Anda di halaman 1dari 2

Episkleritis

Oleh: Intan Pusdikasari


Episkleritis adalah reaksi radang jaringan ikat vascular yang terletak antara
konjungtiva dan permukaan sclera. Radang episklera dan sclera mungkin disebabkan
reaksi hipersensitivitas terhadap penyakit sistemik seperti tuberculosis, rheumatoid
arthritis, SLE, dan lainnya. Merupakan suatu reaksi toksisk, alergik atau merupakan
bagian daripada infeksi. Dapat saja kelainan ini terjadi secara spontan dan idiopatik.
Episkleritis umumnya mengenai satu mata dan terutama perempuan usia pertengan
dengan penyakit bawaan reumatik. Keluhan pasien dengan episkleritis berupa mata
terasa kering, dengan rasa sakit yang ringan, mengganjal, dengan konjungtiva yang
kemotik. Bentuk radang yang terjadi pada episkleritis mempunyai gambaran khusus,
yaitu berupa benjolan setempat dengan batas tegas dan warna merah ungu di bawah
konjungtiva. Bila benjolan ini ditekan dengan kapas atau ditekan pada kelopak di atas
ebnjolan, akan memberikan rasa sakit, rasa sakit akan menjalar ke sekitar mata. Pada
episkleritis bila dilakukan pengangkatan konjungtiva ti atasnya, maka akan mudah
terangkat atau dilepas dari pembuluh darah yang merdang. Perjalanan penyakit mulai
dengan episode akut dan terdapat riwayat berulang dan dapat berminggu-minggu atau
beberapa bulan.
Terlihat mata merah satu sector yang disebabkan melebarnya pembuluh darah
di bawah konjungtiva. Pembuluh darah ini mengecil bila diberi fenil efrin 2.5%
topikal. Pengobatan yang diberikan pada episkleritis adalah vasokonstriktor. Pada
keadaan yang berat diberi kortikosteroid tetes mata, sistemik atau salisilat. Kadangkadang merupakan kelainan yang ringan. Pada episkleritis jarang terlibat kornea dan
uvea, penglihatan tetap normal. Episkleritis dapat sembuh sempurna atau bersifat
residif yang dapat menyerang tempat yang sama ataupun berbeda-beda dengan lama
sakit umumnya berlangsung 4-5 minggu. Penyulit yang dapat timbul adalah
terjadinya peradangan lebih dalam pada sclera yang disebut sebagai skleritis.

Daftar Pustaka
Ilyas, Sidarta. 2012. Ilmu Penyakit Mata, Edisi ketiga FKUI, Jakarta: Badan
Penerbit FKUI.