Anda di halaman 1dari 5

RESUME BAB 13.

RESPIRASI
Reaksi Respirasi adalah reaksi oksidasi-reduksi yaitu senyawa dioksidasi menjadi CO2
sedangkan O2 yang diserap direduksi menjadi H2O. Zat yang dapat menjadi substrat respirasi
ialah pati, fruktan, sukrosa/gula lain, lemak, asam organik, dan protein jika berada dalam
leadaan tertentu. Namun umumnya dilakukan oleh glukosa, dengan rumus :
C2H2O6 + 6O2

6CO2 + 6H2O + energi

Respirasi merupakan rangkaian dari 50 bahkan lebih reaksi komponen, yang berlangsung di
medium air, dengan pH mendekati netral, suhu sedang dan tanpa asap. Pemecahan bertahap
dan berjenjang merupakan cara untuk mengubah energi menjadi ATP.
-

Kuosien Respirasi

Keadaan dimana volume O2 yang diambil berimbang dengan CO2 yang dilepaskan, nisbah
CO2 terhadap O2 disebut Kuosien Respirasi (RQ). Kuosien Respirasi masing-masing
tanaman berbeda sesuai dengan jumlah kandungan Oksigennya. Dengan mengukur RQ
berbagai bagian tumbuhan, dapat diketahui jenis senyawa yang sedang dioksidasi.
a. Pembentukan Gula Heksosa dari Karbohidrat Cadangan
1. Penyimpanan dan Peromabakan Pati
Pati yang terhimpun di dalam kloroplas selama fotosintesis merupakan cadangan
karbohidrat terbanyak di daun sebagian besar tumbuhan. Pati yang dibentuk di amiloplas
organ penyimpan hasil dari translokasi sukrosa atau gula bukan-pereduksi lainnya juga
merupakan substrat respirasi yang utama dari organ penyimpan. Sel parenkim di batang dan
akar umumnya menyimpan zat pati, begitu juga pada tumbuhan tumbuhan pati disimpan
selama musim dingin dan digunakan untuk pertumbuhan bqru pada musim semi berikutnya.
Umbi kentang kaya akan amioplas ini hilang oleh respirasi dan translokasi gula dari bagian
umbi yang ditanam untuk memperoleh tanaman baru. Jaringan penyimpan endosperma atau
kotiledon dari berbagai biji mengandung banyak pati dan sebagain besar akan hilang selama
pertumbuhan kecambah. Molekul glukosa yang berasal dari pati yang dioksidasi seluruhnya
menjadi molekul glukosa lainnya diubah menjadi molekul sukrosa di skuletum, dan
kemudian diangkut ke akar dan batang yang sedang tumbuh dan sebagian terrespirasi
seluruhnya lalu sebagian lagi diubah menjadi bahan dinding sel, protein, dan bahan lainnya
untuk pertumbuhan bibit. Dalam perombakan glukosa, ada 3 enzim yang bekerja. Yaitu alfa
amilase, beta amilase dan pati fosforilase. Alfa amilase secara acak menyerang ikatan 1,4
pada amilosa atau pun amilopektin, sehingga mula-mula mengakibatkan terjadinya ceruk
acak pada butir pati dan melepas produk yang masih besar. Beta amilase menghidrolisis pati
menjadi B-maltosa , enzim ini mula-mula hanya bertindak pada gugus akhir nonreduksi. Bmaltosa secara cepat diubah oleh mutarotasi menjadi campuran alamiah dari a- dan Bisomer. Hidrolisis amilosa oleh B-amilase hampir sempurna, tapi pemecahan amilopektin
tidak sempurna sebab ikatan cabangnya tidak diserang. Sekali lagi, dekstrin tidak bercabang
tetap tidak berubah.

