Anda di halaman 1dari 3

Pengetahuan dan Keyakinan

Disusun Oleh :
1. Veronika Widyastuti
2. Rahma Ulinuha
3. Alif Yassar
4. Dyah Andasari
5. Olivia
Fakultas Psikologi
Universitas Surabaya
2014

150114334
150114335
150114336
150114337
150114338

Pengetahuan dan keyakinan memliki perbandingan persamaan dan perbedaan.


Pengetahuan dan keyakinan memiliki persamaan yaitu sama-sama menyangkut objek atau
sesuatu hal yang disadari bahwa itu terjadi dan ada. Selain persamaan terdapat juga perbedaan.
Pengetahuan adalah sesuatu hal (objek) yang diyakini dan disadari benar sedangkan keyakinan
adalah sesuatu hal (objek) yang diyakini dan disadari benar oleh seseorang yang muncul dari
dirinya sendiri yang bisa dikuatkan dengan bukti atau tidak.
Proposisi atau hipotesis adalah suatu jawaban sementara yang diyakini benar dan
membutuhkan pembuktian yang lebih kuat dan lanjut. Keterkaitan antara proposisi/hipotesis
dengan pengetahuan dan keyakinan yaitu kita memerlukan dugaan atau jawaban sementara untuk
menentukan objek tersebut dapat dikatakan sebagai pengetahuan atau keyakinan. Hal ini bisa
dikatakan pengetahuan apabila ada bukti yang kuat dan akurat bahwa hipotesis itu benar terjadi,
sedangkan dapat dikatakan keyakinan jika hipotesis itu ditinjau dari pribadi seseorang bahwa hal
itu benar atau salah baginya
Jadi keterkaitan antara fakta, pengetahuan, kebenaran dan kesadaran ialah sebuah objek
disebut pengetahuan jika hal itu memiliki bukti yang kuat maka hal itu dapat dikatakan
kebenaran karena disadari bahwa hal itu benar-benar terjadi.
Terdapat 4 macam pengetahuan, yang pertama ialah tahu bahwa yaitu pengetahuan yang
dimana mengatakan suatu pernyataan ini atau itu benar dengan berdasarkan pada informasiinformasi pengetahuan in disebut teoretis. Yang kedua ialah tahu bagaimana yaitu pengetahuan
yang mengedepankan praktek, dimana praktek tersebut memerlukan dasar teori. Yang ketiga
ialah tahu akan atau mengenai yaitu pengetahuan yang berdasarkan dari pengalaman pribadi.
Yang keempat yaitu tahu mengapa ialah adanya sebab setelah melakukan praktek.
Keterkaitan antara 4 macam pengetahuan adalah rasa ingin tahu yang mendalam
sehingga menyebabkan mereka untuk melakukan eksperimen.
Menurut pendekatan skeptisisme manusia meragukan/tidak meyakini apakah ia mampu
mencapai sebuah pengetahuan. Jadi, bagi mereka tidak dapat mengetahui bahwa kita tahu karena
tidak ada bukti yang kuat untuk menyakini pengetahuan itu benar.

Menurut pendekatan rasionalisme untuk mengetahui apakah kita tahu, kita hanya
membutuhkan akal budi untuk merasakan sumber pengetahuan yang sebenarnya yaitu
pengetahuan yang tidak mungkin salah. Jadi melalui pendekatan rasionalisme itu hanya
memgunakan akal saja tanpa panca indera.
Menurut pendekatan empirisme seluruh pengetahuan manusia didasarkan pada
pengalaman dan pengamatan pancaindera. Jadi untuk mengetahui apakah kita tahu, kita
membutuhkan pengalaman tentang pengetahuan yang dapat kita tangkap melalui pancaindera
Jalan tengah antara rasionalisme dan empirisme ialah untuk mengetahui apakah kita tahu
yaitu sama-sama membutuhkan pemikiran atas pengetahuan yang didapatkan.
Apriori adalah pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi sebelum pengalaman contohnya
1+1=2. Sedangkan aposterori adalah pengetahuan tentang sesuatu yang terjadi setelah
pengalaman contohnya anjing budi berwarna hitam