Anda di halaman 1dari 5

Rancangan Percobaan

Rancangan Petak Terpisah/Rancangan Petak Terbagi/Split Plot Design/RPT

Di dalam RPT, salah satu faktor dinyatakan sebagai faktor utama. Faktor yang dinyatakan
tersebut disebut faktor petak utama. Petak utama dibagi dalam anak-anak petak tempat faktor
kedua yang disebut faktor anak petak ditempatkan. Dengan demikian, setiap petak utama
menjadi suatu kelompok untuk perlakuan anak petak.

Dalam RPT, ketepatan pengukuran pengaruh faktor utama dikorbankan untuk memperbaiki
faktor anak petak. Pengkuran pengaruh utama dari faktor anak petak dan interaksinya dengan
faktor petak utama akan lebih tepat daripada yang diperoleh dengan rancangan RAK. Disisi lain
pengaruh perlakuan petak utama menjadi kurang tepat daripada yang diperoleh dengan RAK.

Karena dengan RPT, ukuran petak dan ketepatan pengukuran pengaruh tidak sama untuk kedua
faktor, maka penempatan suatu faktor pada petak utama atau anak petak sangat penting.
Ujntuk melakukan pilihan tersebut, disarankan petunjuk sebagai berikut :

1. Derajat Ketepatan. Dalam mencapapi derajat ketepatan yang lebih besar untuk faktor B
daripada faktor A, tentukan faktor B sebagai anak petak dan faktor A sebagai petak
utama. Misal : seorang pemulia tanaman merencanakan untuk menilai 10 varietas dengan
3 taraf pemupukan dalam suatu percobaan faktorial 10 x 3. Mungkin akan mengharapkan
ketepatan lebih tinggi bagi perbandingan varietas darilpada untuk respon pemupukan.
Dengan demikian ia akakn membuat varietas sebagai faktor anak petak dan pemupukan
sebagai faktor petak utama.

Akan tetapi, seorang agronomis yang mempelajari respons pemupukan 10 varietas yang
dikembangkanoleh pemulia tanaman mungkin akan menginginkan ketepatan yang lebih
tinggi untuk respon pemupukan daripada untuk varietas, dan akan menempatkan varetas
pada petak utama dan pemupukan pada anak petak.

2. Ukuran Nisbi Mengenai Pengaruh Utama. Apabila pengaruh utama salah satu faktor (faktor
B) diharapakan lebih besar dan lebih mudah dilihat daripada faktor lainnya (faktor A),
faktor B dapat ditempatkan sebagai petak utama dan faktor A sebagai anak petak. Halini
akan menambah peluang untuk mendapatkan perbedaan di antara taraf faktor A yang
mempunyai pengaruh yang lebih kecil. Misalnya, dalam percobaab pemupukan x varietas,
peneliti dapat menempatkan varietas sebagai anak petak dan pemupukan sebagai petak
utama karena mengharapkan pengaruh pemupukan lebih besar daripada pengaruh
varietas.

3. Pengaruh Pengelolaan. Budidaya yang diperlukan oleh suatu faktor mungkin memerlukan
penggunaan petakan yang besar. Untuk kepentiingan praktis, faktor tersebut dapat
ditempatkan sebagai petak utama.Misalnya : penelitian pengelolaan air x varietas. Dapat
diharapkan untuk menempatkan pengelolaan air sebagai petak utama untuk memperkecil
pergerakan air antar petak yang berdampingan, untuk membentuk taraf pengairan yang
diharapkan, dan mengurangi pengaruh piinggir. Atau dalam suatu percobaan untuk

Deny Sumarna.,SP.,M.Si Page 1


Rancangan Percobaan

menilai penampilan beberapa varietas padi dengan berbagai taraf pemupukan, peneliti
meungkin menempatkan petak utama untuk pemupukan guna memperkecil keperluan
pemisahan petakan yang memrlukan taraf pemupukan yang berbeda.

Pengacakan dan Penataan

Langkah-langkah pengacakan dan penataan suatu RPT ditunjukkan dengan menggunakan a


sebagai banyaknya perlakuan petak utama, b sebagai banyaknya perlakuan anak petak dan r
sebagai banyaknya ulangan.

Contoh :

Percobaan 2 faktor melibatkan 6 taraf nitrogen (petak utama/a) dan 4 varietas padi (anak petak/
b) dengan ulangan 3 ulangan.

Langkah 1. Bagilah area percobaan ke dlam r = 3 kelompok, masing-masing selanjutnya dibagi


ke dalam a= 6 petak utama

N N N N N N N N N N N N N N N N N
4 3 1 0 5 2 1 0 5 2 4 0 1 4 5 3 2

Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3

Langkah 2. Selanjutnya lakukan prosedur pengacakan RAK dengan a=6 dan r= 3, tempatkan
secara acak 6 perlakuan nitrogen dalam 6 petak utama untuk masing-masing
kelompok dari 3 kelompok yang ada.

