Anda di halaman 1dari 19

TOPIK II

STRATEGI NASIONAL
LATAR BELAKANG
Sebagai suatu bangsa yang berada di dalam lingkungan dunia yang luas bersamasama dengan bangsabangsa lain, maka dalam perjuangan mewujudkan masyarakat yang
adil dan makmur, tidak dapat dihindari bahwa bangsa Indonesia mempunyai kepentingankepentingan yang bisa bertabrakan dengan kepentingan bangsa lain. Dalam keadaan
demikian, bangsa Indonesia yang cinta damai mengutamakan penyelesaian melalui
perundingan dan diplomasi. Tetapi disebabkan karena tiada satu pun kekuatan di dunia
yang dapat menjamin bahwa bangsa lain tidak akan menggunakan perang sebagai cara
penyelesaian, maka bangsa Indonesia harus menjalankan upaya pertahanan dan keamanan
untuk membela dirinya dari berbagai bentuk ancaman perang yang bisa dilancarkan
terhadapnya oleh bangsa lain.
Semua pernyataan tersebut harus dipenuhi atas dasar landasan ideal Pancasila,
landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 dan doktrin-doktrin Nasional yaitu
Ketahanan Nasional, Integrasi Nasional, dan wawasan Nusantara yang di dalamnya aspek
Hankamnas merupakan bagian yang tidak dapat dan tidak boleh dipisahkan.
Seperti telah dijelaskan di atas, mempelajari masalah Hankamnas tidak hanya pada
pelaksanaannya saja, melainkan harus juga mulai dari persiapan sampai dengan mengatasi
akibatnya dan mecegahnya. Dalam persiapan ini harus disusun dan di tentukan suatu
pedoman bagaimana meningkatkan Hankamnas dalam rangka Ketahanan Nasional, dengan
sarana-sarana apa dan bagaimana penggunaannya untuk dapat mencapai tujuan atau
sasaran yang telah ditentukan. Pedoman ini akan berwujud dalam apa yang Strategi
Nasional, yang selanjutnya akan dipaparkan dalam makalah ini.

RUMUSAN MASALAH
A. Penyusunan Strategi Nasional
Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai
sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun
untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah
dan jangka panjang.
Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general
atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von
Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan
pertempuran untuk memenangkan peperangan, sedangkan perang adalah kelanjutan dari
politik. Dalam abad modern dan globalisasi, penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas
pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan, tetapi sudah digunakan secara
luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun olah raga. Dalam pengertian umum, strategi
adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencaipan suatu tujuan.
Indonesia menuangkan politik nasionalnya dalam bentuk GBHN karena GBHN yang
merupakan kepanjangan dari Garis-garis Besar Haluan Negara adalah haluan negara
tentang penyelenggaraan negara dalam garis-garis besar sebagai pernyataan kehendak
rakyat secara menyeluruh dan terpadu di tetapkan oleh MPR untuk lima tahun guna
mewujudkan kesejahteraan rakyat yang berkeadilan. Agar perencanaan pelaksanaan politik
dan strategi dapat berjalan dengan baik maka harus dirumuskan dan dilakukan pemikiranpemikiran strategis yang akan digunakan.
Pemikiran strategis adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi
perkembangan keadaan lingkungan yang dapat mempengaruhi bahkan mengganggu
pelaksanaan strategi nasional, umumnya dilakukan telaah strategi atau suatu kajian
terhadap pelaksanaan strategi yang akan dilaksanakan dengan selalu memperhatikan
berbagai kecenderungan. Juga dilakukan Perkiraan Strategi yaitu suatu analisis terhadap
berbagai kemungkinan perkembangan keadaan dan lingkungan, pengembangan sasaran
alternatif, cara bertindak yang ditempuh, analisis kemampuan yang dimiliki dan
pengaruhnya, serta batas waktu berlakunya penilaian terhadap pelaksanaan strategi.
Wawasan strategi harus mengacu pada tiga hal penting, di antaranya adalah :

