Anda di halaman 1dari 2

PBL 2 CHEM IV

1. Pentingnya tingkat kepuasan pasien


Menurut Muninjaya (2011), tingkat kepuasan pasien antara lain:
a.

Alat penentu kebijakan pengambilan keputusan guna meningkatkan kerja


rumah sakit.

b.

Alat untuk menyusun strategi pemasaran produk layanan.

c.

Alat untuk memantau dan mengendalikan aktivitas sehari-hari staf dalam


memberikan pelayan kesehatan.

d.

Alat untuk mencapai misi yang telah ditetapkan oleh rumah sakit yaitu untuk
memperoleh kepercayaan masyarakat melalui kepuasan pasien.

Disini, dokter Andi selaku pemilik klinik harus melakukan pendekatan


FOCUS .FOCUS merupakan singkatan dari lima proses yang harus dilakukan
yaitu:
a. Find an oppurtunity to improve
Pada tahap ini dilakukan penentuan peluang yang mampu dimaksimalkan dan
ditingkatkan dengan menggunakan indikator dan pengukuran sistematik.
b. Organize a team who understands the process
Pada tahap ini ditunjuk sebuah tim yang terdiri dari orang-orang berkompeten
dan ahli pada bidangnya serta sesuai dengan peluang yang akan ditingkatkan.
c. Clarify the current knowledge of the process
Mengumpulkan data secara komprehensif menggunakan alat pengumpul data
seperti run chart, pareto chart, brainstorming, dan diagram alur (flowchart).
Diharapkan akan ditemukan prosedur dan bagian tertentu yang mengalami
penurunan kualitas dan akan diperbaiki.
d. Understand the cause of process variation
Menggunakan cause and effect diagram untuk mengetahui penyebab mengapa
proses-proses tertentu tidak berjalan dengan maksimal.
e. Select the process improvement
Tim akan memilih solusi mana yang paling sesuai, logis dan mampu laksana
untuk meningkatkan kualitas.

Case payment merupakan suatu pembayaran yang berbasis pada diagnosis,


sehingga setiap diagnosis penyakit memiliki perhitungan anggaran tersendiri
yang dibebankan kepada pasien (atau pihak ketiga misalnya asuransi).
(Muninjaya,2011)

Batasan Masalah
1. tingkat kepuasan pasien rawat jalan 60% (standar 75%)
2. tingkat kepuasan pasien rawat inap 65% (standar 75%)
3. Bed Occupation Rate 65% (standar 60-85%)
4. Average Length of Stay 7,6 hari (standar 7-10 hari)
5. Pembayaran pasien masih secara tunai
6. Lama waktu tunggu yang tidak sebanding dengan tarif
7. Lama tinggal yang seringkali lama
Biaya yang cukup tinggi dan tidak diduga (tiba-tiba)

Dapus
Muninjaya, A.A Gde. 2011. Manajemen Kesehatan. Edisi 2. Jakarta: EGC.

Dinas Kesehatan Provisi Lampung. 2013. Program Internship Dokter 2013. Available at:
http://www.dinkes.lampungprov.go.id/index.php?option=com_content&view=
article&id=108:program-internship-dokter-2013&catid=80&Itemid=486
(diakses
tanggal 1 juli 2014)