Anda di halaman 1dari 2

Stroke adalah tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal

(atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih atau
menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Stroke
iskemik merupakan stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah serebral
yang menyebabkan terjadinya iskemik dan nekrosis di daerah yang mengalami
kekurangan pasokan aliran darah di bawah batas yang dibutuhkan sel otak untuk tetap
bertahan. Stroke iskemik merupakan tanda klinis disfungsi atau kerusakan jaringan
otak yang disebabkan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga mengganggu
kebutuhan darah dan oksigen di jaringan otak.

a. Epidemiologi
Stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di Amerika Serikat dan
meskipun rata-rata kejadian stroke menurun, tetapi jumlah penderita stroke tetap
meningkat yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah populasi tua/meningkatnya
harapan hidup. Terdapat beberapa variasi terhadap insidensi dan outcome stroke di
berbagai Negara.

Sampai dengan tahun 2005 dijumpai prevalensi stroke pada laki-laki 2,7% dan 2,5%
pada perempuan dengan usia 18 tahun. Diantara orang kulit hitam, prevalensi stroke
adalah 3,7% dan 2,2% pada orang kulit putih serta 2,6 % pada orang Asia. Diantara
Warga Amerika Indian yang berusia 65-74 tahun, insiden rata-rata/1000 populasi
dengan kejadian stroke yang baru dan berulang pertahunnya adalah 6,1% pada lakilaki dan 6,6% pada perempuan. Rata-rata mortalitas stroke mengalami perubahan dari
tahun 1980 hingga 2005. Penurunan mortalitas stroke pada laki-laki lebih besar
daripada perempuan dengan rasio laki-laki dibandingkan dengan perempuan menurun
dari 1,11 menjadi 1,03. Juga dijumpai penurunan mortalitas stroke pada usia 65
tahun pada laki-laki dibandingkan perempuan. Dari Survey ASNA di 28 RS seluruh
Indoneisia, diperoleh gambaran bahwa penderita laki-laki lebih banyak dari pada
perempuan dan profil usia 45 tahun yaitu 11,8%, usia 45-64 tahun berjumlah 54,2%
dan diatas usia 65 tahun 33,5%. Data-data lain dari ASNA Stroke Collaborative Study
diperoleh angka kematian sebesar 24,5%.
b. Faktor Resiko
Faktor resiko terjadinya stroke terbagi atas:
Non modifiable risk factors (Yang tidak dapat di ubah) seperti; usia, jenis kelamin,
ras, riwayat keluarga, riwayat TIA atau stroke sebelumnya, penyakit jantung koroner,
fibrilasi atrium. Modifiable risk factors (Yang dapat di ubah) seperti hipertensi,
diabetes mellitus, merokok, penyalahgunaan obat dan alkohol, kontrasepsi oral,
hematokrit yang meningkat, bruit karotis asimtomatis, hiperurisemia dan dislipidemia.