berjalan turun ke vesica urinaria melalui
plexus hypogastricus. Serabut preganglionik parasimpatikus yang
muncul sebagai nervi splanchnici pelvici dari nervus sacralis kedua,
ketiga, keempa! berjalan melalui plexus hypogastricus menuju ke
vesica urinaria, di tempat ini serabut-serabut tersebut bersinaps
dengan neuron posganglionik. Sebagian besar serabut aferen
sensorik yang berasal dari vesica urinaria menuju sistem saraf
pusat melalui nervi splanchrici pelvici. Sebagian serabut aferen
berjalan bersama saraf simpatik melalui plexus hypogastricus dan
masuk ke medula spinalis setinggi segmen lumbalis pertama dan
kedua.

Saraf simpatik* menghambat kontraksi musculus detrusor


vesicae dan merangsang penutupan musculus sphincter vesicae.

Saraf parasimpatik merangsang kontraksi musculus detrusor


vesicae dan menghambat kerja musculus sphincter vesicae.

nSaraf simpatik yang


menuju musculus detrusor vesicae saat

ini diperkirakan tidak atau sedikit sekali berperan untuk kerja otot polos vesica urinaria dan terutama didistribusikan untuk pembuluh darah. Saraf simpatik
ke musculus sphincter vesicae diperkirakan hmya berperan kecil dalam
menimbulkan kontraksi otot ini untuk mempertahankm continensia urin.
Namun pada laki-laki, persarafan simpatik ke musculus sphincter vesicae
menyebabkan kontraksi aktif musrulus sphincter vesicae selama proses
ejakulasi (disebabkan oleh kerja simpatik), dengan demikian mencegah
cairan.emen masuk ke resica urinaria

REN, UREIER, VESICAIJRINARIA, DAN

URETHRA

765

Urethra
E
Miksi

Urethra merupakan tabung kecil dari collum vesicae ke luar.

Kapasitas maksimum ves ca urinaria orang dewasa adalah sekitar

Muara urethra pada permukaan luar disebut ostium urethrae.

500 ml. Miksi merupakan suatu kerja refleks yang pada orang
dewasa normal dikendalikan oleh pusat yang lebih iinggi cji otak.
Refleks berkemih mulai bila volume urin rnencapai kurang lebih

300 ml. Reseptor regangan di dalam dinding vesica urinaria

Panjang urethra masculina kurang lebih 8 inci (20 cm) dan


terbentang dari collum vesicae ke meatus externus di glans penis
(Gambar 21-15). Urethra terbagi atas tiga bagian: pars prostatica,

terangsang dan impuls tersebut diterLrskafi ke susLrnan saraf pusat

dan orang itu mempunyai kesadaran ingin berkernih. Sebagian


besar impuls nalk ke atas melalui nervi splanchnici pelvici dan

pars membranacea, dan pars spongiosa.

masuk ke segmen sacralis kedua, ketiga. keempat medula spinalis

Urethra pars prostatica panjangnya kurang lebih 7,25 inci


(3 cm) dan mulai dari collum vesicae. Urethra pars prostatica
berjalan melalui prostat dari basis sampai ke apex (Gambar 2L-

(Gambar 21-18). Sebagian impuls aferen berjalan bersama dengan


sa!"af simpatik yang membentuk plexus hypogastricus dan masuk

segmen lumbalis pertama dan kedua medula spinalis.

21). Urethra pars prostatica merupakan bagian yang paling lebar

lmpuls eferen pa!'asimpatik meninggalkan medula spinalis dari

dan berdiameter paling lebar dari seluruh urethra. Pada dinding


poaterior terdapat peninggian longitudinal yang disebut crista
urethralis (lihat Gambar 22-9). Pada setiap sisi crista urethralis

segmen sacralis kedua, ketiga, dan keempat lalu berjalan melalui

serabulserabut preganglionik parasimpatik ciengan perantaraan


nervi splanchnici pelvici dan plexus hypogaslricLrs inferior ke

terdapat alur yang disebut sinus prostaticus, glandulae prostatae

dinding vesica urinaria. tempat nervus tersebut bersinaps dengan

bermuara pada sinus ini. Pada puncak crista pubica terdapat


cekungan, disebut utriculus prostaticus. Pada pinggir utriculus

neuron posganglionik. Melalui lintasan saraf ini, otot polos dinding

'",esica urinaria (musculus detrusor vesicae) berkontraksi dan


.nusculus sphincter vesicae dibua{ relaksasi. lmpuls eferen juga

terdapat muara kedua ductus ejaculatorius.


Urethra pars membranacea panjangnya kurang lebih 0,5 inci
(1,25 cm), terletak di dalam diaphragma urogenitale, dikelilingi
oleh musculus sphincter urethrae. Bagian ini merupakan bagian
urethra yang paling pendek dan paling kurang dapat dilebarkan

ber-jalan ke musculus sphincter urethrae melalui nervus pudendus

(52, -", dan 4), dan menyebabkan relaksasi. Bila urin masuk

ke

urethra. impuls aferen tambahan berjalan ke medula spinalis dari


uretbfa dan memperkuat refleks. N4iksi dapat dibantu oleh kontraksi

(Gambar 21-21).

otcri-otot abdomerr yang menaikkan tekanan intraabdominalis dan

Urethra pars spongiosa panjangnya kurang lebih 6 nci (15,75


cm) dan dikelilingi jaringan erektil di dalam bulbus dan corpus
spongiosum penis (Gambar 21-75, 21-27, dan 21-22). Meatus
urethrae externus merupakan bagian yang tersempit dari seluruh
urethra. Bagian urethra yang terletak di dalam glans penis melebar
membentuk fossa terminalis (fossa navicularis). Glandula bulbourethralis bermuara ke daiam urethra pars spongiosa distalis dari
diaphragma urogenitale.

tekanan pelvicus sehingEa timbul tekanan dari luar nada dinding


Ysgi6a 11in4rip.

Peila er,:ik iie::ii. rrrik:r :1el-iil:ll(an iel'ei.s :iederliana dan


leriadi bila vesiaa trinani] irisngaiar]-!i pB:ijganqar pada orang
Ce\,/as*, refi(;ks regargan sQdtli-:rana ini 'liirarl'li:t l:uii akti"ritas
cei't+x c*rehri samnai wakiu dan t6;nDai

ur:llk lir<si

tersedia.

.Seiabul's.:iairut ifihJb;tcr |](?irailt!-r fle irarv:i't i-.afiaila ti-actus


coftic.lspiralis menuir sr:qn'rerr ia.rali:i kedua. keilsa drln (sempat
meduia spirrairs. Korrtiaksi rnusculus sirh !rctci urelhrae yang

menutup !..r!"ethia dapai Cikendailkan secara volLrnter; dan aktivitas


ini dibantu olch mr:sculus sphincter vesicae yang menekan leher

F*ngendaliarr miksi secara vclunter, norrnalnva berkembang

externus, yangbermuara ke dalam vestibulum sekitar

pada talrirn kedua dan k*liga kehidupan.

ffi

AR e-f'"i

vffi$flfrA

ffi

effi l fl)ffi ffi,qF

Urethra Feminina

Urethra feminina panjangnya sekitar 1,5 inci (3,8 cm). Urethra


terbentang dari collum vesicae urinariae sampai meafus urethrae

vesica ili-inaria.

ffi ,$'fl-1

Urethra Masculina

#$q"$hiA$qild\

Gambaran radiografik vesica urinaria diperlihatkan di dalam


Gambar 27-6 dan27-7. Cystourethrogram urethra laki-laki diperlihatkan dalam Gambar 27-79 dan21,-20.

inci (2,5 cm)

distal dari clitoris (Gambat 21--'J.6 dan 21-23). Urethra menembus


musculus sphincter urethrae dan terletak tepai dr depan vagina.
Di samping meatus urethrae externus terdapat muara kecil dari
ductus glandula paraurethralis. Urethra dapat dilebarkan dengan
mudah.

Musculus Sphincter Urethrae

Musculus sphincter urethrae mengelilingi urethra di dalam


spatium perineale profundum. Musculus ini berasal dari arcus
pubicus pada kedua sisi dan berjalan ke medial untuk mengelilingi
urethra (Gambar 21-21).

766

BAB 21

medulla spinalis

dinding vesica urinaria

sphincter vesicae
prostata

Gambar 21-18 Kendali nervus pada vesica urinaria. Serabut


sphincter urethrae

simpatik dihilangkan agar sederhana.

Gambar 21-19 Cystourethrogram setelah penyuntikan


zat kontras intravena (laki-laki berusia 28 tahun).

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

gas di dalam usus

ve/

/spina

iliaca

anterior inferior

articulatio coxae
caput femoris

corpus penrs

caput femoris

trochanter minor
foramen
obturatorium
tuber ischiadicum
pars

"'\*
lipatan kulit

urethra pars
prostatica
urethra pars
bulbosa
ramus ossis

ischii

scrotum

urethra pars membranacea

//,I

t-

,-' 'tl//tt , ,.\.


kaset

Gambar 21-20 Diagram dari struktur utama yang terlihat pada cystourethrogram yang diperlihatkan pada Gambar 21-19.

deskripsi, membagi pars anterior cloaca dalam daerah di atas


muara ductus disebut vesica urinaria primitif dan daerah lainnya

Pembentukan Vesica Urinaria, Sisa Ductus

di bawah disebut sinus urogenitale.

Mesonephros, dan Pembentukan Urethra Kedua


Jenis Kelamin

ke dalam bagian bawah vesica urinaria, dengan demikian ureter

Sekarang ujung caudal ductus mesonephros diabsorbsi masuk

dan ductus mempunyai muara yang berbeda di dinding dorsal


Pembentukan Vesica Urinaria
Pemisahan cloaca menjadi bagjan anterior dan posterior oleh
perkembangan septum urorectale diuraikan di halaman 705.
Bagian poslerior membentuk canalis analis (Gambat 21-24).
Pintu masuk ujung distal ductus mesonephros ke dalam pars
anterior cloaca pada masing-masing sisi menyatu, untuk keperluan

(Gambar 21-24). Dengan pertumbuhan yang berbeda dari dinding

dorsal vesica urinaria, ureter menjadi bermuara melalui sudul


lateral vesicae, dan ductus mesonephros menjadi terbuka dekat
satu dengan lain, menjadi urethra. Bagian dinding dorsal vesica
urinaria yang ditandai oleh muara keempat ductus ini membentuk

trigonum vesicae (Gambar 21-25). Jadi, seperti terlihat di atas,

767

768

BAB 21

M. levator ani

fascia pelvis

M. obturator internus

prostata

urethra
prostatica

{rf

M. sphincter urethrae

lamina
superior fascia
diaphragmatis
urogenitalia

N. dorsalis penis

urethra pars membranacea


A. profunda penis
lamina
inferior fascia
diaphragmatis urogenitalia

A. bulbi penis

crus penrs

M. ischiocavernosus

glandula bulbourethralis

bulbus urethrae

bulbus penis

M. bulbospongiosus

N. scrotales

lapisan membranacea
fascia superficialis

kulit sisi medial paha

fascia profunda paha


Gambar 21-21 Potongan corona! pelvis laki-laki, memperlihatkan prostat dan urethra pars membranacea, diaphragma
urogenitale, dan isi spatium perineale supediciale.

pada stadium paling dini, lapisan vesca

atas trgonum berasal

dari mesoderm; kemudian di duga jar ngan mesoderm in digantikan

oleh epitelium yang berasal dari entoderm. Otot polos dindrng


vesica urinaria berasal dari mesoderm splanchnopleuricum.

epididymis, ductus deferens, dan ductus eiaculatorius. Dari


ductus ejaculatorius timbul diverticulum kecil yang membentuk
vesicula seminalis (lihat Gambar 22-5).
Pada perempuan, ductus mesonephros sebagian besar

Vesica urinaria primitif saat ini mungkin terbagi atas baglan

hilang. Hanya sebagian kecil tersisa sebagai ductus epoophoron

atas yang lebar, vesica urinaria, dan bagian bawah yang sempit,

dan ductus paroophoron. Ujung caudal dapat tetap dan meluas

urethra (Gambar 21-24). Apex vesicae urinariae dihubungkan

dari epoophoron ke hymen sebagai ductus Gartner.

dengan allantois, yang kemudian berobliterasi dan membentuk

pita fibrosa, yaitu urachus. Urachus terdapat selama hidup


sebagai ligamentum yang berjalan dari apex vesicae ke umbilicus
dan disebut ligamentum umbilicale medianum.

Pembentukan Urethra
Pada laki-laki. urethra pars prostatica dibentuk dari dua sumber.
Pars proximalis, sampai sejauh muara ductus ejaculatorius
berasal dari ductus mesonephros. Pars distalis urethra prostatica

Sisa Ductus Mesonephros


Pada kedua jenis kelamin, ductus mesonephros (atau ductus
Wolffian) menjadi tempat asal tunas ureter, yang membentuk

dibentuk dari sinus urogenitalis (Gambar 21-25). Urethra pars

membranacea dan sebagian besar urethra pars spongiosa


juga dibentuk dari sinus urogenitalis. Ujung distal urethra pars

ureter, ureter pars pelvicus. calices renales majores dan


minores, dan tubulus colligens renis. Ujung inferior ductus
diabsorbsi masuk ke dalam vesica urinaria yang sedang ber-

spongiosa berasal dari perkembangan sel-sel ektoderm ke dalam

kembang dan membentuk trigonum dan sebagian urethra.

ductus mesonephros. Ujung bawah urethra dibentuk dari sinus

Pada laki-laki, ujung atas atau cranial ductus mesonephros

bergabung dengan testis yang sedang berkembang melalui


ductus efferen testis, dengan demikian ductus ini menjadi ductus

glans penis.
Pada perempuan, dua pertiga bagian atas urethra berasal dari

rogenital is (Gambar 21 -25).

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

V. dorsalis profunda

penis
N. dorsalis penis

A. dorsalis penis

membrana perineaIis

N. scrotales posteriores
V. dorsalis profunda
penrs

corona
penis

Gambar 21-22 Radix dan corpus

penis.

glans clitoridis

orificum urethrae

glandula vestibularis
major
corpus perineale

M. transversus
perinei superficialis

M. gluteus maximus

M. sphincter ani externus

corpus anococcygeum

M. levator ani

Gambar 21-23 Radix dan corpus clitoridis


beserta otot-otot perineal. Memperlihatkan

orificium urethrae.

77U

BAB 21

ductus mesonephros

vesica urinaria
primitif

allantois

))

/t

4zv\

sinus urogenitalis

\-/

canalis anorectalis
tunas ureter

allantois
ductus mesonephros
vestca uflnana

daerah vesica urinaria dan urethra


dibentuk dari ductus mesonephros

Perempuan

Laki_laki

Gambar 21-24 Pembentukan vesica urinaria dari pars anterior cloaca dan pars terminalis ductus mesonephros pada kedua
jenis kelamin. Ductus mesonephros dan tunas ureter ditarik ke dalam vesica urinaria yang sedang berkembang.

ductus mesonephros

trigonum vesicae

ejaculatorius

\
,\

/
sisa ductus mesonephros
membentuk ductus Gartner

utriculus prostaticus

i.ts

Perempuan

glandula prostata

berasal darr sinus urogenitalis

Laki-laki

Gambar 21-25 Bagian vesica urinaria dan urethra yang berasal dari ductus mesonephros pada kedua jenis kelamin (tanda
garis-garis). Ujung bawah urethra perempuan dan ujung bawah urethra pars prostatica laki-laki dibentuk dari sinus urogenitalis.

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

AruAT#M! PHTMUKAAf\J

771

Vesica Urinaria

SNSTfrffi KffiMIF{
Pada orang dewasa, vesica urinaria yang kosong termasuk organ
pelvis dan terletak posterior terhadap symphisis pubis. Jika vesica

Ren
I
Ren dexter terletak sedikit lebih rendah dibandingkan dengan
ren sinister (karena massa lobus hepatis dexter yang besar), dan
kutub bawahnya mungkin teraba di regio lumbalis kanan pada
akhir inspirasi dalam dari orang dengan otot-otot abdomen yang
tidak berkembang dengan baik. Masing-masing ren bergerak lebih
kurang 1 inci (2,5 cm) dalam arah vertikal selama pergerakan
respirasi maksimal diaphragma. Ren sinister normal, yang lebih
tinggi dari ren dexter tidak dapat diraba.
Pada dinding anterior abdomery hilus masing-masing ren
terletak pada planum transpyloricum, sekitar tiga jari dari garis
tengah (Gambar 2L-26). Pada punggung ren terbentang dari
processus spinosus vertebrae thoracicae XII sampai processus
spinosus vertebrae lumbalis III, dan hilus terletak di depan
vertebra lumbalis I (Gambar 27-26).

Ureter
I
Pada dinding anterior abdomerL ureter dapat ditunjukkan
oleh sebuah garis ke bawah dari bidang transpyloricum sejauh
lebih kurang 2.5 inci (5 cm) dari garis tengah (Gambar 27-26).
Setinggi spina iliaca anterior superior, pars pelvicus ureter dapat
ditunjukkan oleh garis lengkung ke bawah dan medial menuju
tuberculum pubicum.
Pada dinding posterior abdomery pars abdominalis ureter
dapat ditunjukkan oleh garis ke bawah dari setinggi processus
spinosus vertebrae lumbaiis pertama sampai ke spina iliaca
posterior inferior sejauh 2 inci (5 cm).dari garis tengah.

urinaria terisi, organ ini akan naik, keluar dari pelvis dan masuk
ke abdomen. Peritoneum yang meliputi vesica urinaria yang
terisi menjadi terangkat dari dinding anterior abdomen sehingga
permukaan depan vesica urinaria berhubungan langsung dengan
dinding abdomery seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
Pada anak-anak sampai umur 6 tahun, vesica urinaria
merupakan organ abdomen meskipun dalam keadaan kosong,
karena cavitas pelvicus tidak cukup besar untuk menampung
organ ini. Coilum vesicae terletak tepat di bawah pinggir atas
symphisis pubis. Pada bayi, aspirasi suprapubik merupakan
prosedur yang umum dilakukan untuk mendapat contoh urin dari
bayi yang mengalami demam yang membutuhkan analisis urin
sebagai bagian dari pemeriksaan.

Urethra
Panjang urethra masculina kurang lebih 8 inci (20 cm) dan
terbentang dari collum vesicae ke meafus urethrae externus di
glans penis. Urethra pars prostatica dan pars membranacea terletak
lebih dalam dan tidak dapat dipalpasi langsung. Urethra pars
spongiosa terletak di dalam bulbus dan corpus spongiosum dan
dapat diraba di seluruh perjalanannya. Meatus urethrae externus
merupakan bagian yang paling sempit dari seluruh urethra.
Urethra feminina panjangnya sekitar 1,5 inci (3,8 cm). Urethra
terbentang dari co1lum vesicae urinariae sampai ke vestibulum
vulvae, di mana urethra bermuara kurang iebih 1 inci (2,5 cm)
distal dari clitoris.

772

BAB 21

planum
transpyloricum

costa Xll

pinggir lateral
M. erector spinae

spina iliaca
posterior superior

crista iliaca

Gambar 2l-26 A. Anatomi permukaan ren dan ureter pada dinding anterior abdomen. Perhatikan hubungan antara hilus
renalis masing-masing ren dengan planum transpyloricum. B. Anatomi permukaan ren pada dinding posterior abdomen.

REN, URETER, VESICA URINARIA, DAN URETHRA

D. Suplai darah pars distalis ureter berasal dari

Pertanyaan Pilihan Ganda

arteria

vesicalis superior.

Pilihlah satu jawaban yang PALING

E. Masuk vesica urinaria pada angulus lateralis

TEPAT.

1. Hilus renalis dexter berisi struktur penting berikut

ini,

kecuali:

A.
B.
C.
D.
E.
2.

6.

Pernyataan berikut ini benar untuk persarafan vesica urinaria,

Pelvis renalis.

kecuali:

Cabang-cabang vena renalis.

A. Serabut simpatik posganglionik berasal dari

Serabut nervus simpatik.


Sebagian glandula suprarenalis dextra

B.

Cabang-cabang arteria renalis.

renales bermuara langsung

vesica urinaria mencapai medulla spinalis melalui nervi

ke dalam calices

splanchnici pelvici dan juga berjalan bersama nervus

renales majores.

B. Ren sinister sedikit lebih tinggi dari ren dexter.


C. Ren sinister di anterior berhubungan dengan gaster.
D. Medulla terdiri dari kurang lebih 12 pyramis medullae

D.

menutup sphincter vesicae selama ejakulasi.

Pada pertemuan pelvis renalis dan ureter, lumen ureter

menyempit.

simpatik.
Serabut parasimpatik preganglionik berasal dari segmen
sacralis kedua, ketiga, dan keempat medulla spinalis.

E. Serabut parasimpatik posganglionik berperan untuk

renalis.

E.

ganglion
lumbale pertama dan kedua.
Serabut parasimpatik posganglionik berasal dari plexus
hypogastricus inferior.

C. Serabut aferen sensorik yang berasal dari dinding

Pernyataan berikut ini benar untuk ren sinister, kecuali:

A. Papillae

atas

trigonum.

Pertanyaan Melengkapi

3. Ren dexter mempunyai hubungan penting berikut ini,


kecuali:
A. Berhubungan dengan collum pancreatis.
B. Terletak antedor terhadap recessus costodiaphragmaticus

Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk melengkapi.

7. Nyeri yang disebabkan oleh lintasan batu ke ujung

dexter.

C.
D.
E.
4.

Berhubungan dengan bagian kedua duodenum.


Berhubungan dengan flexura coli dextra.
Terletak anterior terhadap costa XII kanan.

B.
C.
D.
E.

Pernyataan berikut ini benar untuk ureter, kecuali:

A. Kedua ureter mempunyai tiga tempat sempit

secara

anatomi.

B.
C.

8.

Kedua ureter menerima aliran darah dari arteria testicularis


atau arteria ovarica.
Kedua ureter dipisahkan dari processus transversus
vertebrae lumbalis oleh musculus psoas.

D.

Kedua ureter berjalan anterior terhadap vasa testiculares


atau ovaricae.

E. Kedua ureter terletak anterior terhadap

articulatio

sacroiliaca.

5.

Pernyataan berikut ini benar untuk pars pelvicus ureter,


kecuali:
A. Masuk pelvis di depan bifurcaiio arteria iliaca communis.
B. Ureter masuk vesica urinaria dengan berjalan langsung

melalui dinding vesica urinaria, sehingga tidak

ada

mekanisme katup pada tempat masuknya.

C. Mempunyai hubungan erat dengan spina


sebelum ureter ini
urinaria.

ischiadica
membelok ke medial ke arah vesica

bawah

ureter sinister mungkin dirujuk ke:


A. regio umbilicalis.

g.

regio iliaca dextra.


regio epigastrica.
penis atau clitoris.
bukan salah satu di atas.

Musculus sphincter urethrae menerima persarafan dari:


A. Nervus vagus.
B. Nervusobturatorius.
C. Nervus pudendus.
D. Nervus rectalis inferior.
E. plexushypogastricus.
Bagain urethra masculina yang paling sempit adalah:
A. pars membranacea.
B. pars prostatica.

C.
D.
E.

meatus urethrae externus pada glans penis.


pars spongiosa.

bukan salah satu di atas.

10. Urethra feminina:

A.
B.
C.
D.
E.

panjangnya sekitar 3 inci (7.62 cm).

sulit berdilatasi.
tidak peka terhadap regangan.
membuka ke dalam vestibulum di atas clitoris.
mudah terkena infeksi.

774

BAB 21

Pertanyaan Mencocokkan
Cocokkan nomor struktur-struktur yang terdapat pada pyelogram intravena, yang diper0leh 20 menit setelah suntikan medium kontras,
dengan huruf yang sesuai (anak perempuan berusia 5 tah u n).

11. Struktur

12. Struktur 2
13. Struktur 3
14. Struktur 4
15. Struktur 5

A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

Rectum
Pelvis renalis
Sacrum

Ureter
Vesica urinaria

Calyx major
Bukan salah satu di atas

REN, URETER, VESICAURINARIA, DAN

URETHRA

775

Cocokkan nomor struktur-struktur yang terdapat pada CT scan abdomen setinggi vertebra lumbalis kedua setelah pyelografi intravena
dengan huruf yang sesuai.

16. Struktur

A. Aorta
B. Corpus vertebrae
C. Vesica biliaris
D. Pancreas
E. Ureter sinister
F. Vena cava inferior
G. Bukan saiah satu di atas

17. Struktur 2
18. Struktur 3
19. Struktur 4
20. Struktur 5

1.

D yang tidak benar. Glandula suprarenalis dextra menudungi


katup atas ren dexter dan tidak melebar ke bawah sampai ke
hilus renalis (Gambar 21-1).

2.

A yang tidak benar. Papillae

7. D yang

benar. Nyeri dari ujung atas ureter menjalar ke


punggung di belakang ren. Nyeri dari bagian tengah ureter
menjalar ke daerah inguinal, dan nyeri dari ujung bawah
menjalar ke penis atau clitoris. Hal ini karena nervus aferen

renales bermuara langsung ke


dalam calices renales minores (Gambar 21-2).

masuk medulla spinalis pada levei yang berbeda-beda,


sehingga nyeri akan juga dirasakan sepanjang nervus spinalis
yang berasal dari level medulla spinalis tersebut.

A yang tidak benar. Pancreas tidak berhubungan dengan ren


dexter (Gambar 21-4).

8. C yang benar. Musculus sphincter urethrae disarafi

D yang tidak benar. Vasa

testiculares atau vasa ovarica


menyilang ureter di facies anteriornya (Gambar 21-10).
B yang tidak benar. Ureter menembus dinding vesica urinaria

miring, sehingga memberikan mekanisme katup yang


mencegah urin kembali ke ureter dari cavitas vesicae.
secara

9.

C yang benar. Bagian paling sempit urethra masculina adalah

meatus urethrae externus pada glans penis.

L0. E yang benar. Urethra feminina mudah terkena infeksi.


11. G yang benar. Struktur 1 adalah calyx minor.

tidak benar. Nervus simpatik berperan untuk kontraksi


musculus sphincter vesicae selama ejakulasi.

oleh

cabang-cabang dari nervus pudendus.

E yang

12. B yang benar. Struktur 2 adalah pelvis renalis dextra.

776

BAB2|

13. F yang benar. Struktur 3 adalah calyx major ren


14. D yang benar. Struktur 4 adalah ureter

sinister.

sinister.

17. F yang benar. Struktur^2 adalah vena cavd inferior.


18. E yang benar. Struktur 3 adalah ureter sinister diisi oleh zat
radiopak.

15. E yang benar. Struktur 5 adalah vesica urinaria yang terisi


sebagian dengan zat

radiopak

15. C yang benar. Struktur 1 adalah vesica

19.

biliaris.

A yang benar. Struktur 4 adalah aorta.

20. D yang benar. Struktur 5 adalah pancreas.

,F'\

777

778

ORGAN GENITALIA IAASCULINA, PEN/S, DAN SCROTUIT

779 Catatan Fisiotogi: Fungsi Gtanduta Butbourethratis 789


789
Diaphragma Urogenitate
779
789
Perinei
Profundum
Spatium
7gO
789
Perinei
Superficiale
Spatium
780
790
Penis
7g1
792
7g2 Catatan Fisiotogi: Ereksi Penis
794
7gZ Catatan Fisiotogi: Ejakutasi
7gj Catatan Embriotogi: Pembentukan Genitatia Externa Mascutina
795
783
795
783 Anatomi Permukaan Genitatia Masculina
795
Penis
784
795
Scrotum
7g6
795
Testis
786
796
Epididymis
7g6
798
78g Pertanyaan
799
789 Jawaban dan Penjetasan

Anatomi Dasar
Scrotum

Catatan Fisiotogi: Spermatogenesis dan suhu


Testis

Catatan Fisiotogi: Fungsi Testis


Epididymis

Catatan Fisiotogi: Fungsi Epididymis

Catatan Embriotogi: Pembentukan Testis


Descensus Testicutorum

Ductus Deferens
Vesicuta Seminatis

Catatan Fisiotogi: Fungsi Vesicuta Seminatis


Ductus Ejacutatorius
Prostata

Catatan Fisiologi: Fungsi Prostat


Gtandula Butbourethralis

C istem reproduksi laki-laki dapat ditemui dalam keadaan yang


)rrn*u, bervariasi, dari obstruksi urethra sampai ke rupturtraumatik
urethra, infeksi epididymis, infeksitestis, atau infeksi prostat. Hipertrofi

jinak dan carcinoma prostat merupakan kondisi klinik yang umum.


Tujuan Bab ini adalah mengulang kembali anatomi penting sistem
reproduksi laki-laki yang berkaitan dengan masalah klinik.

epididymis, dan ujung bawah funiculus spermaticus (Gambar

ANATffiffi[ MASAR

22-7,22-2, dan22-3).
Dinding scrotum mempunyai lapisan sebagai berikut:

Kulit: Kulit scrotum tipis, berkerut, berpigmen dan


Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari sePasang testis, ductus
excretoriusnya beserta glandula accessorius, dan penis (Gambar

22-L). Ductus excretorius pada masing-masing

sisi

adalah

epididymis, ductus deferens, dan ductus ejaculatorius. Ciandula


accessoria adalah sepasang vesicula seminaiis, sePasang glandula
bulbourethraiis, dan glandula Prostata.
Organ-organ genitalia extema terdiri atas penis dan scrotum.

Scrotum
Scrotum adalah sebuah kantong yang menoniol keluar dari
bagian bawah dinding anterior abdomen' Scrotum berisi testis,

779

mem-

bentuk kantong tunggal. Sedikit peninggian di garis tengah


menunjukkan garis persatuan dari kedua penonjolan
labioscrotalis. (Pada perempuary penonjolan ini tetap terpisah
dan membentuk labium majus).

Fascia superficialis: Fascia ini melanjutkan diri sebagai


panniculus adiposus dan stratum membranosum dinding
anterior abdomen. Akan tetapi panniculus adiposus diganti
oleh otot polos yang dinamakan tunica dartos (Gambar 22-2).

Otot ini disarafi oleh serabut saraf simpatik dan berfungsi


untuk mengkerutkan kulit di atasnya. Stratum membranosum

di depan melanjutkan diri


sebagai stratum membranosum dinding anterior abdomen
(fascia Scarpae), di belakang melekat pada corpus perienale
dan pinggir posterior membrana perinei (lihat Gambar 22-

fascia superficialis (fascia Collesi)

780

BAB 22

ureter dexter

vestca unnana
vesicula seminalis dextra

corpus pubis

urethra

ductus ejaculatorius

testis
prostal
ductus
deferens

glans penis

glandula bulbourethralis

epididymis
tunica vaginalis
scrotum

Gambar 22-1 Potongan sagital pelvis laki-laki.

12). Di sampingnya, fascia superficialis melekat pada rami


ischiopubica (lihat Gambar 22-10). Kedua lapisan fascia

menyebabkan daerah permukaaii kulit scrotum herkurang, dan

superficialis berperan membentuk sekat median yang

hangat. Di samping itu, muscuius cremaster di dalam funicuius


spermaticus dan dinding scrotum secara refleks berkoniraksi,

pada waktu bersamaan testis bergerak nrendekati trJbuh.vang lebth

menyilang scrotum dan memisalkan testis satu dengan yang


lain.
Fasciae spermalicae: Fasciae tiga lapis ini terletak di bawah
fascia superficialis dan berasal dari tiga lapis dinding anterior

abdomen masing-masing

mengangkat testis ke arah pelvis. Naiknya suhu di dalam scrotum

menyebabkan tunica darlos dan rnusculus cremaster ielaki.:sr


sehingga testis bergerak menjairhi trjbuh dan inenjaili leirih

sisi (Gambar 22-2).

Musculus
cremaster di dalam fascia cremasterica dapat dibuat kontraksi
dengan menggores kulit sisi medial paha. Hal ini disebut
refleks cremaster. Serabut aferen lengkung refleks ini berjalan
pada ramus femoralis nervi genitofemoralis (L1 dan 2) dan
serabut eferen motorik berjalan pada ramus genitalis nervi
genitofemoralis.
Tunica vaginalis (Gambar 22-1 ,22-2, dan22-3): Tunica vaginalis
terietak di dalam fasciae spermaticae dan meliputi permukaan
anterior, media, dan lateralis masing-masing testis. Tunica
vaginalis merupakan perluasan ke bawah processus vaginalis
peritonei, dan biasanya sesaat sebelum lahir menutup dan
memisahkan diri dari bagian atas processus vaginalis peritonei
dan cavitas pertonealis. Dengan demikian tunica vaginalis
merupakan kantong tertutup, diinvaginasi dari belakang oleh

SekaranE diketahui bahwa u,enaE i.n3itclj;:rr9

ii

iirctir.

rJaiarii f,Jriii-rtus

yanq rnsrn)Fitiui. t:lsx*:i pJriFiii;f{_ri"j-r'ls, bei-sana


ia* l.estir,il iai.es vairi lFrleiak ijskai
dengan vela, nrtnqkit: ntinbaf,:iu l'tersiallilki:r s!;irl istis
spermatici"rs

Cengan cet'an!j "i,, banq arigf

dengan mekanisme perluliaian panas secara "alountBfturi;jn.t'.


Dengan cara ini. darah panas yang berasal dari ar.teri al_..tJcnren
memberikan panasnya kepada darai.t yang berjalan ke atas melalui
vena-vena ke abdomen.

Aliran Limfe

Cairan limfe dari kulit dan fascia, termasuk tunica vaginalis


dialirkan ke nodi lymphoidei inguinales superficiales (Gambar
22-4).

testis.

Testis
Spermatogenesis dan Suhu
Spermatogenesis normal hanya dapat terjadi pada suhu lebih
rendah daripada suhu di dalam cavitas abdominalis. Bila testis
tedetak di dalam scrotum, testis berada pada suhu sekitar 30 C
lebih rendah daripada suhu abdomen. Jika suhu di dalam scrotum

turun, tunica dartos di dalam dinding scrotum berkontraksi,

Testis adalah sepasang organ berbentuk lonjong dengan ukuran

panjang lebih kurang 2 inci (5 cm) dan sedikit pipih sisi ke sisi
(Gambar 22-3). Masing-masing testis mempakan organ kuat yang
mudah bergerak, terletak di dalam scrotum. Testis sinister biasanya

terletak lebih rendah dibandingkan testis dexter. Kutub atas


kelenjar sedikit miring ke depan. Masing-masing testis dikelilingi
oleh capsula fibrosa yang kuat, yaitu tunica albuginea.

ORGA,N GENITALIA IAASCULINA, PEN's, DAN SCROTUIA

anulus inguinalis profundus

fascia transversalis
M.

transversus J
abdominis--Qf

A.

V epigastrica inferior
A. umbilicalis yang terobliterasi

M. obliquus
internus abdominis

extraperitoneal
M. obliquus
externus abdominis

-urachus
sisa processus vaginalis peritonei
ductus deferens

anulus inguinalis

fascia spermatica externa

superficialis

fascia cremasterica

fascia spermatica

conjoint tendon
lapisan lemak

fascia superficialis
(fascia Camperi)

lapisan membranosa fascia superfi cialis


kulit scrotum
M. dartos
fascia spermatica

fascia
fascia spermatica

tunica vaginalis

Gambar 22-2 A. Lanjutan berbagai lapisan dinding anterior abdomen yang meliputi funiculus spermaticus. B. Kulit dan fascia
superficialis dinding abdomen dan scrotum, dan tampak pula tunica vaginalis.

Dari permukaan dalam capsula terbentang banyak

septa

fibrosa yang membagi bagian dalam organ testis menjadi lobuluslobulus. Di dalam setiap lobulus terdapat satu sampai tiga tubulus

seminiferus yang berkelok-kelok. Tubulus seminiferus bermuara


ke dalam jaiinan saluran yang dinamakan rete teslis. Di dalam
setiap lobulus di antara tubulus seminiferus terdapat jaringan ikat
lembut dan kelompok sel-sel bulat interstitial (sel-sel Leydig)
yang menghasilkan hormon seks laki-laki testosteron. Rete testis
dihubungkan oleh ductuli efferentes yang kecil ke ujung atas
epididymis (Gambar 22-3).

Fungsi Testis
Tubulus seminiferus testis berfungsi menghasilkan spermatozoa.

Sel-sel interstitial (sel Leydig) berfungsi menghasilkan hormon


seks Iaki-laki yaitu testosteron.

781

782

BA,B 22

plexus pampiniformis

testicularis

ductus deferens
A. ductus
deferentis

fascia spermatica externa


pembuluh limfe
ductus deferens

posterior

A. ductus
deferentis'
plexus

pampiniformis

epididymis

fascia cremasterica
fascia spermatica interna
A. testicularis

l"u'u'
\"o'o'"
cauda

ductuli efferentes
epididymis

M. dartos

ductus deferens
mediastinum testis

lapisan membranosa
fascia superficialis
(fascia Collesi)

tubulus seminiferus

fascia spermatica
externa
fascia cremasterica

fascia spermatica interna

tunica albuginea

\
t
\\

\\

tunica vaginalis

Gambar 22-3 Testis dan epididymis, funiculus spermaticus, dan scrotum, Diperlihatkan pula penampang horizontal testis dan
epididymis.

Epididymis
Epididymis merupakan struktur kuat yang terletak posterior
terhadap testis, dengan ductus deferens terletak pada sisi
medialnya (Gambar 22-3). Epidldymis mempunyai ujung atas
yang melebar, caput, corpus, dan cauda yang aralmya ke inferior.
Di laterai, terdapat sulcus nyata di antara testis dan epididymis,
yang diliputi oleh lapisan viscerale tunica vaginalis dan dinamakan
sinus epididymis (Gambar 22-3).

Epididymis merupakan saiuran yang sangat berkelok-kelok,


panjangnya hampir 20 kaki (6 m), tertanam di dalam jaringan ikat.

Saluran ini berasal dari cauda epididymis sebagai ductus deferens


dan masuk ke dalam funiculus spermaticus.

Fungsi Epididymis
Saluran panjang ductus epididymis merupakan tempat penyim-

panan spermatozoa untuk menjadi matang. Fungsi utama


epididymis adalah mengabsorbsi cairan. Fungsi lainnya mungkin
menambahkan zat pada cairan semen untuk memberikan makanan
pada spermatozoa yang sedang mengalami proses pematangan.

ORGAN GENITALIA lvlASCULlNA, PENjS, DAN SCROTUT

783

Planum
transpyloricum
nodi lymphoidei lumbales

,,\

fy'rrr3'lxln'"'''"'
kulit

r"rotrr
J

l_
Gambar 22-4 A|nn cairan limfe testis dan kulit scrotum.

Pendarahan Testis dan Epididymis

Arteria testicularis adalah sebuah cabang aorta abdominalis.


Venae testiculares keluar dari testis dan epididymis sebagai
anyaman vena, plexus pampiniformis (Gambar 22-3). Anyarr'an
ini menjadi kecil dan akhirnya membentuk sebuah vena tunggal
yang berjalan ke atas melalui canalis inguinalis. Vena testicularis
dextra mengalirkan darahnya ke vena cava inferior, dan vena

testicularis sinistra bermuara ke vena renalis sinistra.

Aliran Cairan LimfeTestis dan


Epididymis

Pembuluh-pembuluh limfe (Gamb ar 22-4) berlalanke atas di dalam


funiculus spermaticus dan berakhir di nodi lymphoidei di samping
aorta (nodi lymphoidei lumbales atau paraaortici) setinggi vertebra

lumbalis pertama (yaitu pada planum transpyloricum). Aliran


seperti ini diperkirakan karena selama perkembangannya, testis
bermigrasi dari bagian atas dinding posterior abdomen, tunin
melalui canalis inguinalis, masuk ke dalam scrotum, menarik
pembuluh darah dan limfe unluk mengikutinya.

memadat membentuk lapisan fibrosa yang padat, yaitu tunica

albuginea. Pita seks berbentuk U dan membentuk tubulus


seminiferus. Ujung-ujung bebas tubulus membentuk tubulus
rectus, yang bergabung satu dengan yang lain di dalam mediastinum testis membentuk rete testis. Sel-sel kelamin primordial di
dalam tubulus seminiferus membentuk spermatogorria, dan sel-

sel tali kelamin membentuk sel-sel Sertoli. Mesenkim di dalam


gonad yang sedang berkembang membentuk jaringan ikat dan
septa fibrosa. Sel-sel interstitial, yang menghasilkan testosteron,
juga dibentuk dari mesenkim. Rete testis menjadi saluran, dan
tubulus terbentang ke dalam jaringan mesonephros, di tempat

saluran ini bergabung dengan sisa tubulus mesonephros. Sisa


tubulus mesonephros menjadi ductuli efferentes testis. Ductus

epididymis, ductus deferens, vesicula seminalis, dan ductus


ejaculatorius dibentuk dari ductus mesonephros (Gambat 22-5).

Descensus Testiculorum
Testis berkembang di atas pada dinding posterior abdomen, dan
pada saat menjelang lahir, testis turun di belakang peritoneum,

membawa vaskularisasi, persarafan, dan pembuluh limfe


bersamanya. Proses turunnya testis diperlihatkan dalam gambar
22-6.

Pembentukan Testis

Ductus Deferens

Kromosom seks laki-laki menyebabkan rigi genital mensekresi


testosteron dan menginduksi perkembangan testis serta organ

Ductus deferens merupakan saluran berdinding tebal dengan

reproduksi internal dan eksternal.

panjang sekitar 18 inci (45 cm),.yang menyalurkan sperma matang

Pita seks dari rigi genital dipisahkan dari epitel selom oleh

proliferasi mesenkim (Gambar 22-5). Bagian luar mesenkim

dari epididymis ke ductus ejaculatorius dan urethra. Ductus


deferens berasal dari uiung bawah atau cauda epididymis dan

784

,{ '',\
f

'\tI

,' I ll3

r'i H

.E
ir rl
rl'I

i... .

';

i '':l't

ii\t
\{ii
!.\r,
l'.

ll'

\I,
tr1 4

FRI

'.

sel-sel kelamin
primordial
pita seks

rigi genital
epithelium selom
ductuli aberrantes
superiores

ductus mesonephros

tubulus mesonephros
piia seks
berbentuk U

rete testis

rigi genital
mesonephros

D
gubernaculum

urethra
prostatica

paramesonephros

Gambar 22-5 Pembentukan testis dan ductus testis.

berjalan melalui canalis inguinalis. Ductus deferens keluar dari


anulus inguinalis profundus dan berjalan di sekitar pinggir lateral
arteria epigastrica inferior (Gambar 22-7). Kemtdian ductus
deferens berjalan ke bawah dan belakang pada dinding lateral
pelvis dan menyilang ureter pada daerah spina ischiadica. Ductus
deferens kemudianberjalanke medial danbawahpada permukaan
posterior vesica urinaria (Gambar 22-7).Bagian terminal ductus
deferens melebar membentuk ampulla ductus deferens (Gambar
22-8). Ulng bawah ampulla menyempit dan bergabung dengan
ductus vesiculae seminalis membentuk ducfu s ejaculatorius.

Vesicula Seminalis
Vesicula seminalis adalah dua buah organ yang berlobus dengan
panjang kurang lebih 2 inci (5 cm) dan terletak pada permukaan
posterior vesica urinaria (Gambar 22-8). Ujung atasnya terletak
agak berjauhan dan ujung bawahnya saling berdekatan. Pada sisi
medial masing-masing vesicula seminalis terdapat bagian terminal
ductus deferens. Di posterior, vesicula seminalis berbatasan dengan rectum (Gambar 22-11).Ke inferior, masing-masing vesicula

ORGAN GENITALIA TAASCULINA, PEN'S, DAN SCROTUTA

H
""JHi;

{.X

D
sisa
gubernaculum

,l

ligamentum
propnum

testis
gubernacurum

",ra

Gambar 22-6 Asal, perkembangan, dan akhir processus vaginalis peritonei


testiculorum ke dalam scrotum dan descensus ovarium ke dalam pelvis.

ligamenium teres uteri


pada kedua jenis kkelamin.
3lamin. Perhatikan descensus
der

786

BAB 22

A" iliaca interna

A. iliaca externa
A. epigastrica inferior
ductus deferens

sprna

ischiadica
M. obturator
internus

prostat

Gambar 22-7 Setengah bagian kanan pelvis, memperlihatkan hubungan antara ureter dan ductus deferens.

seminalis menyempit dan bersatu dengan ductus deferens sisi


yang sama untuk membentuk ductus ejaculatorius.

Ductus Ejaculatorius

Masing-masing vesicula seminalis mengandung saluran


melengkung yang tertanam di daiam jaringan ikat.

Pendarahan
Arteri
Cabang-cabang arteria vesicalis inferior dan arteria rectalis media
mendarahi vesicula seminalis.

Vena
Vena-vena bermuara ke dalam vena iliacae internae.

Aliran Limfe

Limfe mengalir ke nodi iliaci interni.

Panjang masing-masing ductus ejaculatorius kurang dari satu inci


(2.5 cm) serta dibentuk oleh penyatuan ductus deferens dan ductus
vesicula seminalis (Cambar 22-9). Ductus ejaculatorius menembus

facies posterior dinding prostat dan bermuara ke urethra pars


prostatica, dekat pinggir utriculus prostaticus. Fungsinya adalah
mengalirkan cairan vesicula seminalis ke urethra pars prostatica.

Prostat

Lokasi dan Deskripsi

Prostat
merupakan organ glandula fibrorr,uskular

yang

mengelilingi urethra pars prostatica (Gambar 22-1 dan 22-9).


Panjang prostat kurang lebih 1,25 inci (3 cm) dan terletak di antara

collum vesicae di atas dan diaphragma urogenitale di bawah


Fungsi Vesicula Seminalis
FLingsi vesicula seminalis adalah menghasilkan sek:ret yang
diiambahkan pada cairan semen. Sekretnya mengandung zat
yang penting sebagai makanan spermatozoa. Dinding vesicula
serninalis berkontraksi selama ejakulasi dan mndorong isiny6 ke
dilctLrs ejaculatc,rius, deilgan demikiaf mengeluarkan sperrnatc:oa

ke urelhra

(Gambar 22-9).
Prostat dikelilingi oleh capsula fibrosa. Diluar capsula terdapat

selubung fibrosa" yang merupakan bagian dari lapisan visceral


fascia pelvis (Gambar 22-9). Prostat yang berbentuk kerucuf
mempunyai basis yang terletak di superior dan berhadapan
dengan collum vesicae; dan apex prostatae yang terletak di inferior
berhadapan dengan diaphragma urogenitaie. Kedua ductus
ejaculatorius menembus bagian atas facies posterior prostat untuk
bermuara ke urethra pars prostatica pada pinggir lateral utriculus
prostaticus (G amb ar 22-9).

ORGAN GENITALIA I,AA,SCULINA, PEN/S, DAN SCROTUM

787

ureter sinister
ductus deferens

sinisier

apex vesrcae

collum vesrcae

ureter dexter

facies posterior
prostatae

pars membranacea
urethrae

B
Gambar 22-8 A. Vesica urinaria, prostat, dan vesicula seminalis sinistra tampak lateral. B, Vesica urinaria, prostat, ductus
deferens, dan vesicula seminalis tampak posterior.

Batas-Batas

a Ke superior:

Basis prostatae berlanjut dengan collum vesicae

Ke anterior: Facies anterior

prostatae berbatasan dengan


symphisis pubis, dipisahkan oleh lemak ektraperitoneal yang

terdapat

di dalam cavum retropubicum (cavum

Retzius).

urinaria, otot polos berjalan tanpa terputus dari satu organ


ke organ yang lain. Urethra masuk ke pusat basis prostatae

Selubung fibrosa prostat dihubungkan dengan aspek posterior

(Gambar 22-9).

ini terletak di

Ke inferior: Apex prostatae terletak pada facies superior


diaphragma urogenitale. Urethra meninggalkan Prostat tepat
di atas apex facies anterior (Gambar 22-9).

os pubis oleh ligamentum puboprostaticum. Ligamentum


samping kanan dan kiri linea mediana dan
merupakan penebalan fascia pelvis.
Ke posterior: Facies posterior prostatae (Gambar 22-7 dan
22-9) berhubungan erat dengan facies anterior ampulae recti

788

BAB 22

membrana mucosa
pelvrs visceralis

M. levator ani
sinus prostaticus
utriculus prostaticus

capsula
prostatica

crista urethralis
'agma urogenitaie

plexus venosus prostata


muara kelenjar prostat

urethra prostatica
sinus prostaticus
ductus ejaculatorius
crista urethralis

prostatae
plexus venosus prostata

sarung fascia prostat

c
Gambar 22-9 Potongan coronal prostat (A), potongan sagital (B), dan potongan horizontal (C).

Pada potongan coronal,

perhatikan muara ductus ejaculatorius pada pinggir utriculus prostaticus.

dan dipisahkan dari rectum oleh septum rectovesicale (fascia


Denonvillier). Septum ini dibentuk pada masa janin oleh

penyatuan dinding ujung bawah excavatio rectovesicalis

Kelenjar-kelenjar prostat yang jumlahnya banyak, tertanam di


dalam campuran otot polos dan jaringan ikaf dan ductusnya
bermuara ke urethra prostatica.
Prostat secara tidak sempurna terbagi dalam lima lobus
(Gambar 22-9).Lobw anterior terletak di depan urethra dan tidak
mempunyai jaringan kelenjar. Lobus medius atau lobus medianus
adalah kelenjar berbenhrk baji yang terletak di antara urethra dan

peritonealis, yang awalnya meluas ke bawah sampai ke corpus


perineale.

Ke lateral: Facies lateralis prostatae difiksasi oleh serabut


anterior musculus levator ani pada saat serabut ini berjalan ke
posterior dari os pubis (Gambar 22-9).

Struktur Prostat

ORGAN GENITALIA

ductus ejaculatorius. Facies superior lobus medius berhubungan


dengan trigonum vesicae, bagian ini mengandung banyak kelenjar.
Lobus posterior terletak di belakang urethra dan di bawah ductus

ejaculatorius dan juga mengandung jaringan kelenjar.


lateralis dexter dan sinister terletak

ASCU| INA, PEN/S, DAN

789

utriculus prostaticus, yang analog dengan uterus dan vagina pada


perempuan. Pada pinggir utriculus terdapat muara kedua ductus
ejaculatorius (G amb ar 22-9).

Lobus

di samping urethra

dan

dipisahkan satu dengan yang lain oleh alur vertikal dangkal yang
terdapat pada permukaan posterior prostat. Masing-masing lobus
lateralis mengandung banyak kelenjar.

Fungsi Prostat

Glandula Bulbourethralis
Glandula bulbourethralis merupakan dua kelenjar kecil yang
terletak di bawah musculus sphincter urethrae (Gambar 22-10).
Ductusnya menembus membrana perinealis (lapisan fascia inferior
diaphragma urogenitale) dan bermuara ke urethra pars spongiosa.
Sekretnya dikeluarkan ke urethra sebagai akibat stimulasi erotik.

Fungsi prostat adalah menghasilkan cairan tipis seperti susu


yang mengandung asam sitrat dan phosphat asam. Cairan ini
ditambahkan ke semen pada saat ejakulasi. Otot polos pada
capsula dan stroma berkontraksi, dan sekret yang berasal dari

Fungsi Glandula Bulbourethralis

banyak kelenjar diperas masuk ke urethra pars prostatica. Sekret

Sekret dari glandula

prostat bersifat alkali dan membantu menetralkan asam vagina.

ini

ditambahkan

ke

cairan vesicular

seminalis. Fungsi tepatnya dari cairan ini tidak diketahui. Glandula

bulbourethralis dikendalikan

SCROTUIII

oleh testosteron, dan

kastrasi

menyebabkan atrofi kelenjar.

Pendarahan

Arteri
Cabang-cabang arteria vesicalis inferior dan arteria rectalis media

Diaphragma U rogenitale

mendarahi prostat.

Vena-vena membentuk plexus venosus prostaticus, yang terletak


di antara capsula prostatica dan selubung fibrosa (Gambar 22-9).

Diaphragma urogenitale adalah diaphragma musculofasciale


berbentuk segitiga yang mengisi celah arcus pubis (Gambar 2210). Diaphragma ini dibentuk oleh musculus sphincter urethrae
dan musculus transversus perinei profundus yang terletak di
antara lamina superior dan lamina inferior fascia diaphragma

Plexus prostaticus menampung darah dari vena dorsalis penis


profunda dan sejumlah venae vesicales, serta bermuara ke vena

urogenitale. Lamina inferior fascia diaphragma urogenitale sering


disebut sebagai membrana perinealis (lihat Gambar 22-14).

iliaca interna.

Anterior terhadap diaphragma urogenitale terdapat celah


kecil di bawah symphisis pubis, yang dilalui oleh vena dorsalis

penis (lihat Cambar 22-141.

Vena

Aliran Limfe

Pembuluh limfe prostat mengalirkan cairan limfe ke nodi iliaci


interni.

Spatium Profundum Perinei

Ruang tertutup yang terletak di dalam diaphragma urogenitale, di

Persarafan

Persarafan prostat berasal dari plexus hypogastricus inferior. Saraf

simpatik merangsang otot polos prostat selama eiakulasi.

Urethra Pars Prostatica

Urethra pars prostatica panjangnya kurang lebih 1,25 inci (3 cm)


dan mulai dari collumvesicae. Urethraberjalan melalui prostat dari
basis sampai ke ape>; di tempat ini berlanjut sebagai urethra pars
membranacea (Gambar 22-10). Urethra pars prostatica merupakan
bagian paling lebar dan paling luas dari seluruh urethra. Pada
dinding posterior terdapat peninggian longitudinal yang disebut
crista urethralis (Gambar 22-9). Di samping crista terdapat alur
yang disebut sinus prostaticus; kelenjar-kelenjar prostat bermuara
pada sinus ini. Pada puncak crista pubica terdapat cekungary

antara lapisan superior fascia dan membrane perinealis, dikenal


sebagai spatium pro{undum perinei (Gambar 22-L0 dan22-12)

lsi Spatium Profundum Perinei

Spatium produndum perinei berisi urethra pars membranacea,


musculus sphincter urethrae, glandula bulbourethralis, musculus
transversus perinei profundus, arteria dan vena pudenda interna
dan cabang-cabangnya, dan nervus dorsalis penis (Gambar 2210).

Spatium Superfi ciale Perinei


Spatium superficiale perinei dibatasi di bawah oleh lapisan
membranosa fascia superficialis dan di atas oleh diaphragma

790
M. levator ani

fascia pelvis

M. obturator internus

M. sphincter urethrae

N. dorsalis penis

lamina superior
fascia diaphragma
urogenitale

urethra pars membranacea

A. profunda penis
lamina inferior
fascia diaphragma
urogenitale

A. bulbi penis

crus pents
M. ischiocavernosus
glandula bulbourethralis
bulbus urethrae

bulbus penis

f)

M. bulbospongiosus

Nn. scrotales

lapisan membranosa
fascia superficialis

kulit sisi medial paha

fascia profunda paha

Gambar 22-10 Potongan coronal pelvis laki-laki, memperlihatkan prostat, diaphragma urogenitale, dan isi spatium superficiale
perinei.

urogenitale (Gambar 22-12).Di belakang ditutup oieh penyatuan

dinding atas dan bawalmya. Ke lateral, spatium ini ditutupi


oleh perlekatan lapisan membranosa fascia superficialis dan
diaphragma urogenitale ke pinggir arcus pubis (Gambar 22-10).
Ke anterior, spatium berhubungan bebas dengan rongga potensial

yang terletak di antara fascia superficialis dinding anterior


abdomen dan otot-otot abdomen anterior (Gambar 22-10).

F*r:rs
,sl&a8emt

Lokasi dan Deskripsi

Penis mempunyai radix yang terfiksasi dan corpus yang tergantung


bebas (Gambar 22-74 dan22-1,5).

lsi Spatium Superficiale Perinei

Spatium superficiale perinei berisi struktur-struktur yang


membentuk radix penis disertai otot-otot yang meliputinya, yaitu
musculus bulbospongiosus dal musculus ischiocavemosus
(Gambar 22-13). D.j:samping itu ramus perinealis nervi pudendi
pada setiap sisi beiakhir di dalam spatium dengan mensarafi otot
dan kulit yang terletak di atasnya.

i.

+.r

Radix Penis

Radix penis dibentuk oleh tiga massa jaringan erektil yang


dinamakan bulbus penis dan crus penis dextrum dan sinistrum
(Gambar 22-13, 22-1,4, dan 22-15). Bulbus penis terletak di
garis tengah dan melekat pada permukaan bawah diaphragma
urogenitale. Bulbus dilewati oleh urethra dan permukaan luamya

ORGAN GENITALIA TIASCULINA, PENIS, DAN SCROTUIT

791

vestca unnana
M. puborectalis

anococcygeum

canalis analis

corpus penis

valvulae anales
bulbus penis

preputium.

borpus perineale
diaphragma urogenitale

fossa terminalis

orificium urethrae externum

Gambar 22-11 Potongan sagital pelvis laki-laki,

dibungkus oleh musculus bulbospongiosus. Masing-masing crus


penis melekat pada pinggir arcus pubis dan permukaan luarnya
diliputi oleh musculus ischiocavernosus. Bulbus melanjutkan
diri ke depan sebagai corpus penis dan membentuk corpus
spongiosum penis (Gambar 22-73). Di anterior kedua crus penis
saling mendekati dan di bagian dorsal corpus penis terletak
berdampingan membentuk corpus cavernosum penis (Gambar
22-1,4 dan2)-75).

Corpus Penis

Corpus penis pada hakekatnya terdiri dari tigajaringan erektil yang


diliputi sarung fascia berbentuk tubular (fascia Buck). Jaringan
erektil dibentuk oleh dua corpora cavernosa yang terletak di dorsal
(yang saling berhubungan satu dengan yang lain) dan satu corpus
spongiosum yang terletak pada permukaan ventralnya (Gambar
22-14 dan22-15).Pada bagian distal corpus spongiosum melebar
membentuk glans penis, yang meliputi uiung distal corpora
cavernosa. Pada ujung glans penis terdapat celah yang merupakan

muara dari urethra disebut meatus urethrae externus.

Preputium merupakan lipatan kulit seperti kerudung yang


menutupi glans penis. Preputium dihubungkan dengan glans
penis oleh lipatan yang terdapat tepat di bawah muara urethra dan

dinamakan frenulum.

Corpus penis disokong oleh dua buah fascia profunda


yang terkondensasi, yang berjalan ke bawah dari linea alba dan
symphisis pubis untuk melekat pada fascia penis.

Musculi Penis

Musculus Bulbospongiosus
Musculus bulbospongiosus terletak di kanan dan kiri garis
tengah (Gambar 22-73), meliputi bulbus penis dan bagian
posterior corpus spongiosum penis. Fungsinya adalah menekan
urethra pars spongiosa dan mengosongkan sisa urin atau semen.
Serabut-serabut anterior juga menekan vena dorsalis penis, jadi
menghambat aliran vena dari jaringan erektil dan membantu
proses ereksi penis.

Musculus lschiocavernosus
Musculus ischiocavernosus meliputi crus penis masing-masrng
sisi (Gambar 22-13). Fungsi masing-masing otot ini menekan crus
penis dan membanlu proses ereksi penis.
Otot-otot perineum diringkas dalam Tabel 13-8.

Pendarahan Penis

Arteri
Corpora cavernosa penis didarahi oleh arteria profunda penis
(Gambar 22-15); corpus spongiosum penis didarahi oleh arteria
Sebagai tambahan, ada arteria dorsalis penis. Semua
arteri di atas adalah cabang dari arteria pudenda intema.

bulbi penis.

792

lapisan lemak fascia superficialis

lapisan membranosa fascia


superficialis (fascia Scarpae)

diaphragma urogenitale
canalis analis

Iemak fossa ischiorectalis


spatium profundum perinei
corpus perineale

spatium superficiale perinei


fascia Collesi

Iamina superior fascia


diaphragmatis urogenitale

M. dartos
scrotum

lamina inferior fascia diaphragmatis


urogenitale (membrana perinealis)

Gambar 22-12 Susunan fascia superficialis pada trigonum urogenitale , Perhatikan spatium supeficiale perinei dan spatium
profundum perinei.

Vena
Vena-vena bermuara ke venae pudendae internae.

Aliran Limfe

Ereksi Penis
Ereksi pada pria terjadi secara bertahap sebagai akibat dari
berbagai stimulasi seksual. penglihatan yang menyenangkan,

Cairan limfe kulit penis dialirkan ke kelompok medial nodus


inguinalis superficialis. Struktur-struktur profunda penis meng-

oleh rangsangan rabaan langsung pada kulit tubuh pada umumnya

alirkan cairan limfenya ke nodi iliaci intemi.

dan kulit kelamin menyebabkan stimulus aferen yang kuat pada

suara, bau, dan stimulus psikis lainnya yang kemudian diperkuat

sistem saraf pusat. lmpuls eferen berjalan turun ke medula spinalis

Persarafan

Persarafan berasal dari nervus pudendus dan plexus pelvicus.

menuju sistem parasimpatik pada segmen sacralis kedua, ketiga,


dan keempat. Serabut preganglion parasimpatik masuk ke plexus
hypogastricus inferior dan bersinaps pada neuron posganglionik.

ORGAN GENITALIA TIASCULINA, PEN/s, DAN SCROTUM

V dorsalis penis profundus

corpus cavernosum

corpus spongrosum

M. bulbospongiosus
corpus perineale
diaphragma urogenitale
M. sphincter ani externus
M. gluteus maximus

bulbus penis
M- transversus

perinei superficialis

M. levator ani

Gambar 22-13 Radix penis dan otot perineum.

V. dorsalis

profunda
penis
N. dorsalis
penis
A. dorsalis
penis

corpora
cavernosa

Nn. scrotales posteriores

V dorsalis
profunda penis

corpus
spongiosum

corona
penis

glans
penis

meatus urethrae externus

Gambar 22-14 Radix dan corpus

penis.

794

BAB 22
V. dorsalis penis superficialis
V. dorsalis

penis
kulit

A. dorsalis penis

lapisan membranosa
fascia superflcialis

A. profunda penis
corpus cavernosum

fascia profunda

A. dorsalis superficialis penis

(fascia Buck)
urethra

corpus spongrosum

corpus cavernosum
crus sinistrum

crus dextrum

pars membranacea
urethrae

glans penis

ostium urethrae
externum
fossa terminalis
lipatan membrana mucosa

corpus spongrosum

c
kulit

lacunae

muara kelenjar
urethra

Gambar 22-15

Penis. A dan B. Tiga corpus jaringan erektil, dua corpora cavernosa dan satu corpus spongiosum dengan
glans penis' C' Urethra pars spongiosa dibuka untuk memperlihatkan lipatan membrana mucosa dan muara kelenjar di bagian

atas urethra.

Serabut-serabut posganglionik mengikuii perjalanan arteria

Bila klimaks rangsangan seksual tercapai dan terjadi ejakulasi,

pudenda inlerna dan didistribusikan sepanjang percabangannya,

atau rangsangan seksual berhenti atau dihambat, arteri yang

masuk ke jaringan erektil pada radix penis. Kemudian terjadi

memasok jaringan erektil mengalami vasokonstriksi. penis kembali


ke dalam posisi lemas (tlaccid).

vasodilatasi arteri, yang menimbulkan peningkatan aliran darah


yang hebat ke dalam ruangan yang terdapat di dalam jaringan
erektil. Corpora cavernosa dan corpus spongiosum penis membesar karena terisi darah, dan menekan aliran vena terhadap
fascia yang meliputinya. Dengan cara ini, aliran keluar darah dari
jaringan erektil dihambat, sehingga tekanan interna meningkat dan

Ejakulasi

tetap dipertahankan dalam keadaan demikian. Dengan demikian


panjang dan diameter penis bertambah besar dan disebut berada

Selama peningkatan rangsangan seksual yang terjadi selama


hubungan seksual, meatus urethrae externus pada glans penis

dalam posisi ereksi.

menjadi basah oleh sekrel dari glandula bulbourethralis.

ORGAN GENITALIA hIASCIJLINA, PEN'S, DAN

SCROTUI'A

Gesekan glans penis, yang diperkuat oleh !'angsangan aferen


iainnya. mengakibatkan rangsangan serabut saraf simpatik yang

sel-sel ektoderm dari ujung glans penis. Pita sel-sel ini kemudian
mengalami kanalisasi, sehingga urethra pars spongiosa terbuka

mensarafi otot polos ductus epididymis dan ductus deferens kedua


sisi, vesicula seminalis, dan prostai Otot polos befkont!-aksl,

pada ujung glans penis.

dan spermatczoa besefta sekrei vesicula seminalis dan prostat

basis glans penis (Gambar 22-16 dan 22-17). Lipalan kulit diflksasi

ciikeluarkan

ke urethra pars prostatica. Cairan ini

795

Preputium aiau kulit depan dibentuk dari lipatan kulit pada


ke aspek ventral radix glans oleh frenulum. Jaringan

sekarang

erektil-

corpus spongiosum dan corpora cavernosa-berkembang

bercampur dengan sekret glandula bulbourethralis dan glandula


paraurethralis penis dan kemudian disemprotkan dari urethra

di

dalam inti mesenkim penis.

pars spongiosa sebagai akibai dari kontraksi ritmis musculus


bulbospongiosus yang mengkompres urethra. Sementara itu,
musculus sphincter vesicae berkontraksi dan mencegah refluks
spermatozoa ke dalam vesica urinaria Spermalozoa beserta

AhIATOMI PERMUKAAN
ffiHNf;TAI-IA MASCULINA

sekret beberapa kelenjar asesoris membentuk cairan sgminalis


atau semen.
Pada klimaks rangsangan seksual pria, terdapat impuls saraf
dari sistem saraf pusat. lmpuls berjalan ke bawah, ke medula

spinalis, menuju ke sistem simpatik (Tl-L2). lmpuls saraf yang


menuju ke organ genitalia diduga meninggalkan medula spinalis

Penis

dari segmen L1 dan L2 di dalam serabut preganglionik simpatik


Kebanyakan serabul-serabut ini bersinaps dengan neuron posgangllonik di dalam ganglia lumbalis pertama dan kedua. Serabut
lainnya mungkin bersinaps di dalam ganglia truncus sympathicus

bagian lumbal bawah atau bagian pelvis. Serabut-serabut


posganglionik kemudian menuju ke ductus deferens, vesicula
seminalis, dan prostat melalui plexus hypogastricus inferior'

-Penis terdiri dari radix, corPus, dan glans penis (Gambar 22-14,

22-15, dan 22-18). Radix penis terdiri atas tiga massa jaringan
erektii yang dinamakan bulbus penis, dan crus penis dextrum
dan sinistrum. Bulbus penis dapat diraba secara palpasi dalam di
garis tengah perineum, posterior terhadap scrotum.
Corpus penis merupakan bagian bebas penis yang tergantung
pada symphisis pubis. Perhatikan bahwa permukaan dorsal

(permukaan anterior penis yang flaksid) biasanya mempunyai


vena dorsalis superficialis penis di garis tengah (Gambar 22-15).
Glans penis membentuk ekstremitas corpus penis (Gambar
22-14 dan 22-15). Pada puncak glans terdapat meatus urethrae
externus. Terbentang dari pinggir bawah meatus urethrae
extemus terdapat lipatan yang menghubungkan glans penis

Pembentukan Genitalia Externa Masculina


Pada awal perkembangan, mesenkim embrionik tumbuh

di

sekitar membrana cloaca dan menyebabkan ektoderm di atasnya


terangkat dan membentuk tiga tonjolan Satu tonjolan timbul di
antara membrana cloaca dan funiculus umbilicalis di garis tengah
dan disebut tuberculum genitale (Gambar 22-16) Kanan dan
kiri dari membrana, timbul tonjolan lain, disebut lipat genitalia.
Pada usia 7 minggu, tuberculum genitale meman.iang membentuk

glans penis. Pars anterior membrana cloaca, membrana

dengan preputium dinamakan frenulum. Pinggir dari basis glans

penis dinamakan corona (Gambar 22-1'4). Prepfiium dibentuk


oleh lipatan kulit yang melekat pada collum penis. Preputium
menutupi glans penis secara bervariasi dan prePutium daPat
ditarik ke belakang dari glans penis.

Scrotum

urogenitalis, kemudian ruptur, sehingga sinus urogenitalis terbuka


ke permukaan. Sel-sel entoderm sinus urogenitalis berproliferasi

Pada stadium perkembangan ini, genitalia dari kedua jenis kelamin

Scrotum merupakan kantung kulit dan fascia (Gambat 22-12) yang


berisi testis dan epididymis. Kulit scrotum beralur dan diliputi
oleh rambut jarang. Asal bilateral scrotum ditunjukkan oleh
adanya garis gelap di garis tengah, yang terdapat sepanjang garis

identik.

fusi, dinamakan raphe scrotalis.

Pada laki-laki, phallus saat ini memanjang dengan cepat


dan menarik lipatan genitalia ke anterior ke facies ventralis
sehingga lipatan ini membentuk pinggir lateral sulcus, yaitu sulcus

Testis

dan tumbuh ke arah radix phallus, membentuk lamina urethralis.


Sementara itu, timbul sepasang tonjolan lateral sekunder, disebut

tonjolan genitalia, yang timbul lateral terhadap lipatan genitalia.

urethralis (Gambar 22-17). Dasar sulcus dibentuk oleh lamina


urethralis entoderm. Urethra pars spongiosa terbentuk sebagai
akibat dari penyatuan yang progresif dari kedua lipatan genilalia
di sepanjang batang phallus kearah radix glans penis. Pada usia

sebaiknya dipalpasi. Testisberbentuk oval dan konsistensinya


-Testis
padat. Testis terletak bebas di dalam tunica vaginalis (Gambar

4 bulan, sisa urethra di dalam glans penis dibentuk dari

22-3) dan tidak terikat pada jaringan subcutan atau

tunas

kulit'

796

BAB 22

tuberculum genitale

lipatan genital

-->
tonjolan genital

'r'){//

sinus urogenitalis

-.

meatus urethrae externus


glans
penis

preputium
lamina urogenitalis
membentuk dasar
sulcus urethrae

lipatan genital

tonjolan
genital

SINUS

urogenitalis

1-t

frenulum preputii

->

Gambar 22-16 Perkembangan genitalia externa pada perempuan dan laki-laki

Epididymis
Setiap epididymis dapat diraba pada permukaan posterolateral
testis. Struktur epididymis panjang, sempi! padat, dan mem-

punyai ujung atas yang melebar atau caput, co{pus, dan cauda
yang mengarah ke inferior (Gambar 22-3). Ductus deferens yang
berbentuk seperti tali berasal dari cauda dan berjaian ke atas
dan medial terhadap epididymis dan masuk ke dalam funiculus
spermaticus pada ujung atas scrofum.

ORGAN GENITALIA MASCULINA, PENIS, DAN SCROTUAA

tuberculum
genitale
lamina
sinus urogenitalis
sisa membrana urogenitalis
sisa membrana
cloaca

pars entoderm

mffi
lamina urethralis

tonjolan genital

i'lt'""*",,.

T\

frenulumpreputii

,".r"9

fusi lipatan genital

Gambar 22-17 Perkembangan urethra pars spongiosa lakFlaki

4
urethraspongiosa

798

BAB 22

spina iliaca
anterior superior

distribusi rambut
pubis pada
laki-laki

umbilicus

crista iliaca

trochanter major
femoris

\_
'r.ffi

tuberculum
pubicum

symphisis pubis

orificium urethrae

externum

glans penis

corpus penis

Gambar 22-18 Pelvis laki-laki berusia 27 tahun, dilihat dari depan.

Pertanyaan Pilihan Ganda

B.

Pilihlah satu jawaban yang PALING IEPAT.

