Anda di halaman 1dari 24

MATERI 4 :

KRITIK THD BUREAUCRACY

KRITIK THD BIROKRASI


(MARK TURNER DAN DAVID HULME,
2002)
Organisasi birokrasi merupakan organisasi yang
lamban, membosankan, rutin, prosedurnya yang
rumit, buruk adaptasinya terhadap kebutuhankebutuhan yang harus mereka penuhi, cerminan
rasa frustasi yang terus menerus dirasakan para
anggotanya, kliennya atau subjeknya.

Susanto (2004)
Birokrasi identik dengan peralihan dari meja
ke meja, proses yang ribet, berbelit-belit,
dan tidak efisien. Urusan-urusan birokrasi
selalu menjengkelkan karena selalu
berurusan dengan pengisian formulir yang
memakan waktu, proses perolehan izin yang
melalui banyak meja secara berantai,
aturan-aturan yang ketat yang
mengharuskan seseorang melewati banyak
sekat-sekat formalitas dan sebagainya.

PANDANGAN SALAH KAPRAH


TERHADAP BIROKRASI
1.

2.

3.

Bureaucracy equals corruption (birokrasi


sebangun dengan korupsi).
Bureaucracy equals inefficiency and
incompetence (birokrasi sebangun dengan
inefisiensi dan inkompetensi).
Bureaucracy equals size (birokrasi
sebangun dengan ukuran yang besar)

4. Bureaucracy equals perfect administrative


rationality (birokrasi sebangun dengan
rasionalitas administrasi yang kaku).
5. Bureaucracy equals something else
(birokrasi sebangun dengan hal-hal
tertentu).

FORMAT KELEMBAGAAN UNTUK


MENINGKATKAN EFEKTIVITAS
PEMERINTAHAN DAN PEMBANGUNAN
Prof Sofian Effendi PhD

Seminar Nasional
Setting Kelembagaan dan Efektivitas Pemerintahan dan
Pembangunan
Diselenggarakan oleh Kedeputian Polhukam, Bappenas

Jakarta, 19 Desember 2012

ISU STRATEGIS

Kelembagaan pemerintahan negara R.I. semakin


gemuk dan biaya semakin mahal;
Di tingkat pusat di bawah Presiden dan Wapres,
pemerintahan terdiri atas 3 kemenko plus
Mensesneg, 30 kementerian, Ka BIN, UKP4,
Kejagung, Panglima TNI, Kapolri, 20 wakil menteri
dengan kewenangan yang tidak jelas, serta 28
LPNK;
Pengambilan keputusan semakin lamban sehingga
kinerja tidak meningkat secara signifikan;

Susunan Kelembagaan
Pemerintahan dan
Pembangunan

Pemerintahan Negara R.I.

UUD NRI 1945 menetapkan Pemerintahan Negara


terdiri atas 3 cabang kekuasaan yaitu: legislatif,
eksekutif, dan yudikatif. Disamping itu terdapat
kekuasaan bidang moneter, dan bidang auditif;
Kekuasaan legislatif berada pada DPR; dan
Kekuasaan ekskutif berada pada Presiden yang dipilih
langsung oleh rakyat.

Kekuasaan yudikatif berada pada MK, MA dan


lembaga peradilan.
8
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan Pembangunan

UU No. 39/2008
Pasal 4
(1) Setiap Menteri membidangi urusan tertentu dalam
pemerintahan.
(2) Urusan tertentu dalam pemerintahan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:
a. urusan pemerintahan yang nomenklatur

Kementeriannya secara tegas disebutkan dalam


UUDNRI Tahun 1945;
b. urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya
disebutkan dalam UUD NRI Tahun 1945; dan
c. Urusan pemerintahan dalam rangka penajaman,
koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah.

9
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan Pembangunan

UU No. 39/2008
Pasal 5
(1) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf a meliputi urusan luar negeri, dalam negeri, dan pertahanan.
(2) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf b meliputi urusan agama, hukum, keuangan, kebudayaan,
kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, industri, perdagangan,
pertambangan, enerji, pekerjaan umum, transmigrasi, transportasi,
informasi, komunikasi, pertanian, perkebunan, kehutanan,
peternakan, kelautan, dan perikanan.
(3) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf c meliputi urusan perencanaan pembangunan nasional,
kesektariatan negara, bumn, pertanahan, kependudukan, lingkungan
hidup, ilmu pengetahuan, teknologi, investasi, koperasi, usaha kecil
dan menengah, pariwisata, pemberdayaan perempuan, dan
pembangunan kawasan atau daerah tertinggal.
Susunan Kelembagaan
Pemerintahan dan
Pembangunan

10

Type of Agencies
Types of Agencies

1. Executive administrative agencies.


2. Independent regulatory agencies.
Yang membedakan kedua lembaga ini adalah akuntabilitasnya kepada siapa.
Executive agencies are subject to the authority of the president
who can appoint and remove their officers (mis. LPNK).
Independent agencies serve for fixed terms and cannot be
removed without just cause (mis. Komisi ).

