Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH RANCANGAN PERCOBAAN

Oeh :
WENI FITRIYANI
1214111067

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Percobaan

merupakan

kegiatan

atau

upaya

yang

dilakukan

untuk

membangkitkan data sebagai respon dari objek, individu atau unit tertentu.
Pengertian lain menyebutkan bahwa percobaan merupakan pengamatan berencana
untuk memperoleh data yang bertujuan untuk menerima, menolak serta
memperkuathasil percobaan yang lebih dahulu dilakukan.
Rancangan Percobaan merupakan alat bantu statistik yang berguna untuk
menjawab dugaan-dugaan, pertanyaan-pertanyaan atau persoalan-persoalan yang
timbul pada pengamatan unit percobaan. Tujuan akhir percobaan yaitu untuk
mengetahui apakah perlakuan yang diberikan terhadap unit percobaan
memberikan hasil perbedaan yang nyata atau tidak.
Dalam suatu perancangan percobaan, data yang dianalisis statistika dikatakan
sah apabila ata tersebut diperoleh dari suatu percobaan yang memenuhi 3 prinsip
dasar, yaitu :
1. Harus ada ulangan, yaitu pengalokasian suatu perlakuan tertentu terhadap
beberaa unit percobaan pada kondisi yang seragam. Pengulangan
bertujuan untuk menduga ragam dari galat percobaan, menduga galat baku
dari rataan perlakuan, meningkatkan ketepatan percobaan, memperluas
presisi kesimpulan percobaan melalui pemilihan dan penggunaan satuansatuan percobaan yang lebih bervariasi.
2. Pengacakan, yaitu setiap unit percobaan harus memiliki peluang yang
sama untuk diberi suatu perlakuan tertentu. Pengacakan perlakuan pada
unit-unit percobaan dapat menggunakan tabel bilangan acak, system lotere
dan menggunakan software.
3. Pengendalian lingkungan (local control), merupakan usaha untuk
mengendalian keragaman yang muncul akibat keheterogenan kondisi
lingkungan. Usaha pengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan

4. pengelompokkan saru arah, dua arah, maupun multi arah.pengelompokkan


dikatakan baik apabila keragaman didalam kelompok lebih kecil
dibandingkan dengan keragaman antar kelompok.
Suatu rancangan percobaan merupakan satu kesatuan antar rancangan
perlakuan, lingkungan dan pengukuran. Rancangan perlakuan merupakan
rancangan yang berkaitan dengan bagaimana perlakuan-perlakuan tersebut
dibentuk.komposisi dari suatu perlakuan dapat dibentuk ari satu faktor, dua faktor,
atau lebih. Rancangan lingkungan merupakan rancangan yang berkaitan dengan
bagaimana perlakuan-perlakuan tersebut ditempatkan pada unit-unit percobaan.
Penempatan perlakuan pada unit percobaan dalat diacak secara langsung terhadap
seluruh unit percobaan. Rancangan pengukran erupakan rancangan yang berkaitan
tentang bagaimana respon percobaan diambil dari unit-unit percobaan yang
diteliti.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
a. Sebagai salah satu tugas mata kuliah Rancangan Percobaan
b. Untuk mengetahui pengujian menggunakan RAL dengan ulangan tak sama
c. Mengetahui uji lanjut menggunakan uji dunnet.

II. ISI

A. Rancangan Acak Lengkap dengan Ulangan Tak Sama


Rancangan acak lengkap merupakan rancangan yang seherhana digunakan
dalam suatu percobaan. Dikatakan sederhana karena jika ingin menggunakan
rancangan ini maka data

satuan percobaan yang akan kita gunakan harus

homogen dan hanya ada sastu sumber keragaman. Dengan rancangan acak
lengkap kita dapat mengetahui hasil yang memberikan gambaran tentang
perlakuan yang kita berikan pada unit percobaan. Keuntungan dari penggunaan
rancangan acak lengkap yaitu analisis statistikanya sederhana, bagan rancangan
percobaan lebih mudah serta fleksibel dalam penggunaan jumlah perlakuan.
Selain ketiga keuntungan tersebut, keuntungan lainnya yaitu jika ada data yang
hilang akan lebih mudah ditangani dan terdapat alternative analisis non parametric
yang sesuai.
Percobaan menggunakan RAL dapat diterapkan pengulangan sama dan tak
sama. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai RAL dengan ulangan tak sama.
RAL dengan ulangan sama dan ulangan tak sama tidak memiliki perbedaan dalam
pengacakan dan tata letak rancangan, yang membedakan antara keduanya yaitu
jumlah ulangan yang tidak sama pada setiap perlakuan.
Adapun model rancangan acak lengkap untuk ulangan tak sama yaitu
Yij = + i + ij untuk I = 1,2,., t dan j=1,2,,ri
Dimana :
Yij