C.
D. Fungsi vesicula seminalis menghasilkan sekret yang

1.

2.

Pernyataan di bawah ini benar untuk ductus deferens,


kecuali:
A. Keiuar dari armulus inguinalis profundus dan berjalan di
sekitar pinggir lateral arteria epigastrica inferior.
B. Menyilang ureter pada daerah spina ischiadica.
C. Pars terminalis melebar membentuk ampulla.
D. Terletak pada facies posterior prostatica, hanya dipisahkan
oleh peritoneum.
E. Bersafu dengan ducfus vesicula seminalis membentuk
ductus ejaculatorius.
Pemyataan-pernyataan
seminalis, kecuali:

di

bawah

ini

E.
3.

A.

dengan

Radix penis dibentuk di garis tengah oleh bulbus penis, dan


ke anterior melanjutkan diri sebagai corpus spongiosum.

B. Radix penis ke lateral dibentuk oleh crura penis yang


C.
D.

berlanjut ke anterior sebagai corpora cavemosa.


Urethra spongiosa terletak di dalam corpus spongiosum.
Glans penis merupakan pelebaran distal dari penyafuan
corpora cavernosa.

E.

rectum dan dapat dipalpasi melalui dinding rectum.

ditambahkan pada cairan semen.


Di anterior berhubungan dengan vesica urinaria, dan tidak
ada peritoneum yang memisahkan keduanya.

Semua pemyataan di bawah ini benar untuk penis, kecuali:

benar untuk vesicular

A. Di posterior vesicula seminalis berhubungan

Vesicula seminalis merupakan dua buah organ berlobus


yang berfungsi menyimpan spermatozoa.
Ujung atas vesicula seminalis diliputi oleh peritoneum.

Penis tergantung pada bagian bawah dinding anterior


abdomen oleh dua kondensasi fascia profundus.

ORGAN GENITALIA IilASCULINA, PEN/S, DAN

C. Nodi iliaci externi dan interni


D. Nodi inguinales supeficiales
E. Nodi para-aortici setinggi vertebra

4. Diaphragma urogenitale dibentuk oleh semua strukturstruktur berikut ini, kecuali:


A. Musculus transversus perinei profundus.
B. Membranaperinealis.
C. Musculus sphincter urethrae.

D.
E.

8.

Fascia Collesi (lapisan membranosa fascia superficialis).

sphincter urethrae.

Pada laki-laki, struktur berikut

ini dapat dipalpasi

dengan

pemeriksaan rectal, kecuali:


A. Bulbus penis

B.
C.
D.
E.

Vesicula seminalis

Pilihlah, satu jawaban yang PALING TEPAT untuk


melengkapt.

Facies anterior ossis sacri

Ureter.

A.
B.

Sphincter vesicae urinariae berkontraksi.


Serabut-serabut saraf preganglionik simpatik yang berasal

C.

dari segmen lumbal pertama dan kedua medula spinalis


harus utuh.
Otot polos epididymis, ductus deferens, vesicula seminalis,
dan prostat berkontraksi.

7.

10

Carcinoma glans penis pada akhimya menyebar sampai ke:

6.

, B yang

D yang tidak benar. Glans penis adalah pelebaran distal dari


corpus spongiosum (Gambar 22-15).

4.

7.

8.

ikut berperan dalam pembentukan


ini terlalu superficial dan

9.

yang tidak benar. Pada ejakulasi, otot-otot bulbospongiosus


berkontraksi secara ritmik dan menekan urethra" memaksa
cairan semen keluar dari meatus urethrae extemus.
E

C yang benar. Carcinoma glans penis menyebar ke

nodi iliaci

B y*g benar. Carcinoma prostat menyebar ke nodi iliaci

dengan

pemeriksaan rectal pada kedua jenis kelamin. Ureter yang

A yang benar. Plexus venosus prostaticus bermuara ke dalam


venae iliacae internae.

10.

E yang tidak benar. Ureter tidak dapat diraba

Ereksi penis merupakan respons terhadap aktivitas:

interni-

diaphragma urogenitale. Fascia


terletak tepat di bawah kulit.
5.

Venae testiculares

interni dan externi.

D yang tidak benar. Fascia Collesi (lapisan membranosa


fascia superficialis) tidak

Venae iliacae internae dan externae

pemeriksaan vagina.

ductus ejaculatorius.

J.

Vena cava inferior


Venae iliacae externae

tidak normal, menebal karena penyakit, dapat diraba pada

D yang tidak

tidak benar. Vesicula seminalis tidak menyimpan


spermatozoa. Vesicula seminalis menghasilkan sekret yang
memberi makan spermatozoa.

Venae iliacae internae

A. Saraf simpatik
B. Saraf parasimpatik
C. Saraf simpahk dan parasimpatik
D. Nervi inguinales
E. Bukan salah satu di atas

Glandula bulbourethralis dan glandula urethralis aktif.


Musculusbulbospongiosusrelaksasi.

benar. Ductus deferens terletak secara kontak


langsung dengan facies posterior vesicae urinariae (Gambar
22-7). Ujung inferior ampulla menyempit ke bawah dan
bergabung dengan ducfus vesicula seminalis membentuk

Plexus venosus prostaticus bermuara ke dalam:

A.
B.
C.
D.
E.

A. Nodi iliaci externi


B. Nodi iliaci interni

1.

Nodi iliaci intemi


Nodi para-aortici
Nodi inguinales superficiales
Nodi mesentericae inferiores

Pertanyaan Melengkapi

Proses ejakulasi tergantung pada proses berikut ini, kecuali:

D.
E.

lumbalis pertama

Prostat

9.
6.

799

Carcinoma prostat umumnya menyebar ke:


A. Nodi iliaci externi dan interni

B.
C.
D.
E.

Fascia pelvis parietalis meliputi permukaan atas musculus

SCROTUM

B yang

benar. Ereksi penis merupakan respons terhadap


aktivitas saraf parasimpatik.

Perineum, Organ
Genitalia Feminina,
dan Persalinan

800

PERINEUTA, ORGAN GENITALIA FETAININA, D,AN PERSATINAN

Peritoneum Pelvicum

801
801
805
805

Organa Genitatia Feminina

805

Anatomi Dasar
Perineum
Fascia Petvis

Organa Genitalia Externa

Catatan Fisiologi: Ereksi Clitoris


Orgasme pada Perempuan

Catatan Embriologi: Pembentukan Genitalia Externa


Perempuan
Organa Genitatia lnterna

ovarium

Catatan Fisiologi: Fungsi Ovarium


Catatan Embriologi: Pembentukan Ovarium
Tuba Uterina

Catatan Fisiologi: Fungsi Tuba Uterina


Catatan Embriologi: Pembentukan Tuba Uterina
Uterus

805

Catatan Fisiologi: Fungsi

Catatan Embriologi: Pembentukan

g09
809
809
809
gl 1
811
gl,l
g12

815

Uterus

817

Catatan Embriotogi: lmptantasi Ovum yang Telah Difertilisasi


di Uterus 817
Catatan Embriologi: Pembentukan

Placenta
Lahir

Penampilan Umum Placenta Saat

808
808

Uterus

801

Vogina
Vagina
Vagina
Penampang Anatomi Metintang Petvis
Anatomi Radiografi Petvis Perempuan
Anatomi Permukaan
Penanda Tulang
Vutva
Pertanyaan
Jawaban dan Penjetasan

818
819
819

Catatan Fisiologi: Fungsi

819

Catatan Embriologi: Pembentukan

821

822
827
822
822
823

829
831

812

reproduksi perempuan dapat ditemui oleh profesional


Qistem
:,lmedis dalam berbagai kondisi, seperti infeksi, kehamilan yang
tidak terduga, kehamilan ektopik, aborsi spontan, perdarahan pelvis

AruAT*MI MASAR

Sebelum mempelajari bab ini, pembaca disarankan untuk membaca

kembali tulang-tulang pelvis dalam Bab 11.

abnormal, prolapsus uteri, atau penyakit radang pelvis akut. Tujuan


Bab ini adalah menyediakan uraian anatomi singkat yang berkaitan
dengan kondisi klinik yang umum.

Secara anatomi, perineum umumnya dibagi menjadi regio


analis dan regio urogenitalis. Regio analis di belakang dibatasi
oleh apex ossis coccygis dan sisi-sisinya oleh tuber ischiadicum
dan ligamentum sacrotuberosum. Anus atau lubang bawah canalis
analis, terletak di garis tengah, dan di samping kanan dan kirinya
terdapat fossa ischiorectalis.
Regio urogenitalis dibatasi di depan oleh arcus pubicus dan di
lateral oleh tuberositas ischiadica (Gambar 23-2). Pada perempuan,

di regio ini terdapat genitalia externa dan muara urethra

Perineum

vagina.

Definisi Perineum

Cavitas peivis dibagi dua oleh diaphragma pelvis menjadi

-cavitas pelvis utama di sebelah atas dan perineum di sebelah


bawah (Gambar 23-1). BiIa dilihat dari bawah dengan tungkai
atas abduksi, perineum berbentuk belah ketupat dan dibatasi di
anterior oleh symphisis pubis, di posterior oleh apex ossis coccygis,
dan di lateral oleh tuber ischiadicum (Gambar 23-2).

serta

Diaphragma Pelvis

Diaphragma pelvis dibentuk oleh musculus levator ani dan


musculus coccygeus beserta fascia yang meliputinya (Gambar
23-1). Bagian anteriomya yang tidak lengkap memungkinkan
lewatnya urethra dan vagina.

802

BAB 23

ligamentum
sacrotuberosum
spina ischiadica
daerah cavitas
pelvis utama

Os coccygis

garis penebalan fascia


yang meliputi M. obturator
internus

M. coccygeus
M- levator ani

canalis
obturatorius untuk
A. V N. obturatorius

regio perinealis

M. obturator internus

Gambar 23-1 Setengah bagian kanan pelvis memperlihatkan otot-otot yang membentuk lantai pelvis. Perhatikan bahwa
musculus levator ani dan musculus coccygeus beserta fascia yang meliputinya membentuk diaphragma pelvis. Perhatikan juga
bahwa daerah cavitas pelvis utama terletak di atas diaphragma pelvis dan regio perinealis terletak di bawah diaphragma pelvis.

Musculus LevatorAni
Musculus levator ani adalah lembaran otot lebar dan tipis yang
mempunyai origo berbentuk garis pada bagian belakang corpus
ossis pubis, origo otot ini merupakan sebuah arcus tendineus yang
dibentuk oleh penebalan fascia pelvis yang meliputi musculus
obturator intemus dan spina ischiadica (Gambar 23-3).

Dari origo yang panjang ini kelompok serabut-serabut otot


berjalan turun dan medial menuju ke tempat insersinya (Gambar
23-4), sebagai berikut:

ll Serabut-serabut anterior: musculus sphincter

vaginae

(musculus levator prostatae pada laki-laki) membentuk


lengkungan di sekitar vagina dan berinsersi pada masa
jaringan ikat yang disebut corpus perineale, di depan canalis
analis. Musculus sphincter vaginae berfungsi untuk kontraksi
vagina dan mengfiksasi corpus perineale.

Serabut-serabut intermedia: musculus puborectalis membentuk lengkung di sekitar perbatasan rectum dan canalis

Gambar 23-2 Perineum berbentuk belah ketupat yang dibagi oleh garis
putus-putus menjadi regio urogenitalis dan regio analis.

PERINEUIA, ORGAN GENITALIA FEIAININA, DAN PERSAL/NAN

.\s\

garis penebalan
fascia yang meliputi
M. obturator internus
canalis
obturatorius

M. obturator internus

Gambar 23-3 Dinding inferior atau dasar pelvis.

M. levator prostatae
atau sphincter vaginae

M. puborectalis

M. pubococcygeus

corpus perineale

perbatasan rectum
dan canalis analis
M. iliococcygeus
corpus anococcygeale
M. coccygeus

Gambar 23-4 Musculus levator ani dan musculus coccygeus dilihat dari permukaan inferior. Perhatikan bahwa musculus levator
ani dibentuk oleh beberapa kelompok otot yang berbeda. Musculus levator ani dan musculus coccygeus dengan fascia yang
membungkusnya membentuk dasar muskular pelvis yang dinamakan diaphragma pelvis.

804

BAB 23

analis. Musculus pubococcygeus berjalan ke posterior dan


berinsersi pada masa jaringan ikat keci1, yang disebut corpus
anococcygeum, di antara apex ossis coccygis dan canalis

Fungsi: Kedua otot ini membanfu musculus levator ani

analis.

V.

menyokong viscera pe)vi>.


Persarafan: Berasal dari cabang-cabang nervus sacralis IV dan

Serabut-serabutposterior: musculus iliococcygeusberinsersi


pada corpus anococcygeum dan os coccygis.

Fungsi: musculus levator ani pada kedua sisi membentuk


lengkung otot yang efisien untuk menyokong dan mempertahankan viscera pelvis pada tempatnya. Musculus levator
ani mencegah peningkatan tekanan di dalam pelvis selama
mengedan dan mendorong otot-otot abdomen (seperti yang
terjadi bila batuk). Otot ini juga mempunyai fungsi sebagai
sphincter pada junctura anorectalis, dan pada perempuan
berfungsi juga sebagai sphincter vaginae.
Persarafan: Berasal dari ramus perinealis nervi sacralis IV dan
dari ramus perinealis nervi pudendi.

Ringkasan dari iempat perlekatan otot-otot dinding dan dasar


pelvis, persarafannya, serta fungsinya dijelaskan pada Tabel 13-7.

Diaphragma Urogenitale

Diaphragma urogenitale adalah diaphragma muskulofasial yang

berbentuk segitiga yang terletak di bagian anterior perineum


di bawah 1eve1 diaphragma pelvis (Gambar 23-5). Diaphragma
urogenitale mengisl celah arcus pubicus. Diaphragma ini dibentuk
oleh musculus sphincter urethrae dan musculus transversus
perinei profundus, yang terletak di antara lamina superior dan
lamina inferior fascia diaphragma urogenitale. Lamina inferlor

Musculus Coccygeus

fascia diaphragma urogenitale sering disebut sebagai membrana


perinealis.

Musculus coccygeus merupakan otot kecil berbentuk segitiga yang


berasal dari spina ischiadica dan berinsersi pada ujung bawah os

Ke anterior, kedr-ra lapisan fascia bersatu, meninggalkan suatu


celah kecil di bar,r,ah symphisis pubis. Ke posterior, kedua lapis

sacrum dan bagian atas os coccygis (Gambar 23-3 dan 23-4).

M. levator ani

fascia bergabung satu dengan yang lain dan juga dengan lapisan

fascia M. obturator internus

M. sphincter
u rethrae

')+

M. obturator
nternus
i

membrana
obturatoria

lamina superior
fascia diaphragmatis
urogenitalis

N. dorsalis clitoridis

A. profunda clitoridis
A. pudenda interna
crus clitoridis

A. bulbi vestibuli
lamina inferior fascia
diaphragmatis urogenitalis
Nervi labiales

M. ischiocavernosus
bulbus vestibuli
M. bulbospongiosus

fascia profunda paha


glandula vestibularis major
kulit sisi medial paha
labium majus
labium minus
Iapisan membranosa fascia superficialis

Gambar 23-5 Potongan koronal pelvis perempuan memperlihatkan vagina, diaphragma urogenitale, dan isi spatium
superficiale perinei.

PERINEU/A, ORGAN GEN|TALIA FElvllNlNA, DAN

membranosa fascia superficialis dan corpus perineale. Ke lateral,


lapisan-lapisan fascia melekat pada arcus pubis. Ruang tertutuP
yang terletak di antara iapisan superficialis dan profuqda dikenal
sebagai spatium profundum perinei. (Gambar 23-5).

PERSALINAN

805

melekatnya, misalnya ligamentum pubovesicale dan ligamentum


sacrocervicale.

Peritoneum Pelvicum

lsi Spatium Profundum Perinei


Spatium profundum perinei (Gambar 23-5) berisi sebagian
urethra; sebagian vagina; sphincter urethrae yang ditembus oleh
urethra dan vagina; Musculus transversus perinei profundus; vasa
pudenda interna beserta cabang-cabangnya; dan nervus dorsalis
clitoridis.
Urethra dan vagina masing-masing diuraikan pada halaman
806 dan 819.

Peritoneum parietalis meliputi dinding-dinding pelvis dan melipat

pada viscera pelvis, untuk kemudian melanjutkan diri sebagai


peritoneum visceralis (Gambar 23-6). Untuk keterangan yang lebih
rinci, lihat halaman 822.

Organa Genitalia Feminina

Sphincter urethrae diuraikan pada halaman 765' Arteri dan


Vena pudenda interna serta nervus dorsalis clitoridis mempunyai
susunan yang sama seperti struktur yang sama pada laki-laki.

Ringkasan

dari otot-otot perineum, persarafannya, dan

fungsinya dijelaskan pada Tabel 13-8.

Fascia Pelvis

Sistem reproduksi perempuan

terdiri atas organa genitalia extern4

sepasang ovarium, sepasang tuba uterine, uterus, dan vagina.

Organa Genitalia Externa

Organa genitalia externa termasuk mons pubis (kulit berambut di


depan pubis) (Garnbar 23-7),labium majus, labium minus, clitoris,
dan glandula vestibularis major (glandula Bartholini).

Fascia pelvis dibentuk oleh jaringan ikat dan dilaniutkan ke atas


sebagai fascia yang membatasi dinding abdomen' Di bawah, fascia
berlanjut sebagai fascia perinei. Fascia pelvis dapat dibagi menjadi
fascia pelvis parietalis dan fascia pelvis visceralis.

Fascia Pelvis Parietalis

Fascia pelvis parietalis melapisi dinding pelvis dan diberi nama


sesuai dengan otot yang dilapisinya. Misalnya, di atas musculus
obturator internus fascia ini tebal dan kuat darr disebut fascia

obturator internus (Gambar 23-5). Di atas musculus ievator ani


dan musculus coccygeus, fascia membentuk fascia levator ani dan
fascia coccygeus, atau secara singkat disebut sebagai lapisan fascia
superior diaphragmatis pelvis.

Di tempat di mana diaphragma pelvis terbuka di sebelah


depary fascia pelvis parietalis akan berialan melewati lubang
tersebut beserta dengan fascia yang meliputi permukaan inferior
diaphragma pelvis di dalam perineum. Pada banyak tempat di
mana fascia parietalis berhubungan dengan tulang, fascia ini akan
bersatu dengan periosteum.

Di bawah perineum, di mana fascia pelvis parietalis menutupi


musculus sphincter urethrae dan membrana perinealis, fascia ini
dikenal sebagai lapisan perinealis fascia pelvis parietalis; berarti
fascia ini membentuk fascia superior diaphragmatis urogenitalis.

Fascia PelvisVisceralis

Fascia pelvis visceralis adalah selapis jaringan ikat jarang yang


meliputi dan menyokong semua viscera pelvis. Di tempat di mana
viscus utama berhubungan dengan dinding pelvis, fascia pelvis

Labium Majus
Labium majus merupakan lipatan kulit menonjol yang terbentang
dari mons pubis untuk bersatu di posterior pada garis tengah
(Gambar 23-7).Labfum majus berisi lemak dan pada permukaan
luarnya ditutupi oleh rambut. (Labium majus homolog dengan
scrotum pada laki-laki).

Labium Minus
Labium minus merupakan dua lipatan kulit kecil tidak berambut,
terletak di antara labium majus (Gambar 23-7). Ujung posteriornS'a
bersatu membentuk lipatan tajam, frenulum labiorum.
Ke anterior labium minus terpisah untuk meiiputi clitoris,
membentuk preputium di anterior dan frenulum di posterior
(Gambar 23-7).
Vestibulum Vaginae

Vestibulum vaginae adalah ruang di antara labium minus. Pada


puncak vestibulum terdapat clitoris dan pada basisnya terdapat
muara urethra, vagina, dan ductus glandula vestibularis major
(Gambar 23-7).

Clitoris
Lokasi dan Deskripsi

Clitoris, yang mirip dengan penis pada laki-laki, terletak di anterior


pada apex vestibulum (Gambar 23-7). Strukturnya sama dengan
penis. Glans clitoridis sebagian tedutup oleh preputium.

visceralis akanbersatu dengan fascia pelvis parietalis. Pada tempatRadix Clitoridis

tempat tertent4 fascia ini menebai dan membentuk ligamenta


fasciae, yang biasanya terbentang dari dinding pelvis sampai

Radix clitoridis terbentuk dari tiga masa jaringan erektil yang

ke viscus dan berfungsi sebagai penyokong tambahan pada alat


tersebut. Ligamenta ini biasanya dinamakan sesuai dengan tempat

disebut bulbus vestibuli dan crus clitoridis dextrum dan sinistrum


(Gambar 23-5 dan 23-8).

806

colon sigmoideum
lengkung ileum
peritoneum

cavum uteri
excavatio
uterovesicalis
vesrca
urinaria
cervtx

diaphragma urogenitale

''""'"

corpus perineale

Gambar 23-6 Potongan sagital pelvis perempuan.

Bulbus vestibuli sesuai dengan bulbus penis, tetapi karena


adanya vagina, bulbus vestibuli terbagi menjadi dua belahan
(Gambar 23-8). Bulbus vestibuli melekat pada permukaan
bawah diaphragma urogenitale dan diliputi oleh musculus
bulbospongiosus.
Crura clitoridis sesuai dengan crura penis dan di anterior
menjadi corpora cavernosa ciitoridis. Masing-masing tetap terpisah
dan diliputi oleh musculus ischiocavernosus (Gambar 23-B).
Corpus Clitoridis

Corpus clitoridis terdiri dari dua buah corpora cavernosa yang


diliputi oleh musculus ischiocavernosus. Corpus spongiosum
pada laki-laki diwakili oleh sedikit jaringan erektil yang terletak
dari bulbus vestibuli ke glans clitoridis.
Glans Clitoridis
Glans clitoridis merupakan jaringan erektil kecll yang menutupi

corpus clitoridis. Glans ini mempunyai banyak ujung serabut


sensorik. Sebagian glans clitoridis ditutupi oleh preputium
clitoridis.
Pendarahan, Aliran Limfe,

dan

Persarafan

Pendarahary aliran limfe dan persarafan clitoris mirip dengan


yang terdapat pada penis (lihat Bab 22)

Vestibulares Majores
(Glandula Bartholini)

G landulae

Glandulae vestibulares majores adalah sepasang kelenjar mucosa


kecil yang letaknya tertutup oleh bagian posterior bulbus vestibuli
dan labium majus (Gambar 23-5 dan23-8). Masing-masing glandula
mengalirkan sekretnya ke dalam vestibulum melalui saluran kecil
yang bermuara pada alur di antara hymen dan bagian posterior
labium minus (Gambar 23-7). Giandutae ini menghasilkan cairan
pelumas selama hubungan seksual.

Urethra

Urethra perempuan panjangnya kurang lebih 1,5 inci (3,8


cm). Urethra terbentang dari collum vesicae urinariae sampai
meatus urethrae extemus, di tempat urethra bermuara ke dalam
vestibulum kurang lebih 1 inci (2,5 cm) dibawah clitoris (Gambar
23-6 dan 23-8). Urethra menembus sphincter urethrae dan terletak
tepat di depan vagina. Di samping meatus urethrae externus
terdapat muara kecil dari ductus glandulae paraurethrales. Urethra
dapat dilebarkan dengan mudah.

PERINEUTA, ORGAN GENITALIA FEIAININA, DAN PERSATINAN

807

mons pubis

ductus glandulae
paraurethralis

frenulum clitoridis
orificium urethrae
hymen

vestibulum
ductus glandulae
vestibularis major

labium minus

labium majus

frenulum labiorum

)(ffi
vrC

Gambar 23-7 A, Vulva. Perhatikan perbedaan bentuk hymen pada gadis (B), perempuan yang pernah berhubungan seks (C),
dan perempuan multipara (D).

Glandulae Paraurethrales

Glandulae paraurethrales yang homolog dengan prostat pada laki-

laki bermuara ke dalam vestibulum melalui ductus-ductus kecil


pada kedua sisi orificium urethrae (Cambar 23-7).

OrificiumVaginae

Orificiumvaginae mempunyailipatan mucosa tipis disebuthymery


yang berlubang ditengahnya. Pendarahan ke hymen masuk pada
posisi pukul 4 dan B (informasi ini dapat membantu jika pasien
datang dengan perdarahan vaglna yang diakibatkan oleh robek
pada saat hubungan seksual).

Sementara setengah bagian bawah vagina terletak di dalam


perineum, setengah bagian atas terletak di atas dasar pelvis, dan
fornix posterior berhubungan dengan excavatio rectouterina
(cavum Douglasi) di dalam cavitas pedtonealis (Gambar 23-6).

Aliran LimfeVulva

Aliran limfe vulva, termasuk sepertiga bagian bawah

vagina

mengalir ke kelompok medial nodi inguinales superficiales.


Hubungan berbagai struktur vulva satu dengan yang lain serta
diaphragma urogenitale diperlihatkan dalam Gambar 23-8.

808

BAB 23

corpus clitoridts
glans clitoridis

crus clitoridis
orificum urethrae
bulbus vestibuli
M. ischiocavernosus
M. bulbospongiosus

lamina inferior fascia


diaphragmatis urogenitalis
(membrana perinealis)

glandula vestibularis
major
corpus perineale
M. transversus
perinei superficialis

M. gluteus maximus

sphincter ani externus

corpus anococcygeum

M. levator ani

Gambar 23-8 Radix dan corpus clitoridis beserta otot-otot perinealis.

Rangsangan seksual pada daerah ini, diperkuat dengan


impuls saraf aferen dari kelenjar mamma dan daerah lainnya.

Ereksi Glitoris
Rangsangan seksual menghasilkan pembesaran jaringan erektil di

dalam clitoris dengan cara yang sama dengan yang terjadi pada
lakilaki.

menimbulkan impuls sensorik klirnaks pada sisiem saraf pusat.


Kemudian impuls berjalan turun melalui medula spinalis mencapai
sistem saraf simpatik (T1-12).

lmpuls saraf yang berlalan ke organa genitalia diduga


meninggalkan medula spinalis dari segmen iumbal satu dan dua di

Orgasme pada Perempuan


Seperti pada laki-laki, rangsangan penglihatan, pendengaran,

dalam serabut-serabutpreganglioniksimpatik.

penciuman, perabaan, dan rangsangan psikis lainnya menimbulkan

lumbalis pertama dan kedua. Serabut lainnya mungkin bersinaps


di dalam ganglia truncus sympathicus bagian lumbal bawah atau
bagian pelvicus. Serabulserabut posganglionik kernudian menuju

intensitas rangsangan seksual. Selama proses ini dinding vagina


menjadi basah oleh lransudasi cairan dari tuniea mucosa yang

Kebanyakan serabut-

serabut ini bersinaps dengan neuron posganglionik di dalam ganglia

mengalami kongesti. Selairr itu, glandula vestibularis major pada

ke otot polos dinding vagina, yang akan berkontraksi secara ritmik.

orificium vaginae mengeluarkan cairan pelumas.

Selain itu, impuls saraf berjalan melalui nervus pudendus (S2, 3,


dan 4) untuk mencapai musculus buibospongiosus dan musculus

Bagian atas vagina yang terletak di rongga pelvis disarafi oleh


plexus hypogastricus dan hanya peka terhadap regangan. Daerah

ostium vaginae, labium minus, dan clitoris sangat peka ierhadap


rabaan dan disarafi oleh nervus iltoinguinalis dan nervus dorsalis
clitoridis.

ischiocavernosus, yang juga mengalami kontraksi ritnrik. pada


banyak perempuan, orgasme tunggal menimbulkan kepuasan
seksual, tetapi pada perempuan lainnya membutuhkan orgasme
berkali-kali unluk merasakan kepuasan.

PERINEUIA, OR6AN GENITALIA FEMININA, D,AN PERSAL/NAN

809

tuberculum genitale

lipatan genital

-+

tonjolan genital
urogenitalis
labium majus

Gambar 23-9 Perkembangan genitalia externa pada perempuan.

Pembentukan Genitalia Externa Perempuan


Pada awal perkembangan, mesenkim embrioniktumbuh di sekeliling

membrana cloaca dan menyebabkan ektoderm yang terdapat di


atasnya menonjol ke atas membentuk tiga tonjolan. Satu tonjolan
timbul di antara membrana cloaca dan funiculus umbilicaiis di garis

tengah dan disebut tuberculum genitale (Gambar 23-9). Kanan


dan kiri dari membrana, timbul tonjolan lain, disebut lipatan genital.
Pada usia 7 minggu, tuberculum genitale memanjang membentuk

glans clitoridis. Pars anterior membrana cloaca, membrana


urogenitalia, kemudian ruptur, sehingga sinus urogenitalis terbuka

ke permukaan. Sel-sel entoderm sinus urogenitalis berproliferasi


dan tumbuh ke arah radix phallus, membentuk lamina urethralis.
Semenlara itu, timbul sepasang tonjolan lateral sekunder, disebut

tonjolan genitalia, yang timbul lateral terhadap lipatan genital.


Pada stadium perkembangan ini, genitalia dari kedua jenis kelamin
identik.

Perubahan pada perempuan tidak seluas perubahan pada


laki-laki. Phailus mengecil dan membentuk clitoris (Gambar 23-9).
Lipatan genital tidak bersatu membentuk urethra seperti pada
laki-laki, tetapi berkembang menjadi labium minus. Labium majus
dibentuk oleh pembesaran tonjolan genital.

Bagian ligamentum latum yang terletak di antara perlekatan


mesovarium dan dinding lateral pelvis disebut ligamentum
suspensorium ovarii (Gambar 23-70).
Ligamentum ovarii proprium, yang merupakan sisa dari
bagian atas gubemaculum, menghubungkan pinggir lateral uterus
dengan ovarium (Gambar 23-10 dan 23-11).

Ovarium biasanya terletak di depan dinding lateral pelvis,


pada lekukan yang disebut fossa ovarica, dibatasi di atas oleh
arteria dan vena iliaca externa serta dibelakang oleh arteria dan
vena iliaca interna (Gambar 23-11). Walaupun demikiary letak
ovarium sangat bervariasi, dan sering ditemukan tergantung ke
bawah di dalam excavatio rectouterina (cavum Douglasi). Selama
kehamilan, uterus yang membesar menarik ovarium ke atas masuk
ke dalam rongga abdomen. Setelah persaiinan, waktu ligamentum
latum relaksasi, ovarium mengambil posisi yang bervariasi di
dalam pelvis.
Ovarium dikelilingi oleh capsula fibrosa tipis, disebut tunica
albuginea. Capsula ini di sebelah luarnya dibungkus oleh iapisan

peritoneum yang mengalami modifikasi disebut epitelium


germinativum. Istilah epitelium germinativum ini salah, karena
lapisan ini tidak menghasilkan ovum. Oogonia berkembang pada
masa janin dari sel benih primordial.
Sebelum pubertas permukaan ovarium 1iciry tetapi setelah
pubertas permukaan ovarium secara progresif berkerut-kerut,
sebagai akibat dari degenerasi corpus luteum yang terus menerus.
Setelah menopause ovarium akan menyusut dan permukaannya
beriubang{ubang dan berparut.

Organa Genitalia lnterna

Ovarium
Lokasi dan Deskripsi

Masing-masing ovarium berbentuk oval, berukuran 1',5 x 0,75


inci (4 x 2 cm), dan dilekatkan pada bagian belakang ligamentum
latum oleh mesovatium (Gambar 23-10).

Fungsi Ovarium
Ovarium merupakan organ yang berfungsi menghasilkan sel benih
perempuan, disebut ovum; dan hormon sex perempuan, oestrogen

dan progesteron, pada perempuan dewasa.

810

BAB 23

A. ovarica

tuba uterina
Iigamentum ovarii proprium

A. V. iliaca
externa

ligamentum latum

M. psoas

fundus

epoophoron

perlekatan
mesovarium

ovanum

peritoneum

membrana
obturatoria

A. uterina
l-(\ 1 .2

"ffi

M. obturator
internus

,r_,

fascia pelvis

fls,'N:

,,

- r ,l'rl

.>'.i.
A

i 'd-:

fascia M obturator internus

M. levator ani

tuba uterina

ovanum

mesovanum
ligamentum
teres uteri

ligamentum
latum

peritoneum
A. uterina

ureter

ramus vaginaiis

Gambar 23-10 A. Potongan coronal pelvls memperlihatkan uterus, ligamentum latum, dan ovarium dexter
dilihat dari
posterior. ovarium sinister dan sebagian tuba uterina sinistra dibuang. B. uterus dilihat
dari lateral. perhatikan struktur-struktur
yang terletak di dalam ligamentum latum. Perhatikan uterus terletak retroversi terhadap
bidang lumen vagina pada kedua
diagram,

Pendarahan

Aliran Limfe

Arteri

Pembuluh limfe ovarium mengikuti arteria ovarica dan mengalir_


kan limfenya ke nodi para-aortici, setinggi vertebra lumbalis I.

Arteria ovarica,berasal dari aorta abdominalis setinggi vertebra


lumbalis satu.
Vena

Persarafan

Vena ovarica dextra bermuara ke vena cava inferior sedangkan


vena ovarica sinistra bermuara vena renalis sinistra.

Persarafan ovarium berasal


perjalanan arteria ovarica.

dari plexus aorticus dan mengikuti

PER|NEUlvl, ORGAN GENITALIA FEMININA, DAN PERSAT/NAN

811

A. ilica interna
A. uterina
ureter
obturator internus

A. V. iliaca externa
ovarium
ligamentum ovarii proprium

tuba uterina
ligamentum teres uteri
M. levator ani

A. epigastrica inferior

fornix posterior
fornix anterior

Gambar 23-11 Setengah bagian kanan pelvis, memperlihatkan ovarium, tuba uterina, dan vagina.

Pendarahan, aliran limfe, dan persarafan ovarium berjalan


melalui apertura pelvis superior dan menyilang arteria dan vena
iliaca externa (Gambar 23-10). Pembuluh-pembuluh dan saraf
tersebut mencapai ovarium dengan melewati sisi lateral ligamentum latum yang dikenal dengan nama ligamentum suspensorium
ovarii. Pembuluh-pembuluh dan saraf akhimya masuk ke hilus
ovarii melalui mesovarium. (Bandingkan pendarahan dan aliran
limfe ovarium dengan testis).

Tuba Uterina
Lokasi dan Deskripsi

Kedua tuba uterina, masing-masing panjangnya sekitar 4 inci (10


cm) dan terletak pada pinggir atas ligamentum latum (Gambar
23-10 dan 23-11). Masing-masing tuba menghubungkan cavitas
peritonealis di regio ovarium dengan cavum uteri. Tuba uterina
terbagi menjadi empat bagian:

1. Infundibulum

Pembentukan Ovarium
Kromosom seks perempuan menyebabkan

tubae uterinae adalah ujung lateral tuba


uterina yang berbentuk corong dan menjorok ke luar
ligamentum latum dan terletak di atas ovarium. Ujung
bebasnya berbentuk tonjolan seperti jari-jari dikenal
sebagai fimbriae, yang melingkupl ovarium (Gambar 23-

.
rigi genital

pada

dinding posterior abdomen mensekresikan oestrogen. Terdapatnya

10 dan 23-14).

2. Ampulla tubae uterinae

oestrogen dan tidak adanya testosterone menginduksi pembentukan ovarium dan organ genitalia perempuan lainnya.

merupakan bagian tuba uterina

yang paling luas (Gambar 23-14).

3. Isthmus tubae uterinae merupakan

Tali pita seks yang terdapat di dalam rigi genital mengandung

bagian tuba uterina

yang paling sempit dan terletak tepat lateral terhadap

kelompok-kelompok sel-sel benih primordial. Kelompok-kelompok

uterus (Gambar 23-1,4).


Pars intramuralis merupakan segmen yang menembus
dinding uterus (Gambar 23-14).

ini pecah menjadi kelompok-kelompok sel iregular oleh sel-sel


mesenkim yang berproliferasi (Gambar 23-12). Sel-sel benih
berdiferensiasi menjadi oogonia, dan pada usia 3 bulan, sel-sel
ini mulai mengalami pembelahan mitosis di dalam cortex ovarii
membentuk oosit primer. Oosit primer dikelilingi oleh selapis sel

4.

yang berasal dari pita seks, disebul sel-sel granulosa. Dengan

Fungsi Tuba Uterina

demikian, folikel primer dibentuk, tetapi kemudan banyak yang

Tuba uterina menerima ovum dari ovarium dan merupakan


tempat terjadinya fertilisasi (biasanya di ampulla). Tuba uterina

berdegenerasi. Mesenkim yang mengelilingi folikel membeniuk


stroma ovarium. Hubungan ovarium dengan perkembangan tuba
uterina diperlihatkan dalam Gambar 23-13.

menyediakan makanan untuk ovum yang telah difertilisasi dan


membawanya ke dalam cavum uteri. Tuba uterina juga merupakan
saluran yang dilalui oleh spermatozoa untuk mencapai ovum.

812

BAB 23

epithel selom

-i'{;:;.lt:,

:r.l'* '

!;,i,'

tubulus mesonephros
rigi genital

l'i:

paramesonephros
pita seks

ngr

sel-sel kelamin primordial


folikel primordial
tubulus
mesonephros

-- '._ {

ovarium yang
sedang berkembang
-''

l'r'

gubernaculum

c
ductus
paramesonephros

ductus
mesonephros

ovarium yang sedang berkembang

Gambar 23-12 Pembentukan ovarium serta hubungannya dengan ductus mesonephros dan paramesonephros.

Pendarahan

Arteri

Arteria uterina berasal dari arteria iliaca interna dan arteria


ovarica berasal aorta abdominalis (Gambar 23-14) mendarahi tuba

uterina.
Veno

Pembentukan Tuba Uterina


Pada tahap awal perkembangan, ductus paramesonephros timbul
pada dinding posterior abdomen di sisi lateral mesonephros. Tuba

uterina pada masing-masing sisi dibentuk dari bagtan cranial


vertikal dan medial horizontal ductus paramesonephros (lihat

Vena mengikuti arteri.

Gambar 23-15). Tuba uterina memanjang dan menjadi berkelokkelok, terjadi diferensiasi otot dan tunica mucosa, pembentukan

Aliran Limfe

fimbriae, serta dapat diidentifikasi infundibulum, ampulla, dan


isthmus tubae uterinae.

Pembuluh limfe dari tuba uterina mengikuti arteri yang terkait


dan bermuara ke nodi iliaci interni dan paraaortici.

Uterus
Persarafan

Lokasi dan Deskripsi

Saraf-saraf simpatik dan parasimpatik dari plexus hypogastricus


inferior mensarafi tuba uterina.

Uterus merupakan organ berongga yang berbentuk buah pir dan


berdinding tebai. Pada orang dewasa muda nullipara, panjang

PERINEUTI, ORGAN GENITALIA FEIAININA, DAN PER5,4tlNAN

813

epoophoron

paroophoron
ductus Gartner

Gambar 23-13 Descensus ovarium dan hubungannya dengan tuba uterina dan uterus yang sedang berkembang.

infundibulum

cavum uten

ostium uteri
internum

A. uterina

portio supravaginalis
cervicis
portio vaginalis
cervicis

fornix lateralis
ostlum uteri
externum

Gambar 23-14 A. Bagian tuba uterina dan


uterus. B. Ostium externum cervix; (atas)
nullipara; (bawah) multipara. C. Uterus posisi
anteversi. D. Uterus posisi anteversi dan
antefleksi.

814

BAB 23

ostium
paramesonephros

horizontal

ductus mesonephros

A
ovarium yang
sedang berkembang

B
gabungan ujung bawah
ductus paramesonephros

sinus urogenitalis

ductus mesonephros

ligamentum latum

gabungan ductus paramesonephros

Gambar 23-15 Hubungan ductus mesonephros dan paramesonephros dengan ovarium yang sedang berkembang, A.
Penampang ovarium yang sedang berkembang. B. Ovarium dan ductus tampak anterior. C dan D, Ductus mesonephros dan
paramesonephros pada penampang pelvis. Perhatikan perkembangan ligamentum latum.

uterus 3 inci (8 cm), lebar 2 inci (5 cm), dan tebal 1 inci (2,5 cm).
Uterus dibagi atas fundus, corpus, dan cervix uteri (Gambar 23-

(Gambar 23-14). Rongga cervix, canalis cervicis, berhubungan

Fundus uteri merupakan bagian uterus yang terletak di atas

di dalam corpus uteri melalui ostium uteri


internum dan dengan vagina melalui ostium uteri externum.
Sebelum melahirkan anak pertama (nullipara), ostium uteri

muara tuba uterina.


Corpus uteri merupakan bagian uterus yang terletak di bawah
muara fuba uterina. Ke arah bawah corpus akan menyempit, yang
berlanjut sebagai cervix uteri. Cervix menembus dinding anterior

externum berbentuk lingkaran. Pada multipara, portio vaginalis


cervicis uteri lebih besar, dan ostium uteri extemum berbentuk
celah transversaf sehingga mempunyai labium anterius dan
labium posterius (Gambar 23-14).

14).

vagina dan dibagi menjadi portio supravaginalis dan portio


vaginalis cervicis uteri.
Cavum uteri berbentuk segitiga pada penampang bidang
coronaf tetapi pada penampang sagital hanya berbentuk celah

dengan rongga

Batas-Batas

Ke anterior: Corpus uteri ke anterior berhubungan dengan


excavatio vesicouterina dan facies superior vesicae (Gambar

PERINEIJI'A, ORGAN GENITALIA FEIAININA, DAN

23-6). Portio supravaginalis cervicis berhubungan dengan


facies superior vesicae. Portio pars vaginalis cervicis berhubungan dengan fornix anterior vaginae.
Ke posterior: Corpus uteri ke posterior berhubungan dengan
excavatio rectouterina (cavum Douglasi) beserta lengkung
ilium atau colon sigmoideum yang ada di rongga ini.

Ke lateral: Corpus uteri ke lateral berhubungan

dengan
ligamentum latum serta arteria dan vena uterina (Gambar 2310). Portio supravaginalis cervicis berhubungan dengan ureter
di tempat ureter berjalan ke depan untuk masuk ke vesica

urinaria. Portio vaginalis cervicis berhubungan dengan fornix


lateralis vaginae. Tuba uterina masuk pada sudut superolateral
uterus, dan ligamentum ovarii proprium serta ligamentum
teres uteri dilekatkan pada uterus sedikit di bawah tempat
ini.

PERSALINAN

815

Portio supravaginalis cervicis uteri dikelilingi oleh fascia


pelvis visceralis, yang pada daerah ini sering disebut sebagai
parametrium. Pada daerah ini arteria uterina disilang oleh ureter
disebelah kanan dan kiri cervix uteri.
Pendarahan

Arteri
Arteri utama vang mendarahi uterus adalah arteria uterina, sebuah
cabang dari arteria iliaca interna. Pembuluh ini mencapai uterus
dengan berjalan ke medial di basis ligamenti lati (Gambar 23-L0).
Arteria uterina menyilang di atas ureter tegak lurus dan mencapai
cervix setinggi ostium internum cervicis (Gambar 23-14). Arteri
kemudianberjalanke atas sepanjang pinggirlateraluterus di dalam
ligamentum latum dan akhimya beranastomosis dengan arteria
ovarica, yang juga mendarahi uterus. Arteria uterina memberikan
sebuah cabang kecil yang berjalan turun untuk mendarahi cervix
dan vagina.

Fungsi Uterus
Uterus berfungsi sebagai tempat untuk menerima, mempertahankan, dan memberi nutrisi ovum yang telah dibuahi.

Vena
Vena uterina mengikuti arteri dan bermuara ke dalam vena iliaca
interna.

Aliran Limfe
Posisi Uterus

Pada sebagian besar perempuan, sumbu panjang uterus


melengkung ke depan terhadap sumbu panjang vagina. Posisi
ini dinamakan anteversi uterus (Gambar 23-74). Selanjutnya,
sumbu panjang corpus uteri melengkung ke depan setinggi
ostium intemum uteri pada sumbu panjang cervix uteri. Posisi
ini dinamakan antefleksi uterus (Gambar 23-14). Jadi pada posisi
berdiri, dengan vesica urinaria dalam keadaan kosong, uterus
terletak hampir pada bidang horizontal.
Pada beberapa perempuary fundus dan corpus uteri melengkung ke belakang terhadap vagina, sehingga uterus terletak di
dalam excavatio rectouterina (car.'um Douglasi). Pada keadaan
ini, uterus dikatakan terletak retroversi. Bila corpus uteri juga
terletak melengkung ke belakang terhadap cervix uteri, posisi ini
dikatakan retrofleksi.

Pembuluh limfe dari fundus uteri menyertai arteria ovarica dan


mengalirkan limfe ke nodi paraaortici setinggi vertebra lumbalis
pertama. Pembuluh dari corpus dan cervix uteri bermuara ke nodi
iliaci interni dan externi. Beberapa pembuluh limfe mengikuti
ligamentum teres uteri di dalam canalis inguinalis dan mengalirkan
limfe ke nodi inguinales superficiales.
Persarafan

Saraf-saraf simpatik dan parasimpatik berasal

dari

plexus

hypogastricus inf erior.


Penyokong Uterus

Uterus terutama disokong oleh tonus musculus levator ani dan


kondensasi fascia pelvis yang membentuk tiga ligamentum
penting.

Struktur Uterus
Uterus diliputi oleh peritoneum, kecuali di bagian anterior dan
di bawah ostium internum, di tempat ini peritoneum berjalan ke
depan ke atas vesica urinaria. Di iateral, juga terdapat ruangan di
antara tempat lekat lapisan ligamentum 1atum.
Dinding otot, atau myometrium, berdinding tebal dan
dibentuk oleh otot polos yang disokong oleh jaringan ikat.
Tunica mucosa yang meliputi corpus uteri disebut
endometrium. Tunica ini melanjutkan diri ke atas sebagai tunica
mucosa yang meliputi tuba uterina dan ke bawah sebagai tunica
mucosa yang meliputi cervix. Endometrium langsung melekat
pada oto! sehingga tidak menpunyai lapisan submucosa. Dari
pubertas sampai menopause, endometrium mengalami banyak
perubahan selama siklus mentruasi karena bereaksi terhadap
hormon yang dikeluarkan ovarium.

Musculus Levotor Ani dan Corpus PerinLote


Origo dan insersi musculus levator ani diuraikan pada halaman
802. Otot ini membentuk lembaran iebar otot yang terbentang
di dasar cavitas pelvis, dan bersama dengan fascia pelvis yang
terdapat pada permukaan atasnya, menjadi penyokong efektif
viscera pelvis dan menahan tekanan dari intraabdominal berjalan
ke bawah melewati pelvis. Margo medialis pars anterior musculi

levatoris ani dilekatkan pada cervix uteri oleh fascia pelvis


(Cambar 23-16).
Sebagian serabut musculus levator ani mengadakan insersi
pada struktur fibromuskular yang dinamakan corpus perineale
(Gambar 23-6). Struktur ini penting untuk mempertahankan

keutuhan dasar pelvis. Bila corpus perineale rusak selama


persalinan dapat menyebabkan terjadinya prolapsus uteri. Corpqp;

816

BAB 23

peritoneum

lig. transversum cervicis

A. uterina

fornix lateralis

F$
!\'r

M. levator ani

M. obturator internus

fascia M. obturator
internus
membrana obturatoria

diaphragma urogenitale
vagina

Gambar 23-16 Potongan coronal pelvis memperlihatkan hubungan musculus levator ani dan ligamentum transversum cervicis
dengan uterus dan vagina. Perhatlkan bahwa ligamentum transversum cervicis dibentuk dari kondensasi fascia pelvis visceralis.

perineale terletak di dalam perineum di antara vagina dan canalis


analis. Corpus perineale digantungkan ke atas pada dinding pelvis

oleh musculus levator ani, dan dengan demikian menyokong


vagina, dan secara tidak langsung menvokong uterus.

Ligomentum Transversum Cervicis, Ligam entum Pubocervicole,


n Ligam e ntu m Socroce rvicole

Ligamentum Lotum

Ligamenfum latum dan ligamentr-rm teres uteri merupakan


struktr-rr yang longgar, dan uterus dapat tertarik ke atas atau
terdorong ke bawah untuk jarak yang cukup jauh sebelum kedua
ligamentum ini menjadi tegang. Di klinik, kedua ligamentum ini
kurang berperan dalam menyokong uterus.

d a

Ketiga ligamentum ini merupakan kondensasi subperitoneal fascia

pelvis pada permukaan atas musculus levator ani. Ligamentum


ini melekat pada cervix dan lekukan vagina, dan berperan penting
unfuk menyokong uterus dan mempertahankan cervix uteri dalam
prr:isi yang benar (Cambar 23-16 dan23-171.

Ligamentum Transversum cervicis (ligamentum Cardinale):

Ligamentum transversum cervicis merupakan kondensasi

<f

fibromuskular fascia pelvis yang berjalan menuju cervix dan


ujung atas vagina dari dinding lateral pelvis.
LigamentumPubocervicale:ligamentumpubocervicaleterdiri
atas dua jaringan ikat kuat yang berjalan menuju ke cervix dari
facies posterior os pubis. Ligamentum ini terletak di kanan
dan kiri collum vesicae urinariae, dan sebagian ligamentum
ini menyokong vesica urinaria (ligamentum pubovesicale).

) Ligamentum Sacrocervicale: ligamentum

Ligamentum teres uteri, yang merupakan sisa setengah bagian


bawah gubernaculum, terbentang dari sudut superolateral uterus,

melewati anuius inguinalis profundus, dan canalis inguinalis,


menuju ke jaringan subcutan labium majus (Gambar 23-11).
Ligamentum ini membantu mempertahankan uterus dalam posisi
anteversi (miring ke depan) dan antefleksi (melengkung ke depan),
tetapi sangat teregang selama kehamilan.

Uterus pada Anak-Anak

Fundus dan corpus uteri tetap kecil sampai pubertas, kemudian


membesar dengan cepat karena pengaruh hormon oestrogen yang
disekresi oleh ovarium.

sacrocervicale

terdiri atas dua pita fibromuskular kuat fascia pelvis yang


berjalan menuju ke cervix dan ujung atas vagina dari ujung
bawah sacrum. Ligamenfum ini membentuk dua rigi, masingmasing pada kanan dan kiri excavatio rectouterina (cavum
Douglasi).

Ligomentum leres Uteri

Uterus Setelah l'lenopause


Setelah menopause, uterus mengalami atrofi, menjadi kecil, dan
kurang vaskular. Perubahan ini terjadi karena ovarium tidak lagi
menghasilkan oestrogen dan progesteron.

PERINEUIA, ORGAN GENITALIA FEIilININA, DAN PERSALINAN

ligamentum transversum
cervicis

/
/

ligamentum sacrocervic

ligamentum
sacrocervicale

1*
Gambar

23-U

Ligamenta yang menyokong uterus. A. Dilihat dari bawah. B. Dilihat dari lateral. Ligamenta ini dibentuk dari

fascia pelvis visceralis.

Pembentukan Uterus
Uterus berasal dari gabungan bagian vertikal ductus paramesonephros (Gambar 23-19); tempat sudut gabungannya menjadi

lmplantasi Ovum yang Telah Difertilisasi di


Uterus
Blastokista sampai

ke uterus di antara hari keempat sampai

kubah cembung dan membentuk fundus uteri. Gabungan antara

kesembilan setelah ovulasi. Umumnya implanlasi terjadi di dalam

ductus pada mulanya tidak lengkap, terdapat septum di antara

endometrium corpus uteri, paling sering pada bailian atas dinding

lumennya. Kemudian, septum menghilang sehingga terbentuk satu

posterior dekat garis tengah (Gambar 23-20). Sebagai akibat kerja

rongga. Bagian atas rongga membenluk ruangan unluk corpus dan

enzim pada epithelium uterus oleh trophoblast mudigah, blastokista

cervix uteri. l\,4iometrium dibentuk dari mesenkim di sekitarnya.

terbenam di bawah permukaan epithelium dan menjadi tertanam di


dalam stroma uterus pada hari ke 11 atau 12.

818

BAB 23

Pembentukan Placenta

margo
costalis

Placenta adalah organ yang membawa respirasi, eksresi, dan


nutrisi untuk embrio, dan placenta selesai dibentuk dalam bulan
keempat. Pembentukan placenta merupakan proses yang rumit
dan pada dasarnya organ ini dibentuk oleh simbiosis ibu dan anak
dan terdiri dari pars fetalis dan pars maternalis.

Pars feiilis dibentuk sebagai berikut. Trophoblast menjadi

e-

umbilicus

stru ktu r yang sa ngat berkembang, dengan vi

ll i

yang terus mengerosi

dan penetrasi lebih dalam di dalam endometrium. Timbul ruang

7b

crista
iliaca

sG

besar tidak beraturan, drkenal sebagai lacunae, yang mulai terisi


dengan darah ibu. Pada pusat setiap villus terdapat jarinoan ikat
yang berisi pembuluh darah janin yang akhirnya beranastomosis

satu dengan yang lain dan bergabung membentuk funiculus


umbilicalis (Gambar 23-21).

4A

Pars maternalis berkembang sebagai berikut.

Dibawah

pengaruh progesteron yang pada awalnya disekresi oleh corpus


luteum dan kemudian oleh placenta sendiri, endometrium menladi

sangat tebal dan dikenal sebagai decidua. Banyak daerah


decidua yang mengalami pelubangan oleh invasi villi trophoblast
untuk membentuk spatium interuillum. Pembuluh darah maternal

terbuka ke dalam spatium sehingga dengan demikian permukaan


luar villi dari pars fetal placentae menjadi basah oleh darah yang

Gambar 23-18 Tinggi fundus uteri pada berbagai bulan kehamilan.

kaya oksigen (Gambar 23-2

).

tuba utenna
tuba uterina

lamina vaginae

sinovaginalis
fundus uteri
lamina vaginae

corpus uteri
cervix uteri

hymen
glandula vestibularis
labium minus
fornix lateralrs
vaginae

sinus urogenitalis
Gambar 23-19 Pembentukan tuba uterina, uterus, dan vagina.

PERINEUTA, ORGAN GENITALIAFETIININA,

DAN

PERSALINAN

819

kurang lebih 1 pon (500 gram). Pinggir placenta tipis, di tempat itu

decidua basalis

placenta berlanjut dengan membrana fetalis (Gambar 23-22).


Pinggir luar atau maternal, permukaan placenta bagian dalam

decidua capsularis

kasar pada palpasi, berwarna merah gelap, dan mengeluarkan


darah dari pembuluh darah maternal yang robek.

decidua parielalis

Pinggir dalam atau fetal, permukaannya halus dan mengkilap

cervix uteri

serta pinggirnya tingg oleh adanya vasa umbilicalis, yang menyebar

sumbat mucosa
cervicalis

dari perlekatan funiculus umbilicalis dekat pusat placenta.

Membrana fetalis (lihat Gambar 19-19 dan 19-20), yang


meliputi dan membungkus cairan amnion, berlanjut pada pinggir
placenta. l\rlembrana ini adalah amnion, chorion, dan se.jumlah
kecil decidua maternal yang melekat.

Vagina
Lokasi dan Deskripsi
Vagina adalah saluran otot yang terbentang ke atas dan belakang
dari vulva ke uterus (Gambar 23-6). Panjang vagina lebih kurang

inci (8 cm) dan mempunyai dinding anterior dan posterior, yang


dalam keadaan normal terletak berhadapan. Pada ujung atasnya
dinding anterior ditembus oleh cervix, yang menonjol ke bawah
dan belakang vagina. Perlu diingat bahwa setengah bagian atas
vagina terletak di atas dasar panggul dan setengah bagian bawah
terletak di dalam perineum (Gambar 23-6 dan 23-1.6). Daerah
lumen vagina yang mengelilingi cervix dibagi atas empat daerah
atau fornix: fornix anterior, posterior, lateralis dexter, dan lateralis
sinister. Orificum vaginae pada perempuan yang masih perawan
mempunyai selapis tipis lipatan mucosa disebut hymen, yang
mempunyai lubang ditengahnya. Setelah melahirkan biasanya
hymen hanya tinggal rumbai-rumbai.

decidua basalis

funiculus umbilicalis
bergabungnya decidua
capsularis dengan
decidua parietalis
cavum amnron
decidua capsularis

Batas-Batas

Gambar 23-20 Penampang sagital uterus memperlihatkan hasil


pembuahan yang berkembang di dalam cavum uteri. Ketiga daerah decidua
yang berbeda dapat dikenali. Pada usia 16 minggu, cavum uteri ditutup
oleh penyatuan decidua capsularis dengan decidua parietalis.

Pada bulan keempat kehamilan, placenta merupakan organ

yang telah berkembang baik. Dengan berlanjutnya kehamilan,


placenta menjadi lebih besar dan lebih tebal. Placenta melekat
pada sepertiga permukaan dalam uterus.

Ke anterior: Di atas vagina berdekatan dengan vesica urinaria


dan di bawah berdekatan dengan urethra (Cambar 23-6).
Ke posterior: Dua pertiga bagian atas vagina berdekatan
dengan excavatio rectouterina (cavum douglasi) dan sepertiga
bagian tengah dengan ampuila recti. Sepertiga bagian bawah
berdekatan dengan corpus perineale, yang memisahkan vagina
dari canalis analis (Gambar 23-6).
Ke lateral: Pada bagian atas, vagina berbatasan dengan ureter;
bagian tengah berbatasan dengan serabut-serabut anterior
musculus levator ani, pada waktu serabut serabut iniberjalanke
belakang menuju corpus perineale dan melengkung di sekitar
junctura anorectalis (Gambar 23-10 dan 23-16). Kontraksi
serabut musculus levator ani menekan dinding vagina satu
dengan yang lain. Pada bagian bawah, vagina berbatasan
dengan diaphragma urogenitale dan bulbus vestibuli.

Pada persalinan, beberapa menit setelah bayi lahir, placenfa


lepas dari dinding uterus dan dikeluarkan dari cavum uleri sebagai

akibat dari koniraksi otot uterus. Garis pemisahan terjadi pada


lamina spongiosa decidua (Gambar 23-21).

Fungsi Vagina

Penampilan Umum Placenta Saat Lahir

Vagina tidak hanya sebagai saluran kelamin pada perempuan,

Pada kehamilan cukup umur, placenta mempunyai konsistensi

tetapi juga merupakan saluran ekskresi untuk menstruasi dan

seperti spons. Placenta pipih dan melingkar, dengan diameter lebih

membentuk sebagian dari jalan lahir.

kurang 8 inci (20 cm) dengan tebal sekitar 1 inci (2.5 cm), dan berat

820

BAB 23

: .,

l..ri.
. lamina

KOTILEDON

''; .r' ..."] :: .

lamina spiongiosa
.,,

','.

<zona

Aa.uterinae

basalis

. ii.

:',

, :l'..-

pemis

amnton

ruang antarvillus terisi


dengan darah ibu

sitotrofoblas

V umbilicalis

Aa. umbilicales
funiculus umbilicalis

Gambar 23-21 Potongan melalui placenta memperlihatkan pars maternalis (afas) dan pars fetalis (bawah). Perhatikan pars
maternalis terbagi menjadi lamina basalis, lamina spongiosa, dan lamina compacta. Garis utuh tebal di dalam lamina spongiosa
menunjukkan tempat di mana terjadi pemisahan antara pars maternalis dan pars fetal placenta selama stadium ketiga
persalinan.

Pendarahan

Vena

Arteri

Venae vaginae membentuk sebuah plexus venosus


vagina dan bermuara ke vena iliaca interna.

Arteria vaginalis, cabang dari arteria iliaca interna dan ramus


vaginalis arteriae uterinae.

di sekeliling

PERINEUlvl, ORGAN GENITALIA FElvllNlNA, DAN PERS.AtlNAN

funiculus umbilicalis
(panjang 20 inci)

821

decidua basalis dibuang


untuk memperlihatkan villi
chorionic dan septa placenta
yang terdapat di bawahnya

kotiledon

Gambar 23-22 Placenta cukup umur terlihat dari facies fetal (A) dan dari facies maternal (B).

Aliran Limfe
Pembuluh limfe dari sepertiga bagian atas vagina bermuara ke
nodi iliaci externi dan interni, dari sepertiga bagian tengah vagina
ke nodi iliaci intemi, dan dari sepertiga bagian bawah vagina ke
nodr inguinales superficiales.

cervicale. Struktur-struktur ini dilekatkan ke dinding vagina


oleh fascia pelvis (Gambar 23-76 dan23-77).
Bagian lengah vagina disokong oleh diaphragma urogenitale
(Cambar 23-16).

Bagian bawah vagina, terutama dinding posterior disokong


oleh corpus perineale (Gambar 23-6).

Persarafan

Nervus yang mensarafi vagina berasal dari plexus hypogastricus


inferior.

Pembentukan Vagina
Penyokong Vagina

Bagian atas vagina disokong oleh musculus levator ani dan


ligamentum transversum cervicis, pubocervicale, dan sacro-

Vagina berkembanq dari dinding sinus urogenitalis (Gambar 231

9). Gabungan ujung bawah ductus paramesonephros membentuk

corpus dan cervix uteri, dan begitu ujung padat gabungan ductus

822

BA,B 23

mencapai dinding posterior sinus urogenitalis, timbul dua tonjolan

Epoophorory struktur vestigial yang terletak pada ligamentum


1atum di atas perlekatan mesovarium. Struktur ini merupakan
sisa dari mesonephros (Gambar 23-10).

keluar dari sinus, disebut bulbus sinovaginalis. Sel-sel bulbus


sinovaginalis berproliferasr dengan cepat dan membentuk lamina

Paroophoron juga merupakan struktur vestigial yang terletak


pada ligamentum latum tepat lateral terhadap uterus. Struktur
ini merupakan sisa dari mesonephros (Gambar 23-10).

vaginae. Lamina vaginae menebal dan meman.iang serta meluas


di sekeliling gabungan ujung padat ductus paramesonephros.
Kemudian, lamina mengalami kanalisasi seluruhnya dan fornix
vaginae terbentuk.

PENAMPANG ANATOMI

MELINTANG

Fascia PelvisVisceralis

PELVIS

Fascia pelvis visceralis diuraikan pada halaman 805. Fascia


ini menutupi dan menyokong viscera pelvis serta mengalami

kondensasi untuk membentuk ligamentum pubocervicale,


transversum cervicis, dan sacrocervicale (Gambar 23-17). Fascia
pelvis visceralis berjalan ke bawah melanjutkan diri dengan fascia
yang meliputi permukaan atas musculus levator ani dan musculus
coccygeus dan pada dinding pelvis melanjutkan diri dengan fascia
pelvis parietalis.

Untuk membantu mengintepretasikan CT scan pelvis, mahasiswa


sebaiknya mempelajari potongan melintang pelvis berlabel seperti
diperlihatkan pada Gambar 23-23 dan23-24.

ANATOMI RADIOGRAFI
PELV!S PERFMPUAN

Peritoneum

Peritoneum paling baik dipelajari dengan penelusuran di sekitar


pelvis pada bidang sagital (Gambar 23-6).
Peritoneum berjalan ke bawah dari dinding anterior abdomen
menuju ke facies superior vesica urinaria. Kemudian, peritoneum
berjalan langsung ke facies anterior uterus, setinggi ostium
internum. Sekarang peritoneum berjalan ke atas melewati facies
anterior corpus dan fundus uteri, kemudian turun ke bawah di atas
facies posterior uterus. Peritoneum terus ke bawah dan meliputi
bagian atas facies posterior vagina, di tempat ini peritoneum

membentuk dinding anterior excavatio rectouterina (cavum


Douglasi). Peritoneum kemudian melipat di depan rectum seperti

Gambaran radiografik tulang pelvis perempuan diperlihatkan


dalam Gambar 23-25 dan 23-26. Pemasrtkan sediaan yodium cair
melalui ostium externauterimemungkinkanlumencanalis cervicis,
cavum uteri, dan berbagai bagian tuba uterina dapat dilihat
(Gamb ar 23-27). Tindakan ini dikenal sebagai histerosalpingografi .
Utuhnya strutur-struktur ini dapat diketahui dengan masuknya
sebagian zat radiopak ke dalam cavitas peritonealis.
Sonogram pelvis perempuan memperlihatkan uterus dan
vagina (Gambar 23-28,23-29, dan 23-30).

ANATSM! PERHUKAAN

pada pria.
Pada perempuan, bagian paling bawah cavitas peritonealis
abdominopelvica pada posisi berdiri adalah excavatio rectouterina.

Ligamentum Latum
Ligamentum latum adalah lipatan ganda peritoneum yang
terbentang melewati cavitas pelvis dari pinggir lateral uterus ke
dinding lateral pelvis (Gambar 23-10). Ke arah superior, lipatan
ganda ini terus berlanjut dan membentuk ujung atas yang bebas. Ke

inferior, pada dasar ligamentum, lapisan memisahkan diri untuk


meliputi dasar pelvis. Ovarium melekat pada lapisan posterior
melalui mesovarium. Bagian ligamentum latum yang terletak
lateral terhadap perlekatan mesovarium membentuk ligamentum
suspensorium ovarii. Bagian ligamentum latum yang terletak di
antara tuba uterina dan mesovarium disebut mesosalpinx.
Pada basis ligamenti 1ati, arteria uterina menyilang ureter
(Gambar 23-10 dan23-76). Setiap ligamentum latum berisi:
l) Tuba uterina pada pinggir atas sisi bebasnya.
I Ligamentum ovarii proprium dan ligamentum teres uteri.
Kedua ligamenta ini merupakan sisa dari gubemaculum.

Penanda Tulang
Perineum, jika dilihat dari bawah dengan paha dalam keadaan
abduksi (Gambar 23-2), berbentuk wajik dan dibatasi ke anterior
oleh symphisis pubis, ke posterior oleh ujung os coccygis, dan ke
lateral oleh tuber ichiadicum.

Symphisis Pubis

Symphisis pubis adalah articulatio cartilaginosa yang terletak


di garis tengah di antara corpus ossis pubis (Gambar 23-31).
Symphisis teraba sebagai struktur padat di bawah kulit di garis
tengah pada ujung bawah dinding anterior abdomen.

Os Coccygis

Arteria dan vena uterina serta arteria dan vena ovarica,

inferior dan ujung os coccygis dapat diraba di celah antara


bokong kurang lebih 1 inci (2.5 cm) di belakang anus (Gambar

pembuluh limfe, dan nervus.

/J-Z).

Facies

PERINEUIA, ORGAN GENITALIA FEI'AININA, DAN PERSAL/NAN

anterior

823

sinistra

Gambar 23-23 A. Potongan melintang pelvis laki-laki dilihat dari atas. B. Potongan melintang pelvis perempuan dilihat dari
bawah.

Tuber lschiadicum

Tuber ischiadicum dapat diraba pada bagian bawah bokong


(Gambar 23-32). Pada posisi berdiri, tuberositas dilapisi oleh
musculus gluteus maximus. Pada posisi duduk, tuber ischiadicum
muncul dari bawah pinggir bawah musculus gluteus nraximus
dan menyokong berat badan.

Vulva
E

Mons Pubis

Mons pubis merupakan peninggian kuit yang bulat, berambut,


dan ditemukan di anterior pubis (Cambar 23-32). Rambut pubis

824

BAB 23

M. rectus abdominis

anterior

intestinum tenue

M. iliacus
ilium

M. psoas

dextra

ureter

sacrum

M. gluteus

posterior

foramina

sacralia

A. V. iliaca
externa

Gambar 23-24 CT-scan pelvis dengan barium meal dan pyelografi intravena. Perhatikan adanya materi
radiopak di dalam intestinum tenue dan ureter dexter. Potongan ini dilihat dari bawah.

Gambar 23-25 Radiografi anteroposterior pelvis perempuan dewasa.

PERINEUM, ORGAN GENITALIA FETAININA, D,AN PERSAL/N,AN

processus articular!s
crista iliaca

processus transversus
vertebrae lumbalis V

spina iliaca

anterior
superior

spina iliaca
anterior inferior

articulatio
sacroiliaca

acetabulum
foramina
sacralia
anteriora

collum femoris

trochanter major

ramus supeflor

ossis pubis

tuber
ischiadicum

obturatum

trochanter

garis Shenton

minor

Gambar 23-26 Penggambaran diagram radiografi pelvis pada Gambar 23-25.

825

826

BAB 23

anterior

Gambar 23-28 Sonogram longitudinal pelvis


perempuan memperlihatkan uterus, vagina, dan
vesica urinaria. (Atas izin Dr.M.C.Hill.)

anterior

posterior

Gambar 23-29 Sonogram transversal pelvis perempuan setelah kecelakaan lalu lintas, hepar mengalami laserasi dan darah mengalir masuk
kedalam cavitas peritonealis. Vesica urinaria (81), corpus uteri (lJ), dan ligamentum latum (panah putih) ditunjukkan. Perhatikan adanya darah
(daerah gelap) di dalam excavatio uterovesicalis (UVP) dan cavum Douglasi (PD). (Atas izin Dr. Leslie Scoutt.)

PERINEUAA, ORGAN GENITALIA FE/AININA, DAN PERSALINAN

Gambar23-30 Sonogram longitudinal uterus kehamilan 11 minggu memperlihatkan kantong kehamilan intrauteri
(panah hitam) dan rongga amnion (.4Q yang terisi cairan amnion; janin terlihat dalam potongan longitudinal dengan
kepala (H) dan coccygis (O dapat dilihat dengan jelas. Myometrium (M), uterus dapat diidentifikasi. (Atas izin Dr.
Leslie Scoutt.)

mons pubis
memperlihatkan
distribusi rambut
pubis pada
perempuan

spina iliaca
anterior
superior
tempat
ligamentum
inguinale

tuberculum
pubicum

Gambar 23-31 Pelvis perempuan berusia 29 tahun, dilihat dari depan

828

BAB 23

pada perempuan mempunyai pinggir superior horizontal yang


jelas, sedangkan pada laki-laki rambut pubis dapat meiuas ke atas
sampai ke umbilicus.

Labium Majus

OrificiumVaginae

Pada gadis orificium vaginae dilindungi oleh lipatan tipis mucosa


yang dinamakan hymer; vang berlubang ditengahnya (Gambar
23-7). Pada coitus pertama, hymen robek, biasanya di daerah

posterior atau posterolateral, dan setelah melahirkan hanya

Labium majus merupakan lipatan kulit lunak berambu! meluas


ke posterior dari mons pubis dan bersatu di posterior pada garis
tengah (Gambar 23-32).

beberapa bagian hymen yang tertinggal (Gambar 23-7).

Labium Minus

Dua buah lipatan kulit kecil lunak tidak berambut terletak


di antara labium majus (Gambar 23-32). Ujung posteriornya
bersatu membentuk lipatan tajam, frenulum labiorum pudendi.

Di anterior, labium minus terpisah untuk menutupi clitoris,


membentuk preputium di anterior dan frenulum di posterior
(Gambar 23-32).

Muara-Muara Ductus Glandulae


Vestibularis Major (Glandula
Bartholini)

Terdapat beberapa lubang kecil pada setiap sisi pada alur di antara
hymen dan bagian posterior labium minus (Garnbar 23-7).

Clitoris

Clitoris terletak pada apex anterior vestibulum vaginae (Gambar


23-7 dan23-32). Glans clitoridis sebagian tertutup oleh preputium.

Vestibulum

Vestibulum merupakan daerah lunak berbentuk segitiga yang


dibatasi di sebelah lateral oleh labium minus, dengan clitoris pada
apexnya dan frenulum pada basisnya (Gambar 23-7).

Meatus Urethrae Externus

Urethra bermuara ke dalam vestibulum pada meatus externus.


Meatus ini kurang lebih 1 inci (2.5 cm) di bawah clitoris (Gambar
23-32).

mons pubis

rambut pubis

labium majus

labium minus

orificium vaginae

frenulum
-.ri

:-ir,il

tempat tubei.;
ischiadicr-rqr

Gambar 23-32 Perineum perempuan usia 25 tahun, tampak inferior. A. Dengan kedua labia.