11 dan Pembangunan
Susunan Kelembagaan Pemerintahan

Lembaga Pemerintahan

Untuk menjalankan kekuasaan legislatif DPR


membentuk organ-organ dewan yaitu Komisi
dan Badan. Untuk melakukan sebagian tugas
regulasi dan pengawasan DPR dapat
membentuk lembaga independen (statutory

atau regulatory agencies).

Untuk menjalankan kekuasaan eksekutif


Presiden dibantu oleh para Menteri dan
lembaga eksekutif (executive agencies), yang
biasanya disebut LPNK.
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan 12
Pembangunan

Lembaga Regulasi
Lembaga Regulasi (Regulatory agencies) didirikan dengan UU
oleh Lembaga Legislatif. Lembaga tsb memiliki otoritas membentuk
lembaga regulasi. Ketentuan-ketentuan tentang pendirian lembaga
regulasi dan yang memberikan tugas dan fungsinya merupakan
faktor yang paling menentukan karakter dari lembaga. Lembaga
regulasi dapat diberikan kewenangan regulasi oleh DPR guna
membantu lembaga legislatif melaksanakan fungsi legislasi,
mengesahkan anggaran, dan pengawasan atas pelaksanaan UU yang
ditetapkan oleh DPR.

Susunan Kelembagaan Pemerintahan13


dan Pembangunan

Lembaga Regulasi
Lembaga regulasi adalah perpanjangan cabang kekuasaan
legislatif dalam pemerintahan negara, dan dapat
melakukan tindakan-tindakan regulatif dan atau quasiregulatif. Lembaga ini dapat juga merupakan bagian dari
Cabang Eksekutif yang diberikan kewenangan untuk
menjalankan tugas-tugas yang berada dalam ruang
lingkup kekuasaan eksekutif.

14 Pembangunan
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan

Lembaga Regulasi

Di Indonesia lembaga regulasi dapat berbentuk


Komisi, Badan, atau Lembaga. Ciri paling utama
dari lembaga regulasi adalah adanya komisi atau
Badan yang terdiri dari beberapa komisioner
atau pimpinan badan sebagai pembuat
kebijakan. Komisi, Badan, atau Lembaga yang
dibentuk dengan UU yang keanggotaannya
memerlukan persetujuan DPR dan/atau diangkat
oleh Kepala Negara adalah lembaga administrasi.
Lembaga ini dinamakan LNS

15
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan Pembangunan

Lembaga Eksekutif
Lembaga eksekutif (executive agencies), yang juga
dinamakan next-step agency, adalah bagian dari
departemen atau kementerian yang diberikan otonomi
manajemen dan keuangan agar dapat menjalankan tugastugas ekskutif tertentu. Lembaga Eksekutif
adalah"machinery of government yang agak berbeda dari
lembaga non-kementerian (non-ministerial government
agencies) dan badan publik non-kementerian (nondepartmental public bodies). Dua badan ini secara
konstitusional atau legal ditetapkan bersifat independen dan
bukan bagian dari kementerian.

16
Susunan Kelembagaan Pemerintahan
dan Pembangunan

Format Kelembagaan Pemerintahan


Presiden

DPR
Organ DPR
9 Komisi
4 Badan,
Panja dan Pansus

3 Menko dan Mensesneg


30 Menteri
1 Pejabat setingkat Menteri

88 LNS:
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

Hukum dan HAM: 9


Pemilu: 2
Ketahanan dan Keamanan: 2
Pengembangan Wilayah: 18
Infrastruktur: 3
Ekonomi: 10
Enerji dan Sumber Daya: 4
Kesehatan: 3
Sosial: 5
Perhubungan dan Penyiaran: 5
Keagamaan: 4
Pendidikan dan IPTEK: 7
Ketenagakerjaan dan Kepegawaian: 9
Pemerintahan: 3
Olahraga: 3
Seni dan Budaya: 2

28 LPNK:
* LAN
* ANRI
* BKN
* PNRI
* Bappenas
* BPS
* BSN
* Bapeten
* Batan
* BIN
* LSN
* BKKBN
* Lapan
* Bakosurtanal

17
Susunan Kelembagaan Pemerintahan dan Pembangunan

* BPOM
* LIPI
* BPPT
* BKPM
* BPN
* BPKP
* LEMHANNAS
* BMKG
* LKPBJP
* BNPPTKI
* BNPB
* BaSARnas
* BNN
* BPHN

88 LEMBAGA NON STRUKTURAL

E. Inftrastruktur:
1. BKPPdanPN
2. BPPSPAM
3. KKPPercepatan Infrastruktur

18

Susunan Kelembagaan Pemerintahan


dan Pembangunan

F. Ekonomi
1. KPPU
2. KPPP
3. BPKN
4. KSNSU
5. PPdanATK
6. KBM
7. KMP
8. DGN
9. DKP
G. Enerji dan SDA
1. DEN
2. DSAN
3. BPHMdanG
4. BPPTL
H. Kesehatan:
1. KPAidsN
2. KPKN
3. KNMFBN dan MPN

