Anda di halaman 1dari 44

PRAKTIKUM PETROLOGI

ACARA 1

: BATUAN BEKU ULTRA BASA

NAMA : SAID ZAIDUN

HARI/TGL : KAMIS/8 OKTOBER 2014


I.

NIM

: D611 13 310

Latar belakang
Petrologi merupakan cabang ilmu dari ilmu geologi

yang

lebih

penyusun

mengkhususkan

bumi.

Petrologi

bahasannya
berasal

tentang

batuan

bahasa

yunani

dari

yakni petra yang berarti batu dan logos yang berarti


ilmu pengetahuan.
Objek yang di bahas pada cabang ilmu petrologi
adalah batuan, termasuk di dalamnya batuan beku, batuan
sedimen, dan batuan metamorf. Petrologi membahas sangat
luas tentang batuan, dari mulai asal batuan tersebut,
faktor-faktor kenapa batuan tersebut dapat terbentuk,
misalnya

batuan

metamorf

yang

terbentuk

akibat

dari

adanya tekanan dan suhu yang cukup, serta membahas juga


relasi antar batuan dan menginterprestasi apa yang akan
terjadi

pada

suatu

daerah

yang

mengandung

batuan

tersebut, namun bahasan petrologi hanya pada kenampakn


megaskopis saja, karena untuk bahasan mikroskopis akan
di bahas lebih lanjut pada cabang ilmu lainnya
Batuan beku merupakan salah satu objek yang di
bahas pada petrologi, batuan beku merupakan batuan yang
tercipta langsung dari pembekuan magma. Batuan beku itu
sendiri

dapat

di

bagi-bagi

kelompok

berdasarkan

tempat

lagi

menjadi

pembekuannya

beberapa

misalnya

di

bagi menjadi batuan beku dalam (intrusive), batuan beku


luar(ekstrusive),
pembekuan

pada

dan
gang

batuan
atau

beku

yang

korok-korok

mengalami

gunung

api.

Kemudian berdasarkan kandungan silica(SiO2) batuan beku


1

di bagi lagi menjadi 3 yakni batuan asam(felsic) dengan


kandungan silica sekitar >66%, batuan beku intermediet
dengan

kandungan

basa(mafic)

silica

dengan

sekitar

kandungan

52%-66%,batuan

silica

sekitar

beku

45%-52%,

kemudian batuan beku ultrabasa dengan kandungan silica


<45%
Batuan

beku

dengan

kandungan

dengan

jenis

Ultra

basa

silica

paling

batuan

beku

merupakan

batuan

sedikit

lainnya,

beku

dibandingkan

yang

menyebabkan

batuan ini berwarna hitam. pada umumnya di susun oleh


mineral-mineral
mengetahui
komposisi

Piroksin

tentang
mineral

dan

batuan

Olivin,

beku

penyusunnya

untuk

ultra
sampai

basa

lebih
dari

jenis-jenis

batuannya, maka dilakukanlah praktikum petrologi acara


ke-4 batuan beku ultra basa
II.

Tujuan dan manfaat


Manfaat :

1.

Mengetahui tekstur dan struktur batuan beku ultra


basa

2.

Mengetahui jenis-jenis batuan beku ultra basa

3.

Mengetahui mineral-mineral yang terkandung dalam


batuan beku ultra basa

4.

Mengetahui cara penamaan batuan dengan menggunakan


klasifikasi IUGS(1976), Russel B. Travis (1955),
dan Fenton (1940).
Tujuan

1.

Mampu menjelaskan tekstur dan struktur batuan beku


ultra basa

2.

Mampu

menjelaskan

jenis-jenis

batuan

beku

ultra

basa
2

3.

Mampu menjelaskan mineral-mineral yang terkandung


dalam batuan beku ultra basa

4.

Mampu

menjelaskan

menggunakan

cara

penamaan

klasifikasi

batuan

IUGS(1976),

dengan

Russel

B.

Travis (1955), dan Fenton (1940)


III. Alat dan Bahan:
1.

Alat tulis

2.

Pensil warna

3.

Mistar

4.

Lembar kerja praktikum

5.

Kawat tembaga

6.

Kaca

7.

Porselen

8.

loupe

9.

literatur

10.

Klasifikasi Fenton, Travis dan Travis

11.

Komparator batuan beku

12.

Sampel Batuan

IV.

Tinjauan pustaka
Batuan

beku

pengklasifikasian

ultra
batuan

basa
beku

merupakan

berdasarkan

cabang
kandungan

mineral silicanya yakni <45%. Batuan beku ultra basa


biasanya terbentuk pada lempeng oceanic.
Batuan

beku

ultramafic

dikenal

juga

dengan

ultrabasic. Kandungan silikanya rendah (kurang dari 45


persen)

dan

berwarna
ultramafic
kedalaman

lebih

gelap

kaya

umumnya
sekitar

banyak

magnesium

terbentuk
12

mineral

mil

mafic

dan

di

(sekitar

besi).

mantel
20

(mineral

bumi,

Batuan
dari

kilometer)

di
3

bawah permukaan hingga setebal ratusan mil ke dalam


perut

bumi.