Aktivitas kedua amilase meliputi pengambilan H2O untuk setiap ikatan yang terpotong,
yang merupakan enzim hidrolase. Amilase tersebar luas di dalam berbagai jaringan, tapi yang
paling aktif ialah dalam biji yang sedang berkecambah. Di daun, a-amilase mungkin jauh
lebih penting dibandingkan dengan B-amilase bagi pembentukan pati. Enzim B-amilase
berada di bagian dalam kloroplas, sering tertempel pada bulir pati yang akan diserang. Enzim
ini berfungsi pada siang maupun malam. Pati fosforilase merombak pati mulai dari ujung
akhir nonreduksi. Perombakan ini tidak terjadi dengan menggabungkan fosfat.
-

Hidrolisis Fruktan

Fruktan dihidrolisis oleh enzim B-fruktofuranosidae. Fruktosa mengalami respirasi secara


agak langsubg, sedangkan sukrosa harus dipecah dulu menjadi glukosa dan fruktosa.
-

Hidrolisis Sukrosa

Reaksi penting dalam perombakan sukrosa ialah hidrolisis tak terbalikkan oleh invertase
menjadi glukosa dan frktosa bebas. Invertase berada di sitosol, vakuola dan kadangkala di
dinding sel. Invertase sitosol bersifat basa dengan PH optimum sekitar 7,5, sedangkan dua
lainnya merupakan invertase asam dengan Ph optimum 5 atau kurang. Invertase dinding sel
menghidrolisis sukrosa terangkut menjadi molekul glukosa dan fruktosa kemudian
diserapoleh sel pengguna. Enzim lainnya yang dapat merombak sukrosa ialah sukrosa sintase.
Fruktosa menjadi tersedia bagi respirasi, dan glukosa di UDP glukosa yang dapat dilepas
satu atau dua cara. Namun, enzim sintase merupakan enzim pertama yang merombak sukrosa
di organ penyimpan-pati atau di jaringan yang sedang tumbuh cepat, yang mengubah sukrosa
terangkut mnjadi polisakarida dinding sel. Bagi sel dewasa dan tumbuh-lambat, invertase
mungkin merupakan enzim yang lebih penting yang merombak sukrosa dan menyedihkan
glukosa dan fruktosa untuk respirasi.
-Glikolisis
Sekelompok reaksi yang secara bersama disebut glikolisis, mengubah glukosa, glukosa 1-P,
atau fruktosa menjadi asam piruvat di sitosol. Glikolisis merupakan tahap pertama dari tiga
fase respirasi yang sangat berkaitan, diikuti oleh daur Krebs dan pengankutan elektron yang
terjadi di mitokondria. Reaksi glikolisis terjadi di semua organisme hidup. Istilah glikolisis
berarti pemecahan gula merupakan perombakan gula menjadi etil alkohol. Gula yang biasa
dirombak ialah heksosa, sehingga glikolisis berarti perombakan heksosa menjadi asam
piruvat.
Glikolisis mempunyai beberapa fungsi, pertama glikolisis mengubah satu molekul heksosa
menjadi dua molekul asam piruvat dan terjadi oksidasi-sebagian pada heksosa. Tidak ada O2
yang digunakan dan CO2 yang dilepaskan. Untuk setiap heksosa yang diubah, dua molekul
NAD+ direduksi menjadi NADPH. NADH ini sangat penting sebab masing-masing secara
berurutan akan dioksidasi oleh O2 di mitokondria yang akan menghasilkan NAD+ dan dua
molekul ATP. Beberapa NADH yang tidak masuk ke mitokondria akan digunakan di dalam
sitosol untuk meningkatkan berbagai proses reduktif anabolik.
Fungsi kedua glikolisis ialah produksi ATP. Glikolisis secara keseluruhan menghasilkan
ATP, tapi pada tahap awal harus menggunakan ATP. Ketika glukosa atau fruktosa masuk ke

proses glikolisis, masing-masing di fosforilasi oleh ATP pada reaksi yang dikatalisis oleh
heksokinase atau gruktokinase. Pertama glukosa-6-fosfat di fosforilasi pada karbon 1 oleh
ATP lain (UTP) untuk membentuk fruktosa-1,6-bifosfat. Enzim yang berperan dalam
fosforilasi ini dinamakan ATP-fosforuktokinase.
-