PERINEUIA, ORGAN GENITALIA FETAININA,, DAN PERSALINAN

829

F,r;'

lrl

.i.
,f

preputium
clitoridis

labium majus
meatus
ureihrae
externus

labium minus

frenu.lum

dinding anterior
vagina
pertemuan
labium majus

Gambar 23-32 (Lanjutan) B. Dengan labium terbuka.

C.

Pertanyaan Filihan Ganda

Fossa ovarica dibatasi di sebelah atas oleh arteria dan vena

iliaca externa dan di belakang oleh arteria dan vena iliaca


Pilihlah satu jawaban yang PALING

1.

interna.

TEPAT.

D. Arteria ovarica sinistra merupakan

Semua pernyataan di bawah ini benar untuk uterus, kecuali:

A.

Fundus uteri adalah bagian uterus yang terletak di atas


muara fuba uterina.

B. Sumbu panjang uterus biasanya menekuk ke

depan

terhadap sumbu panjang vagina (anteversi).

C.
D.

Persarafan uterus berasal dari plexus hypogastricus


inferior.
Facies anterior cervicis diliputi seluruhnya oleh peritoneum.

E.
2.

Vena uterina bermuara ke vena iliaca intema.

Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk ovarium,


kecuali:
A. Cairan limfenya dialirkan ke nodi paraaortici (lumbalis)
setinggi vertebra lumbalis pertama.
B. Ligamentum ovarii proprium terbentang dari ovarium
sampai ujung atas dinding lateral pelvis.

cabang dari arteria

iliaca interna sinistra.

E.
3.

Nerr.'us obturatorius terletak lateral terhadap ovarium.

Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk vagina,


kecuali:
A. Daerah iumen vagina di sekitar cervix dibagi dalam 4

fomix.

B.
C.
D.
E.

Bagian atas vagina tidak dilapisi oleh peritoneum.


Corpus perineale terletak posterior dan menyokong bagian
bawah vagina.

Bagian atas vagina disokong oleh musculus levator ani


dan ligamentum transversum cervicis.
Dinding vagina menerima sebuah cabang dari arteria
uterina

830
4.

BAB 23

Pemyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk fascia pelvis


visceralis pada perempuan, kecuali:

A. Di daerah cervix uteri disebut parametrium.


B. Dianggap membentuk ligamentum pubocervicale, transversum cervicis, dan sacrocervicale uterus.
C. Menutupi musculus obturator internus.
D. Tidak dilanjutkan ke atas dengan fascia transversalis.
E.

C.
D.
E.

Fascia Collesi (lamina membranosa fascia superficialis)

Sphincter urethrae

Fascia pelvis parietalis yang menutupi facies superior


musculus sphincter urethrae.

Pertanyaan Melengkapi

Pada dinding lateral pelvis, bergabung dengan fascia


pelvis parietalis.

Pilih satu jawaban yang PALING TEPAT untuk melengkapi setiap


pernlataan.

5.

ini benar untuk pelvis, kecuali:


Os Ilium, os ischium, dan os pubis merupakan tulangtulang terpisah yang bersatu membentuk os coxae pada
usia 25 tahun.
Tipe platipeloid terdapat pada sekitar 2% perempuan.
Ukuran pelvis externa kurang penting dalam menentukan
apakah terdapat disproporsional di antara kepala janin
dan ukuran pintu atas panggul.
Pintu bawah panggul dibentuk di anterior oleh symphisis
pubis, di lateral oleh tuber ichiadicum dan ligamentum
sacrotuberosum, dan di posterior oleh os coccygis.
Sacrum lebih pendek, lebih lebar, dan lebih rata pada
perempuan dibandingkan dengan laki-laki.

Semua pemyataan di bawah

A.
B.
C.
D.
E.

Pernyataan-pemyataan di bawah ini benar untuk otot dan


fascia di dalam pelvis, kecuali:
A. Musculus levator ani disarafi oleh ramus perinealis nervi
sacralis [V dan dari ramus perinealis nervi pudendi.
B. Di dalam rongga pelvis, fascia terbagi atas lapisan
pa rietalis dan visceralis.

C. Musculus iliococrygeus berasal dari fascia


D.
E.
7.

musculus
obturator intemus yang menebal.
Diaphragma pelvis kuat dan tidak berlubang.
Lapisan visceral fascia pelvis membentuk ligamentum
penting yang membantu menyokong uterus.

Semua pemyataan

di bawah ini benar untuk

urethra

perempuan, kecuali:
A. Terletak tepat di anterior vagina.

B. Orificium
C.
D.
E.

urethrae externum terletak kira-kira 2 inci (5

cm) dari clitoris.


Panjangnya kira-kira 1,5 inci (3,75 cm).
Menembus diaphragma urogenitale.

Struktur-struktur berikut ini dapat diraba pada pemeriksaan

A.
B.
C.
D.
E.

kecuali:

E. Nodi presacrales.
11. Infeksi akut orificium vaginae umumnya menyebar via
pembuluh limfe ke:
A. Keiompok medial pars horizontal nodi inguinales
superficiales.

B. Nodi iliaci intemi.


C. Nodi iliaci intemi dan externi.
D. Kelompok vertikal nodi inguinales superficiales.
E. Bukan salah satu di atas.
12. Arteria ovarica sinistra berasal dari:
A. Arteria iliaca externa.
B. Arteria iliaca intema.
C. Arteria renalis sinistra.
D. Arteria mesenterica inferior.
E. Aorta abdominalis.
13. Vena ovarica dextra bermuara ke:
A. Vena iliaca interna dextra.
B. Vena cava inferior.
C. Vena mesenterica in{erior.

D.
E.

Berjalan lurus dan hanya dirasakan sedikit resistensi bila


kateter dimasukkan melalui sphincter urethrae.

vaginal,

10. Carcinoma cervix uteri umumnya menyebar lewat pembuluh


limfe ke:
A. Nodi iliaci extemi.
B. Nodi iliaci interni.
C. Nodi inguinales superficiales.
D. Nodi iliaci interni dan externi.

Colon sigmoideum
Ureter
Corpus Perineale

Vena iliaca extema dextra.


Vena renalis dextra.

14. Pada hampir kebanyakan perempuary posisi anatomi uterus


jika vesica urinaria kosong adalah:

A.
B.
C.
D.
E.

Retroversi.

Anteversi.
Antefleksi.
Anteversi dan antefleksi.
Retrofleksi.

Spina ischiadica
Linea iliopectinea

Diaphragma urogenitale dibentuk oleh struktur di bawah ini,


kecuali:
A. Musculus transversus perinea profundus
B. Membrana perinei

15. Uterus mendapat pendarahan dari:


A. Arteria vesicalis super.ior
B. Arteria rectalis media
C. Arteria ovarica
D. Arteria uterina
E. Arteria uterina dan ovarica

PERINEIJMI,ORGANGENITALIAFEAAININA,DANPERSALINAN 831

D.

Pada perempuan dengan kanker ovarium, sebaiknya memeriksa:

A. Cavitas peritonealis untuk mencari adanya

cairan

E.

(ascites).

B.
C.
D.
E.

Nodi inguinales superficiales.


Nodi paraaortici setinggi vertebra lumbalis Pertama.
Nodi iliaci externi.
Nodi paraaortici dan bukti adanya cairan peritoneum

21. Proses orgasme pada perempuan tergantung sebagian pada:


A. Kontraksi otot polos di dinding vagina sebagai respon
terhadap aktivitas persarafan parasimpatik.

B. Kontraksi musculus bulbospongiosus sebagai respon

berlebihan (ascites).
17. Excavatio rectouterina (cavum Douglasi) dapat dengan mudah
dicapai dengan insisi melalui:
A. Fonix posterior vaginae.
B. Fomix anterior vaginae.
C. Dinding anterior rectum.
D. Fornix lateral vaginae.
E. Dinding posterior cavum corporis uterii.
18. Apertura pelvis inferior dibatasi ke posterior oleh os coccygis,
ke lateral oleh ligamentum sacrotuberosum dan .... ......... . . ....,
dan ke anterior oleh arcus pubis.

A.
B.
C.
D.
E.

spina ischiadica

Musculus piriformis
tuber ischiadicum
membrana perinei
foramen obfuratorium

terhadap serabut saraf simpatik.


ischiocavemosus sebagai jawaban
terhadap aktivitas nervus pudendus.
Stimulasi clitoris, yang disarafi oleh nervus obfuratorius
Stimulasi labium minus, yari9 disarafi oleh nervus
obfuratorius.

C. Kontraksi musculus
D.
E.

22. Excavatio rectouterina (cavum Douglasi):


A. Dibentuk oleh fascia pelvis parietalis.
B. Umumnya berisi lengkung jeiunum.
C. Terletak anterior terhadap vagina.
D. Terletak posterior terhadap fornix vaginae dan corpus
uteri.
E. Bukan bagian cavitas peritonealis perempuan yang paling
rendah pada saat berdiri.

Pertanyaan Pilihan Ganda

19. Diaphragma pelvis dibentuk oleh ...,............... dan musculus


coccygeus serta fascia yang menutupinya.

A. piriformis
B. levator ani
C. Musculus transversus
D. membrana perinei
E. sphincter urethrae

Menyebabkan kepala bayi berputar sehingga diameter


fronto-occipital menjadi terletak anteroposterior dengan
os frontale terletak posterior.
Menghambat proses melahirkan.

Pilihlah satu jawaban yang PALING

TEPAT.

23. Struktur yarrg menyokong uterus,secara langsung atau tidak


langsung, dilakukan oleh struktur berikut ini, kecuali:

A.
B.
C.
D.
E.

perinei profundus

20. Pada stadium dua persalinan, bentuk corong dari dasar pelvis

Corpus perineale
Mesosalphirrx

Ligamentum transversum cervicis (cardinale)


Musculus Ievator ani
Ligamentumpubocervicale

cenderung:

A.
B.
C.

Menjadi rata.
Menyebabkan kepala bayi berputar sehingga diameter
fronto-occipital menjadi terletak dalam posisi melintang.
Menyebabkan kepala bayi berputar sehingga diameter
fronto-occipital menjadi terletak anteropostedor dengan
os occipitale terletak posterior.

1. D yang tidak benar. Permukaan antedor cervix

24. Ligamentum latum berisi struktur di bawah ini, kecuali:


A. Ligamentum ovarii proprium
B. Arteria uterina
' C. Ligamentum teres uteri
D. Tuba uterina
E. Ureter

terletak
berhubungan langsung dengan permukaan posterior vesica
urinaria, dan tidak ada peritoneum yang memisahkan kedua
struktur ini (Gambar 23-6).

J.

2. D yang tidak benar. Arteria ovarica dextra dan sinistra

4.

merupakan cabang dari aorta abdominalis setinggi vertebra


lumbalis pertama.

B yang tidak benar. Sepertiga bagian atas dinding posterior

vagina ditutupi oleh peritoneum (Gambar 23-6) dan


dihubungkan dengan excavatio rectouterina (cal'um
Douglasi).
C yang tidak benar. Musculus obturator intemus

ditutupi oleh

lapisan parietalis fascia pelvis dan disebut fascia obturatoria


intema (Gambar23-5).

832

BAB23

5. A y*g tidak

benar. Pada pubertas, tiga tulang terpisa[ os


ilium, os ischium, dan os pubis bergabung menjadi satu

15.

E yang benar. Uterus mendapat

pendarahan dari arteria

uterina dan ovarica (Gamb ar 23-74).

membentuk os coxae, yang besar dan irregular

5. D

yang tidak benar. Diaphragma pelvis merupakan corong


lapisan muscular dibentuk oleh musculus levator ani dan
musculus coccygeus beserta fascia yang menutupinya.
Fungsi diaphragma pelvis untuk menyokong viscera pelvis.
Diaphragma pelvis tidak utuh di anterior, membentuk lubang
untuk lewatnya urethra pada laki-laki dan urethra dan vagina
pada perempuan (Gambar 23-4).

15. E yang benar. Perempuan dengan kanker ovarium, sebaiknya


dilakukan pemeriksaan nodi paraaortici dan mencari tandatanda adanya cairan peritoneal yang berlebihan (ascites).
17. A.yangbenar. Excavatio rectouterina (cavum Douglasi) dapat

diinsisi dengan mudah melalui fornix posterior

18.

7.

B yang tidak benar. Urethra perempuan bermuara ke dalam


vestibulum pada meatus urethrae externus kurang lebih satu
incl (2.5 cm) di bawah clitoris (Gambar 23-32).

8. E y*g tidak benar. Linea iliopectinea terletak pada


pinggir pintu masuk pelvis dan tidak dapat diperiksa pada

19. B yang benar. Diaphragma pelvis dibentuk oleh musculus


levator ani dan coccygeus beserta fascia yang menufupinya
(Gambar 23-4).

C yang tidak benar. Fascia Collesi (iamina membranosa fascia

superficialis) tidak membentuk diaphragma urogenitale;


fascia ini sangat superficial dan terletak tepat di bawah kulit

20. D yang benar. Pada stadium dua persalinary bentuk corong


dari dasar pelvis cendrung menyebabkan perputaran kepala

bayi sehingga diameter fronto-occipital menjadi

(Gambar 23-5).

terletak

anteroposterior dengan os frontale terletak posterior.

10. D yang benar. Carcinoma cervicis uteri umumnya menyebar


melewati pembuluh limfe ke nodi iliaci intemi dan extemi.
L1.

C yang benar. Disebelah posterior pada apertura pelvis


inferior dibatasi oleh coccygis, di lateral oleh ligamentum
sacrofuberosum dan fuber ischiadicum, dan di anterior oleh
arcus pubis (Gambar 23-2).

pemeriksaan vagina.

9.

vaginae

(Gambar 23-6).

A yang benar. Infeksi akut orificium vaginae umumnya


menyebar via pembuluh limfe ke kelompok medial nodi
inguinales superfi ciales.

21. C yang benar. Proses orgasme pada perempuan tergantung


pada kontraksi sebagian musculus ischiocavernosus sebagai
jawaban terhadap aktivitas nervus pudendus.
22.

D yang benar. Excavatio rectouterina (car,'um Douglasi)


terletak dibelakang fornix posterior vaginae dan corpus uteri
(Gambar 23-6).

12. E yang, benar. Arteria ovarica dextra dan sinistra berasal dari
aorta abdominalis.
13. B yang benar. Vena ovarica dextra bermuara ke vena cava

inferior (vena ovarica sinistra bermuara ke vena

renalis

sinistra).

14.

D yang benar. Pada kebanyakan wanita, posisi anatomi


uterus pada saat vesica urinaria kosong adalah anteversi dan
antefleksi (Gambar 23-14).

23. B yang tidak benar. Mesosalphinx merupakan area ligamentum


latum di antara tuba uterina dan perlekatan mesovarium.
Tidak menyokong uterus.
24. Eyang tidak benar. Ureter berjalan ke depan irrferior terhadap
ligamentum latum (Gambar 23-10).

I .l;,:

i.

.:,.

lr

833

4,

834

Glandulae
Endocrinae

GLANDULAE ENDOCRINAE

Catatan Fisiologi: Mempertahankan Homeostasis


Anatomi Dasar
Glandutae Endocrinae di Kepata dan Leher
Gtanduta Pituitaria (Hypophysis Cerebri)

Catatan Fisiologi: Fungsi Glandula Pituitaria

836
g36
836
836
837

Glanduta Pineatis

Catatan Fisiologi: Fungsi Glandula Pinealis


Catatan Embriologi: Pembentukan Glandula Pinealis
Glanduta Thyoidea

Catatan Fisiologi: Fungsi Glandula Thyroidea

837
837
837
g39
g39
g4S

Catatan Embriologi: Pembentukan Glandula


Thyroidea
Gtanduta Parathyroidea

Catatan Fisiologi: Fungsi Glandula Parathyroidea


Catatan Embriologi: Pembentukan Glandula
Parathyroidea
Glandulae Endocrinae di Dalam Thorax
Thymus

Catatan Fisiologi: Fungsi Glandulae Suprarenales

849
849

850

CatatanEmbriologi:PembentukanGlandulae
Suprarenales

850
851

Catatan Fisiologi: Fungsi lnsulae Pancreaticae


Langerhans

Catatan Embriologi: Pembentukan lnsulae


Pancreaticae Langerhans
Set-Sel lnterstisial Testis

Catatan Fisiologi: Fungsi Sel-Sel lnterstisial Testis

852
853
8s3

853

Catatan Embriologi: Pembentukan Sel-Sel

lnterstisial Testis
Ovarium

854
854

Catatan Fisiologi: Fungsi Hormon Ovarium

855

Catatan Embriologi: Pembentukan Ovarium

855

Ptacenta

855

Catatan Fisiologi: Fungsi Hormon Placenta

855

Catatan Embriologi: Pembentukan Placenta

857

Catatan Fisiologi: Fungsi Thymus

Pertanyaan

857

Catatan Embriologi: Pembentukan Thymus

Jawaban dan Penjelasan

8s8

Gtandutae Suprarenates

lnsulae Pancreaticae Langerhans

Catatan Embriologi: Pembentukan Glandula

Pituitaria

Glandutae Endocrinae pada Abdomen dan Pelvis

835

istem endokrin disusun oleh beberapa kelenjar (glandula) (Cambar


Zc-l):glandula pituitaria (Hypophysis), glandula pinealis, glandula

Profesional medis membutuhkan pengetahuan dasar akan

thyroidea, glandula thymus, glandulae parathyroideae, glandulae


suprarenales, insulae pancreaticae Langerhans, testis, ovarium, dan

struktur dan fungsi sistem endokrin agar dapat menerapkan fisiologi


dan terapi hormon dalam praktek sehari-hari. Lagi pula, harus diingat
bahwa penyakit dapat mengenai lebih dari satu glandula endocrine

placenta jika ada. Tambahan Iagi, terdapat kelompok-kelompok sel

pada waktu yang sama pada seorang pasien, keadaan

yang membentuk sebagian kecil dari sistem tetapi tidak termasuk


dalam bab ini: sel-sel gastroenteroendokrin, sel-sel renalis, dan selsel terlentu di dalam pulmo yang menyimpan dan mensekresikan

sebagai neoplasia multiple endocrin. Juga harus diingat bahwa


pasien dengan penyakit keganasan stadium lanjut kadang-kadang
menghasilkan hormon yang tidak berasal dari .jaringan yang sama
dengan asal tumor (sindrom paraneoplastik).
Bab ini menguraikan mengenai anatomi sistem endokrin dan
memberikan sedikit ulasan mengenai berbagai tipe hormon yang

amina.

Clandulae endocrinae tidak mempunyai ductus dan terdiri


atas massa sel yang didarahi oleh banyak pembuluh darah, yang
mengalirkan sekretnya langsung ke dalam aliran darah.

dihasilkan oleh berbagai kelenlar.

ini dikenal

836
,+**,1"+ul, rrli",li

l"i

ili,fh,j'

,,,IEtr..?i

Mempertahankan Homeostasis
Sistem saraf otonom dan sistem endokrin bekerja sama dalam
mengatur aktivitas berbagai organ dan jaringan tubuh untuk mempertahankan homeostasis. Sistem saraf otonom menggunakan
impuls saraf dan melepaskan zat neurotransmiter pada ujung saraf

untuk mendapatkan respons yang cepat dan setempat. Sistem

endokrin menggunakan respons yang lebih lambat dan lebih


merata dengan mensintesa dan mengeluarkan zal-zat kimia ke
dalam darah yang disebut hormon. Struktur spesifik yang bekerja
atas pengaruh hormon disebut organ target. Aktivitas sistem saraf

otonom dan sistem endokrin diintegrasikan dan dikoordtnasikan


oleh hypothalamus.

Glandulae Endocrinae
di Kepala dan Leher

Glandula Pituitaria (Hypophysis


Cerebri)

Lokasi dan Deskripsi


Glandula pituitaria adalah struktur kecil dan oval yang dilekatkan
pada permukaan bawah otak oleh infundibulum (Garnba.r 24-2
dan 24-3). Selama kehamilan, ukurarmya bertambah besar dua
kali. Glandula ini dilindungi dengan baik karena letaknya yang
menguntungkan di dalam sella turcica ossis sphenoidalis. Karena

/l

,/\\

l_v

glandula pinealis

glandula pituitaria

.ffi:
oa
glandula thyroidea
dan parathyroidea

sel-sel theca interna


dan corpus luteum
ovarii

Gambar 24-1 Lokasi kelenjar sistem endokrin.

GUNDUUE

hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini mempengaruhi aktivitas


banyak kelenjar lain, hypophysis cerebri sering disebut sebagai
glandula endocrine utama. Karena alasan ini, glandula pituitaria
penting untuk kehidupan.

Pembentukan Glandula Pituitaria


Glandula pituitaria berkembang dari dua sumber: diverticulum
kecil ektodermal (kantong Rathke), yang berkembang ke
superior dari atap stomodeum tepat anterior terhadap membrana buccopharyngealis, dan diverticulum kecil ektodermal
(intundibulum), yang tumbuh ke inferior dari lantai diencephalon

Glandula pituitaria terbagi menjadi lobus anterior atau


adenohypophysis dan lobus posterior atau neurohypophysis.
Lobus anterior terbagi dua atas pars anterior (kadang-kadang
disebut pars distalis) yang mungkin dipisahkan oleh sebuah
celah yang merupakan sisa dari kantong embrional dengan
pars intermedia. Sebuah tonjolan dari pars anterior, yaitu pars

cerebri.

Selama perkembangan bulan kedua, kantong Rathke

tuberalis, meluas ke atas sepanjang facies anterior dan lateralis


tangkai pituitari (Gambar 24-4).

berhubungan langsung dengan facies anterior infundibulum, dan


hubungannya dengan epithelium oral memanjang, menyempit,

dan akhirnya menghilang (Gambar 24-8). Sekarang

kantong

Rathke berbentuk vesicula yang berbentuk pipih di sekitar facies

Batas-Batas

anterior dan lateral infundibulum. Sel-sel dinding anterior vesicula


berprbliferasi dan membentuk pars anterior glandulae pituitariae;

a Ke anterior: Sinus sphenoidaiis.


I Ke posterior: Dorsum sellae, arteria basilaris, dan pons.
I Ke superior: Diaphragma sellae, yang mempunyai apertura
I
a

837

ENDOCRINAE

dari pars superior vesicula terdapat

pengembangan selular

yang tumbuh ke superior dan di sekitar tangkai infundibulum,


membentuk pars tuberalis. Sel-sel dinding posterior vesicula
tidak berkembang dengan ekstensif, sel-sel ini membentuk pars

centralis sebagai tempat lewatnya infundibulum. Diaphragma


sellae memisahkan lobus anterior dari chiasma opticum.
Ke inferior: Corpus sphenoidalis, dengan sinus sphenoidalis.
Ke lateral: Sinus cavernosus dan isinya.

intermedia" Kemudian beberapa sel bermigrasi ke anterior ke


dalam pars anterior. Rongga vesicula menyempit membentuk
celah sempit, yang dapat menghilang seluruhnya. Sementara itu
infundibulum berdiferensiasi menjadi tangkai dan pars nervosa

Pendarahan

glandulae pituitariae (Gambar 24-8).

Arteri yang mendarahinya berasal dari arteria hypophysialis


superior dan inferior, cabang dari arteria carotis interna (Gambar
24-4). Yenanya bermuara ke dalam sinus intetcavernosus. Perhati-

kan pentingnya sistem portal hipofisis yang terbentang dari


eminentia mediana ke lobus anterior pituitarii serta membawa
r el easing

dan

r eleas

e-inhibitin g hormon.

Glandula Pinealis

Glandula pinealis adalah organ kecil berbentuk kerucut yang

Tractus Hypothalamohypophysial is

menonjol ke posterior dari ujung posterior atap ventriculus tertius


cerebri (Gambar 24-2). Glandula pinealis terdiri atas kelompok sel-

Tractus hypothalamohypophysialis terbentang dari nuclei supra-

sel penting, pinealosit, yang disokong oleh sel-sel glia. Glandula


mempunyai banyak aliran darah dan disarafi oleh serabut saraf

opticus dan paraventricularis hypothalamus ke lobus posterior


glandula pituitaria (Gambar 24-4). Hormon vasopressin dan
oksitosin dikeluarkan pada terminal axon di lobus posterior

posganglionik simpatik.

glandr:lae pituitariae.

Fungsi Glandula Pinealis


Glandula pinealis dapat mempengaruhi aktivitas glandula pituitaria,

Fungsi Glandula Pituitaria

insulae pancreaticae Langerhans, glandulae parathyroideae,


glandula suprarenalis, dan gonad. Sekret glandula pinealis

Glandula pituitaria mempengaruhi aktivitas banyak kelenjar

dihasilkan oleh sel-sel pinealosit, mencapai organ target melalui

endokrln. Pengaruh pengaturan diringkas dalam Gambar 24-5.

aliran darah atau melalui cairan cerebrospinalis. Kerjanya terutama

Glandula piturtaria sendiri diatur oleh hypothalamus, dan aktivitas


hypothalamus dikendalikan oleh informasi yang diterima melalui
berbagai lintasan saraf aferen dari berbagai bagian sistem saraf

menghambat, apakah langsung menghambat produksi hormon


atau tidak langsung dengan menghambat sekresi releasing factor
oleh hypothalamus. Menarik untuk diingat bahwa glandula pinealis

pusat serta kadar hormon dan elektrolit yang beredar (Gambar


24-6). Aktivitas hormon pars intermedia lobus anterior dan pars

tidak memiliki sawar darah otak.

posterior (lobus posterior) glandula pituitaria diringkas dalam

pinealis. Zat ini dikirim ke lobus anterior pituitarii dan menghambat

Gambat 24-7.

pelepasan gon ad otroph ic hormone.

Melatonin terdapat dalam konsentrasi tinggi di glandula

838

BAB 24

sinus sagitalis superior


sinus sagitalis inferior
adhesio interthalamica

corpus callosum
septum pellucidum

thalamus
falx cerebri

foramen interventriculare

A. cerebri anterior
V. cerebri

N. opticus

magna

hypophysis cerebri
glandula
pinealis

sinus frontalis
concha nasalis superior

aqueductus

agger nasr
concha nasalis media

mesencephalon

vestibulum

tentorium
cerebelli
concha nasalis
inferior

srnus

rectus
ventriculus quartus

palatum durum

cerebellum

palatum molle
lingua

pons

M. genioglossus

medulla oblongata
atlas

M. geniohyoideus

ligamentum nuchae

M. mylohyoideus

muara tuba auditiva


tonsil
os hyoideum
membrana thyrohyoidea
M. postvertebrales

epiglottis
plica vestibularis

spinae cervicales

vocalis
cartilago thyroidea
ligamentum cricothyroideum
arcus cartilago cricoidea
trachea
oesophagus
isthmus glandulae thyroideae

medulla spinalis

superficalis fascia colli profunda


arcus jugularis

canalis centralis

spatium suprasternale
A. brachiocephalica
V. brachiocephalica sinistra

Gambar 24-2 Penampang sagital kepala dan leher

sisa glandula thymus


manubrium sterni

GLANDULAE ENDOCRINAE

839

lobus posterior hypophysis cerebri


diaphragma sellae
infundibulum
ventriculus tertius

A. cerebri anterior
Aa. perforantes

tractus
opticus

A. cerebri media

spatium subarachnoidale
A. communicans
posterior

arachnoideamater
lamina meningea
duramatris

lobus temporalis
hemispherii
cerebri

sinus cavernosus

N- oculomotorius
N. trochlearis

divisi ophthalmicus
nervi trigemini

lamina endosteal
duramatris

foramen ovale
A. carotis interna
N.

abducens\ divisi mandibularis


nervi trigemini

plexus caroticus
sympathicus

divisi maxillaris
nervi trigemini

Gambar 24-3 penampang coronal melalui corpus ossis sphenoidalis, memperlihatkan glandula pituitaria dan sinus cavernosus.
Perhatikan posisi afteria carotis interna dan nervi craniales.

kiri garis tengah. Sebuah pita fibrosa atau muskular sering


menghubungkan lobus pyramidalis dengan os hyoideum. Jika
pita ini muscular, disebut musculus levator glandulae thyroideae
sebelah

Pembentukan Glandula Pinealis

(Gambar 24-9).

Glandula pinealis terbentuk sebagai sebuah diverticulum kecil


ektoderm di pars posterior atap diencephalon selama perkembangan minggu ketujuh.

Batas-Batas Lobus

GlandulaThyroidea

Glandula thyroidea terdiri atas lobus dexter dan sinister yang


dihubungkan oieh isthmus yang sempit (Gambar 24-9). Glandula
ini merupakan organ vascular yang dibungkus oleh selubung
yang berasal dari lamina pretrachealis fascia profunda. Selubung
ini melekatkan glandula pada larynx dan trachea.
Setiap lobus berbentuk seperti buah pir, dengan apexnya
menghadap ke atas sampai linea obliqua cartilaginis t\roideae;
basisnya terletak di bawah setinggi cincin trachea keempat atau
kelima.
Islhmus meluas melintasi garis tengah di depan cincin trachea
kedua, ketiga dan keempat (Gambar 24-9). Sering terdapat lobus
py'ramidalis, yang menonjol ke atas dari isthmus, biasanya ke

Ke anterolateral: musculus sternothyroideus, venter superior


musculi omohyoidei, musculus sternohyoideus, dan pinggir
anterior muscul.us sternocleidomastoideus (Gambar 24-10).
Ke posterolateral: Selubung carotis dengan arteria carotis
communis, vena jugularis interna, dan nervus vagus (Gambar
24-70).

a Ke medial: Larynx, trachea, pharynx, dan oesophagus.


Berkaitan dengan struktur-struktur ini adalah musculus
cricothyroideus dan persarafannya nervus laryngeus externus.
sulcus antara oesophagus dan trachea terdapat nervus

Di

laryngeus recurrens (Gambar 24-10).

Pinggir posterior masing-masing lobus yang bulat berbatasan


dengan glandula parathyroidea superior dan inferior di daerah
posterior (Gambar 24-9) dan anastomosis terletak di antara arteria
thyroidea superior dan inferior.

840

pars tuberalis
infundibulum
(tangkai pituitaria)

lobus posterior
(neurohypophysis)

nucleus
paraventricularis
nucleus
supraopticus
celah (sisa
diverticulum ectodermal)

A. hypophysialis
superior

sel-sel saraf di
dalam hypothalamus

badan sel

tractus
hypothalamohypophysis

saraf

pars
anterior

kapiler dan sinusoid

V. hypophysialis
inferior

hypophysialis
inferior

Gambar 24-4 A. Divisi glandula pituitaria menjadi pars anteriot pars intermedia (lobus anterior), dan pars nervosa (lobus
posterior). B. Vasa porta hypothalamohypophysis. C, Tractus hypothalamohypophysis.

GLANDULAE ENDOCRINAE

pars tuberalis

lobus posterior

pars intermedia
pars anterior

--{.#=*-*

\*/r
\lfr
l"l

ffi-

si \{nK

::-=

ffi

v\9

Gambar 24-5

Peran glandula pituitaria dalam mengendalikan kelenjar endokrin lainnya dan jaringan tubuh. Diperlihatkan

berbagai macam hormon yang dihasilkan pada bagian yang berbeda pada glandula pituitaria.

hormon pelepasan
dan penghambat
hypothalamus

menghambat
LHRH

growth hormone

estrogen +
progesteron
menghambat
LHRH

\n^nn"^nn/ o..yP(",";

I
rIT"

ffi

ovarium
testis

cortex glandula suprarenalis

Gambar 24-6 Kendali sekresi pars anterior glandulae pituitariae oleh hypothalamus. Perhatikan bahwa aKivitas hypothalamus
diubah oleh informasi yang diterima dari berbagai bagian sistem saraf dan kadar hormon di dalam plasma.

841

842-

BAB 24

hypothalamus

nucleus
supraopticus

pars intermedia
lobus anterior

rangsangan hisapan

Gambar 24-7 Aktivitas hormon pars intermedia lobus anterior glandulae pituitariae dan pars posterior (lobus posterior)
glandulae pituitariae. Perhatikan bahwa sel-sel saraf nuclei supraopticus dan paraventricularis hypothalamus mensintesa

antidiuretic hormonedan oksitosin, yang kemudian disimpan di dalam tractus hypothalamohypophysis pada lobus posterior

GUNDUUE

ENDOCRINAE

843

infundibulum
diencephalon
I

infundibulum

rat"rffi

kantong Rathke

z
t-"'

membrana
buccopharyngealis

,:/1:
^

(11 --pnarynx

cavitas oris

vesicula berasal dari


kantong Rathke

pars tuberalis

*finrundiburum

h)\b
\z

pars anterior

membrana

z buccopharyngealis
pars iniermedia
pars nervosa

cavum ons

Gambar 24-8 Berbagai stadium pembentukan glandula pituitaria diperlihatkan dalam penampang sagital.

melintas di depan atau belakang arteri ini, atau mungkin berjalan

Batas-Batas lsthmus

di antara cabang-cabangnya.

r) Ke anterior: musculus

stemothyroideus, musculus
jugularis anterior, fascia" dan kulit'

stemohyoideus, vena
Ke posterior: Cincin trachea kedua, ketiga, dan keempat.

Cabang-cabang terminal arteria thyroidea superior beranastomosis sepanjang pinggir atas isthmus.

Arteria thyroidea ima, jika ada merupakan cabang dari arteria


brachiocephalica atau arcus aortae. Berjalan ke atas di depan
trachea menuju isthmus (Gambar 24-9).
Vena-vena dari glandula thyroidea adalah vena thyroidea
superior yang bermuara ke vena jugularis intema; Vena thyroidea

media, yang bermuara ke vena jugularis interna; dan vena


thyroidea inferior (Gambar 24-9). Yena thyroidea in{erior dari

Pendarahan

kedua sisi beranastomosis safu dengan lainnya pada saat mereka

Arteri-arteri yang mendarahi glandula thyroidea adalah arteria

berjalan furun di depan trachea. Vena-vena ini akan bermrrara ke


dalam vena bradriocephalica sinistra di dalam rongga thorax.

thyroidea superior, arteria thyroidea inferiot dan kadang-kadang

arteria thyroidea ima. Arteri-arteri

ini

saling beranastomosis

dengan luas di permukaan glandula.

Arteria thyroidea superior, cabang dari arteria carotis extema,


berjalan turun menuju ke kutub atas setiap lobus, bersama dengan
nervus laryngeus externus (Gambar 24-9).
Arteria thyroidea inferior, cabang dari truncus thyrocervicalis,
berjalan ke atas di belakang glandula sampai setinggi cartilago
cricoidea. Kemudian arteri membelok ke medial dan bawah untuk
mencapai pinggir posterior glandula. Nervtrs laryngeus recurrens

Aliran Limfe
Cairan limfe dari glandula thyroidea terutama mengalir ke lateral
ke dalam nodi lymphoidei cervicales profundi. Beberapa pembuluh

limfe berjalan turun ke nodi lymphoidei parahacheales.


Persarafan

Ganglion sympathicum cervicale superius, medium, dan inferius.

844

BAB 24

tampak anterior
cartilago thyroidea
M. levator glandulae thyroideae
lobus pyramidalis
V.

jugularis interna

A. thyroidea superior
cricothyroideus

V, thyroidea superior
A. carotis communis

cartilago
cricoidea

isthmus glandulae thyroideae


lobus glandulae thyorideae
V. thyroidea media

A. thyroidea ima

oesophagus
trachea

brachiocephalica sinistra

apex

lobus dexter tampak lateral

capsula lamrnae pretrachealis


capsula glandulae thyroideae

lobus glandulae thyroideae

isthmus glandulae thyroideae

glandula parathyroidea

superior

glandula parathyroidea
inferior

basis

Gambar 24-9 Glandula thyroidea memperlihatkan hubungannya dengan larynx dan trachea serta pembuluh darah besar

leher.

Juga diperlihatkan pendarahan dan aliran vena glandula thyroidea. Diagram bawah memperlihatkan glandulae parathyroideae di
posterior glandula thyroidea.

845

GLANDULAE ENDOCRINAE

trachea

N. laryngeus recurrens
M. sternocleidomastoideus

oesophagus

M. sternohyoideus

glandula thyroidea

M. sternothyroideus
M. platysma

selubung carotis

V jugularis
interna
M. longus cervicis
nodus cervicalis
profundus
A. carotis
communis
N. vagus

M. scalenus

anterior

truncus
sympathicus

M. scalenus

medius

lamina
superficialis

pars spinalis
nervi accessorii

M. trapezius
lamina
prevertebralis
M. levator scapulae

A. vertebralis
N. spinalis

ligamentum nuchae

M. splenius capitis
M. semispinalis capitis

Gambar 24-10 Potongan melintang leher setinggi vertebra cervicalis VI.

Fungsi Glandula Thyroidea

Pembentukan Glandula Thyroidea

Sebagai reaksi terhadap terbentuknya thyroid-stim ulating hormone

Glandula thyroidea mulai berkembang selama minggu ketiga

oleh pars anterior pituitarii, hormon thyroxin dan triiodotironin

sebagai penebalan entoderm pada garis tengah di dasar pharynx, di

dilepaskan dari koloid folikular dan masuk ke aliran darah (Gambar

antara tuberculum impar dan copula (Gambar 24-1 2). Kemudian,

24-11 ). Hormon tiroid meningkatkan aktivitas metabolisme di hampir

penebalan

seluruh sel dalam tubuh, meningkatkan konsumsi oksigen, dan


meningkatkan produksi panas. Sel-sel parafolikular menghasilkan

inferior ke dalam mesenkim yang terletak di bawahnya dan disebut

hormon tirokalsitonin, yang menurunkan kadar kalsium darah.

ini berubah menjadi diverticulum yang tumbuh

ke

ductus thyroglossus. Dengan berlanjutnya perkembangan,


ductus memanjang dan ujung distalnya membentuk dua lobus.

Sel-sel parafolikular distimulasi oleh hiperkalsemia dan dihambat

Ductus segera berubah menjadi sebuah tali sel padat, dan sebagai

oleh hipokalsemia. Hormon ini tidak dikendalikan oieh glandula

akibat proliferasi epithel, tonjolan terminal bilobus berkembang

pituitaria.

membentuk glandula thyroidea.

Pada saat ini glandula thyroidea bermigrasi ke inferior

ke

daerah leher dan berjalan di sebelah anterior atau posterior atau

846

BAB 24

emosi

hypothalamus

panas

\
meningkatkan metabolisme

galaktosa ditambahkan
thyroid-stimulating
hormone (TSH)

manosa ditambahkan

kelompok
tirosil + iodium

tiroksin (T4)
dan
triiodotironi

(r3)

monoiodotirosil
I
I

Y
diodotiiosil
.t,

norepinefrin

hiiodotyronin (T3)

tiroksin (T4)

serabut saraf
posganglionik
simpatik

\
disimpan
dalam koloid
thyroglobulin

Gambar 24-11 Pembentukan dan pengendalian sekresi sel-sel folikular di dalam glandula thyroidea. Perhatikan mekanisme
umpan balik ke hypothalamus.

di sekiiarnya, massa menjadi terbagi

menembus corpus ossis hyoidei yang sedang berkembang. Pada

mesenkim vaskular

minggu ketujuh, glandula akan mencapai posisi akhirnya di dekat

lamina dan fasciculi, dan akhirnya menjadi kelompok-kelompok

larynx dan trachea. Sementara itu, pita padat yang menghubungkan

sel. Pada usia 3 bulan, koloid mulai terkonsentrasi di pusat setiap

glandula thyroidea dengan lidah terpecah dan menghilang. Tempat

kelompok, dengan demikian dibentuk folikel. Capsula fibrosa dan


jaringan ikat berkembang dari mesenkim di sekitarnya.

asal ductus thyroglossus pada lidah menetap sebagai celah yang


disebut foramen caecum. Sekarang glandula thyroidea terbagi

atas

Corpus ultimobranchiale (dari kantong pharynx kelima) dan

atas bagian tengah yang kecil, isthmus, dan dua lobus lateral

sel-sel crista neuralis diyakini masuk bergabung ke dalam glandula

yang besar (Gambat 24-12).

thyroidea, di tempat sel-sel ini membentuk sel-sel parafolikular

Pada stadium .paling awal, glandula thyroidea terdiri atas


massa sel padat. Kemudian, sebagai akibat dari invasi jaringan

yang menghasilkan tirokalsitonin. Fungsi kalsitonin


menurunkan konsentrasi kalsium plasma.

adalah

GUNDULAE ENDOCRINAE

tubercurum"NH":ff)

dah'\

foramen caecum

os hyoideum
cartilago thyroidea
glandula thyroidea

lobus lateralis

isthmus

Gambar 24-12 Berbagai stadium pembentukan glandula thyroidea. A. Penampang sagital lidah memperlihatkan penebalan
entoderm di antara tuberculum impar dan copula. B. Penampang sagital lidah memperlihatkan pembentukan ductus
thyroglossus. C. Penampang sagital lidah dan leher memperlihatkan jalur yang dilalui oleh glandula thyroidea saat bermigrasi ke
inferior. D. Glandula thyroidea yang berkembang penuh seperti terlihat dari depan. Perhatikan sisa ductus thyroglossus di atas
isthmus.

Glandula Parathyroidea

Glanduia parathyroidea merupakan organ berbentuk lonjong


dengan ukuran diametemya yang paling panjang adalah 6 mm.
Biasanya terdapat empat buah dan berhubungan erat dengan
pinggir posterior glandula thyroidea, terletak di dalam bungkus
f

Aliran Limfe
Nodi lymphoidei cervicales profundi dan paratracheales.

Persarafan

ascianya (G amb ar 24-9).

Kedua glandula parathyroidea superior mempunyai posisi


yang lebih konstan dan terletak setinggi pertengahan pinggir

Ganglion sympathicum cervicale superius atau medius.

posterior glandula thyroidea.

Kedua glandula parathyroidea inferior biasanya terletak


dekat kutub inferior glandula thyroidea. Keduanya mungkin
terletak di daiam selubung fascia, tertanam di dalam substansi
thyroid, atau di iuar selubung fascia. Kadang-kadang glandula
ini terdapat disebelah distal dan kaudal dari glandula thyroide4
berdekatan dengan vena thyroidea; atau dapat juga terletak di
dalam mediastinum superior pada thorax.

Pendarahan
Pendarahan glandula parathyroidea berasal dari A.thyroidea
superior dan inferior. Aliran vena menuju ke V.thyroidea superior,
medius, dan inferior.

Fungsi Glandula Parathyroidea


Chief cell menghasilkan hormon paratiroid, yang merangsang
aktivitas osteoklas di dalam tulang, jadi memobilisasi kalsium tulang

dan meningkatkan kadar kalsium di dalam darah (Gambat 2413). Hormon paratiroid juga merangsang absorpsl kalsium dalam
makanan di intestinum tenue serta mereabsorpsi kalsium di dalam
tubulus contortus proximalis renis. Sekresi hormon paratiroid diatur
oleh kadar kalsium di dalam darah.

847

848

BAB 24

folikel glandula thyroidea


lamina basalis

sel-sel parafolikular glandula thyroidea

meningkatkan reabsorpsi
kalsium di dalam tubulus
contortus proximalis
Sel utama

(chief cell)
glandula
parathyroidea

meningkatkan kadar
kalsium darah

Gambar 24-13 Fungsi hormon tirokalsitonin (A) dan hormon paratiroid (B) pada metabolisme kalsium.

kantong pharynx keempat pada masing-masing sisi. Glandula ini


kehilangan hubungan dengan dinding pharynx dan mencapai posisi

Pembentukan Glandula Parathyroidea


Sepasang glandula parathyroidea inferior, dikenal sebagai
parathyroid lll, berkembang sebagai hasil dari proliferasi sel-sel
entoderm di kantong pharynx ketiga pada masing-masing sisi. Saat

d;verticulum thymus pada masrng-masing sisi tumbuh ke inferior

di leher, diverticulum ini menarik glandula parathyroidea inferior


bersamanya, sehingga akhirnya terletak pada facies posterior
lobus lateral glandula thyroidea dekat kutub inferior dan menjadi
terpisah secara total dari thymus (Gambar 24-14).
Sepasang glandula parathyroidea superior, dikenal sebagai

parathyroid lV, berkembang sebagai proliferasi sel-sel entoderm

finalnya pada facies posterior lobus lateralis glandulae thyroideae


masing-masing sisi, kurang lebih setinggi isthmus (Gambar 2414)
Pada stadium lebih awal, masing-masrng glandula terdiri dari
massa padat sel jernih, yaitu sel utama (chief cell). Pada akhir

masa anak-anak, timbul sel-sel asidofil, sel-sel oksifil. Jaringan


ikat dan pendarahan diperoleh dari mesekhim di sekitarnya.
Diyakini bahwa hormon paratiroid awalnya disekresi oleh sel-sel

principal untuk mengatur metabolisme kalsium. Sel-sel oksifll


diperkirakan sebagai sel-sel principal yang tidak berfungsi.

GUNDUUE

849

ENDOCRINAE

pharynx

glandula thyroidea

parathyroid lV

parathyroid lll

Gambar 24-14 Glandulae parathyoideae menuju ke posisi terakhirnya di

pada sel-sel thymus yang menunjukkan bahwa aktivitas thymus

Glandulae Endocrinae
di Dalam Thorax

leher.

dapat dimodifikasi oleh hormon dari glandulae endocrinae lain.


Rincian dari aktivitas ini diluar lingkup buku ini.

Thymus

Thymus berbentuk pipih dan berlobus dua (Gambar 24-7 dan24-2)


terletak di antara stemum dan pericardium di dalam mediastinum

Pembentukan Thymus

anterior. Pada bayi yang baru lahir, thymus mempunyai ukuran


relatif yang terbesar dibandingkan dengan ukuran tubuh, pada
saat ini thymus dapat meluas ke atas sampai ke mediastinum
superior di depan pembuluh-pembuluh besar sampai pangkal
leher. Thymus terus berkembang sampai pubertas, tetapi setelah
itu mengalami involusi. Thymus tampak berwama dadq berlobus,
dan merupakan tempat pembentukan limfosit, yaitu limfosit T
(thymus), yang didistribusikan ke seluruh tubuh.

Thymus timbul sebagai sebuah diverticulum entoderm dari kantong

pharynx ketiga masing-masing sisi. Masing-masing diverticulum


tumbuh ke inferior di leher dan mencapai aspek anterior aortae.
Diverticula menjadi batang padat sebagai akibat proliferasi sel.

Kemudian batang padat

ini bergabung dengan

mediastinum

superius dan kehilangan hubungannya dengan kantong pharynx.

Sel-sel entoderm membentuk corpusculus Hassall,


mesenkim

di

dan

sekitarnya membentuk rangka jaringan ikat dan

capsula. Organ kemudian diinvasi oleh sejumlah limfosit yang


jumlahnya meningkat.

Pendarahan
Thymus mendapat darah dari arteria thyroidea inJerior dan arteria
thoracica interna.

Glandulae Endocrinae
pada Abdomen dan Pelvis
Fungsi Thymus
Sekarang diketahui bahwa thymus menghasilkan banyak hormon,

termasuk timosin, yang mempengaruhi kematangan dan


fungsi limfosit di dalam thymus dan di seluruh tubuh. Demikian
pula diperlihatkan bahwa thymus melepaskan hormon yang
mempengaruhi glandulae endocrinae lain. Reseptor diidentifikasi

Glandulae Suprarenales

Lokasi dan Deskripsi


Kedua glandula suprarenalis merupakan organ retroperitoneal
yang berwarna kekuningan pada polus superior ren. Glandula
suprarenalis ini dikelilingi oleh fascia renalis (tetapi dipisahkan

850

BAB24

dari ginjal oleh lemak perirenal). Setiap kelenjar mempunyai cortex


beru,ama kuning dan medulla yang berwarna coklat tua.
Glandula suprarenalis dextra berbentuk pyramid dan

melingkupi polus superior ren dexter (Gambar 24-15). Glandula


ini terletak di belakang lobus hepatis dexter dan terbentang ke
medial di belakang vena cava inferior. Glandula terletak posterior
terhadap diaphragma.
Glandula suprarenalis sinistra berbentuk bulan sabit serta
terbentang sepanjang margo medialis ren sinister dari polus
superior hilus renis (Gambar 24-15). Glandula terletak di belakang
pancreas, omentum minus, dan gaster serta terletak posterior
terhadap diaphragma.

Pendarahan
Arteri

Arteri yang mendarahi masing-masing glandula suprarenalis ada


tiga buah: arteria phrenica inferior, aorta, dan arteria renalis.
Vena

Sebuah vena keluar dari hilus masing-masing glandula suprarenalis dan mengalirkan darahnya ke vena cava inferior pada sisi
kanan dan vena renalis pada sisi kiri.

Aliran Limfe
Limfe dialirkan ke dalam nodi aortici laterales.

Persarafan
Fungsi Glandulae Suprarenales
Cortex glandulae suprarenales mensekresikan hormon-hormon
termasuk mineralokortikoid, yang berperan dalam pengaturan

Serabut preganglionik simpatik berasal dari nervus splanchnicus


mensarafi glanduia suprarenalis. Sebagian besar saraf berakhir
pada medulla glandulae suprarenalis.

keseimbangan cairan dan elektrolit; glukokortikoid, yang


berperan dalam pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak,
dan protein; dan sedikit hormon seks, yang mungkin berperan
dalam pengembangan prepubertas organ-organ seksual. lvledula
glandulae suprarenales mensekresikan kalekolamin, epinefrine

dan norepinefrine. Fungsi hormon-hormon yang disekresikan

Pembentukan Glandulae Suprarenales

oleh cortex glandula suprarenalis diringkas dalam Gambar 24-16.

Cortex berkembang dari mesothelium selom yang menutupi


dinding posterior abdomen. Pada mulanya, dibentuk cortex

Kendali simpatik untuk pelepasan katekolamin dari sel-sel epitel

fetalis; kemudian cortex diliputi oleh cortex tetap. Setelah

medulla suprarenalis serta respons cortex dan medulla suprarenalis

cortex fetalis menghilang, dan involusinya sebagian besar selesai

terhadap stres diperlihatkan dalam Gambar 24-17.

pada beberapa minggu pertama kehidupan.

lahir,

centrum tendineum diaphragmatis

\
A. phrenica
suprarenalis sinistra

,IE

lien

glandula suprarenalis
dextra

ren sinister

V. porta

ligamentum
phrenicocolicum

ren dexter
ductus choledochus

A. hepatica

Gambar 24-15 StruKur-struktur yang

descendens terletak
colon transversum

colon ascendens

A. pancreaticoduodenalis superior

pada dinding posterior abdomen

di belakang gaster. Perhatikan posisi


glandulae suprarenales.

GUNDUUE ENDOCRINAE
Medulla dibentuk dari sel-sel simpatokromafin dari krista
neural. Sel-sel ini menginvasi cortex pada sisi medial. Dengan cara

ini, medulla menempati posisi sentral dan disusun dalam tali dan

851

lnsulae Pancreaticae Langerhans

Pancreas merupakan organ lunak berlobus yang terletak pada

kelompok. Serabulserabut saraf simpatik preganglionik tumbuh ke

dinding posterior abdomen di belakang peritoneurr.. Caput

dalam medulla dan mempengaruhi aktivitas sel-sel medulla.

pancreatis terletak

di dalam cekungan

duodenum, dan collum,

corpus, serta cauda terbentang ke kiri; cauda terletak berhubungan

langsung dengan hilum lienalis (Gambar 24-\5).

hypothalamus

--

stres

co tti cotro p i n - re I e a s i n g

hormone (CRH)

/--\^

_./---\

ritme sirkadia
serum angiotensinogen

t
I
angiotensin
angiotensin

sel-sel kortikotrop

ll

adrenokortikotropin (ACTH)

angiotensin ll
glukokortikoid darah

turunnya
tekanan
darah

zona glomerulosa

zona fasciculata

zona reticularis

glukokortikoid

sel-sel medulla
influences metabolism
of carbohydrates, fats,
and proteins

Gambar 24-16 Fungsi hormon yang disekresi oleh cortex glandula suprarenalis. Juga diperlihatkan kendali cortex glandula
suprarenalis oleh glandula pituitaria dan hypothalamus, seperti kendali renin-angiotensin terhadap sekresi aldosterone.

Sebagian

852

BAB 24

besar glandula menghasilkan sekret eksokrin yang mengalir ke

duodenum. Bagian endokrin glandula dibentuk oleh kelompokkelompok sel disebut insulae Langerhans, yang tersebar di antara
asini eksokrin. Insulae Langerhans ini lebih banyak di cauda
pancreatis dibandingkan dengan di corpus, collum, atau caPut
pancreatis.

Fungsi lnsulae Pancreaticae Langerhans


Dengan teknik pewarnaan khusus, dapat diidentiflkasi empat jenis

sel di dalam insulae pancreaticae. Sel-sel itu adalah sel beta,


alpha, dan delta, serta sel PP (sel pancreatik polipeptida). Teknik
khusus antibodi memungkinkan peneliti menentukan lokasi spesifik

serabut preganglionik
N. splanchnicus

epinefrin dan
norepinefri n

hypothalamus
co tti cotro p h i n - re

Ie

a s in

factor (CRF)

sel kortikotrop

medulla glandulae suprarenalis

katekolamin merarrgsang sistem


kardiovaskular dan respirasi serta
aktivitas metabolik umum tubuh;
juga meningkatkan kadar glukosa
darah

mineralokortikoid mengatur
kadar air dan elektrolit di
dalam cairan tubuh
glukokortikoid mengaktifkan
glukosa sebagai sumber energi

B
Gambar 24-17 A. Kendali simpatikterhadap pelepasan katekolamin dari sel epithel medulla glandulae suprarenalis. B.
coftex dan medulla glandulae suprarenalis terhadap stres.

Respons

853

GLANDULAE ENDOCRINAE
hormon-hormon terhadap sel-sel tertentu. Sel-sel beta membentuk

sebagian besar sel-sel insulae dan mensekresikan insulin. Sel

alpha mensekresikan glukagon, dan sel delta mensekresikan


somatostatin. Fungsi sel PP pada manusia tidak diketahui.
Fungsi utama insulin adalah mengabsorpsi, menyimpan, dan
menggunakan glukosa secara cepat di dalam tubuh (Gambar 24-

18). lnsulin berperan penting juga pada metabolisme lemak dan


protein. Glukagon meningkatkan konsentrasi glukosa di dalam
darah, dan karena itu efeknya berlawanan dengan yang dimiliki

Sel-Sel lnterstisial Testis

Testis adalah sepasang organ berbentuk oval, terletak

di dalam

scrotum. Masing-masing testis merupakan glandula eksokrin dan


endokrin. Bagian besar dari masing-masing kelenjar tersusun dari
tubulus seminiferous yang berfungsi menghasilkan spermatozoa.
Spermatozoa merupakan sekresi eksokrin yang berjalan melewati
ductus ke urethra.

oleh insulin (Gambar 24-18). Fungsi somatostatin tidak diketahui,


walaupun hormon ini diketahui menghambat sekresi insulin dan

Bagian endokrin dari masing-masing testis terdiri dari


kelompok sei-sel interstisial berbentuk bulat (se1 Leydig)
yang tertanam di dalam jaringan ikat jarang di antara tubulus

glukagon.

seminiferous.

Fungsi Sel-Sel lnterstisiai Testis


Pembentukan lnsulae Pancreaticae Langerhans
Pembentukan insu

ae Langerhans diuraikan dengan

Fungsi sel-sel rnterstisial adalah mensekresikan andrcgen, yang


seperti testosteron, dihidrotestosteron, dan andrastenediott

pancreas

Yang paling pentrng rjan paling banyak adalah tesic$ieron. Sal-

dalam Bab 2A (hal.741).

sel interstisial terdapat dalam jumlah iranyak pa,l* jiii:ir. i'rilfrrr

insulae Langerhans
(bagian endokrin pankreas)
kapiler darah
asinus dari bagian
eksokrin pancreas
sel beta
sel delta
mensekresikan
somatostatin

sel alpha

glukagon disekresikan
oleh sel alpha, meningkatkan
kadar glukosa darah

Gambar 24-18 Efek insulin dan glukagon,


kadar
glukosa
darah

masing-masing disekresi oleh sel beta dan sel

kadar
glukosa
darah

alpha serta insulae Langerhans terhadap kadar


glukosa. Perhatikan kerja umpan balik glukosa
darah terhadap aktivitas sel-sel ini.

854

BAB 24

mengecil setelah lahir. Sel-sel ini muncul kembali dalam jumlah

besar ketika pubertas. Pada janin, gonadotropin korionik dari


placenta merangsang sel-sel interstisial testrs menghasilkan

Pembentukan Sel-Sel lnterstisial Testis

testosteron, yang penting untuk perkembangan genitalia masculina

Pembentukan sel-sel interstisial testis diuraikan bersama pem-

dan menekan pembentukan genitalia feminina. Testosteron juga

bentukan testis dalam bab 22 (hal. 840).

menyebabkan descensus testiculorum. Kendali aktivitas teStis oleh


hypothalamus dan pars anterior glandulae pituitariae diperlihatkan
dalam gambar 24-1

Sel-sel interstisial kurang peka terhadap panas dibandingkan


dengan sel-sel epitelium germinativum dari tubulus semineferous.
Oleh karena itu, testosteron diproduksiterus menerus pada individu
dengan undescensus testiculorum.

Ovarium

Masing-masing ovarium mempunyai cortex di luar dan medulla di


dalam, tetapi batas dari keduanya tidak begitu jelas. Tertanam di
dalam jaringan ikat cortex ovarii terdapat folliculi ovarici dengan
berbagai stadium perkembangan.

hypothalamus
gonadotropin
releasing hormon
(GHRH)

pars anterior
sel basofil

testosteron

LH (rCSH)

sel-sel interstisial

testosteron

*
mengembangkan dan
mempertahankan organ
seks aksesori dan ciri seks
sekunder

Gambar 24-19 Kendali aktivitas testis oleh


hypothalamus dan pars anterior glandulae

pituitariae. Perhatikan kemungkinan mekanisme


umpan balik oleh inhibin dari sel Sertoli dan

testosteron dari sel-sel interstisial (sel Leydig).

GLANDULAE ENDOCRINAE
siklus menstruasi dan pada masa kehamilan untuk perkembangan

dan

pemeliharaan decidua. Progesteron

juga

menyebabkan

pembesaran epitelium di dalam sistem ductus mammae selama

Fungsi Hormon Ovarium

paruh kedua siklus menstruasi, dan selama kehamilan, progesteron

Hormon ovarium adalah steroid estrogen dan progesteron.

Estrogen terutama B-estradiol dan estron. Hormon ini


dihasilkan oleh sel-se theca interna, yang terdapat di dalam

menyebabkan perkembangan alveolar secara ekstensif. Kendali


aktivitas ovarium oleh hypothalamus dan pars anterior glandulae
pituitariae diperlihatkan dalam Gambar 24-20).

stroma ovarii tepat di luar folikel de Graff dan dekat sel-sel corpus

luteum. Pada pubertas, peningkalan produksi estrogen berperan


dalam perkembangan ulerus dan vagina, genitalia externa, pelvis,
payudara, serta rambut publs dan ketiak. Estrogen menyebabkan
perbaikan dan proliferasi perubahan dalam endometrium setelah
masa menstruasi.

Progesteron dihasilkan oleh corpus luteum ovarii. Bersama


dengan estrogen, progesteron berperan dalam fase sekresi
endometrium yang sedang berkembang selama paruh kedua

Pembentukan Ovarium
Pembentukan ovarium diuraikan dalam Bab 23. halaman 811.

luteinizing hormone-releasing

progesteron

corpus luteum

estrogen

sel theca

Y
perkembangan dan Pemeliharaan
uterus, vagina, genitalia externa,
dan mammae

interna

progesieron

Y
dengan estrogen mengembangkan
endometrium sekretorius-merangsang
tunica mucosa tuba uterina dan sel-sel
acinus glandulae mammae

Gambar 24-2O Kendali aktivitas ovarium oleh hypothalamus dan pars anterior glandulae pituitariae. Perhatikan mekanisme
umpan balik yang dilakukan oleh estrogen dan progesteron.

850'

BAB 24

Estrogen juga meningkatkan kontraksi otot polos dinding uterus


dan dengan demikian merangsang kontraksi uterus pada saat

Placenta

Pembentukan dan fungsi placenta selama kehamilan telah

persalinan dimulai.

diuraikan dalam Bab 23. Salah satu fungsi utama placenta adalah
sebagai kelenjar endokrin, dan hormon dihasilkan dari pars fetalis
placentae di sinsitiotrofoblas.

dari corpus luteum sekitar usia kehamilan empat bulan. Progesteron

Progesteron placenta mengambil alih produksi progesteron


penting untuk memelihara decidua selama kehamilan dan berperan

untuk perkembangan selanjutnya dari alveoli glandulae mammae.


l\,4enjelang akhir kehamilan, jumlah produksi estrogen menlngkat,
sementara kadar progesteron tidak meningkat. Dengan demikian
otoi uterus menjadi lebih peka dan rentan terhadap kerja oksitosin

Fungsi Hormon Placenta

dari lobus posterior glandulae pituitariae.

Placenta mensekresikan estrogen, progesteron, gonadotropin

Gonadotropin korionik terdapat


pada saat ovum yang

korionik, dan somatomammotropin korionik (Gambar 24-21).

telah

di

dalam aliran darah

dibuahi diimplantasikan ke dalam

Estrogen placenta berperan untuk meneruskan pembesaran

endometrium. Hormon ini berperan untuk pertumbuhan selanjutnya

uterus, pertumbuhan ductus glandulae mammae, dan memperbesar


estrogen

dan memelihara corpus luteum. Hormon ini juga masuk ke dalam


sirkulasi janin, dan pada janin laki-laki hormon ini merangsang sel-

menimbulkan relaksasi articulatio sacroiliaca dan symphisis pubis.

sel interstisial testis menghasilkan sejumlah kecil testosteron, yang

genitalia externa

ibu. Menjelang akhir kehamilan,

hypothalamus

Gambar 24-21 Aktivitas hormon placenta. Hormonhormon dihasilkan oleh sinsitiotrofoblas di pars fetalis
placenta.

GLANDUUE ENDOCRINAE

857

menyebabkan berkembangnya organ genitalia laki-laki pada janin


Gonadotropin korionik tidak memiliki efek terhadap perkembangan
organ genitalia perempuan.

Pembentukan Placenta

Terdapatnya gonadotropin korionik di dalam urin perempuan

Pembentukan placenta diuraikan dalam bab 23, halaman 818

selelah 12 hari ovulasi merupakan petuniuk pasti adanya


kehamilan.

Somatomammotropin korionik dapat mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak ibu serta menyediakan lebih banyak
glukosa dan lemak bagi janin.

D.

Fertanyaan Pilihan Ganda


Pilihlah satu jawaban yang PALII'|G

1.

E.

TEPAT.

Pernyataan berikut ini benar untuk glandula pituitaria


(hypophysis cerebri), kecuali:
A. Dipisahkan dari chiasma opticum oleh diaphragma

+-

sellae.

2.

D.
E.

Pernyataan berikut ini benar untuk tractus hypothalamohypophysis, kecuali:


A. Oksitosin menghambat kontraksi otot polos uterus.
B. Sel-sel saraf nucleus supraopticus dan paraventricularis
menghasilkan hormon vasoPressin dan oksitosin.
C. Hormon berjalan di dalam axon tractus.
D. Vasopresin merangsang tubulus contortus distalis dan
tubulus colligens renis, meningkatkan absorbsi air dari

E.

D.
E.

Nerr,'us laryngeus recurrens.


Nervus Iaryngeus superior.

ini benar untuk glandula parathyroidea,

Pernyataan berikut

aliran darah di kapiier lobus posterior

A. Jumlahnya empat.
B. Terletak saling berdekatan dengan pinggir

kecuali:

glandulae

C.

Pernyataan di bawah ini benar untuk sistem portal hypophysis,

C.

Menghasilkan meiatonirL yang menghambat pelepasan


hormon gonadotropin.

urin.
Hormon meninggaikan axon dan diabsorbsi ke dalam

kecuali:
A. Sistem portal membawa releasing hormone dan releaseinhibiting hormone ke sel-sel sekretorius iobus anterior
glandulae pituitariae.
B. Produksi releasing hormone dan release-inhibiting hormone
dapat dipengaruhi oleh kadar hormon yang dihasilkan
oleh organ target yang dikendalikan oleh glandula

glandula

suprarenalis dan gonad.


Tidak mempunyai sawar darah otak.

Nervus yang dapat cedera saat pengikatan arteria thyroidea


inferior selama operasi glandula thyroidea adalah:
A. Truncussympathicus.
B. Nervus laryngeus internus.
C. Nervus cervicalis descendens.

pituita riae.

3.

Pemyataan berikut ini benar untuk glandula pinealis, kecuali:


A. Kecil dan berbentuk kerucut.
B. Menonjol dari ujung posterior pons cerebri.

C. Aktivitasnya dapat mempengaruhi fungsi

disebelah inlerior glandula


ini.
Didarahi oleh arteria carotis interna.
Tergantung pada pars anterior lantai ventriculus tertius.
Terietak dalam di dalam sella turcica cranii.

B. Sinus sphenoidalis terletak


C.
D.
E.

Serabut saraf aferen yang masuk hypothalamus memengaruhi produksi releasing hormone oleh sel saraf.
Sel-sel neurogiia hypothaiamus mengatur produksi releaseinhibiting hormone.

D.

posterior
glandula thyroidea di dalam capsula fascialis.
Pendarahannya berasal dari arteria thyroidea superior dan
inferior.
Sel-sel glandula parathyroidea berfungsi menurunkan
kadar kalsium darah.

E. Glandula paratyhroidea inferior dapat pindah

ke

mediastinum superius thoracis.


7.

Pernyataan berikut ini benar untuk thymus, kecuali:


Pada neonatus, thymus mencapai ukuran relatif terbesar

pituitaria.

A.

Pembuluh darah berakhir di superior terhadap eminentia


mediana dan di inferior di dalam sinusoid vaskular lobus
anterior glandulae Pituitariae.

B.

terhadap ukuran tubuh.


Pada bayi, thymus dapat meluas ke atas dari mediastinum
anterius sampai ke mediastinum superius bahkan sampai
ke pangkal leher.

858
C.

BAB 24

C.

Thymus terus berkembang sampai masa dewasa dan pada


usia pertengahan mulai mengecil.
N4erupakan tempat untuk pembentukan limfosit T.

D.
E. Menghasiikan hormon thymosiry yang
kematangan dan fungsi limfosit

Insula I,angerhans lebih banyak di dalam caput pancreatis


dibandingkan dalam corpus, co11um, atau cauda.

D. Ductus biliaris (ductus

mempengaruhl

E.

T.

choledochus) terletak posterior


terhadap caput pancreatis.
Mesocoion transversum dilekatkan pada pinggir anterior
pancreas.

Pernvataan berikut ini benar untuk glandula suprarenalis


sinistra, kecuali:
A. Glandula suprarenalis sinistra meluas sepaniang margo
medialis ren sinister dari polus superior ke hilus.
B. Vena dari glandulae bermuara ke vena renalis sinistra.
C. Clandula dipisahkan dari ren sinister oleh lemak
peritoneal.
D. Glandula terletak di belakang omentum minus.

E. Medulla glandulae suprarenalis sinistra disarafi

12. Pernyataan

A.

Sel-sel interstisial tertanam di dalam jaringan ikat di antara

B.

Sel-sel interstisial mensekresi hormon dihidrotestosteron,

tubulus seminiferous.
androstenediory dan testosteron.

C. Sel-sel interstisial kurang peka terhadap

Glandula suprarenalis mendapatkan pendarahan dari:


-A.orta, arterla phrenica inferior, dan arteria renalis.
Arteriae lumbales.
Arleria phrcnica superior.
Arteria testicularis (arteria ovdrica).
Arteriasubcostalis.

A.
B.
C.
D.
E.
1.0.

Fakta berikut ini benar mengenai perkembangan glandulae


suprarenales, kecuali:

A. Cortex berkernbang dari epitel selom yang meliputi


dindirrg posterior abdomen.

B. Medulla berkembang dari krista neural.


C" Serabut saraf preganglionik simpatik tumbuh ke

seminlferus.

11. Semua pernyataan di bawah ini benar untuk pancreas,


kecuali:
A. Sebagian dari pancreas didarahi oleh arteria lienalis.
B. Ductus pancreaticus utama bermuara ke dalam baglan
kedua duodenum.

1.

D yang tidak benar. Glandula pituitaria digantungkan dari


lantai ventriculus tertius oleh infundibulum (Gambar 24-3).

2.

A yang tidak benar. Oksitosin merangsang kontraksi serabut

E.

tetapi terdapat dalam jumlah besar pada pubertas.


Sel-sel interstisial didarahi oleh arteria testlcularis.

interna.

E.

ovarica sinistra merupakan cabang arteria iliaca


interna sinistra.
Nervus obturatorius terletak lateral terhadap ovarium.

14. Pernyataan berikut ini benar untuk ovarium, kecuali:


A. Tertanam di dalamjaringan ikat cortex folikel ovarii.
B. Corpus luteum letaknya terbatas di medulla.
C. Sel-sel theca interna menghasilkan hormon estrogen.
D. Corpus luteum menghasilkan hormon progesteron.
E. Corpus luteum dikendalikan oleh LH dari pars anterior
glandulae pituitariae dan selama kehamilan oleh hormon
gonadotropin korionik placenta.

4. B yang tidak

benar. Glandula pinealis menonjol dari ujung


posterior atap ventriculus tertius (Gambar 24-2).

5.

D yang benar. Nervus

5.

D yang tidak benar. Hormon paratiroid yang diproduksi oleh


chief cell dari glandulae parathyroideae, berfungsi mening-

otot polos uterus (Gambar 24-7).

3. E yang tidak

Pada janin sel-sel interstisial terdapat dalam jumlah kecil,

D. Arteria

D. Mula-mula dibentuk cortex fetalis, kemudian


E.

D.

13. Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk ovarium,


kecuali:
A. Aliran limfenya dialirkan ke nodi para-aortici (lumbalis)
setinggi vertebra lumbalis pertama.
B. Ligamentum ovarii proprium terbentang dari ovarium
sampai ujung atas dinding lateral corpus uteri.
C. Fossa ovarica dibatasi di sebelah atas oleh arteria dan
vena iliaca externa dan di belakang arteria dan vena iliaca

dalam
medulla dan memengaruhi akti-ritas sel-sel medulia.
berdegenerasi dan menghilang.
Cortex tetap tumbuh di antara cortex fetalis dan medulla.

panas

dibandingkan dengan sel-sel epitel germinativum tubulus

oleh

serabut saraf posganglionik simpatik.

9.

berikut benar untuk sel-sel interstisial testis,

kecuali:

laryngeus recurrens terletak sangat


dekat dengan arteria thyroidea inferior dan dapat cedera saat
proses pengikatan arteri selama operasi glandula thyroidea.

benar. Sel,sel neurosekretorik hypothalamus

mengatur produksi releasing hormone dan release-inhibiting


hormone (Gambar 24-6).

katkan kadar kalsium darah.

GLANDUUE

7. C

yangtidak benar. Glandula thymus tumbuh terus


pubertas, tetapi setelah itu mengalami involusi.

g.

sampai

12.

dari aorta, arteria phrenica, dan arteria

pendarahan

renalis.
suprarenalis

yangtidak benar. Sel-sel interstisial testis terdapat dalam

pada saat pubertas.

13.
Glandula suprarenalis mendapat

859

jumlah besar pada janin, tetapi sebagian mengalami atrofi


setelah lahir. Sel-sel ini muncul kembali dalam jumlah besar

E yang tidak benar. Medulia glandulae suprarenalis disarafi


oleh serabut saraf preganglionik simpatik (Gambar 24-17).

g. A yang benar.