a. Melihat jauh ke depan ; Pencapaian kondisi yang lebih baik di masa mendatang. Itulah
alasan mengapa kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang
akan timbul, mampu membuat desain yang tepat, dan menggunakan teknologi masa
depan.
b. Terpadu komprehensif integral ; Strategi dijadikan kajian dari konsep yang mencakup
permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh.
c. Memperhatikan dimensi ruang dan waktu ; Pendekatan ruang dilakukan karena strategi
akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya dimana strategi dan
manajemen tersebut di operasionalkan, sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif
terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi
tersebut dapat bersifat temporer dan kontemporer.
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan
sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat
dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut
sebagai Suprastruktur Politik, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan
badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai Infrastruktur Politik, yang
mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik,
organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (Interest group) dan
kelompok penenkan (Pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus
dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik
diatur oleh Presiden (Mandataris MPR). Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden
dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan
badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional, Dewan Pertahanan
Keamanan Nasional, Dewan Tenaga Atom, Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional
RI, Dewan Maritim, Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan.
Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik
dilakukan setelah Presiden menerima GBHN, selanjutnya Presiden menyusun program
kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet
tersebut.

Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik
nasional yang digariskan oleh presiden. Jika politik nasional ditetapkan Presiden
(mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan
lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari
presiden.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi
nasional yang bersifat pelaksanaan, maka di dalamnya sudah tercantum program-program
yang lebih konkrit untuk dicapai, yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Proses politik
dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh
rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang
ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam. Sesuai dengan kebijakan politik nasional
maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan
pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran
sektoralnya. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam
kehidupan politik nasional. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam
mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang
dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan
politik, ekonomi, sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan
oleh :
Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.
Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan
kebutuhan hidup.
Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin
tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.

B. Tujuan Strategi Nasional


Tujuan politik dan strategi nasional Indonesia untuk dalam negeri telah tercantum
dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban
dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial . Sehingga jelas sekali
bisa kita simpulkan bersama-sama, bahwa tujuan utama politik dan strategi nasional
Indonesia adalah untuk :
a) Melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali dan menjaga
pelaksanaan kewajiban-kewajiban, dengan melaksanakan pemerintahan untuk mengatur
keamanan.
b) Mensejahterakan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.
c) Melaksanakan sistem pendidikan agar bisa memajukan bangsa dan negara.
d) Menjaga keamanan untuk menjaga perdamaian dan kehidupan sosial yang seimbang,
baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tujuan politik luar negeri setiap negara adalah mengabdi kepada tujuan nasional
negara itu sendiri. Menurut Drs. Moh. Hatta, tujuan politik dan strategi luar negeri
Indonesia, antara lain sebagai berikut :
a) Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
b) Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar
kemakmuran rakyat.
c) Meningkatkan perdamaian internasional.
d) Meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa.

Tujuan politik luar negeri tidak terlepas dari hubungan luar negeri. Hubungan luar
negeri merupakan hubungan antarbangsa, baik regional maupun internasional, melalui
kerja sama bilateral ataupun multirateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional.
Politik strategi luar negeri Indonesia oleh pemerintah dirumuskan dalam kebijakan luar
negeri yang diarahkan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional. Kebijakan luar
negeri oleh pemerintah dilaksanakan dengan kegiatan diplomasi yang dilaksakan oleh para
diplomat.

Dalam menjalankan tugasnya para diplomat dikoordinasikan oleh Departemen Luar


Negeri yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Untuk inilah ditugaskan diplomat, dalam
rangka menjembatani kepentingan nasional negaranya dengan dunia internasional.