= respon atau nilai pengamatan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j.

= rata-rata umum.

= pengaruh perlakuan ke-i.

ij

= pengaruh galat percobaan dari perlakuan ke-i dan ulangan ke-j.

Perhitungan tabel analisis Ragam dalam RAL dengan yang tak sama yaitu :
a. Menghitung FK(Faktor Koreksi)
n = banyaknya perlakuan dan ulangan dalam
percobaan, apabila ada data yang hilang
maka jumlahnya dikurangi dengan data
hilang tersebut

\
b. Menghitung Jumlah Kuadrat perlakuan

JKP =

- FK

c. Menghitung Jumlah Kuadrat Total

d. Menghitung Jumlah Kuadrat Galat

e. Menghitung kuadrat tengah untuk setiap sumber keragaman

f. Menghitung Fhit

Tabel sidik ragam rancangan acak lengkap tanpa ulangan


F Tabel
Sumber
db
JK
KT
Fhit
keragaman
0,05
0,01
Perlakuan

t1

Galat
Total

JKP

KTP

JKG

KTG

KTP/KTG

JKT

Pengujian hipotesis ;
pengujian F hitung = KTP/KTG mengikuti sebaran F dengan serajat bebas
pembilang sebesar t-1 dan derajat bebas penyebut sebesar t(r-1). Dengan demikian
jika nilai Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan berlaku sebaliknya. Penolakan H0

berimplikasi bahwa perlakuan yang diberikan terhadap unit-unit percobaan


memberikan pengaruh yang nyata terhadap respon percobaan yang diamati.
Berikut ini akan disajikan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap
dengan ulangan tak sama.
1. Seorang peniliti melakukan percobaan mengenai pengaruh fumigasi terhadap
pertumbuhan kacang hijau. Percobaan dilakukan dengan melibatkan 5
perlakuan yang berbeda. Namun data yang diperoleh tidak lengkap. data yang
hilang terletak pada ulangan ke 3 dari perlakuan ke-C dan ulangan ke 4 dari
perlakuan ke-D.
Perlakuan

Ulangan

Rata-

(Yi.)

rata

100

80

100

88

100

468

93,6

90

80

84

76

94

424

84,8

80

88

84

78

330

82,5

90

100

82

76

348

87

100

100

84

82

86

452

90,4

(Y.i)

460

448

350

330

434

2022

Langkah-langkah untuk menghitung tabel sidik ragamnya yaitu :

= 17760,17

JKP =
=

+
+

+
+

FK

= 43804,8 + 35955,2 + 27225 + 30276 + 40860,8 FK


= 178121,8 - 17760,17
= 160361,63
JKT =
= 179372 11760,17
= 161611,83
JKG = JKT JKP

FK

= 161611,83 - 160361,63
= 1250,2

dbP = 5 1 = 4 ; r1 = 5 ; r2 = 5 ; r3 = 4 ; r4 = 4; r5= 5
dbT = (5 + 5 + 4 + 4 + 5) 1 = 22 ;
dbG = dbT dbP = 22 4 = 18
Tabel sidik ragam
Sumber
keragaman

db

JK

KT

Fhit

160361,63 40090,41

Perlakuan

Galat

18

1250,2

Total

22

161611,83

577,17**

F Tabel
0,05

0,01

2,93

4,56

69,46

Kesimpulan :
Nilai Fhitung > Ftabel, berarti terima Ho. hal ini menyatakan bahwa pemberian
fumigasi terhadap pertumbuhan kacang hijau memberikan pengaruh yang nyata.