ENDOCRINAE

D yang tidak benar. Arteria ovarica dextra dan sinistra


merupakan cabang-cabang aorta abdominalis yang terletak
setinggi vertebra lumbalis pertama.

14. Byangtidakbenar.CorpusluteumberasaldarifolikeldeGraff
yangsedangberkembangmenutupicortexfetalis;cortexfetalis yang telah ruptur dan mengeluarkan ovum. Folikel de Graff
ditemukan tersebar di seluruh cortex ovarii, dan dapat pula
berdegenerasi dan menghilang selama beberapa minggu
ditemukan corpus luteum.
pertama kehidupan.

10. E yang tidak benar. Cortex tetap dari glandula

tidak benar. Insulae Langerhans terdapat lebih banyak


di dalam cauda pancreatis dibandingkan pada corpus, collum,

1"1. C yang

dan caput.

Apendiks

860

Catatan Kepentingan Klinis


pada Area Tertentu dari

Anatomi Regional

CATATAN KEPENTINGAN KLINIS PADA AREA TERTENTU DARI ANATOlvll REGIONAL

Wajah
Kulit Wajah
Catatan Ktinik
Persarafan Sensorik Wajah
Pendarahan Wajah

Catatan Klinik
Aliran Vena Wajah
Catatan Klinik

Aliran Limfe Wajah

861
861
861
861
861
861
861
861

Pembentukan

862

Persarafan Sensorik Kutit Wajah yang Sedang

Berkembang 863

Otot-Otot Wajah yang Sedang Berkembang (Otot-Otot


Ekspresi

Kelainan

Wajah)
Kongenital

Leher
Perpelansan

864
864

865

Pergelangan Tangan dan

861

Wajah

Wajah

861

Tangan

Kaki

865
865

Pendarahan Wajah

kurang tepat atau terlambat dari cedera waiah berakibat


-yang
pada kerusakan permanen atau kelainan bentuk. Kelainan bentuk

Wajah kaya akan pembuluh darah yang terdapat di dalam fascia


superficialis. Dua arteri utama yang mendarahinya yaitu A.facialis
dan A.temporalis superficialis, yang keduanya merupakan cabang
dari A.carotis externa, dibantu oleh beberapa arteri kecil yang

yang disebabkan oleh parut dapat mengakibatkan

mengikuti saraf sensoris.

Wajah adalah jendela ke dalam kepribadian seseorang. Tlndakan

ganggr-1an

dalam hubungan psikososial dengan keluarga atau pasangannya.


Ha1 ini terutama penting pada anak-anak, karena cedera yang

memperburuk kosmetika wajah dapat mengganggu perkembangan


kehidupan selanjutnya.

KulitWajah

Kulit wajah memperlihatkan berbagai ketebalan yang berbeda,


dan paling tipis di keiopak mata. Garis-garis keriput pada wajah
timbui sebagai akibat lipatan kullt yang berulang-ulang, yang
tegak lurus terhadap sumbu panjang otot yang ada di bawahnya,
dan dipercepat dengan hilangnya elastisitas kulit yang masih
muda. Dengan demikian, kita mendapatkan garis horizontal pada
dahi, garis-garis memancar dari angulus lateralis mata, dan garisgaris vertikal di atas dan bawah kedua bibir.

Catatan Klinik
Pendarahan yang luas dapat menyebabkan perdarahan hebat
dari luka yang relatif kecil. Vaskularitas yang besar ini sering
memungkinkan penempelan kulit yang luas pada cedera besar
dan dijahitkan kembali tanpa terjadi nekrosls.
Denyut nadi dapat diraba melalul palpasi arteria temporalis
superficialis pada saat arteria ini menyllang arcus zygomaticus di
depan telinga. Dapat juga dengan melakukan palpasi arteria facialis
pada saat arteria lni melengkung di pinggir bawah mandibulae.

AliranVenaWajah

Vena facialis berjalan dari sudut mata medial, di belakang margo


lateralis orls, dan menyilang mandibula untuk bermuara ke dalam

Catatan Klinil<

vena jugularis interna.

Insisi bedah pada wajah sembuh dengan meninggalkan sedikit


parut jika dibuat sepanjang garis-garis kerutan ini. Jahitan pada

Catatan Klinik

luka yang terletak sejajar dengan garis tarikan menyebar kurang


luas dibandingkan dengan pada luka yang terjadi tegak lurus
terhadap garis tarikan.

Di antara vena facialis tidak terdapat katup dan sinus cavernosus

yang berbahaya.

Persarafan Sensoril<Wajah

Persarafan sensorik wajah diperoleh dari cabang-cabang ketiga


divisi N.trigeminus, kecuali daerah kecil di atas sudut mandibula

memungkinkan jalur penyebaran infeksi dari wajah ke sinus. Area


kulit triangularis centralis yang dibatasi oleh hidung, mata, dan
bibir atas merupakan tempat paling mungkin tejadl infeksi kulit

Aliran LimfeWajah

dan glandula parotidea, yang dipersarafi oleh N.auricularis

Cairan limfe dari dahi dan bagian anterior wajah dlalirkan ke

magnus (C2 dan 3).

nodi submandibulares. Bagian lateral waja\ termasuk bagian

862

APENDIKS

lateral keiopak mata, bermuara ke nodi parotidei. Cairan limfe


dari bagian tengah bibir bawah dan kulit dagu dialirkan ke nodi
submentaies.

Pembentukan Wajah

Pada awal pembentukan, wajah embrio dibatasi

di

sebelah

cranial oleh lempeng neural, di caudal oleh pericardium, dan di


lateral oleh processus mandibularis arcus pharyngeus pertama
kanan dan kiri (Gambar 1). Di tengah-tengah daerah ini, terdapat
cekungan ektoderm yang dikenal sebagai stomodeum. Pada dasar
cekungan terdapat membrana buccopharyngealis. Menjelang
minggu keempat, membrana buccopharyngealis pecah sehingga
stomodeum berhubungan langsung dengan usus depan.

Perkembangan waj ah selanjutnya tergantung pada menyatunya

sejumlah processus penting, yaitu processus frontonasalis,


processus maxillaris, dan processus mandibularis (Gambar 1).
Processus frontonasalis muiai sebagai proliferasi mesenkim pada
permukaan ventral otak yang sedang berkembang, menuju ke arah
stomodeum. Sementara ifu, processus maxillaris tumbuh keluar
dari ujung atas arcus pertama dan berjalan ke medial, membentuk

pinggir bawah orbita. Processus mandibularis arcus pertama kini


saling mendekat satu dengan yang lain di garis tengall di bawah
stomodeum dan bersatu membentuk rahang bawah dan bibir
ban''ah (Gambar 1).

Fovea nasalis tampak sebagai depresi pada ujung bawah


processus frontonasalis yang sedang berkembang, membaginya
menjadi processus nasalis medialis danprocessus nasalis lateralis.

processus frontonasalis

processus frontonasalis
membrana buccopharyngealis
membentuk dasar stomodeum

processus nasalis
medialis

fovea nasalis

fovea nasalis
processus nasalis
lateralis
processus maxillaris

arcus pharyngeus
kedua

processus mandibularis

processus mandibularis

5 minggu

5.5 minggu

processus nasalis medialis


fovea nasalis

processus nasalis
lateralis

nostril

bakal telinga
luar
bakal telinga luar
philtrum
mandibula

6.5 minggu

8 minggu
D

Gambar

1 Berbagai tahap perkembangan wajah.

CATATAN KEPENTINGAN KLINIS PADAAREATERTENTU DARI ANA|OIAI REGIONAL

Dengan berlanjutnya perkembangary Processus maxillaris tumbuh


ke medial dan menyatu dengan processus nasalis lateralis dan
dengan processus nasaiis medialis (Gambar 1). Processus nasalis

medialis membentuk philtrum pada bibir atas dan premaxilla.


Processus maxillaris meluas ke medial, membentuk rahang atas
dan pipi, dan akhirnya menutupi premaxilla dan menyatu pada
garis tengah. Berbagai processus yang membentuk wajah menyatu
selama bulan kedua.

Bibir atas dibentuk oleh pertumbuhan

processus maxillaris

863

Masing-masing bibir dipisahkan dari gingiva yang berdekatan


karena adanya penebalan linier ektoderm, lamina labiogingiva,
yang tumbuh ke bawah ke dalam mesenkim yang terdapat di
bawahnya dankemudianberdegenerasi. Dengan demikian terdapat
sulcus yang dalam di antara bibir dan gingiva. Pada garis tengah,
tersisa sebagian kecil lamina labiogingiva yang menghubungkan
bibir dengan gingival, dengan demikian terbentuk frenulum.
Pada awalnya, cavum oris terbuka lebar, tetapi kemudian
mengecil, karena terjadi fusi dari bibir pada angulus lateralis.

arcus pharyngeus pertamapada masing-masing sisi ke arah medial.

Akhirnya, processus maxillaris saling bertemu di garis tengah dan


bersatu, juga dengan processus nasalis medialis (Gambar 1). Jadi
bagian lateral dari bibir atas dibentuk oleh processus maxillaris,
dan bagian medial atau philtrum dibentuk oleh processus nasaiis
medialis dengan bantuan processus maxillaris.
Bibir bawah dibentuk dari processus mandibularis arcus
pharyngeus pertama masing-masing sisi (Gambar 1). Processus ini
tumbuh ke arah medial di bawah stomodeum dan bersatu di garis
tengah untuk membentuk seluruh bibir bawah.

Persarafan Sensorik KulitWajah yang


Sedang Berkembang

Daerah kulit di atas processus frontonasalls dan derivatnya


mendapatkan persarafan sensorik dari divisi ophthalmicus
nervus trigeminus, sedangkan divisi maxillaris nervus trigeminus
menyarafi daerah kulit di atas processus maxiilaris. Kulit di atas
processus mandibularis dipersarafi oleh divisi mandibuiaris
nervus trigeminus.

cheiloschisis bilateral

cheiloschisis unilateral

cheiloschisis inferior mediana

cheiloschisis superior mediana

Gambar 2 Berbagai bentuk cheiloschisis


prosoposchisis

(sumbing).

864

APENDIKS

Otot-OtotWajah yang Sedang


Berkembang (Otot-Otot Ekspresi
Wajah)

Otot-otot wajah berasal dari mesenkim arcus pharvngeus kedua.


Persarafan otot-otot ini adalah nervus arcus pharyngeus kedua,
disebut nervus facialis.

Kelainan Kongenital

Cheiloschisis Superior (Sumbing BibirAtas)


Cheiloschisis superior mungkin terbatas hanya pada bibir atau
dapat juga disertai palatoschisis (celah pada palatum). Kelainan ini
biasanya cheiloschisis unilateral (sumbing sesisi) dan disebabkan

oleh gagalnya processus maxillaris bersatu dengan processus


nasalis medialis (Gambar 2 dan 3). Cheiloschisis bilateral dlsebab-

kan oleh gagalnya kedua processus maxillaris bersatu dengan


processus nasalis medialis, yang kemudian menetap sebagai
penutup ditengah-tengah (Gambar 4). Cheiloschisis superior
mediana sangat jarang terjadi dan disebabkan oleh kegagalan

Gambar 4 Cheiloschisis bilateral bibir atas dan palatum (Atas

izin

R.Chase.)

benjolan bulat processus nasalis medialis bersatu di garis tengah.

Penanganan Murni Cheiloschisis

Prosoposchisis
Prosoposchisis jarang terjadi, yaihr cheiloschisis unilateral yang
meluas ke atas sampai ke margo medialis orbitae (Gambar 2 dan

5). Keadaan ini disebabkan oleh kegagalan processus maxillaris


bersatu dengan processus nasalis lateralis dan medialis.

Cheiloschisis lnferior (Sumbing Bibir Bawah)


Chiloschisis inferlor jarang terjadi. Biasanva tepat di tengah dan
disebabkan oleh tidak sempurnanva fusi processus mandibularis

Keadaan murni cheiloschisis biasanya dikoreksi dengan bedah


plastik paling lambat 2 bulan setelah lahir, tergantung pada
kondisi bayi. Dokter bedah berusaha untuk mengkoreksi pada
bagian batas bibir dan tampak seperti bibir normal.

Macrostomia dan Microstomia


Ukuran normal mulut bervariasi pada berbagai individu. Jarang
terdapat fusi yang tidak lengkap di antara processus maxillaris

(Cambar 2).

ft\

.1,

%
Gambar 5 Prosoposchisis dextra dengan cheiloschisis superior sinistra.
Gambar 3 Chelloschisis unilateral bibir atas (Atas izin

R.Chase.)

luga terdapat palatoschisis bilateral total (Atas izin R.Chase.)

CATATAN KEPENTINGAN KLINIS PADAAREATERTENTU DARI ANATOIAI REGIONAL

lamina pretrachealis

865

N. laryngeus recurrens
M. sternocleidomastoideus

trachea
oesophagus

M. sternohyoideus

glandula thyroidea

M. sternothyroideus
M. platysma

selubung carotis
V.

M. omohyoideus

jugularis
interna

M. longus cervicis

nodus lymphordeus
cervicalis profunda
A. carotis communis
N. vagus
truncus
sympathicus

M. scalenus
medius

lamina
superficialis

pars sprnalis
N. accessorius

M. trapezrus

lamina prevertebralis

t4

A. vertebralis
N. spinalis

M. Ievator scapulae

M. splenius caprtis

ligamentum nuchae

M. semispinalis capitis

Gambar 6 Penampang meiintang leher setinggi vertebra cervicalis VL

dengan processus mandibularis, menbentuk mulut yang lebih


besar atau macrostomla. Sangat iarang, terjadi fusi berlebihan dari
processus-processus tersebut, sehingga menimbulkan mulut kecil
atau microstomia. Keadaan

ini dapat dengan mudah

dikoreksi

dengan pembedahan.

i.El:*r

seffi

Sejumlah besar struktur penting terdapat di leher. Luka tumpul


ataupun luka tusuk pada leher dapat membahayakan kehidupan.
Disarankan anatomi regional leher seperti terlihat pada
penampang melintang setinggi vertebra cervicalis keenam penting
untuk diingat (Gambar 6).

Pe

rge langan Tangam

ej

arc

Tarigan

Cedera pergelangan tangan dan tangan sering terjadi. Tujuan dari

pengobatan adalah mempertahankan fungsi sebaik mungkin.


Perhatian khusus diberikan pada ibu jari tangan dan {ungsi
menjepit ibu jari dan jari telunjuk.
Disarankan ap;ar anatomi regional pergelangan tangan seperti
yang terlihat pada penampang melintang perlu diingat serta
susunan saraf, pembuluh darah, dan tendo di telapak tangan dan
jari-jari dipelajari secara rinci (Garnbar 7 dan 8).

I],.' l ".t ,;

'g;i

rr K ,r l'.

Cedera pergelangan kaki sering terjadi. Anatomi yang terkait


dengan tulang, tendo, saraf, serta pembuluh darah dapat dipelajari
pada Cambar

9.

866

APENDIKS

M. palmaris longus
Retinaculum musculorum flexorum

N. medianus

ramus cutaneus
palmaris N. ulnaris

ramus cutaneus
palmaris N. medianus

otototot eminentia

otolotot eminentia thenar

hypothenar
M. flexor carpi radialis

A.

crista trapezium

N. ulnaris
M. flexor digitorum

superficialis

M. flexor pollicis longus

M. flexor digitorum
profundus

M. abductor pollicis longus

hamulus ossis hamati


selubung sinovial

fl

M. extensor pollicis brevis


ramus superficialis
N. radialis

exorum

M. extensor carpi ulnaris

A. radialis

ramus cutaneus
posterior N. ulnaris

V cephalica
M. extensor carpi radialis

M. extensor digiti minimi

longus dan brevis

M. extensor digitorum
M. extensoi

indicis

M. extensor pollicis longus


retinaculum musculorum extensorum

Gambar 7 Potongan melintang tangan menunjukkan hubungan tendo, sarat dan arteria dengan retinacula musculorum
flexorum dan extensorum.

CATATAN KEPENTINGAN KLINIS PADA AREATERTENTU DARI ANATOIV'I REGIONAL

lamina pretrachealis

865

N. laryngeus recurrens
M. sternocleidomastoideus

trachea
oesophagus

M. sternohyoideus

glandula thyroidea

M. sternothyroideus
M. platysma

selubung carotis
M. omohyoideus

V jugularis
interna

l\,4.

longus cervicis

nodus lymphoideus
cervicalis profunda
A. carotis communis
M. scalenus
anterior

VAgUS

truncus
sympathicus
M. scalenus
medius
lamina
superficialis

pars spinalis
N. accessorius

M. trapezius
lamina prevertebralis

A. vertebralis
N. spinalis
ligamentum nuchae

M. levator scapulae

M. splenius capitis
M. semrspinalis caprtis

Gambar 6 Penampang melintang leher setinggi vertebra cervicalis VI.

dengan processus mandibularis, menbentuk mulut yang lebih


besar atau macrostomia. Sangat jarang, terjadi fusi berlebihan dari

Pergelangan Tangan dan Tangan

processus-processus tersebut, sehingga menimbulkan mulut kecil

atau microstomia. Keadaan

inl dapat dengan mudah

dikoreksi

dengan pembedahan.

i {:l';fiil
iffiwffi
Sejumlah besar struktur peniing terdapat di leher. Luka tumpul
ataupun luka tusuk pada leher dapat membahayakan kehidupan.
Disarankan anatomi regional leher seperti terlihat pada
penampang melintang setinggi vertebra cervicalis keenam penting

untuk diingat (Gambar

Cedera pergelangan tangan dan tangan sering terjadi. Tujuan dari

pengobatan adalah mempertahankan fungsi sebaik mungkin.


Perhatian khusus diberikan pada ibu jari tangan dan fungsi
menjepit ibu jari dan jari telunjuk.
Disarankan agar anatomi regional pergelangan tangan seperti
vang terlihat pada penampang melintang perlu diingat serta
susunan saraf, pembuluh darah, dan tendo di telapak tangan dan
jari-jari dipelajari secara rinci (Cambar 7 clan 8).

Fcrg*l:irrgan

Kalq.i

6).

Cedera pergelangan kaki sering terjadi. Anatomi yang terkait


dengan tulang, tendo, saraf, serta pembuluh darah dapat dipelajari
pada Cambar 9.

866
M

Retinaculum musculorum flexorum

N. medianus

ramus cutaneus
palmaris N. ulnaris

ramus cutaneus
palmaris N. medianus

otolotot eminentia

otot-otot eminentia thenar

hypothenar

M. flexor carpi radialis

A. ulnaris

crista trapezium

N. ulnaris
M. flexor digitorum

superficialis

M. flexor pollicis longus

M. flexor digitorum
profundus

M. abductor pollicis longus

hamulus ossis hamati

M. extensor pollicis brevis


ramus superficialis
N. radialis

selubung sinovial flexorum


M- extensor carpi ulnaris

A. radialis

ramus cutaneus
posterior N. ulnaris

V. cephalica
M. extensor carpi radialis
longus dan brevis

M. extensor digiti minimi


M. extensor digitorum
M. extensor

indicis

M. extensor pollicis longus


retinaculum musculorum extensorum

Gambar 7 Potongan melintang tangan menunjukkan hubungan tendo, sarat dan arteria dengan retinacula musculorum
flexorum dan extensorum.

CATATAN KEPENTINGAN KLINIS PADA AREATERTENTU DARI ANATOMI REGIONAL

selubung fibrosa otot flexor

M. interosseus dorsalis

M. flexor digiiorum

M. flexor digitorum
profundus

M. adductor pollicis

A. N. digitalis palmaris
M. opponens
digiti
arcus palmaris superficialis

M. opponens pollicis

M. flexor digiii minimi

M. flexor pollicis brevis

M. abductor digiti minimi

'M. abductor pollicis brevis


hamulus ossis hamati

crista os trapezium
M. abductor pollicis longus

os pisiforme
M. flexor carpi ulnaris

retinaculum musculorum

tuberculum scaphoideum

A. N. u naris

M. flexor carpi radialis


M. flexor pollicis longus

M. flexor digitorum superificialis


M. flexor digitorum profundus

Gambar

Telapak tangan tampak anterior. Aponeurosis palmaris dan sebagian besar retinaculum musculorum flexorum

dibuang untuk memperlihatkan arcus palmaris superficialis, nervus medianus, dan tendo-tendo flexor panjang. Segmen-segmen
tendo musculus flexor digitorum superficialis dibuang untuk memperlihatkan tendo-tendo musculus flexor digitorum profundus.

868

A,PENDIKS

M. tibialis anterior
M. extensor hallucis longus

"1';.,/'::,,,r'.,:1A...:dcifSaliS. pedis

retinaculum musculorum
extensorum inferius
N.

V. saphena

N. peroneus profundus

retinaculum musculorum
malleolus lateralis
M. tibialis posterior
M. flexor digitorum longus

musculorum
peroneorum supenus

A. tibialis posterior

talofibulare posterius
M- peroneus brevis dan longus
M. flexor hallucis longus

suralis
V. saphena parva

tendo M" plantaris


tendo calcaneus

Gambar 9 Batas-batas sendi pergelangan kaki kanan.

Dinding Dada, Rongga


Dada, Paru, dan Rongga
PIeura

75

76

BAB 3

Anatomi Dasar

Trachea dan Bronchus Principalis

Dinding dada

Paru

Diaphragma

Catatan Fisiologi: Mekanisme Respirasi

Catatan Fisiologi: Fungsi Diaphragma

nspirasi

Ekspirasi

Catatan Embriotogi: Pembentukan Diaphragma

95
95

105
105
108

Otot-Otot Respirasi Tambahan

Catatan Embriotogi: Pembentukan Paru dan Pteura

109

Arteria Thoracica lnterna

Gambaran Radiografik Paru dan Dinding Dada

111

Anatomi Permukaan Trachea, Paru, dan Pteura

111

Vena Thoracica lnterna

Otot-Otot yang Menghubungkan Extremitas Superior dengan


Dinding

Dada

85

Otot-Otot Pangkal Leher yang Berhubungan dengan Costa

87

Ctavicula dan Hubungannya dengan Apertura Thoracis Superior 87

Mamma
Catatan Embriotogi: Pembentukan

Mamma

Dada
Pteura
Rongga

Trachea

111

Paru

123

Pteura

123'

87

Anatomi Permukaan Pembutuh Darah

126

90

Gtanduta Mammaria

126

97

Pertanyaan

127

93

Jawaban dan Penjelasan

'130

f,)emahaman mengenai struktur dinding dada dan diaphragma


I mutlak dimiliki oleh seseordnB yang ingin mengefti bagaimana
gerakan normal dinding dada pada proses pengisian udara di dalam
paru.

Rangka thorax juga mempunyai fungsi proteksi, tidak hanya


untuk paru tetapi juga organ-organ penyokong kehidupan lainnya
seperti jantung dan pembuluh darah besar. Tambahan pula, bagian

ANAT*'XI DASAR

bawah rangka thorax meliputi organ abdomen bagian atas, sehingga


ikut melindungi organ'organ yang ada di dalamnya seperti hepar,
gaster, dan lien. Walaupun dinding dada kuat, Iuka tumpul atau tusuk
dapat mencederai organ-organ lunak yang ada di dalamnya. Hal ini
terutama penting di era di mana kecelakaan mobil, Iuka tusuk, dan
luka tembak sering ditemui.

Corpus sterni di atas bersendi dengan manubrium sterni pada

articulatio manubriosternalis dan di bawah bersendi dengan


processus xiphoideus pada articulatio xiphosternalis. Pada setiap

sisi terdapat lekukan-lekukan untuk bersendi dengan cartilago


costalis II sampai VII(Gambar 3-1).
Processus xiphoideus (Gambar 3-1) merupakan selembar tipis
cartilago yang mengalami ossifikasi pada ujung proksimalnya
pada orang dewasa. Tidak ada costa ataupun cartilago costalis

Dinding Dada

yang melekat padanya.

Dinding dada dibentuk oleh sternum, costa, dan cartilago costalis


(Gambar 3-1).

Terdapat 12 pasang costa, yang semuanya di posterior melekat


pada vertebra thoracica (Gambar 3-1 dan 3-2). Costa dibagi dalam
3 kategori berikut ini:

Sternum

Stemum terletak di garis tengah dinding depan dacla. Sternum


merupakan tulang pipih yang dapat dibagi dalam tiga bagian:
manubrium sterni, corpus sterni, dan processus xiphoideus.
Manubrium sterni merupakan bagian atas sternum. Bersendi
dengan corpus sterni pada articulatio manubriosternalis. Bersendi
dengan clavicula serta cartilago costalis I serta bagian atas cartilago
costalis II pada masing-masing sisi (Gambar 3-1). Terletak di depan
vertebra thoracica

III dan

IV.

Costa

Costae verae: tujuh pasang costa paling atas, melekat pada


stemum di sebelah anterior melalui cartilago costalisnya.
Costae spuriae: pasangan costa VIII, IX, dan X di anterior

melekat satu dengan yang lain dan ke costa VII melalui


cartilago costalis dan sendi sinovial yang kecil.
Costae fluctuantes: pasangancosta XI danXII tidakmempunyai

perlekatan di anterior.

D/ND/NG DADA, RONGGADADA, PARU, DAN RONGGAPLEURA

77

incisura suprasternalis

fovea untuk
corpus vertebrae

clavicula

thoracicae
fovea

untuk

manubrium sterni

corpus sterni

cartilago costalis
costa

manubrium
sterni

fovea untuk
cartilago costalis
il

angulus sterni

fovea untuk
cartilago costalis
ilt

cartilago
costalis

corpus sterni

fovea untuk
cartilago costalis

fovea untuk
cartilago costalis
costa Xll
fovea untuk
cartilago costalis

costae fluctuantes

processus
xiphoideus

fovea untuk
cartilago costalis

vil

Gambar 3-1 A. Permukaan anterior sternum.

Costa

processus xiphoideus

B Sternum, costa, dan cadilago costalis membentuk rangka thorax.

Costa regular merupakan tulang berbentuk panjang, melintir,


pipih dan mempunyai pinggir atas yang membulat, dan pinggir
bawah mempunyai alur (sulcus costae), yang berisi A, V, dan N.
intercostalis. Ujung anterior dari setiap costa dilekatkan pada
cartilago costalis yang sesuai (Gambar 3-2).

Costa mempunyai caput, collum, tuberculum, corpus, dan


angulus (Gambar 3-2). Caput mempunyai dua fovea articularis
untuk bersendi dengan corpus vertebra yang nomornya sama
dan dengan vertebra yang terletak tepat di atasnya (Cambar
3-2). Co1lum merupakan bagian yang sempit terletak di antara
caput dan tuberculum. Tuberculum merupakan tonjolan pada
permukaan luar costa dan mempunyai fovea articularis untuk
bersendl dengan processus transversus vertebrae yang nomornya
sama (Gambar 3-2). Corpus berbentuk tipis, kurus, dan melintir
sepanjang sumbu panjangnya. Pada pinggir inferiornya terdapat
sulcus costae. Angulus costae adalah tempat di mana corpus costae

melengkung ke depan dengan tajam.

Costa I regu larlAtipikal


Costa

I penting di klinik karena mempunyai hubungan

utama untnk lenp;an atas, yaitu A. dan Vsubclavia


(Cambar 3-3). Costa ini kecil dan pipih dari atas ke bawah.
M.scalenus anterior melekat pada permukaan atas dan pinggir
dalamnya. Anterior terhadap M. scalenus anterior, V. subclavia
menyilang costa. Posterior terhadap tempat melekatnya otot,
pembr-rlr-rh

Regu lar/Tipi l<al

eral

dengan saraf-saraf bagian bawah plexus brachialis dan pembulr:h-

A.subclavia dan truncus inferior plerr-rs brachialis menyilang costa


dan berhubungan dengan tulang.

Cartilago Costalis

Cartilago costalis merupakan batang cartilago yang menghubungkan tujuh costa bagian atas dengan pinggir lateral sternum
dan costa VIII, IX, dan X ke cartilago yang terdapat tepat di atasnya.
Cartilago costalis XI dan XII berakhir pada otot-otot abdomen
(Gambar 3-1).

Cartilago costalis berperan penting terhadap elastisitas dan


mobilitas dinding dada. Pada orang ianjut usla, cartilago costae
cenderung kehilangan sebagian fleksibilitasnya sebagai akibat
kalsifikasi superfisial.

78

BAB 3

fovea costalis processus transversi

fovea costalis superior

corpus vertebrae

discus intervertebralis

caput costae
collum costae

sternum

cartilago costalis

potongan melintang costa


sulcus costae
Gambar 3-2

Costa V kanan bersendi di posterior dengan columna vedebralis dan di anterior dengan sternum. Perhatikan

bahwa caput costae bersendi dengan corpus veftebra nomor yang sama dan vertebra yang terletak tepat di atasnya, Perhatikan

juga adanya sulcus costae di sepanjang pinggir bawah costa.

Sendi-Sendi Dinding Dada/Thorax

Tuberculum costae bersendi melalui sendi sinovial dengan

Persendian Sternum
Articulatio manubriosternalis merupakan sendi

Persendian Tuberculum Costae

cartilaginosa

antara manubrium sterni dan corpus stemi (Gambar 3-1). Sedikit


gerakan angular mungkin dilakukan selama respirasi.

Articulatio xiphosternalis merupakan sendi cartilaginosa


antara processus xiphoideus (cartiiago) dan corpus sterni (Gambar
3-1). Processus xiphoideus biasanya bergabung dengan corpus
sterni pada usia pertengahan.

processus transversus vertebrae yang sesuai nomornya (Gambar


3-2). (Persendian ini tidak ada pada costa IX dan XII).

Persendian Antara Costa dengan


Cartilago Costalis
Merupakan sendi cartilaginosa, dan tidak ada gerakan yang
mungkin dilakukan.

Persendian pada Costa

Persendian Cartilago Costalis dengan Sternum

Persendian Caput Costae

yang terbawah mempunyai sebuah sendi sinor.ial pada corpus

Cartilago costalis I bersendi dengan manubrium stemi melalui


sendi cartilaginosa, dan tidak ada gerakan yang mungkin
dilakukan (Gambar 3-1). Cartilago costalis II sampai VII bersendi
dengan pinggir lateral sternum melalui sendi sinovial. Selain itu,
cartilago costalis Vf VII, VII, IX, dan X bersendi satu dengan yang
lain melalui sendi sinovial yang kecil pada pinggirnya masingmasing. Cartilago costalis XI dan XII terbenam di dalam otot-otot

vertebrae yang sesuai.

abdomen.

Dari costa II sampai IX, caput costae bersendi dengan corpus


vertebrae yang sama nomornya melalui sendi sinovial dan pada
corpus vertebra yang ada tepat di atasnya (Gambar 3-2). Terdapat

ligamentum intra-articulare kuat yang menghubungkan caput


costae dengan discus intervertebralis. Caput costae I dan tiga costa

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARIJ, DAN RONGGA PLEURA

Gerakan Costa dan Cartilago Costalis


Costa I bersama dengan cartilago costalisny'a difiksasi pada manu-

brium sterni, sehingga tidak dapat digerakkan. Pengangkatan dan


penurunan costa selama respirasi diikuti oleh gerakan pada sendisendi di caput dan tuberculum costae, sehingga memungkinkan
collum costae berputar di sekeliling sumbunya.

Spatium lntercostale

Ruang antar costa berisi tiga jenis otot respirasi: M.intercostalis


externus, M.intercostalis internus, dan M. intercostalis intimi.

di sebelah dalam dilapisi oleh fascia


endothoracica, yang permukaan dalamnya dilapisi lagi oleh pleura
parietalis. A.V.N.intercostalis berjalan di antara lapisan tengah dan
lapisan paling dalam otot-otot (Gambar 3-4). Mereka tersusun dari
M.intercostalis intimi

atas ke bawah dalam urutan: V.intercostalis, A.intercostalis, dan

AperturaThoracis Superior

N.intercostalis (Disingkat VAN).

(Pintu Keluar)
Rongga thorax berhubungan dengan pangkal leher melalui lubang

yang disebut apertura thoracis superior (pintu keluar). Disebut


pintu keluar karena pembuluh-pembuluh darah dan saraf penting
keluar dari rongga dada melalui lubang ini, menuju ke leher dan
extremitas superior. (Cambar 3-3). Apertura dibatasi di posterior
oleh vertebra thoracica pertama, di lateral oleh pinggir medial
costa I dan cartilagonya, dan di anterior oleh pinggir superior
manubrium sterni. Apertura terletak miring menghadap ke atas
dan depan. Melalui lubang kecil ini berjalan esophagus dan
trachea, serta banyak pembuluh darah dan saraf. Oleh karena
apertura terletak miring, maka apex dari paru dan pleuranya
menonjol ke atas ke daerah leher (Gambar 3-3).

Musculus lntercostalis

M.intercostalis externus membentuklapisanyang paling luar.Arah


serabut-serabutnya ke bawah dan depan, darl pinggir bawah costa
di atasnya ke pinggir atas costa yang ada di bawahnya (Gambar
3-4). Otot berjalan ke depan, sampai ke cartilago costalis, di mana
otot diganti oleh aponeurosis,disebut membrana intercostalis
anterior (externus) (Gambar 3-5).

M.intercostalis internus membentuk lapisan tengah. Arah


serabut-serabutnya ke bawah dan belakang, dari sulcus costae di
atas sampai pinggir atas costa yang ada di bawahnya (Gambar 3-4).

Otoi-otot berjalan ke belakang dari sternum di depan sampai ke


angulus costae di belakang, di mana otot diganti oleh aponeurosis,
membrana intercostalis posterior (internus) (Gambar 3-5).

M.scalenus medius

plexus brachialis

cupula cervicalis pleurae


insersi M. scalenus medius
M. scalenus anterior
insersi M. scalenus
anterior

truncus inferior
plexus brachialis

costa

A. dan V. subclavia

Gambar 3-3 Apertura thoracis superior (pintu keluar) mernperlihatkan cupula cervicalis pleurae pada sisi kirl tubuh dan
hubungannya dengan pinggir dalam costa

79

I. Perhatikan juga adanva plexus brachialis dan A.V subclavia.

80

BAB 3

kulitt
fascia superficialis

M. serratus

anterior

cavitas pleuralis

V. intercostalis

A. intercostalis
N. intercostalis

M. intercostalis externus

pleura visceralis
M. intercostalis intimi

pleura parietalis

kulit
fascia superficialis

pleura visceralis
cavitas pleuralis (ruangan)
pleura parietalis dan fascia endothoracica

M. serratus anterior
jarum su.ntik

M. intercostalis intimi
M. intercostalis internus

M. intercostalis
externus

Gambar 3-4 A. Potongan melalui spatium intercostale. B. Struktur-struktur yang ditembus


oleh jarum bila ditusukkan dari permukaan kulit ke rongga pleura. Tergantung tempat
penusukkan, lYm. pectorales mungkin tertusuk demikian pula lvl. serratus anterior.

M.intercostalis

intimi membentuk lapisan paling

dalam

(Gambar 3-4) dan analog dengan M.transversus abdominis pada


dinding anterior abdomen. Otot ini rneruprakan lapisan otot yang

tidak lengkap dan menyilang lebih dari satu spatium intercostale


vang terdapat di antara costa. Ke dalam, berhubungan dengan
fascia endothoracica dan pleura parietalis dan ke luar berhubungan

dengan A.V.dan N.intercostalis. M.intercostalis intimi dapat dibagi


dalam tiga bagian (Gambar 3-5), yang kurang leblh terpisah satr-r
dengan yang 1ain.

Fungsi Musculus lntercostalis


Bila Mm.intercostalis berkontraksi, cenderung
costa satu dengan lainnya. Jika costa

mendekatkan

I difiksasi oleh kontraksi

otot-otot yang terdapat pada pangkal leher, yaitu Mm.scaleni,


Mm.intercostales akan mengangkat costa II sampai XiI ke arah
costa I, seperti pada inspirasi. Sebaiiknya, jika costa XII difiksasi

oleh M.quadratus lumborum dan otot-otot serong dinding


abdomen, costa I sampai ke XI akan tertarik ke bawah oleh

DINDING DADA,, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

81

ramus posterior
aorta thoracalis

N. spinalis
N- intercostalis

A. intercostalis posterior
ramus muscularis

intercostalis externus

cabang untuk
pleura parietalis

M. intercostalis internus
M. intercostalis intimi

ramus cutaneus
lateralis

ramus cutaneus
lateralis

A. intercostalis anterior
A. thoracica interna
ramus cutaneus antenor

ramus perforantes

Gambar 3-5 Potongan melintang thorax, memperlihatkan distribusi N.intercostalis, A.intercostalis posterior, dan A.intercostalis
anterior yang regular.

kontraksi Mm.intercostales, seperti pada ekspirasi. Selain itu, tonus


Mm.intercostales selama fase-fase respirasi berperan memperkuat

di dalam spatium intercostale,

jadi
jaringan
akibat perubahan tekanan intratorakal. Untuk keterangan lebih
lanjut mengenai kerja otot-otot lni, lihat mekanisme respirasi
jaringan-jaringan yang ada

mencegah pengisapan ke daiam atau pendorongan ke

1u

ar

pada halaman 105.

Persarafan

m.intercostales

Nn.lntercostales

Aa. dan Vv.intercostales

Setiap spatium intercostale mempunyai satu A.intercostalis


posterior yang besar dan dua A.intercostalis anterior yang keci1.

Aa.intercostales posteriores pada dua spatium intercostale


yang pertama berasal dari A.intercostalis superior, cabang
dari truncus costocervicalis dari A.subclavia. Aa.intercostales
posteriores pada sembilan spatium intercostale yang bawah
dipercabangkan dari aorta thoracalis (Gambar 3-5 dan 3-6).
Aa.intercostales anteriores pada enam spatium intercostale
yang pertama dipercabangkan dariA.thoracica interna (Cambar

3-5 dam 3-6), yang berasal dari bagian pertama A.subclavia.


Aa.intercostales anteriores pada spatium intercostale yang

lebih bawah dipercabangkan dari A.musculophrenica (salah


satu cabang terminal A.thoracica interna).

Masing.masingA.intercostalis memberikan cabang untuk otototot, kulit, dan pleura parietalis. Pada daerah glandula mamma
wanita, cabang-cabang yang menuju ke struktur permukaan
berukuran besar.

Vv.intercostales posteriores yang sesuai mengalirkan darah


kembali ke Vazygos atau Vhemiazygos (Cambar 3-6 dan 3-7),
dan Vv.intercostales anteriores mengalirkan darah ke depan ke
V.thoracica interna dan V.musculophrenica.

Nn.intercostales

Nn.intercostales merupakan rami anteriores dari sebelas Nervus


spinalis thoracalis yang pertama (Gambar 3-B). Ramus anterior dari
N.spinalis thoracalis keduabelas terletak di abdomen dan berjalan
ke depan di dalam dinding abdomen sebagai N.subcostalis. Lihat
Gambat 17-25.

Setiap N.intercostalis masuk ke dalam spatium intercostale


antara pleura parietalis dan membrana intercostalis posterior
(Gambar 3-4 dan 3-5). Kemudian berjalan ke depan dan bawah
bertemu dengan A.dan Vintercostalis di dalam sulcus costae yang
sesuai, dl antara M.intercostalis intimi dan M.intercostalis internus.
Enam saraf yang pertama didistribusikan di dalam spatium
intercostalenya. N.intercostalis ke sembilan sampai kesebelas
meninggalkan ujung anterior spatium intercostale dengan berjalan
di permukaan dalam cartilago costalis, untuk masuk ke dalam
dinding anterior abdomen. N.intercostalis kesepuluh dan sebelas
berjalan langsung ke depan ke dalam dinding abdomen.

Cabang-Cabang
Lihat Gambar 3-8.

o Rami communicantes menghubungkan N.intercostalis

ke

ganglion truncus sympathicus (Gambar 1-18). Ramus grisea


bergabung dengan saraf, medial terhadap tempat di mana
ramus alba meninggalkarmya.

82

V. intercostalis

posterior

A. intercostalis
posterior
N. intercostalis

M. intercostalis
internus

M. intercostalis
intimi
Aorta
thoracalis
pars
decendens

Gambar 3-6 A. Permukaan dalam ujung posterior dari dua spatium intercostale yang regular; membrana intercostalis posterior
dibuang supaya lebih jelas. B. Permukaan anterior thorax memperlihatkan perjalanan A.dan Vthoracica interna. Vasa ini
berjalan turun ke bawah sekitar satu jari dari pinggir lateral sternum.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARI,J, DAN RONGGA

PLEURA

83

Dengan kekecualian tersebut di atas, enam nervus intercostalis

pertama menyarafi kulit dan pleura parietalis yang meliputi


permukaan luar dan dalam spatium intercostale, serta musculi
intercostales yang terdapat pada setiap spatium intercostale,

V. intercostalis

superior sinistra

musculus levator costarum, dan musculus serratus posterior.

Selain itu, nervus intercostalis ke tujuh sampai ke sebelas


menyarafi kulit dan peritoneum parietalis yang meliputi permukaan luar dan dalam dinding abdomery dan otot-otot anterior
abdomery yaitu musculus obliquus abdominis externus, musculus
obliquus abdominis internus, musculus transversus abdominis,

V. azygos saat
hendak bermuara
ke V. cava superior
V. hemiazygos

superior

dan musculus reclus abdominis.


'Vv. intercostales

posteriores

Membrana Suprapleuralis

Di sebelah atas, thorax berhubungan dengan pangkal leher melalui apertura yang sempit, apertura thoracis superior. Apertura
thoracis superior dilalui oleh alat-alat yang berjalan antara thorax

V. azygos

V. hemia zygos inferior

V. subcostalis
dextra

Gambar 3-7 Diagram penataan umum dari

V. lumbalis

ascendens sinistra

V.azygos, V.hemiazygos

dan leher (esophagus, trachea, pembuluh darah dan sebagainya)


dan sebagian besar alat-alat tersebut terletak dekat garis tengah.
Pada setiap sisi dari alat-alat ini apertura ditutupi oleh lapisan
fascia tebal yang disebut membrana suprapleuralis (lihat Gambar
3-15). Lapisan fibrosa yang berbentuk tenda ini di lateral melekat
pada pinggir medial costa I dan cartilago costalis. Apexnya melekat
pada ujung processus transversus vertebrae cervicalis VII dan di
medial melekat pada fascia yang meliputi alat-alat yang berjalan
dari thorax menuju ke leher. Fascia fibrosa ini melindungi pleura
cervicalis dan tahan terhadap perubahan tekanan intratorakal
yang terjadi selama pergerakan respirasi.

superior (V.hemiazygos accessorius), dan V.hemiazygos inferior


(Vhemiazygos).

Diaphragma
a

Ramus collateralis berjalan ke depan

di bawah dari

saraf

utama.

a Ramus cutaneus lateralis mencapai kulit pada dinding


t
I
t
a

Diaphragma merupakan septum yang tipis, muscular, dan tendinosa yang memisahkan rongga dada di atas dengan rongga
abdomen di bawah (Gambar 3-9). Diaphragma ditembus oleh alatalat yang berjalan dari dada ke abdomen.

samping thorax dan bercabang dua menjadi ramus anterior

Diaphragma merupakan otot terpenting untuk respirasi.

dan ramus posterior.


Ramus cutaneus antedor membentuk cabang terminai utama.
Mencapai kulit dekat garis tengah thorax. Saraf ini bercabang
dua menjadi ramus medial dan 1ateral.

Bentuknya seperti kubah dan terdiri dari bagian pinggir yang


merupakan bagian otot dan bagian tengah yang bertendo. Origo
diaphragma dapai dibagi dalam tiga bagian:

Rami musculares menuju ke otot-otot intercostalis.


Rami sensoris pleura menuju ke pleura parietalis.
Rami sensoris peritoneurn (hanya nervus intercostalis ketujuh
sampai kesebelas) menuju ke peritoneum parietalis

Nenrrs intercostalis pertama dihubungkan dengan plexus

l}
i
l)

Pars sternalis berasal dari permukaan posterior processus


xiphoideus
Pars costalis berasal dari permukaan dalam cnam costa bagian
bawah dan cartilago costalisnya (Gambar 3-9).
Pars vertebralis berasal dari columna vertebraiis atau crula
dan dari ligamentum arcuatum.

brachialis oleh suafu cabangbesar yang sama dengan ramus cutaneus

lateralis nervus intercostalis yang regular. Sisa N.intercostalis


pertama kecil, dan tidak mempunyai ramus cutaneus anterior.

Nervus intercostalis kedua dihubungkan dengan nervus

Crus dextrum berasal dari pinggir corpus tiga vertebra lumbalis yang pertama dan discus intervertebralisnya; crus sinistrum
berasal dari pinggir corpus dua vertebra lumbalis yang pertama

cutaneus brachii medialis oleh sebuah cabang yang dinamakan


nervus intercostobrachialis, yang sama dengan ramus cutaneus
lateralis nervus intercostalis lainnya. Karena itu, nervus intercos-

dan discus intervertebralisnya (Gambar 3-9). Lateral terhadap

talis kedua menyarafi kulit di celah ketiak dan sisi medial atas
lengan atas. Pada penyakit arteri coronaria, nyed ditasakan

dari pinggir corpus vertebra lumbalis kedua sampai processus


transversus vertebrae lumbalis I dan ligamentum arcuatum

sepaniang saraf

ini pada sisi medial lengan

atas.

crura, diaphragma berasal dari ligamentum arcuatum mediale dan


laterale (Gambar 3-9). Ligamentum arcuatum mediale terbentang

laterale terbentang dari processus transversus vertebrae lumbalis

84

BAB 3

ramus posterior
N. spinalis

thoracalis kedua
ramus anterior

N. intercostobrachialis

N. intercostalis

ramus cutaneus anterior

rAMUS

cutaneus
lateralis

Gambar 3-8 Distribusi dua buah nervus intercostalis terhadap


lengkung costa.

N. phrenicus dexter

V. cava inferior

N. phrenicus sinister
centrum
tendineum
esophagus
N. vagus

sinistrum
Iigamentum arcuatum
medianum
ligamentum arcuatum
mediale
ligamentum arcuatum
laterale

N. subcostalis

costa Xll
M. quadratus lumborum

M. psoas

truncus sympathicus

Gambar 3-9 Diaphragma dilihat dari bawah. Bagian anterior sisi kanan dibuang. Perhatikan origo otot pada sternum, costa,
dan vertebra dan alat-alat penting yang melaluinya.

D/ND/NG DADA, RONGGADADA, PARU, DAN RONGGAPLEURA

sampai costa XII. Pinggir medial kedua crura dihubungkan


oleh ligamentum arcuatum medianum, yang menyilang di atas
permukaan anterior aorta (Gambar 3-9). Diaphragma berinsersi
pada centrum lendineum yang rata. Permukaan superior
centrum tendineum sebagian bersatu dengan permukaan inferior
pericardium fibrosa.

Bentuk dap Struktur Diaphragma

Bila dilihat dari depary diaphragma melengkung ke atas dalam


bentuk lembaran muscular tipis membentuk kubah kanan dan
kiri. Kubah kanan mencapai setinggi pinggir atas costa V dan
kubah kiri dapat mencapai pinggir bawah costa V. (Kubah kanan
terletak lebih tinggi mungkin disebabkan oleh ukuran lobus
dexter hepatis yang besar). Centrum tendineum terietak setinggi
articulatio xiphosternalis. Kubah menyokong paru kanan dan
kiri, sedangkan centrum tendineum menyokong jantung. Tinggi
diaphragma berbeda-beda pada tahapan respirasi, sikap tubull
dan derajat pembesaran organ-organ abdomen. Diaphragma lebih
rendah pada waktu orang duduk atau berdiri; dan lebih tinggi
pada waktu berbaring atau setelah makan kenyang.
Apabila dilihat dari samping, diaphragma mempunyai bentuk
seperti huruf J terbalik" lengan panjang berjalan ke atas dari
columna vertebralis dan lengan pendek berjalan ke depan sampai
pada processus xiphoideus (Gambar 3-17).

Persarafan Diaphragma

<)

Persarafan Motorik: N.phrenicus dexter dan sinister (C3, 4,


dan 5).

l}

Persarafan Sensorik: Pleura parietalis dan peritoneum yang


menutupi permukaan sentral diaphragma dari N.phrenicus,
sedangkanbagianperifer diaphragma darienamN.intercostalis
bagian bawah.

85

Lubang-Lubang pada Diaphragma

Diaphragma mempunyai tiga lubang:

Hiatus aorticus, terletak anterior terhadap corpus vertebra


thoracica ke duabelas,

di

antara kedua crura (Gambar 3-9).

Lubang ini dilalul aorta, ductus thoracicus, dan vena azygos.

Hiatus oesophagicus, terletak setinggi vertebra thoracica ke


sepuluh di dalam lengkung serabut otot yang berasal dari
crura deitrum (Gambai 3-9). Lubang ini dilalui esophagus,
nervus vagus dexter dan sinister, ramus oesophagicus arteria
dan vena gastrica sinsitra, dan pembuluh limfe dari spertiga
bagian bawah esophagus.

Hiatus vena cav4 terletak setinggi vertebra thoracica VIII pada


centrum tendineum (Gambar 3-9). Lubang ini dilalui oleh vena
cava inferior dan cabang-cabang terminal nervus phrenicus
dexter.

Selain dari lubang-lubang tersebut nervi splanchnici


menembus crura; truncus sympathicus berjalan posterior terhadap

ligamentum arcuatum mediale pada masing-masing sisi; dan


arteria dan vena epigastrica superior berjalan di antara origo pars
sternaiis dan costalis diaphragma setiap sisi.

Pembentukan Diaphragma
Diaphragma dibentuk dari struktur-struktur berikut ini: (1) septum

transversum, yang membentuk otot dan centrum tendineum; (2)


kedua membrana pleuroperitonealis, yang berperan penting
terhadap area perifer pleura diphragmatica dan peritoneum,
yang masing-masing meliputi permukaan atas dan bawahnya; (3)

mesenterium dorsalis oesophagicus, tempat berkembangnya


crura diaphragmatica.

Septum transversum merupakan massa mesoderm yang


di leher oleh fusi dari miotom ketiga, keempat, dan

terbentuk

kelima segmen cervicalis. Dengan penurunan jantung dari leher

Fungsi Diaphragma

ll Otot untuk inspirasi: Pada

ke thorax, septum didorong ke bawah, serta menarik saraf.saraf

saat kontraksi, diaphragma

yang mengurusnya. Dengan demikian, persarafan motorik berasal

menarik centrum tendineum ke bawah dan menambah dia-

dari nervus cervicalis ketiga, keempat, dan kelima, yang berjalan

meter vertikal thorax.

sebagai nervus phrenicus.

ll Otot

peregang (pampat) perut: Kontraksi diaphragma

Membrana pleuroperitonealis tumbuh ke arah medial dari

membantu otot-otol dinding anterior abdomen dalam mening-

kedua sisi dinding tubuh bergabung dengan septum transversum

katkan tekanan intra-abdominal untuk miksi, defekasi, dan

di anterior

melahirkan.

a Otot

pengangkat beban berat: Dengan menarik nafas


dalam dan mempertahankannya (memfiksasi diaphragma),
diaphragma membantu otolotot dinding anterior abdomen
meningkatkan tekanan intra-abdominal sedemikian rupa
sehingga membantu menyokong columna vertebralis dan
mencegah terjadinya fleksi.

a Pompa thoraco-abdominalis:

oesophagus dan dengan mesenterium dorsalis di


posterior oesophagus. Selama proses fusi, mesoderm septum

transversum meluas ke bagian lain, membentuk seluruh otot-otot


diaphragma.

Otot-Otot Respi rasi Tambahan

Penurunan diaphragma

mengurangi tekanan inlralhoracalis dan meningkatkan tekanan

intraabdominalis. l\,4ekanisme ini membantu mengalirkan


darah dari vena cava inferior kembail ke atrium kanan dan
aliran limfe ke atas ke dalam ducius thoracicus.

Musculus levator costarum yang kecil serta musculus serratus


posterior yang kecil dan tipis tidak besar perannya dalam gerakan
dinding thorax. Ringkasan dari otot-otot dinding dada beserta
persarafan dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 3-1.

86

BAB 3

Table

i.{

Otot-Otot thorax

Nama otot

Origo

M.iftlercogtalis, extemus

Pinggir bawah costa

, {11 } {serabut berjalan

'ki

nsers

Pinggir atas
costa di

'bawah dan d*pan).

Persarafan

Fungsi

Nn.intercostales

Dengan costa I teffiksasi, otot ini


mengangkat costa selama inspirasi
dengan demikian meningkatkan diameter

bawahnya

antetoposterior dan ttansvelsa thgtax.


Dengan costa terakhir terftksasi oleh

otot-otct abdomen, otot ini menurunkan


costa selama ekspirasi.
M.irilercsstalis internus
{11 } {serabuf be4alaB ke

Pinggir bawah costa

yeng terperting)

Nn.intercostales

costa di

bawah dan belakang)


M.intefcoetalis iniirni
{lapjsan tidsk jengkap}
Diaphragma (otot respirasi

Pinggir aias

Costa yanq berdekatan

bawahnya
Co*ta yang

Nn.intercostales

Membantu Mm.intercostales externi dan


interni

N.phrenicus

Otot inspirasi yang sangat penting:

berdekatan
Processus xiphoideus; oRam
cartilago costalis bagian

Centrum
tendineum

menambah diameter vertikal thorax

bawah; tiga vertebra lumbalis

dengan menafik centrum tendineum ke


bawah dan membantu menarik costa

bagian atas

bagian bawah ke atas. Juga berperan


pada pampat perut dan mengangkat
benda beral.
M.levator costarum {12)

M;sellatus posteri0r

:suPti0l

M.seffa1us posterior

.'inferigr'

Ujung processu$ transvetsus


vertebrae cervicalis Vll dan
vertebrae thoracica I - Xl
Processus spinosus vertebrae

Costa bawah

Rami posteriores

Costa bagian

thoracales
Nn.intercosiales

Nn.spinales

cervicalis bagian bawah dan


vertebrae thoracica bagian atas
Processus spinosus vertebrae

atas
Costa bagian

lumbalis bagian atas dan


vertebrae thoracica bagian

Nn,intercostales

bawah

Mengangkat costa, oieh karena itu


mer.upakan otot inspirasi,
Mengangkat costa, oleh karena itu
merupakan otot insBirasi.
Menarik costa ke ba${ah, oleh karena itu
merupakan otot ekspirasi

bawah

Arteria Thoracica I nterna

it Arteda musculophrenica, beqalan di sekitar pars

costalis

diaphragma dan mendarahi spatium intercostale bagian


ban'ah dan diaphragma.

Arteria thoracica interna memberi darah untuk dinding anterior


tubuh dari clavicula sampai umbilicus. Arteri ini dipercabangkan
dari bagian pertama arteria sublcavia di daerah leher. Arteria
thoracica interna berjalan r.ertikal ke bawah pada pleura di
belakang cartilago costalis, satu jari lateral terhadap sternum, dan
berakhir pada spatium intercostale keenam dengan bercabang
menjadi arteria epigastrica superior dan arteria musculophrenica.

Cabang-Cabang

Dua Arteria intercostalis anterior untuk enam spatium inter-

Vena Thoracica lnterna


Vena thoracica interna mengalirkan darahnya ke vena brachiocephalic.r pada masing-masing

Otot-Otot

:i:i.

yang

Menghubungkan Extremitas
Superior dengan Dinding Dada

costale bagian atas.

Arteriae perforantes, yang berjalan mengikuti cabang terminal

Musculus Pectoralis Major

nervus intercostalis yang sesuai.

Merupakan otot tebal berbentuk segitiga yang menutupi dinding


dada bagian anterior (Gambar 3,10). Pinggir bawahnya membentuk
lipat ketiak anterior.

Arteria pericardiacophrenica, yang berjalan bersama nervus


phrenicus dan memberi darah untuk pericardium.
Arteriae mediastinales, menuju ke alat-alat di mediastinum
antedor (misalnya kelenjar thymus).

Origo: Setengah medial clavicula, sternum, dan enam cartilago

Arteria epigastrica superior, masuk ke dalam vagina recti


abdominis di dinding anterior abdomen dan memberi darah

costalis sebelah atas.

untuk musclus rectus abdominis sampai setinggi umbilicus.

Insersi: Serabutnya be{alan konvergen dan berinsersi pada


bibir laieral sulcus bicipltalis humeri.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA

Persarafan: Nervus pectoralis medialis dan lateralis dari


fasciculus medialis dan lateralis plexus brachialis.
Fungsi: Aduksi dan endorotasi lengan atas; serabut pars
clavicularis juga melakukan fleksi lengan atas.

ala s.

Insersi: Permukaan atas costa I di belakang arteria subclavia.


Petsarafan: nervi spinales cervicales.
Fungsi: Menaikkan costa I; otot ini melakukan fleksi lateral

Musculus Pectoralis Minor

Origo: Dari costa III, ke IV dan V.


trnsersi: Serabut-serabutnya berjalan konvergen untuk berinsersi pada processus coracoideus scpulae.

Persarafan: nervus pectoralis medialis, sebuah cabang dari


fasciculus medialis plexus brachialis.
Fungsi: Menarik bahu ke bawah dan depan; jika bahu
difiksasi, otot ini akan menarik costa yang merupakan tempat

dan rotasi pars cervicalis columna vertebralis.


Batas anterior: arteria subclavia, plexus brachialis, dan cupula
cervicalis pleurae.

origonya.

Musculus Serratus Anterior

acromion di sebelah lateral. Clavicula berfungsi sebagai penyangga


lengan atas dari tubuh. Clavicula juga berperan menyalurkan gaya

(Gambar 3-10 dan 3-11).

Origo: Dari permukaan luar delapan costa bagian atas.


Insersi: Permukaan anterior pinggir medial scapula, terutama
di sekitar angulus inferior scapulae.
Persarafan: Nervus thoracalis longus, berasal dari radix C5,
C6, dan C7 plexus brachialis
Fungsi: Menarik scapula ke depan di sekitar dinding thorax
dan memutar scapula.

Otot-Otot Pangkal Leher

yang

Berhubungan dengan Costa

Musculus Scalenus Anterior

Musculus scalenus anterior merupakan otot yang terletak dalam


pada sisi-sisi leher, yang menghubungkan columna vertebralis ke
costa I. Otot ini terletak di bawah musculus sternocleidomastoideus
dan berjalan ke bawah hampir vertical. (Gambar 3-3)
Origo: Processus transversus vertebrae cervicalis III, IV V dan
VI.
Insersi: Pinggir dalam costa I.
Persarafan: Nervus spinalis cervicales.
Fungsi: Elevasi costa I; fleksi lateral dan rotasi pars cervicalis
columna vertebralis.
Batas posterior: arteria subclavia, plexus brachialis, dan cupula

cervicalis pleurae.

Clavicula dan Hubungannya dengan


Apertura Thoracis Superior
Clavicula adalah tulang panjang berbentuk huruf S, yang terletak
horizontal di daerah pangkal leher. Tulang ini bersendi dengan
stemum dan cartilago costalis I di sebelah medial, dan dengan

Otot ini lebar dan tipis menutupi permukaan lateral dinding dada

87

Origo: Processus transversus enam vertebra cervicalis sisi

Merupakan otot tipis berbentuk segitiga yang terletak di permukaan dalam musculus pectoralis major (Gambar 3-11).

PLEURA

Musculus Scalenus Medius

Musculus scalenus medius adalah sebuah otot besar yang


menghubungkan columna vertebralis dengan permukaan atas
costa I. Otot ini terletak posterior terhadap Musculus scalenus
anterior (Gambar 3-3).

dari lengan atas ke kerangka aksial, dan merupakan tempat lekat


otot-otot. Tulang ini terletak tepat di bawah kulit sepanjang sumbu
panjangnya (Gambar 3-10). Clavicula menyilang di anterior apex
axilla, dengan demikian terletak sangat dekat dengan costa I dan
plexus brachialis yang ada di bawahnya serta pembuluh darah
subclavia dan axilla (Gambar 3-11).

Mamma

Lokasi dan Deskripsi

-Glandula mammaria merupakan kelenjar aksesoris kulit khusus,

berfungsi menghasilkan susu (Gambar 3-12). Mamma terdapat


pada pria dan wanita. Bentuknya sama pada pria dan wanita yang
belum dewasa. Papilla mammaria kecil dan dikelilingi oleh daerah
kulit yang berwarna lebih gelap disebut areola mammae. Jaringan
mamma tersusun oleh sekelompok kecil sistem saluran yang
terdapat di dalam jaringan ikat dan bermuara di daerah areola.

Pubertas
Pada masa pubertas seorang wanita, mamma lambat laun
membesar dan akan berbentuk setengah lingkaran di bawah
pengaruhhormonovarium (Gambar3-12). Salurannya memanjang
meskipun demikian pembesaran kelenjar terutama disebabkan
karena penimbunan lemak. Dasar mamma terbentang dari
costa II sampai VI dan dari pinggir lateral stemum sampai linea
axillaris media. Sebagian besar kelenjar terletak di dalam fascia
superficialis. Sebagian kecil, yang disebut axillary tail (Gambar
3-12), meluas ke atas dan lateral, menembus fascia profunda
pada pinggir caudal m.pectoralis major, dan sampai ke axilla. Di
belakang mamma terdapat sebuah ruang yang berisi jaringan ikat
jarang disebut spatium retromammariae.
Setiap payudara terdiri dari 15-20 lobus, yang tersusun radier
dan berpusat pada papilla mammaria. Saluran utama dari setiap

88

BAB 3

Nn. supraclaviculares

M. deltoideus
lV. biceps

M. sternocleidomastoideus

brachi dan
coracobrach ialis

clavicula

M. triceps caput longum

manubrium sterni

axillaris
V. axillaris

corpus sterni

N. cutaneus brachii medialis


M. pectoralis major

M. subscapularis
M. latissimus dorsi

rami cutanei
nervi intercostales

M. teres major

N. intercostobrachialis
M. serratus anterior

//

processus xiphoideus

N. thoracalis longus

A. thoracalis lateralis

aponeurosis M. obliquus externus


Gambar 3-10 Regio pectoralis dan axilla.

lobus bermuara ke puncak papilla mammaria, dan mempunyai


ampulla yang melebar tepat sebelum ujungnya. Dasar papilla
mammaria dikelilingi oleh areola (Gambar 3-12). Tonjolan-tonjolan
halus pada areola diakibatkan oleh kelenjar areola di bawahnya.
Lobus-1obus kelenjar dipisahkan oleh septa fibrosa yang berfungsi
sebagai ligamentum suspensorium (Gambar 3-12).

Vaskularisasl jaringan penyambung juga meningkat untuk


menyediakan makanan yang cukup bagi kelenjar yang sedang
berkembang. Papilla mammaria membesar, dan areola menjadi
lebih gelap dan lebih lebar sebagai akibat dari bertambahnya
deposit pigmen melanin di dalam epidermis. Kelenjar areolar
membesar dan menjadi lebih aktif.
Akhir: Selama pertengahan kedua kehamilan, pertumbuhan

Wanita Muda

melambat. Namun demikian, glandula mammaria tetap


bertambah membesar, terutama disebabkan oleh menggelembungnya alveoli secretorius oleh cairan yang disebut

Pada wanita muda, payudara cenderung menonjol ke depan dari


dasar yang sirkular.

colostrum.
Pasca menyusui: Begitu bayi disapih, payudara kembali ke

Kehamilan

o Awal:

Dalam bulan-bulan awal kehamilan, terdapat penambahan yang cepat panjang dan cabang-cabang sistem ductus
(Gambar 3-13). Alveoli secretorius berkembang pada ujung
ductus-ductus kecil. Jaringan penyambung mulai terisi
dengan alveoli secretorius yang menyebar dan bertunas.

stadium inaktifnya. Susu yang tertinggal diserap kembali,


alveoli secretorius mengerut, dan hampir seluruh alveoli
menghilang. Jaringan -penyambung interlobaris menebal.
Glandula mammada beserta papilla mammaria mengecil
dan kembali mendekati ukuran semula. Pigmentasi areola
berkurang, tetapi warna areanya tidak pernah kembali sepucat
sebelumnya.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

M. pectoralis major
N

ligamentum coracoclaviculare
M. trapezius)'r
ligamentun coracoacromiale
M. deitoideus

musculocutaneus

89

M. sternocleidomastoideus
Nn. supraclaviculares

V. cephalica

M. subclavius
thoracoacromialis

M. coracobrachialis
N. medianus
saraf untuk
M. triceps

-N.manubrium
pectoralis

N. radialis
N. cutaneus
brachii posterior
N. axilla
N. ulnaris

sterni

lateralis

lfascia

clavipectoralis

M. pectoralis minor

N subscapularis inferior

M. subscapularis
N. subscapularis
M. latissimus dorsi
N. thoracalis longus

A. thoracalis

Gambar 3-11

Regio pectoralis dan axilla; lVusculus pectoralis major dibuang untuk memperlihatkan struktur di bawahnya.

Pascamenopause

Setelah menopause, payudara mengalami atrofi (Gambar 3-13).


Hampir semua alveoli secretorius menghilar-rg, meninggalkan

Aliran limfe mamma penting sekali di klinik mengingat sering

ductus. Jumlah jaringan adiposa dapat bertambah atau berkurang.


Payudara cenderung mengecil dan terletak dalam posisi meng-

gantung. Atrofi pascamenopause disebabkan oleh tidak adanya


hormone estrogen ovarium dan progesteron.

Vaskularisasi

Arteri
Cabang-cabang pembuluh darah ke payudara yaitu rami
perforantes arteri thoracica interna, arteriae intercostales, arteria
thoracica lateralis dan arteria thoracoacromialis, serta cabangcabang arteria axillaris.

Vena
Vena-vena mengikuti arterinya.

Aliran Limfe

timbulnya kanker pada glandula ini dan penyebaran sel-sel ganas


melalr-ri pembuluh limfe menuju ke nodus lymphaticus.
Kuadlan lateral glandr-rla mammaria mengalirkan limfenya
ke nodi lymphoidei axillares anteriores atau kelompok pectorales
(Gambar 3-1;1) (terletak tepat posterior terhadap pinggir bawah
musculus pectoralis major). Kuadran medial mengalirkan
limfenya melalui pembuluh-pembuluh yang menembus ruangan

intercostal dan masuk ke dalam nodi lymphoidei thoracales


internae (terletak di dalam rongga thorar sepanjang arteria
thoracica inter:na). Beberapa pembuluh limfe mengikuti arteriae
intercostales posteriores dan mengalirkan limfenya ke posterior
ke dalam nodi lvmphoidei intercostales posteriores (terletak
sepanjang arteriae intercostales posteriores); beberapa pembuluh
berhubungan dengan pembuluh limfe pa,vudara sisi yang lain dan
dengan kelenjar di dinding anterior abdomen.

90

BAB 3

ductus

papilla
mammaria
areola
septa fibrosa
tuberculum

jaringan adiposa

clavicula

septa fibrosaligamentum
suspensorium
M. pectoralis

jaringan adiposa
M. pectoralis major

papilla
mammaria

ductus lactiferous
dari lobus glandulae
mammaria

Gambar 3-12 Mamma pada wanita dewasa. A. Tampak anterior dengan sebagian kulit dibuang untuk memperlihatkan struktur
internal. B. Penampang sagital. C, Ekor axilla (axillary kit) yang menembus fascia profunda dan meluas ke dalam axilla.

sebagian kecil di regio pectoralis. Daerah kecil ini menebal, sedikit

Pembentukan Mamma

'

Pada embrio muda,. timbul sebuah garis penebalan ektoderm


disebut rigi susu, yang terbenlang dari axilla miring ke regio

tertekan, dan mengirim 15 sampai 20 tali padat, yang tumbuh

ke dalam mesenkim di bawahnya. Sementara itu,

mesenkim

berproliferasi, dan ektoderm yang tertekan menebal menjadi timbul

ke permukaan untuk membentuk papilla mammaria. Pada usia

inguinalis. Pada hewan, beberapa glandula mammaria dibentuk

5 bulan, dapat ditemukan areola pada kulit sebagai area sirkular

di sepanjang linea ini. Pada manusia, linea ini menghilang kecuali

yang berpigmen di sekitar bakal papilla mammaria.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

&N

&

sebelum pubertas

muda dan

wanita pada saat pubertas

wanita, pertengahan
pertama siklus haid

wanita, pertengahan
kedua siklus haid

wanita hamil

wanita pasca menvusui

wanita pasca menopause

wanita menyusui
Gambar 3-13 Luasnya perkembangan ductus dan alveoli secretorius di dalam payudara
kegiatan yang berbeda-beda.

kedua jenis kelamin pada stadium

91

92

BAB 3

M. pectoralis major

,\/

Nodi lymphatici apicales

M. pectoralis minor
lymphatici
centrales

o
rJ
\O-

-Nodi

lvmohatici

thoracales internales

>l

Nodi lymphatici
axillares anteriores
atau

$N
Gambar 3-14 Aliran limfe glandula mammaria.

Rongga Dada
Rongga dada dibatasi oleh dinding thorax dan di bawah oleh
diaphragma. Rongga ini meluas ke atas ke dalam pangkal leher
sekitar satu jari di atas clavicula kanan dan kiri (Gambar 3-15).

Diaphragma, sebuah otot yang sangat tipis, merupakan


satu-satunya struktur (selain dari pleura dan peritoneum) yang
mCgnisahkan rongga dada dari viscera abdomen. Rongga dada
dibagi oleh pemisah garis tengah, disebut mediastinum, atas dua
bagian iateral yang ditempati oleh paru dan pleura (Gambar 3-16,
3-17, dan 3-18).

sampai columna vertebralis. Mediastinum dibagi dua menjadi


mediastinum superius dan mediastinum inferius oleh bidang
imajiner yang berjalan dari angulus sterni (persendian antara
manubrium dan corpus sterni) di anterior ke pinggir bawah corpus
vertebra thoracica IV di posterior (Gambar 3-17). Mediastinum

inferius lebih lanjut dibagi lagi dalam mediastinum medium,


yang berisi pericardium dan jantung; mediastinrrm anterius
yang merupakan ruang di antara pericardium dan stemum; dan
mediastinum posterius yang terletak di antara pericardium dan
columna vertebralis.

Mediastinum Superius

Mediastinum

Mediastinum, walaupun tebal, merupakan pemisah yang


ralrdah bergerak, yang terletak di antara kedua pleura dan
pqru (Gambar 3-18). Meluas ke atas sampai apertura thoracis
superior dan pangkal leher, dan ke bawah sampai diaphragma.
Ke depan mediastinum meluas sampai sternum dan ke posterior

Isi mediastinum superius dari anterior ke posterior adalah:

sisa_
sisa thymus, vena brachiocephalica, bagian atas vena cava superior,

arteria brachiocephalica, arteria carotis communis sinistra, arteria


subclavia sinistra, arcus aorta, nervus phrenicus dan nervus vagus
dexter dan sinister, nervus laryngeus recurrens sinister dan nervi
cardiaci, trachea dan nodus lymphaticus, esophagus dan ductus
thoracicus, serta truncus sympathicus.

DINDING DADA, RONGGADADA, PARU, DAN RONGGAPLEURA

lokasi apex
pulmonis

93

processus transversus
vertebrae cervicalis Vll
membrana suprapleuralis
a parietalis
pleura visceralis
clavicula

Gambar 3-15 Pandangan lateral apeftura thoracis superior


(pintu keluar) memperlihatkan bagaimana apex pulmonis
menonjol ke atas masuk ke dalam pangkal leher. Apex pulmonis
ditutupi oleh pleura visceralis dan parietalis dan dilindungi oleh
membrana suprapleuralis, yang merupakan penebalan dari fascia
endothoracica.