I. Sosial:
1. KNLU
2. BPLS
3. LKPPKSPC
4. TKPPK
J. Perhubungan dan Penyiaran
1. KPI
2. KNKT
3. DeTIKNas
4. Dewan Pers
5. KIPusat
6. KPHNK.
K. Keagamaan:
1. KPHaji Indonesia
2. BPDAU
3. Baznas
4. BPPMIstiqlal

L.

M.

Pendidikan dan IPTEK


1. Dewan Buku Nasional
2. DRN
3. KIN
4. DPAN
5. KANasional
6. AIPI
7. DNPIIklim
Ketenagakerjaan dan Kepeg
1. Dwn Pengupahan Nasional
2. DJSN
3. BNSP
4. LProdNas
5. KANPBPTAnak
6. KKedIndonesia
7. MDisTKes
8. LKSTripartit
9. Bapeten

N. Pemerintahan:
1. Wantimpres
2. KStandarAkuntansiiN
3. KADBiKehutanan
O.

Olahraga:
1. Bdn Olahrraga Pro.
2. KONI
3. BstddanAkred Nas OR
4. BPPerNas
5. LemSensorNas

Bagaimana format yang tepat?

Pemerintah Indonesia pada awal kemerdekaan hanya terdiri dari


12 kementerian. Kemudian berkembangan menjadi 32
kementerian dan 3 lembaga setingkat kementerian;
Selain kementerian, terdapat 28 LPNK dan 88 lembaga non
struktural (administrative agencies);
Setelah sebagian besar urusan rumah tangga diserahkan kepada
pemda, pemerintah pusat seharusnya memiliki organisasi yang
lebih ramping. Sekedar pembanding, Cina dan hanya memiliki 13
kementerian. Jepang hanya 12 kementerian.

Susunan Kelembagaan
Pemerintahan dan
Pembangunan

21

Format yang tepat

Bukan saja kementerian, LPNK dan LNS semakin


banyak, setelah desentralisasi pe-merintahan
organisasi pemerintah pusat bertambah besar, baik
dari segi personalia mau pun fungsi.
Pemerintahan baru hasil Pemilu 2014 harus mampu
melakukan perubahan mendasar dalam
kelembagaan pemerinta-han. Kembalikan jumlah
kementerian ke awal kemerdekaan (12) plus 6 untuk
perluasan tugas dan fungsi pemerintahan.

Susunan Kelembagaan
Pemerintahan dan
Pembangunan

22

Profil Birokrasi Pemerintahan Jokowi-JK

Ada 34 Kementerian dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK dan dua orang


wakil menteri yakni Wamen Luar Negeri dan Wamen Keuangan, dalam
kabinet bernama Kabinet Kerja.
1. Menteri Sekretaris Negara: Prof. Dr. Pratikno (Rektor UGM)
2. Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago (Ahli kebijakan publik dan anggaran)
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo (Praktisi)
4. Menko Politik Hukum dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto (Mantan
KSAL)
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil (ahli ekonomi)
6. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani (PDIP)
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan (Dirut PT KAI)
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti (Wirausahawati)
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya (Profesional)
10. Menteri ESDM: Sudirman Said (Dirut PT. Dahana)
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo (PDI Perjuangan)

12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi (Dubes RI di Belanda)
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu (mantan KSAD)
14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H.Laoly (PDI Perjuangan)
15. Menkominfo: Rudi Antara (profesional)
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi (Nasdem)
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro (ekonom)
18. Menteri BUMN Rini M.Soemarno (mantan Ketua Tim Transisi/mantan menteri perindustrian)
19. Menteri Koperasi dan UMKM: Puspayoga (mantan Wakil Gubernur Bali)
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin (Hanura)
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel (profesional)
22. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman (praktisi)
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri (politisi)
24. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (birokrat)
25. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya (Nasdem)
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan (Nasdem)
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin (PPP)
28. Menterni Kesehatan: Nila F Moeloek (profesional)
29. Menteri Sosial: Khofifah Indra Parawansa (tokoh Muslimah NU)
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan anak: Yohanan Yambise (profesional)
31. Menteri Budaya Dikdasmen: Anies Baswedan (mantan Tim Transisi)
32. Menristek dan Dikti: M.Nasir (Rektor Undip)
33. Menpora: Imam Nahrawi (politisi)
34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar (PKB)