Anda di halaman 1dari 25

Aortic Aneurysms

Kelompok 1

Anatomi aorta

Aorta adalah pembuluh darah besar (main trunk) dari segenap


pembuluh darah cabangnya yang berfungsi membawa darah
teroksigenasi ke berbagai jaringan di tubuh untuk kebutuhan
nutrisinya. Aorta berada sebagai bagian atas dari vebtrikel,
dimana diameternya sekitar 3 cm, dan setelah naik (ascending)
untuk jarak yang pendek, ia melengkung (arch) kebelakang
dank e sisi kiri, tepat pada pangkal paru kiri, kemudian turun
(descending) dalam thorax pada sisi kiri kolumna vertebralis,
masuk rongga abdomen lewat hiatus diafragmatikus, dan
berakhir, dimana diameternya mulai berkurang (1,75 cm),
setingkat dengan vertebra lumbalis ke IV, ia bercabang menjadi
arteri iliaca comunis dekstra dan sinistra.

Definisi aneurisma

Kata aneurisma berasal dari bahasa yunani


aneurysma berarti pelebaran. Aneurisma adalah
keadaan dimana pembuluh darah menjadi membesar
secara abnormal atau mengembang (over-inflated)
seperti balon yang menonjol keluar. Pelebaran yang
terjadi adalah lokal dan lebih dari 50% diameter
pembuluh darah. Aneurisma sering terjadi pada arteri
di basis otak (circulus Willisi) dan di aorta. Aneurisma
adalah keadaan yang berbahaya karena dapat ruptur
dan menyebabkan kematian kapan saja.

Anuerisma aorta

aneurisma yang melibatkan aorta. Seperti yang telah diuraikan


diatas bahwa aorta adalah pembuluh darah besar utama yang
berasal dari jantung yang mensuplai darah ke abdomen, pelvis,
dan tungkai bawah. Aorta disebut sebagai aorta thoracica saat
ia meninggalkan jantung, ascenden, melengkung (arcus), dan
descenden lewat rongga thorak hingga mencapai diafragma
(pemisah antara rongga thorak dan abdomen), aorta mulai
disebut sebagai aorta abdominalis setelah ia melewati
diafragma dam berlanjut turun ke abdomen yang terpisah
menjadi dua arteri iliaca yang turun ke tungkai bawah. Aorta
dapat mengalami aneurisma, dan biasanya terjadi pada
abdomen dibawah ginjal (abdominal aneurysm), tetapi dapat
juga terjadi di rongga thorak (thoracic aneurysm).

Types of Aneurysms

True vs. False (pseudoaneurysm)

True: melibatkan ketiga lapisan dinding


arteri termasuk intima atau endotel.
False: atau pseudoaneurisma hanya
melibatkan lapisan terluar dari dinding
arteri yaitu tunika adventitia

Etiology Aneurysms

Kongenital
Hipertensi
Kadar kolestrol yang tinggi
Diabetes
Perokok, alkohol
Usia tua (menjadi populasi)
Arteriosclerosis

klasifikasi

Aneurisma sakular menyerupai kantong


(sack) kecil, aneurisma hanya melibatkan
sebagian dari lingkar arteri dimana aneurisma
berbentuk seperti kantong yang menonjol dan
berhubungan dengan dinding arteri melalui
suatu leher yang sempit
aneurisma fusiformis menyerupai kumparan,
dilatasi simetris dan melibatkan seluruh
lingkar arteri (Gloviczki, P & Ricotta, JJ, 2007

Aneurisma torasika dan


abdominal

. Aneurisma torasika dapat menyerang


aorta torasika desenden dibawah arteri
subklavia kiri, aorta asenden diatas
katup aorta, dan arkus aorta.
Aneurisma abdominal :

Aneurisma aorta abdominal dibagi menjadi

aneurisma aorta infrarenal ---aneurisma


mengenai sebagian segmen aorta dibawah arteri
renalis
aneurisma aorta juxtarenalmengenai seluruh
segmen aorta dibawah arteri renalis
aneurisma aorta pararenalis--sampai mengenai
pangkal arteri renalis
aneurisma aorta suprarenalisaneurisma
meluas sampai diatas artei renalis

Gambar 7. Tipe aneurisma aorta abdominal. I) Infrarenalis; II) Juxtarenalis;