Pleura

Mediastinum Anterius

Isi mediastinum anterius antara lain ligamentum

sternoperi-

cardiacum, keleniar limfe, dan sisa thymus.

Pleura dan paru terletak pada kedua sisi mediastinum di dalam


dada (Cambar 3-16). Pleura merupakan dua kantong serosa
-rongga
yang mengelilingi dan melindungi paru. Setiap pleura terdiri dari

Mediastinum Medium

dua lapisan: lapisan parietalis, yang meliputi dinding thorax,


meliputi permukaan thoracal diaphragma dan permukaan lateral

Isi mediastinum medium antara lain pericardium, jantung dan

mediastinum, dan meluas sampai ke pangkal leher; dan lapisan


visceralis, yang meliputi seluruh permukaan luar paru dan meluas
ke dalam fissura interlobaris (Gambar 3-16, 3-18, dan 3-19). Lapisan
parietalis melanjutkan diri menjadi lapisan visceralis pada lipatan
pleura yang mengelilingi alat-alat yang masuk dan keluar dari
hilus pulmonis pada setiap paru (Gambar 3-18 dan 3-19). Untuk
memungkinkan pergerakan rrasa pulmonalis dan bronchus besar
selama respirasi, Iipatan pleura tergantung sebagai lipatan bebas
dan disebut ligamentum pulmonale (Gambar 3-20).

pangkal pembuluh darah besar, nervus phrenicus, bifurcatio


trachea, dan kelenjar 1imfe.

Mediastinum Posterius
Isi mediastinum posterius antara lain aorta descendens, esophagus,
ductus thoracicus, vena azygos dan vena hemiazygos, nervi vagi,
nervi spianchnici, truncus sympathicus, dan nodus lymphaticus.

94

BAB 3

V azygos
esophagus

pleura parietalis
,:, ,:,i.::r,

atrium kiri

.-:

o
o

: ':.rt,
:: :::--::::::ri,:

::-'::..'r:
: i:
::::r

-.
: .

i._\\
. :,\

ruang pleura

:::..::
,

:ri

pleura
visceralis

,l

paru kanan,
lobus inferior

paru kiri,
lobus inferior

fissura
obliqua dextra

paru kanan,
lobus superior

ventrikel kiri
pericardium
fibrosa

atrium kanan

pericardium
serosa parietalis
cavum pericardii

ventrikel kanan

pericardium serosa
visceralis

Gambar 3-16 Penampang melintang thorax setinggi veftebra thoracica VIIL Perhatikan susunan pleura dan rongga pleura
(ruang) dan pericardium fibrosa dan serosa.

mediastinum superius

manubrium
angulus sterni
mediastinum
anterius
corpus
mediastinum
medium

mediastinum inferius

processus
xiphoideus

diaphragma

mediastinum posterius

Gambar 3-17 Pembagian mediastinum,

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

95

columna vertebralis
mediastinum
pleura mediastinalis
(pleura parietalis)
pleura visceralis
cavitas pleuralis
(ruang)

hilus pulmonis

pleura costalis
(pleura parietalis)
corpus sterni

cartilago costalis

pleura diaphragmatica
(pleura parietalis)
Gambar 3-18 pleura dilihat dari atas dan depan. Perhatikan posisi mediastinum dan hilus masing-masing paru.

Lapisan parietalis dan lapisan visceralis pleura dipisahkan


satu dengan yang lain oleh suatu ruangan sempit, cavitas pleuralis
(Gambar 3-18 dan 3-19). (Dokter-dokter cenderung menggunakan
istilah ruang pleura daripada istilah anatomi cavitas pleuralis.
Ha1 ini mungkin untuk menghindari kerancuan antara cavitas
pleuralis (celah sempit) dengan cavitas thoracis yang lebih besar).
Normal cavitas pleuralis mengandung sedikit cairan jaringan,
cairan pleura, yang membasahi permukaan pleura.
Recessus costodiaphragmaticus merupakan daerah yang
paling rendah dari cavitas pleuralis. Paru akan berkembang ke
ruangan ini selama inspirasi (Gambar 3-19 dan 3-20).

Pleura diaphragmatica di atas kubah dipersarafi oleh nervus

phrenicus dan

di sekitar pinggirnya oleh enam nervus

intercostalis bagian bawah.

Pleuravisceralis (Gambar3-21): Pleura visceralis mendapatkan


persarafan otonom dari plexus pulmonalis. Pleura visceralis peka
terhadap tarlkan, tetapi tidak peka terhadap sensasl umum seperti
nyeri dan raba.

Trachea dan Bronchus Principalis


Anatomi dasar dari struktur-struktur ini (Gambar 3-22 dan 3-23)

Persarafan Pleura

Pleura parietalis (Gambar 3-21): Pleura parietalis peka terhadap


nyerl, suhu, raba, dan tekanan dan dipersarafi sebagai berikut:

a Pleura costalis

secara segmental dipersarafi oleh nervus

intercostalis.

Pleura mediastinalis dipersarafi oleh nervus phrenicus.

diuraikan dalam Bab 2 (halaman 67).

Paru
I
Paru (kanan dan kiri) terletak di samping kanan dan kiri
mediastinum (Gambar 3-16). Di antaranya, di dalam mediastinum,
terletak jantung dan pembuluh darah besar. Paru berbentuk

96

BAB 3

tabung laryngotrachea
tunas paru

rongga selom

pleura parietalis

preuravisclerari"

cavitas pleuralis

(a

pleura visceralis

radix pulmonalis
pulmo/paru
pleura visceralis
cavitas pleuralis

dinding thorax

pleura parietalis

diaphragma

costod

ia p h rag

maticu s

Gambar 3-19 Pembentukan paru. Perhatikan bahwa masing-masing tunas paru menginvaginasi dinding rongga selom dan
kemudian tumbuh mengisi sebagian besar rongga selom. Perhatikan juga bahwa paru diliputi oleh pleura visceralis dan dinding
thorax dibatasi oleh pleura parietalis. Rongga selom yang asli berkurang besarnya sampai menjadi celah sempit disebut cavitas
pleuralis sebagai akibat peftumbuhan paru.

D/ND/N6 DADA, RONGGADADA, PARU, DAN RONGGAPLEURA

pleura cervicalis
(pleura parietalis)

costalis

pleura
(pleura parietalis)

paru kiri

fissura obliqua
pleura visceralis
pleura mediastinalis
(pleura parietalis)
Vv. pulmonales

lipatan pleura

ligamentum pulmonale

pleura diaphragmatica
(pleura parietalis)
Gambar 3-20 Berbagai daerah pleura parietalis. Perhatikan lipatan pleura (garis putus-putus) yang mengelilingi struktur yang
masuk dan keluar dari hilus pulmonis kiri. Di daerah ini pleura parietalis berhubungan dengan pleura visceralis. Tanda panah
menuniukkan posisi recessus costodiaphragmaticus.

Nn. phrenici

. .r'

(C3,C4, dan C5)


parietalis

,
Nn. intercostales
(T1-T11

\-\-

pleura visceralis

_ plexus pulmonalis

(vagus dan sympathicus)

\
Gambar 3-21 Diagram memperlihatkan persarafan pleura parietalis dan visceralis.

97

98

BAB 3

trachea

bronchus principalis

sinister

bronchus lobaris
bronchus
segmentalis

bronchus terminalis

bronchiolus respiratorius

ductus alveolaris
saccus alveolaris
alveolus

Gambar 3-22 Trachea, bronchus, bronchiolus, ductus alveolaris, saccus alveolaris, dan alveoli. Perhatikan jalan yang diambil
oleh udara yang diinspirasi dari trachea ke alveoli.

kerucut dan diliputi oleh pleura visceralis. Paru tergantung bebas


dan dilekatkan pada mediastinum oleh radiksnya.
Masing-masing paru mempunyai apex yang tumpul, yang
menonjol ke atas ke dalam leher (Gambar 3-24 dan 3-25) sekitar
2,5 cm di atas clavicula; basis yang konkaf yang terletak di atas
diaphragma; facies costalis yang konveks yang disebabkan oleh
dinding thorax yang konkaf; facies mediastinalis yang konkaf
yang merupakan cetakan pericardium dan alat-alat mediastinum

lainnya (Gambar 3-24, 3-25, dan 3-26). Sekitar pertengahan facies


mediastinalis terdapat hilus pulmonis, yaitu suatu cekungan di
mana bronchus, pembuluh darah, dan saraf yang membentuk
radix pulmonis masuk dan keluar dari paru.
Pinggir anterior tipis dan tumpang tindih dengan jantung;
pada pinggir anterior ini pada paru kiri terdapat incisura
cardiaca. Pinggir posterior tebal dan terletak di samping columna
vertebralis-

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

Gambar 3-23 Spesimen plastinasi dari trachea, bronchus principalis, dan paru orang dewasa; sebagian jaringan paru dibuang untuk memperlihatkan bronchus
besar. Perhatikan bahwa bronchus principalis dexter lebih lebar dan lebih lurus terhadap trachea dibandingkan dengan bronchus principalis sinister.

100

BAB 3

3t
*/
J,/
*//
f

lobus inferior

-/

./

'/

lobus inferior
Gambar 3-24 Permukaan lateral dan medial paru kanan

Lobus dan Fissura

Paru Kanan
kiri, dan dibagi oleh fissura
obliqua dan fissura horizontalis menjadi tiga lobus; lobus superior,
lobus medius, dan lobus inferior (Gambar 3-24). Fissura obliqua
Paru kanan sediklt lebih besar dari paru

berjalan dari pinggir inferior ke atas dan belakang menyilang permukaan medial dan costalis sampai memotong pinggir posterior.

Fissura horizontalis berjalan horizontal menyilang permukaan


costalis dan bertemu dengan fissura obliqua. Lobus medius merupakan lobus kecil berbentuk segitiga yang dibatasi oleh fissura
horizontalis dan fis>ura obliqua.

Paru Kiri
Paru

kiri dibagi oleh satu fissura

(sekunder) yang berjalan ke lobus paru mempercabangkan


bronchus segmentalis (tersier) (Gambar 3-22). Setiap bronchus
segmentalis kemr-rdian masuk ke segmenta bronchopulmonalia.
Sebuah segmenta bronchopulmonalia mernpunyai ciri-ciri sebagai
berikut:

I Merupakan sr-rbdivisi lobus paru.


l) Berbentuk pyramld dengan apex menghadap ke
ll Dikelilingi oleh jaringan ikat.
ll Mempunyai safu bronchus segmentalis,
<l
I

(fissura obliqr-ra) menjadi dua

radix

pulmonis.
safu arteria segmen-

talis, pembuluh limfe, dan persarafan otonom.


Venae segmentales terletak di dalarn jaringan

ikat di antara
segmenta bronchopulmonalia yang berdekatan.
Karena merupakan unit struktural, segnen yang sakit dapat
dibuang dengan pembedahan.

lobus: lobus superior dan lobus inferior (Cambar 3-25).

Segmenta Bronchopulmonalia

Segmenta bronchopulmonalia merupakan unit paru secara


anatomi, fungsi, dan pembedahan. Setiap bronchus lobaris

Setelah masuk segmenta bronchopulmonalia, setiap bronchus


segrnentalis terbagi dua berr-rlang-ulang (1ihat Gambar 3-29).Pada
saat bronchus menjadi lebih kecil, cartilago yang berbentuk U yang

ditemui sejak dari trachea perlahan-lahan diganti dengan lempeng


cartilago yang lebih kecil dan lebih sedikit jumlahnya. Bronchus

DIND/NG DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

^*

101

'n,

:\
\\*
i
\
\

fissura obliqua

Gambar 3-25 Permukaan lateral dan medial paru

yang paling kecil membelah dua menjadi bronchiolus, yang


diameternya kurang dari 1 mm (1ihat Gambar 3-29). Bronchiolus
tidak mempunyai cartilago di dalam dindingnya dan dilapisi oleh
epitel silender bersilia. Lapisan submucosa mempunyai serabut
otot polos melingkar yang utuh.
Bronchiolus kemudian membagi dua menjadi bronchiolus
terminalis (1ihat Gambar 3-29), yang mempunyai kantong- kantong
lembut pada dindingnya. Pertukaran gas yang terjadi antara darah
dan udara terjadl pada dinding kantong-kantong tersebut, karena
itu dinamakan bronchiolus respiratorius. Diameter bronchiolus
respiratorius sekitar 0,5 mm. Bronchiolus respiratorius berakhir
dengan bercabang menjadi ductus alveolaris yang menuju ke arah
saluran berbentuk kantong dengan dinding yang tipis disebut
saccus alveolaris. Saccus alveolaris terdiri dari beberapa alveoli
yang terbuka ke satu ruangan (Gambar 3-29 dan 3-30). Masingmasing alveolus dikelilingi oleh jaringan yang mengandung
kapiler yang padat. Pertukaran gas terjadi antara udara yang
terdapat di dalam lumen a1veo1i, melalui dinding aiveoli ke dalam
darah yang ada di dalam kapiler di sekitarnya.
Segmen-segmenta bronchopulmonalia utama (Gambar 3-31
dan 3-32) adalah sebagai berikut ini:

ll

kiri.

Paru kanan
Lobus superior: Apicalis, posterior, anterior
Lobus medius: Lateralis, medlalis
Lobus inferior: Superior (apical), basalis medialis, basalis
anterior, basalis lateralis, dan basalis posterior.

Paru

kiri

Lobus superior: Apicalis, posterior, anterior, lingularis


su

perior, lingu laris inferior

Lobus inferior: Superior (apicalis), basalis medialis, basalis


anterior, basalis lateralis, basalis posterior.

Walaupun susunan umum segmenta bronchopulmonalia


penting dalam klinik, tidak perlu mengingatnya secara rinci,
kecuali bermaksud mengambil spesialisasi paru atau bedah paru.

Radix Pulmonis

Radix pulmonis dibentuk oleh alat-alatyangmasuk dankeluarparu.

Alat-alat tersebut adalah bronchus, arteria dan vena pulmonalis,


pembuluh limfe, arteria dan vena bronchialis, dan saraf. Radix

102

BAB 3

esophagus
V. subclavia dextra
rami communicantes

truncus
sympathicus

trachea
N. vagus dexter
V.

jugularis interna dextra

brachiocephalica dextra

N. phrenicus dexter
V. azygos

bronchi dexter

V cava superior
aorta ascendens

A. pulmonalis
atrium dextrum
ditutupi pericardium

pulmonalis

pericardium

N. splanchnicus major
diaphragma

splanchnicus mrnor
il

V. cava inferior

ductus thoracicus

truncus sympathicus
N. phrenicus sinister
N. vagus sinister

V. brachiocephalica
sinistra

arcus aorta
N. laryngeus recurrens

sinister
ligamentum arteriosum

A. pulmonalis sinistra
bronchi sinister
ventriculus sinister
ditutupi pericardium

pulmonalis sinistra

aorta descendens
pericardium

esophagus
Gambar 3-26 A, Mediastinum sisi kanan. B. Mediastinum sisi kiri.

D/ND/N6 DADA, RONGGADADA, PARU, DAN RONGGAPLEURA

103

V. subclavia dextra

clavicula
dextra

:!ffi*-

truncus sympathicus

4,.

M. subclavius
dexter

potongan costa

A. thoracica
interna

V. azygos

V. cava superior

N. intercostalis

:,.;

aorta ascendens
,

bronchi dexter
N. phrenicus dexter
V. pulmonalis

atrium dextrum
N- splanchnicus

major

ventriculus dexter

potongan
cartilago costalis

V. cava inferior

cupula dextra
diaphragmatica

ANTERIOR
potongan cartilago costalis
Gambar 3-27 Diseksi mediastinum sisi kanan; paru kanan dan pericardium dibuang. Pleura parietalis
costalis juga dibuang.

pulmonis dikelilingi oleh selubung pleura, yang menghubungkan


pleura parietalis pars mediastinalis dengan pleura visceralis yang
membungkus paru (Gambar 3-20 dan 3-26).

descendens. Venae bronchiales mengalirkan darahnya


azygos dan vena hemiazygos.

ke vena

Alveoli menerima darah terdeoksigenasi dari cabang-cabang

terminal arteria pulmonalis. Darah yang telah mengalami

Pembuluh Darah Paru

Bronchus, jaringan ikat paru, dan pleura visceralis meneri.ma


darah dari arteriae bronchiales, yang merupakan cabang darl aorta

oksigenasi meninggalkan kapiler-kapiler alveoli dan akhirnya


bermuara ke dalam kedua vena pulmonalis. Dua vena pulmonalis
meninggalkan radix pulmonis masing-rnasing paru (Cambar 3-26,
3-27, dan3-28) untuk bermuara ke dalam atrium kiri jantung.

104

BAB 3

truncus
sympathicus

A. subclavia
sinistra

N. vagus
sinister

A. carotis
communis
sinistra

aorta
descendens

arcus aorta
auricula sinistra
truncus
pulmonalis

ventriculus

dexier

N. phrenicus
sinister

ANTERIOR

ventriculus
sinister

cupula sinistra
diaphragmatica

apex cordis

Gambar 3-28 Diseksi mediastinum sisi kiri; paru kiri dan pericardium dibuang. Pleura parietalis costalis juga
dibuang.

Aliran Limfe Paru

Pembuluh limfe berasal dari plexus superficialis dan plexus


profundus (Cambar 3-33), dan tidak terdapat pada dinding
alveoli. Plexus superficialis (subpleura) terletak di bawah pleura
visceralis dan mengalirkan cairannya melalui permukaan paru
ke arah hilus pulmonalis, tempat pembuluh-pembuluh limfe
bermuara ke nodi bronchopulmonales. Plexus profundus
berjalan sepanjang bronchus dan arteria dan vena pulmonalis
menuju ke hilus pulmonis, mengalirkan limfe ke nodi pulmonis
yang terletak di dalam substansi paru. Limfe kemudian masuk ke
dalam nodi bronchopulmonales di dalam hilus pulmonis. Semua
limfe dari paru meninggalkan hilus pulmonis mengalir ke nodi

tracheobronchiales dan kemudian masuk ke dalam truncus


lymphaticus bronchomediastinalis.

Persarafan Paru

Pada radix setiap paru terdapat plexus

pulmonalis (Gambar 3-21).

Plexus dibentuk dari cabang-cabang truncus sympathicus dan


serabut-serabut parasimpatik nervus vagus.
Serabut-serabut eferen simpatik mengakibatkan bronchodilatasi dan vasokonstriksi. Serabut-serabut eferen parasimpatik
mengakibatkan bronchokonstriksi, vasodilatasi, dan peningkatan
sekresi kelenjar. Impuls aferen yang berasal dari membrana
mucosa bronchus dan dari reseptor regang dinding alveoli berjalan
ke sistem saraf pusat di dalam saraf simpatik dan parasimpatik.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

105

bronchus segmentalis
saraf

otonom-__

pembuluh limfe

A. pulmonalis

--_
---V.

V. pulmonalis

bronchiolus
terminalis

bronchiolus
respiratorius

Pulmonalis di
dalam jaringan
ikat intersegmental

- .-

[/

7.. ..il Y.:-'.


alveolus/

lobulus

paru

segmenta bronchopulmonalia
Gambar 3-29 Sebuah segmenta bronchopulmonalia dan sebuah lobulus paru" Perhatikan bahwa vena-vena pulmonalis terletak
di dalam septa jaringan ikat yang memisahkan sejmen yang berdekatan.

nspi rasi

run
Mekanisme Respirasi
Respirasi terdiri dari dua fase, yaitu fase inspirasi dan fase
ekspirasi. Hasil dari respirasi adalah penambahan dan pengurangan kapasitas cavitas thoracis secara bergantian. Frekuensi
respirasi atau pernapasan bervariasi antara 16 sampai 20 per
menit pada orang normal yang sedang istirahat. lebih cepat pada
anak-anak, dan lebih larnbat pada orang tua.

lnspirasi Biasa

Bandingkan cavitas thoracis dengan sebuah kotak yang hanya


mempunyai satu pintu masuk di bagian atasnya. Pintu masuk ini
berbentuk tabung, disebut trachea (Gambar 3-34). Kapasitas kotak
dapat ditambah dengan penambahan semua diameternya, dan
mengakibatkan udara dengan tekanan atmosfir masuk ke dalam
kotak melaiui tabung.
Sekarang bayangkan tiga diameter rongga thoraks dan bagaimana kapasitasnya akan bertambah (Gambar 3-34 dan 3-35).

Gambar 3-30 Mikrograf scanning electron paru


memperlihatkan sejumlah saccus alveolaris. Alveoli
merupakan cekungan atau ruangan kecil, di
sepanjang dinding saccus alveolaris. (atas izin Dr.M
Koering).

Diameter vertikal. Secara teoritis, apex pulmonalis dapat


dinaikkan dan basis diturunkan. Apex pulmonalis dibentuk
oleh membrana suprapleuralis dan terfiksasi. Sebaliknya, basis

pulmonalis dibentuk oleh diaphragma yang mudah bergerak.


Jika diaphragma berkontraksi, kubahnya menjadi datar dan
diaphragma turun (Gambar 3-34).
Diameter anteroposterior. Jika costa yang letaknya miring
ke bawah diangkat pada ujung sternalnya, diameter anteroposterior rongga thoraks akan bertambah dan ujung bawah
sternum akan terdorong ke depan (Gambar 3-34). Hal ini
dapat dilakukan dengan mengfiksasi costa I melalui kontraksi
musculi scaleni pada leher dan kontraksi musculi intercostales
(Gambar 3-35). Dengan cara ini semua costa akan tertarik
bersama-sama dan terangkat menuju costa I.

Diameter transversal. Costa di depan bersendi dengan


sternum melalui cartilago costalisnya dan di belakang dengan
columna vertebralis. Oleh karena costa melenS;kung ke bawah

dan depan di sekeliling dinding thoraks, costa-costa ini


menyerupai tangkai ember (Gambar 3-34). Oleh karena itu bila
costa terangkat (seperti tangkai ember), diameter transversa

rongga thorax akan bertambah. Seperti telah dijelaskan


sebelumnya, hal ini dapat pula dilakukan dengan mengfiksasi
costa I dan mengangkat costa-costa lainnya ke arah costa I
dengan kontraksi musculi intercostales (Gambar 3-35).

Faktor lain yang tidak boleh dilupakan adalah efek turunnya


diaphragma pada viscera abdomen, dan tonus otot-otot dinding
anterior abdomen. Bila diaphragma turun waktu inspirasi,
tekanan intraabdominal akan meningkat. Peninggian tekanan ini
diimbangi oleh relaksasi otot-otot dinding abdomen. Akan tetapi
dapat tercapai suatu titik di mana relaksasi otot-otot abdomen tidak
mungkin dilakukan lagi, hati beserta viscera abdomen bagian atas

bekerja sebagai penyanggah mempertahankan diaphragma agar


ticlak bergerak turun lagi. Pada kontraksi selanjutnya, centrum
tendineum diaphragma telah mendapatkan penyokong dari

108

BAB 3

trachea
lobus superior
paru kanan
lobus superior
paru kiri

fissura horizontal

fissura obliqua

lobus medius
paru kanan
lobus inferior
paru kanan

fissura obliqua

lobus inferior
paru kiri

tncrsura

cardiaca
apicalis

-posterior

anterior

anterior
basalis apicalis

basalis
anterior

divisi lingularis
superior
basalis lateralis

divisi lateral
lobus medius

divisi Iingularis

divisi medial
lobus medius

inferior
segmen
basalis
posterior

Gambar 3-32

Paru dilihat dari kiri.

A. Lobus-lobus. B. Segmenta bronchopulmonalia.

El<spirasi

Ekspirasi Biasa

Sebagian besar ekspirasi biasa merupakan fenomena pasif dan


dilakukan oleh elastisitas paru, relaksasi musculi intercostales dan

diaphragma, dan peningkatan tonus otot-otot dinding anterior


abdomen yang mendorong diaphragma yang sedang relaksasi ke

berkontraksi dan menarik costa secara bersamaan dan menekan


costa tersebut ke bawah ke costa XII (Gambar 3-35). Musculus
serratus postedor inferior dan Musculus latissimus dorsi mungkin

ikut berperan.

Perubahan Paru pada Ekspirasi

Pada ekspirasi, radix pulmonis naik bersama dengan bifurcatio


trachea. Bronchus memendek dan berkontraksi. Jaringan elastis

atas.

lumborum juga berkontraksi dan menarik costa XII ke bawah.


Dalam keadaan ini mungkin sebagian dari musculi intercostales

Ekspirasi Kuat

Ekspirasi kuat merupakan proses aktif sebagai akibat kontraksi


kuat otot-otot dinding anterior abdomen. Musculus quadratus

paru memendek dan ukuran paru mengecil. Dengan bergeraknya


diaphragma ke atas, daerah pleura parietalis pars diaphragmatica
dan costalis yang berdekatan menjadi iebih besar, dan recessus
costodiaphragmaticus mengecil ukurarLnya. Pinggir bawah paru
mengerut dan lebih tinggi Ietaknya.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

nodi tracheobronchiales

truncus bronchomediastinalis
N.laryngeus recurrens sinister

nodi bronchopulmonales

nodi pulmonales

plexus lymphaticus superficialis


plexus lymphaticus
profundus

nodi coeliacus

Gambar 3-33 Aliran limfe paru dan ujung bawah oesophagus"

berhubungan dengan paru. Setiap tunas tumbuh ke lateral dan


menonjol ke dalam pars pleura selom embrionik (Gambar 3-36).

Pembentukan Paru dan Pleura

Tunas paru terbagi menjadi tiga lobus dan kemudian menjadi dua

Sebuah sulcus longitudinal terbenluk pada lapisan entoderm pada

lobus, tergantung pada jumlah bronchus utama dan lobus yang


ditemukan pada paru yang berkembang sempurna. Kemudian

lantai pharynx. Sulcus ini disebut sulcus laryngotrachealis.


Lapisan larynx, trachea, dan bronchi serta epitel alveoli berkem-

bang dari sulcus ini. Pinggir sulcus bergabung menjadi satu


membentuk tuba laryngotrachealis (Gambar 3-36). Proses

iusi dimulai dari distal, sehingga lumen mulai dipisahkan dari


oesophagus yang sedang tumbuh. Tepat di belakang lidah yang
sedang berkembang, terdapat sebuah lubang kecil yang menetap,

yang terbuka ke dalam larynx. Tuba laryngotrachealis tumbuh


ke caudal ke dalam mesoderm splanchnicus dan akhirnya terletak
anterior terhadap oesophagus. Di sebelah distal tuba terbagi dua,
masuk ke dalam tunas paru kanan dan kiri. Cartilago berkembang

di dalam mesenkim di sekeliling tuba. Bagian atas tuba menjadi


larynx, sedangkan bagian bawahnya menjadi trachea.
Setiap tunas paru terdiri dari tabung entoderm yang dikelilingi
oleh mesoderm splanchnicus; dari sini berasal semua jaringan yang

setiap bronchus utama membelah dua (dikotomi) teTus-menerus,


sehingga akhirnya terbentuk bronchiolus terminalis dan alveoli.

Divisi bronchiolus terminalis beserta tambahan pembentukan


bronchiolus dan alveoli, kadang-kadang berlanjut sampai setelah
lahir.

Setiap paru mendapatkan penutup pleura visceralis yang


berasal dari mesoderm splanchnicus. Pleura parietalis dibentuk
dari mesoderm somatik. Pada usia tujuh bulan, lengkung kapiler
berhubungan dengan sirkulasi pulmonal yang akan berkembang

sedemikian rupa sehingga cukup untuk mempertahankan


kehidupan jika terjadi kelahiran premature. Pada saat lahir, paru

berkembang, dan alveoli mengalami dilatasi. l\4eskipun demikian,


baru hari ketiga atau keempat pasca lahir, alveoli yang terletak di
perifer setiap paru berkembang dengan sempurna.

109

110

ir'
I
I

kotak yang sedang mengembang

cavitas thoracis yang sedang mengembang

kerja tangkai ember

pengembangan lateral

pengembangan anteroposterior

turunnya diaphragma
Gambar 3-34. Berbagai cara di mana kapasitas rongga thorak bertambah selama inspirasi

D/ND/NG DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

111

M scalenus anterlor

dan medius

Mm. intercostales

intercostales

rnsprrasr

M. quadratus
lumborum

ekspirasi
kuat

diaphragma

Gambar 3-35 A. Bagaimana musculi intercostales mengangkat costa selama inspirasi. Perhatikan bahwa
musculi scaleni mengfiksasi costa I, atau pada inspirasi kuat mengangkat costa I. B. Bagaimana musculi
intercostales dapat digunakan pada ekspirasi kuat dengan mengfiksasi costa XII atau diturunkan oleh otototot abdomen. C. Bagaimana hepar berperan sebagai penyanggah sehingga memungkinkan diaphragma
mengangkat costa bagian bawah.

ffiAT'{MARAN

A[\AT$fdI BERMUKAAN

RAffi!*ffiRAFIK PARTJ MAru


n[fumtruG m&ffiA

TRAC!".{EA, PARU, MAN

PtffiURA

Struktur yang penting untuk dilihat pada radiografi standar

Sebelum mempelajari anatomi permukaan trachea, paru, dan

posteroanterior dan oblik lateral dada dapat dilihat pada Gambar


3-37 sampatS-42. Sebuah bronkogram juga diperlihatkan (Gambar
3-43). Pada pemeriksaan khusus, minyak beryodium atau media
kontras lainnya dimasukkan ke dalam bronchus tertentu atau
bronchi, biasanya dengan bantuan fluoroskopi. Contoh CT scan
dada diperlihatkan pada Gamb ar 3-44 dan3-45. Contoh penampang
melintang dada yang dilihat dari bawah untuk membantu dalam
interpretasi CT scan diperlihatkan dalam Gambar 3-46.

pleura, anatomi permukaan dari dinding dada depan dan


belakang harus diulang kembali. Hai ini diringkas dalam Gambar
3-47 sampai 3-50.

Trachea
Trachea terbentang dari pinggir bawah cartilago cricoidea (di
depan corpus vertebra cervicalis VI) di leher sampai setinggi
angulus sterni di dada (Gambar 3-51). Trachea mulai di garis

112

tuba laryngotrachealis

oesophagus

trachea
pleura visceralis

Gambar 3-36 Pembentukan paru. A. Pembentukan sulcus laryngotrachealis dan tuba. B. Pinggir sulcus
laryngotrachealis berfusi untuk membentuk tuba laryngotrachealis. C, Tunas paru mendorong dinding selom

intra-embryonik. D. Tunas paru membelah membentuk bronchus utama.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

Gambar 3-37 Radiografi posteroanterior dada seorang pria dewasa normal

113

114

BAB 3

V. brachiocephalica dextra

clavicula

arcus aorta

truncus pulmonalis

auricula sinistra

udara di dalam
fundus gaster

diaphragma

Gambar 3-38 Struktur utama yang dapat dilihat pada radiografi posteroanterior dada pada Gambar 3-37.
Perhatikan posisi pasien terhadap sumber sinar X dan tempat kaset film.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

Gambar 3-39 Radiografi oblik kanan dada dari seorang pria dewasa normal setelah menelan barium

'115

116

trachea

clavicula dextra

clavicula sinistra

barium di dalam
oesophagus
bronchus
principalis
sinister
columna
vertebralis

truncus
pulmonalis
scapula
sinistra

).,

radix pulmonis
sinistra

(wt

Ii

ventriculus
dexter

diaphragma

gas di dalam fundus


hepar

,)l,:,

Gambar 3-40 Struktur utama yang dapat ditemukan pada radiografi oblik kanan dada pada Gambar 3-39. perhatikan
pasien terhadap sumber sinar-X dan kaset film.

posisi

DINDING DA,DA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

ff
ffi
ffi-

&
w
&!r..

#..',

it,.'':

Gambar 3-41 Radiografi lateral kiri dada seorang pria dewasa normal setelah menelan barium.

118-

cabang-cabang arcus aoria

angulus sternum

bronchus principalis

dexter
bronchus principalis

sinister
mediastinum
anterior
radix pulmonis
ventriculus sinister

airium sinisirum

--M)

mediastinum
posterior

hepar
udara di dalam

TECESSUS

costod iaphragmaticus

Gambar 3-42 Struktur utama yang dapat ditemukan pada radiografi lateral kiri dada pada Gambar 3-41. Perhatikan
pasien terhadap sumber sinar-X dan kaset fim,

posisi

DIND/N6 DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

Gambar 3-43 Bronchogram posteroanterior dada.

119

120

BAB 3

A. carotis communis
A. brachiocephalica

clavicula

sinistra

V. brachio-

cephalica
sinistra

A. subclavia

V. cava
superior

sinistra

lobus superior
paru kanan

costa

aorta
descendens
trachea
oesophagus

costa ll

scapula

vertebra

costa lV

costa lll

lobus superior
paru kiri

thoracica lll
Gambar 3-44 CT-scan bagian atas thorax setinggi vertebra thoracica IIL Potongan in dllihat dari bawah

ventriculusdexter

corpus sterni

ventriculussinister

paru kiri
paru
kanan
atrium
sinistrum

bronchus
principalis

atrium
dextrum

sinister

bronchus
principalis
dexter

aorta
descendens

oesophagus
scapula
vertebra
thoracica

costa Vl

VI

canalis
vertebralis

processus sprnosus

processus transversus

Gambar 3-45 CT-scan bagian tengah thorax setinggi vertebra thoracica VI. Potongan dilihat dari bawah,

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

Gambar 3-46 Penampang thorax dilihat dari bawah. A. Setinqgi .crnr.r: ' :,ie5ft :lr::?c;1. ;,. *, :leiinggi ve ii.:;r;l ihnracica
VIII. Perhatikan bahwa pada orang hidup, cavitas pleura hanva neruoakar r-iiarc icieirsiai j' -; ,t ruarlg ie' i.at Oe:J.. gebaqal
sebuah atefak, hasil dari proses pengawetan.

121

122

BAB 3

fossa
su praclavicu

laris

clavicula

"#
acromron
tendo
M. sternocleidomastoideus

angulus sterni
(angulus Louis)

incisura suprasternalis
M. deltoideus

manubrium sterni

corpus sterni

M. pectoralis major

plica axillaris
anterior

papilla mammaria

processus
xiphoideus
areola mammae

arcus costalis
linea semilunaris

tempat denyut
apex cordis

fossa cubiti

Gambar 3-47, Permukaan anterior thorax seoranq pria berusia 27 tahun.

clavicula
acromton
tuberculum
majus
humeri

tnctsura
suprasternalis

angulus sterni
(angulus Louis)

M. deltoideus
M. pectoralis major

areola mammae
papilla
mammaria

plica axillaris
anterior
"axillary tail"
glandula mammaria
processus xiphoideus

crista iliaca

umbilicus

Gambar 3-48 A, Permukaan anterior thorax dan abdomen seorang wanita berusia 29 tahun,

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

123

acromton

spina scapulae

serabut posterior
M. deltoideus
M" trapezius

margo medialis
scapulae

angulus inferior
scapulae
alur kulit di atas
processus spinosus
vertebrae lumbalis

M. latissimus dorsi

crista iliaca
M- erector

cekungan kulit di
atas spina iliaca

spinalis

superior posterior

B
Gambar 3-48 (lanjutan) B. Permukaan posterior thorax seorang wanita berusia 29 tahun.

tengah dan berakhir sedikit ke kanan dari garis tengah dengan

Pinggir posterior paru meluas ke bawah dari processus

bercabang menjadi bronchus principalis dexter dan sinister. Pada

spinosus vertebrae cervicalis VII sampai vertebrae thoracica X dan


terletak sekitar 4 cm darl garis tengah (Gambar 3-52).

pangkal leher, alat

ini

dapat diraba

di

garis tengah di incisura

suprastemalis.

Paru
pulmonis menonjol ke atas ke dalam leher. Dapat dipetakan
-Apex
pada permukaan anterior tubuh dengan menggambar garis
melengkung, cembung ke atas, dari articulatio sternoclavicularis
menuju ke sebuah titik 2,5 cm di atas pertemuan antara bagian
sepertiga medial dan intermedia clavicula (Gambar 3-51).
Pinggir anterior paru kanan mulai di belakang articulatio
sternoclavicularis, berjalan ke bawah, hampir mencapai garis
tengah di belakang angulus sterni. Kemudian berlanjut ke bawah
sampai mencapai articulatio xiphosternalis (Cambar 3-51). Pinggir
anterior paru kiri mempunyai perjalanan yang sama, tetapi
setinggi cartilago costalis IV membelok ke lateral dan berjalan
terus untuk jarak yang sangat bervariasi di luar pinggir lateral

Fissura obliqua paru dapat diidentifikasi pada permukaan


melalui sebuah garis yang ditarik dari pangkal spina scapulae
miring ke bawah, lateral dan anterior, mengikuti arah costa VI
sampai persendian costochondral keenam. Pada paru kiri, lobus
superior terletak di atas dan anterior terhadap garis ini, dan lobus
inferior terletak di barvah dan posterior terhadapnya (Gambar 3-51
ddan 3-52).
Pada paru kanan, fissura

horizontal dapat ditentukan melalui

sebuah garis yang ditarik horizontal sepanjang cartilago costalis


IV menuju ke arah fissura obliqua di garis midaxillaris (Gambar
3-51 dan 3-52). Lobus superior terletak di atas fissura horizontalis,

dan lobus medius terleta k di bawahnya. Lobus inferior ierletak di


bawah dan posterior terhadap fissura obliqua.

Pleura

sternum untuk membentuk incisura catdiaca (Gambar 3-51).


Incisura ini disebabkan oleh adanya jantung, yang menSSeser
paru ke kiri. Kemudian pinggir anterior membeiok dengan tajam

Batas-batas kantong pleura dapat diketahui melalui garis pada

dinding dada. Garis-garis ini, yang merupakan batas


-permukaan
pleura parietale yang terletak dekat dengan permukaan tubufu

ke bawah sampai setinggi articulatio xiphostemalis.

disebut sebagai garis-garis refleksi pleura.

Pinggir bawah paru pada pertengahan inspirasi mengikuti

Pleura cervicalis menonjol ke atas ke dalam leher dan

garis melengkung, yang menyilang costa VI di garis midclavicularis

dan costa VIII di garis midaxillaris, dan mencapai costa X di dekat


columna vertebralis di posterior (Gambar 3-51, 3-52, dan 3-53).
Sudah pasti, batas pinggir inferior paru berubah selama inspirasi

mempunyai jejak permukaan yang sama dengan apex pulmonis.


Sebuah garis melengkung dapat digambar, melengkung ke atas,
dari articulatio sternoclavicularis ke arah titik sekitar 2,5 cm di
atas pertemuan antara sepertiga medial dan intermedia clavicula

dan ekspirasi.

(Gambar 3-51).

124

BAB 3

incisura suprasternalis
angulus sterni
articulatio
xiphosternalis
fossa
infraclavicularis

angulus
subcostalis

arcus cortalis

processus sprnosus
vertebrae cervicalis Vll
angulus superior
scapulae

clavicula
acromron
tuberculum majus humeri

angulus inferior
scapulae
processus spinosus
vertebrae thoracica Vl

spina scapulae
margo medialis scapulae

costa Xll

margo lateralis scapulae


spinosus
vertebra thoracica Xll

B
Gambar 3-49 Petunjuk permukaan. A. dinding anterior thorax dan B. dinding posterior thorax

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

sulcus nuchae
angulus superior
scapulae

processus spinosus
vertebra cervicalis Vlll
processus spinosus
vertebra thoracica I
processus spinosus
vertebra thoracica ll
processus sprnosus
vertebra thoracica lll

spina scapulae

angulus inferior
scapulae

processus
spinosus
vertebra
thoracica Vll

ciista iliaca

pinggir lateral
M. erector
spinalis
linea
scapularis

/':.'*
,:'I' :'
r'.1,:
,I
I

Gambar 3-50 Petunjuk permukaan dinding posterior thorax.

lobus superior

fissura horizontalis

/\.

angulus sterni

lobus superior

lobus medius

t/l
\\
\./
\

incisura cardiaca

fissura obliqua

lobus inferior

lobus inferior

Gambar 3-51 Petunjuk permukaan paru dan pleura parietalis pada dinding anterior thorax

125

126

BAB 3

Batas anterior pleura kanan berjalan di belakang articulatio


stemoclavicularis, hampir mencapai garis tengah di belakang
angulus stemi. Kemudian berlanjut ke bawah sampai mencapai
articulatio xiphosternalis (Gambar 3-51). Batas anterior pleura
kiri mempunyai perjalanan yang sama, tetapi setinggi cartilago
costalis IV, membelok ke lateral dan berlanjut ke pinggir lateral
sternum untuk membentuk incisura cardiaca. (Perhatikan incisura
cardiaca pleura tidak sama besarnya dengan incisura cardiaca
paru) Kemudan membelok dengan tajam ke bawah menuju ke
articulatio xiphosternalis (Gambar 3-51).
Batas bawah pleura pada kedua sisi mengikuti sebuah garis
lengkung, yang menyilang costa VIII pada linea midclavicularis
dan costa X pada linea midaxillaris dan mencapai costa XII di
dekat columna vertebralis, yaitu pada batas lateral musculus
erector spinae (Gambar 3-51., 3-52, dan 3-53). Perhatikan bahwa
batas bawah paru memotong costa VI, VnI, dan X pada linea
midclavicularis, midaxillaris, dan pinggir columna vertebralis
secara berurutan. Pinggir bawah pleura memotong pada titik yang
sama, setinggi costa VIII, X, dan XII. Ruang di antara kedua batas
ini disebut recessus costodiaphragmaticus.

i1. a-,j
:

rii

r,.;:) 1'"i

t] il.ri

1...'j

{J

iiri;*1,c5o f.,,9

i..

Vasa thoracica interna berjalan vertikal ke bawatr, posterior


terhadap cartilago costalis, dan satu jari lateral terhadap pinggir
sternum (Gambar 3-6), sampai sejauh spatium intercostale VI.
Vasa intercostales dan Nervi intercostales ("vena, arteri,
nervus" atau VAN tersusun dari atas ke bawah) terletak tepat di
bawah costa yang sesuai (Gambar 3-4).

i_jj

i;:r. i4

i-,]

il

1..".,q t=,'1,,4f.,i fl4 dh, F,

f;

,Flx

Glandula mammaria terletak di dalam fascia superficialis


menutupi dinding anterior thorax (Gambar 3-12 dan 3-48). Pada
anak-anak dan pria, kelenjar ini rudimenter. Pada wanita pasca
pubertas, kelenjar ini membesar dan berbentuk setengah bola. Pada
wanita dewasa muda, terletak setinggi costa dan cartilago costalis
II sampai VI dan terbentang dari pinggir lateral sternum sampai

ke linea midaxillaris. Pada wanita multipara, usia pertengahan,


payudara dapat besar dan tergantung. Pada wanita yang lebih
tua, pasca menopause/ payudara mengecil. Struktur glandula
mammaria diuraikan secara lengkap pada halaman 87.

lobus superior

fissura obliqua

lobus inferior

lobus inferior

batas bawah pleura


Gambar 3-52 Petunjuk permukaan paru dan pleura parietalis pada dinding posterior thorax.

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA,

127

incisura cardiaca
obliqua

fissura obliqua

batas bawah pleura


Gambar 3-53 Petunjuk permukaan paru dan pleura parietalis pada dinding lateral thorax.

B. Pada kontraksi, diaphragma meningkatkan

Pertanyaan Pilihan Ganda


Pilihlah satu jawaban yang PALING

1.

TEPAT.

vena ke atrium dextrum jantung.

C. Letak diaphragma lebih tinggi pada posisi

Pernyataan-pernyataan berikut ini benar untuk alat-alat yang


terletak di dalam spatium intercostale, kecuali:

D.

A. Arteriae intercostales anteriores dari enam


B.

spatium
intercostale bagian atas merupakan cabang dari arteria
thoracica interna.
Nervus intercostalis berjalan ke depan di dalam spatium
intercostale di antara musculus intercostalis internus dan

intimi.

C.
D.

Pembuiuh darah dan saraf intercostalis terletak di dalam


sulcus subcostalis dengan susunan dari atas ke bawah,
vena-nervus-arteri.
Lima nervus intercostalis bagian bawah menyarafi

sensibilitas

E.

kulit dinding lateral thorax dan dinding

anterior abdomen.
Vena-vena intercostalis posterior mengalirkan daralnya

E.

Pernyataan-pemyataan berikut

ini benar untuk diaphragma,

kecuali:

A. Crus dextrum membentuk sebuah lengkungan otot di


sekltar oesophagus dan berperan mencegah regurgitasi isi

lambung ke oesophagus.

berbaring
daripada berdiri.
Pada kontraksi, centrum tendineum turun dan mengurangi
tekanan intrathoracal.
Oesophagus menembus diaphragma setinggi vertebra
thoracica VIII.

3.

Pemyataan-pernyataan berikut ini benar untuk nervi intercostales, kecuali:


A. Memberikan persarafan motorik untuk bagian perifer
diaphragma.
B. Memberikan persarafan motorik unfuk otot-otot inter.

costalis.

C.

Memberikan persarafan sensorik untuk pleura parietale


pars costalis.

D.

ke dalam vena azygos dan hemiazygos.

2.

tekanan

intraabdominal dan membantu mengembalikan darah

E.

Mengandung serabut-serabut simpatik untuk menyarafi


otot polos pembuluh darah.
Nervus intercostalis ketujuh sampai sebelas memberikan
persarafan sensorik untuk peritoneum parietalis.

128'
4. Untuk

BAB 3

A.
B.
C.
D.
E.
5.

pada
kecuali:

C. costaX XI, dan XII.


D. hanya costa VIII.
E. costa.Vf XI, dan XII.

memasukkan jarum ke dalam cavitas pleuralis

linea axillaris media, struktur berikut ini ditembus,

Musculus intercostalis internus


Musculus levator costarum
Musculus intercostalis extemus
Pleura parietale
Musculus intercostalis intimi

Pernyataan-pemyataan di bawah ini benar untuk apertura


thoracis superior, kecuali:
A. Manubrium stemi membentuk batas anterior.
B. Padamasing-masingsisi, truncusinferiorplexusbrachialis
bersama arteria subclavia keluar dari apertura thoracis
superior, berjalan ke lateral di permukaan atas costa I.

10. Payudara pada wanita dewasa muda terletak pada


A. costa I sampai V.
B. costa II sampai VI.
C. costa I sampai IL

D. hanyacostalldanlll.
E. costa IV sampai VI.
1i.

C. Corpus vertebrae cervicalis VII membentuk batas


D.
E.

6.

posterior.
Costa I kanan dan kiri membentuk batas lateral.
Oesophagus dan trachea berjalan melalui apertura ini.

pemyataan-pernyataan

kecuali;

di bawah ini benar untuk dinding

Pleura parietalis:

A. hanya peka pada sendasi regangan.


B. dipisahkan dari rongga pleura oleh fascia endothoracica.
C. peka terhadap sensasi nyeri dan raba.
D. menerima persarafan sensorik dari sistem saraf otonom
E. dibentuk dari mesoderm splanchnopleura.

Pertanyaan'Mengisi yang Kosong

lsilah. bagian yang kosong dengan jawaban yang paling tepat, di


trachea terletak di depan articulatio manu- baWah tnt:
briostemalis (angulus Louis) pada pertengahan respirasi.
Mediastinumsuperiorterletakdibelakangcorpussterni. 12. Ductus thoracicus berjalan melalui.........., lubang pada
diaphragma.
Puncak denyut jantung umumnya dapat diraba pada
spatium intercostale sinistrum, kira-kira 9 cm dari garis
13. Arteria epigastrica superior berjalan melalui ........., lubang
tengah.
pada diaphragma'
Pinggir bawah paru kanary pada keadaan inspirasi

thoro;

A. Bifurcatio
B.
C.
D.

di linea midclavicularis
14' Nervus phrenicus dexter berialan melalui "" """' lubang
sampaisetinggicartilagocostalisvlll.
pada diaphragma'
E. Semua nervus intercostalis berasal dari rami anteriores
nervi spinales thoracales'
15. Ner.,rrs vagus sinister berjalan melalui
lubang pada
maksimal, meluas ke bawah

diaphragma.
A. hiatus aorticus
B. hiatus esophagicus
C. hiatus vena cava
D. bukan salah satu di atas

Pertanyaan Melengkapi
Pilihlah satu jawaban yang PALING

7.

TEPAT.

Dokter mendefinisikan apertura thoracis superior sebagai

A. pembukaan bagian bawah rongga thorax.


B. jarak di antara kedua crura diaphragmatica.
C. muara oesophagus ke dalam rongga thorax.
D. permbukaan bagian atas rongga thorax.
dan pars costalis
E. jarak di antara origo
'-o- pars
-'E-'-- stemalis
diaphragmaticu.

8.

oleh:
A. costa Vf VIII, dan X.
B. pinggir dalam dari costa I.
C. pinggir processus xiphoideus.
Arcus costalis dibentuk

16. Hiatus aorticus terletak setinggi vertebra thoracica


1"7.

Articulatio xiphostemalis terletak setinggi vertebra thoracica

18. Hiatusvenacavaterletaksetinggivertebrathoracica
A. sepuluh

B'
C
D'
E

duabelas
deiaPan
sembilan

tujuh

D. cartilaso costalis VII, VIII, IX, dan X.


E. cartilalo costahs VII sampai costa X dan ujung cartilago Pertanyaan Pilihan Ganda

costalisXldanXll.

9. pinggir bawah paru

kiri

memotong:

A.
B.

VIII, dan X.
costa VII, VIII dan IX.
costa VI,

Bacalah riwayat penyakit di bawah ini dan jawablah pertanyaan


dengan satu iawaban yang PALING TEPAT.

selama pertengahan :respirasi, . berikutnya

Seorang pria berusia 35 tahun mengeluh adanya nyeri hebat di


bagian bawah dada kirinya kepada dokter. Pasien menderita
batuk sejak 4 hari yang lalu dan mengeluarkan sputum

DINDING DADA, RONGGA DADA, PARU, DAN RONGGA PLEURA

19.,

bercampur darah. Frekuensi respirasi meningkat dan panasnya


mencapai 1040 F. Pada pemeriksaao ditemukan adanya cairan

C. Limfe dari substansi

di ruang pleura kiri.

D.

Jika pasien dalam keadaan berdiri, cairan pleura akan


mengalami gravitasi ke bawah
menuju ke:
A. fissura obliqua.
B. incisura cardiaca.

C.
D.
E.

E.

recessus costomediastinalis.

fissurahorizonialis.
recessus costodiaphragmaticus.

Pilihlah satu jawaban yang PALII'|G

TEPAT

20. Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk irachea,


kecuali:
A. Terletak anterior terhadap oesophagus di dalam medias-

tinum superior.

B.
C.
D.
E.

Pada inspirasi dalam carina turun sampai setinggi vertebra

thoracica VI.
Bronchus principalis sinister lebih lebar daripada bronchus
principalis dexter.
Arcus aorta terletak di sebelah anterior dan kirinya di
dalam mediastinu m superior.
Persara{an sensoris dari membrana mukosa yang meliputi
trachea berasal dari cabang-cabang nervus vagus, dan

laryngeus recurrens.
21. Pernyataan-pemyataan di bawah ini benar untuk radix
puimonis dextra, kecuali:
A. Nervus phrenicus dexter berjalan anterior terhadap radix
pulmonis.
B. Vena azygos melengkung di atas pinggir superior radix
pulmonis.
ner'"'u s

C. Arteria pulmonalis dextra terletak posterior

terhadap

bonchus principaiis.

D. Nervus

vagus dexter berjalan posterior terhadap radix


pulmonis.
E. Pembuluh darah dan saraf yang membentuk radix
pulmonis diliputi oleh manset pleura.
22. Pernyataan-pernyataan di bawah ini benar untuk paru kanary
kecuali:
A. Mempunyai fissura horizontalis dan fissura obliqua.
B. Pleura visceralis yang meliputinya peka terhadap nyeri
dan suhu.

129

paru mencapai hilus melalui plexus


lymphaticus superficialis dan profundus.
Ligamentum pulmonale memungkinkan pembuluh
darah dan saraf pada radix pulmonis bergerak selama
pergerakan pernapasan.
Venae bronchiales bermuara ke dalam vena azygos dan
vena hemiazygos.

23. Semua pemyataan di bawah ini benar untuk mediastinum,


kecuali:
A. Mediastinum merupakan penyekat di antara kedua
rongga pleura.
B. Pleura mediastinalis membatasi pinggir lateral mediastinum.
C. Jantung terletak pada mediastinum medius.
D. Bila udara masuk ke rongga pleura kiri, struktur-struktur
yang membentuk mediastinum akan tergeser ke kanan.
E. Batas anterior mediastinum terbentang lebih ke bawah
dibandingkan batas posterior.
24. Semua pernyataan di bawah ini benar untuk mekanisme
inspirasi, kecuali:
A. Diaphragma adalah otot terpenting untuk inspirasi.
B. Jaringan ikat di puncak thorax dapat dinaikkan.
C. Sternumbergerak ke anterior.

D.
E.

Costa terangkat ke atas.


Tonus otot dinding anterior abdomen berkurang.

25. Semua pernyataan di bawah ini benar untuk paru, kecuali:


A. Benda asing yang masuk seringkali ke paru kanan.
B. Paru kiri mempunyai kontak langsung dengan arcus aorta
dan aorta descendens.

C. Tidak terdapat nodus lymphaticus di dalam paru.


D. Struktur-struktur paru mendapatkan darah dari

arteri
bronchialis.
E. Recessus costodiaphragmaticus dilapisi oleh pleura
parietalis.
26. Semua pernyataan di bawah ini benar untuk segmenta
bronchopulmonalia, kecuali:

A. Vena-vena adalah intersegmental.


B. Segmen-segmen dipisahkan oleh septa jaringan ikat.
C. Arteri-arteri adalah intrasegmental.
D. Setiap segmen dipercabangkan oleh sebuah bronchus
sekunder.

E. Setiap segmen yang berbentuk piramid

mempunyai
puncak yang menghadap ke permukaan paru.

130

1.

BAB 3

C merupakan pernyataan yang tidak benar.

Susunan

dari superior ke inferior adalah Vena, arteria, dan nervus

76. B yang benar. Hiatus aorticus di diaphragma terletak setinggi


vertebra thoracica XII.

intercostalis (Gambar 3-4).


77.
2.

E merupakan

3.

Amerupakanpernyataanyangtidakbenar. Nervus intercostalis


memberikan persarafan sensorik untuk pleura dan peritoneum
yang menutupi bagian perifer diaphragma.

pernyataan yang tidak benar. Oesophagus


melalui diaphragma setinggi vertebra thoracica X.

vertebra thoracica IX pada midrespirasi.


18.

4.

5.

ini mulai penyakitnya dengan infeksi


respirasi bagian atas, yang diabaikannya. Saat ini dia
menderita pneumonia sisi kiri dengan komplikasi pleuritis.
Dengan pleuritis, eksudat radang terdapat di tempat
pneumonia. Jika cairan pleura bertambah dan pasien dalam
posisi tegak, dengan gaya gravitasi cairan akan bergerak turun
ke bagian paling rendah dari ruang pleura, disebut recessus

C merupakan pernyataan yang tidak benar. Corpus vertebrae

costodiaphragmaticus.

pemyataan yang tidak benar. Mediastinum

superior terletak

di belakang manubrium stemi

(Gambar

20.

3-17).
7.

terlihat dalam Gambar 3-43. Lihat juga preparat plastinasi


pada Gambar 3-23.

E yang benar. Arcus costalis dibentuk oleh cartilago costalis


VII sampai X dan ujung cartilago costalis XI dan XII (Gambar

2t.

C yang tidak benar. Arteria pulmonalis dextra terletak anterior


terhadap bronchus principalis.

22.

B merupakan pernyataan yang tidak benar. P1eura visceralis


dipersarafi oleh serabut-serabut aferen simpatik dan vagus
melalui plexus pulmonalis dan tidak peka terhadap nyeri dan
suhu, ietapi peka terhadap sensasi regangan.

zJ,

E merupakan pemyataan yang tidak benar. Batas anterior


dari mediastinum berjalan ke bawah menuju articulatio

3-1).

9. A

yang benar. Pinggir bawah paru


memotong costa VI, VIII, dan X.

kiri di

tengah respirasi

10. B yang benar. Payudara pada wanita dewasa muda terletak


dari costa II sampai VI.
11.

C yang benar. Pleura parietalis peka terhadap sensasi nyeri

di anterior, yaitu setinggi corpus vertebra


thoracica IX. Batas posterior berjalan terus ke bawah, sampai
setinggi vertebra thoracica XII.

xiphostemalis

dan raba.
72.

A yang benar. Ductus

thoracicus berjalan melalui hiatus

aorticus.
24.
13.

B merupakan pernyataan yang tidak benar.

Jaringan

D y*g

ikat puncak cavitas thoracalis dilekatkan pada processus

costalis.

transversus vertebrae cervicalis VII, dan tidak dapat diangkat


selama inspirasi.

benar. Arteria epigastrica superior masuk dinding


anterior abdomen di antara diaphragma pars sternaiis dan

14. C yang benar. Nervus phrenicus dexter berjalan melalui hiatus


vena cava.
15.

C yang tidak benar. Bronchus principalis dexter lebih lebar


dari bronchus principalis sinister. Hal ini dapat dilihat dengan
jelas pada bronchogram posteroanterior normal, seperti yang

D yang benar. Apertura thoracica superior membuka ke atas


dari rangka thorax.

8,

vertebra

Vll pada midrespirasi.

19. E yang benar. Pasien

B merupakan pernyataan yang tidak benar. Musculus levator


costarum terletak di belakang dari daerah yang terlibat.

B merupakan

C yang benar. Hiatus vena cava terletak setinggi


Lhoracica

thoracica I membentuk batas posterior.


6.

D yang benar. Articulatio xiphosternalis terletak setinggi

B yang benar. Nervus vagus sinister berjalan melalui hiatus


esophagicus.

ttr C merupakan pernyataan yang tidak benar. Paru mempunyai


nodus lymphaticus sepanjang perjalanan bronchi.
26.

merupakan pernyataan yang tidak benar. Setiap segmen


paru dipercabangkan oleh bronchus segmentalis.

Sistem

Kardiovaskular

131

4,

Jantung, Pembuluh
Korone[ dan

Pericardium

132

ANTUNG, PE/IBU LUH KORONER, DAN

PERI

CARDIUIA

133

Anatomi Dasar

133

Anatomi Radiografik Jantung

146

Jantung

133

Catatan Embriologi: Perkembangan Tabung Jantung

146

Catatan Fisiotogi: Fungsi Rangka Jantung

135

Pembentukan Tabung Jantung

146

Catatan Fisiotogi: Fungsi Muscuti Papittares

138

Perkembangan Selanjutnya dari Tabung Jantung

147

Catatan Fisiotogi: Fungsi Vatvuta Valva Trunci Putmonatis

138

Pembentukan Atria

147

Pembentukan Ventricutus

148

Pembentukan Pangkat dan Bagian Proksimat Aorta


dan Truncus Putmonatis

148

Catatan Fisiotogi: Fungsi Dasar Sistem Konduksi

139

Catatan Fisiotogi: Kecepatan Konduksi Metatui Nodus


Atrioventricutaris

140

Pembentukan Katup Jantung

148

Catatan Fisiotogi: Fungsi Fascicutus Atrioventicularis

140

Pericardium

150

Catatan Fisiotogi: Sirkutasi Koroner

144

Batas-Batas Pericardium dan Jantung

Catatan Fisiologi: Sirkutasi Darah Metatui Jantung

144

Pertanyaan

Catatan Fisiotogi: Refleks Atrium dan Ventricutus

145

Jawaban dan Penjetasan

Refleks

Atriat Bainbridge

Refleks Bezold-Jarisch

f,)enyakit jantung koroner, gangguan fungsi katup,

152

153
154

145
145

gangguan

aktivitas elektrik, miokardiopati, atau masalah pericardium


merupakan tantangan bagi para dokter untuk dapat menegakkan
diagnosis dan menentukan pengobatan. Penilaian nyeri dada
dan penatalaksanaan gangguan ritme serta fungsi pompa jantung

ANATOMI DASAR

Jantung

merupakan masalah yang umum ditemui oleh para petugas medis


di gawat darurat. Pada anak-anak, penyakit jantung kongenital dapat
merupakan masalah yang serius.
Tujuan dari bab ini adalah membahas struktur jantung termasuk
sistem konduksinya, aliran darah yang penting, dan pericardium yang
meliputinya.

atrioventricularis (Gambar 4-2). Pinggir kanannya dibentuk oleh


atrium dextrum dan pinggir kirinya oleh ventriculus sinister
dan sebagian auricula kiri. Ventriculus dexter dipisahkan dari
ventriculus sinister oleh sulcus interventricularis anterior.

Facies diaphragmatica jantung terutama dibentuk oleh


ventriculus dexter dan sinister yang dipisahkan oleh sulcus
interventricularis posterior. Permukaan inferior atrium dextrum,
dimana bermuara vena cava inferior, juga ikut membenfuk facies

Jantung merupakan organ muskular berongga yang bentuknya


mirip piramid dan terletak di dalam pericardium di mediastinum

ini.

(Gambar 4-1 dan 4-2). Basis jantung dihubungkan dengan


pembuluh-pembuluh darah besar, meskipun demikian tetap

atrium sinistrum, tempat bermuara empat vena pulmonalis

terletak bebas di dalam pericardium.

cordis.

Permukaan Jantung

Jantung mempunyai tiga permukaan: facies sternocostalis

Basis cordis, atau facies posterior terutama dibentuk oleh


(Gambar 4-3). Basis cordis terletak berlawanan dengan apex

Apex cordis, dibenfuk oleh ventriculus sinister, mengarah


ke bawah, depan dan kiri (Gambar 4-1 dan 4-2). Apex terletak
setinggi spatium intercostale V kiri" 9 cm dari garis tengah. Pada
daerah apex, denyut apex biasanya dapat dilihat dan diraba pada
orang hidup.
Perhatikan bahwabasis cordis dinamakan basis karena jantung

(anterior), facies diaphragmatica (inferior), dan basis cordis (facies


posterior). ]antung juga mempunyai apex yang aralrnya ke bawal1
depan, dan kiri.

berbentuk piramid dan basisnya terletak berlawanan dengan apex.

Facies sternocostalis terutama dibentuk oleh atrium dextrum


dan ventriculus dexter, yang dipisahkan safu sama lain oleh sulcus

Jantung tidak bertumpu pada basisnya; melainkan pada pada


facies diaphragmatica (inferior).

'134

BAB 4

Gambar 4-1 Permukaan anterior jantung. Pericardium


fibrosum dan pericardium serosum parietalis dibuang,
Perhatikan adanya lemak di bawah pericardium
serosum parietalis di dalam sulcus atrioventricularis dan
interventricularis. Arteria coronaria terdapat di dalam lemak
in;.

arcus aoda

A. carotis communis sinistra


A. subclavia sinistra
truncus pulmonalis

A. pulmonalis dextra
auricula sinistra

A. coronaria sinistra
aorta oscenden

ramus circumflexus
V. cardiaca magna

auricula dextra

ventriculus sinister
A. coronaria dexira
atrium
dextrum

A. interventricularis
anterior

V. cardiaca anterior

sulcus atrioventricularis

A. marginalis

Gambar 4-2 Permukaan anterior jantung dan


ventriculus dexter

pembuluh-pembuluh

sulcus interventricularis

darah besar. Perhatikan

perjalanan afteria coronaria dan vena jantunq,

JANTUNG, PEMBULUH KORONER, DAN PERICARDIUM

Batas Jantung

Batas kanan jantung dibentuk oleh atrium dextrum, batas

kiri oleh

Fungsi Rangka Jantung

auricula sinistra dan bawah oleh ventriculus sinister (Gambar 4-1


dan 4-2). Batas bawah terutama dibentuk oleh ventriculus dexter
tetapi juga oleh atrium dextrum; apex oleh ventriculus sinister.
Batas-batas ini penting pada pemeriksaan radiografi jantllng.

135

Cincin fibrosa di sekeliling valvula menyokong basis cuspis valva

dan mencegah valva dari peregangan dan menjadi inkompeten.


Rangka fibrosa, disamping menyediakan tempat lekat untuk
otot-otot jantung, juga efektif sebagai dinding pemisah di antara
dinding otot atrium dan ventriculusnya. Dengan demikian rangka
jantung meruiJakan dasar dari pemutusan hubungan elektrisitas

Struktur Jantung

antara atrium dan ventriculus.

Jantung dibagi oleh septum vertikal menjadi empat ruang: atrium


dextrum dan sinistrum dan ventriculus dexter dan sinister.

Atrium dextrum terletak anterior terhadap atrium sinistrum dan


ventriculus dexter anterior terhadap ventriculus sinister (Gambar

Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan:

Ruang Jantung
Atrium Dextrum

Paling luar, lapisan visceralis pericardium serosum (epi-

Atrium dextrum terdiri atas rongga utama dan sebuah kantong

ll
ll

cardium).
Di tengah, lapisan tebal otot jantung (miokardium).
Paling daiam, lapisan tipis (endocardium).

kecil, auricula (Gambar 4-2 dan 4-4). Pada permukaan jantung,


pada tempat pertemuan atrium dextrum dan auricula dextra
terdapat sebuah sulcus vertikal, sulcus terminalis, yang pada
permukaan dalamnya berbentuk rigi disebut crista terminalis
(secara embriologis, tempat ini menunjukkan hubungan antara

4-1, dan4-2).

Rangka Jantung

sinus venosus dan atrium dextrum propria). Bagian utama atrium

Yang disebut rangka jantung (lihat Gambar 4-5) terdiri dari


cincln-cincin fibrosa yang mengelilingi ostium atrioventriculare,
ostium pulmonalis dan ostium aorta dan melanjutkan diri ke pars

yang terletak posterior terhadap rigi, berdinding licin (Gambar


4-4), sedangkan dinding dalam auricula kasar disebabkan oleh
berkas serabut-serabut otot, musculi pectinati.

membranosa, bagian atas septum ventriculare.


Itluara pada Atrium Dextrum

Vena cava superior (Gambar 4-4) bermuara ke bagian atas


atrium dextrum; muara ini tidak mempunyai katup. Vena ini
mengembalikan darah ke jantung dari setengah bagian atas

A. carotis communis sinistra


arcus aorta

A. subclavia sinistra

N. laryngeus recurrens sinister


ligamentum arteriosum
bifurcaiio trunci pulmonalis
V. cava superior

Vv. pulmonales
atrium dextrum

atrium sinistrum

ventriculus

sinister
stnus coronanus

Gambar 4-3 Permukaan posterior atau


V" cava inferior

cordis jantung.

basis

136

BAB 4

tubuh. Vena cava inferior (lebih besar dari vena cava superior)
bermuara ke bagian bawah atrium dextrum; dilindungi oleh katup
rudimenter yang tidak berfungsi. Vena ini mengembalikan darah
ke jantung dari setengah bagian bawah tubuh.

Sinus coronarius, yang mengalirkan sebagianbesar darah dari


dinding jantung (Gambar 4-4), bermuara ke dalam atrium dextrum
di antara vena cava inferior dan ostium atrioventriculare. Muara
ini dilindungi oleh katup rudimenter yang tidak berfungsi.
Ostium atrioventriculare dextrum terletak anterior terhadap
muara vena cava inferior dan dilindungi oleh valva tricuspidalis
(Gambar 4-4). Banyak ostium vena kecil yang juga mengalirkan darah
dari dinding jantturg bermuara langsung ke dalam atrium dextrum.

Sisa Imbriologis pada Atrium Dextrum

Selain katup rudimenter vena cava inferior terdapat fossa ovalis


dan anulus ovalis. Kedua struktur terakhir lni terletak pada
septum interatriale yang memisahkan atrium dextrum dan atrium
sinistrum (Gambar 4-4). Fossa ovalis merupakan lekukan dangkal
yang merupakan tempat foramen ovale pada janin lSebelum lahir,
darah yang kaya oksigen berjalan melalui foramen ini dari atrium
dextrum ke atrium sinistrum). Anulus ovalis membentuk pinggir
atas fossa.

Ventriculus Dexter

Ventriculus dexter membenfuk sebagian besar facies anterior


cordis, dan terletak anterior terhadap ventriculus sinister (Gambar
4-4). Ventriculus dexter berhubungan dengan atrium dertrum

Gambar 4-5 A. Penampang melintang ventriculus cordis. Perhatikan


tebalnya dinding ventriculus sinister. B. Rangka fibrosa jantung.

V. cava superior

A. coronaria dextra
auricula dextra

aorta ascendens

nodus sinoatrialis

truncus pulmonalis
auricula sinistra
infundibulum
nodus atrioventricularis

crista terminalis

fasciculus atrioventricularis
anulus ovalis
crus sinistrum
fasciculus atrioventricularis
crus dextrum
fasciculus atrioventricularis

fossa ovalis
dinding anterior
atrium dextrum
(dibuka)
mm. pectinati

ventriculus sinister
sulcus
interventricu laris

V. cava inferior

katup V. cava inferior

cuspis septalis
valva tricuspidalis

katup sinus coronarius

ventriculus dexter
trabecula septomarginalis

chordae tendineae
Gambar 4-4 Bagian dalam atrium dextrum dan ventriculus
fasciculus atrioventricu laris.

dexter- Perhatikan letak nodus sinoatrialis, serta nodus dan

JANTUNG, PEITBULUH KORONER, DAN

melalui ostium atrioventriculare dan dengan truncus pulmonalis


melalui ostium trunci pulmonalis (Gambar 4-4). Mendekati ostium

trunci pulmonalis bentuknya berubah menjadi seperti corong,


disebut infundibulum.
Dinding ventriculus dexter jauh lebih tebai dibandingkan

PERICARDIUTA

137

Jenis kedua ujung-ujungnya dilekatkan pada dinding


ventrikef dan bebas pada bagian tengahnya. Salah satu
diantaranya adalah trabecula septomarginalis (moderatot
band), menyilang rongga ventrikel dari sep.tum ke dinding

dengan dinding atrium dextrum. Permukaan dalam menunjukkan

rigi-rigi yang menonjol disebut trabeculae carnae. Terdapat tiga

anterior. Trabecula septomarginalis ini membawa fasciculus


atrioventricularis crus dextrum yang merupakan bagian dari
sistem konduksi jantung.
Jenis ketiga hanya terdiri dari rigi-rigi yang menonjol.

jenis trabeculae carnae:

Valva tricuspidalis melindungi ostium atrioventriculare (Gambar


4-4, 4-6, dan 4-7). Terdiri atas tiga cuspis yang dibentuk oleh lipatan
endocardium. Cuspis-cuspis ini adalah cuspis anteriol, septalis,
dan inferior (posterior). Cuspis anterior terletak di anterior, cuspis

terdiri atas Musculi papillares, yang menonjol


ke dalam, melekat melalui basisnya pada dinding ventrikel;

Jenis pertama

puncaknya dihubungkan oleh tali-tali fibrosa (chordae


tendineae) ke cuspis valva tricuspidalis (Gambar 4-4).

cuspis inferior
(posterior)

M. papillaris

posterior
M. papillaris

anterior
Valva tricuspidalis

Aorta ascendens

stnus

Muara
A. coronaria
sinistra

Muara
A. coronaria
dextra

Valvula sinistra

Cuspis anterior
valva mitralis

posterior
Valva aorta

Atrium sinistrum

Cuspis anterior

Cuspis posterior
Chorda

tendineae

M. papillaris

posterior
Valva mitralis

Gambar 4-6 Valva-valva (katup) jantung. A. Valva tricuspidalis memperlihatkan cuspis septalis, anteriot dan posterior serta
choidae tendineaenya, B. Valva aortae memperlihatkan hubungan antara valvula dan muara arteria coronaria. C. Valva mitratis
memperlihatkan cuspis anterior dan posterior serta chordae tendineaenya.