2. Suatu penelitian tentang pengaruh enzim protease bakteri Bacillus sp terhadap


pertumbuhan ikan nila. Percobaan dilakukan menggunakan Racangan acak
lengkap. Setelah dilakukan penelitian diperoleh data sebagai berikut :
Ulangan

Perlakuan

(Y.i)

rata

2,5

3,0

2,7

3,1

11,3

2,825

2,2

4,2

2,4

3,4

12,2

3,05

4,0

2,5

2,9

3,4

2,0

14,8

2,96

3,4

2,4

4,2

3,5

2,2

15,7

3,14

(Yi.)

12,1

7,9

14

9,3

10,7

54

Langkah-langkah untuk menghitung tabel sidik ragamnya yaitu :

Rata-

= 162

JKP =

+
+

FK

= 36,60 + 20,80 + 49 + 28,83 + 28,62 FK


= 163,85 - 162
= 1,85
JKT =

FK

= 170,22 162
= 8,22
JKG = JKT JKP
= 8,22 1,85
= 6,37

dbP = 5 1 = 4 ; r1 = 4 ; r2 = 3 ; r3 = 4 ; r4 = 3; r5= 4
dbT = (4 + 3 + 4 + 3 + 4) 1 = 17 ;
dbG = dbT dbP = 17 4 = 13
Tabel sidik ragam
Sumber
keragaman

db

JK

KT

Perlakuan

1,85

0,46

Galat

13

6,37

0,49

Total

17

8,22

Fhit
0,94

F Tabel
0,05

0,01

3,18

5,21

Kesimpulan :
Berdasarkan pehitungan yang telah dilalukan diperoleh hasil nilai Fhitung <
Ftabel berarti gagal tolak Ho. Hal ini menunjukan bahwa pemberian enzim
protease bakteri Bacillus sp. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap
pertumbuhan ikan Nila.

B. Pengujian Keaditifan Model Dengan Uji Dunet


Uji dunnet merupakan pengujian yang dilakukan untuk membandingkan nilai
rataan perlakuan dan control. Uji dunnet biasanya berkaitan dengan mutu atau
kualitas. Langkah-langkah yang dilakukan dalam uji dunnet yaitu :
1. Menentukan D
2. Mengurutkan posisi setiap peubah mulai dari yang terkecil hingga terbesar
(kiri ke kanan) dan sebaliknya, atau bisa juga diurutkan dari atas ke bawa
dimulai dari nilai terkecil hingga terbesar.
3. Menghitung nilai rataan setiap peubah terhadap rataan peubah control
4. Membandingkan dk dengan D
Uji dunnet hanya membutuhkan satu nilai pembanding yang yang digunakan
untuk membandikan nilai antara perlakuan dan control. Uji dunnet menggunakan
tabel T. Uji Dunnet mempertahankan MEER pada level yang tidak lebih dari taraf
nyata yang ditentukan, misal = 0.05.
Rumus yang digunakan pada uji dunnet ini yaitu:
DLS= T* /2 (p,def). sy, dimanas sy=
Apabila jumlah ulangan tidak sama:
DLS= T* /2 (p,def).
Jika

kontrol -

j > DLSD 0,05 , maka Tolak H0 ( berbeda nyata)

kontrol -

j < DLSD 0,05 , maka Terima H0 ( Tidak berbeda nyata)

Berikut ini akan disajikan beberapa contoh pengujian dengan uji dunnet beserta
hasilnya.
1. Telah dilakukan suatu penelitian tentang pengaruh enzim protease bakteri
Bacillus

sp

terhadap

pertumbuhan

ikan

nila.

Percobaan

dilakukan

menggunakan Racangan acak lengkap. Setelah dilakukan penelitian diperoleh


data sebagai berikut :

Ulangan

Perlakuan

(Yi.)