PEMBAHASAN STRATEGI NASIONAL

IMPLEMENTASI STRATEGI NASIONAL

1. Implementasi Strategi Nasional Bidang Hukum


a) Mengembangkan budaya hukum di semua lapisan masyarakat untuk terciptanya
kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya
negara hukum.
b) Menata sistem hukum nasional yang menyeluruh dan terpadu dengan mengakui dan
menghormati hukum agama dan hukum adat serta memperbaharui perundang
undangan warisan kolonial dan hukum nasional yang diskriminatif, termasuk
ketidakadilan gender dan ketidaksesuaianya dengan reformasi melalui program
legalisasi.
c) Menegakkan hukum secara konsisten untuk lebih menjamin kepastian hukum,
keadilan dan kebenaran, supremasi hukum, serta menghargai hak asasi manusia.
d) Melanjutkan ratifikasi konvensi internasional terutama yang berkaitan dengan hak
asasi manusia sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan bangsa dalam bentuk
undangundang.
e) Meningkatkan integritas moral dan keprofesionalan aparat penegak hukum, termasuk
Kepolisian Negara Republik

Indonesia,

untuk

menumbuhkan kepercayaan

masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan, dukungan sarana dan prasarana


hukum, pendidikan, serta pengawasan yang efektif.
f) Mewujudkan lembaga peradilan yang mandiri dan bebas dari pengaruh penguasa dan
pihak manapun.
g) Mengembangkan peraturan perundangundangan yang mendukung kegiatan
perekonomian dalam menghadapi era perdagangan bebas tanpa merugikan
kepentingan nasional.

h) Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat, mudah, murah dan terbuka, serta
bebas korupsi dan nepotisme dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan dan
kebenaran.
i) Meningkatkan pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan.
Penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
j) Menyelesaikan berbagai proses peradilan terhadap pelanggaran hukum dan hak asasi
manusia yang belum ditangani secara tuntas.
2. Implementasi Strategi Nasional Bidang Ekonomi
Perjuangan bangsa indonesia dalam mencapai cita-citanya telah mengalami masamasa peralihan sebagai suatu periode transisi, sekarang telah memasuki periode
konstruktif. Dalam tahap konstruktif ini ukuran yang digunakan adalah sejauh mana
masyarakat merealisasikan dan menterjemahkan cita-citanya dalam kehidupan yang nyata
berlandaskan pancasila yang sesuai dengan tuntutan ruang dan waktu. Tugas bangsa
indonesia sekarang adalah untuk membanggun suatu mekanisme yang dapat memgatur
dinamika masyarakat yang berbeda-beda sesuai dengan cita-cita bangsa dan nasional.
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang
terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD
1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam
manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik
strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan
konsep strategi bangsa Indonesia.
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan
pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat , meliputi produksi, distribusi serta konsumsi
barang dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu
maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk
memenuhi kebutuhan.
Pembanggunan bidang ekonomi tidak dapat dilakukan secara menyeluruh pada
semua sektor dengan intensitas dan volume yang sama dan waktu yang sama. Pelaksanaan
diprioritaskan pada salah satu bidang, dimana bidang tersebut akan dapat mendorong atau
menarik pada bidang-bidang yang lainnya merupakan pendukung dan penunjang dari
bidang yang dipilih atau diprioritaskan, karena berhubungan dan menjawab bagaimana
cara mensejahterakan rakyat.

Dalam bidang ekonomi dapat di implementasi dalam bentuk :


1.

Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar


yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan
pertumbuhan ekonomi, nilainilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas
hidup,

pembangunan

berwawasan

lingkungan

dan

berkelanjutan

s e h i n g g a t e r j a m i n k e s e m p a t a n ya n g s a m a dalam berusaha dan bekerja,


perlindungan hakhak konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.
2.

Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan


terjadinya struktur pasar monopolistic

3.

Mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha untuk yang


saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi, swasta dan Badan
Usaha M i l i k N e g a r a , s e r t a a n t a r u s a h a b e s a r d a n k e c i l d a l a m
rangka memperkuat struktur ekonomi nasional

4.

Mengembangkan

sistem

keragaman budaya

bahan

ketahanan

pangan

yang

berbasis

pada

pangan, k e l e m b a g a a n d a n b u d a y a l o k a l

d a l a m r a n g k a m e n j a m i n tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu


yang d i b u t u h k a n

pada

tingkat

harga

ya n g

terjangkau

dengan

memperhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan s e r t a p e n i n g k a t a n


p r o d u k s i ya n g d i a t u r d e n g a n u n d a n g undang.
5.