138'

BAB 4

septalis terletak berhadapan dengan septum interventriculare


dan cuspis inferior atau posterior terletak di inferior. Basis cuspis

trunci pulmonalis dan aortae dinamakan sesuai dengan letaknya

melekat pada cincin fibrosa rangka jantung. Pada ujung bebasnya


dilekatkan chordae tendineae, yang menghubungkan cuspis

cara penamaan

pada janin sebelum jantung mengalami rotasi ke

kiri. Sayangnya,

ini menimbulkan banyak kebingungan yang tidak

perlu).

dengan Musculi papillares.

Fungsi Valvula Valva Trunci Pulmonalis

Fungsi Musculi Papillares

Selama sistolik ventrikel, valvula-valvula semilunaris terdorong

Bila ventrikel berkontraksi, musculi papillares berkontraksi dan


mencegah cuspis tidak terdorong masuk ke dalam atrium dan
terbalik pada waktu tekanan intraventrikular meningkat. Untuk

ke dinding truncus pulmonalis oleh darah yang keluar. Selama


diastolik, darah mengalir kembali ke jantung dan masuk ke sinus;
valvula semilunaris terisi, terletak berhadapan di tengah lumen
dan menutup ostium trunci pulmonalis.

membantu proses ini chordae tendineae dari satu musculus


papillaris dihubungkan dengan dua cuspis yang berdekatan.

Atrium Sinistrum
terdiri

Valva trunci pulmonalis melindungi ostium trunci pulmonalis

Sama dengan atrium dextrum, atrium sinistrum

(Gambar 4-7). Valvula-vah'ula semilunaris dari valva ini dilekatkan

utama dan auricula sinistra. Atrium sinistrum terletak di belakang

melalui lengkungnya ke pinggir bawah dinding arteri. Mulut


vah'ula membuka ke atas menuju ke truncus pulmonalis. Tidak

atrium dextrum dan membenfuk sebagian besar basis atau facies


posterior jantung (Gambar 4-3). Di belakang atrium sinistrum

ada chordae tendineae atau musculi papillares yang berhubungan


dengan valvula ini. Perlekatan sisi-sisi valvula pada dinding arteri
mencegah valvula turun masuk ke dalam ventrikel. Pada pangkal
truncus pulmonalis terdapat tiga pelebaran yang dinamakan sinus

terdapat oesophagus yang dipisahkan oleh pericardium (Gambar


4-8). Bagian dalam atrium sinistrum licin, tetapi auricula sinistra
mempunyai rigi-rigi otot seperti pada auricula dextra.

pulmonalis, dan masing-masing terletak di luar dari setiap valvula


(Iihat valva aorta, halaman 139).
Ketiga valvula semilunaris terletak sebagai beriku! satu buah
posterior (vah,'ula semilunaris sinistra) dan dua buah anterior
(valvula semilunaris anterior dan dextra). (Valvula-valvula valva

facies anterior
cordis

atas

rongga

Muara pada Atrium Sinistrum

Empat vena pulmonalis, dua dari masing-masing paru bermuara


pada dinding posterior (Gambar 4-3) dan tidak mempunyai katup.
Ostium atrioventriculare sinistrum dilindungi oleh valva mitralis.

anterior
sinistra

valvula valva
trunci pulmonalis

dextra

ramus interventricularis
anterior A. coronaria
sinistra
ramus circumflexus
A.coronaria sinistra
anterior
septalis

posterior

rangka fibrosa
Gambar 4-7 Katup jantung dan asal dari Arteria coronaria, dilihat dari superior. Atria dan pembuluh darah besar dibuang.

J ANTU N

sternum

G,

PEIABU LU H KO RO NER, DAN PERI C ARDI U I'A

't3s

ventriculus dexter
ventriculus sinister

atrium dextrum
atrium sinistrum

cavitas pericardiaca

lobus medius
pulmo dexter

pericardium
lobus superior
pulmo sinister

fissura obliqua
dexlra

fissura obliqua
sinistra
lobus inferior
pulmo sinister

lobus inferior
pulmo dexter

V. pulmonalis

oesophagus
V. azygos

truncus

sympathicus

run

sinus obliquus
aorta descendens
V. hemiazygos
splanchnici

ductus
thoracicus
Gambar 4-8 Penampang melintang thorax setinggi vertebra thoracica VIII, dilihat dari bawah (Perhatikan bahwa semua
pemeriksaan CT scan dan lvlRI dilihat dari bawah).

Ventriculus Sinister

dinding aorta menonjol membentuk sinus aortae. Sinus aortae

Sebagian besar ventriculus sinister terletak di belakang ventriculus

anterior merupakan tempat asal arteria coronaria dextra, dan sinus


posterior kiri tempat asal arteria coronaria sinistra.

dexter (Gambar 4-2 dan 4-8). Sebagian kecil menonjol ke kiri dan
membentuk batas kiri jantung serta aPex cordis. Ventrlculus
slnister berhubungan dengan atrium sinistrum melalui ostium
atrioventriculare sinistrum dan dengan aorta melalui ostium aortae.
Dinding ventriculus sinister (Gambar 4-5) tiga kali lebih tebal dari
dinding ventriculus dexter. (Tekanan darah di dalam ventriculus
sinister enam kali lebih tinggi dibandingkan tekanan darah di
dalam ventriculus dexter). Pada penamPang melintang, ventriculus
sinister berbentuk sirkular; ventriculus dexter berbentuk kresentik
(bu1an sabit) karena penonjolan septum interventriculare ke dalam
rongga ventriculus dexter (Gambar 4-5). Terdapat trabeculae carnae
yang berkembang baik, dua buah musculi papillares yang besar,
tetapi tidak terdapat trabecula septomarginalis. Bagian ventriculus
di bawah ostium aortae disebut vestibulum aortae.
Valva mitralis melindungi ostium atrioventriculare (Cambar
4-6 dan 4-7). Yalva terdiri atas dua cuspis, cuspis anterior dan
cuspis posterior, yang strukturnya sama dengan cuspis pada valva
tricuspidalis. Cuspis anterior lebih besar dan terletak antara ostium
atrioventriculare dan ostium aortae. Perlekatan chordae tendineae
ke cuspis dan musculi papillares sama seperti valva tricuspidalis.
Valva aortae melindungi ostium aortae dan mempunyai
strukfur yang sama dengan struktur valva trunci pulmonalis
(Gambar 4-7). Satu valvula terletak di anterior (valvula semilunaris
dextra) dan dua valvula terletak di dinding posterior (valvula
semilunaris sinistra dan posterior). Di belakang setiap valvr-rla

Sistem Konduksi Jantung

Fungsi Dasar Sistem Konduksi


Jantung normal orang dewasa dalam keadaan istirahat berkontraksi secara ritmik sekitar 70 sampai 90 denyutan per menit.
Kontraksi ritmik berasal secara spontan dari sistem konduksi
dan impulsnya menyebar ke berbagai bagian jantung. Awalnya
atrium berkontraksi bersama dan kemudian diikuti oleh kontraksi
kedua ventrikel secara bersama-sama. Sedikit penundaan
penghantaran impuls dari atrium ke ventrikel memungkinkan

atrium mengosongkan isinya ke ventrikel sebelum ventrikel


berkontraksi.

Sistem konduksi jantung terdiri atas otot jantung khusus yang


terdapat pada nodus sinoatrialis, nodus atrioventricularis,

fasiculus atrioventricularis beserta dengan crus dextrum dan


sinistrumnva, dan plexus subendocardial serabut Purkinye.
(Serabut khusr.rs otot jantung )'ang membentuk sistem konduksi
jantung dikenal sebagai serabut Purkinve).

140-

nodus
atrioventricularis
nodus
sinoatrialis

\ascicutus
atrioventricularis

atrium
dextrum

crus sinistrum
fasciculus
atrioventricu laris

plexus
Purkinye

crus dextrum
fasciculus
atrioventricularis

plexus
Purkinye

Gambar 4-9 Sistem konduki jantung. perhatikan


jalurjalur internodus.

Nodus Sinoatrialis (Pacemaker)

Fasciculus Atrioventricularis

Nodus sinoatrialis memulai denyut jantung. Terletak pada


dinding atrium dextrum di bagian atas dari sulcus terminalis,

Fasciculus atrioventricularis berjalah dari nodus atrioventrikularis

tepat

di

sebelah kanan muara vena cava superior (Gambar 4-4

dan 4-9). Nodus ini merupakan asal impuls ritmik elektronik yang
secara spontan disebarkan ke seluruh otot-ototjarLtung atrium dan
menyebabkan otot-otot ini berkontraksi.

Nodus Atrioventricu laris


Nodus atrioventricularis terletak pada bagian bawah septum
interatriale tepat di atas tempat peilekatan cuspis septalis valva
tricuspidalis (Gambar 4-4 dan 4-9). Dari sini, impuls jantung
dikirim ke ventrikel oleh fasciculus atrioventricularis. Nodus
atrioventricularis distimulasi oleh gelombang eksitasi pada waktu
gelombang ini melalui miokardium atrium.

sampai menjadi..plexus purkinye (Gambar 4-9). Fasciculus ini


lurun melalui kerangka fibrosa jantung lalu melewati
bagian belakang cuspis septalis valva tricuspidalis pada bagian
membranosa septum ventriculus. Di perbatasan atas bagian
muscular septum, fasciculus ini terbagi menjadi dua bagiary
satu untuk masing-masing ventrikei. Crus dextrum fasciculus
atrioventrikuiaris atau right bundle branch (RBB) berjalan kebawah
be-rjalan

melaiui sisi kanan septum ventriculus sampai ke trabecula


septomarginalis, dan setelah itu menyilang ke dinding anterior
ventikel kanan. Disinilah fasciculus ini bertemu dengan serabut
plexus Purkinje.
Crus sinistrum fasciculus atrioventricularis atau lefi bundle
branch (LBB) berjalan kebawah menembus septum disebelah kiri
dibawah endocardium. Fasciculus ini biisanya terbagi menjadi
dua cabang (anterior dan posterior) dan pada akhimya bertemu
dengan serabut plexus Purkinje ventrikel kiri (Gambar 4-9).

Kecepatan Konduksi Melalui Nodus

Atrioventricularis
Kecepatan konduksi impuls jantung melalui nodus atrioventricularis (sekitar 0,11 detik) memberikan waktu yang cukup
untuk atrium mengosongkan darahnya ke dalam ventrikel
sebelum ventrikel mulai berkontraksi-

Fungsi Fasciculus Atrioventricularis


Fasciculus atrioventricularis (berkas dari His) merupakan
satu-satunya jalur serabut otot jantung yang menghubungkan
miokardium atrium dan miokardium ventriculus, oleh karena itu
fasciculus ini merupakan satu-satunya jalan yang dipergunakan

JANTUNG, PEA4BULUH KORONER, DAN

oleh impuls jantung untuk berjalan dari atrium ke ventrikel


(Gambar 4-9).

Jadi terlihat bahwa sistem konduksi jantung bertanggung


jawab tidak hanya untuk pembentukan impuls jantung, tetapi
juga untuk penghantaran impuls ini dengan cepat ke seluruh
miokardium jantung, sehingga ruang'ruang jantung berkontraksi
secara terkoordinir dan efisien.
Aktivitas sistem konduksi dapatdipengaruhi oleh saraf otonom
yang menyarafi jantung. Saraf parasimpatik memperlambat irama
dan mengurangi kecepatan penghantaran impuls; saraf simpatik
mempunyai efek yang berlawanan.

PERICARDIUIA

141

Jalur Konduksi lnternodus*


Dalam kenyataannya impuls dari nodus sinoatrialis berjatan ke
nodus atrioventricularis lebih cepat daripada kemampuannya
berjalan sepanjang miokardiuin melaiui jalan yang seharusnya.
Fenomena ini dijeiaskan dengan adanya jalur-jalur khusus. di
dalam dinding atrium (Gambar 4-9), yang terdiri dari struktur
campuran antara serabut-serabut Purkinye dan sel-sel otot
jantung. Jalur internodus anterior meninggalkan ujung anterior
nodus sinoatriaiis dan berjalan ke anterior menuju ke muara vena
cava superior. Jalur ini berjalan turun pada septum atrium dan
berakhir pada nodus atrioventricularis. Jalur internodus mediuS

* Adanya lintasan intemodus khusus dibantah oleh beberapa peneliti,


yang menyatakan bahwa itu adalah susunan dan paket serabut-serabut
miokardium atrium biasa yang bertmggung jawab untuk konduksi yang
lebih cepat.

A. coronaria dextra

A. coronaria sinistra
ramus circumflexa

ramus interventricularis
anterior

ramus interventricularis posterior


ramus marginalis

V. cordis magna

V. cordis anterior

V. cordis medla

srnus coronanus

Gambar 4-L0 Arteriae dan venae coronariae.

142

BAB 4

di dalam sulcus atrioventricularis dextra, dan pada


pinggir inferior jantung, kemudian pembuluh ini melanjutkan
diri ke posterior sepanjang sulcus atrioventricularis untuk
kebawah

meninggalkan ujung posterior nodus sinoatrialis dan berjalan ke


posterior menuju muara vena cava superior. Jalur ini turun ke
bawah pada septlrm atrium menuju ke nodus atrioventricularis.
Jalur internodus postedor meninggalkan bagian posterior nodus
sinoatrialis dan furun melalui crista terminalis dan valva vena cava
inferior menuju ke nodus atrioventricularis.

beranastomosis dengan arteria coronaria sinistra di dalam sulcus

interventricularis posterior. Cabang-cabang berikut ini dari arteria


coronaria dextra mendarahi atrium dextrum dan ventriculus
dexter, sebagian atrium sinistrum dan veniriculus sinister, dan
septum atrioventriculare.

Pendarahan Jantung

jantung mendapatkan darah dari arteria coronaria dextra dan


sinistra, yang berasal dari aorta ascendens tepat di atas valva aortae
(Gambar 4-10). Arteriae coronariae dan cabang-cabang utamanya

terdapat di permukaan jantung, terletak di dalam jaringan ikat


subepicardium.

Arteria Coronaria Dextra

Cabang-Cabang

Ramus conica arteriosa dexter. Pembuluh ini mendarahi facies


anterior conus pulmonaris (infundibulum ventriculus dexter)
dan bagian atas dinding anterior ventriculus dexter.

<}

Rami ventriculares anteriores. Jumlahnya dua atau tiga, dan


mendarahi f acies anterior ventriculus dexter. Ramus marginalis
adalah cabang yang terbesar dan berjalan sepanjang pinggit

Arteria coronaria dextra berasal dari sinus anterior aortae dari


aorta ascendens (Gambar 4-2, 4-7, dan 4-10). Arteri ini berjalan

ramus
circumflexus
A. coronaria

sinistra

Arteria Coronaria Dextra

bawah facies costalis untuk mencapai apex cordis.

ramus
circumflexus
1

A. coronaria\

sinistra

/A.

coronaria
dextra

A. coronaria

rami A. interventricularis
posterior

uo\"

dextra

rami A. interventricularis

posterior

nodus
sinoatrialis

A. coronaria dextra

--

IK

A. coronaria sinistra.

- nodus atrioventricularis
_-- fasciculus atrioventricularis
--

A. interventricularis
anterlor

'.

Gambar 4-11 A, Permukaan posterior jantung memperlihatkan asal dan distribusi ramus interventricularis posterior yang
dominan kanan. B. Permukaan posteriorjantung memperlihatkan asal dan distribusi ramus interventricularis posterioryang
dominan kiri. C, Permukaan anteriorjantung memperlihatkan hubungan penyediaan darah ke sistem konduksi.

JANTUNG, PE/TBULUH KORONER, DAN

I
a

Rami ventriculares posteriores. Biasanya ada dua,

dan

mendarahi facies diaphragmatica ventdculus dexter.


Ramus interventriculalis posterior (descendens). Pembuluh
nadi ini berjalan menuju apex dl dalam sulcus interventriculare
posterior (Gambar 4-10). Memberikan cabang-cabang ke
ventriculus dexter dan sinister, termasuk dinding inferiornya.
Pembuluh ini juga memberikan cabang untuk bagian posterior
septum ventriculare, tetapi tidak untuk bagian apex yang
menerima darah dari ramus interventricularis anterior Arteria
coronaria sinistra. Sebuah cabang septal yang besar mendarahi
nodus atrioventricularis. Pada 10% orang ditemukan arteria
interventricularis posterior digantikan oleh sebuah cabang
dari arteria coronaria sinistra.
Rami atriales. Beberapa cabang mendarahi permukaan
anterior dan lateral atrium dextrum. Safu cabang mengurus
permukaan posterior kedua atrium dextrum dan sinistrum.

PERICARDIUIA

Variasi pada Arteria Coronaria


Variasi pada pendarahan jantung sering terjadi, dan variasi yang
paling sering mengenai vaskularisasi facies diaphragmatica
kedua ventriculus. Di sini, asal, ukuran, dan distribusi dari
arteria interventricularis posterior berbeda-beda (Gambar 4-11).
Pada kasus dominan kanan, arteria interventricularis posterior
merupakan cabang besar dari arteria coronaria dextra. Dominan
kanan terdapat pada kebanyakan individu (90%). Pada dominan
kiri, arteria interventricularis posterior merupakan cabang dari
ramus circumflexus arteria coronaria sinistra (10%).

Anastomosis Arteria Coronaria


Terdapat anastomosis di antara cabang-cabang terminal
A.coronaria dextra dan sinistra (sirkulasi kolateral), tetapi

Arteri nodus sinoatrialis mendarahi nodus dan atrium

biasanya tidak cukup besar untuk mendarahi otot jantung apabila

dextrum dan sinistrum. Pada 35% orang pembuluh in berasal


dari arteria coronaria sinistra.

sebuah cabang besar tersumbat oleh suatu penyakit. Penyumbatan


mendadak dari salah satu cabang besar atau salah satu arteria
coronaria biasanya menyebabkan kematian otot jantung (infark
miokardium), walaupun kadang-kadang sirkulasi kolateral cukup
untuk mempertahankan suplai ke otot.

Arteria Coronaria Sinistra


Arteria coronaria sinistra biasanya lebih besar dibandingkan
dengan arteria coronaria dextra. Pembuluh nadi ini berasal dari
sinus aortae posterior sinistra dari aorta ascendens dan berjalan
ke depan di antara truncus pulmonalis dan auricula sinistra
(Gambar 4-2, 4-7, dan 4-11). Kemudian pembuluh ini berjalan
di sulcus atrioventricularis dan bercabang dua menjadi ramus

interventricularis anterior dan ramus circumflexa. Arteria


coronaria sinistra mendarahi sebagian besar jantung, termasuk
sebagian besar atrium sinistrum, ventriculus sinister dan sePtum
i.nterventriculare.

Ringkasan Seluruh Pendarahan Jantung pada

Sebagian Besar Orang

Arteria coronaria dextra mendarahi semua ventriculus


dexter (kecuali sebagian kecil daerah di sebelah kanan sulcus
interventricularis),bagianyangbervariasi darif acies diaphragmatica
ventriculus sinister, sepertiga posteroinferior septum ventriculare,
atrium dextrum dan sebagian atrium sinistrum, nodus sinoatrialis,
serta nodus dan fasciculus atrioventricularis. Crus sinistrum
fasciculus juga menerima darah dari cabang-cabang kecil.

Arteria coronaria sinistra mendarahi hampir


Cabang-Cabang Arteria Coronaria Sinistra

,143

Ramus interventricularis (descendens) anterior berjalan ke


bawah di dalam sulcus interventricularis anterior menuju
apex cordis (Gambar 4-10). Pada kebanyakan orang pembuluh
ini kemudian berjalan di sekitar apex cordis untuk masuk

ke sulcus interventricularis posterior dan

beranastomosis

dengan cabang-cabang terminal arteria coronaria dextra. Pada


U3 orang pembuluh ini berakhir pada apex cordis. Ramus

interventricularis anterior mendarahi ventriculus dexter dan


sinister dengan sejumlah cabang yang juga mendarahi bagian
anterior septum ventriculare. Satu diantara cabang-cabang
ventricular ini (arteria diagonalis sinistra) mungkin berasal

langsung dari pangkal arteria coronaria sinistra. Sebuah

semua

ventriculus sinister, sebagian kecil ventriculus dexter di sebelah


kanan sulcus atrioventricularis, duapertiga anterior septum
ventriculare, hampir seluruh atrium sinistrum, crus dextrum dan
sinistrum fasciculus atrioventricularis.

Pendarahan Sistem Konduksi


Nodus sinoatrialis biasanya didarahi oleh arteria coronaria dextra
tetapi kadang-kadang oleh arteria coronaria sinistra. Nodus dan
fasciculus atrioventricularis didarahi oleh arteria coronaria dextra.
Crus dextrum fasciculus atrioventricularis didarahi oleh arteria
coronaria sinistra; crus sinistrum fasciculus atrioventricularis
didarahi oleh arteria coronaria sinistra dan dextra (Gambar 4-11).

artetia conus sinistra mendarahi conus pulmonalis.

.) Ramus circumflexus mempunyai ukuran yang

sama

dengan arteria interventricularis anterior (Gambar 4-10).


Pembuluh ini melingkari pinggir kiri jantung di dalam sulcus
atrioventricularis. Ramus marginalis sinister merupakan
sebuah cabang besar yang mendarahi pinggir kiri ventriculus
sinister dan turun sampai apex cordis. Ramus ventricularis
anterior dan posterior mendarahi ventriculus sinister. Rami
atriales mendarahi atrium sinistrum.

Pembuluh BalikJantung

dari dinding jantung mengalir ke atrium


dextrum melalui sinus coronarius (Gambar 4-L0), yang terietak
pada bagian posterior sulcus atrioventricularis dan merupakan
lanjutan dari vena cardiaca magna. Pembuluh ini bermuara ke
atrium dextrum sebelah kiri vena cava inferior. Vena cardiaca
parva dan media bermuara ke sinus coronarius. Sisanya dialirkan
Sebagian besar darah

144-

BAB 4

ke atrium dextrum melalui vena cardiaca anterior (Gambar 4-10)


dan melalui vena-vena kecil yang bermuara langsung ke ruang

coronariae. Perangsangan saraf parasimpatik mengakibatkan


berkurangnya deny'ut dan daya kontraksi jantung dan konstriksi

jantung.

arteriae coronariae.
Serabut-serabut.aferen yang berjalan bersama saraf simpatik
membawa impuls saraf yang biasanya tidak dapat disadari. Akan
tetapi, apabila suplai darah ke miokardium terganggu, impuls rasa

Sirkulasi Koroner
Aliran darah koroner pada orang normal dalam keadaan istirahat
sekitar 225 mL/menit dan berlanjut selama siklus jantung. Namun

nyeri dirasakan melaiui lintasan tersebut. Serabut-serabut aferen


yang berjalan bersama nervus vagus mengambil bagian dalam
refl eks kardiovaskular.

demikian pada saat diastolik hanya terjadi sekitar 75% karena


kompresi cabang-cabang kecil arteriae coronariae oleh otot

jantung yang terjadi waktu sistolik. Stimulasi susunan saraf


simpatik menyebabkan vasodilatasi ringan arteriae coronariae,
sebaliknya stimulasi parasimpatik menimbulkan vasokonstriksi

Sirkulasi Darah Melalui Jantung


Jantung merupakan pompa muskular. Serangkaian perubahan
yang terjadi di dalam jantung pada saat pengisian darah dan
pengosongan darah disebut sebagai siklus jantung. Jantung

ringan. Peningkatan aliran coronaria terutama disebabkan oleh


meningkatnya kinerja otot-otot jantung dan efek setempat dari
hasil metabolisme yang menimbulkan vasodilatasi.

normal berdenyut sekitar 70 sampai 90 kali per menit pada orang


dewasa yang sedang istirahat dan sekitar 130 sampai 150 kali per
menit pada anak yang baru lahir.

Persarafan Jantung

'

Jantung dipersarafi oleh serabut simpatik dan parasimpatik


susunan saraf otonom melalui plexus cardiacus yang terletak di
bawah arcus aorta. Saraf simpatik berasal dari bagian cervicale
dan thoracale bagian atas truncus sympathicus, dan parasimpatik
berasal dari nervus vagus (Gambar

4-12).,

Serabut-serabut posganglionik simpatik berakhir di nodus


sinoatrialis dan nodus atrioventricularis, serabut-serabut otot
iantung, dan arteriae coronariae. Perangsangan serabut-serabut
saraf ini menghasilkan akdelerasi jantung, meningkatnya daya
kontraksi otot jantung, dan dilatasi dari arteriae coronariae.
Serabut-serabut posganglionik parasimpatik berakhir

pada nodus sinoatrialis, nodus atrioventricularis dan arteriae

Darah secara terus-menerus kembali ke jantung. Selama


sistolik ventrikel (kontraksi), saat valva atrioventricularis tertutup,

darah untuk sementara ditampung di dalam vena-vena besar


.

dan atrium. Bila ventrikel mengalami diastolik (relaksasi), valva


atrioventricularis membuka, dan darah secara pasif mengalir dari
atrium ke ventrikel. Waktu ventrikel hampir penuh, terjadi sistolik
atrium dan memaksa sisa darah dalam atrium masuk ke dalam
ventrikel, Nodus sinoatrialis memulai gelombang kontraksi pada
atqium, yang dimulai

di sekitar muara-muara vena-vena besar


dan memeras darah ke ventrikel. Dengan cara ini tidak terdapat
refluks darah ke dalam vena.
lmpuls jantung yang telah mencapai nodus atrioventricularis
diteruskan ke musculus papillaris melalui fasciculus atrioventricularis dan crus-crusnya. Kemudlan musculi papillares mulai

nucleus dorsalis
nervus vagi

ganglion cervicale
superius truncus
simpathicus
ganglion cervicale
medius
medulla oblongata
ganglion cervicale
inferius

Gambar 4-12 Persarafan otonom jantung.

JANTUNG, PEMBULUH KORONER, DAN PERICARDIUIqI

berkontraksi dan memendekkan chordae tendineae yang

Refleks Bezold-Jarisch
Reseptor yang terdapat di dalam dinding ventriculus sinister

kendur. Sementara itu, ventrikel mulai berkontraksi dan valva


atrioventricularis menutup. Penyebaran impuls jantung sepanjang

dirangsang oleh zat kimia tertentu, seperti nikotin. lmpuls aferen


berjalan ke atas menuju ke medulla oblongata di dalam nervus

fasciculus atrioventricualris (Gambar 4-9) dan cabang-cabang


terminalnya, termasuk serabut Purkinye, menjamin bahwa
kontraksi miokardium terjadi hampir bersamaan waktunya di

vagus. Denyut jantung melambat sebagai reaksi terhadap


meningkatnya aktivitas vagus pada jantung. Terdapat postulasi
yang mengatakan bahwa zat kimia yang dilepaskan oleh jaringan

seluruh ventrikel.

Bila tekanan intraventrikular melebihi tekanan di

145

dalam

rusak pada infark miokardium dapat memulai refleks ini dan ikut
menyebabkan hipotensi pada keadaan ini.

arteri-arteri besar (aorta dan truncus pulmonalis), cuspis valvula


semilunaris terdorong ke samping dan darah dikeluarkan dari

jantung. Pada akhir sistolik ventrikel, darah mulai bergerak


kembali ke ventrikel dan dengan segera mengisi kantong-kantong
valvula semilunaris. Valvulae terletak dalam keadaan aposisi dan
menutup ostium aortae dan pulmonalis dengan sempurna.

Anatomi Permukaan dari Katup-Katup


Jantung

Proyeksi jantung pada permukaan tubuh dapat dilihat pada


Gambar 4-13. Proyeksi permukaan katup-katup jantung adalah
sebagai berikut (Gambar 4-13):

Refleks Atrium dan Ventriculus


Refleks Atrial Bainbridge
Reseptor regangan yang terdapat

di

dalam dinding atria

dirangsang oleh peningkatan tekanan di dalam atria. Rangsangan

Valva tricuspidalis terletak di belakang setengah bagian kanan


sternum pada spatium intercostale IV

Valva mitralis terletak di belakang setengah bagian kiri

Valva trunci pulmonalis terletak di beiakang ujung medial


cartilago costalis III kiri dan bagian yang berhubungan

sternum setinggi cartilago costalis IV.

naik ke atas ke medulla oblongata di dalam nervus vagus.


Denyut jantung meningkat sebagai reaksi terhadap berkurangnya

aktivitas nervus vagus dan meningkatnya aktivitas simpatik.

ll
'

dengan sternum.
Valva aortae terletak di belakang setengah bagian kiri sternum
pada spatium intercostale III.

Gambar 4-13

Posisi katup jantung. P

= valva trunci

pulmonalis; A = valva aortae; 14= valva mitralis; T =


valva tricuspidalis. Panah menunjukkan posisi di mana
valva dapat didengarkan dengan gangguan yang
minimal.

146 ,

BAB 4

terbentuknya mulut dan sistem saraf. Kelompok-kelompok sel ini

ANATtrT4I RAMNfiGRAFIK

membentuksebuah plexus endotel pembuluh darah yang bergabung

jANTUNC

membentuk tabung endocardial jantung kanan dan kiri. Kedua


tabung ini segera bergabung membentuk satu tabung endocardial

mediana. Ketika kepala melipat dengan berkembangnya embrio,

Radiografik anatomi jantung normal tampak posteroanterior,

tabung endocardial dan cavitas pericardiaca (rongga pericardium)

obliqua, dan lateral dapat dilihat pada Gambar 3-37 sampai.3-42.

berpular hampir 1800 pada sumbu transversa, dengan demikian


tabung ini terletak ventral (di depan dari) oesophagus dan caudal
terhadap pembentukan mulut.
Tabung jantung mulai menonjol ke dalam cavitas pericardiaca

Perkembangan Tabung Jantung

(Gambar 4-14). Sementara itu, tabung endocardial mulai diliputi


oleh selapis tebal mesenkim, yang akan berdiferensiasi menjadi

Pembentukan Tabung Jantung


Kelompok-kelompok sel timbul di dalam mesenkim pada ujung

miokardium dan lamina visceralis pericardium serosum.


Jantung primitif dibentuk, dengan ujung cefalik (kepala) adalah

kepala cakram mudigah. Ke arah kepala dilihat dari tempat

ujung arteri, serta ujung caudal adalah ujung venosa. Ujung

tabung endocardial

ujung arteri

nt

unnna mesocardium dorsatis

pericardium
serosum

truncus pulmonalis

V. cava superior

lamina
visceralis
pericardium
serosum

sinus transversus
Vv. pulmonales
pericardium
fibrosum

tl

it

I
I

/;*

sinus obliquus
sinus transversus

Gambar 4-14 Pembentukan tabung endocardial dalam hubungannya dengan cavitas pericardiaca.

JANTUNG, PEIABULUH KORONER, DAN

PERICARDIUIA

arteri jantung primitif dilanjutkan di luar pericardium oleh sebuah

terbagi menjadi belahan kanan dan kiri oleh munculnya bantalan

pembuluh besar, saccus aorticus (Gambar 4-15), Jantung mulai

atrioventricularis ventralis dan dorsalis, yang kemudian bergabung

berdenyut mulai minggu ketiga.

membentuk septum inteimedium. Sementara itu, septum


lain, septum primum, berkembang dari atap atrium primitif dan

Perkembangan Selanjutnya dari Tabung Jantung

tumbuh ke bawah untuk bergabung dengan seplum intermedium.

Tabung jantung selanjutnya mengalami diferensiasi melalui

Sebelum penggabungan terjadi, lubang di antara pinggir bawah

beberapa pelebaran, sehingga terbentuk alur-alur. Dari ujung arteri

septum primum dan septum intermedium disebut foramen

sampai ujung vena, pelebaran-pelebaran ini disebut bulbus cordis,

primum. Sekarang atrium terbagi dua atas bagian kanan dan kiri.

ventriculus, atrium, serta cornu dexter dan sinister sinus

Sebelum obliterasi sempurna terjadi pada foramen primum, terjadi

venosus. Kemudian bulbus cordis dan bagian ventriculus tabung


jantung memanjang lauh lebih cepat dari bagian tabung yang iain,

sebuah foramen, foramen secundum, sehingga timbul hubungan

dan karena ujung arteri dan vena terfiksasi oleh pericardium, tabung

lagi antara atrium dextrum dan sinistrum. Septum tebal

mulai bengkok (Gambar 4-16). Pembengkokan segera berbentuk

(septum secundum) tumbuh ke bawah, dari atap atrium pada sisi

perubahan degeneratif di bagian sentral septum primum; timbul


lain

huruf U dan kemudian berbentuk huruf S, dengan atrium terletak

kanan septum primum. Pinggir bawah septum secundum menutupi

posterior terhadap ventriculus. Dengan demikian ujung arteri dan

foramen secundum pada septum primum, tetapi tidak mencapai

vena berdekatan satu dengan yang Iain seperti ditemukan pada

dasar atrium dan tidak bergabung dengan septum intermedium.

orang dewasa. Ruangan antara atrium dan ventriculus menyempit

Ruangan antara pinggir bebas septum secundum dan septum

membentuk canalis atrioventricularis. Pada saat perubahan ini

primum dikenal sebagai foramen ovale (Gambar4-17).

terjadi, secara perlahan tabung jantung berpindah dari daerah

Sebelum lahir, foramen ovale memungkinkan darah yang

leher menuju ke daerah thorax.

kaya oksigen yang masuk atrium dextrum dari vena cava inferior

Pembentukan Atria

masuk ke dalam atrium sinistrum. Namun, bagian bawah septum


primum berfungsi sebagai kalup untuk mencegah darah mengalir

Atrium primitif terbagi menjadi dua atria, atrium dextrum dan atrium

kembali dari atrium sinistrum ke dalam atrium dextrum. Pada saat

sinistrum dengan cara berikut ini (Gambar 4-17). Pertima. canalis

lahir, karena lekanan darah di dalam atrium sinistrum meningkat,

atrioventricularis melebar ke arah transversal. Canalis kemudian

septum primum ditekan pada septum secundum dan bergabung

saccus aorticus

Aa. arcus pharyngeus

truncus arteriosus
(bagian distal bulbus
cordis)
bulbus cordis
cavitas pericardiaca
ventriculus

rl
1

pericardium serosum
sinus venosus

pericardium fibrosum

SINUS VENOSUS

V. umbilicalis
V. vitellina

cardinalis communis

Gambar 4-15 Bagian-bagian tabung endocardial jantung di dalam pericardium.

147

148

BAB 4

saccus aorticus
bulbus cordis

saccus aorticus

truncus arteriosus

!i

/
atrium

pars inferior
bulbus cordis

t
1

ventriculus
ventriculus

cornu stnus

stnus venosus

SINUS VENOSUS

VENOSUS

saccus aoriicus
saccus aorticus

bulbus cordis

truncus arteriosus

atrium sinistrum

atrium dextrum

bulbus cordis
atrium sinistrum

atriurn dextrum

ventriculus
ventriculus dexter

ventriculus sinister
septum ventriculare

canalis atrioventricularis

Gambar 4-16 Pembengkokkan tabung jantung di dalam cavitas pericardiaca. Bagian dalam ventriculus yang sedang
berkembang diperlihatkan di bawah kanan.

dengan septum ini, dan foramen ovale ditutup. Dengan demikian

luga memastikan adanya hubungan antara rongga ventriculus

kedua atria dipisahkan satu dengan yang lain. Pinggir bawah

dexier dengan truncus pulmonalis dan rongga ventriculus sinister

septum secundum yang terlihat di dalam atrium dextrum menjadi

anulus ovalis, dan cekungan di bawahnya disebut fossa ovalis.


Kemudian tambahan auricula dextra dan sinistra berkembang

dengan aorta. Tambahan pula, muara atrioventricularis dextra


sekarang berhubungan dengan rongga ventriculus dexter dan
muara atrioventricularis sinistra berhubungan dengan rongga

sebagai diverticula kecil, masing-masing pada atrium dextrum dan

ventriculus sinister.

sinistrum.

Pembentukan Pangkal dan Bagian Proksimal Aorta dan


Pembentukan Ventriculus

Truncus Pulmonalis

Sebuah partisi muscular menonjol ke atas dari lantai ventriculus

Bagian distal bulbus cordis dikenal sebagai truncus arteriosus

primitif untuk membentuk septum ventricularis

(Gambar 4-15). Truncus ini dibagi oleh septum aorticopulmonalis


menjadi bagian pangkal dan proksimal aorta dan truncus pulmo-

(Gambar

4-17). Ruangan yang dibatasi oleh pinggir atas septum yang


berbentuk bulan sabit dan bantalan endocardial disebut foramen

penebalan endocardial

nalis (Gambar 4-18). Dengan terbentuknya ventriculus dexter dan


sinister, bagian proksimal bulbus cordis masuk ke dalam bagian

berbentuk spiral, yaitu crista bulbaris, muncul pada bagian distal

ventriculus dexter sebagai conus arteriosus yang sebenarnya

bulbus cordis. Kemudian crista bulbaris tumbuh dan bergabung


untuk membentuk septum aorticopulmonalis spiralis (Gambar

atau infundibulum dan ke dalam ventriculus sinister sebagai


vestibulum aortae. Tepat distal terhadap valva aortae, kedua

4-17). Foramen interventricularis menutup oleh karena proliferasi

arteriae coronariae tumbuh dari aorta yang sedang berkembang.

interventriculare. Di . samping

itu,

dari crista bulbaris dan penyatuan bantalan endocardial (septum


intermedium). Jaringan yang baru terbentuk ini tumbuh kearah
bawah dan bergabung dengan batas atas pars muscularis septum

Pembentukan Katup Jantung

Valvula Semilunaris Aortae dan Trunci Pulmonalis

ventricularis membentuk pars membranosa septum ventricularis

Setelah pembentukan septum aorticopulmonalis, timbul tiga

(Gambar 4-17). Penutupan foramen interventricularis tidak hanya

tonjolan pada orificium aorta dan arteria pulmonalis. Masing-masing

menutup hubungan antara ventriculus dexter dan sinister, tetapi

tonjolan terdiri atas.jaringan ikat jarang yang ditutupi oleh endotel.

JANTUNG, PETABULUH KORONER, DAN PERICARDIUIT

149

septum primum
robekan septum
primum

atrium dextrum
foramen primum
bantalan
endocardial

atrium sinistrum
canalis
atrioventricularis

septum
intermedium

foramen
interventriculare

septum secundum

septum primum
orificium
sinoairialis

septum primum
foramen ovale

foramen secundum

septum intermedium
pars membranosa
septum
ventricularis
pars muscularis
septum ventricularis
septum ventricularis
septum secundum
crista terminalis dibentuk
dari septum spurium

septum primum
foramen ovale

valva W. cavae inferior


valva sinus coronaries

Gambar 4-17 Pemisahan atrium primitif menjadi atrium dextrum dan sinistrum dengan timbulnya septa. Diperlihatkan
orificium sinoatrialis dan hasil akhir valva venosusf seperti yang timbul pada septum ventricularis.

Berangsur-angsur. tonjolan-tonjolan ini menjadi berongga pada

disebut sebagar valva tricuspidalis; dua cuspis dibentuk

permukaan atasnya untuk membentuk valvulae semilunares.

sekitar orificium atrioventriculare sinistrum sebagai valva mitralis.

Valva Atrioventricularis

Cuspis yang baru terbentuk membesar, dan inti mesenkimnya


berdiferensiasi menjadi jaringan fibrosa. Cuspis tetap terikat pada

Setelah pembentukan septum iniermedium, canalis atrioventricularis dibagi menjadi orificium atrioventriculare dextrum dan
sinistrum. Lipatan endocardial yang menonjol ke atas muncul
pada pinggir-pinggir orificium ini. Lipatan ini diinvasi oleh jaringan
mesenkim yang kemudian membentuk lubang pada sisi ventriculus.
Tiga cuspis valva dibentuk pada orificium atrioventriculare dextrum,

di

jarak tertentu dengan dinding ventriculus oleh pita muskular.


Kemudian, pita muskular berdiferensiasi menjadi musculi
papillares dan chordae tendineae.

150

BAB 4

bagian atas bulbus cordis


darah di dalam

truncus pulmonalis

truncus pulmonalis

crista bulbaris sinistra

crista bulbaris dextra

foramen interventricularis

intermedium
(bantalan
endocardial)

A
septum ventricularis
(pars muscularis)

septum
aorticopulmonale
spiralis

crista bulbaris sinistra

orificium
atrioventricularis
dextra

septum intermedium
(bantalan endocardial)

c
ventriculus dexter
Gambar 4-18 Pembagian bulbus cordis oleh septum aofticopulmonalis spiralis menjadi aota dan truncus pulmonalis. A.
Septum spiralis di dalam truncus arteriosus (bagian atas bulbus cordis). B. Bagian bawah bulbus cordis memperlihatkan
pembentukan septum spirale oleh penyatuan crista bulbaris (merah), yang kemudian tumbuh ke bawah dan bergabung dengan
septum intermedium (biru) dan pars muscularis septum ventriculare. C. Daerah septum ventriculare yang dibentuk oleh crista
bulbaris yang menyatu (merah), dan septum intermedium (biru) disebut pars membranacea septum interventriculare.

Pericardium

Pericardium merupakan sebuah kantong fibroserosa yang

Pericardium fibrosum adalah bagian fibrosa yang kuat dari


kantong pericardium. Di bawa[ pericardium terikat kuat pada

membungkus jantung dan pangkal pembuluh-pembuluh besar.


Fungsinya adalah membatasi pergerakan yang berlebihan dari
jantung secara utuh dan sebagai kantong pelumas di mana bagianbagian yang berbeda dari jantung dapat berkontraksi. Pericardium
terletak di dalam mediastinum medius (Cambar 4-79, 4-20, dan
4-21), posterior terhadap corpus sterni dan cartilago cartilago
costalis II sampai VI dan anterior terhadap vertebra thoracica V
sampai VIII.

Pericardium Fibrosum

centrum tendineum diahpragmatica. Pericardium fibrosa bersatu


dengan selubung luar pembuluh-pembuluh darah besar yang
berjalan melalui pericardium (Gambar 4-20), yaitu aorta, truncus
pulmonalis, vena cava superior dan inferior, dan venae pulmonales

(Gambar 4-21). Di depan pericardium fibrosum melekat pada


sternum melalui ligamenta stemopericardiaca.

JANTUNG, PEIABULUH KORONER, DAN PERICARDIUM

151

trachea
A. carotis communis
dextra
A. V" subclavia
dextra

oesophagus

A. carotis communis
sinsitra

A. brachiocephalica

A. V. subclavia
sinistra

V. brachiocephalica

dextra

V. brachiocephalica

V. cava

sinisira

supenor
paru kanan

paru kiri

diaphragma
pericardium

Gambar 4-19 Pericardium dan paru-paru dilihat dari depan.

lamina parietalis
pericardium serosum

pembuluh darah besar

Pericardium Serosum

Pericardium serosum meliputi pericardium fibrosum

lamina visceralis
pericardium serosum
(epicardium)

dan

membungkus jantung. Terbagl dua, yaitu lamina parletalis dan

lamina visceralis (Gambar 4-20). Lamina parietalis mellputi


pericardium fibrosum dan melipat di sekeliling pangkal pembuluh-

pembuluh darah besar untuk berlanjut sebagai lamina visceralis


yang meliputi dengan erat permukaan jantung (Gambar 4-21).
Lamina visceralis berhubungan erat dengan jantung dan sering
dlsebut sebagai epicardium. Ruang seperti celah di antara lamina
parietalis dan visceralis pericardium serosum disebut cavitas

pericardium
fibrosum

pericardiaca (Gambar 4-20). Normalnya, cavitas ini berisi sedikit


cairan sekitar 50 mL yaitu cairan pericardial, yang berfungsi
sebagai pelumas untuk memudahkan pergerakan jantung.

Sinus Pericardii
Pada permukaan posterior jantung, lipatan pericardium serosum
di sekitar \.ena-vena besar membentuk recessus yang dlnamakan

sinus obliquus (Cambar 4-21). Demikian pula di permukaan

cavitas pericardiaca
Gambar 4-20 Berbagai lapisan pericardium.

posterior janfung, terdapat sinus transversus yang merupakan


jalan pendek yang terletak di antara lipatan pericardlum serosum
di sekitar aorta dan truncus pulrnonalis dengan llpatan di sekitar
vena-vena besar (Gambar 4-21). Sinus pericardii terbentuk sebagai
akibat dari cara pembengkokkan jantung selama pembentukan.
Tidak ada kepentingan klinik.

152

BAB 4

A. carotis communis dextra


V. brachiocephalica sinistra

A. carotis communis sinistra


A subclavia dextra
A. subclavia sinistra

V. brachiocephalica

dextra

arcus aortae
N. phrenicus sinister

V. cava superior

N. vagus sinister

N. laryngeus recurrens sinister


stnus transversus

ligamentum arteriosum

A, pulmonalis sinistra
V. pulmonalis dextra

bronchus
V" pulmonalis sinistra

lipatan pericardium serosum


lipatan pada
atrium sinistrum

V cava inferior

lamina parietalis pericardium


serosum
pericardium fibrosum

N
Gambar 4-21 Pembuluh-pembuluh darah besar dan bagian dalam pericardium

Persarafan Pericardium

Pericardium fibrosum dan lamina parietalis pericardium serosum


dipersarafi oleh nervus phrenicus. Lamina visceralis pericardlum
serosum dipersarafi oleh cabang-cabang dari truncus sympathicus
dan nervus vagus.

Batas-Batas Pericardium dan Jantung


Antedor: Corpus sterni, cartilago costalis III sampai VI dan
spatium intercostale di antaranya, vasa thoracica interna,

pinggir-pinggir anterior paru kanan dan kiri, dan cavitas


pleurae (Gambar 4-8). Pada anak-anak kecil, thymus terletak
anterior terhadap bagian atas pericardium.
Posterior: Vertebra thoracica V sampai ke VIII, oesophagus,
aorta thoracica descendens, bronchi principalis, dan bagian
posterior masing-masing paru yang bulat.
Lateralis: Pleura parietalis mediastinalis, nervus phrenicus,
dan paru serta cavitas pleurae.
Inferior: Diaphragma, hepar, dan fundus gastrica.

JANTUNG, PEt BULUH KORONER, DAN PERICARDIUIII

Pertanyaan Pilihan Ganda

C.

Pilihlah satu jawaban yang PALING

D. Bunyi jantung pertama adalah lub, dihasilkan

1.

TEPAT

Facies anterior jantung dibentuk oleh struktur-struktur

berikut

ini, kecuali:
A. Ventriculus dexter
B. Atrium dextrum
C. Ventriculus sinister
D. Atdum sinistrum
F.. Auricula dextra

E.
6.

Denyut apex cordis diraba paling baik pada pasien dalam


posisi duduk dan bungkuk ke depan.
oleh

kontraksi kedua ventricuius dan penutupan valva mitralis


dan tricuspidalis.
Valva trunci pulmonalis mempunyai dua valvula semilunaris.

Semua pemyataan di bawah ini benar untuk struktur jantung


dan pericardium, kecuali:

A. Cavitas pericardiaca merupakan rongga potensial di


antara pericardium fibrosum dan pericardium serosum.

2. Pada radiografi posteroanterior thorax, struktur-struktur


berikut ini membentuk pinggir kiri bayangan jantung,

B.

kecuali:
Auricuia sinistra
Truncus pulmonalis
Arcus aortae
Ventriculus sinister
Vena cava superior

A.
B.
C.
D.
E.
3.

153

C.
D.
E.

Chordae tendineae menghubungkan musculi papillares


dengan cuspis valva tricuspidalis dan mitralis di dalam
ventriculus dexter dan sinister.
Trabeculae carneae merupakan struktur permukaan dalam
ke dua ventriculus dexter dan sinister.
Keempat venae pulmonales bermuara ke atrium sinistrum
pada dinding posteriornya, dan tidak mempunyai katup.
Nodus sinoatrialis disuplai oleh arteria coronaria dextra
dan kadang-kadang oleh arteria coronaria sinistra.

Semua pernyataan di bawah ini benar untuk sistem konduksi

jantung, kecuali;

A. Impuls spontan untuk kontraksi jantung dimulai


B.
C.

dari

nodus sinoatrialis.
Fasciculus atrioventricularis merupakan satu-satunya jalur
untuk penghantaran gelombang kontraksi antara atrium
dan ventriculus.
Nodus sinoatrialis sering disuplai oleh arteria coronaria
dextra dan sinistra.

D.
E.
4.

Saraf simpatik jantung menutunkan kecepatan perangsangan nodus sinoatrialis.


Fasciculus atrioventricularis berjalan turun di belakang
cuspis septalis valva tricuspidalis.

Semua pernyataan di bawah

ini benar untuk suplai darah

engisi

Titik-Titik

lsilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang paling tepat

berikut lni.

7. Arteria coronaria sinistra memberi cabang.........


yang mendarahi ventricuius dexter dan sinister.

8.

Kedua nodus sinoatrialis darr atrioventricularis terletak di


dalam .......... bagian jantung.

9.

Basis cordis terutama dibentuk oleh

.............

ke

cabang-cabang

dari

aorta

ascendens.

coronaria dextra memberi darah untuk atrium


dextrum dan ventriculus dexter.
Ramus circumflexus arteria coronaria sinistra berjalan
turun di dalam sulcus atrioventricularis anterior dan

B. Arteria
C.

10. Arteriae coronariae adalah cabang-cabang dari ...............

.jantung, kecuali:

A. Arteriae cotonariae adalah

Pertanyaan

11.Sinuscoronariusbermuarakeda1am...........
12. Pericardium mempunyai.............. yang berjalan turun ke
bawah pada permukaan lateralnya.

13. Sinus obliquus pericardium berhubungan ke anterior dengan

berjalan di sekitar apex cordis.

D. Aritmia
E.
5.

(denyut jantung abnormal) dapat terjadi setelah


penyumbatan arteria coronaria.
Arteriae coronariae dapat diklasifikasi sebagai sebuah end
arteri fungsional.

Semua pernyataan di bawah ini benar untuk iantung, kecuali:

A. Atrium sinistrum terletak posterior terhadap atrium


dextrum.

B. Bunyijantung

pendek kedua adalah dup, dihasilkan oleh


penutupan cepat valva aorta dan pulmonalis.

14. Vena cardiaca anterior bermuara ke dalam

A. Atrium dextrum
B. Atrium sinistrum
C. Aorta ascendens
D. Nervus phrenicus
E. Sulcusatrioventriculare
F Interventricularisanterior
C. Inlen'entricularis posterior

154

BAB 4

Pertanyaan Mencocokkan

79

Cocokkanlah setiap struktur yang terdapat di bawah ini dengan


tempatnya ditemukan di daei'ah"jantung. Setiap jawaban dap?t
digunakan lebih dari satu kali.

klinis dan diagnosis, pernyataanpemyataan mengenai kasus berikut ini benar, kecuali:
A. Patent ductus menunjukkan bagian distal arcus aorta ke
enam kiri.
Berdasarkan riwayat

Ductus menghubungkan arteria pulmonalis dextra dengan


aorta thoracica descendens.

15. Vena cava inferior (muara)

C.

16. Trabecula septomarginalis (moderator band)


17. Annulus ovalis

Dalam kehidupan janin, ductus merupakan jalur singkat


mengalimya darah dari truncus pulmonalis ke aorta.
Pada saat lahir, umumnya ductus arteriosus berkontriksi
sebagai reaksi meningkatnya oksigen dalam arteri.

Ductus arterios menutup menjadi


18. Venae pulmonales dextra (muara)
A. Atrium sinistrum

20. Terdapatnya Patent ductus menimbulkan akibat fisiologis dan

Ventriculus dexter
C. Atrium dextrum
D. Ventriculus sinister
E. Auricula dextra
B.

patologis berikut ini, kecuali:

A. Darah dari aorta mengalir ke truncus

pulmonalis,
menimbulkan n achinery -like murmur.
Aliran darah singkat ini terjadi hanya pada sistolik sebagai
akibat dari meningkatnya tekanan darah di dalam aorta dan
turunnya tekanan darah di dalam truncus pulmonalis.
C. Ventriculus sinister mengalami hipertrofi karena bocornya

Pertanyaan Pilihan Ganda


Bacalah riwayat penyakit di bawah ini tan jawablah pertanyaan
berikutnya dengan satu jawaban yang PALING TEPAT.

aorta.
D. Truncus pulmonalis membesar

Pada seorang anak perempuan berusia 7 tahun ditemukan adanya

dan ventriculus dexter

mengalami hipertrofi karena meningkatnya tekanan di


dalam sirkulasi pulmonalis.
Karena meningkatnya resiko infeksi bakteri pada dinding

suaramachinery-llke murmur terus menerus di spatium intercostale


kedua kiri oleh dokter anak pada saat diperiksa rutin. Murmur
ditemukan baik pada sistolik maupun diastolik. Anak itu tidak
sianotik, ukuran iantung normal, dan tidak ditemukan adanya
jari-jari yang melebar (clubbing fingers). Pemeriksaan radiografik
dada menunjukkan adanya sedikit pembesaran atrium sinistrum,
ventriculus sinister, dan truncus pulmonalis. Diagnosisnya adalah
patent ductus arteriosus.

7.

ligamentum

arteriosum.

arteri pulmonalis (bacterial endarteritis) disebabkan oleh


hipertensi pulmonalis, patent ductus harus diligasi dan
dipisahkan secara pembedahan.

D yang

benar. Atrium sinistrum tidak membentuk facies


anterior jantung karena terletak di belakang atrium dextrum
dan membentuk sebagian besar facies posterior atau basis

A yang benar. Cavitas pericardiaca merupakan

rongga

potensial antara lamina parietalis dan visceralis pericardium


serosum (Gambar 4-20).

cordis (Gambar 4-3).


7.

F yang benar. Arteria coronaria sinistra memberikan cabang


ramus interventricularis anterior, yang mendarahi ventriculus
dexter dan sinister (Gambar 4-10).

8.

A yang benar. Kedua nodus sinoatrialis dan atrioventricularis


terletak di dalam atrium dextrum jantung (Gambar 4-4).

yang benar. Vena cava superior membentuk sebagian pinggir


kanan bayangan jantung pada radiograf posteroanterior dada
(Gambar 3-37).
E

J.

D yang benar. Nervus sympathicus ke jantung meningkatkan


impuls dari nodus sinoatrialis.

B yang benar. Atrium sinistrum membentuk bagian utama

C yang benar. Ramus circumflexus arteria coronaria sinistra


berjalan turun di dalam sulcusoatrioventricularis dan tidak
berjalan di sekitar apex cordis (Gambar 4-10).

10. C yang benar.

yang benar. Valva trunci pulmonalis mempunyai tiga valvula


semilunaris, sama dengan yang terdapat di dalam valva aorta

11..

basis cordis (Gambar 4-3).

Arteriae coronariae merupakan cabang-cabang


dari aorta ascendens (Gambar 4-2).

(Gambar 4-6).

A yang benar. Sinus coronarius bermuara ke dalam atrium


dextrum (Gambar 4-4).

JANTUNG, PEAABULUH KORONER, DAN

12.

benar. Pericardium mempunyai nervus phrenicus


yang berjalan ke bawah pada facies lateralisnya (lihat Gambar

D yang
3-26).

13. B yang benar. Sinus obliquus pericardium berhubungan ke


anterior dengan atrium sinistrum jantung (Gambar 4-8).
14.

1.8.

aorta thoracica descendens.

20.

17. C yang benar. Annulus ovalis terletak di dalam atrium dextrum


(Gambar 4-4).

A yang bgnar. Vena pulmonalis dextra dan sinistra bermuara

19. B merupakan pernyataan yang tidak benar. Ductus arteriosus


menunjukkan bagian distal arcus aorta keenam kiri dan
menghubungkan arteria pulmonalis sinistra pada pangkalnya
dari truncus pulmonalis ke pertemuan antara arcus aortae dan

Vena cardiaca anterior bermuara ke dalam


atrium dextrum cordis (Gambar 4-10).

16. B yang benar. Trabecula septomarginalis (moderator band)


terletak di dalam ventriculus dexter (Gambar 4-4).

155

ke dalam atrium sinistrum (Gambar 4-3).

A yang benar.

15, C yang benar. Vena cava inferior bermuara ke dalam bagian


bawah atrium dextrum (Gambar 4-4).

PERICARDIUIA

B merupakan pemyataan yang tidak benar.

Machinery'

like murmur timbul pada saat sistolik maupun diastolik;


disebabkan oleh mengalimya darah dari aorta ke arteria
pulmonalis karena tekanan darah di dalam aorta meningkat
pada kedua fase siklus jantung tersebut.

Pembuluh Darah Thorax

156

PETABULUH DARAH THORAX

Anatomi Dasar
Arteri

157

Anatomi Permukaan Arteri Besar Thorax

,:,

Besar Thorax

Catatan Fisiologi: Fase Pemompaan Siktus Jantung


dan Denyut Apex Cordis

158

157

162

Aorta

162

Truncus Putmonatis

163

Vena Besar Thorax

163

Gambaran Radiografik Arcus Aortae

161

Anatomi Permukaan Vena Besar Thorax

Gambaran Radiografi k Truncus Putmonatis

162

Catatan Embriotogi: Sirkutasi Janin

162

Pertanyaan

166

Jawaban dan Penjelasan

167

Catatan Embriologi: Pembentukan Arteri Besar Thorax

J-lembuluh darah terbesar di dalam tubuh terdapat di dalam rongga

thorax, yaitu aorta, arteriae pulmonales, venae cavae, dan venae


pulmonales.- Trauma pada dinding dada dapat mengakibatkan

gangguan dari pembuluh-pembuluh ini, yang mengakibatkan


perdarahan hebat, gangguan sirkulasi, dan kematian. Cedera
tembus pada dada dapat menusuk pembuluh darah di dinding
dan cedera tumpul disebabkan oleh akselerasi mendadak atau

166
166

pembuluh-pembuluh ini tersembunyi di dalam thorax, diagnosis


cedera pembuluh darah besar sering kali terlambat ciitegakkan, yang
mengakibatkan bahaya besar bagi pasien.
Tujuan dari bab ini adalah untuk lebih mengenalkan pembuluh
darah thorax pada para professional dalam usaha agar diagnosis
cedera vascular dapat ditegakkan lebih cepat serta akses vaskular
dapat dicapai lebih cepat dan akurat.

deselerasi dapat merobek pembuluh-pembuluh. Sayangnya, karena

Arteri

A f..j.*l:# #

B esar

fl4

|""]ASp:-il:.

Batas-Batas Penting (Gambar

5-l

dan 5-2)

a Anterior:

truncus pulmonalis, auricula dextra, pinggir pleura


dextra dan pulmo dextra, sisa thymus, dan sternum.

Thorax

Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi utama yang memasok darah yang


kaya oksigen dari ventriculus sinister jantung ke jaringan-jaringan

tubuh (Gambar 5-1). Untuk kepentingan uraiary aorta terbagi


sebagai berikut: aorta ascendens, arcus aorta, aorta descendens,
dan aorta abdominalis.

ll

Posterior: atrium sinistrum, arteria pulmonalis dextra, dan

ll
I

bronchus principalis dexter.


Lateral kanan: vena cava superior dan atrium dextrum.
Lateral kiri: atrium sinistrum dan truncus pulmonalis.

Cabang-Cabang

Arteria coronaria dextra berasal dari sinus anterior aortae, dan


arteria coronaria sinistra berasal dari sinus posterior kiri aortae
(lihat Cambar 4-7 dan 4-10).

Aorta Ascendens
Aorta ascendens mulai dari basis ventriculus sinister dan berjalan
ke atas dan depan sehingga terletak di belakang pertengahan
kanan angulus sterni, tempat pembuluh nadi ini melanjutkan
diri menjadi arcus aortae. Aorta ascendens terletak di dalam
pericardium fibrosum (Gambar 5-1) dan terbungkus bersama
dengan truncus pulmonalis di dalam sarung pericardium serosum.
Pada pangkalnya terdapat tiga tonjolan, sinus aortae, yang masing-

masing terletak di belakang cuspis valva aortae.

Arcus Aortae
Arcus aortae merupakan lanjutan aorta ascendens (Gambar
5-2). Pembuluh ini terletak di belakang manubrium stemi dan
melengkung ke atas, belakang, dan kiri di depan trachea ( arah
utamanya adalah ke belakang). Kemudian pembuluh ini berjalan
ke bawah di sebelah kiri trachea, dan setinggi angulus sterni
melaniutkan diri sebagaj aorta desccndens.

'158

BAB 5

A- carotis
communis sinistra
subclavia sinistra

A. brachiocephalica
brachiocephalica dextra

N. vagus sinistra

aortae
ligamentum
arteriosum

V cava superior

pinggir pericardium
yang dipotong
aorta
ascendens

truncus
pulmonalis

ventriculus sinister

atrium dextrum

pinggir pericardium
yang dipotong
V. cava inferior

ventriculus dexter
Gambar 5-1 Permukaan anterior jantung dan pembuluh-pembuluh darah

besar' Saccus pericardialis dibuka untuk memper-

lihatkan aorta ascendens dan truncus pulmonalis.

Superior: Arteria brachiocephalica, arteria carotis communis


sinistra, dan subclavia sinistra berasal dari sisi cembungnya
(Gambar 5-1).

Fase Pemompaan Siklus Jantung dan Denyut


Apex Cordis

Inferior (Gambar 5-1): bifurcatio truncus

pulmonalis,
ligamentum arteriosum, nervus laryngeus recurrens sinister,

Selama fase pemompaan siklus jantung, darah dipaksa keluar

di bawah tekanan yang tinggi melalui valva aortae

dan plexus cardiacus.

ventriculus

sinister ke dalam aorta. Arcus aortae merupakan pipa melengkung


fleksibel yang cenderung menjadi lurus oleh karena tekanan darah,

Cabang-Cabang

mendorong jantung ke depan sehingga apex cordis kontak dengan

Arteria brachiocephalica berasal dari permukaan cembung arcus

dinding thorax untuk membeniuk denyut apex cordis. Secara

aortae (Gambar 5-1 dan 5-4). Pembuluh

normal, denyut dapat diraba di sela iga kelima kiri, 9 cm dari garis

di

tengah.

ini berjalan ke atas dan

sebelah kanan trachea, dan bercabang dua menjadi arteria


subclavia dextra dan arteria carotis communis dextra di beiakang

articulatio sternoclavicuIaris.

Arteria carotis communis sinistra berasal dari permukaan


Batas-Batas Penting

mediastinalis

cembung arcus aortae di sebelah kiri A.brachiocephalica (Gambar


5-1 dan 5-4). Pembuluh iniberjalanke atas dan di sebelah kiri trachea

sinistra, nervus phrenicus sinistcr, nervus vagus sinister, rami

dan dan masuk ke leher di belakang articulatio sternoclavicularis

cardiaci nervus vagus dan sympathicus, vena intercostalis

sinistra.

superior sinistra, pulmo sin.lster, dan pleura.


Posterior dan dextra: nerr.us larvngolls lcCitflrr:fls :rinisii'r,
plexus cardiacus, esofagus. koh:nrna veitebralis.

artcria caroti'. conrnunis sinistra (Gambar 5-1, 5-3, dan 5-4).


Berialan ke .rias separjane sisi kiri trachea dan oesophagus untuk

a Anterior dan sinistra (Gambar 5-3): Pleura

Arteria subclavia sinistra berasal dari arcus aorta di belakang

PEMBULUH DARAH THORAX

trachea

159

arcus aortae

truncus pulmonalis
V. cava superior

aorta ascendens

A. pulmonalis
sinistra
bronchus lobaris
superior

bronchus principalis

sinister

bronchus lobaris
medius

Gambar5-2 Permukaan anteriorjantung dan pembuluh darah besar memperlihatkan hubungannya terhadap bifurcation
trachea dan bronchi utama. Pericardium utuh.

ductus thoracicus
truncus sympathicus

V. brachiocephalica

sinistra

N. phrenicus sinister
N. vagus sinister
arcus aortae
N. laryngeus recurrens
sinister
ligamentum arteriosum

A. pulmonalis sinistra
bronchus sinister
Vv. pulmonales sinistrae
aorta descendens

oesophagus

Gambar 5-3 Mediastinum sisi kiri.

160

BAB s

masuk ke pangkal leher (Gambar 5-3). I'embuLuh ini melengkung


di permukaan atas apex pulmo sinister.

Batas-Batas Penting (Gambar 5-3)

Anterior: Hilus pulmonis sinister, pericardlum, oesophagus,

a
t

Posterior: Coiumna vertebralis dan venae hemiazygos.


Lateral kanan: Vena azygos, ductus thoracicus, pleura dextra,
dan pulmo dexter.
Lateral kiri: Pleura sinistra dan puimo sinister. Perhatikan
bahwa berkaitan dengan aorta di mediastinum posterius,
oesophagus di lateral kanan atas, ke bawah anterior, dan
menjadi anterolateral kiri di bawah. Dengan perkataan 1ain,
aorta dan oesophagus bersilangan di mediastinum posterius.

dan diaphragma.

Aorta Descendens
Aorta descendens (Gambar 5-4) terletak di dalam mediastinum
posterius dan mulai sebagai lanjutan arcus aortae di sebelah kiri
pinggir bawah corpus vertebrae thoracica IV (setinggi angulus

sterni). Kemudian berjalan turun ke bawah di dalam mediastinum


posterius, miring ke depan dan medial untuk mencapai

permukaan anterior columna vertebralis (Gambar 5-3 dan 5-4).


Setinggi vertebra thoracica XII pembuluh ini berjalan di belakang

diaphragma (melalui hiatus aorticus) pada garis tengah dan


melaniutkan diri sebagai aorta abdominalis.

arcus aortae

A. carotis communis sinistra


A. subclavia
sinistra
A. axillaris

A. brachiocephalica
Aa. intercostales
posteriores
aorta
ascendens

aorta
descendens

A. phrenica
inferior

A. coeliaca

A. suprarenalis
A. mesenterica

A. renalis

superior

aorta abdominalis

A. testicularis
(ovarica)

A. lumbalis
A" mesenterica
inferior

A. sacralis
mediana

A. iliaca communis
A. iliaca interna
A. !llaca exterra

Gatnbar 5-4 Cabenq-rabarc utama toda

PETABULUH

Cabang-Cabang

Arteriae intercostales posteriores dipercabangkan untuk sembilan


spatium intercostale bagian barvah pada masing-masing sisi
(Gambar 5-4). Arteriae subcostales dipercabangkan pada masingmasing sisi dan berjalan sepanjang pinggir bawah costa XII untuk
masuk ke dinding abdomen.
Rami pericardiaci, oesbphageales dan bronchiales merupakan
cabang-cabang kecil yang menuju ke organ-organ tersebut.

DARAHTHORAX

161

Truncus Pulmonalis

Truncus pulnonalls membawa darah vang terdeoksigenasi


dari ventriculus dexter iantung menuju ke paru. Pembuluh ini
meninggalkan bagian atas ventriculus dexter dan berjalan ke
atas, belakang clan kiri (Gambar 5-1). Panjangnya sekitar 5 crn
dan berakhir pada bagian cekung arcus aortae dengan bercabang
dua menjadi arterla pulmolralis dextra dan sinlstra (Gambar 5-1).
Truncus pr-rlm.rnalis bersama dengan aorta ascendens dibungkus

oleh pericardium fibrosum dan selubung pericardium serosum


(Cambar 4-21).

'{j.S-f4 ffiAftt'4i.*j
R*&,

# i ili {=} l.t"s-1'r F

Ft A

ffi"

d;],

Lj $

Af""}F{'ilj*'il

Batas-Batas Penting

Anterior: ujung sternal spatium intercostale II kiri, pulmo


sinister dan pleura sinistra, dan pericardium.

Gambaran radiografik normal arcus aortae dan cabang-cabangnya


diperlihatkan dalam arteriogram di Gambar 5-5 dan 5-6 (lihat juga

a Posterior: aorta

ascendens, arteria coronaria sinistra, dan

atrium sinistrum.

Cambar 3-37 dan 3-38).

Cabang-Cabang
Arteria pulmonalis dextra berjalan ke kanan di belakang aorta

Aorta Abdominalis

ascendens dan vena cava superior untuk masuk ke radix pulmonis

Aorta abdominalis diuraikan dalam Bab 8.

dextra (Gambar 5-1 dan 5-2).

Gambar 5-5 Angiogram arcus aortae memperlihatkan aderi-arteri besar di pangkal

leher.

162

BAB 5

Arteria pulmonalis sinistra berjalan ke kiri di depan aorta


descendens

unfuk masuk ke radix pulmonis sinistra (Gambar 5-1,

5-2, dan 5-3).

Pembentukan Arteri Besar Thorax

Ligamentum Arteriosum

Pembentukan tabung jantung tunggal endocardial dan akhir


diferensiasinya menjadi tabung jantung sesungguhnya diuraikan

Ligamentum arteriosum merupakan pita fibrosa yang menghubungkan bifurcatio truncus pulmonalis dengan permukaan

dalam Bab 4. Perkembangan selanjutnya dari arteri-arteri besar

cekung arcus aortae (Gambar 5-1 dan 5-3). Ligamentum arteriosum


merupakan sisa ductus arteriosus, yang pada janin mengalirkan
darah dari truncus pulmonalis ke aorta, jadi tidak melalui paru-

pharyngeus diuraikan di dalam CD.

paru. Nervus laryrrgeus reflrrrens sinister melingkari pinggir


bawah struktur ini (Gambar 5-1 dan 5-3). Setelah lahir, ductus
menutup.

thorax dari truncus arteriosus bulbus cordis dan arteri-arteri arcus

AruATtrFTI FFRS'*UKAAh{
ARTHRI ffiilSARTh{*RAX

Aorta

GAMBARAN
RAD $G RAFI K TRU I'{ CIJS
PULMfiNALI5
I

Gambaran radiografik normal truncus pulmonalis dapat dilihat di


arteriogram Gambar 5-7.

A. carotis communis
A. vertebralis dextra

Aorta ascendens terletak di belakang belahan kanan sternum tepat


di bawah angulus sterni (Gambar 5-3).
Arcus aortae dan pangkal arteri brachiocephalica dan arteria
carotis communis sinistra terletak di belakang manubrium sterni
(Gambar 5-3). Aorta descendens mulai dari akhir arcus aortae
di kiri garis tengah setinggi angulus sterni. Ketika pembuiuh ini

rc

A. thyroidea inferior

A. thyroidea inferior

A. cervicalis superficialis

A. cervicalis superficialis (transversa)


A. suprascapularis

A. vertebralis sinistra
A. carotis communis sinistra

(transversa)

C7

A. suprascapularis

truncus costocervicalis
clavicula dextra

A. intercostalis
superior

truncus thyrocervicalis

costa

manubrium sterni

A. carotis
communis sinistra
A. subclavia sinistra
arcus aortae

A. brachiocephalica (innominata)
A. thoracica interna
(mammaria) dextra
aorta ascendens

A. thoracica interna sinistra


ujung kateter
aorta descendens

Gambar 5-6 Diagram menunjukkan fitur-fitur utama di dalam angiogram aorta.

PEAABULUH DARAH THORAX

kateter
jantung

dalam bronchus
trachea principalis sinister

163

A. pulmonalis

udara di

arcus

aortae

sinistra
truncus
pulmonalis

cabang-cabang
arteriae pulmonales

A. pulmonalis
dextra

ventriculus sinister

A. pulmonalis
descendens dexira

diaphragma

kateter berjalan melalui


ventriculus dexter menuju
truncus pulmonalis

pinggir aorta descendens

Gambar 5-7 Angiogram truncus pulmonalis dan afteriae pulmonales.

berjalan turun, menuju ke garis tengah dan berjalan melalui hiatus


aorticus di diaphragma setinggi vertebra thoracica ke 12.

