Anda di halaman 1dari 14

KONSEP (PENGERTIAN), HUKUM, TUJUAN,

URGENSI, DAN HAKIKAT DAKWAH

A. PENGERTIAN DAKWAH
1. Menurut Bahasa.
Dakwah berasal dari Bahasa Arab daayadu- dawatan berarti ajakan,
panggilan, seruan, permohonan (doa),
dan pembelaan.
Kata dakwah di dalam al-Quran
diungkap sebanyak 198 kali yang
tersebar di dalam 55 surat di 176
ayat.

2. Secara istilah.
a. Sayyid Quthub
Dakwah adalah mengajak orang lain
untuk meyakini dan mengamalkan
aqidah dan syariah Islam yang telah
ditetapkan Allah SWT
b. Ibnu Taimiyah
Dakwah adalah proses usaha untuk
mengajak orang melaksanakan rukun
iman, rukun Islam, dan ihsan.

c. Al-Bahy al-Khauly.
Dakwah adalah usaha mengubah situasi
kepada yang lebih baik dan sempurna,
baik terhadap individu maupun
masyarakat.
d. Rauf Syalaby.
Dakwah adalah gerakan untuk
merealisasikan undang-undang (ihya annizham) Allah SWT yang diturunkan
kepada nabi Muhammad SAW.

e. Munir Mulkhan
Dakwah adalah usaha pemecahan masalah
dan pemenuhan kebutuhan manusia.

f. Ali Mahfuzh
Dakwah adalah memotivasi manusia
melaksanakan kebaikan dan mengikuti
petunjuk serta memerintah mereka
berbuat makruf dan mencegahnya dari
perbuatan mungkar agar mereka
memperoleh kebahagiaan di dunia dan
akhirat.

3. Term Dakwah dalam Konteks Moderen


a. Dakwah bukan sebatas aktivitas oral
communication, tetapi lebih sebagai sebuah
sistem untuk merealisasikan ajaran Islam.
b. Dakwah digunakan sebagai sebuah gerakan
untuk menegakkan sistem politik alternatif.
c. Dakwah sistem untuk memperdalam keimanan
umat Islam.
d. Dakwah sebagai organisasi atau lembaga.
e. Dakwah sebagai usaha yang berkonsentrasi
pada kesejahteraan sosial.

B. HUKUM DAKWAH
1. Dasar Hukum Dakwah
a. Al-Quran ( QS. Ali Imran [3]: 104, 110)
b. Al-Hadis (HR. Muslim)
2. Pendapat Ulama tentang Hukum Dakwah
a. Ulama sepakat bahwa dakwah merupakan
kewajiban umat Islam.
b. Ulama berbeda pendapat tentang hukum
menyampaikan dakwah.

1. Hukum berdakwah merupakan


kewajiban individual (fardhu ain).
Argumentasinya kata min dalam QS. Ali
Imran 104 berarti lil bayan (penjelas).
dan 110 pada kalimat kuntum (perintah

kepada individu).

2. Hukum berdakwah merupakan


kewajiban kolektif (fardhu kifayah).
Argumentasinya kata min dalam QS. Ali
Imran 104 berarti littabidh (sebagian).

c. M. Quraish Shihab.
Dakwah merupakan kewajiban individu,
tetapi harus ada kelompok khusus yang
menangani dakwah secara profesional.
Kewajiban dakwah secara individual
berlaku pada tingkatan wa tawashaw bil

haq wa tawashaw bis shabr.

kewajiban dakwah secara kolektif


membutuhkan organisasi, manajemen, dan
jaringan sosial yang kuat.

C. TUJUAN DAKWAH
Tujuan dakwah secara umum ada tiga:
tujuan praktis, realistis, dan idealistis.
1. Tujuan Praktis.
Yaitu untuk membawa atau menyelamatkan
umat manusia dari kesesatan menuju
kebaikan, dari kemaksiatan menuju
kebenaran, dari kekafiran menuju
keimanan, dari kemusyrikan menuju tauhid,
dari lembah kegelapan menuju cahaya
kehidupan yang terang benderang.
(QS. Thalaq/65: 11)

2. Tujuan Realistis
mewujudkan masyarakat Islam yang
menjunjung tinggi kehidupan beragama
dengan menjalankan syariat Islam
secara benar dan menyeluruh
berdasarkan keimanan.
Caranya:
dengan berserah diri secara total
kepada Allah, dalam keadaan suka
maupun duka, tanpa ada kedurhakaan.
(QS. Al-Baqarah/2: 208)

3. Tujuan Idealistis
Mewujudkan masyarakat muslim yang
ideal dalam suatu tatanan kehidupan
berbangsa, bernegara secara adil,
makmur, damai dan sejahtera serta
diridhai Allah. (QS. Saba/34: 15)
Dalam istilah lain dikenal: Masyarakat
Madani. Cir2nya: Demokratis, Pluralis,
Adil, penuh Toleransi, tanpa diskriminasi
dan tanpa eksploitasi.

C. URGENSI DAKWAH
1. Untuk memelihara dan mengembalikan
martabat manusia sebagai makhluk
Allah SWT paling sempurna dan
khalifah Allah SWT di muka bumi.

2. Untuk membina akhlak dan memupuk


semangat kemanusiaan.

D. HAKIKAT DAKWAH
1. Dakwah sebagai kerja Allah SWT.
2. Dakwah sebagai ajakan.
3. Dakwah sebagai proses komunikasi.
4. Dakwah sebagai penyebaran rahmat.
5. Dakwah sebagai pembebasan.
6. Dakwah sebagai penyelamatan.
7. Dakwah sebagai membangun
peradaban, transformasi sosial.