Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TERSTRUKTUR

KEWIRAUSAHAAN
USAHA MAKARONI SCHOTEL

DISUSUN OLEH
LARASATI KARTIKA
G1F012007

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN FARMASI
PURWOKERTO

2013

Saat ini banyak sekali masyarakat yang berani membuka peluang bisnis dalam
berbagai bidang seperti dalam bidang makanan cepat saji. Peluang bisnis ini dapat
menjanjikan keuntungan yang tidak sedikit meskipun terkadang sering terdapat kendala
seiring meningkatnya saingan oleh pengusaha makanan lainnya. Namun, dengan membuka
lahan usaha makanan yang masih jarang ditemukan diharapkan dapat mengikat ketertarikan
konsumen terhadap produk makanan yang jarang dijumpai, seperti makanan cepat saji
Makaroni sekotel, meskipun makanan ini sudah tidak asing lagi didengar. Usaha ini dapat
menjajikan keuntungan bagi pemiliknya jika ingin membuka usaha dengan sungguhsungguh.
Siang ini tanggal 30 oktober 2013 pukul 11.20 WIB saya mewawancari seorang
penjual schotel( hanya sebagai penyedia jasa penjual produk bukan sebagai pemilik asli
)yang bernama Ratna. Bertempat didepan Matahari departemen Store di jalan Kebon Dalem
Purwokerto terdapat sebuah stand makanan yang bernama Makaroni Nes Schotel .
Pemilik usaha ini telah memulai bisnis usaha makanan sejak satu tahun terakhir dengan
membuka dua cabang penjualan, yaitu di depan Matahari departemen store dan didepan Rita
Pasaraya didaerah purwokweto. Pemilihan lokasi untuk membuka usaha ini sangatlah
cermat, melihat dari kestrategisannya karena bertempat dipusat perbelanjaan yang
memungkinkan dapat mengikat para konsumen untuk membeli produk makanan ini. Target
pemasaran dari makaroni schotel mulai dari anak-anak, kalangan remaja, ibu dan bapabapa, hingga kakek-kakek dan nenek-nenek dapat menikmati kelezatan makaroni schotel
ini.
Stand ini menjual produk makanan jadi berupa makaroni schotel dengan berbagai
varian rasa. Varian menu yang ditawarkan distand Makaroni Nes Schotel antara lain
makaroni sekotel daging, makaroni schotel sosis dan makaroni schotel ikan tuna. Varian
menu yang ditawarkan memiliki nilai jual dengan kisaran harga Rp. 8.500 dengan taburan
keju diatas makaroni schotelnya.

Dalam produk makaroni sekotel ini bahan yang diperlukan dalam pembuatannya
berupa mkaroni basah yang menjadi bahan utamanya, tepung terigu, susu, keju, telur dan
bumbu-bumbu yang dibutuhkan lainnya. Wadah yang digunakan untuk menempatkan
makaroni berupa wadah alumunium foil. Terdapat oven sebagai pemanggang makaroni yang
sudah tersedia di stand. Kemasan dibuat dari kardus kecil, saat ada pelanggan yang ingin
membeli pelanggan mendapat kemasan kardus kecil dengan paket makaroni yang dibeli dan
disertai dengan saus dan sendok plastik.
Dalam sehari, mba ratna selaku jasa penjual makaroni ini disediakan sebanyak 50pc
lengkap dengan kardus saus dan sendok plastiknya oleh sang pemilik stand. Mba ratna mulai
membuka stand Makaroni Nes Schotel mulai dari pukul 10.00- 20.00 WIB. Dalam sehari Ia
mampu menjual 50pc sampai habis, namun tak jarang jika penjualan sedang sepi mba ratna
hanya mampu menjual sekitar 20-30 pc makaroni sekotel. Dalam sebulan pendapat yang
diperoleh tidak menentu, tergantung dari jumlah konsumen yang membeli. Pemilik stand
makaroni Nes Schotel sendiri sering datang untuk sekedar melihat bagaimana perkembangan
dan keadaan usaha stand miliknya yang dijual oleh mba ranta tersebut.

Keunggulan dari produk makaroni ini terletak dari bahan pembuatannya yaitu terdiri
dari chotel dengan keju, sosis, ikan tuna dan daging sapi yang didalamnya terkandung
vitamin dan gizi. Serta disajikan dengan bentuk dan kemasan yang minimalis dalam wadah
alumunium foil. Sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya yaitumakanan yang kaya
akan nutrisi yang terkandung dalam produk tersebut.
Usaha makaroni schotel ini sudah sesuai target pemasaran, hanya saja dalam jenis
produk schotel harus dibuat varian terbaru, misalnya dengan membat produk makaroni
schotel dengan paduan seafood lainnya ( udang, cumi ), dapat pula dikombinasikan dengan
sayur-sayuran agar konsumen mendapatkan sumber vitamin yang berasal dari sayuran
tersebut, dan juga dikombinasikan dengan jamur dan lain sebagainya. Dalam proses
pemasarannya harus lebih ditingkatkan agar para konsumen mengetahui keberadaan usaha
makaroni schotel ini misalnya dengan menyebarkan leaflet, iklan melalui sosial media,
dengan membuat poster dan menaruhnya ditempat yang strategis, dan cabang yang sudah
tersedia dapat dibuat seperti cafe yang dpat membuat pelanggan menikmati makaroni dengan
susana yang nyaman bukan hanya sekedar membeli lalu pulang dan memakannya dirumah.