Truncus Pulmonalis
Truncus pulmonalis bercabang dua menjadi arteria pulmonalis
kanan dan kiri, di sisi kiri garis tengah setinggi angulus sterni
(Gambar 5-3).'

Vena BesarThorax

ini bergabung dengan vena

brachiocephalica dextra untuk

membenLuk vena cava superior.

Cabang-Cabang
Masing-masing vena brachiocephalica bercabang menjadi: vena
vertebralis, vena thoracica interna, vena thyroidea inferior, dan
vena intercostalis posterior pertama.

Vena Cava Superior

Vena cava superior membawa semua darah vena dari kepala" 1eher,

dan kedua extremitas superior; dan dibentuk oleh persatuan dua


vena brachiocephalica (Cambar 5-B dan 5-9). Vena ini berjalan lurus

Vena Brachiocephalica

Vena brachiocephalica dextra dibentuk di pangkal leher oleh


gabungan dari vena subclavia dextra dan vena jugularis interna
dextra (Gambar 5-B dan 5-9). Vena brachiocephalica sinistra
mempunyai asal yang sama (Gambar 5-3 dan 5-B). Pembuluh inl
berjalan miring ke bawah dan kanan di belakang manubrium
sterni dan di depan cabang-cabang besar arcus aortae. Pembuluh

ke bar,r,ah untuk berakhir pada atrium kanan jantung (Gambar 5-1).


Vena azygos bergabung dengan permukaan posterior vena cava
superior tepat sebelum vena cava superior menembus pericardium
(Gambar 5-9).

Cabang-Cabang
Vena cava superior menerima darah dari vena brachiocephalica
dextra dan sinistra.

164

BAB 5

V. thyroidea inferior
V.

jugularis interna sinistra


V. subclavia sinistra
V. brachiocephalica sinistra
V. thoracica interna sinistra

V. pulmonalis sinistra

IA

V. cava superior

V. cardiaca magna
V.

/lI cabang-cabang
V. cardiaca

anterior

jugularis interna sinistra


V. subclavia sinistra

V. cava inferior

brachiocephalica
sinistra

V. brachiocephalica

dextra
hemiazygos

V. cava superior

Vv. hepaticae
I

V. azygos

I
,

V. phrenica inferior

V. suprarenalis dextra

V. suprarenalis

sinistra

V. renalis dextra
V. testicularis

(ovarica) sinistra
V. testicularis (ovarica) dextra

cava inferior

Vv. lumbales dextrae

V. iliaca communis dextra

V. sacralis media

V. iliaca interna dextra


V. iliaca externa dextra

Gambar 5-8 A,Vena-vena utama yang bermuara


superior dan inferior.

ke jantung. B, Vena-vena utama yang mengalirkan darah ke vena cava

PEMBULUH DARAH

crus sinistrum diaphragmaticum, kira-kira setinggi

Vena-Vena Azygos
Vena-vena azygos terdiri darivena azygos sendiri, venahemiazygos

inferior, dan vena hemiazygos superior. Pembuluh-pembuluh ini

mengalirkan darah dari bagian posterior spatium intercostale,


dinding posterior abdomery pericardium, diaphragma, bronchus,

Vena Hemiazygos Superior

Vena Azygos

Vena

Asal dari vena azygos bervariasi. Sering dibentuk oleh persatuan


dari vena lumbalis ascendens dextra dan vena subcostalis
dextra. Pembuluh ini naik ke atas melalui hiatus aorticus pada

setinggi vertebra thoracica VII (Gambar 5-8).

verterba

ini dibentuk oleh gabungan dari vena intercostalis keempat


sampai dengan ke delapan, dan bergabung dengan vena azygos

diaphragma, pada sisi kanan aorta sampai setinggi vertebra


thoracica V (Gambar 5-8). Disini pembuluh ini melengkung ke
depan di atas radix pulmonalis dekstra dan bermuara ke dalam
permukaan posterior vena cava superior (Gambar 5-9).
Vena azygos menampung darah dari banyak pembuluh,
termasuk delapan buah venae intercostales bagian bawah, vena

intercostalis superior dextra, vena hemiazygos inferior dan


superior, dan sejumlah venae mediastinales.

Vena

165

thoracica VIII membelok ke kanan dan bergabung dengan vena


azygos (Gambar 5-8). Vena ini menerima darah dari beberapa
vena intercostalis sinistra bagian bawah dan vena-vena pada
mediastinum.

dan oesophagus (Gambar 5-8).

Vena

THORAX

H em i azygos

di dalam abdomen dan menembus

Vena cava inferior dibentuk

centrum tendineum diaphragma dan pericardium setinggi vertebra

thoracica VIII dan hampir langsung bermuara ke bagian paling


bawah atrium dextrum (Cambar 5-1, 5-8, dan 5-9). Valva vena cava

inferior penting pada janin tetapi rudimenter pada orang dewasa.

nferior

Vena Cava lnferior

Vena-Vena Pulmonalis

Dua vena pulmonalis meninggalkan masing-masing

ini sering dibentuk oleh gabungan vena lumbalis

ascendens

sinistra dan vena subcostalis sinistra. Vena ini naik ke atas melalui

paru,
membawa darahyang kaya oksigenke atrium kiri jantung (Gambar
5-3, 5-8, dan 5-9). Vena-vena

ini tidak mempunyai katup.

oesophagus

V. subclavia dextra

N. vagus dexter
V.

rami communicantes

jugularis interna dextra

V. brachiocephalica dextra

truncus
sympathicus
N. phrenicus dexter
V. azygos

V cava superior

bronchus

aorta ascendens

Aa. pulmonales
atrium dextrum diliputi
oleh pericardium
Vv. pulmonales

pericardium

splanchnicus
major
diaphragma

N. splanchnicus
minor

V. cava inferior

Gambar 5-9 Mediastinum sisi kanan.

166

BAB 5

individu yang .bebas bernafas

Ail',iA $ d# F$ F Pffi ffi,Fr$ il F"A.p\l."j


Vffih.iA ffi*fl:SAtr TF-{{ RF},"K

di udara. Paru-paru, ginjal,

dan

tractus digestivus pada janin belum berfungsi. Janin mendapatkan

oksigen dan makanan darj darah ibu melalui placenta dan


mengeluarkan karbondioksida serta produk metabolisme lainnya
melalui cara yang sama.

Untuk mengerti sirkulasi janln, sebaiknya

Vena cava superior dan ujung terminal vena brachiocephalica


dextra dan sinistra terletak di belakang manubrium sterni.

mengikuti

perjalanan darah janin dari placenta melalui vena umbilicalis


menulu ke janin, kemudian menelusuri perjalanan darah di dalam
janin, dan akhirnya mengikuti aliran kembali ke placenta melalui

dua arteri umb!licalis, yang merupakan cabang-cabang

dari

arteria iliaca interna janin.

Sirkulasi Janin
Karena janin terletak di dalam rahim ibu dan dikelilingi oleh cairan,

tidaklah heran kalau sistem sirkulasi darahnya berbeda dengan

C. Arteriabrachiocephalica.
D. Arteria carotis communis dextra.
E. Arteria brachiocephalica, carotis communis

Pertanyaan Melengkapi
Pilihlah satu jawaban yang PALING

1.

2.

Aorta ascendens berasal dari:


A. ventriculus dexter.
B. atrium sinistrum.
C. auricula dextra.
D. ventriculus sinister.
E. auricula sinistra.

4.

Aorta descendens terletak pada:

A. Mediastinum superius.
B. Mediastinum medium.
C. Mediastinumanterius.
D. Mediastinum posterius.
E. Cavitaspericardiaca.
Aorta descendens menembus diaphragma:

A.
B.
C.
D.
E.
8.

Yang merupakan cabang dari arcus aortae:

A.
B.

Arteria coronaria dextra dan sinistra.


Arteria thoracica interna.

Melalui centrum tendineum.


Pada cupula sinistra.

A. Membawa darah yang kaya oksigen dari


B.
C.
D.
E.

Setinggi angulus sterni.

Dibelakang articulatio sternoclavicularis dextra.


Di belakang articulatio sternoclavicularis sinistra.
Pada basis ventriculus sinister.
Di belakang cartilago costalis III kanan.

Setinggi vertebra thoracica VIII.


Setinggi vertebra thoracica X.
Setinggi vertebra thoracica XII.

Truncus pulmonalis:

Arcus aortae mulai:

A.
B.
C.
D.
E.
5.

6.

Arteriabrachiocephalica.
Arteria carotis communis sinistra.
Arteria coronaria dextra dan sinistra.
Arteria subclavia sinistra.
Arteria subclavia dextra.

Aorta ascendens:
A. Mempunyai tiga buah penonjolary sinus aortae.
B. Terletak di luar pericardium fibrosum.
C. Dibungkus di dalam sarung serosa pericardium serosum,
yang dipisahkan dari truncus pulmonaiis didekatnya.
D. Terletak di belakang belahan kanan manubrium sterni.
E. Berjalan ke atas dan belakang dari jantung.

sinistra, dan

arteria subclavia sinistra.

Yang merupakan cabang aorta adalah:

A.
B.
C.
D.
E.
3.

TEPAT.

9.

ventriculus
dexter cordis ke paru.
Meninggalkan bagian atas ventriculus dexter.
Berakhir pada pinggir atas arcus aortae.
Terbagi menjadi tiga arteria pulmonalis dextra dan dua
arteria pulmonalis sinistra.
Panjangnya sekitar 12.5 cm.

Ligamenfum arteriosum:
A. Sisa dari ducfus venosus.
B. Sebuah pita fibrosa yang menghubungkan bifurcatio
truncus pulmonalis dengan aorta ascendens.
C. Berhubungan dengan nervus laryngeus recurrens dexter.
D. Sisa dari ductus arteriosusE. Terdiri dari jaringan ikat areolar jarang.

THORAX

167

12. Vena cava superior bermuara ke dalam rongga jantung

berikut

PEIABULUH DARAH

10. Vena brachiocephaiica:


A. Dibentuk dari gabungan vena jugularis interna dan vena

vertebralis setiap

B.
C.
D.
E.

ini:

A. Atrium sinistrum.
B. Ventriculus derter.
C. Atrium dextrum.
D. Auricula dextra.
E. Auricula sinistra.

sis.i.

Bergabung unfuk membentuk vena cava superior.


Tidak menerima darah dari vena subclavia.
Menerima darah dari vena thyroidea suPerior dan media.
Menerima darah dari vena thoracica externa.
13

Pertanyaan Pilihan Ganda


Pilihlah satu jawaban yang PALING

Pernyataan yang benar mengenai vena cava superior:


Muara vena cava superior ke dalam aorta dilindungi oleh

A.

TEPAT.

B.

superior.

11. Vena cava superior mengumpulkan darah vena dari daerah:

A.
B.
C.
D.
E.

1.

C. Tidak terletak di dalam pericardium fibrosum.


D. Mempunyai dinding fibrosa tebal yang tahan terhadap

Kepala.
Kepala dan leher.
Kepala dan thorax.
Kepala, leher, dan anggota gerak atas kanan.
Kepal4 leher, dan kedua anggota gerak atas.

E.

D yang benar. Aorta ascendens berasal dari ventriculus sinister

5.

C yang benar. Arteria coronaria dextra berasal dari

sinus

aorticus anterior, dan arteria coronaria sinistra berasal dari


sinus aorticus posterior sinistra (lihat Gambar 4-7). A. Arteria
brachlocephalica berasal dari arcus aortae (Gambar 5-1). B.
Arteria carotis communis sinistra berasal dari arcus aortae
(Gambar 5-1). D. Arteria subclavia sinistra juga berasal dari
arcus aortae (Gambar 5-1). E. Arteria subclavia dextra berasal
dari arteria brachiocephalica (Gambar 5-4).
3.

perubahan tekanan di daiam thorax.


Dibentuk oleh gabungan kedua vena jugularis interna.

D yang benar. Aorta descendens terletak di dalam mediastinum

posterior (Cambar 5-3).

(Gambar 5-1).

katup fungsional.
Vena azygos bergabung pada aspek posterior vena cava

7, C
8.

9.

4.

A yang benar. Arcus aortae mulai setinggi angulus sterni.

5.

yang benar. Arcus aortae memberikan cabang-cabang arteria


brachiocephalica, carotis communis sinistra, dan subclavia

D yang benar. Ligamenfum arteriosum merupakan

sisa

ductus arteriosus. B. Ligamentum alteriosum merupakan


sebuah pita fibrosa yang menghubungkan bifurcatio truncus
pulmonalis ke bagian bawah lengkung arcus aortae (Gambar
5-1). C. Ligamentum arteriosum berhubungan dengan nervus
laryngeus.recurrens sinistra. E. Ligamentum arteriosum terdiri

semilunaris aortae (1ihat Gambar 4-6).8. Seiuruh panjang aorta


ascendens terletak di dalam pericardium fibrosum (Gambar

terletak di dalam sarung serosa yang berasai dari pericardium


serosum (iihat Gambar 4-21).D. Aorta ascendens terletak di
belakang belahan kanan sternum tepat di bawah angulus
sterni (Gambar 5-9). E. Aorta ascendens berjalan ke atas dan
depan dari jantung.

B yang benar. Truncus pulmonalis meninggalkan bagian atas

ventriculus dexter (Gambar 5-1).

A yang benar. Pada pangkalnya, aotta ascendens mempunyai


tiga tonjolan, sinus aorta, satu di setiap belakang valvula

5-1). C. Aorta ascendens dan truncus pulmonalis keduanya

yang benar. Aorta descendens menembus diaphragma

setinggi vertebra thoracica XII

dari jaringan fibrosa yang kuat.

10.

B yang benar. Vena-vena brachiocephalica

bergabung

menjadi satu membentuk vena cava superior (Gambar 5-8).


A. Vena-vena brachiocephalica dibentuk dari gabungan
vena jugularis interna dan vena subclavia pada masingmasing sisi (Gambar 5-B). D. Vena thyroidea superior dan
media bermuara ke vena jugularis interna pada masingmasing sisi. E. Vena thoracica interna bermuara ke dalam
vena brachiocephalica.

sinisira (Gambar 5-1).

11. E yang benar. Vena cava superior mengumpulkan darah vena


dari kepala dan leher serta kedua anggota gerak atas.

168-

BAB 5

L2. C yang benar. Vena cava superior bermuara-ke dalam atrium


dextrum cordis (Gambar 5-8).
13, B yang benar. Vena azygosbergabung pada aspek posterior
vena cava superior. A. Muara vena cava superior ke dalam
atrium dextrum tidak mempunyai katup fungsional. C. Vena

cava superior terletak di dalam pericardium fibrosum (lihat


Gambar 4-21). D. Dinding vena cava superior tipis dan mudah
ditekan oleh tekanan dari luar. E. Vena cava superior dibentuk

oleh gabungan dari kedua vena brachiocephalica (Gambar


5i8).

o,

Pembuluh Darah
Kepala dan Leher

169

170

BAB 6

Anatomi

Dasar

Arteri Kepala dan

170 Gambaran Radiografik Pembutuh Darah Besar Leher


170 pertanyaan
170 Jawaban dan penjetasan

Leher

Caroticus
Catatan Fisiotogi: Fungsi Gtomus Caroticum
Vena Kepala dan Leher
Catatan Fisiologi: Fungsi Sinus

Anatomi Permukaan Pembutuh Darah Besar Kepata dan

181

182
1g4

170
178

Leher

181

(eiumlah besar struktur vital terdapat di daerah leher. Cedera


:,ltumpul atau tajam pada leher dapat menggancam nyawa

oleh arteriosklerosis pembuluh ekstrakranial seperti pada

seseorang. Struktur vaskular, termasuk arteria carotis serta cabang-

Bab ini menguraikan kembali anatomi pembuluh darah kepala


dan leher sehingga cedera atau penyakit pada struktur ini dapat lebih
mudah dinilai dan dilakukan koreksi yang tepat.

cabangnya dan vena jugularis beserta pembuluh yang bermuara


padanya, dapat tertusuk atau robek. Sekitar 70% stroke disebabkan

N
Arteri

,e
r-'tA
'&il\r,

il#

14

ffi,&sAFt

carotis atau vertebral

arteria

is.

Glomus caroticum adalah struktur kecil yang terletak posterior


terhadap tempat percabangan arteria carotis communis (Gambar
6-4). Glomus dipersarafi oleh nervus glossopharyngeus.

Kepala dan Leher

Atteria carotis communis dextra berasal dari Arteria brachio-

Fungsi Glomus Caroticum

cephalica dibelakang articulatio sternoclavicularis dextra (Gambar


6-1 dan 6 2). Arteria carotis communis sinistra berasal dari arcus
aorta di mediastinum superius. Arteria carotis communis berjalan
ke atas di daerah leher tertutup oleh pinggir anterior musculus

Glomus caroticum merupakan reseptor kimia dan peka terhadap


kelebihan karbondioksida dan penurunan kadar oksigen dalam
darah. Keadaan seperti ini menimbulkan refleks naiknya tekanan
darah dan denyut jantung serta meningkatkan gerakan respirasi.

sternocleidomastoideus, dari articulatio sternoclavicularis sampai


pinggir atas cartiJago thyroidea. Disini pembuluh ini bercabang
dua menjadi arteria carotis externa dan interna (Gambar 6-3 dan
6-4)

Pada tempat percabangan ini, bagian terminal arteria carotis


communis atau bagian permulaan arteria carotis interna tampak
melebar, disebut sinus caroticus (Gambar 6-4). Tunica media sinus

lebih tipis dari di tempat lain, namun tunica adventitia relatif lebih
tebal dan mengandung banyak ujung-ujung saraf yang berasal
dari nervus glossopharyngeus.

Fungsi Sinus Caroticus


Sinus caroticus berfungsi sebagai sebuah mekanisme refleks
reseptor tekanan. Naiknya tekanan darah menyebabkan melambatnya denyut jantung dan vasodilaiasi arteriole.

Arteria carotis communis sepanjang perjalanannya dibungkus


oleh selubung jaringan ikat, disebut vagina carofica. Pembuluh
ini erat hubungannya dengan vena jugularis interna dan nervus
vagus (Gambar 6-5).

Batas-Batas

Arteria Carotis Communis

Anterolateral: Kulit, fascia, musculus sternocleidomastoideus,


musculus sternohyoideus, musculus sternoihyroideus, dan
venter superior musculus omohyoideus (Gambar 6-3).
Posterior: Processus transversus empat vertebra cervicalis
bagian bawah, otot-otot prevertebralis, dan truncus
sympathicus (Cambar 6-2). Pada bagian bawah leher terdapat
vasa vertebralis.

PET/IBULUH DARAH KEPALA DAN LEHER

171

A. temporalis
superficialis

A. auricularis

posterior

A. maxillaris

A. occipitalis

A. facialis

A. carotis
interna
sinus caroticus

A. lingualis

A. vertebralis

A. carotis externa
A. thyroidea superior

A. carotis communis

A. subclavia
Gambar 6-1 Afteri utama kepala dan leher. Perhatikan bahwa agar jelas, cabang-cabang afteria subclavia: truncus
thyrocervicalis, truncus costocervicalis, dan afteria thoracica interna, tidak diperlihatkan.

Medial: Larynx dan pharynx, dan di bawah kedua ini, trachea


dan oesophagus (Gambar 6-5). Lobus glandula thyroidea iuga
terletak di sebelah medial.

Lateral: Vena jugularis interna, dan


vagus (Gambar 6-5).

Cabang-Cabang

di posterolateral nervus

Arteria Carotis Communis

Selain dari kedua cabang terminal, arteria carotis communis tidak


memberikan cabang lain.

Arteria Carotis Externa

Arteria carotis externa adalah salah satu cabang terminal arteria


carotis communis (Gambar 6-1). Pembuluh ini mendarahi
struktur-struktur di leher, wajah, dan kulit kepala. Pembuluh ini
mendarahi juga lidah dan maxilla. Arteria mulai setinggi pinggir
atas cartilago thyroidea dan berakhir di dalam massa glandula

parotidea di belakang collum mandibulae dengan bercabang dua


menjadi arteria temporalis superficialis dan arteria maxillaris.
Dekat pangkainya, pada saat arteria ini muncul dari musculus
sternocleidomastoideus, denyut arteri ini dapat diraba. Pada
awalnya, pembuluh ini terletak medial terhadao arteria carotis
interna, tetapi waktu berjalan ke leher, pembuluh ini berjalan ke
belakang dan lateral. Ia disilang oleh venter posterior musculus
digastricus dan musculus stylohyoideus (Gambar 6-3).

Batas-Batas

Arteria Carotis Externa

a Anterolateral: Pada pangkalnya arteria ini ditutupi

oleh

pinggir anterior musculus sternocleidomastoideus. Lebih ke


atas, arteria ini terletak lebih superficial, dan dltutupi oleh
kulit dan fascia. Ia disilang oleh nervus hypoglossus (Cambar
6-3), venter posterior musculus digastricus, dan musculus
stylohyoideus. Di dalam glandula parotidea pembuluh ini
disilang oleh nervus facialis (Cambar 6-6). Vena jugularis

172

BAB 6

pars basilaris ossis occipitalis


M. longus capitis
processus mastoideus
M. levator scapulae
processus transversus ailantis

N. occipitalis minor
N. auricularis magnus

A. vertebralis
M. scalenus medius

N. transversus cutaneus colli

M. longus colli

Nn. supraclaviculares

N. phrenicus

ganglion cervicale medius


truncus sympathicus

oesophagus

truncus superior
plexus brachialis

A. thyroidea inferior
truncus superior plexus brachialis
ductus thoracicus

ganglion cervicale inferiu


truncus sympathicus
ansa subclavia

A. cervicalis superficialis

truncus

truncus thyrocervicalis

A. vertebralis

A. suprascapularis

pleura cervicalis

M. scalenus anterior
bagian ketiga
A. subclavia

N. laryngeus
recurrens dextra

V.

phrenicus

jugularis externa

V. subclavia

A. thoracica interna
V. jugularis interna

N. laryngeus recurrens sinistra

V. brachiocephalica dextr

N. vagus
M. sternohyoideus

trachea
M. sternothyroideus

Gambar 6-2 Regio prevertebralis dan panqkal leher

interna mula-mula terletak lateral terhadap arteria dan

kemudian di posteriornya.
Medial: Dinding pharynx dan arteria carotis interna. Musculus

stylophary'ngeus, nervus glossopharyngeus, dan ramus


di antara arteriacarotis

pharyngeus nervus vagus berjalan


interna dan externa (Gambar 6-4).

Untuk batas-batas arteria carotis externa


parotidea, lihat Cambar 6-0.

Arteria Thyroidea Superior

di dalam glandula

Cabang-Cabang Arteria Carotis Externa

o
ll
a
.)

Arteria
Arteria
Arteria
Arteria

<} Arteria occipitalis.


ll Arteria auricularis posterior.
t Arteriatemporalissuperficialis.
l' Arteria maxillaris.

Arteria thyroidea superior berjalan melengkung ke bawah


untuk mencapai kutub atas glandula thyroidea (Gambar 6-1 dan
6-3). Pembuluh ini diikuti oleh nervus laryngeus superior, yang
menyarafi musculus cricothyroideus.

thyroidea superior.
pharyngea ascendens.

Arteria Pharyngea Ascendens

lingualis.

Arteria pharvngea ascendens berjaian ke atas dan mendarahi

facialis.

dinding pharynx.

PEI'ABULUH DARAH KEPALA DAN LEHER

'173

Arteria Lingualis

Arteria 0ccipitalis

Arteria lingualis melengkung ke atas dan depan, dan rnendarahi

Arterla ini mendarahi bagian belakang kulit kepala (Gambar 6-1).

lidah (Gambar 6-1 dan 6-3).


Arteria Auricularis Posterior
Arteria Iacialis

Arteria auricularis posterior mendarahi auricula dan kulit kepala

Arteria facialis melengkung ke atas dekat dengan permukaan


luar pharynx dan tonsil. Terletak profunda terhadap glandula

(Cambar 6-1).

submandibularis dan muncul serta melengkung di sekitar pinggir


bawah mandibula. Kemudian pembuluh berjalan ke atas dl wajah

dekat dengan pinggir anterior musculus masseter. Kemudian


arteria berjalan ke atas di sekitar pinggir lateral mulut dan berakhir
di sudut medial mata (Gambar 6-1 dan 6-3).

Cabang-cabang arteria facialis mendarahi tonsil, glandula


submandibularis, otot, serta ku1lt wajah.

Arteria Tempornlis Super{icialis

Arteria temporalis superficialis berjalan ke atas melalui arcus


zygomaticus, di mana pembuluh ini dapat di raba tepat di depan
auricula (Gambar 6-1). Pembuluh ini berjalan bersama dengan
nervus aurlculotemporalis, dan menyarafi kulit kepala.

M. sternocleidomastoideus

venter posterior M. digastricus


A. temporalis superficialis
A. maxillaris
A. carotis externa
A. auricularis posterior

V. jugularis

A. occipi
N. hypoglossus
A. facialis

ramus descendens
nervus hypoglossus
A. carotis interna

lingualis
M. stylohyoideus

N. laryngeus
nodi lymphoidei cervicales
N. cervicalis descendens

venter anterior
M. digastricus
M. mylohyoideus

M. thyrohyoideus

saraf ke M. thyrohyoideus
M. sternohyoideus
N. laryngeus internus

ansa cervicalis

A. thyroidea superior
pars spinalis
N. accessorius

. laryngeus externus

cartilago thyroidea

V thyroidea
superior

cartilago cricoidea
venter superior M. omohyoideus
isthmus glandula thyroid

V.

V.

jugularis externa
M. sternothyroid
Gambar 6-3 Trigonum colli anterius.

jugularis anterior

174

BAB 6

meatus acusticus externus

processus

processus
mastoideus

A. temporalis superficialis

t\

ganglion superius
N. vagus

A. maxillaris
M. styloglossus

ganglion cervicale
superius (truncus
sympathicus)

M. stylohyoideus
A. facialis
N. glossopharyngeus

pars spinalis
N. accessorius
pars cranialis
N. accessorius
V. jugularis

interna

ramus pharyngeus nervus vagus


hypoglossus

A. lingualis

ganglion inferius
N.vagus

saraf ke M. thyrohyoideus

N. vagus

N. laryngeus externus
N. Iaryngeus internus

ganglion cervicale
medius

thyroidea superior
sinus caroticus

glomus carol

M. stylopharyngeus

A. subclavia

us descendens nervus
hypoglossus (Cl )
ganglion stellatum

ansa cervicalis
N. cervicalis descendens (C2 dan 3)

ansa subclavia

A. carotis communis
Gambar 6-4 Otot-otot styloideus, pembuluh dan saraf

Arteria l'laxillaris

Arteria maxillaris berjalan ke depan medial menuju collum


mandibulae (Gambar 6-1) dan masuk ke fossa pterygopalatina di
tengkorak.
Cob ang-Coba

g Arteria M oxill o ris

Cabang-cabangnya menyarafi rahang atas dan bawah, otot-otot


pengunyah, hidung, palatum, dan meningen di dalam tengkorak.

leher.

dua menjadi ramus anterior dan posterior (Bab 14, halaman 503).
Ramus anterior penting karena terletak dekat dengan area motorik
cortex cerebri. Berjalan bersama dengan venanya, memberikan
alur (saluran) melalui bagian atas ala major ossis sphenoidalis dan
angulus anteroinferior yang tipis dari os parietale, di tempat ini
pembuluh rentan terhadap kerusakan akibat benturan kepala.
Pangkal dan distribusi cabang-cabang arteria carotis externa
diperlihatkan dalam Gambar 5-1.

Arterio Meningeo Medio

Arteria meningea media masuk tengkorak melalui foramen

Arteria carotis interna mulai dari bifurcatio arteria

spinosum. Berjalan ke lateral di dalam tengkorak dan bercabang

communis setinggi pinggir atas cartilage thyroidea (Cambar 6-1

Arteria Carotis lnterna


carotis

PEI,ABULUH DARAH KEPALA DAN

dan 6-4). Pembuluh ini mensuplai otak, mata, dahi, dan bagian
hidung. Di leher arteria berjalan ke atas di dalam vagina carotica
bersama dengan vena jugularis interna dan nervus vagus. Mulamu1a, pembuluh terletak superficial, kemudian berjalan profunda
terhadap glandula salivaria parotldea (Gambar 6-3 dan 6-6).
Arteria carotis interna meninggalkan leher masuk ke dalam

LEHER

175

nervus hvpoglossus (Gambar 6-3). Di atas musculus digastricus


terdapat musculus stylohyoideus, musculus stylopharyngeus,

nervus glossopharyngeus, ramus pharyngeus nervi vagus,


glandula parotis, dan arteria carotis externa (Gambar 6-4 dan
6-6).

a Posterior: truncus sympathicus (Gambar 6-4), musculus

rongga kepala melalui canalis caroticus di pars petrosus os


temporale. Kemudian arteria berjalan ke atas dan ke depan di

capitis longus, dan processus transversus vertebrae cervicalis


tiga bagian atas.

o Medial: dinding pharyngeus dan netvus laryngeus superior.


I Lateral: vena jugularis interna dan nervus vagus.

dalam sinus cavernosus (tanpa mempunyai hubungan dengannya).

Arteria meninggalkan slnus dan berjalan ke atas lagi medial


terhadap processus clinoideus anterior os sphenoidale. Arteria
carotis interna kemudian miring ke belakang, lateral terhadap
chiasma opticum, dan berakhir dengan bercabang dua menjadi
arteria cerebri anterior dan arteria cerebri media.

Cabang-Cabang

Arteria Carotis lnterna

Tidak ada cabang di daerah leher. Kebanyakan cabang-cabang


penting terdapat di dalam tengkorak.

Batas-Batas

Arteria Carotis lnterna

Arteria 0pthalmica

Anterolateral: Di bawah musculus digastricus terdapat kulit,


fascia, pinggir anterior musculus sternocleidomastoideus, dan

Arteria ophthalmica merupakan cabang dari arteria carotis interna


waktu arteria keluar dari slnus cavernosus. Pembuluh ini berjalan

lamina pretrachealis
trachea
oesophagus

nervus laryngeus recurrens


M. sternocleidomastoideus
M. sternohyoideus

glandula thyroidea

M. sternothyroideus
platysma

vagina carotica
vena jugularis
interna
nodus lymphoideus
cervicalis profunda

M. omohyoideus
M. longus cervicis

arleria carotis
communis
nervus vagus
tru ncus
sympathicus

M. scalenus
medius

lamina
superficialis

M. trapezius

lamina
prevertebralis

arteria vertebralis

M. levator scapulae

M. splenius capitis

nervus spinalis
ligamentum nuchae

M. semispinalrs capitis
Garnbar 6-5 Potongan melintang leher setinggi vedebra cervicalis VI.

176

BAB 6

M. constrictor
pharyngeus superior

vagina carotica
V.

N. vagus
A. carotis interna

jugularis

M. styloglossus
nervus auriculotemporalis

N. accessorius

capsula fascialis

N. hypoglossus

la fibrosa
ligamentum stylomandibulare

processus styloideus
M. stylohyoideus

cabang A. carotis
externa

A. auricularis posterior
venter posterior
M. digastrici
processus

M. pterygoideus medialis
pembentukan
V. retromandibularis
ramus mandibulae
M. masseter

rulitl il

pars profunda glandula parotidea

N" facialis

/ \ - :_'':^;:<-'r_-_j--_-.--r_:-.*-r-r

M. sternocleidomastoideus
nodi lymphoidei parotidei
N

pars superficialis glandula parotidea

auricularis magnus

Gambar 6-6 Penampang horizontal glandula parotidea memperlihatkan struktur yang terdapat di dalamnya.

ke depary masuk ke dalam rongga orbita melalui canalis opticus,


dan memberikan cabang arteria centralis retinae, yang masuk ke
dalam nervus opticus dan berjalan ke depan untuk masuk ke bola
mata. Arteria centralis retinae merupakan sebuah end artery dan
hanya satu-satunya yang mensuplai retina.
Arteria Communicans Posterior

Arteria communi.cans posterior berjalan ke belakang untuk


bergabung dengan arteria cerebri posterior (Gambar 6-7).

Arteria Cerebri Anterior

Arteria cerebri anterior adalah sebuah cabang terminal arteria


carotis interna (Gambar 6-7). Pembuluh ini berjalan ke depan

di

antara hemisphere cerebri dan kemudian melingkari corpus


callosum otak untuk memberi darah ke permukaan medial dan
superolateral hemisphere cerebri. Pembuluhinibergabung dengan
arteria yang senama dari sisi yang lain melalui arteri communicans

CirculusWillisi
Circulus Willisi terletak di dalam ruang subarachnoidea di basis
cranii. Circulus ini dibentuk oleh anastomosis antara kedua cabang
arteria carotis interna dan kedua arteria vertebralis (Gambar 6-7).
Arteria communicans anterior, arteria cerebri posterior, dan arteria
basilaris (dibentuk dari gabungan kedua arteria vertebralis) adalah
arteria-arteria yang ikut membenfuk circulus ini. Cabang-cabang
cortical dan central dari circulus ini mendarahi substansi otak.

Arteria

Subclavia

Arteria Subclavia Dextra


Arteria subclavia dextra merupakan cabang dari arteria brachiocephalica, dibelakang articulatio stemoclavicularis dextra (Gambar
6-1 dan 6-2). Pembuluh ini melengkung ke atas dan lateral di atas
pleura dan di antara musculus scalenus anterior dan medius. Pada
pinggir luar costa I berubah menjadi arteria axillaris.

anterior.

Arteria Subclavia Sinistra


Arteria Cerebri l'ledia

Arteria cerebri media merupakan cabang terbesar arteria


carotis intema (Gambar 6-7), be4alan ke laterai di dalam sulcus

lateralis cerebri. Arteria ini mensuplai seluruh permukaan


lateral hemisphere cerebri, kecuali pita sempit sepanjang pinggir
superolateral (yang disuplai oleh arteria cerebri anterior) dan polus
occipitalis serta permukaan inferolateralis hemisphere (keduanya
disuplai oleh arteria cerebri posterior). Dengan demikian arteria
cerebri media mensuplai seluruh area motoris cortex- cerebri,
kecuali area tungkai. Juga terdapat cabang-cabang centralis yang
mensuplai massa substantia grisea dan capsula intema otak.

Arteria subclavia sinistra merupakan cabang dari arcus aorta di


dalam thorax. Pembuluh berjalan ke atas menuju pangkal leher
dan kemudian melengkung ke lateral dengan cara yang sama
dengan arteria subclavia dextra (Gambar 6-2).
Musculus scalenus anterior berjalan di anterior terhadap arteri

pada masing-masing sisi dan membagi arteri ini menjadi tiga


bagian.
Bagian Pertama Arteria Subclavia

Bagian pertama arteria subclavia terbentang dari pangkalnya


sampai pada pinggir medial musculus scalenus anterior (Gambar

PEIABULUH DARAH KEPALA DAN LEHER

177

A. cerebri anterior

fl

bulbus olfactorius

ssura longitudinalis cerebri

N. opticus
tractus olfactorius
chiasma opticum
A. communicans
anterior
tractus opticus

infundibulum
A. cerebri media

corpus mammilare

A. carotis
interna

N. oculomotorius

A. communicans

N trochlearis

posterior
A. cerebri
posterior

N. trigeminus

A. cerebelli
superior

abducens

Aa. pontis

N. facialis
N. vestibulo-

cochlearis

A. cerebelli
anteroinferior

N. glossopharyngeus
N. vagus

A. basilaris

N. accessorius
(pars cranialis)

A. vertebralis

N. hypoglossus

pyramrs

cerebellum
medulla

oblongata

spinalis anterior

Gambar 6-7 Arteria dan saraf otak dilihat pada permukaan inferior otak. Untuk memperlihatkan jalannya arleri cerebri media,
polus anterior lobus temporalis dibuang.

6-2). Bagian ini memberikan cabang-cabang arteria vertebralis,


truncus thyrocervicalis, dan arteria thoracica interna.
Cobang-Cobong

Arteria vertebralis berjalan ke atas di leher melalui foramina


processus transversus enam vertebra cervicalisbagian atas (Gambar
6-2). Kemudian berjalan ke medial

di atas arcus posterior atlantis

dan kemudian berjalan melalui foramen magnum masuk ke dalam


tengkorak. Saat mencapai permukaan anterior medulla oblongata
setinggi pinggir bawah pons, bergabung dengan pembuluh yang
sama dari sisi yang lain untuk membentuk arteria basilaris.

Arteria basilaris (Gambar 6-7) berjalan naik di dalam alur


pada permukaan anterior pons. Arteri memberikan cabangcabang untuk pons, cerebellum, dan telinga dalam. Akhirnya arteri
bercabang dua menjadi dua arteria cerebri posterior.

Arteria cerebri posterior (Cambar 6-7) pada masing-masing sisi


melengkung ke lateral dan belakang di sekeliling mesencephalon.
Cabang-cabang cortical mendarahi permukaan inferolateral lobus
temporalls dan cortex visual pada permukaan lateral dan medial
lobus occipitalis.

I
I

Cabang-cabang di leher: Rami spinales dan musculares.

Cabang-cabang di dalam tengkorak: Arterla meningealis,


spinalis anterior dan posterior, cerebellaris posterior inferior,
dan medullarls.

Truncus thyrocewicalis merupakan sebuah truncus pendek


yang memberikan tiga cabang terminal (Gambar 6-2).

a Arteria thyroidea inferior berjalan ke atas mencapai pinggir


posterior glandula thyroidea, di mana pembuluh ini terletak

178

BAB 6

berdekatan dengan nervus laryngeus recurrens. Pembuluh ini


mendarahi giandula thyroidea dan parathyroidea inferior.
Arteria cervicalis superficialis merupakan sebuah cabang

tetapi tidak mempunyai katup. Sinus menerima darah dari otak,


tulang tengkorak, orbita, dan telinga dalam.

kecil yang menyilang plexus brachialis (Gambar 6-2).

Arteria suprascapularis berjalan ke lateral di atas plexus

Sinus Sagittalis Superior

brachialis dan mengikuti nervus suprascapuiaris menuju ke

Sinus sagittalis superior terletak pada pinggir atas falx cerebri

bagian belakang scapula (Gambar 6-2).

yang terfiksasi (Gambar 6-8). Berjalan ke belakang, dan dilanjutkan


sebagai sinus transversus dexter, dan dihubungkan dengan
lacunae venosae pada masing-masing sisi. Terdapat banyak vi1li

thoracica interna berjalan turun ke dalam thorax di


belakang cartilago costalis I dan di depan pleura (Gambar
6-2). Berjalan vertikal ke bawah satu jari lateral dari sternum.
Kemudian pembuluh ini bercabang dua menjadi arteria
epigastrica superior dan musculophrenica pada sela ige ke IV.

a Arteria

Bagian l(edua Arteria Subclavia

Bagian kedua arteria subclavia terletak


scalenus anterior (Cambar 6-2).

di

belakang musculus

dan granulationes arachnoideae yang menonjol ke dalam lacunae.

Sinus Sagittalis

lnferior

Sinus sagitialis inferior menempati pinggir bawah falx cerebri yang


bebas (Gambar 6-8). Sinus ini berjalan ke belakang dan bergabung
dengan vena magna cerebri unfuk membentuk sinus rectus.

Sinus Rectus
Cobang-Cobong

Sinus rectus terletak pada pertemuan falx cerebri dengan tentorium

Truncus costocervicalis berjalan ke belakang di atas cupula


pleurae dan bercabang menjadi arteria intercostalis suprema,
mendarahi spatium intercostale I dan II; dan arteria cervicalis
profunda mendarahi otot-otot belakang 1eher.

cerebelli (Gambar 6-8). Sinus ini dibentuk oleh persatuan sinus


sagittalis inferior dengan vena magna cerebri. Bermuara ke dalam
sinus transversus sinister.

Sinus Transversus
Bagian Ketiga Arteria Subclavia

Bagian ketiga arteria subclavia terbentang dari pinggir lateral


musculusscalenus anterior (Gambar 6-2) di dalam trigonum col1i
posterior sampai ke pinggir lateral costa I dan meniadi arteri
aksilaris. Di sini, di pangkal leher, berhubungan erat dengan saraf-

Sinus transversus dexter mulai sebagai lanjutan dari sinus sagittalis

superior; sinus transversus sinister biasanya merupakan lanjutan


sinus rectus (Gambar 6-8). Setiap sinus menempati sisi lateral
terfiksasi dengan tentorium cerebelli, dan setiap sisi berakhir
sebagai sinus sigmoideus.

saraf plexus brachialis.

Sinus Sigmoideus
Cabang-Cobong
Bagian ketiga arteria subclavia biasanya tidak mempunyai cabang.

Namury kadang-kadang arteri cervicalis superficialis, arteri


suprascapularis, atau keduanya berasal dari bagian ini-

Sinus sigmoideus merupakan lanjutan langsung dari sinus transversus (Gambar 6-8). Masing-masing sinus membelok ke bawah

di belakang antrum mastoideum dan kemudian meninggalkan


tengkorak melalui foramen jugulare untuk berlafljut sebagai vena
jugularis interna.

Vena Kepala dan Leher


Sinus Occipitalis
Vena kepala dan leher dapat dibagi meniadi:

Vena-vena otak, sinus venosus, venae diploicae, dan venae


emissariae.

Vena-vena kulit kepala, wajah, dan leher.

Vena-Vena Otak

Vena-vena otak mempunyai dinding tipis dan tidak berkatup.


Vena-vena itu terdiri dari venae encephali, venae cerebelli, dan
vena batang otak. Semua vena ini bermuara ke dalam sinus

Sinus occipitalis terletak dipinggir terfiksasi falx cerebelli. Sinus ini


berhubungan dengan vena vertebralis melalui foramen magnum
dan sinus transversus.

Sinus Cavernosus dan Struktur yansTerkait


Masing-masing sinus terletak pada sisi lateral corpus ossis
sphenoidalis (Gambar 6-8 dan 14-15). Di anterior, sinus cavernosus
didarahi oleh vena ophthalmica inferior dan vena centralis retinae.

Di posterior sinus bermuara ke dalam sinus transvetsus melalui


sinus petrosus superior. Sinus intercavernosus menghubungkan

venosus terdekat.

kedua sinus cavernosus melalui sella turcica.

adalah:

Struktur penting yang terkait dengan sinus cavetnosus

Sinus Venosus

Sinus venosus terletak di antara lapisan periosteal dan meningeal


duramater (Gambar 6-8). Dindingnya tebal dari jaringan fibrosa,

a Arteri carotis interna dan nervus cranialis keenam yang


berjalan melalui sinus

ini (Gambar

6-8 dan 14-15).

PEMBULUH DARAH KEPAU DAN LEHER

vena superficialis kulit kepala


V. emissaria

179

sinus sagiitalis superior


sinus sagittalis inferior

V. diploica

diplod
N. facialis dan
vestibulocochlearis

sinus transversus sinister

N. trigeminus

V. cerebri magna

N. trochlearis
N. oculomotorius

sinus intercavernosus

falx cerebri

SINUS
s

ph e no pa

rietalis

'bulbus olfactorius
stnus cavernosus

V ophthalmica
sinus rectus

tentorium cerebelli

sinus transversus dexter

sinus petrosus superior

V. facialis

Gambar 6-8 Bagian dalam tengkorak yang memperlihatkan duramater dengan sinus venosusnya, Perhatikan hubungan antara
vena-vena kulit kepala dan vena-vena wajah dengan sinus venosus.

l)

Di dalam dinding iateral, Nervus cranialis ketiga dan keempat


serta divisi ophthalmica dan maxillaris nervus cranialis kelima

(Gambar 14-15).

Glandula hypophysis, yang terletak di sebelah medial di dalam


sella turcica (Gambar 14-15).

Vena-vena wajah, yang dihubungkan dengan sinus cavernosus


melalui vena facialis dan vena ophthalmica inferior (dan

Venae emissariae merupakan vena yang tidak berkatup dan


berjalan melalui tulang-tulang tengkorak (Gambar 6-8). Mereka
menghubungkan vena-vena kulit kepala dengan sinus venosus
(dan merupakan jalur penting untuk penyebaran infeksi).

merupakan jalur penting untuk penyebaran infeksi dari


wajah).

Venae Emissariae

VenaWajah dan Leher

Vena Facialis
Sinus Petrosus Superior dan lnferior
Sinus-sinus petrosus berjalan sepanjang pinggir atas dan bawah
pars petrosus os temporale (Gambar 6-B).

Venae Diploicae

Venae diploicae menempati saluran


tempurung tengkorak (Gambar 6-8).

di dalam

tuiang-tulang

Vena facialis dibentuk pada sudut medial mata oleh gabungan


dari vena supraorbitalis dan vena supratrochlearis (Gambar 6-9).
Pembuluh ini dihubungkan dengan sinus cavernosus oleh venavena ophthalmica. Di wajah, vena facialis berjalan turun bersama
dengan arteri facialis dan berjalan di sekitar sisi lateral mu1ut.
Kemudian menyilang mandibula, dan bergabung dengan divisi
anterior vena retromandibularis, serta bermuara ke dalam vena
jugularis interna.

180

BAB 6

V temporalis
superficialis

V. maxillaris

V. auricularis

retromandibularis

posterior

V vertebralis
V.

V facialis

jugularis
interna

V jugularis
externa

V jugularis anterior

brachiocephalica
dextra

V subclavia
Gambar 6-9 Vena utama kepala dan leher,

Vena Temporalis Superfi cialis


Vena temporalis superficialis dibentuk pada sisi samping kulit
kepala (Gambar 6-9). Pembuluh ini mengikuti arteri temporalis
superficialis dan nervus auriculotemporalis dan kemudian masuk
ke dalam glandula parotis, dimanapembuluhinibergabungdengan
vena maxillaris untuk membentuk vena retromandibularis.

menjadi ramus anterior yang bergabung dengan vena facialis, dan


ramus posterior yang bergabung dengan vena auricularis posterior
untuk membentuk vena jugularis externus.

Vena Jugularis Eksterna


Vena jugularis eksterna dibentuk di beiakang angulus mandibulae

Vena Maxillaris

oleh gabungan dari vena auricularis posterior dengan divisi


posterior vena retromandibularis (Gambar 6-9). Pembuluh ini
berjalan turun menyilang musculus sternocleidomastoideus dan

Vena maxillaris dibentuk di dalam fossa infratemporalis dari plexus

tertutup oleh musculus platysma, serta bermuara ke dalam vena

venosus pterygoideus (Gambar 6-9). Vena maxillaris bergabung


dengan vena temporalis superficialis untuk membentuk vena

retromandibularis.

Vena Retromandibularis

subclavia di belakang pertengahan clavicula.


Cabang-Cabang

i)
I

Vena retromandibuiaris dibentuk dari gabungan vena temporalis

superficialis dengan vena maxillaris (Gambar 6-9). Pada saat


meninggalkan glandula parotis, pembuluh ini bercabang dua

a
a

Vena jugularis externa posterior dari belakang kulit kepala.


Vena cervicalis transversa dari kulit dan fascia di atas trigonum
colli posterius.
Vena suprascapularis dari posterior scapula.
Vena jugularis anterior.

PEMBULUH DARAH KEPALADAN

Vena Jugularis

Anterior

Vena jugularis anterior berjalan turun

di depan leher dekat garis


atas sternum, vena kedua sisi
saling dihubungkan oleh arcus jugularis. Vena jugularis anterior
bergabung dengan vena jugularis externa profunda terhadap
tengah (Gambar 6-9). Tepat

di

musculus stemocleidomastoideus.

Vena Jugularis lnterna


Vena jugularis interna merupakan sebuah vena besar yang mene-

rima darah dari otak, wajah, dan leher (Gambar 6-9). Pembuluh ini
mulai sebagai lanjutan dari sinus sigmoideus dan meninggalkan
tengkorak melalui foramen jugulare. Kemudian vena berjalan
turun melalui leher di dalam vagina carotica lateral terhadap
nervus vagus dan arteri carotis communis dan arteri carotis interna.
Akhirnya vena bergabung dengan vena subclaVia di belakang
ujung medial clavicula untuk membentuk vena brachiocephalica
(Gambar 6-2 dan 6-9). Sepanjang perjalanannya, pembuluh ini
berhubungan erat dengan nodi lymphatici cervicales profunda.
Vena jugularis interna mempunyai pelebaran pada ujung
atasnya disebut bulbus superior, dan yang lainnya dekat ujung
akhirnya disebut bulbus inferior. Tepat di atas bulbus inferior
terdapat valvula bicuspidalis.

Anterolateral: Kulit, fascia, musculus sternocleidomastoideus,

Anatomi Permukaan Pembuluh


Darah Besar Kepala dan Leher

Vagina Carotica

Vagina carotica, yang merupakan sarung jaringan ikat padat berisi

arteria carotis, vena iugularis interna, nereus vagus, dan nodi


lymphatici cervicales profundi, dapat ditandai dari luar dengan
sebuah garis yang menghubungkan articuiatio sternoclavicularis
ke titik pertengahan antara ujung process mastoideus dan angulus

mandibulae. Setinggi pinggir atas cartilago thyroidea, arteria


carotis communis bercabang aua menjadi arteria carotis interna
dan extema (Gambar 6-10). Denyut nadi arteria-arteria ini dapat
diraba pada tempat ini.

ArteriaTemporalis Superficialis

auricula telinga (Cambar o-I).

musculus omohyoideus, yang terletak di antara vena ini dan

Denyut arteria facialis dapat diraba pada saat pembuluh ini


menyilang pinggir bawah corpus mandibulae, pada pinggir

musculus digastricus, dan pars spinalis nervus accessorius.


Rantai nodi lymphoidei cervicales profundi terletak sepanjang
vena ini.
Posterior: Processus transversus vertebrae cervicalis, musculus
ievator scapulae, musculus scalenus medius, musculus
scalenus anterior, plexus cervicalis, nervus phrenicus, truncus
thyrocervicalis, vena vertebralis, dan bagian pertama arteria
subclavia (Gambar 6-2). Pada sisi kiri vena ini berjalan di di

Medial: Di atas terletak arteria carotis interna dan Nervi


craniales Dri X, Xl,dan XII. Di bawah terdapat arteria carotis
communis dan nervus vagus.

Arteria

Facialis

anterior musculus masseter (Gambar 6-10).

Bagian Ketiga

Arteria

Subclavia

Perjalanan bagian ketiga arteria subclavla dapat dituntukkan


oleh sebuah garis lengkung yang berjalan ke atas dari articulatio
sternoclavicularis sekitar 1,3 cm dan kemudian ke bawah menuju
bagian tengah clavicula (Gambar 6-10). Di sini, di mana arteria
terletak di permukaan atas costa I, denyutnya dapat diraba. Vena
subclavia terletak di belakang clavicula dan tidak dapat diraba.

Vena jugularis externa

Vena jugularis extema terletak di dalam fascia superficialis


profunda terhadap musculus platysma. Berjalan ke bawah dari
daerah angulus mandibulae menuju ke pertengahan clavicula

Cabang-Cabang Vena Jugularis lnterna

I
<)
rl
I
a
I

pembuluh ini sering menjadi tempat muara duclus lhoracicus di


sisi kiri dan ductus lymphaticus dexter di sisi kanan.

depan ductus thoracicus.

vena jugularis interna untuk membentuk vena brachiocephalica,


dan menerima darah dari vena jugularis externa. Tambahan pu14

dan glandula parotidea. Bagian bawahnya ditutupi oleh


musculus sternothyroideus, musculus stemohyoideus, dan
musculus sternocleidomastoideus (Gambar 6-3). Lebih ke atas,
vena ini disilang oleh musculus stylohyoideus, venter posterior

181

Denyut arteria temporalis superficialis dapat diraba pada saat


pembuluh ini menyilang arflrs zygomaticus, tepat di depan

Batas-Batas Vena Jugularis lnterna

LEHER

Sinus petrosus inferior (Gambar 18-16).


Vena facialis (Gambar 6-9).

(Gambar 6-10).

Venae pharyngeales.

Vena lingualis (Gambar 2-8).


Vena thyroidea superior (Gambar 6-3).
Vena thyroidea media (Gambar 24-9).

ffiAr'*ffiARAhi
ffiAffi {*ffi RAFf; K Pffi T4ffiLJ
ffiARAF"{ ffiHSAR LffiHffiR

Vena Subclavia
Vena subclavia merupakan lanjutan dari vena axillaris mulai

dari

pinggirlateralcostal(Gambar6-2).Pembuluhinibergabungdengan

LI""}

Sebuah angiogram aorta memperlihatkan arteria-arteria besar


pada pangkal leher tampak pada Gambar 5-5 dan 5-6.

'182

BAB 6

capitulum mandibulae

zygomaticus

ductus parotideus
vena jugularis interna
musculus masseter
arteria facialis
arteria carotis
externa
protuberantia
occipitalis externa

musculus
digastricus

os hyoideum
arteria carotis communis

vena jugularis

cartilago thyoidea

M. trapez

venter inferior omohyoideus


cartilago cricoidea
acromton
isthmus glandula thyroideae

clavicula
arteria subclavia
M. sternocleidomastoideus

Gambar 6-10 Anatomi permukaan leher dilihat dari aspek lateral.

Pertanyaan Melengkapi

2. Arteria carotis communis berakhir

Setiap nomor atau pernyataan yang tidak lengkap di bawah ini


diikuti dengan jawaban atau keterangan yang melengkapinya.
Pilihlah satu jawaban yang PALING TEPAL

1.

A.
B.
C.
D.
E.

Arteria carotis communis berakhir di atas setinggi:


A. cartilagocricoidea.

B. vertebra cervicalis V.
C. pinggir bawah cartilago thyroidea.
D. os hyoideum.
E. pinggir atas cartilago thyroidea.

dengan bercabang dua

menjadi:

3.

arteria temporalis superficialis dan arteria maxillaris.


arteria vertebralis dan arteria pharyngica ascendens.
arteria carotis intema dan arteria carotis externa.
arteria thyroidea superior dan arteria lingualis.
arteria occipitalis dan arteria temporalis superficialis.

Sinus caroticus adalah sebuah:

A.

pelebaran vena jugularis intema dekat arteria carotis


commurris.

B.

reseptorkimia (chemoreceptor).

PETABULUH DARAH KEPALADAN

C.

D.
E.

bagian dari arteria carotis externa di mana tunica medianya


tebal.

LEHER

183

canalis caroticus.
foramen rotundum.

D. refleks reseptor
E.

tekanan di mana peningkatan tekanan


darah mengakibatkan meningkatnya denyut jantung.
pelebaran bagian terminal arteria carotis communis atau

11

B.
C.
D.
E.

permulaan arteria carotis interna.


4.

Bagian ketiga arteria subclavia berdekatan dengan:


A. plexus cervicalis.

Ketiga arteria carotis terletak paling dekat kulit di:


A. pinggir anieriormusculus sternocleidomastoideus setinggi

truncus inferior plexus brachialis.


costa II.
truncussympathicus.
articulatio acromioclavicularis.

pinggir atas cartilago thyroidea.

B. pinggir posterior musculus

sternocleidomastoideus

12. Di leher arteria vertebralis berjalan ke atas melalui:

A.
B.

setinggi pinggir atas cartilago thyroidea.

C. pinggirbawahmandibula.
D. pinggir atas articulatio sternoclavicularis.
E. setinggi cartilago cricoidea.
5.

Arteria carotis externa berakhir di atas setinggi bagian dalam:


A. glandula submandibularis.
B. glahdula thyroidea.
C. glandula sublingualis.
D. fossa cranii posterior.
E. glandula parotidea.

foramina vertebralis enam vertebra cervicalis bagian atas.


foramina di dalam processus transversus enam vertebra
cervicalis bagian bawah.

C. foramina di dalam

processus transversus enam vertebra


cervicalis bagian atas.

D.

foramina di dalam processus transversus seluruh vertebra

E.

foramenstylomastoideum.

cervicalis-

13.

Di leher vena jugularis interna berjalan turun ke bawah di


dalam sarung bersama dengan:

A. trigonumdigastricum.
B. vagina carotica.
C. lamina prevertebralis fascia cervicalis
D. trigonumsubmentale.
E. fascia superficialis.

Cabang-cabang terminal arteria carotis extema adalah:

A. arteria temporalis superficialis dan arteria maxillaris.


B. arteria facialis dan arteria auricularis posterior.
C. arteria thyroidea superior dan arteria pharyngica
ascendens.

D.
E.

arteria maxillaris dan arteria lingualis.


arteria vertebralis dan truncus thyrocervicalis.

Arteria meningea media masuk tengkorak melalui:


A. foramen ovale.
B. foramen rotundum.
C. foramen magnum.
D. foramen spinosum.
E. foramen jugulare.
8.

74 Vena

A.
B.
C.
D.
E.
A.
B.
C.
D.
E.

dengan:
area sensorik cortex cerebri.

angulus posteroinferior os parietale.

sinus petrosus superior.


sirtus sigmoideus.

jugularis interna bermuara langsung ke dalam:


venabrachiocephalica.
vena subclavia.
vena cava superior.
vena jugularis externa.

sinus sigmoideus.

76. Perjalanan vena

jugularis intema adalah sebagai berikut:


processus styloideus dan titik tengah

bagian bawah ala major ossis sphenoidalis.


area motorik cortex cerebri.

A. Antara ujung

sinus venosus sagittalis inferior.

B. Antara articulatio sternoclavicularis dan

clavicula.
pertengahan
antara processus styloideus dan angulus mandibulae.

Arteria carotis interna berjalan ke atas di leher bersama dengan


vena jugularis interna dan:
A. nervus glossopharyngeus.

B.
C.
D.
E.

jugularis intema merupakan lanjutan dari:

sinus venosus transversus.


sinus rectus.
sinus cavemosus.

15. Vena

Ramus anterior arteria meningea media terletak dekat

A.
B.
C.
D.
E.

profunda.

C.
D.

nervus hypoglossus.

Antara articulatio stemoclavicularis dan titik tengah antara


processus mastoideus dan angulus mandibulae.
Mengikuti perjalananpinggir anterior musculus sternocleidomastoideus.

nervus vagus.

E.

Antara titik tengah clavicula dan process mastoideus.

nervus facialis.
N.accessorius.

17

Vena jugularis externa dibentuk oleh pertemuan dari:

A. vena auricuiaris posterior dan divisi posterior vena


10.

Arteria carotis interna masuk tengkorak melalui:


A. foramen magnum.

B.
C.

foramen ovale.
foramen jugulare.

retromandibularis.

B. vena cervicalis transversus dan vena suprascapularis.


C. vena jugularis externa posterior dan vena jugularis
anterior.

184

BAB 6

D. vena auricularis postedor dan divisi anterior


E.

vena

retromandibularis.
vena thyroidea inferior dan vena facialis.
jugularis externa berjalan turun sepanjang leher:
profunda terhadap musculus sternocleidomastoideus.
superficial terhadap musculus platysma.
profunda terhadap fascia cervicalis profunda.
berjalan di belakang pertengahan clavicula.
profunda terhadap musculus levator scapulae.

18. Vena

A.
B.
C.
D.
E.

benar. Arteria carotis communis berakhir di atas


setinggi pinggir atas cartilago thyroidea, setinggi vertebra

1. E yang

cervicalis IV.

C yang benar. Arteria carotis communis berakhir dengan

19. Vena subclavia merupakan lanjutan dari:

A.
B.
C.
D.
E.

venasuprascapularis.
vena axillaris.
venabrachialis.
vena cervicalis transversa.
vena cervicalis profunda.

20. Vena subclavia menerima darah dari:

A.
B.
C.
D.
E.

ductus thoracicus sisi kanan.


Vena jugularis externa kedua sisi.
Vena jugularis anterior

kiri

saja.

Venae thyroideae inferiores.


Venae pharyngeus.

12. C yang benar. Terdapat tujuh buah vertebra cervicalis dan


di leher arteria vertebralis berialan ke atas melalui foramina
processus transversus enam vertebra cervicalis bagian atas.
Foramen di processus ttansversus vertebrae cervicalis VII
berukuran kecil dan hanya dilalui oleh vena vertebralis.

bercabang dua menjadi arteria carotis intema dan externa.


J.

E yang benar. Sinus caroticus adalah sebuah pelebaran bagian

terminal arteria carotis communis atau permulaan arteria


carotis interna. Merupakan sebuah reseptor tekanan.
4.

Ayangbenar. Ketiga arteria carotis terletakpaling dekat dengan

kulit pada sisi anterior musculus

13. B yang benar. Vena jugularis intema berjalan turun ke bawah


sepanjang leher di dalam vagina carotica, yang dibentuk
oleh fascia profunda. Bersama vena terdapat arteria carotis
communis dan arteria carotis interna, nervus vagus, dan nodi
lymphatici cervicales profundi.

sternocleidomastoideus

setinggi pinggir atas cartilago thyroidea.

14. E yang benar. Vena juguiaris interna merupakan lanjutan dari


sinus sigmoideus.

5. E yang benar. Arteria carotis externa berakhir di belakang


collum mandibulae di dalam glandula salivaria parotidea

15. A yang benar. Vena jugularis interna langsung bermuara ke


dalam vena brachiocephalica (Gambar 6-9).

(gambar 6-3 dan6-6).

caroti.s externa berakhir dengan


bercabang dua menjadi arteria temporalis superficialis dan
arteria maxiliaris.

6. A yang benar. Arteria

7. D yang

benar. Arteria meningea media masuk tengkorak


melalui foramen spinosum pada ala major ossis sphenoidalis.
Ramus anterior arteria meningea media di
dalam tengkorak terletak dekat dengan area motorik cortex

8. D yang benar.

C yang benar. Arteria carotis interna berjalan ke atas di leher


bersama dengan vena juguiaris intema dan nervus vagus di
dalam vagina carotica (Gambar 6-5).

10. D yang benar.

L7. A yang benar. Vena jugularis extema dibentuk dari pertemuan


antara vena auricularis posterior dan divisi posterior vena
retromandibularis.
18.

cerebri.
9.

15. C yang benar. Perjalanan vena jugularis intema adalah dari


titik tengah antara ujung processus mastoideus dan angulus
mandibulae ke articulatio sternoclavicularis.

Arteria carotig interna masuk tengkorak melalui

canalis caroticus di dalam os temporale.

\7. B yang benar. Bagian ketiga arteria subclavia, pada saat


berjalan di permukaan atas costa I, terletak berdekatan dengan
truncus inferior plexus brachialis.

D yang

benar. Vena jugularis externa berjalan ke bawah

sepanjang leher kemudian berjalan di belakang pertengahan


clavicula.

19. B yang benar. Vena subclavia merupakan lanjutan dari vena


axillaris pada pinggir luar costa I.
20.

.B

yang benar. Vena subclavia menerima darah dari kedua vena

jugularis extema (Gambar 6-9).

Pembuluh Darah
Ekstremitas Superior

185

186

BAB 7

Anatomi Dasar

Catatan Fisiotogi: Pengaturan Saraf pada

Arteria Extremitas Superior

Catatan Fisiotogi: Anastomosis Arteri di Sekitar


Sendi

Bahu

Subctavia
Cabang-cabang Arteria Axiuaris

Cabang-cabang Arteria

Catatan Fisiotogi: Anastomosis Arteri di Sekitar Sendi Siku

Superior
Perifer

Persarafan untuk Arteri Extremitas

Vena Extremitas

Anatomi Permukaan
188

Catatan Fisiotogi: Daya Tahan

Superior

Persaiafan untuk Vena Extremitas

88

88

'191

Arteri

206

Anatomi Permukaan Vena Superficial Extremitas

Superior

206

Catatan Fisiotogi: Visuatisasi Vena Superficial Extremitas

Superior

2n7

Gambaran Radiografi Pembutuh Darah Extremitas

200

201

Superior

206

prognosis yang baik. Hubungan dekat dari banyak arteri extremitas


superior dengan vena dan saraf memungkinkan terjadinya cedera
multisistem, yang mengakibatkan terbentuknya fistula arteriovenosa,
gangguan sensasi, dan paralisis muskular. Penggunaan afteri dan

ANATSMI MASAR

vena extremitas superior sebagai tempat untuk akses vaskular dan


pemantauan invasif dapat menjadi sumber untuk cedera iatrogenik.
Tujuan bab ini adalah untuk membiasakan para profesional

pelayanan kesehatan dengan anatomi dasar pembuluh darah


extremitas superior, sehingga diagnosis cedera atau penyakit vaskular
dapat ditegakkan segera dan akses vaskular dapat dilakukan dengan
cepat dan akurat.

Batas-Batas
Ba

ll

Arteria axillaris (Gambar 7-L, 7-2, 7-3, dan 7-4) mulai dari pinggir
lateral costa I sebagai lanjutan arteria subclavia (Gambar 7-5) dan
berakhir pada pinggir bawah musculus teres major, di mana arteria
axillaris melanjutkan diri sebagai arteria brachialis. Sepanjang
perjalanannya, arteria axillaris berhubungan erat dengan f asciculusfasciculus plexus brachialis dan cabang-cabangnya serta diliputi
oleh selubung jaringan ikat yang dinamakan selubung axillaris.
Musculus pectoralis minor menyilang di depan arteria axillaris,

Ke anterior:musculus pectoralismajor, fasciayangmeliputinya,

dan 7-3).

ArteriaAxillaris

tas-batas sebagai berikut:

dan kulit. Vena cephalica menyiiang arteri (Gambar 7-7, 7-2,

Arteri Extremitas Superior


ll
I

Ke posterior: nervus thoracalis longus (saraf untuk musculus


serratus anterior) (Gambar 7-3).
Ke lateral: Ketiga fasciculus dari plexus brachialis (Gambar
7-3 danT-b).
Ke medial: vena axillaris (Gambar 7-3).

Bagian Kedua Arteria Axillaris


Bagian kedua arteria axillaris terletak

di belakang

musculus

pectoralis minor (Gambar 7-3).

sehingga membagi arteri (untuk keperluan deskripsi) menjadi tiga


bagian (GambarT-2,7-3, dan 7-5).

Batas-Batas

Bagian Pertama Arteria Axillaris

Batas-batas sebagai beriku t:

Bagian pertama arteria axillaris terbentang dari pinggir lateral


costa I sampai pinggir atas musculus pectoralis minor (Gambar

7-5).

206

200

federa arteri di extremitas superior umum terjadi. Untunglah,


\,dengan terdapatnya sirkulasi kolaleral yang baik, men.jamin

Vena

Anatomi Permukaan Arteri dan Vena Extremitas Superior 206

Ke anterior: musculus pectoralis minor, musculus pectoralis


major, fascia yang membungkus otof dan kulit (Cambar 7-2
dan 7-5).

PEIABULUH DARAH EKSTREIAITAS SUPERIOR

187

nervi supraclaviculares

cephalica

M. deltoideus

acromton
M. sternocleidomastoideus

M. biceps dan
coracobrachialis

clavicula

M. triceps caput longum

manubrium sterni

A. axillaris
V axillaris
N. cutaneus brachii medialis
pectoralis major
M, subscapularis
M. laiissimus dorsi
cutanei nervi
intercostales

M. teres major

N- intercostobr
M. serratus anterior

/,processus xiphoideus

N. thoracalis longus

A. thoracalis lateralis

aponeurosis M. obliquus externus


Gambar 7-1 Regio pectoralis dan axilla.

Ke posterior: Fasciculus posterior plexus brachialis, musculus


subscapularis, dan articulatio humeri (Gambar 7-3).
Ke lateral: Fasciculus lateralis plexus brachialis (Cambar 7-3)

o Ke lateral: musculus coracobrachialis, musculus

.)
I Ke medial:

Fasciculus medialis plexus brachialis dan vena


axillaris (Gambar 7-3 danT-6).

biceps,

dan humerus. Radix lateralis nervus medianus dan nervus


musculocutaneus juga terletak di sebelah lateral (Gambar
7-2).

Ke medial: nervus ulnaris, vena axillaris, dan nervus cutaneus


brachii medialis (Gambar 7-2).

Bagian Ketiga Arteria Axillaris


Bagian ketiga arteria axillaris terbentang dari pinggir bawah
musculus pectoralis minor sampai pinggir bawah musculus teres
major (Gambar 7-5).
Batas-Batas
Batas-batas sebagai beri ku t:

a Ke anterior: musculus
I

pectoralis major untuk jarak pendek;


bagian bawah arteria axillaris disiiang oleh radix medialis
nerr-us medianus (Gambar 7-2 danT-6).
Ke posterior: musculus subscapularis, musculus latissimus
dorsi dan musculus teres major. Nervus axillaris dan nervus
radialis juga terletak di belakang arteri (Gambar 7-3).

Cabang-Cabang Arteria Axi lari s


I

Cabang-cabang arteria axillaris memberi darah

untuk dinding

thorax dan regio humeri. Bagian pertama arteria axiilaris


mempunyai satu cabang (arteria thoracica superior), bagian kedua
mempunyai dua cabang (arteria thoracoacromialis dan arteria
thoracica lateralis), dan bagian ketiga mempunyai tiga cabang
(arteria subscapularis, arteria circumflexa humeri anterior, dan
arteria circumflexa humeri posterior) (Gambar 7-5).

Arteria thoracica superior berukuran kecil dan berjalan


sepanjang pinggir atas musculus pectoralis minor. Arteria
thoracoacromialis segera memberikan cabang-cabang terminal.
Arteria thoracica lateralis berjalan sepanjang pinggir bar.,r.ah
musculus pectoralis minor (Gambar 7-5). Arteria subscapularis

BAB 7

188

M. pectoralis major

N. musculocutaneus

ligamentum coracoclaviculare
M. tr

ligamentum coracoacromiale
tuberculum majus
M. deltoideus

M. sternocleidomastoideus
Nervi supraclaviculares

V. cephalica

M. subclavius
A. thoracoacromialis
N. medianus

saraf untuk
M. triceps

manubrium sterni
N. pectoralis lateralis

N. radialis
N. cutaneus brachii
posterior
N. axillaris

fascia clavrpectoralis

N. ulnaris
N

M. pectoralis minor

subscapularis inferior
M. subscapularis
N. subscapularis media
M. latissimus dorsi
N. thoracalis longus

\
A. thoracalis lateralis

^
Gambar 7-2 Regio pectoralis dan axilla; musculus pectoralis major dibuang untuk memperlihatkan struktur dl bawahnya.

berjalan sepanjang pinggir bawah musculus subscapularis.


Arteria circumflexa humeri anterior dan posterior masing-masing
melingkaribagian depan danbelakang collum chirurgicum humeri

Arteria cervicalis superficialis, memberikan sebuah cabang


profunda yang berjalan turun sepanjang pinggir medial
scapu la.

(Gambar 7-5).
Cabang-Cabang Arteria Axillaris

Arteria subscapularis bersama cabangnya arteria circumflexa


scapulae, masing-masing mendarahi fossa subscapularis dan
infraspinata.

a
a

Anastomosis Arteri di Sekitar Sendi Bahu


N,4obilitas

sendi bahu yang berlebihan dapat mengakibatkan

Arteria circumllexa humeri anterior.


Arteria circumflexa humeri posterior.

tertekannya arteria axillaris dan oklusi sementara dari lumennya.

Untuk mengatasi hal ini, terdapat anastomosis penting antara


cabang-cabang arteria subclavia dengan arteria axillaris, dengan

demikian menjamin aliran darah yang adekuat ke extremitas


superior tanpa memperhatikan posisi dari lengan atas (Gambar

Kedua arteria circumflexa membentuk anatomosis melingkar di


sekeliling collum chirurgicum humeri (Gambar 7-7).

7-7\.

Cabang-Cabang Arteria Subclavia

Arteria brachialis (Gambar 7-8 dan 7-9) muiai dari pinggir bar.r'ah
musculus teres major sebagai lanjutan dari arteria axiil;rris. Arteria
brachialis merupakan arteri r:tama r,rntuk lengan atas {Camtrar

Arteria suprascapularis, mengurus daerah fossa supraspinata


dan infraspinata scapulae.