Fermentasi

Tumbuhan menjalankan fermentasi ketika piruvat mulai tertimbun dan kekurangan oksigen.
Permentasi merupakan prose respirasi anaerobik akan membentuk etanol atau asam laktat.
Reaksinya terdiri dari dekarboksilasi untuk membentuk asetaldehid, kemudian direduksi
secara cepat oleh NADH membentuk etanol.
B. Struktur mitokondria dan respirasi
Mitokondria memiliki hal yang serupa dengan kloroplas, mengandung DNA sirkular yang
mempunyai informasi genetik ysng digunakan untuk menghasilkan enzim. Mitokondria
meiliki membran dalam yang berbelit-belit, meruak ke bagian dalam matriks dengan pola
seperti tabung bahkan berupa pola lir-lembaran. Satu berlitan diebut sebagai krista. Krista
berbentuk lebar dengan sempurna, dan bergabung dengan krista lainnya membentuk wadah
intermembran lir-kantung yang berkesinambungan antar mereka. Krista mengandung enzim
yang mengkatalisis produk dalam pengangkutan elektron setelah daur Krebs, sehingga
penigkatan luas permukaannya sangatlah penting. Reaksi daur krebs terjadi di matriks yang
kaya protein.
C. Daur Krebs
Daur krebs memerlukan CoA yang akan membentuk asetil CoA. Enzim yang diguanakan
ialah asam piruvat dehidrogenase. Atom Hidrogen yang diambil dari piruvat akhirnya
diterima oleh NAD+, menghasilkan NADH. Fungsi utama daur Krebs ialah yang pertama
yaitu untuk mereduksi NAD+ dan ubikuinon menjadi elektron donor NADH dan ubikuinol,
yang akan dioksidasi untuk menghasilkan ATP. Kedua Sintesis langsung ATP dalam jumlah
terbatas, dan terakhir sebagai pembentukan kerangka karbon yang dapat digunakan untuk
mensintesis asam amino tertentu yang kemudian diubah menjadi molekul yang lebih besar.
Hasil keseluruhan siklus krebs yaitu 6CO2 + 2ATP + 8 NADH + 8 H+ + 2 ubikuinol.
Respirasi aerobik sebagian besar organisme termasuk beberapa tumbuhan sangat
dihambat oleh ion negatif tertentu yang bergabung dengan besi di sitokrom oksidase. Dua ion
ini adalah sianida dan azida. Respirasi yang dapat berjalan terus pada keadaan tanpa
terpengaruh oleh sitokrom sianida dinamankan respirasi resisten sianida. Hal ini dikarenakan
mitokondria memiliki cabang alternatif yang pertama di lintasan pengangkutan elektron.
Hasil respirasi akan menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk proses sintesis.
ATP dan NADH misalnya digunakan untuk mereduksi nitrat menjadi nitrit. Glikolisis dan
daur krebs diperlukan dalam menghasilkan kerangka karbon untuk sintesis molekul yang
lebih besar. Namun dalam prosenya, respirasi memerlukan yang namanya titik pengendalian.
Titik pengendalian yang masuk akal salah satu contohnya ialah pada saat heksosa fosfat
digunakan untuk cadangan makanan, dimana pengendalian ini bergantung pada konsentrasi

