Anda di halaman 1dari 3

E.

Cara Kerja

1. Pengamatan mikrosirkulasi pada selaput renang katak

Mengsingle pith katak sebelum diberi perlakuan.

Membungkus tubuh katak dengan kapas yang telah dibasahi, dan


membungkusnya lagi menggunakan kantung plastik dengan lubang dibagian
pojok kantung sebagai tempat keluarnya kepala katak.

Merentangkan salah satu selaput renang kaki belakang katak sehingga


menutupi lubang pada papan triplek, dan mengatur sedemikian rupa hingga
selaput renang berada diantara sumber cahaya dan lensa obyektif

Mengamati dan menggambar pembuluh darah yang tampak, dan menentukan


arteriol, kapiler, dan venulanya.

Meneteskan selaput renang dengan air dingin, air hangat, epinefrin, 1/5000,
asetilkolin 1/5000, dan terakhir dengan asam asetat 1%. Mengamati dan
mencatat apa yang terjadi pada arteriol, kapiler, dan venulanya. Setelah selesai
satu perlakuan, membersihkan sisa cairan dengan cara menghisap
menggunakan kertas hisap. Mengulangi setiap perlakuan selama tiga kali.

Membuat kesimpulan dari setiap perlakuan.

2. Pengamatan pembuluh darah pada lidah katak


Mengsingle pith katak sebelum diberi perlakuan.

Membungkus tubuh katak dengan kapas yang telah dibasahi, dan


membungkus menggunakan kantung plastik dengan lubang dibagian pojok
kantung sebagai tempat keluarnya kepala katak.

Mengikat katak pada papan triplek yang berlubang, dan dengan hati-hati
menarik lidah katak keluar dan mengatur sedemikian rupa sampai lidah katak
menutupi lubang pada triplek.

Meletakkan triplek pada meja mikroskop dan mengatur sedemikian rupa


sehingga lidah katak terletak antara sumber cahaya dan lensa obyektif

Menjaga lidah katak dalam keadaan lembab dengan menetesi larutan ringer

mengamati dan menggambar otot, serabut saraf, dan pembuluh darahnya.

menentukan arteriol, kapiler, dan venula berdasarkan ukuran penampang


pembuluh darah dan aliran darahnya.

Mengamati gerak vasodilatasi dan vasokontriksi selama beberapa waktu


tertentu.

Mencari kapiler berbentuk spiral dan menggambarkan, serta mendiskusikan


mengapa demikian.

Mengamati dan mencatat fleksibiltas sel darah merah pada saat melewati
kapiler atau aliran darah yang berbelok.

Mengamati agak lama dengan teliti, mungkin ditemukan pembuluh kapiler


yang menghilang beberapa saat, dan muncul kembali. Mencatat dan
mendiskusikan mengapa demikian.

Menekan lidah dengan hati-hati menggunakan jarum, mengamati dan mencatat


apa yang terjadi pada pembuluh darahnya.

Meneteskan pada lidah katak dengan air dingin, air hangat, epinefrin, 1/5000,
asetilkolin 1/5000, dan terakhir dengan asam asetat 1%. Mengamati dan
mencatat apa yang terjadi pada arteriol, kapiler, dan venulanya. Setelah selesai
satu perlakuan, membersihkan sisa cairan dengan cara menghisap
menggunakan kertas hisap. Mengulang setiap perlakuan selama tiga kali.

Mengamati dan mencatat pengaruh zat-zat tersebut terhadap konstriksi/dilatasi


pembuluh darah dan membandingkan dengan pada lidah dan selaput renang.