Meningkatkan penyediaan dan pemanfaatan sumber e n e r g i


listrik yang relatif murah dan ramah

dan

tenaga

lingkungan dan secara

berkelanjutan yang pengelolaannya diatur dengan undangundang.


6.

Mengembangkan

kebijakan

pertanahan

untuk

meningkatkan

pemanfaatan dan penggunaan tanah secara adil, transparan, dan produktif


dengan mengutamakan hakhak rakyat setempat, termasuk hak ulayat dan
masyarakat adat, serta berdasarkan tata ruang wilayah yang serasi dan seimbang
7.

Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik,


termasuk transportasi, telekomunikasi, energi
guna

dan

listrik,

dan

air

bersih

mendorong pemerataan pembangunan, melayani kebutuhan masyarakat

d e n g a n h a r g a t e r j a n g k a u , s e r t a m e m b u k a k e t e r i s o l a s i a n wilayah
pedalaman dan terpencil.

8.

Mengembangkan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu diarahkan


pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja, peningkatan
pengupahan, penjamin kesejahteraan, perlindungan kerja dan kebebasan berserikat.

9.

Meningkatkan kuantitas dan kualitas penempatan tenaga k e r j a k e l u a r n e g e r i


dengan

memperhatikan

k o m p e t e n s i , perlindungan

dan

pembelaan

tenaga yang dikelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga
kerja
10. Meningkatkan

penguasaan,

pengembangan

dan

pemanfaatan

ilmu

pengetahuan dan teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama uasaha
kecil, menengah dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang
berbasis sumber daya local.
11. Melakukan berbagai upaya terpadu untuk mempercepat proses pengentasan
masyarakat

dari

kemiskinan

danmengurangi pengangguran, yang merupakan

dampak krisis ekonomi


12. Mempercepat penyelamatan dan pemulihan ekonomi guna membangkitkan
sektor riil terutama pengusaha kecil, menengah dan koperasi melalui upaya
pengendalian laju inflasi, stabilitas kurs rupiah pada tingkat yang realistis,
dans u k u b u n g a ya n g w a j a r s e r t a d i d u k u n g o l e h t e r s e d i a n y a likuiditas
sesuai dengan kebutuhan
13. Menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dengan mengurangi
defisit anggaran melalui peningkatan d i s i p l i n a n g g a r a n , p e n g u r a n g a n
s u s i d i d a n p i n j a m a n l u a r negeri secara bertahap, peningkatan penerimaan
pajak progresif yang adil dan jujur , serta penghematan pengeluaran.
14. Mempercepat

rekapitulasi

sektor

perbankan

dan restrukturisasi utang

swasta secara transparan agar perbankan nasional dan perusahaan swasta menjadi
sehat, terpercaya, adil, dan efisien dalam melayani masyarakat dan kegiatan
perekonomian
15. Melaksanakan restrukturisasi aset negara, terutama asetyang berasal dari likuidasi
perbankan dan perusahaan,dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas
secara transparan dan pelaksanaannya dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan
Rakyat, Pengelolaan aset negaradiatur dengan undangundang.

16. Melakukan renegoisasi dan mempercepat restrukturisasi u t a n g l u a r n e g e r i


b e r s a m a s a m a d e n g a n D a n a M o n e t e r Internasional, Bank Dunia, Lembaga
Keuangan Internasionallainnya, dan negara donor dengan memperhatikan
kemampuan bangsa

dan

negara,

yang

pelaksanaanya dilakukan

secara

transparan dan dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat


17. M e l a k u k a n s e c a r a p r o a k t i f n e g o i s a s i d a n k e r j a s a m a e k o n o m i
b i l a t e r a l d a n m u l t i l a t e r a l d a l a m r a n g k a meningkatkan volume dan
nilai ekspor terutama dari sektor i n d u s t r i ya n g b e r b a s i s s u m b e r d a ya
a l a m , s e r t a m e n a r i k investasi finansial dan investasi asing langsung tanpa
merugikan pengusaha nasional.
18. Menyehatkan Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik

Daerah

terutama yang usahanya tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong


untuk privatisasi melalui pasar modal.
ANCAMAN
Dalam politik strategi nasional, semua bentuk bahaya yang bersifat negatif terhadap
kelangsungan hidup, intregritas dan identitas suatu bangsa dan negara merupakan suatu
ancaman yang harus segera diatasi. Perwujudan ambisi negara-negara maju yang
merupakan cetusan kepentingan-kepentingan untuk mencapai tujuan tertentu dapat juga
dikategorikan sebagai ancaman terhadap politik strategi nasional apabila diwujudkan salah
satunya dalam bentuk pengambilan sumberdaya alam secara berlebihan.
Selain ancaman yang ditimbukan oleh pihak luar, ada pula ancaman yang
ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan didalam yang akibatnya tidak berbeda misalnya
kerusuhan-kerusuhan, pemberontakan bersenjata, ketegangan-ketegangan sosial lainnya
yang merupakan cetusan dari rasa ketidak puasan, frustasi golongan masyarakat , tindakan
rasional, yang kesemuanya merupakan ancaman ancaman yang dapat mempengaruhi
ketahanan politik strategi nasional dibidang ekonomi yang dapat menimbulkan ancaman
serius.

KESIMPULAN
Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan penganbilan kebijakan untuk
mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional. Strategi nasional adalah cara melaksanakan
politik nasional dalam usaha pencapaian sasaran dan tujuan politik nasional. Jadi
berdasarkan pengertian keduanya politik dan stategi nasional sangat bermanfaat untuk
mengantisipasi perkembangan globalisasi kehidupan dan perdagangan bebas yang akan
dihadapi bangsa kita.
Dalam bidang ekonomi diimplementasikan dalam bentuk: Mengembangkan sistem
ekonomi kerakyatan yang bertumpuh pada mekanisme pasar yang adil berdasarkan prinsip
persingan sehat, Mengembangkan persingan yang sehat dan adil serta menghindari
terjadinya struktur pasar monopilistik dan berbagai pasar distortif, Mengupayakan
kehidupan

yang

layak

berdasarkan

kemanusian

yang

adil

bagi

masyarakat,

mengembangkan perekonomian yang berorientasi global, Melakukan berbagai upaya


terpadu untuk mempercepat proses kemiskinan dan mengurangi pengganguran.

3. Implementasi Strategi Nasional Bidang Politik


Implementasi politik strategi nasional di bidang politik :
1. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. Untuk menyelesaikan masalah masalah yang
mendesak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, perlu upaya
rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undangundang.
2. Menyempurnakan UndangUndang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan
kebutuhan bangsa, dinamika dan tuntutan reformasi, dengan tetap memelihara kesatuan
dan persatuan bengsa, serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan Undang
Undang Dasar 1945.
3. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan lembagalembaga tinggi
negara lainnya dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang
mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara
lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.

4. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan


terbuka, mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman
aspirasi politik, serta mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang
demokratis dengan menyempurnakan berbagai peraturan perundangundangan dibidang
politik.
5. Meningkatkan kemandirian partai politik terutama dalam memperjuangkan aspirasi dan
kepentingan rakyat serta mengembangkan fungsi pengawasan secara efektif terhadap
kineja lembagalembaga negara dan meningkatkan efektivitas, fungsi dan partisipasi
organisasi kemasyarakatan, kelompok profesi dan lembaga swadaya masyarakat dalam
kehidupan bernegara.
6. Meningkatkan pendidikan politik secara intensif dan komprehensif kepada masyarakat
untuk mengembangkan budaya politik yaitu demokratis, menghormati keberagaman
aspirasi, dan menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia berdasarkan
Pancasila dan UUD 1945.
7. Memasyarakatan dan menerapkan prinsip persamaan dan anti diskriminatif dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
8. Menyelenggarakan pemilihan umum secara lebih berkualitas dengan partisipasi rakyat
seluasluasnya atas dasar prinsip demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur,
adil, dan beradab yang dilaksanakan oleh badan penyelenggara independen dan
nonpartisan selambatlambatnya pada tahun 2004.
9. Membangun bangsa dan watak bangsa (nation and character building) menuju bangsa
dan masyarakat Indonesia yang maju, bersatu, rukun, damai, demokratis, dinamis,
toleran, sejahtera, adil dan makmur.
10. Menindak lanjuti paradigma Tentara Nasional Indonesia dengan menegaskan secara
konsisten reposisi dan redefinisi Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara dengan
mengoreksi peran politik Tentara Nasional Indonesia dalam bernegara. Keikutsertaan
Tentara Nasional Indonesia dalam merumuskan kebijaksanaan nasional dilakukan
melalui lembaga tertinggi negara Majelis Permusyawaratan Negara.