ATP, ADP, dan Pi. Ketiganya merupakan proses yang penting karena tingkat ADP dan Pi
membantu mengendalikan kecepatan pembentukan ATP. Pembentukan ADP bisa luar biasa
cepat meskipun konsentrasi ATP di sel hanya berukuran milimol atau kurang. ATP
mempunyai dua ikatan fosfat energi tinggi, ADP mempunyai satu. Sedangkan AMP tidak
memiliki. Sedangkan enzim kloroplas dan mitokondria yang sanagt aktif dinamakan adelinat
kinase, mengkatalisis reaksi terbalikkan yang bebas yaitu dari ATP dan AMP akan
menghasilkan 2 ADP.
ATP fosfofruktokinase (ATP-PFK) dapat bertindak sebagai enzim pertama glikolisis.
ATP-PFK mengkatalisis pembentukan fruktosa-1,6-bifosfat, namun aktivitas ATP-PFK ini
dihambat oleh ATP, PEP, dan asam sitrat tapi ditingkatkan oleh Pi. Penghambtan ini
merupakan cara logis untuk mencegah produksi senyawa yang berlebih. Dan juga untuk
digunakan dalam glikolisis bersamaan dengan fruktosa-1,6-bifosfat. Pengatur penting lainnya
di dalam glikolisis ialah nisbah NAD+ / NADH karena NAD+ merupakan bahan esensial
bagi glikolisis, sedangkan NADH ialah produknya. Selain pengaturan glikolisis, pengaturan
respirasi juga dilakukan di mitokondria, faktor pengendali utama ialah konsentrasi ADP. Jika
konsentrasi ADP cukup tinggi, maka fosforilasi oksidatif akan berlangsung cepat.
Pengangktan oksigen juga menjadi cepat dan seluruh proses di Krebs berlangsung lebih
cepat. Hal ini berarti laju mitikondria bergantung pada kemampuan mitokondria untuk
mengangkut ATP keluar menuju sitosol, mengubah ATP menjadi ADP dalam proses
biosintetik dan pertumbuhan, kemudian mengangkut kembali ADP ke dalam mitokondria.
Faktor yang mempengaruhi respirasi :
1. Ketersediaan substrat
Respirasi bergantung pada ketersediaan substrat, tumbuhan yang kelaparan
kandungan pati, frukta, atau gulanya rendah akan melakukan respirasi dengan laju
yang rendah. Jika kekurangan dalam jumlah yang parah, maka protein bisa saja
direspirasikan. Kekurangan substrat ini akan menyebabkan daun berangsur kering
dan kuning, maka sebagian besar protein dan senyawa nitorgen lainya dikloroplas
dirombak. Selama proses ini, ion amonium yang dilepas dari berbagai asam amino
akan bergabung dengan gltamin dan asparagin untuk mencegah keracunan
amonium.
2. Ketersediaan Oksigen
Pasokan Oksigen juga mempengaruhi resporasi. Pada jaringan nisbah, jika
permukaan / volume yang lebih rendah, difusi oksigen dari udara ke sitokrom
oksidase di dalam sel dekat bagian dalam akan berkurang sehingga melambatkan
laju respirasi.
3. Suhu
Sebagian besar tumbuhan memiliki kuosien respirasi Q10 biasanya 2,0 sampai 2,5
pada suhu antara 5 dan 25 C. Apabila suhu meningkat, maka laju resporasi aan
meningkat. Laju resprasi berbanding lurus dengan suhu. Namun jika peningkatan
mencapai 40C, laju respirasi akan menurun.
4. Jenis dan umur tumbuhan

Mengenai jenis dan umur tumbuhan, umumnya bakteri, ganggang dan jamur
memiliki respirasi yang lebih cepat dibanding tumbuhan biji. Ketiga jenis
tumbuhan ini mengandung sedikit cadangan makanan dan tidak mempunyai sel
berkayu non metabolik. Sel berkyu yang mati ini berpengarh terhadap bobot
kering dan kekuatan tumbuhan berpembuluh tetapi tidak pada respirasi. Hal yang
serupa juga terjadi pada pucuk akar dan organ lainnya yang mengandung sel
meristematik dengan persentase protoplasma dan protein yang tinggi. maka ia
juga mempunyai laju respirasi yang tinggi berdasarkan bobot kering. Jika
perbandingan respirasi didasarkan pada kandungan protein, terdapat hubungan
yang cukup baik antara laju tumbuh beberapa jenis sel dengan laju respirasinya.
Penggunaan ATP, NADPH dan NADH baik untuk sintesis protein, bahan didning
sel, komponen menbran dan asam nukleat, mauun penimbunan ion dan
pengangktan karbohidrat. Akibatnya ADP, NADP+ dan NAD+ menjadi tersedia
untuk digunakan dalam respirasi.
Begitu juga dengan umur tumbuhan, laju dinyatakan dengan jumlah CO2 yang
dilepas per bobot kering awal. Bunga matahari memiliki laju respirasi yang tinggi
mulai dari perkecambahan hingga pembungaan. Respirasi akan tetap tinggi pada
jangka waktu pertumbuhan vegetatif namun akan menurun saat mulai
pembungaan.