Arteria Brachialis

PE lvlBu LU H D ARAH EKST REI{ITAS SU PERI OR

189

M. levator scapulae
M. trapezius
N. dorsalis scapulae

M. pectoralis major

fasciculus lateralis plexus brachialis

M. deltoideus

c5
l\4. biceps

b
7

caput brevis
M. coracobrachialis

T1

M. triceps
caput mediale

saraf untuk M. subclavius

M. triceps
caput longum

subclavius
N. radialis
N. axillaris
N. subscapularis

V axillaris

N. thoracodorsalis

A. subscapularis
M. subscapularis

M. pectoralis minor

N. thoracalis longus
l\,4.

serratus anterior

l\4. intercostalis externus

membrana intercostalis anterior

Gambar 7-3

Regio pectoralis dan axilla; musculus pectoralis major, minor dan fascia clavipectoralis dibuang untuk

memperlihatkan struktur di bawahnya.

7-8).

Arteri ini berakhir di depan collum radii dengan bercabang


menjadi arteria radialis dan arteria ulnaris.

Ke medial: nervus ulnaris dan vena basilica pada bagian atas


lengan atas; pada bagian bawah lengan atas nen'us medianus
terletak pada sisi medial (Cambar 7-9).

Batas-Batas

Ke lateral: Di bagian atas nervus medianus,

Batas-batas adalah sebagai berikut:

a Ke anterior: Pembuluh

terletak superfisial dan di sisi lateral


tertutup oleh musculus coracobrachialis dan musculus biceps.

Nervus cutaneus antebrachii medialis terletak di depan


bagian atas; nervus medianus menyilang bagian medial; dan
aponeurosis bicipitalis merryilang bagian bawah pembuluh
(Gambar 7-9).

Ke posterior: arteria terletak di depanmusculus triceps, irrsersi


musculus coracobrachiaiis, dan musculus brachialis (Gambar
7-s)"

muscuius
coracobrachialis, dan musculus biceps; tendo musculus biceps
brachii terletak lateral terhadap arteri pada bagian bawah
perjalanannya (Gambar 7-9).

Cabang-Cabang

Arteria

Brachial is

I Rami musculares untuk ruang anterior lengan atas.


a Arteria nutricia untuk humerus.
t Arteria profunda brachii dipercabangkan dari

pangkal
A.brachialis dan mengikuti perjalanan N.radialis menuju ke
sulcus spiralls os humeri (Gambar 7-10).

190

BAB 7

tendo M. pectoralis major (dibalik)


caput longum
M. biceps brachii

fasciculus lateral
plexus brachialis

caput breve
M. biceps brachii

processus coracoideus
tendo M. pectoralis minor (dipotong)

e'r

N. musculocutaneus

N. medianus

,
A. subscapularis

corpus sterni

\#
?

l.{:

M. subscapularis

V. axillaris (dipotong)

SISI KANAN
.

M. latissimus
dorsi

A. thoracica
lateralis

nervus
thoracodorsalis

M. serratus anterior
M. obliquus
abdominis
externus

Gambar 7-4 Diseksi axilla kanan. Musculus pectoralis major dan minor, fascia clavipectoralis diangkat untuk memperlihatkan
struktur-struktur yang ada di bawahnya.

PEIABULU H DARAH EKSTRETIITAS SUPERIOR

191

bagian I arteria axillaris


bagian ll arteria axillaris

bagian lll arteria axillaris


A. subclavia

A. circumflexa humeri
anterior dan posterior

A. thoracalis suprema
A. thoracoacromialis
M. pectoralis minor
A. thoracalis lateralis

V. axillaris

A. brachialis

A. subscapularis

W. commitantes
A. brachialis

basilica
M. teres major

Gambar 7-5 Bagian arteria axillaris dan cabang-cabangnya. Perhatikan pembentukan vena axillaris pada pinggir bawah
musculus teres major.

Arteria collateralis ulnaris superior dipercabangkan di


pertengahan lengan atas dan mengikuti perjalanan N. ulnaris
(Gambar 7-10).

Arteria collateralis ulnaris inferior dipercabangkan dekat


ujung terminal arteri dan ikut membentuk anastomosis di
sekitar sendi siku (Gambar 7-10).

Arteria

Radialis

Arteria radialis adalah cabang terminal yang lebih kecil dari


arteria brachialis. Pembuluh ini mulai dari fossa cubiti setinggi
collum radii (Gambar 7-77 dan 7-L2). Afieria radialis berjalan ke
distal dan lateral, di bawah musculus brachioradialis dan terletak

pada otot-otot kelompok profunda lengan bawah. Pada dua


pertiga perjalanannya, ramus superficialis nervi radialis terletak di
sebelah lateralnya.

Anastomosis Arteri di Sekitar Sendi Siku


Untuk mengatasi sementara waktu penyumbatan aderia brachialis

selama gerakan send siku, arteri-arteri berikut ini mengadakan


anastomosis satu dengan yang lain. Arteria profunda brachii,
arteria collateralis ulnaris superior dan inferior dari arteria brachia

lis

beranastomosis dengan arteria recurrens radialis, arteria


recurrens ulnaris, dan arteria recurrens interossea posterior
(cabang arteria interossea communis dari arteria ulnaris) di inferior
(Gambar 7-10).

Pada bagian distal lengan bawah, arteria radialis terletak di


permukaan anterior radius dan hanya ditutupi oleh kulit dan
fascia. Di tempat ini, di lateral arteria radialis terdapat tendo
musculi brachioradialis (Gambar 7-13) dan di sebelah medialnya

terdapat tendo musculus flexor carpi radialis (tempat untuk


memeriksa denyut nadi radialis).
Di pergelangan tangan, arteria radialis membelok di sekitar
pinggir lateral carpus ke ujung proximal ruang di antara os
metacarpalia pertama dan kedua, di mana pembuluh ini menuju
ke anterior, ke telapak tangan di antara kedua caput musculi
interosseus dorsalis pertama. Kemudian arteria membelok ke
medial di antara caput obliquus dan transversus musculus
adductor pollicis dan bergabung dengan ramus profundus arteria
ulnaris untuk membentuk arcus palmaris profundus (Gambar
7-t1).

192

N.dorsalis scapulae

N. subclavius
N. suprascapularis
N. pectoralis lateralis

N. musculocutaneus

N. medianus

A. axillaris

N. thoracalis longus

N. radialis

N. cutaneus antebrachii
medialis

M. pectoralis minor
N. ulnaris

V axillaris

N. cutaneus brachii medialis

M. pectoralis major
axillaris

M. biceps

N. cutaneus antebrachii medialis

sulcus bicipitalis

V axillaris
N. cutaneus brachii medialis
humerus
M. coracobrachialis

N. musculocutaneus

M. ulnaris

N. teres major

N. radialis

N. medianus

Gambar 7-6 A, Hubungan plexus brachialis dan cabang-cabangnya terhadap afteria dan vena axillaris. B. Diagram bawah
adalah potongan melalui axilla setinggi M.teres major.

Cabang-Cabang di Lengan Bawah

r
I
a

Rami musculares untuk otot-otot disekitarnya.


Rami recurrens, yang ikut serta dalam anastomosis di sekitar
articulatio cubiti (sendi siku) (Gambar 7-12).
Ramus palmaris superficialis, yang dipercabangkan tepat
di atas pergelangan tangan (Gambar 7-12), masuk ke telapak
tangary dan sering bergabung dengan arteria ulnaris untuk
membentuk arcus palmaris superficialis.

Cabang-Cabang Arteria Radialis


diTelapakTangan
Segera setelah sampai di telapak tangan arteria radialis mempercabangkan arteria radialis indicis, yang mendarahi sisi lateral
jari telunjuk, dan arteria princeps pollicis, yang bercabang dua dan
mendarahi sisi lateral dan medial ibujari.

PEMBULUH DARAH EKSTREIIIITAS

SU

PERIOR

193

tru ncus thyrocervicalis

A. subclavia

M. scalenus anterior
A" cervicalis superficialis

A. suprascapularis

A. thoracalis suprema
A. thoracoacromialis

A. thoracica iateralis

ramus profundus
A. cervicalis
superficialis

,,t\

ah\
'4il,

YJ
I
I

\'

A. circumflexa
humeri anterior
dan posterior

N
1\--\-.r
A. subscapularis
A. circumflexa scapulae

Gambar 7-7 Arletiae yang membentuk anastomosis di sekitar articulatio humeri.

Arcus Palmaris Profundus dan

Cabang-Cabang

Cabang-Cabangnya

Cabang-cabang adalah sebagai berikut:

Arcus palmaris profundus merupakan lanjutan langsung arteria


radialis (Gambar 7-1.4). Artei ini terletak di dalam telapak tangan
dan membelok ke medial di bawah tendo-tendo otot flexor panjang
dan di depan ossa metacarpi dan musculi interossei. Arcus ini
dilengkapi pada sisi mediainya oleh ramus profundus arteria
ulnaris. Lengkung arcus terletak setinggi pinggir proximal ibujari
dalam keadaan ekstensi.

Arcus palmaris profundus memberikan

cabang-cabang
recurrens ke superior, yang ikut serta dalam anastomosis di region

pergelangan tangan dan ke inferior bergabung dengan rami


digitales dari arcus palmaris superficialis.

a
t
ll
I

Palmaris

Metacarpalia
Perforans
Recurrens

Arteria Ulnaris dan Cabang-Cabangnya

Arteria ulnaris adalah cabang terminal arteria brachialis yang lebih


besar (Gambar 7-B danT-12). Arteia ini berawal dari fossa cubiti
setinggi collum radii. Pembuluh ini berjalan ke distal di dalam

PEIABULUH DARAH EKSTREANITAS SUPERIOR

N\ , M sternocleidomastoideus

A\\
7/\\'

M. deltoideus

,a/..-,---

M. biceps brachii
caput breve
M. biceps brachii
caput longum

N. radialis

M. coracobrachialis

n.ufnuri"\
N. medianus

M. triceps brachii

septum intermusculare mediale

M. brachialis

M. brachioradialis

M. extensor carpi
radialis longus

M. pronator teres
M. flexor carpi radialis

M. palmaris longus

tendo M. biceps

aponeurosis bicipitalis

brachii
A. radialis

A. ulnaris
M. flexor carpi ulnaris

Gambar 7-9 Permukaan anterior lengan atas, Bagian medial musculus biceps brachii dibuang untuk memperlihatkan nervus
musculocutaneus yang terletak di depan musculus brachialis.

195

196

A. circumflexa
humeri posterior

A. circumflexa
humeri anterior

A. profunda

Irlt

brachii

1,

A. brachialis

A. collateralis ulnaris superior

A. interossea recurrens

A. recurrens ulnaris posterior

A. interossea

A. interossea communis
anterior

I
oosteriorA. interossea

Gambar 7-10 Arteri-afteri utama lengan atas. Perhatikan anastomosis arteria di sekitar sendi siku.

PETIBU LU H DARAH EKSTRETAITAS SUPERI OR

N. musculocutaneus
yang nantinya akan
menjadi N. cutaneus
antebrachii Iateralis

M. brachialis

A. brachialis
M. biceps brachii

N. medianus
septum intermusculare
mediale

M. brachioradialis
M. extensor carpi
radialis longus

M. pronator teres

tendo M. biceps
A. ulnaris

M. extensor carpi
radialis brevis
M. flexor carpi radialis

M. supinator

M. palmaris longus
ramus superficialis
N. radialis

M. flexor carpi ulnaris

M. pronator teres
M. abductor
pollicis longus
M. flexor digrtorum

A. radialis

superficialis

M. extensor
pollicis brevis

M. pronator
quadratus

A. N. ulnaris

M. abductor
pollicis longus
N. medianus
rad ius

retinaculum musculorum
flexorum

Gambar 7-11 Lengan bawah dilihat dari anterior. Bagian tengah musculus brachioradialis dibuang untuk memperlihatkan
ramus superficialis nervi radialis dan arteria radialis,

197

198

BAB 7

M. brachialis
septum intermusculare mediale

M. biceps brachii

A. brachialis

M. brachioradialis

caput humerale M. pronator teres


M. flexor carpi radialis

M. extensor carpi
radialis longus

caput ulna M. pronator teres

A. recurrens radialis
N. medianus

ramus profundus
N. radialis

A. ulnaris

M. extensor carpi

caput humerale M. flexor


digitorum superficialis

radialis brevis

A. radialis
M. supinator

caput radial M. flexor


digitorum superficialis

M. flexor carpi ulnaris

M. flexor digitorum profundus

ramus superficialis
N. radialis

M- brachioradialis
M. flexor

ramus cutaneus
posterior N. ulnaris

pollicis longus
N. medianus
M- abductor

pollicis longus

A. radialis
N. ulnaris
M. pronator
quadratus

A. ulnaris

,ll,

Gambar 7-12 Lengan bawah dilihat dari anterior. Sebagian besar otot-otot superficial dibuang untuk memperlihatkan musculus
flexor digitorum superficialis, nervus medianus, ramus superficialis nervus radialis, dan arteria radialis. Perhatikan bahwa caput
ulna musculus pronator teres memisahkan nervus medianus dari afteria ulnaris.

PE IIIBU LU H D ARAH EKST REIAITAS SU PERI O R

199

vagina flexorum
fibrosum
arteriae dan nervi
digitales palmares

tendinesM. flexor
digitorum superficialis

M. flexor pollicis

brevis

arcus palmaris
superficialis

M. abductor pollicis
brevis

M. abductor digiti
minimi
nervus ulnaris
retinaculum
musculorum
flexorum

os pisiforme
arteria ulnaris

nervus medianus

M. abductor pollicis
longus

M. flexor digirorum
superficialis

arteria radialis

flexor carpi
radialis
brachioradialis
Gambar 7-13 Diseksi lengan bawah dan tangan kiri depan memperlihatkan struktur-struktur superficial.

di depan dan belakang membrana interossea; arteria tersebut

ini membelok ke lateral di belakang aponeurosis palmaris dan

juga mempercabangkan arteria nutritia untuk radius dan

di depan tendo-tendo flexor panjang. Arcus disempurnakan


di sebelah lateral oleh cabang arteria radialis. Lengkung arcus

ulna.
Ramus palmaris profundus arteria ulnaris dipercabangkan

di depan retinacuium musculorum flexorun, berjalan di


antara musculus abductor

membentuk arcus palmaris profundus (Gambar 7-14 dan

dalam keadaan ekstensi penuh.

digiti minimi dan musculus flexor

digiti minimi, dan bergabung dengan arteria radialis untuk

/-t/

terletak mellntang di telapak tangan setlnggi pinggir distal ibujari

).

Arcus Palmaris Superficialis

Arcus palmaris superficialis merupakan lanjutan langsung arteria


ulnaris (Gambar 7-75). Sewaktu memasuki telapak tanUan, arteri

Cabang-Cabang
Empat arteria digitalis dicabangkan dari bagian cembung arcus
dan berjalan ke jari-jad (Gambar 7-15).

200
M. interosseus dorsalis ll
M. interosseus dorsalis lll
M. interossus palmaris ll
M. interosseus palmaris lll
M. interosseus dorsalis lV
M. interosseus palmaris lV

M. interosseus dorsalis

M. adductor pollicis

ossa sesamoideum
arcus palmaris
profundus
M. abductor pollicis brevis
M. opponens
digiti minimi
M. flexor pollicis brevis

M. abductor
digiti minimi

M. interosseus palmaris

A" dan N. ulnaris

M. flexor carpi radialis

retinaculum musculorum

fl

exorum

Gambar 7-14 Telapak tangan tampak anterior, memperlihatkan arcus palmaris profundus dan cabang terminal nervus ulnaris.
Diperlihatkan juga musculi interossei.

Persarafan untuk

Arteri

Extremitas Superior

Daya Tahan Perifer


Lumen arteriol berdiameter kecil, yang diatur oleh otot polos pada

Arteri-arteri extremitas superior disarafi oleh saraf simpatik.


Serabut-serabut preganglionik berasal dari badan se1 di dalam
segmen thoracica II sampai VIIi medulla spinalis. Serabut-serabut
berjalan ke atas di dalam truncus sympathicus dan bersinap di
dalam ganglion cervicale medius, inferius, thoracica pertama atau
ganglia stelata. Serabut-serabut posganglionik bergabung dengan
saraf yang membentuk plexus brachialis dan didistribusikan
ke arteri-arteri di dalam cabang-cabang plexus brachialis.
Contohnya, arteriae digitales jari-jari disarafi oleh serabut-serabut
posganglionik simpatik yang berjalan di dalam nervi digitales.

dindingnya, memberikan daya tahan secara efektif terhadap aliran


darah ke dalam vena pada daerah perifer sistem arteri. Jika arteriol

dikonstriksikan oleh aktivitas saraf simpatik, darah tertahan


di dalam sislem arteri, dan tekanan darah sistolik meningkat.
Elastisitas dinding arteri dilebarkan lebih lanjut, dan sebagai
akibatnya, tekanan darah diastolik juga meningkat. Jika arleriol
mengalami dilatasi, efek sebaliknya terjadi, dan tekanan darah
akan turun

Pembuluh darah di dalam tubuh umumnya dikonstriksikan


oleh aktivitas serabut saraf simpatik. Namun demikian, serabut
simpatik ke pembuluh darah otot skelet dan olot jantung meng-

PEIABULUH DARAH EKSTREIAITAS SUPERIOR

201

selubung fibrosa otot flexor

M. lumbricalis

M. interosseus dorsalis

M. flexor digitorum
superficialis
M. flexor digitorum

M. adductor pollicis

profundus

A. dan N. digitalis
palmaris
M. opponens
digiti minimi
arcus palmaris superficialis

M. opponens pollicis

M. fiexor digiti minimi


M. flexor pollicis brevis

M. abductor digiti minimi


M. abductor pollicis brevis
hamulus ossis hamati

crista os trapezium
M. abductor pollicis longus

os pisiforme
M. flexor carpi ulnaris

A. radialis
retinaculum musculorum
flexorum

tuberculum
scaphoideum

A. dan N. ulnaris

M. flexor carpi radialis


M. flexor pollicis longus

M. flexor digitorum superificialis

N. medianus
M. flexor digitorum profundus

Gambar 7-15 Telapak tangan tampak anterior. Aponeurosis palmaris dan sebagian besar retinaculum musculorum flexorum
dibuang untuk memperlihatkan arcus palmaris superficialis, nervus medianus, dan tendo-tendo flexor panjang, Segmen-segmen

tendo musculus flexor digitorum supefficialis dibuang untuk memperlihatkan tendo-tendo musculus flexor digitorum profundus.

hambat otot polos di dalam dindingnya, dan dengan demikian


menyebabkan vasodilatasi sedang. Efek vasodilator minimal

commitantes, yang berjalan bersama dengan seluruh arteri besar,


biasanya berpasangan, dan vena arillaris.

pada sirkulasi secara Lrmum dan tidak memberikan efek pada


tekanan darah.

Vena Extremitas Superior

Vena Superficialis

Vena superficialis terletak di dalam fascia superficialis dan sangat


penting pada klinik.

Arcus Venosus Dorsal is (Lengkung)


Vena extremitas superior dapat dibagi menjadi dua kelompok:
superficial dan profunda. Vena-vena profunda terdiri dari venae

Arcus venosus dorsalis terletak di dalam jaringan subcutan proksimal terhadap articulatio metacarpophalangea dan mengalirkan

202

M. brachialis
N. radialis

A. brachialis
N. medianus

A. recurrens ulnaris anterior


epicondylus lateralis
A. radialis

epicondylus medialis
A. recurrens ulnaris posterior

ramus superficialis
N. radialis
chorda obliqua

A.

nterosseus communis

M. supinator
A. interosseus posterior
ramus profundus
N. radialis

N. ulnaris
A. ulnaris

caput radiale M. flexor


digitorum superficialis
M. flexor digitorum profundus

M. pronator teres
A. interosseus anterior

membrana interossea

N. interosseus anterior

M. flexor pollicis longus

M. pronator quadratus
M. abductor
pollicis longus

Gambar 7-16 Lengan bawah tampak anterior, memperlihatkan struktur profunda.

PETABULUH DARAH EKSTRETAITAS SUPERIOR

203

M. flexor digitorum profundus

selubung fibrosa otot flexor

flexor digitorum
superficialis

ligamentum
palmare sendi

M. flexor digitorum superficialis


M. lumbricalis

M. interosseus dorsalis

M. flexor pollicis longus

caput transversus
M. adductor pollicis

ligamentum transversum
palmare profundus

A. metacarpalis palmaris
arcus palmaris
profundus
ramus profundus N. ulnaris
caput obliquum
M. adductor pollicis

M- opponens digiti minimi


M. flexor digiti minimi

M. opponens pollicis

M. abductor digiti minimi

M. abductor pollicis brevis


M. flexor pollicis brevis

A. dan N. ulnaris

M. abductor pollicis longus


M. flexor carpi ulnaris

A. radialis

M. flexor digitorum profundus

M. flexor pollicis longus

M. flexor carPi radialis

Gambar 7-17 Telapak tangan tampak anterior. Tendo-tendo flexor panjang dibuang dari telapak tangan, tetapi cara insersinya
pada jari diperlihatkan.

darahnya pada sisi lateral ke vena cephalica dan pada sisi medial

ke vena basilica (Gambar 7-18). Sebagian besar darah

dari

seluruh tangan dan jari-jari mengalir ke dalam anyaman ini, dan


berhubungan bebas dengan vena-vena profunda telapak tangan
melalui spatium interosseum.
Ve

na-Vena

Te

lapak Tangan

Vena Cephalica
Vena cephalica berasal dari pinggir lateral arcus venosus dorsale
rnanus dan membelok di sekitar pinggir lateral lengan bawah;

kemudian vena ini naik di dalam fascia superficialis menuju


fossa cubiti dan berjaian di depan lengan atas pada sisi lateral
musculus biceps brachii. Setelah sampai di ruang antara musculus
deltoideus dan musculus pectoralis major, vena cephalica

venosus palmaris superficialis dan profunda, menerima darah dari

menembus fascia profunda dan bermuara k e dalam vena axillaris.


Pada saat vena cephalica berjalan ke atas di extremitas superior,

pembuluh yang sesuai.

vena ini menerima beberapa aliran vena dari permukaan lateral

Arcus paimaris superficialis dan profunda diikuti oleh arcus

204

"\

ramus palmaris superficialis


arteriae radialis

\,-

t\/

,
arcus palmaris
superficialis

arcus palmaris
profundus

hamulus ossis
hamati

crista trapezium

retinaculum musculorum
flexorum

ramus profundus
arteriae ulnaris

tuberculum scaphoideum

N. ulnaris
Iipatan transversal distal

A. radialis

os pisiforme
lipatan transversal proximal

M. flexor carpi ulnaris

A. ulnaris
M. palmaris longus

N. medianus

M. flexor carpi radialis

rete venosum dorsale manus


M. extensor digiti minimi

M. extensor digitorum
M. extensor indicis

retinaculum musculorum
basis metacarpi

extensorum
I

tuberculum dorsale os radius


M. extensor pollicis
longus

trapezium

scaphoideum
processus styloideus radii
M. abductor pollicis longus

M. extensor pollicis brevis

Gambar 7-18 Anatomi permukaan daerah pergelangan tangan.

V- cephalica

PEIABULUH DARAH EKSTRETAITAS

dan posterior extremitas (Gambar 7-19). Yena mediana cubiti,


merupakan sebuah cabang vena cephalica di fossa cubiti, berjalan
ke atas dan medial danbergabung dengan vena basilica. Pada fossa
cubiii vena mediana cubiti menyilang di depan arteria brachialis
dan nerl"us medianus, tetapi vena ini dipisahkan dengan arteri
dan saraf tersebut oleh aponeurosis bicipitalis.

SUPERIOR

205

Vena Mediana Antebrachii


Vena kecil tetapi penting mulai di telapak tangan dan berjalan ke
atas di depan lengan bawah (Gambar 7-79). Yena ini bermuara

ke dalam vena basilica, atau vena mediana cubiti, atau terbagi


dua menjadi dua cabang, satu bermuara ke vena basilica (vena
mediana basilica) dan yang satu lagi bermuara ke vena cephalica
(vena mediana cephalica).

Vena Basilica
Vena basilica berasal dari pinggir medial arcus venosus dorsale
manus dan membelok di sekitar pinggir medial lengan bawah;

kemudianvenaininaikdi dalamf asciasuperfi cialispadapermukaan


posterior lengan bawah. Tepat di bawah siku, pembuluh miring ke
depan untuk mencapai fossa cubiti (Gambar 7-19). Kemudian vena
berjalan ke atas di sisi medial musculus biceps brachii, menembus
fascia profunda dekat pertengahan lengan atas untuk bermuara
ke venae commitantes arteria brachialis unfuk membenfuk vena
axillaries. Vena basilica menerima darah dari vena mediana cubiti
dan beberapa aliran vena lainnya dari permukaan medial dan
posterior extremitas superior.

Venae Commitantes

Vena Profunda

Vena profunda berjalan bersama dengan arteri yang senama


sebagai venae commitantes. Kedua venae commitantes arteri
brachialis bergabung dengan vena basilica pada pinggir bawah
musculus teres major untuk membentuk vena axillaris.

V. cephalica

mediana cubiti

V. basilica

V. mediana basilica

V mediana
antebrachii anterior

Gambar 7-19 Venae superficiales lengan bawah. Perhatikan variasi yang umum ditemukan pada daerah siku.

206
Vena

BAB 7

axilla, di mana pembuluh ini terletak


major (Gambar 7-1).

Axillaris

Vena axillaris dibenfuk dari gabungan venae commitantes arteriae


brachiales dengan vena basilica pada dinding posterior axiiia.
Kemudian vena axillaris berjalan ke atas sepanjang sisi medial
arteria axillaris dan menjadi vena subclavia setinggi pinggir lateral
costa I (Gambar 7-3 danT-4).Yena axillaris mempunyai beberapa
katup. Vena menampung darah dari pembuluh-pembulu[ yang
namanya sesuai dengan cabang-cabang arteria axillaris, dan juga

tempat bermuara vena cephalica.

Vena subclavia merupakan sebuah vena


diuraikan di halaman 181.

di pangkal leher

dan

Persarafan untul<
Vena Extremitas Superior

Arteria Brachialis

oleh musculus biceps brachii (Gambar 7-9).

Arteria

Radialis

Arteria radialis terletak superficial di depan ujung distal radius, di


antara tendo musculus brachioradialis dan musculus flexor carpi
radialis (Gambar 7-73). Di sini denyut nadi radialis dapat diraba
dengan mudah. Jika denyut nadi tidak dapat dideteksi, cobalah
merabanya di pergelangan tangan yang lain. Kadang-kadang,
arteria radialis sulit diraba karena terdapat kelainan congenital.

Arteria radialis dapat diraba dengan lebih mudah pada

saat

pembuluh ini menyilang tabatiere anatomiqum (Gambar 7-18).

Sama dengan arteri, otot polos di dinding vena dipersarafi oleh


serabut saraf posganglionik simpatik yang menfi:lbulkan tekanan

ini

depan musculus teres

Arteria brachialis dapat diraba di lengan atas pada saat arteria


terletak di atas musculus brachialis dan disilang dari sisi lateral

Vena Subclavia

vasomotorik. Asal dari serabut-serabut


terdapat di arteri.

di

sama dengan yang

Pengaturan Saraf pada Vena


Stimulasi simpatik otot polos di dinding vena memperkecil ukuran
lumen sehingga sirkulasi darah tetap berlangsung namun dalam

Arteria Ulnaris

Arteria ulnaris dapat diraba pada saat pembuluh menyilang di


anterior retinaculum flexorum bersama dengan nervus ulnaris.
Arteria ulnaris terleiak lateral dari os pisiforme dan dipisahkan
dari tulang ini oleh nervus ulnaris (Gambar 7-13).

Anatomi PermukaanVena
Superfi cial Extremitas Superior

kecepatan yang rendah.

Vena Cephalica
Daerah pergelangan tangan: Vena cephalica menyilang
tabatiere anatomiquum (Gambar 7-18) dan membelok me-

ANATOMI PERMUKAAN

lingkari sisi lateral lengan bawah untuk mencapai aspek


anterior. Vena ini selalu dapat ditemukan di fascia superficialis
posterior terhadap processus styloideus radii.
Daerah siku: Vena cephalica naik ke lengan atas sepanjang
pinggir lateral musculus biceps brachii (Gambar 7-19).
Daerah bahu: Vena cephalica terletak di dalam sulcus antara
musculus deltoideus dan musculus pectoralis major (Gambar

ARTERI DAN VENA


EXTREMITAS SUPERIOR

Anatomi Permukaan Arteri

7-7 danT-1,9).

Arteria Subclavia

Arteria subclavia, pada saat menyilang di atas costa I untuk


menjadi arteria axillaris, dapat diraba denyutnya pada pangkal
trigonum colli posterius (iihat Gambar 6-10).

ArteriaAxillaris

Bagian pertama dan kedua arteria axillaris tidak dapat diraba


karena terletak di profunda musculi pectorales di atas di dalam
fossa axillaris. Bagian ketiga arteria axillaris dapat diraba di dalam

Vena Basilica
Daerah pergelangan tangan: Vena basilica berjalan ke atas
dari dorsum manus dengan membelok perlahan di sekitar sisi
medial lengan bawah untuk mencapai fossa cubiti (Gambar
7-19).

Daerah siku: Vena basilica berjalan ke atas dari fossa cubiti


sepanjang pinggirmedialmusculusbiceps. Vena ini menembus
fascia profunda sekitar pertengahan lengan atas (Gambar
7-19).

PEIABULUH DARAH EKSTREIAITAS SUPERIOR

Vena Mediana Cubiti

Vena mediana cubiti menghubungkan vena cephalica dengan


vena basilica di fossa cubiti. Pada tempat ini vena dipisahkan dari
arteri brachialis oleh aponeurosis bicipitalis (lihat halaman 205).
Pada kira-kira 30% orang, vena mediana cubiti diganti oleh vena
mediana cephalica dan mediana basilica (Gambar 7-19).

207

Vena MedianaAntebrachii

Vena mediana antebrachii berjalan pada aspek anterior lengan


bawah dengan jalan yang bervariasi (Gambar 7-19). Pembuluh ini
bergabung dengan vena basilica atau vena mediana cubiti atau
terbagi dua menjadi vena mediana cephalica dan vena mediana
basilica.

Untuk mengidentifikasi vena-vena ini dengan mudah, berikan


tekanan di sekitar lengan atas dan lakukan gerakan mengepal dan
membuka tinju secara berulang-ulang. Dengan cara ini, vena akan
menonjol terisi darah.

Visualisasi Vena Superficial Extremitas Superior


Sebuah pembebat (tourniquet) dipasang di lengan atas dengan
tekanan yang cukup untuk menutup vena-vena superficial,
sehingga menghambat aliran darah vena kembali ke atrium dextra
cordis. Gerakan mengepal dan membuka tinju hanyalah usaha
untuk meningkatkan aliran balik vena dan menggembungkan venaVena SUper ticial.

SAMMARAN RAMIOGRAFI
PEMBULUI-"{ MARAH
FXTRNMITAS SUPFRIOR
Arteriogram dan venogram dengan diagram penjelasan diperlihatkan pada Gambar 7-20, 7-27,7-22, danT-23).

Ganrttar 7-20 Anglogram arteria subclavia, axillaris, dan brachialis.

208

arteria suprascapularis

arteria thoracoacromialis

arteria cervicalis
superficialis (transversa)
truncus thyrocervicalis
arteria thyroidea inferior
arteria vertebralis

arteria axillaris

arteria thoracica lateralis

31
pediculus
vertebrae
thoracicae

(
arteria

\\

ujung kateter di
dalam arteria

kateter arterial di
dalam arcus aorta
arteria subclavia
arteria thoracica
interna (mammaria)
thoracica suprema

arteria circumflexa
scapulae

angulus inferior scapulae

sinar-X
kateter di dalam arteria femoralis

m/ector otomatis cairan radiopak

Gambar 7-21 Fitur-fitur utama yang dilihat pada angiogram di Gambar 7-20.

PEAABU

LUH DARAH EKSTREIAITAS SUPERIOR

Gambar 7-22 Venogram vena subclavia, axillaris, dan brachialis.

209

2'.10

trachea

bagian terminal vena jugularis interna sinistra


terminal vena jugularis externa
vena cervicalis transversa
vena suprascapularis

processus coracoideus
vena axillaris
caput humeri

vena circumflexa
humeri

I
J[,,,"
arcus aortae

\it

corpus
humeri

'l

vena brachialis
dan basilica

kateter di dalam arcus


venosus dorsalis manus

inTecfor otomatis cairan radiopak

kaset

Gambar 7-23 Fitur-fitur utama yang dilihat pada venogTam di Gambar 7-22.

PE /ABU LU H DARAH EKSTREI'AITAS SUPERIOR

Setiap nomor atau pernyataan yang tidak lengkap di bawah ini


diikuti dengan jawaban atau keterangan yang melengkapinya.
Pilihlah satu jawaban yang PALING TEPAT.

1. Arteria axillaris mulai di-

6.

sebagai lanjutan dari

arteria subclavia.

A. pinggir luar musculus scalenus anterior.


B. pinggir luar costa IL
C. pinggir luar costa I.
D. pinggir atas musculus pectoralis minor.
E. pinggir bawah musculus teres major.
2.

terletak di antara:
A. tendo palmaris longus dan brachioradialis.
B. tendo flexor carpi radialis danbrachioradialis.
C. tendo palmaris longus dan flexor carpi radialis.
D. tendo flexor carpi radialis dan flexor carpi ulnaris.

E. tendo flexor digitorum superficialis dan flexor carpi


u

dan pectoralis major.

Vena-vena superficialis lengan bawah berasal di bawah dari:

A.
B.
C.
D.
E.

ter-

minakrya:

A. setinggi collum radii.


B. di pertengahan antara

4.

epicondylus medialis dan lateralis


humeri.
pada pinggir bawah musculus pronator teres.
di belakang musculus flexor digitorum superficialis.
di belakang epicondylus medialis humeri.

Denyut nadi brachialis paling mudah diraba:


A. pada sisi lateral tendo musculus biceps brachii.
B. pada sisi medial venter muculus biceps.
C. sepaniang pinggir lateral tendo musculus triceps.

B.
C.
D.
E.

brachialis pada:

A. sisi lateral venter musculus

biceps

brachii kira-kira

biceps

brachii kira-kira

pertengahan bawah lengan atas.

B. sisi medial venter musculus


C.

pertengahan bawah iengan atas.


sisi medial tendo musculus biceps

brachii di depan

articulatio cubiti.

D. sisi lateral tendo muscuius


E.

articulatio cubiti.
sisi lateral bicipitalis.

biceps

brachii di depan

venae metacarpae.
venae digitales.
vena-vena jari telunjuk dan ibujari.

sisi lateral plexus venosus dorsale manus.


sisi lateral venae palmaris superficialis.
venae commitantes arteria radialis.
plexus venosus di depan pergelangan tangan.

10. Vena cephalica bermuara ke:

A.
B.
C.
D.
E.

articulatio cubiti.
Pada saat memeriksa tekanan darah dengan sphygmomanometer, diaphragma stetoskop diletakkan di atas arteria

plexus venosus dorsalis.


vena-vena dalam telapak tangan.

Vena cephalica berasal darj:


A. sisi lateral arcus venosus paimaris profundus.

D. di depan musculus coracobrachialis.


E. pada sisi medial tendo musculus biceps brachii di depan
5.

Inaris.

melalui musculus pectoralis major.


melalui dinding posterior axilla.

3. Arteria brachialis dibagi menjadi beberapa cabang

C.
D.
E.

Arteria radialis di bawah berakhir dengan:


A. bergabung dengan ramus profundus arteria ulnaris.
B. bergabung dengan pembuluh utama arteria ulnaris.
C. membagi dua menjadi arteria princeps pollicis dan arteria
musculi radialis indicis.
D. membagi dua menjadi arcus palmaris superficialis dan
profundus.
E. membagi menjadi rami musculares.

7. Arteria radialis pada bagian depan pergelangan tangan

Arteria axillaris paling mudah diraba di:


A. belakang clavicula di pangkal leher.
B. di antara plica axillaris anterior dan posterior sPatium
axillare.
C. di sulcus deltoideopectoralis di antara musculus deltoideus

D.
E.

211

11

venae commitantes arteria brachialis.


vena mediana antebrachii.
vena axillaris.
vena juguiaris externa.

vena subclavia.

Vena mediana cubiti adalah:

A.
B.
C.
D.
E.

dibentuk oleh venae commitantes arteria ulnaris.


profunda terhadap nervus medianus di dalam fossa cubiti.
bermuara ke vena mediana antebrachii.
profunda terhadap aponeurosis bicipitalis.
sebuah cabang dari vena cephaiica.

12. Vena basilica berakhir dengan:

A.
B.
C.
D.

Bergabung dengan vena mediana cubiti.

E.

Berjalan di dalam sulcus deltoideopectoralis.

Bermuara ke dalam vena subclavia.


Bergabung dengan ujung medial plexus venosus dorsalis.
Bergabung dengan venae commitantes arteria brachialis
untuk membentuk vena axillaris.

212
13.

BAB 7

Vena cephalica secara tetap terdapat


posterior terhadap:
A. processus styloideus ulnae.
B. os pisiforme.
C. os lunatum.
D. processus styloideus radii.

E.

di

fascia superficialis

14. Pernyataan berikut ini benar untuk vena axillaris


A. tidak mempunyai katup.
B. tidak menerima darah di axilla.
C. bermuara ke vena brachiocephalica.
D. berlanjut sebagai vena subclavia.
E. terletak di sisi lateral arteria axillaris.

retinaculummusculorumflexorum.

C yang benar. Arteria axillaris mulai dari pinggir luar costa


sebagai lanjutan dari arteria subclavia (Gambar 7-5).

A yang benar. Dua vena superficiaiis utama di lengan bawatr,


disebut vena cephalica dan basilica, mulai di bawah dari
plexus venosus dorsale manus (Gambar 7-1,8 danT-1,9).

2.

B yang benar. Denyut nadi axillaris paling mudah diraba


B yang benar. Vena cephalica mulai dari sisi lateral plexus

dengan menekan ke atas dan lateral di dalam spatium axillare


di antara plica axillaris anterior dan posterior.
3.

venosus dorsale manus dan berjalan ke depan melengkung di


sekitar sisi lateral pergelangan tangan untuk naik ke atas pada
sisi lateral lengan bawah bagian depan.

A yang benar. Arteria brachialis dibagi menjadi cabang-cabang


terminal di dalam {ossa cubiti setinggi collum radii (Gambar

10. C yang benar. Vena cephalica bermuara ke dalam vena axiliaris

7-8).

(Gambar

E yang benar. Denyrrt nadi brachialis paling mudah diraba


pada sisi medial tendo musculus biceps brachii di depan
articulatio cubiti (Gambar 7-9).

C yang benar. Pada saat memeriksa tekanan darah dengan


menggunakan sphygmomanometer, diaphragma stetoskop di
letakkan di atas arteria brachialis di sisi medial tendo musculus
biceps brachii di depan articulatio cubiti (Gambar 7-9).

A yang benar. Di bawah, arteria radialis berakhir dengan


bergabung dengan ramus profundus arteria ulnaris untuk
membentuk arcus palmaris profundus (Gambar 7-14).

-19,

-22, dan

-23).

11. E yang benar. Vena mediana cubiti m.er*pakan cabang dari


vena cephalica di depan articulatio cubiti. Vena ini naik ke atas
di medial untuk bergabung dengan vena basilica (Gambar
7-19). Perhatikan kemungkinan variasi penataan.
12. D yang benar. Vena basilica berakhir dengan menembus fascia
profunda di pertengahan sisi medial musculus biceps brachii
dan bergabung dengan venae commitantes arteria brachialis
untuk membentuk vena axillaris (Gambar 7-19).
13.

D yang

benar. Vena penting cephalica secara tetap dapat


di daiam fascia superficialis posterior terhadap
processus styloideus radii. Klinis, ini merupakan tempatbagus

ditemukan

B yang benar. Arteria radialis, tepat di depan pergelangan


tangary terletak di antara tendo musculus flexor carpi radialis
dan brachioradialis (Gambar

7-1"L

untuk memasang kateter ke dalam vena.

dan7-73).

14. D yang benar. Vena axillaris berlanjut menjadi vena subclavia


pada pinggir luar costa I (Gambar 7-3,7-22, danT-23).

f;{

213

214-

BAB 8

Vena Cava lnferior

Anatomi Dasar
Aorta abdominatis

Catatan Fisiologik: abdominothoracic pump

Catatan Fisiologi: Pemeliharaan Tekanan Darah Diastotik 214


Anatomi Permukaan Aorta Abdomina[is dan Cabang-Cabang

Utamanya

225

Vena Porta (Vena Porta Hepatis)

225

226
228

Pertanyaan

232

Jawaban dan Penjetasan

233

Gambaran Radiografi Aorta Abdominatis dan Beberapa


Cabang

Utamanya

225

dalam abdomen dan pelvis terdapat aorta beserta cabangbeserta kontributornya, dan
yang pentingvena porta. Karena kebanyakan pembuluh darah besar
abdomen terletak retroperitoneal, cedera tumpul mungkin tidak

lli

lJcabangnya, vena cava inferior

segera mengakibatkan perdarahan intraperitoneal yang fatal. Karena


perdarahan di mulai di ruang retroperitoneal, diagnosis mungkin sulit

ANATOMI DASAR

cavitas peritonealis, dan diagnosis perdarahan intraperitoneal mudah


d

itegakkan.

Bab ini bertujuan menguraikan kembali pembuluh arteri dan


vena utama abdomen, pelvis, dan perineum yang relatif penting
untuk klinik.

Batas-Batas Aorta Abdominalis

Pada sisi kanan terdapat vena cava inferior, cistema chyli, dan

l)
t

Aorta A bdominalis

atau terlambat. Cedera tajam umumnya memberikan akses darah ke

Lokasi dan Deskripsi

Aorta masuk abdomen melalui hiatus aorticus diaphragma yang


terletak di depan verterbra thoracica XII (Gambar 8-1). Aorta
berjalan turun di belakang peritoneum pada facies anterior corpus
vertebrae lumbalis. Setinggi vertebra lumbalis IV aorta bercabang
dua menjadi arteria iliaca communis (Gambar B-2).

pangkal vena azygos.


Pada sisi kiri terdapat truncus sympathicus sinister.
Pada permukaan anterior, aorta berbatasan dengan gaster,
plexus coeliacus, pancreas, vena iienalis, vena renalis sinistra,
bagian ketiga duodenum, lengkung intestinum tenue, dan
peritoneum.

Penanda permukaan aorta dapat dilihat pada Gambar 8-3.

Cabang-Cabang Aorta Abdominalis


(Gambar 8-2)
Tiga cabang visceral anterior: truncus coeliacus, arteria

Pemeliharaan Tekanan darah Diastolik

mesenterica superior, dan arteria mesenterica inferior.

Terdapatnya sejumlah besar jaringan elatis di dalam tunica media

Tiga cabang visceral lateralis: arteria suprarenalis, arteria

aorta (termasuk arteria-arteria yang lain seperti arteria pulmonalis,

renalis, dan arteria testicularia atau ovarica.

arteria brachiocephalica, arteria carotis communis, dan arteria


iliaca) memungkinkan dinding arteri menjadi lebar oleh darah
yang dipompa dari jantung selama sistolik ventricular. Pada saat
ventriculus relaksasi, jaringan elastis arteri kembali

ke

posisi

Lima cabang dinding abdomen lateral: arteria phrenica


in-ferior dan empat arteria lumbalis.
Tiga cabang terminal: dua arteria iliaca communes dan arteria
sacralis mediana.

semula yang sangat penting untuk mempertahankan tekanan


darah arterial (tekanan diastolik) selama diastole jantung.

Cabang-cabang ini diringkas pada diagram B-1.

PEMBULUH DARAH ABDOI'AEN, PELVIS, DAN PERINEU/I

foramen venae
cavae di diaphragma
setinggi T8

215

diaphragma

oesophagus

hiatus aorticus di
belakang diaphragma
setinggi T'12

V cava
inferior

ganglion coeliacum

vasa renalis
dextra

vasa renalis
sinistra

plexus sympathicus
aorticus

vasa
testicularis

mesenterica
inferior

vasa iliaca
communis

bifurcatio aortae

setinggi L4
vasa iliaca
externa
M. psoas

colon sigmoideum

vesica urinaria

Gambar 8-1 Dinding abdomen posterior memperlihatkan aorta dan vena cava inferior.

Truncus Coeliacus

Arteria Lienalis

Truncus coeliacus atau arteria coeliaca sangat pendek dan berasal

Arteria lienalis berukuran besar dan berjalan ke kiri dengan

dari pangkal aorta abdominalis setinggi vertebra thoracica XII


(Gambar 8-4). Pembuluh ini dikelilingi oleh plexus coeliacus
dan terietak di belakang bursa omentalis. Truncus coeliacus

berkelok-kelok sepanjang pinggir atas pancreas dan di beiakang


gaster (Cambar B-5). Sewaktu mencapai ren sinistra pembuluh ini
masuk ke dalam ligamentum lienorenale dan berjalan ke hilum

mempunyai tiga cabang terminal : arteria gastrica slnistra, arteria

lienale (Gambar 8-6).

lienalis, dan arteriae hepaticae.

Cobong-Cobang
Arteria Gastrica 5inistra

Arteria gastrica sinistra kecil dan berjalan ke ujung pars cardiaca

t Rami pancreatici
ll Arteria gastroomentalis sinistra dipercabangkan

dekat

gaster, mempercabangkanbeberapa ramus oesophagealis, kemu-

hilum lienale dan mencapai curvatura major gastrica di

dian membelok ke kanan sepanjang curvatura minor gaster.


Pembuluh ini beranastomosis dengan arteria gastrica dextra

ke kanan sepanjang curvatura major di antara lembaran-

(Gambar B-4).

lembaran omentum majus. Arteria gastroomentalis sinistra

dalam ligamentum gastrolienale. Pembuluh ini berjalan

2t6

BAB 8

hiatus oesophageus
di diaphragma
A. phrenica inferior
ligamentum arcuatum
mediana
aorta masuk ke
abdomen setinggi T12

A. coeliaca
A. suprarenalis

crus sinistrum
diaphragmatica

A. mesenterica
superior

Aa. gonad

A. renalis

musculus psoas

A. mesenterica
inferior

Aa. lumbales

bifurcatio aorta
setinggi L4

A. iliaca
communis

A. sacralis media

bifurcatio A. iliaca
communis di depan
articulatio sarcroiliaca

A. iliaca externa

A. iliaca interna

Gambar 8-2 Aorta pars abdominalis beserta cabang-cabangnya.

beranastomosis dengan arteria gastroomentalis dextra

Cobong-Cabong

(Gambar 8-4).

a Arteria gastrica dextra

Arteriae gastricae breves, jumlahnya lima atau

enam,

dicabangkan dari bagian akhir arteria lienalis dan mencapai


fundus gastricus di dalam ligamentum gastrolienale. Arteriae
gastricae breves beranastomosis dengan arteria gastrica
sinistra dan arteria gastroomentalis sinistra (Gambar 8-4).

dicabangkan dari arteria hepatica


dekat pinggir atas pylorus dan berjalan ke kiri di dalam
omentum minus sepanjang curvatura minor gaster. Arteria
gastrica dextra beranastomosis dengan arteria gastrica sinistra
(Gambar 8-4).

Arteria Hepatica

Arteri ini termasuk berukuran sedang*, berjalan ke depan dan


kanan, kemudianberjalanke atas di antara lapisan-lapisanomentum

minus (Gambar 8-5 dan 8-7). Pembuluh ini terletak di depan bursa
omentalis dan terletak di sebelah kiri ductus choledochus dan di
depan vena porta. Pada porta hepatis, pembuluh ini bercabang
dua, menjadi ramus dexter dan ramus sinister untuk mendarahi
lobus hati yang sesuai.

Arteria gastroduodenalis merupakan cabang yang besar,


berjalan turun di belakang ba gian pertama duodenum.
Pembuluh ini bercabang menjadi arteria gastroomentalis
dextra yang berjalan sepanjang curvatura major gaster
di antara lapisan-lapisan omentum majus, dan arteria
pancreaticoduodenalis superior yang berjalan turun di antara
pars descendens duodenum dan caput pancreatis (Gambar 8-4
dan 8-5).

Ramus dexter dan sinister arteria hepatica propria yang


masuk ke porta hepatis. Ramus dexter arteria hepatica biasanya
mencabangkan arteria cystica yang berjaian ke collum vesicae
biliaris (Gambar 8-B).

*Untuk keperluan deskripsi, arteria hepatica kadmg-kadang dibagi menjadi arteria hepatica communis, yang terbentang dari pangkalnya sampai ke tempat
percabangan arteria gastroduodenalis, dan arteria hepatica propria ymg merupakan sisa arteria hepatica.

PEMBULUH DARA,H ABDOIAEN, PELVIS, DAN PERINEU/A

217

V. cava inferior

truncus
coeliacus (T12)

A. mesenterica
superior

(L'1 )

A. mesenterica
inferior (13)

vasa iliaca
communts

spina iliaca
anterior superior

VASA

iliaca
externa
vasa iliaca
interna

symphisis pubis

Gambar 8-3 Penandaan permukaan aorta beserta cabang-cabangnya dan vena cava inferior pada dinding anterior ab;Iii:ten.

Arteria Mesenterica Superior


Arteria mesenterica superior mendarahi bagian distal duodenum,
jejunum, ileum, caecum, appendix l,ermiformis, colon ascendens,
dan sebagian besar colon transversum. Arteria mesenterica
superior berasal dari permukaan depan aorta abdominalis, tepat
di bau,ah arteria coeliaca (Gambar 8-9) dan berjalan ke bawah
dan kanan di belakang collurn pancreatis dan di depan pars
horizontalis duodenum. Pembuluh ini terus ke bawah dan kanan
di antara lapisan-lapisan mesenterium intestinum tenue dan
berakhir dengan beranastomosis dengan salah satu cabangnva
sendiri yaitu arteria ileocolica.

beranastomosis dengan ujung arteria mesenterica superior.


Ramus inferior mencabangkan arteria caecalis anterior dan
posterior. Arteria appendicularis merupakan cabang arteria
caecalis posterior (Cambar 8-10).

Cabang-Cabang Arteria Mesenterica Superior

a
a

Arteria pancreaticoduodenalis inferior berjalan ke kanan


sebagai satu atau dua cabang, sepanjang pinggir atas pars
horizontalis duodenun, dan caput pancreatis. Arteria ini
mendarahi pancreas dan bagian duodenum didekatnya.
Arteria colica media berjalan i<e depan di dalam mesocolon
transversum untuk mendarahi colon transversum dan bercabang dua menjadi cabang dextra dan sinistra.
Arteria colica dextra sering merupakan cabang dari arteria
ileocolica. Arteria ini berjaian ke kanan untuk mendarahi
colon ascendens dan bercabang dua menjadi ramus ascendens

Arteriae jejunales dan arteriae ileales. Cabang-cabang ini


jumlahnya 12 sampai 15 buah dan berasal dari sisi kiri arteria
mesenterica superior (Cambar B-9). Setiap arteri bercabang
dua, yang masing-masing saling berhubungan dengan cabang
yang ada di dekatnya untuk membentuk arcade. Cabangcabang dari arcade bercabang dan bersatu untuk membentuk
arcade kedua, ketiga, dan keempat. Arcade pada jejunum lebih
sedikit dibandingkan dengan arcade I'ang ada pada iieum.
Dari arcade terminai terbentuk pembuiuh kecii lurus yang
mendarahi intestinum.

Arteria Mesenterica lnferior


Arteda mesenterica irferior mendarahi sepertiga distal colon
transversum, flexura colj sinistra, coion descendens, colon
sigmoideum, rectum, dan setengah bagian atas canalis analis,
Pembuluh ini dicabangkan dari aorta abdominalis sekitar 3,8 cm
dj atas bifurcationya (Ganrbar 8-11). Arteria mesenterica inferior
berialan ke baw,ah dan kiri menf ilang arteria iliaca communis
sinrstra..
supericr.

Di sini, namanva berubah dan meniadl arteria rectalis

dan ramus descendens.

Arteria ileocolica berjalan ke bawah dan kanan. Fembuluh

Cabang-{abang Ar{ei,ia l4esenterica inferior

ini mencabangkan ramus superior yang akan beranastomosi.q


dengan arteria colica dextra dan ramus inferior yang akar,

.{Ceria eoiica sin-istra berialan ke atas dan kiii dan mendarahi

reperiig;l illia:i:ii ,:rli,lll irrantversuil1. fle-<ula rr;ii sinistra, dan

218

BAB B

arteria gastrica
arteria

a. arteria coetiaca

sinistra

lienalis

arteria hepatica

Tiga
cabang
viscerales
anteriores

gastricae breves (enam)


lienales (enam)
arteria gastroomentalis sinistra

-arteriae
l-arteriae
arteria
arteria
arteria
arteria
arteria

arteria gastroomentalis
dextra
arteria
pancreaticoduodenal is

cystica
gastrica dextra
gastroduodenalis
hepatica dextra
hepatica sinistra

superior

arteriae jejunales dan ileales


arteria pancreaticoduodenalis
arteria
mesenterica
su perior

arteria
arteria

c.

inferior

media
-arteria
colica dextra
l- arteria
|- arteria
ileocolica r?fterica

arteria colica

f
I

caecalis anterior
caecalis posterior
ileales
coiica

arteria appendicularis

arteria colica sinistra

arteria --------------- t-arteriae sigmoidei (dua atau tiga)

mesenterica
inferior

arteria rectalis superior

a. arteria suprarenalis
Tiga cabang
viscerales
laterals

b. arteria renalis
c. arteria testicularis atau ovarica

3. Lima cabang ---.]-

dinding

a. Phrenica inferior
b. empat arteria lumbalis

abdomen

lateralis

arteria iriaca externa


a. dua arteria iliaca communis

4. Tiga cabang

teiminals

----]-I

-----l

I-

arteria iliaca interna

b. arteria sacralis mediana

Diagram 8-1 Cabang-cabang Aofta Abdominalis.

a
t

bagian atas colon descendens. Pembuluh ini bercabang dua


menjadi ramus ascendens dan ramus descendens.
Arteriae sigmoideae berjumlah dua atau tiga buah dan
mendarahi colon descendens dan colon sigmoideum.
Arteria rectalis superior merupakan lanjutan dari arteria
mesenterica inferior pada tempat arteri ini menyilang arteria
iliaca communis slnistra. Arteria rectalis superior berjalan
turun masuk ke rongga pelvis di belakang rectum. Arteri ini
mendarahi rectum dan setengah bagian atas canalis analis dan
beranastomosis dengan arteria rectalis media dan inferior.

Arteriae Suprarenales Mediales


Arteria suprarenalis medialis masing-masing berasal dari sisi aorta
dan berjalan horizontal ke lateral menuju glandula suprarenalis
(Gambar 8-2).

Arteriae Renales
Arteria renalis masing-masing sisi berasal dari aorta tepat di
bawah pangkal arteria mesenterica superior (Gambar 8-1 dan 8-2).
Arteria renalis dextra lebih panjang dan berjalan di belakang vena
cava inferior. Arteria renalis mencabangkan arteria suprarenalis

Arterio Morginolis
Anastomosis arteriae colicae di sekitar pinggir cekung intestinum
crassum membentuk sebuah truncus arteri yang disebut arteria
marginalis. Arteri ini mulai dari junctura ileocolica, tempat arteria
marginalisberanastomosis dengan ramus ilealis arteria mesenterica
superior, dan berakhir di tempat arteri ini beranastomosis dengan
arteria rectalis superior (Gambar 8-11).

inferior.

Arteria Testicu laris (Ovarica)


Arteria testicularis berasal dari depan aorta tepat di bawah pangkal
arteriae renales (Gambar B-1). Masing-masing arteria panjang
dan langsing, berjalan miring ke bawah dan lateral di belakang
peritoneum. Arteria menyilang ureter dan arteria iliaca externa

PEIABULUH DARAH ABDOIAEN, PELVIS, DAN PERINEUIA

cabang-cabang
arteria oesophagea

219

hiatus oesophageus diaphragma


A. gastrica dextra

Aa. gastricae breves

A. gastrica sinistra
aorta
A. coeliaca

d
A. lienalis

A. gastroomentalis sinistra

Gambar 8-4 Afteri yang mendarahi


A. gastroomentalis dextra

A. pancreaticoduodenalis superior

cabang truncus coeliacus.

centrum tendineum diaphragma

A. phrenica
suiirarenalis sinistra

ri
V cava inferior

'\\
glandula suprarenalis
dextra

\\\

lien

ren sinistra
ligamentum
{phrenicocolicum

bolon descendens
colon transversum

colon ascendens

gaster.

Perhatikan bahwa semua afteri berasal dari

A. pancreaticoduodenalis superior
Gambar 8-5 Struktur-struktur yang terdapat pada dinding posterior abdomen di belakang gaster

220

BAB 8

A. lienalis

ligamentum lienorenale
diaphragma
bursa omentalis
omentum
gastrosplenicum

aorta

rl

V pola,
V. cava inferior

ductus
choledochus

omentum minus
Gambar 8-6 Penampang transversal bursa omentaiis memperlihatkan susunan peritoneum dalam pembentukan omentum
minus, omentum gastrosplenicum, dan ligamentum lienorenale. Panah menunjukkan posisi foramen epiploicum.

V. cava inferior

porta hepatis
lobus caudatus
pintu masuk
bursa omentalis
(foramen
epiploicum)

A. hepatica

Gambar 8-7 Penampang sagital melalui pintu masuk


bursa omentails, memperlihatkan struktur-struktur
penting yang membentuk batas pintu masuk bursa
omentalis (Panah berjalan dari cavitas peritonealis

bagian I duodenum
ductus choledochus

melalui foramen epiploicum nlasuk ke bursa ornentalis).

PEIABULUH DARAH ABDOIAEN, PELVIS, DAN PERINEUIA

A. hepatica srnrstra

221

porta

ductus hepaticus sinister

ductushyltiJ^'y>;,X2
A hejatica dxtra
ductus hepaticut

r-T

A.

Tr).X

cystica{,
A. coeliaca

fund us

A. lienalis

us cysticus

A. hepatica
ductus chole

A. gastrica dextra

Gambar 8-8 Struktur-struktur yang masuk

A. gastroduodenalis

dan

keluar pofta hepatis.

A. colica media
colon transversum
mesocolon transversum

A. mesenterica superior

'"''nu'

f
Aa. jejunales
I

I
I

arcade arteri

appendix
vermiformis

Gambar 8-9 Arteria mesenterica superior


dan cabang-cabangnya. Perhatikan bahwa

arteri ini mendarahi usus dari setengah


A. ap;:tniiii:

;ln ri..:

bagian bawah bagian kedua duodenum


sampai dengan sepertiEa Cistal colon
f

ransvf rii.jril inana

h';.

222

BAB 8

//
l/

A. ileocolica

r/.

appendices epiploicae

A. ilealis
valvula
ileocaecalis

A. caecalis
posterior
ileum

frenulum
valvulae

nodi lymphatici
mesoappendix

A. appendicularis

orificium appendix
appendix
lipatan tidak mengandung
pembuluh darah

caecum

A. caecalis anterior
lipatan yang mengandung
pembuluh darah

Gambar 8-10 Caecum dan appendix vermiformis. Perhatikan bahwa arteria appendicularis merupakan cabang ateria caecalis
posterior. Pinggir mesoappendix dipotong untuk memperlihatkan lapisan-lapisan peritoneum.

unluk mencapai arurulus inguinalis proft-rndus, di mana arteria ini


bergabung dengan funiculus spermaticus (Cambar 22-3). Dengan
berjalan melalui canalis inguinalis, arteri ini masuk scrotum dan
mendarahi testis dan epididymis.
Pada wanita, arteria ovarica mempunyai asal yang sama di
rongga abdomen. Setelah menyilang arteria iliaca externa di pintu
masuk pelvis, arteri masuk ke ligamentum suspensorium ovarii.
Arteria ovarica kemudian berjalan di dalam ligamenhrm latum
dan masuk ovarium melalui mesovarium.

Arteria Phrenica lnferior


Arteria phrenica inferior berasal dari aorta tepat di bawah
diaphragma. Pembuluh ini berjalan ke atas dan lateral, mendarahi
permukaan bawah diaphragma.

Arteria Sacralis Mediana


Arteria sacralis mediana (Cambar 8-2) merupakan cabang kecil
yang timbul pada bifurcatio aorta. Arteri ini berjalan turun ke
dalam rongga pelvis di depan sacrum-

Arteriae lliacae Communes


Arteria iliaca communis dextra dan sinistra merupakan cabang
terminal aorta. Arteri ini dicabangkan setinggi vertebra lumbalis
IV dan berjalan ke bawah dan lateral sepanjang pinggir medial
musculus psoas (Gambar 8-1 dan 8-2). Masing-masing arteri
ini berakhir di depan articulatio sacroiliaca dengan bercabang
dua menjadi arteria ilica externa dan arteria iliaca interna. Pada
bifurcatio, arteria iliaca communis pada masing-masing sisi
disilang di anterior oleh ureter (Gambar B-1 dan 8-12).

Arteria Lumbalis
Empat pasang arteria lumbalis betasal dari belakang aorta dan
berjalan di sekitar empat corpus vertebrae lumbalis sebeiah atas.
Arteri ini mendarahi dinding abdomen dan punggung. Arteria
lumbalis pertama memberi cabang unhrk pars caudalis medulla
spinalis.

Arteria lliaca Externa

Arteria iliaca externa berjalan sepanjang sisi medial musculus


pintu atas panggul (Gambar 8-12). Arteri
mempercabangkan arteria epigastrica inferior dan arteria
circumflexa ilium profunda (Gambar 8-12).

psoas, mengikuti pinggir

ini

PEMBULUH DARAH ABDOIAEN, PELVIS, DA,N PERINEUM

223

mesocolon transversum
colon transversum

A. mese

I",""

pancreas

nterica

in

duodenum

A. marginalis

A. colica sinistra
colon asce nd

appendix
colon sigmoideum

A. rectalis superior

Gambar 8-11 Afteria mesenterica inferior dan cabang-cabangnya. Perhatikan bahwa afteri ini mendarahi intestinum crassum
dari sepertiga distal colon transversum sampai setengah canalis analis. Afteri ini beranastomosis dengan aderia colica media,
cabang dari afteria mesenterica superior (panah).

Arteria iliaca externa sampai ke tungkai atas dengan berjalan


arteria
femoralis. Arteria epigastrica inferior dicabangkan tepat di atas
ligamentum inguinale. Arteria ini berjalan ke atas dan medial
sepanjang pinggir medial anulus lnguinalis profundus (Gambar
19-11) dan masuk ke dalam vagina musculi recti abdominis
di belakang musculus rectus abdominis. Arteria circumflexa
ilium profunda dicabangkan di dekat arteria epigastrica inferior
(Gambar' 8-12). Arteri ini berjalan ke atas dan lateral menuju ke
spina iliaca anterior superior dan crista iliaca, mendarahi otot-otot
dinding anterior abdornen.

bercabang dua menjadi divisi anterior dandevisi posterior (Gambar

Arteria lliaca lnterna

+ Arferia

di bawah ligamentum inguinale dan berubah menjadi

.Arteria iliar'a inteln-a 'lerjalati kc b:'-.-ah

ki' dali:n irel\ i: renujrl


pinggir:tas forarnen ischi;jic,.::-i-, rr''rir:s. Ili i'iia.,:ll riii illcfi

divisi anterior dan posterior ini mendarahi


viscera pelvis, perineum, dinding-dinding pelvis, dan bokong.
Asal dari cabang-cabang terminal ben'ariasi, tetapi susunan yang
umum ditemukan diperlihatkan pada Diagram 8-2.
8-12). Cabang-cabang

n g-Cab o ng Divisi Anterio r


Arteria umbilicalis: Dari bagian proksimal arteria umbilicaiis

Cobo

berasal arteria vesicalis superior, yang mendarahi bagian atas


-".esica urinaria (Cambar 8-12).

Arteria obturatoria: Arteri ini berjalan ke depan sepanjang


dinding lateral pelvis beserta nervus obturatorius dan
meninggaikan rongga pelvis melalui canalis obturatorius.
ve'sicalis inferior: Arteri ini mendarahi basis vesica
Liii;r:ir:r. irj".)!tat, dan vesicula seminalis pada pria; dan juga
;11.1-1h1rikan r:;bang arteri ductus deferentis.

224

BAB 8

A. V. iliaca communis

A. V. iliaca interna

A. sacralis lateralis

A. rectalis media
A. pudenda

truncus
lumbosacralis

interna

A. iliaca externa

N. ischiadicus

V iliaca externa
A. circumflexa
ilium profunda

N. pudendus

A. epigastrica inferior
A. umbilicalis yang
sudah obliterasi
A. glutea inferior
ligamentum
sacrotuberosum

A. vesicalis superior

M. obturator internus
A. V. N. obturatorius

Gambar 8-12 Dinding lateral pelvis.

Arteria rectalis media: Biasanya, arteri ini

dicabangkan
bersama dengan arteria vesicalis inferior (Gambar 8-12). Arteri
ini mendarahi otot bagian bawah rectum dan beranastomosis
dengan arteria rectalis superior dan inferior.

(Gambar 8-12). Arteria glutea inferior berjalan di antara nervus


sacralis pertama dan kedua atau kedua dan ketiga.

Arteria pudenda interna: Arteri ini meninggalkan pelvis


melalui foramen ischiadicum majus dan masuk ke dalam regio
glutea di bawah musculus piriformis (Gambar B-12). Arteria
pudenda interna masuk perineum dengan berjaian melalui
foramen ischiadicum minus. Kemudian arteria ini berjalan

ke depan di dalam canalis pudendalis bersama dengan


nervus pudendus dan dengan perantaraan cabang-cabangnya
mengurus otot canalis analis serta kulit dan otot pedneum.
Arteria glutea inferior: Arteria ini meninggalkan pelvis melalui

foramen ischiadicum majus


A.

di bawah musculus piriformis


umbilicalis

___r__

A.d uctus

Arteria uterina: Arteri ini berjalan ke medial pada dasar pelvis


dan menyilang ureter di superior (Gambar 8-13). Arteria
uterina berjalan di atas pars lateralis fornix vaginae untuk
mencapai uterus. Di sini, arteria uterina berjalan ke atas di
antara kedua lapis ligamentum 1atum, sepanjang pinggir lateral
uterus. Arteri ini berakhir dengan mengikuti tuba uterina di
sebelah lateral, di mana arteria uterina akan beranastomosis
dengan arteria ovarica. Arteria uterina mencabangkan arteria
vaginalis.
Arteria vaginalis: Arteri ini biasanya menggantikan arteria
vesicalis inferior yang terdapat pada pria. Arteria vaginalis
mendarahi vagina dan basis vesica urinaria.

deferentis (pria)

A.vesicalis superior

A.obturatoria
Divisi anterior

A.vesicalis inferior
A.rectalis media
A-pudenda interna
A.gtutea inferior

A.uterina (wanita)
A.vaginalis (wanita)

r
Divisi oosterior

*
I

---{-

A.iliolumbalis

A.sacralis lateralis
A.glutea superior

Diagram 8-2 Cabang-cabang A.iliaca interna

PEIABULUH DARAH ABDO\IIEN, PELV|S, DAN

Caba n g-Cob ong Divisi

oste rior

Arteria iliolumbalis: Arteri ini berjalan ke atas menyilang


apertura pelvis superior, posterior terhadap vasa iliaca externa,
muscuius psoas, dan musculus iliacus.

I
I

Arteriae sacrales laterales: Arteri ini berjalan ke bawah di


depan plexus sacralis, dan memberikan cabang untuk struktur
di sekitarnya (Gambar B-12).
Arteria glutea superior: Arteri ini meninggalkan pelvis me1alui foramen ischiadicum majus di atas musculus piriformis.
Arteria glutea superior mendarahi regio glutealis.

AF-JAT#

&#

$4

ti Ft'i"r&AflS

Pffi ffi $4

RT/q Affi il3t1 Ft $\.14 t$ 5


$

ffi&h} flAffiArdffi-trAffiF"ht#
t-JTAfEAh,$YA
Penanda permukaan aorta dan cabang-cabang utamanya diperlihatkan dalam Cambar 8-3.

PER|NEUI

#"AiS F*ARAru F,A#

At

RT'-q'e"

#AhI

ffi

##

225

## RI\Ffi

F* i tuliEt-* S

L}ffi ffi TH.Afl}A

#AffiAhJ

{;

{*JTF.\T4AruY&

Arteriografi arteria mesenterica superior, arteria mesenterica


inferior, dan arteriae iliacae tampak pada Gambar 8-14, 8-15, dan
8-16). CT scarl abdomen yang memperlihatkan aorta dan vasa
iliaca communis diperlihatkan pada Gambar B-17 dan B-18.

Vena Cava Inferior

Lokasi dan Deskripsi

Vena cava inferior membawa hampir seluruh darah dari tubuh


yang terdapat di bawah diaphragma ke atrium dextrum jantung.
Vena cava inferior dibentuk oleh gabungan vena iiiaca communis di
belakang arteria iliaca communis dextra setinggi vertebra lumbalis
V (Gambar 8-1). Vena lni berjalan ke atas pada sisi kanan aort4

menembus centrum tendineum diaphragma setinggi vertebra


thoracica VIII, dan bermuara ke dalam atrium dextrum iantung.

peritoneum

ligamentum transversum cervicis


A- uterina

fornix lateralis

M. levator ani

M. obturator internus

fascia M. obturator

fascia pelvis

internus

cervix

diaphragma urogenitale

membrana obturatoria

vagrna

Gambar 8-13 Potongan coronal pelvis memperlihatkan hubungan musculus levator ani dan ligamentum transversum cervicis
pada uterus dan vagina. Perhatikan bahwa ligamentum transversum cervicis dibentuk dari penebalan fascia pelvica visceralis.
Perhatikan juga arteria uterina menyilang di atas ureter pada masing-masing sisi.

226

BAB 8

ujung kateter di pangkal


A- mesenterica superior

pipa nasogastrik

A. mesenterica
superior
Aa. jejunales

A. colica media

A. colica dextra
kateter di dalam
aorta abdominalis

A. ileocolica
Aa. ileales

crista iliaca

kateter di dalam
A. iliaca communis

Gambar 8-14 Arteriogram arteria mesenterica superior. Kateter dimasukkan

ke dalam arteria femoralis dextra dan diteruskan

ke atas ke dalam afteria iliaca externa, afteria iliaca communis dan naik ke atas ke dalam aorta sampai pada pangkal arteria
mesenterica superior. Pipa nasogastrik juga dimasukkan.

I
Abdominothoracic Pump
Tunica media di dalam dinding vena cava relatif tipis, terdiri dari
susunan serabut otot polos jarang bercampur dengan jaringan
ikat. Dengan demikian, lumen vena cava berubah-ubah mengikuti

Batas-BatasVena Cava Inferior

Saat vena cava inferior berjalan ke atas


abdomen, vena ini berbatasan dengan:

di dinding

posterior

Ke anterior: Lengkung intestinum tenue, pars horizontalis

intrathorax dan intraabdomen sangat efektif dan dikenal sebagai

duodeni, caput pancreatis, pars superior duodeni, pintu masuk


ke bursa omentalis (yang memisahkan vena cava inferior dari
vena porta, ductus choledochus, dan arteria hepatica) (Cambar
8-o dan 8-71, dan hepar.
Ke lateral: Truncus sympathicus dexter terletak di belakang
pinggir kanan vena cava inferior, dan ureter dexter terletak 1.3
cm dari pinggir kanannya. Pintu masuk ke bursa omentalis
memisahkan ve