4. Implementasi Strategi Nasional Bidang Pendidikan


Pencapaian target Program Pendidikan Non-formal dan Informal dicapai melalui
kegiatan berikut, yaitu adalah :
Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen Pendidikan
Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal.
Layanan pengkajian, pengembangan dan pengendalian mutu PAUDNI.
Penyediaan layanan PAUD.
Penyediaan layanan kursus dan pelatihan.
Penyediaan layanan pendidikan masyarakat.
Penyediaan dan peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan
anak usia dini dan pendidikan nonformal.
Program Pendidikan Tingkat Dasar
Program pendidikan dasar dilakukan untuk mendukung tujuan Terjaminnya
Kepastian Memperoleh Layanan Pendidikan Dasar Bermutu dan Berkesetaraan (T2).
Dalam melaksanakan program ini, digunakan strategi sebagai berikut :
Penyediaan tenaga pendidik pendidikan dasar berkompeten yang merata di seluruh
provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan manajemen satuan pendidikan pendidikan dasar berkompeten yang
merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, informasi berbasis riset, dan
standar mutu pendidikan dasar, dan keterlaksanaan akreditasi serta pengembangan
dan pembinaan bahasa untuk pendidikan dasar.
Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan system
pembelajaran SD/SDLB/Paket A dan SMP/SMPLB/Paket B bermutu yang merata
di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan dasar
bermutu yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran Paket A dan
B berkualitas yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.

Pencapaian target Program Pendidikan Dasar dicapai melalui kegiatan sebagai


berikut :
Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen Dikdas.
Penjaminan kepastian layanan pendidikan SD.
Penjaminan kepastian layanan pendidikan SMP.
Peningkatan akses dan mutu PK dan PLK SDLB/SMPLB.
Penyediaan dan peningkatan kesejahteraan pendidik dan tendik yang kompeten untuk
jenjang pendidikan dasar.
Program Pendidikan Tingkat Menengah
Program ini dilakukan untuk mendukung tujuan Tersedia dan Terjangkaunya
Layanan Pendidikan Menengah Universal (PMU) yang Bermutu, Relevan dan
Berkesetaraan (T3). Dalam melaksanakan program ini, digunakan strategi sebagai berikut :
Penyediaan tenaga pendidik pendidikan menengah berkompeten yang merata di seluruh
provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan manajemen satuan pendidikan pendidikan menengah berkompeten yang
merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, informasi berbasis riset, dan
standar mutu pendidikan menengah, dan keterlaksanaan akreditasi serta pengembangan
dan pembinaan bahasa untuk pendidikan menengah.
Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan system
pembelajaran SMA/Paket C bermutu yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan
kota.
Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan system
pembelajaran SMK/Paket C Kejuruan bermutu yang berbasis keunggulan lokal dan
relevan dengan kebutuhan daerah yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.
Penyediaan

subsidi

untuk

meningkatkan

keterjangkauan

layanan

pendidikan

SMA/SMLB/SMK/Paket C bermutu yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan


kota.
Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran Paket C
berkualitas yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota.

