Anda di halaman 1dari 23

Acara I

Camera Calibration

Rendy Putra Maretika, S.Si.

DISTORTION

DISTORTION (for example)

Lens Distortion (Radial & De-centering).


Atmospheric Refraction.
Earth Curvature.
Pergerakan Wahana.
Perspective Projection.

Radial Lens Distortion

Terjadi karena adanya perubahan arah sinar setelah melalui


perspective center.
Semakin jauh jarak radial dari principal point akan semakin besar pula
besarnya distorsi ini.
Distorsi ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Barrel dan Pin Chusion.

Corrected Image

Barrel Distorsion
Kamera Wide Angle

Pin Chusion Distortion


Kamera Tele

Radial Lens Distortion

Besarnya distorsi radial


pada suatu titik di foto
dapat dinyatakan
dengan rumus berikut :
x = r * (x xp) / r
y = r * (y yp) / r

Dimana r dapat
dihitung dengan rumus
berikut :
r = K1 r3 + K2 r5 + K3 r7

De-Centering

Disebabkan karena adanya ketidak-selarasan


komponen pada system lensa.
Proyeksi sinar dari masing-masing pusat lensa tidak
berada pada satu garis lurus sehingga bayangan
sinar tidak jatuh pada lokasi yang semestinya
pada foto.

De-Centering
Besarnya

pergeseran

x = (1 + p3 r2) {p1 (r2 + 2x2) + 2 p2 x y}


y = (1 + p3 r2) {2 p1 x y + p2 (r2 + 2y2)}
Dimana

r = {( x - xp)2 + (y yp)2}0.5
x = x xp
y = y yp

Atmospheric Refraction

diakibatkan karena perjalanan sinar menuju


perspective center (pusat lensa) melewati
berbagai lapisan dengan suhu, tekanan dan
kelembaban yang berbeda.
Masing masing lapisan ini memiliki index bias yang
berbeda-beda pula, sehingga perjalanan sinar
dari obyek di bumi menuju perspective center
tidak akan lurus sebagaimana mestinya.
Distorsi ini akan terjadi sepanjang arah garis radial
dari titik nadir.
Semakin jauh dari titik nadir, maka distorsi yang
terjadi juga akan semakin besar.

Atmospheric Refraction

Dapat dinyatakan dalam persamaan matematis


berikut
r = k r {1 + r2 / c2}
Besarnya nilai pergeseran
x = k x (r2 / c2 + 1)
y = k y (r2 / c2 + 1)
Hanya berlaku untuk FU Tegak

Earth Curvature

Semakin luas daerah yang tercover pada satu frame foto


maka akan semakin besar pula distorsi yang diakibatkan
karena efek kelengkungan bumi ini.

H
r
R
f

= tinggi terbang
= jarak titik dari principal point
= radius bumi
= principal distance

Hanya berlaku untuk FU Tegak

Perspective Vs Orthogonal

Perspective Vs Orthogonal

CAMERA CALIBRATION

CAMERA CALIBRATION

Kalibrasi kamera ditujukan untuk


memodelkan dan menentukan nilai distorsi
dan konstanta sistem optik yang ada pada
kamera.
Pada terminologi fotogrametri, parameter
distorsi dan konstanta tersebut disebut
parameter orientasi dalam, yang terdiri atas
(Wolf, 1983 dalam Harintaka, 2008): panjang
fokus, distorsi radial, distorsi tangensial, dan
posisi titik utama (principal point) yang diukur
terhadap origin sumbu x dan y sistem
koordinat foto/citra.

Camera Calibration Method

In-laboratory
menggunakan peralatan multikolimator atau
goniometer.
In-field
menggunakan target dan parameter kalibrasi
kamera dihitung menggunakan metode Bundle
Adjustment, Plumb Line, atau DLT (Direct Linear
Transform).
In-flight
dilakukan pada saat pemotretan udara di
lapangan dan parameter kalibrasi kamera
dihitung menggunakan metode BASC (Bundle
Adjustment with Self Calibration).

In Laboratory Calibration

In Field Calibration

In Flight Calibration

Original Image Vs Corrected


Image

REFERENCES

Ayman F. Habib. -. Theory of Orientation & Photogrammetric


Triangulation.
Dipokusumo, Bobby S. 2004. Pengantar Fotogrametri. Materi Kuliah.
Bandung : DTGD Institute Teknologi Bandung.
Harintaka dkk, 2008. Pemodelan Ketidakstabilan Kamera dan
Gerakan Pesawat pada Saat Pemotretan Foto Udara Format Kecil.
Makalah. Yogyakarta: Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada.
Rokhmana, Catur A. 2005. Orientasi Pada Foto Udara. Materi
Kuliah. Yogyakarta: Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada.
Soetaat. 2004. Fotogrametri Digital. Diktat Kuliah. Yogyakarta :
Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.
Wolf, P. R. 1993, Elemen Fotogrametri dengan Intepretasi Foto
Udara dan Penginderaan Jauh, Edisi Kedua. Text Book. Yogyakarta
: Gadjah Mada University Press.

THANKS FOR YOUR ATTENTION

Rendy Putra Maretika, S.Si.


Cartography and Remote Sensing
Department of Geographical Information Science and Regional Development
Faculty of Geography, Gadjah Mada University, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 - INDONESIA
my_rendyputra@yahoo.com