Anda di halaman 1dari 3

AMINOPHYLLINE

Komposisi
Tiap 250mg mengandung 210 mg teofilin dan 40 mg etilendiamin

Farmakologi
Aminofillin mempunyai efek bronkodilator dengan jalan melemaskan oot polos bronkus.

FARMAKOLOGI
Absorpsi;Oral, tablet: waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar puncak 10 mcg/mL
(range 5-15 mcg/mL) adalah 1-2 jam setelah pemberian dosis 5mg/kg pada dewasa. Adanya
makanan tidak mempengaruhi absorpsi.2;Distribusi;Vd: 0.45 L/kg (range 0.3 L/kg-0.7
L/kg);Protein binding: 40%, khususnya dengan albumin. (2);Metabolisme;Hepatic;
isoenzyme P450 CYP1A2, CYP2E1, CYP3A3; pasien lebih dari 1 tahun, 90% metabolisme
terjadi di hati.;Metabolit aktif: 3-methylxanthine; ;caffeine (tidak ditemukan pada pasien
dewasa, diduga dapat terakumulasi pada neonatus dan dapat menyebabkan efek
farmakologi). (2);Ekskresi;Pada ginjal: (pasien dengan usia lebih dari 3 tahun), 10% tidak
berubah; (neonatus), 50% tidak berubah. Teofilin, terdialisis pada hemodialysis; tidak
terdialisis pada peritoneal dialysis. 3-methylxanthine,;Ginjal: (pasien dengan usia lebih dari
3 tahun), merupakan rute utama.

Indikasi
Untuk meringankan dan mengatasi serangan asma bronchial.
Kontra Indikasi
- Hipersensitif terhadap Aminofillin atau komponen obat.
- Penderita tukak lambung, diabetes.
Efek Samping
- Gastrointestinal, misalnya : mual, muntah, diare.
- Susunan Saraf Pusat, misalnya : sakit kepala, insomnia.
- Kardiovaskuler, misalnya : palpitasi, takikardi, aritmia ventrikuler.
- Pernafasan, misalnya : tachypnea.
PERINGATAN
1.usia: neonatus (term and premature), anak - anak dibawah satu tahun, usia lanjut (lebih
dari 60 tahun) mengalami penurunan clearance; risiko terjadinya "fatal theophylline
toxicity" meningkat;2.active peptic ulcer; memperparah ulcer ;3.cardiac arrhythmias (tidak

termasuk bradiaritmia);memperparah keadaan ;4.penggunaan obat lain yang menghambat


atau mempengaruhi metabolisme teofilin ; meningkatkan risiko terjadinya efek samping
yang serius dan potensi efek samping yang fatal;5.congestive heart failure; mengurangi
clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek
samping yang fatal akibat keracunan teofilin;6.peningkatan dosis harus didasarkan pada
kadar puncak theophyllin pada saat steady state ;7.demam; 102 derajat Fahrenheit (38.8
derajat celcius) atau lebih yang terjadi selama 24 jam (atau bahkan lebih), atau peningkatan
suhu yang lebih rendah yang terjadi selama periode waktu yang lama; ;penurunan clearance
teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping
yang fatal akibat keracunan teofilin ;8.hipotiroid;menurunkan clearance teofilin,
meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang
fatal akibat keracunan teofilin (8).;hipotiroid;menurunkan clearance teofilin, meningkatkan
risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang fatal akibat
keracunan teofilin;9.penyakit hati, sirosis, hepatitis akut; mengurangi clearance teofilin,
meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping yang
fatal akibat keracunan teofilin;10. Pulmonary edema (acute) atau cor pulmonale,
mengurangi clearance teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping;yang serius
dan potensi efek samping yang fatal akibat keracunan teofilin;11. Kejang memperparah
kondisi yang sedang terjadi;12. Sepsis dengan kelainan multi-organ, mngurangi clearance
teofilin, meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius dan potensi efek samping
yang fatal akibat keracunan teofilin
MEKANISME AKSI
Teofilin, sebagai bronkodilator, memiliki 2 mekanisme aksi utama di paru yaitu dengan
cara relaksasi otot polos dan menekan stimulan yang terdapat pada jalan nafas (suppression
of airway stimuli). ;Mekanisme aksi yang utama belum diketahui secara pasti. Diduga efek
bronkodilasi disebabkan oleh adanya penghambatan 2 isoenzim yaitu phosphodiesterase
(PDE III) dan PDE IV. ;Sedangkan efek selain bronkodilasi berhubungan dengan aktivitas
molekular yang lain. Teofilin juga dapat meningkatkan kontraksi otot diafragma dengan
cara peningkatan uptake Ca melalui Adenosin-mediated Chanels
INFORMASI PASIEN
Oral:;Kegunaan obat :;Penggunaan obat: sesuai yang dianjurkan doker; dapat diminum
pada saat perut kosong atau bersama makanan. ;Bila diminum pada saat perut kosong,
maka seterusnya diminum pada saat perut kosong, bila diminum bersama makanan maka
seterusnya diminum bersama makanan. ;Bila lupa minum obat: Gunakan secepatnya pada
saat ingat. Bila saat ingat, sudah hampir waktunya untuk minum dosis berikutnya, maka
tidak perlu minum dosis sebelumnya, cukup minum dosis berikutnya. Jangan mendobel
dosis. ;Penyimpanan obat ;Tanyakan pada dokter atau apoteker mengenai obat dan
makanan lain yang perlu dihindari. Konsultasikan ke dokter bila terjadi efek samping.
(2);Injeksi Obat dan makanan apa yang harus dihindari. Beritahukan pada dokter obat,
makanan, vitamin atau herbal apa saja yang sedang digunakan. Bila mengalami efek
samping, beritahukan pada dokter.

PENGARUH KEHAMILAN
Termasuk dalam kategori C. (2);Teofilin dapat melewati plasenta, efek obat yang tidak
dikehendaki dapat terlihat pada bayi yang baru lahir. ;Metabolisme Teofilin dapat
mengalami perubahan selama kehamilan sehingga perlu dilakukan pemantauan kadar
Teofilin dalam darah.
Penyimpanan
sediaan oral: Tablet harus di simpan pada suhu ruang 20C-25C, terlindung cahaya dan
lembab

Dosis
DEWASA > 12 tahun = 250 mg
ANAK ( 6-12 tahun) 5 mg/kgBB
Pemakaian : 3 kali sehari