Pencapaian target Program Pendidikan Menengah dicapai melalui kegiatan berikut :


Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Ditjen Pendidikan
Menengah.
Penyediaan dan peningkatan pendidikan SMA.
Penyediaan dan peningkatan pendidikan SMK.
Peningkatan akses dan mutu PK dan PLK SMLB.
Penyediaan dan peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga pendidik yang
kompeten untuk jenjang pendidikan menengah.
Program Pendidikan Tingkat Tinggi
Program ini dilakukan untuk mendukung tujuan Tersedia dan Terjangkaunya
Layanan Pendidikan Tinggi Bermutu, Relevan, Berdaya Saing Internasional dan
Berkesetaraan (T4). Dalam melaksanakan program ini, digunakan strategi sebagai berikut :
Penyediaan dosen berkompeten untuk mendukung pelaksanaan tridharma
perguruan tinggi yang bermutu dan berdaya saing.
Peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi untuk mendukung pelaksanaan
tridharma yang berdaya saing dan akuntabel.
Penyediaan informasi berbasis riset dan standar mutu pendidikan tinggi dan
keterlaksanaan akreditasi serta pengembangan dan pembinaan bahasa untuk
pendidikan tinggi.
Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana untuk penerapan system
pembelajaran perguruan tinggi bermutu dan berdaya saing yang merata di seluruh
provinsi.
Peningkatan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang
bermutu, berdaya saing internasional, dan relevan dengan kebutuhan bangsa dan
Negara.
Penyediaan subsidi untuk meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan
perguruan tinggi bermutu yang merata di seluruh provinsi.

Pencapaian target Program Pendidikan Tinggi dicapai melalui kegiatan berikut :


Dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya.
Layanan tridahrama di perguruan tinggi.
Pengembangan relevansi dan effisiensi pendidikan tinggi.
Penyediaan layanan pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.
Pengembangan mutu pendidikan politeknik.
Pengembangan mutu prodi profesi kesehatan dan pendidikan kesehatan.
Penyediaan dosen dan tenaga kependidikan bermutu.
Penyediaan layanan kelembagaan dan kerjasama.
Pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

5. Implementasi Strategi Nasional Bidang Pembangunan Daerah


a) Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam
rangka pemberdayaan masyarakat, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga
hukum, lembaga keagamaan, lembaga adat dan lembaga swadaya masyarakat, serta
seluruh masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b) Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi daerah propinsi,
daerah kabupaten, daerah kota dan desa.
c) Mempercepat pembangunan ekonomi daerah yang efektif dan kuat dengan
memberdayakan pelaku dan potensi ekonomi daerah serta memperhatikan penataan
ruang, baik fisik maupun sosial sehingga terjadi pemerataan pertumbuhan ekonomi
sejalan dengan pelaksanaan ekonomi daerah.
d) Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat
terutama petani dan nelayan melalui penyediaan prasarana, pembangunan sistem
agribisnis, indutri kecil dan kerajinan rakyat, pengembangan kelembagaan
penguasaan teknologi, dan pemanfaatan sumber daya alam.
e)

Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dengan
mengutamakan kepentingan daerah yang lebih luas melalui desentralisasi perizinan
dan investasi serta pengelolaan sumber daya.

f)

Memberdayakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam rangka melaksanakan


fungsi dan perannya guna memantapkan penyelenggaraan otonomi daerah yang luas,
nyata dan bertanggung jawab.

g)

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah sesuai dengan potensi dan
kepentingan daerah melalui penyediaan anggaran pendidikan yang memadai.

h)

Meningkatkan pembangunan di seluruh daerah terutama di kawasan timur Indonesia,


daerah perbatasan dan wilayah tertinggal lainnya dengan berlandaskan pada prinsip
desentralisasi dan otonomi daerah.