Langkah 3. Bagi setiap petak utama dari (r)(a) = 18 petak utama ke dalam b = 4 anak petak dan
ikuti prosedur pengacakan RAK untuk b = 4 perlakuan dan (r)(a) = 18 ulangan,
tempatkan secara acak 4 varietas ke dalam 4 anak petak dalam setiap petak utama
dari 18 petak utama yang ada. Hasilnya mungkin terlihat seperti berikut:

N4 N N N N N N N N N N N0 N1 N4 N N N
3 1 0 5 2 1 0 5 2 4 5 3 2
V1 V V V V V V V V V V V1 V2 V2 V V V
0 0 3 1 2 3 1 0 2 1 0 2 1
V3 V V V V V V V V V V V2 V3 V1 V V V

Deny Sumarna.,SP.,M.Si Page 2


Rancangan Percobaan

3 2 2 2 1 2 2 1 0 0 1 3 4
V0 V V V V V V V V V V V0 V0 V3 V V V
2 3 0 0 0 0 3 2 1 3 3 1 2
V2 V V V V V V V V V V V3 V1 V0 V V V
1 1 1 3 3 1 0 3 3 2 2 0 3
Ulangan 1 Ulangan 2 Ulangan 3

Hal yang perlu diperhatikan :

1. Ukuran anak petak utama adalah b kali ukuran anak petak. Dalam contoh diatas dengan 4
varietas ( b = 4) ukuran petak utama adalah 4 kali ukuran anak petak.

2. Setiap perlakuan petak utama diujikan r kali dengan setiap perlakuan anak petak diujikan
(a)(r) kali. Sehingga jumlah perlakuan anak petak yang diujikan akan selalu lebih besar
daripada untuk petak utama.

Sidik Ragam

Sidik ragam (anova) RPT dibagi dalam sidik petak utama dan sidik anak petak.
Sumber db Jumlah Kuadr F F tabel
Keragaman Kuadrat at Hitung
Tenga
h
Kelompok r–1
Faktor Petak a–1
utama (A)
Galat (a) (r-1)(a-1)
Faktor anak Petak b-1
(b)
AxB (a-1)(b-1)
Galat (b) a(r-1)(b-1)
Total abr-1
Teladan:

Berikut adalah berat buah melon (kg) dengan perlakuan Varietas Melon (A) dan Pupuk Urea (B).
Perlakuan A terdiri dari 3 taraf, yaitu : M1 ,M2 ,M3.
Perlakuan B terdiri dari 4 taraf, yaitu: 10,15,20,25 kg Pupuk Urea (selang/jarak sama).
Percobaan dilakukan menggunakan Split Plot (RPT).
Ulangan 3 kali dan uji lanjut BNT 5%.

Perlakuan Varietas Melon (A) dan Pupuk Urea (B) thd Berat Buah Melon (kg)
I II III Total
A1B1 2.4 2.5 2.4 7.3
A1B2 3 2.9 2.8 8.7
A1B3 2 2 1.8 5.8
Deny Sumarna.,SP.,M.Si Page 3
Rancangan Percobaan

A1B4 2 2.5 2 6.5


A2B1 2 2 2.4 6.4
A2B2 3 3.1 3.1 9.2
A2B3 1.4 1.5 1.3 4.2
A2B4 3 3 3 9
A3B1 2 2.4 2.2 6.6
A3B2 3 3 2 8
A3B3 2.3 2 2 6.3
A3B4 2 2.3 2.2 6.5
Total 28.1 29.2 27.2 84.5

Tabel bantu

b1 b2 b3 b4 Total
a1 7.3 8.7 5.8 6.5 28.3
a2 6.4 9.2 4.2 9 28.8
a3 6.6 8 6.3 6.5 27.4
Total 20.3 25.9 16.3 22
1 2 3 Total
a1 9.4 9.9 9 28.3
a2 9.4 9.6 9.8 28.8
a3 9.3 9.7 8.4 27.4
Total 28.1 29.2 27.2

G2 84.5 2
FK = = = 198.3403
rab 3.3.4

[ ]
JKTotal = ∑X 2 − FK = ( 2.4) 2 + (2.5) 2 +..... + ( 2.2) 2 −198.3403 = 9.0697

JKKelompok =
∑R 2 − FK =
( 28.1) 2 + (29.2) 2 + ( 27.2) 2
−198.3403 = 0.1672
ab (3)(4)

JKA =
∑A2 − FK =
(28.3000) 2 + ( 28.8000) 2 + ( 27.4000) 2
−198.3403 = 0.0839
rb (3)(4)

JKGalat ( a ) =
∑Ar 2 − JKK − JKA − FK =
(9.4) 2 + (9.9) 2 + (9) 2 + (9.4) 2 +... + (8.4) 2
− 0.1672 − 0.0839 −198.3403
b (3)(3)

JKB =
∑B 2 − FK =
( 20.3000) 2 + ( 25.9000) 2 + (16.3000) 2 + ( 22.000) 2
−198.3403 = 5.2808
ra (3)(3)

Deny Sumarna.,SP.,M.Si Page 4


Rancangan Percobaan

JKAB =
∑AB 2 − JKA − JKB − FK =
(7.3) 2 + (8.7) 2 + (5.8) 2 + (6.5) 2 +..... + (6.5) 2
− 0.0839 −5.2808 −198.3403 = 2
r (3)

JKGalat = JKTotal − JKK − JKA − JKGalat ( a) − JKB − JKAB = 9.0697 − 0.1672 − 0.0839 − 0.1761 − 5.2808 − 2.4983

KTGa 0.0440
KK (a ) = x100% = x100% = 8.94%
X (84.5) /(36)

KTG 0.0480
KK = x100% = x100% = 9.3304%
X (84.5) /(36)

Contoh keluaran program Statden (program Statden dapat di peroleh dengan menghubungi email dsumarna@faperta.unmul.ac.id)

Deny Sumarna.,SP.,M.Si Page 5