III) Pararenalis; IV) Suprarenalis. (Mayo Foundation for Medical Education
and Research diambil dari Sabiston Textbook of Surgery)

Gejala tanda Ruptur


aneurisma abdominal

Sensasi pulsasi di abdomen


Nyeri abdomen yang berat, tiba-tiba, persisten, atau konstan.
Nyeri dapat menjalar ke selangkangan, pantat, atau tungkai
bawah.
Abdominal rigidity
Nyeri pada punggung bawah yang berat, tiba-tiba, persisten,
atau konstan, dapat menjalar ke selangkangan, pantat, atau
tungkai bawah
Anxietas
Nausea dan vomiting
Kulit pucat
Shock
Massa abdomen

Indikasi operasi

pasien dengan diagnosis aneurisma 5 cm


atau dengan pelebaran aneurisma yang
progresif dipertimbangkan untuk dilakukan
pembedahan. Perubahan mendadak seperti
nyeri yang sangat hebat merupakan tanda
bahaya dan dapat merupakan suatu tanda
pelebaran aneurisma yang progresif,
kebocoran, dan ruptur. Tujuan tindakan
bedah adalah melaksanakan operasi
sebelum komplikasi terjadi

Tindakan bedah

dengan membuka abdomen. Pembuluh


darah yang abnormal digantikan oleh graft
yang dibuat dari material sintetis. Pendekatan
lain disebut endovascular repair . Tube tipis
disebut catheters dimasukkan lewat arteri.
Tube ini memungkingkan graft diletakkan
tanpa membuat potongan besar di abdomen
dan penyembuhan dapat lebih cepat.

Gambar 13. Teknik Perbaikan transperitoneal AAA dengan graft prostese


lurus atau bercabang. D, duodenum; IMA, inferior mesenteric artery; IMV,
inferior mesenteric vein; LRV, left renal vein; SMA, superior mesenteric
artery. (Mayo Foundation for Medical Education and Research dari
Sabiston Textbook of Surgery)

Penanganan fisioterapi
sebelum operasi
- Edukasi : Tentang penyakit, tehnik operasi, yang harus dilakukan
sebelum /sesudah ops serta yang tidak boleh dilakukan.
- Meningkatkan kemampuan paru dengan melatih/ mengajarkan:

Pengaturan posisi yang menguntungkan dan efisien.

Deep , Pursed lips , lokal , diaprahgmatik breathing.

Latihan batuk efektif.


Gerak aktif
Mobilisasi thorak
Memberikan cara pada sakit untuk mengurangi rasa nyeri pada
operasi (batuk dengan memeluk bantal )

Mobilisasi thorak

Tujuan :
menjaga dan meningkatkan mobilitas trunk
danshoulder yang mempengaruhi respirasi
Memperkuat kedalaman inspirasi dan
ekspirasi
Gerakan : active movement pada trunk dan
ekstremitas yang dilakukan dengan deep
breathing.

Setelah operasi saat di ICU


Bebaskan jalan nafas. Bersihkan dari sputum dengan
suction atau posisikan semi ektensi dan rotasi leher,
bila mungkin pengasatan dan latihan batuk dengan
menahan daerah sakit. Dilakukan pada hari kedua
setelah ops
Lakukan pasif movement dari sendi proksimal baru
distal dan usahakan banyak sendi bergerak.
Sedangkan latihan aktif dimulai dari distal baru sendi
proksimal. Bila latihan nafas dari diaprahgmatik
breathing baru segmental

Penaganan fisioterapi setelah


operasi

Breathing exercise : diawali dengan pasif terlebihi


dahulu
Early mobilitation
Saat fleksi sendi bahu inspirasi dan saat ektensi
ekspirasi.
Saat hip fleksi, knee fleksi ekspirasi dan saat ektensi
inspirasi
Hindarkan kontraksi isometrik dan tahan nafas
SMWT (six minute walk test ) rehabilitasi

Latihan senam aerobik, permainan,


renang, atau rekreasi.
Latihan harus memegang prinsip latihan
: ada pemanasan, latihan inti dan
pendinginan

Terima Kasih
Adjie Dwi
12.0
Kamila Nur Rachim 12.018
Lita priani
12.0
Norman Romulo
12.025
Ranti Octarina
12.0