6. Implementasi Strategi Nasional Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
a) Mengelola sumber daya alam dan memelihara daya dukungnya agar bermanfaat bagi
peningkatan kesejahteraan rakyat dari generasi ke generasi.
b) Meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan lingkungan hidup dengan
melakukan konservasi, rehabilitasi, dan penghematan penggunaan, dengan
menerapkan teknologi ramah lingkungan.
c) Mendelegasikan secara bertahap wewenang pemerintah pusat kepada pemerintah
daerah dalam pelaksanaan pengelolaan sumber daya alam secara selektif dan
pemeliharaan lingkungan sehingga kualitas ekosistem tetap terjaga, yang diatur
dengan undangundang.
d) Mendayagunakan sumber daya alam untuk sebesarbesarnya kemakmuran rakyat
dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup,
pembangunan yang berkelanjutan, kepentingan ekonomi dan budaya masyarakat
lokal, serta penataan ruang, yang pengusahaannya diatur dengan undangundang.
e) Menerapkan indikatorindikator yang memungkinkan pelestarian kemampuan
pembaharuan dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk
mencegah kerusakan yang tidak dapat balik.
7. Implementasi Strategi Nasional Bidang Pertahanan dan Keamanan
a)

Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui
reposisi, redefinisi, dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat
negara untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri, dengan
menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan darma baktinya dalam
membantu menyelenggarakan pembangunan.

b)

Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang


bertumpu pada kekuatan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian
Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama didukung komponen lainnya dari
kekuatan pertahanan dan keamanan negara dengan meningkatkan kesadaran bela
negara melalui wajib latih dan membangun kondisi juang, serta mewujudkan
kebersamaan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan
rakyat.

c)

Meningkatkan kualitas keprofesionalan Tentara Nasional Indonesia, meningkatkan


rasio kekuatan komponen utama serta mengembangkan kekuatan pertahanan
keamanan negara ke wilayah yang di dukung dengan sarana, prasarana, dan anggaran
yang memadai.

d)

Memperluas dan meningkatkan kualitas kerja sama bilateral bidang pertahanan dan
keamanan dalam rangka memelihara stabilitas keamanan regional dan turut serta
berpartisipasi dalam upaya pemeliharaan perdamaian dunia.

e)

Menuntaskan upaya memandirikan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam


rangka pemisahan dari Tentara Nasional Indonesia secara bertahap dan berlanjut
dengan meningkatkan keprofesionalannya, sebagi alat negara penegak hukum,
pangayom dan pelindung masyarakat selaras dengan perluasan otonomi daerah.

PENUTUP
KESIMPULAN
Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaransasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Tujuan dasar politik nasional
sendiri telah ditentukan dan tercantum pada alinea ke empat pembukaan UUD 1945, yakni
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
keteriban dunia yang bedasarkan perdamaian abadi dan keadilan social. Dasar pemikiran
strategi nasional berlandaskan ideology pancasila, UUD 1945, wawasan nusantara dan
ketahanan nasional. Mekanisme penusunan diatur oleh residen dengan bantuan lembagalembaga tinggi Negara serta badan-badan koordinasi seperti dewan pertahanan keamanan
nasional, dewan maritime, dewan otonomi daerah dan lain-lain. Selanjutnya, strategi
nasional akan dilaksanakan oleh para mentri dan pimpinan lembaga pemerintahan nondepartemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden. Implementasi strategi
nasional mencangkup bidang hukum, ekonomi, politik, pendidikan, pembangunan daerah,
sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta bidang pertahanan dan keamanan.

SARAN
Keberhasilan politik dan strategi pembangunan Indonesia akan berhasil dengan baik
dan memiliki manfaa, jika para warga Negara teutama para penyalenggara Negara
memiliki moralitas, semangat, sikap mental yang positif, serta memahami betul kelemahan
dan kelebihan yang dialami Bangsa Indonesia.
Pemerintah hendaknya meratakan pembangunan didaerah agar pembangunan merata
terwujud dengan baik. Dengan demikian ketahannan nasional Indonesia akan terwujud dan
akan menumbuhkan kesadaran rakyat untuk bela Negara serta kesadaran nasionalisme
yang tinggi namun bermoral ketuhanan yang maha esa serta kemanusian yang adil dan
beradab.