Anda di halaman 1dari 15

Bedah Jurnal: Anita Pinalia, 2011

Pusat Teknologi Roket, LAPAN


Disarikan dr Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 9 No.2

Oleh:
Mohamad Junaedi
Nia Kurniatin
Irwanto Septian

Amonium

Perklorida (AP) digunakan untuk


oksidator pada propelan padat komposit
(penentu performa motor roket)
Sintesa AP dilakukan 2 tahap yaitu:
a. Sintesa elektrokimia sodium perclorat dari
sodium klorat
b. Konversi NaClO4 menjadi NH4ClO4 dengan
dengan reaksi:
NaClO4 + NH4Cl NH4ClO4 + NaCl
Amonium Perkhlorat dan NaCl dipisahkan
dengan cara Kristalisasi

Tahap

Kristalisasi yang biasa dipakai adalah


dengan proses pendinginan alamiah di mana
suhu diturunkan secara alamiah dari 90oC ke
30oC. Dampaknya: kristal terbentuk Jarum
(nedle Crystal), dan puritynya hanya 97%
Percobaan ini ingin menunjukkan proses
kristalisasi AP dengan cara yang berbeda,
yaitu: Proses pendinginan lambat dan
dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat

Dijaga pada PH Basa,


ditambahkan NaOH 15%

Diaduk selama 30 menit


untuk mendapatkan
homogenitas material yang
dicampurkan
Flow 4.5l/mnt 90oC ke 64.6oC
Pendinginan Lambat dengan
air temp 30oC dengan 3
variasi laju aliran

Pendinginan Cepat dengan


MEG temp -27oC dengan 1
variasi laju aliran

Flow 9 l/mnt 64.6oC ke 59.4oC


Flow 15l/mnt 59.4oC ke 55.4oC

Flow 30l/mnt 55.4oC ke 14.8oC

KIRISTAL TERBENTUK
Sebagian kristal yg
terbentuk di sirkulasikan
kembali dalam reaktor
Dryer / pemanasan pada
temperatur 120oC

Proses PENGAMATAN KRISTAL


1. Filtrasi dengan mesh 20, 40 60
2. Pengecekkan bentuk dengan
Mikroskop
3. Pengecekkan kemurnian
dengan HPLC

Di

peroleh kristal AP sebanyak 45.45 kg


dengan perincian :
- 20 mesh = 0.03 kg
- 40 mesh = 45.42 kg
- 60 mesh = 0.00 kg
Kemurnian AP dengan alat HPLC : 99.67%
Bentuk kristal relatif bulat dengan CSD yang
sempit. Keseragaman material 99.999%.

Percobaan

dilakukan dengan cara batch


dengan pertimbangan ekonomis. Reaktor
dibawah 500kg/jam lebih ekomonis memakai
sistem batch dibanding kontinue (wey &
karpinski, 2002)
Kelarutan NaCl dan AP dapat dilihat pada
gambar di bawah ini:
Kelarutan NaCl hampir konstan di semua
temperatur, sedangkan kelarutan AP
meningkat tajam dengan naiknya temperatur

Kristalisasi terjadi akibat adanya supersaturasi


( Keadaan Kelewat jenuh )
Zat terlarut , Temp ,
Kristalisasi Pendinginan

Supersaturasi
terjadi bila

Zat terlarut ,Temp rel kostn ,


Kristalisasi Penguapan

Proses salting (penggaraman)


Kristalisasi tdk menggunakan
perubahan temperatur

Penggunaan sistem pendingin dengan 2 jenis


coolant yaitu air 30oC dan MEG -27oC agar:
Sistem berada pada zona metastabil sehingga
keadaan supersaturasi senantiasa terjaga.
Pertumbuhan inti kristal tidak terlalu banyak
diawal tapi tumbuh konstan sehingga
ukurannya seragam.
Pertumbuhan inti kristal yang terkontrol
menyebabkan impurities tidak ikut
terperangkap dalam kristal AP.
Nukleasi sekunder perlu pendinginan cepat
agar kristal yang dihasilkan tidak terlalu
lembut

Kristalisasi AP dengan sistem pendinginan


terkontrol lebih baik karena mampu
mengontrol nukleasi primer sehingga diperoleh
hasil kristal padat mendekati bulat dengan
kemurnian 99.67% dengan CSD yang seragam
pada ukuran 20-40mesh

Thank you