Anda di halaman 1dari 3

Hipertensi

Merupakan faktor resiko yang potensial, karena pada hipertensi dapat meyebabkan
pecahnya atau menyempitnya pembuluh darah otak. Jika pembuluh darah otak pecah
maka terjadi perdarahan dan jika menyempit akan menyebabkan penurunan aliran
darah ke otak sehingga sel otak dapat mengalami kematian.
Diabetes mellitus
Pada pasien diabetes mellitus akan terjadi penebalan dinding pembuluh darah otak
yang berukuran besar. Hal ini jelas akan mengganggu aliran darah otak , yang pada
akhirnya menyebabkan infark sel otak.
Penyakit Jantung
Penyakit jantung koroner dengan infark jantung, penyakit jantung rematik, dan
gangguan irama jantung dapat menimbulkan GPDO dengan jalan menimbulkan
hambatan aliran darah ke otak, karena jantung melepaskan gumpalan darah atau selsel jaringan yang mati ke dalam aliran darah yang disebut emboli.
Hiperkolesterolemia
Tingginya kadar kolesterol LDL dengan rendahnya HDL dapat meningkatkan
terjadinya aterosklerosis, penebalan dinding pembuluh darah yang diikuti dengan
penurunan elastisitas pembuluh darah, akibatnya terjadi gangguan aliran darah ke
otak.
Merokok
Merokok dapat meningkatkan konsenterasi fibrinogen. Hal ini akan memudahkan
terjadinya penebalan dinding pembuluh darah dan peningkatan viskositas pembuluh
darah, yang akhirnya mempengaruhi aliran darah ke otak. Selain itu, merokok dapat
menyebabkan resiko infark jantung.

a. Klasifikasi

Berdasarkan onset penyakitnya stadium stroke iskemik terbagi atas :

Serangan iskemia atau Transient Ischemic Attack (TIA). Pada bentuk ini
gejala neurologik yang timbul akibat gangguan peredaran darah di otak akan
menghilang dalam waktu 24 jam.

Defisit Neurologik Iskemik Sepintas atau Reversible Ischemic Neurological


Defisit (RIND). Gejala neurologik yang timbul akan menghilang dalam waktu
lebih lama 24 jam. Tapi tidak lebih seminggu.

Stroke Progresif (Progresive Stroke atau Stroke in evolution). Gejala


neurologik makin lama makin berat.

Stroke Komplet (Completed Stroke atau Permanent Stroke), gejala klinis


sudah

menetap.

Terdiri dari:
Non-hemorrhagic stroke (infark), baik karena trombus atau embolus.
Hemorrhagic completed stroke
Berdasarkan penyebab stroke iskemik terbagi atas :

Stroke iskemik thrombosis


Definisi : Sumbatan pembuluh darah serebral oleh thrombus yang
kebanyakannya berasal dari arterosklerotik.
Etiologi : Etiologi yang paling banyak adalah aterosklerosis, tapi bisa
juga disebabkan oleh trauma, trombosis obliterans, polisitemia vera
dan penyakit kolagen.
Gejala klinis :
Onset penyakit ini perlahan-lahan, keluhan sering timbul pada pagi
hari saat bangun tidur. Biasanya didahului oleh gejala prodromal
berupa vertigo, sakit kepala, kesemutan, afasia serta gangguan mental

dan tidak berasa pada ujung-ujung ekstremitas. Gejala umum berupa


kesadaran baik, hemiparese atau hemiplegi, disatria, afasia, mulut
mencong kadang-kadang hemianopsia, dengan gejala fokal otak
lainnya.