Anda di halaman 1dari 2

Fistula adalah koneksi/saluran abnormal antara organ berongga maupun organ

berongga dengan dunia luar, contohnya pembuluh darah, usus, organ, atau struktur
lainnya. Fistula biasanya terjadi akibat dari cedera, pembedahan, infeksi atau
peradangan. Penyakit inflamasi usus, seperti kolitis ulserativa atau penyakit Crohn,
adalah contoh penyakit yang mengarah ke fistula antara satu lekukan usus dengan
yang lain. Cedera dapat menyebabkan fistula antara arteri dan vena. Fistula dapat
terjadi di banyak bagian tubuh. Beberapa di antaranya adalah :

Arteriovenosa (antara arteri dan vena)

Bilier (terjadi selama operasi kandung empedu, saluran empedu terhubung ke


permukaan kulit)

Serviks (celah yang abnormal ke dalam atau di leher rahim)

Craniosinus (antara ruang dalam tengkorak dan sinus hidung)

Enterovaginal (antara usus dan vagina)

Kotoran atau anus (tinja dibuang melalui pembukaan selain anus)

Lambung (dari perut ke permukaan kulit)

Metroperitoneal (antara rahim dan rongga peritoneal)

Arteriovenosa paru (dalam paru-paru, arteri paru-paru dan vena yang


terhubung, memungkinkan darah untuk melewati proses oksigenasi di paruparu (pulmonary fistula arteriovenosa)

Umbilical (koneksi antara pusar dan usus)

Epidemiology
Frekuensi pada kelainan umbilical sangat bervariasi. Infeksi umbilical sekarang
diketahui kurang dari 1% dari bayi yang baru lahir dirawat di rumah sakit. Umbilical
hernia sering diidentifikasi pada awal masa bayi, namun dapat menutup secara
spontan. Angka kejadian sama antara pria dan wanita. Insiden pada usia 1 tahun
berkisar dari 2-15%. Insiden meningkat pada bayi dengan berat badan lahir rendah,
down syndrome, trisomi 13, trisomi 18 atau dengan Beckwith-Wiedemann sindrom.