Rata-

j - kontrol

rata

A (kontrol)

12

20

23

5,75

2,75

27

6,75

3,75

29

5,8

2,8

(Y.i)

29

27

27

28

111

Langkah-langkah untuk menghitung tabel sidik ragamnya yaitu :

= 616,05

JKP =

- 616,05

= 660,75 616,05
= 44,7
JKT =

FK

= 671 616,05
= 54,95
JKG = JKT JKP
= 54,95 44,7
= 10,25

Tabel sidik ragam


Sumber

db

JK

KT

Perlakuan

44,7

11,18

Galat

15

10,25

0,68

Total

19

54,95

keragaman

Fhit
16,44

F Tabel
0,05

0,01

3,06

4,89

Kesimpulan :
Dari hasil perhitungan diatas diperoleh nilai Fhitung > Ftabel sehingga tolak Ho.
pada hal ini menunjukkan bahwa enzim protease bakteri Bacillus sp terhadap
pertumbuhan ikan nila berpengaruh nyata.
Oleh karena itu data diatas dapat kita uji lagi dengan menggunakan uji dunnet.
Langkah 1 :
KTG = 0,68
Db (G) = 15
P = t-1 = 5-1 = 4
t*= 2,73 (dilihat dari tabel dunnet)
langkah 2 :

2,73
= 2,73 x 0,58 = 1,58
Perlakuan

Perlakuan j

kontrol -

DLSD

Notasi

Kontrol
Kontrol [a]

2 > 1,58*

2,75 > 1,58*

3,75 > 1,58*

2,8 > 1,58*

Kesimpulan :
-

Tolak Ho

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui ada 4 perlakuan yang berbeda


dengan control.

1. Dilakukan suatu penelitian tentang penambahan asam askorbat dalam


pembuatan dangke untuk mengidentikasi pengaruhnya terhadap daya simpan
berdasarkan nilai TBA.
Dari hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut :
Perlakuan

Ulangan
1

y.i

Rataan

kontrol

Kontrol

2,2

3,2

4,7

10,1

3,37

3,2

5,3

6,4

14,9

4,97

1,6

4,9

6,8

7,1

18,8

4,7

1,33

5,7

7,5

21,2

7,03

3,66

7,8

8,3

6,9

23

7,67

4,3

Y.j

23,8

31,1

33,1

88

Hipotesis :
-

Ho : Tidak adanya pengaruh dari penambahan asam askorbat dalam


pembuatan dangke untuk mengidentikasi pengaruhnya terhadap daya simpan
berdasarkan nilai TBA.

H1: Setidaknya ada satau perlakuan yang berpengaruh dari penambahan asam
askorbat dalam pembuatan dangke untuk mengidentikasi pengaruhnya
terhadap daya simpan berdasarkan nilai TBA.

Langkah-langkah untuk menghitung tabel sidik ragamnya yaitu :

= 516,27

JKP =
= 551,97 516,27
= 30,69
JKT =
= 567,21 516,27
= 50,93
JKG = JKT JKP
= 50,93 30,69
= 20,24

FK

Tabel sidik ragam


Sumber

db

JK

Perlakuan

30,69

7,67

Galat

10

20,24

2,024

Total

14

50,93

keragaman

KT

Fhit
3,78*

F Tabel
0,05

0,01

3,48

5,99

Kesimpulan :
Diperoleh nilai Fhitung > Ftabel pada selang kepercayaan 95% maka tolak Ho,
sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh penambahan asam
askorbat dalam pembuatan dangke untuk mengidentikasi pengaruhnya terhadap
daya simpan berdasarkan nilai TBA.
Uji dunnet
Langkah 1 :
KTG = 2,024
Db (G) = 10
P = t-1 = 5-1 = 4
t*= 2,89 (dilihat dari tabel dunnet)
langkah 2 :

2,89
= 2,73 x 1,16 = 3,35
Perlakuan
Kontrol

Perlakuan j

kontrol -

DLSD

Notasi

Kontrol [a]

1,6<3,35

1,33<3,35

3,66>3,35

4,3>3,35

Kesimpulan : ada 2 perlakuan yang berbeda dengan control.

III.

KESIMPULAN

kesimpulan yang didapat dari makalah ini yaitu, yang membedakan antara
RAL dengan ulangan sama dan ulangan tak sama yaitu dari perlakuan serta
perbedaan rumus saat menghitung faktor kondisi maupun derajat bebas. Selain itu
untuk menguji data lebih lanjut ada syarat yang harus terpenuhi yaitu F hitung>F
tabel sehigga bisa dilakukan uji dunnet. Uji dunnet merupakan uji lanjutan yang
dilakukan untuk membandingan perlakuan dengan kontrol.