seperti
muncul

Sebagian

kecil

peridotite,
ke

dari

dunite,

permukaan

jenis

dan

ketika

batuan

ini,

lherzholite,

bisa

lempeng

tektonik

be

rbertumbukan di lempeng samudera, atau ketika bagian


interior lempeng benua tipis dan merenggang
Ketika batuan terpapar dengan karbon dioksida (CO2),
mineral

kalsium

atau

magnesium

silikatnya

bereaksi

membentuk kapur dan batuan kapur produk dari kalsium


atau magnesium karbonat padat. Tapi, kalau mengandalkan
prosesnya

yang

alami

bisa

butuh

ribuan

tahun

untuk

batuan menjerat sejumlah besar CO2 dari atmosfer


IV.1 Penamaan Dan Klasifikasi Batuan Beku
Berdasarkan letak pembekuannya

maka batuan beku

dapat dibagi menjadi batuan beku intrusi dan batuan beku


ekstrusi. Batuan beku intrusi selanjutnya dapat dibagi
menjadi

batuan

beku

intrusi

dalam

dan

batuan

beku

intrusi dekat permukaan. Berdasarkan komposisi mineral


pembentuknya
empat

maka

kelompok,

batuan

yaitu

beku

batuan

dapat

beku

dibagi

menjadi

ultramafik,

batuan

beku mafik, batuan beku menengah dan batuan beku felsik.


Istilah

mafik

istilah

felsik

ini

sering

diganti

diganti

dengan

dengan

asam,

basa,

sekalipun

dan
tidak

tepat.
Termasuk

batuan

beku

dalam

ultramafik

adalah

dunit, piroksenit, anortosit, peridotit dan norit.Dunit


tersusun

seluruhnya

oleh

mineral

olivin,

sedang

piroksenit oleh piroksen dan anortosit oleh plagioklas


basa.Peridotit terdiri dari mineral olivin dan piroksen;
norit

secara

dominan

terdiri

dari

piroksen

dan
4

plagioklas

basa.Batuan

beku

luar

ultramafik

umumnya

bertekstur gelas atau vitrofirik dan disebut pikrit.


Nama-nama
ditambah

batuan

dengan

beku

aspek

tersebut

tekstur,

di

atas

struktur

sering

dan

atau

komposisi mineral yang sangat menonjol.Sebagai contoh,


andesit porfir, basal vesikuler dan andesit piroksen.
Penambahan

nama

komposisi

mineral

tersebut

umumnya

diberikan apabila persentase kehadirannya paling sedikit


10 %. Perkiraan persentase kehadiran mineral pembentuk
batuan dapat di lihat pada table 4.1 berikut ini :

(table 4.1)

IV.2 Kegunaan Batuan Beku Ultra Mafik

Untuk memperlambat laju pemanasan global, ilmuwan


di

dunia

melakukan

berbagai

eskperimen

yang

bisa

dipakai untuk menyerap dan membuang gas karbon dioksida


dari

atmosfer.

Proses

fotosintesis

oleh

pepohonan

tidaklah cukup. Tim peneliti geologi di Amerika Serikat


merilis

sebuah

mengidentifikasi

laporan
batuan

penelitian
ultramafic

dan

di

peta

negeri.

yang
Batuan

yang terbentuk dari pendinginan magma dengan kandungan


silika

yang

dijadikan

sangat

rendah

perangkap

itu

dianggap

(sequestration)

ideal

karbon

untuk

didalam

tanah
Batuan ultramafic memiliki mineral yang bereaksi
mengikat karbon dioksida dari udara ke dalam bentuk
mineral-mineral

padat.

Proses

alamia

biasanya

butuh

ribuan tahun. Namun, yang dilakukan tim peneliti adalah


mempercepat proses yang biasa disebut mineral karbonasi
itu. Mereka melarutkan karbon dioksida dalam air dan
menyuntikkannya ke batuan. Panas hasil reaksi mineral
kalsium atau magnesium silikat dalam batuan dengan gas
karbon

dioksida

itu

juga

coba

ditangkap

untuk

mempercepat lagi proses mineralisasi


Jika
teknologi
simpanan

sukses,
capture
karbon

diharapkan
carbon

dalam

dapat

menyempurnakan

and

storage

(CCS)

bentuk

mineral

(padat)

karena
akan

mengeliminasi kekhawatiran karbon bakal bocor lagi ke


atmosfer. Formasi geologis yang sama di penjuru dunia
bisa dikerahkan sebagai sumber pengendapan (sink) panas
di atmosfer. Sam Krevor dari Earth Institute, Columbia
University, mengatakan bahwa ada begitu banyak jenis
material yang melimpah di bumi untuk menyimpan sebanyak
mungkin emisi gas rumah kaca.
6

Riset dan pemetaan batuan untuk menangkap CO2 di


atmosfer bumi yang dilakukan Krevor tersebut sebagai
bagian

dari

Columbia

disertasi

University

PhD.

lainnya,

Ia

dibantu

Christopher

mahasiswa

Graves,

dan

dua peneliti di Badan Survei Geologis (USGS), yakni


Bradley van Gosen dan Anne McCafferty. Mereka membuat
satu peta digital sebaran batuan ultramafic. Menurut
peta

itu,

Amerika

Serikat

memiliki

batuan

tersebut

seluas 6.000 mil persegi yang sebagian besar terbentang


di sepanjang pantai barat dan timur. Seluruh batu itu
cukup

untuk

menyimpan

emisi

CO2

domestik

sepanjang

lebih dari 500 tahun berturut-turut.


Klaus
pertama

Lackner

kali

adalah

tentang

orang

pemisahan

yang

memiliki

ide

mineral

karbon

pada

1990-an dan menganggap survey Krevor dan timnya menuju


pemetaan

global

batuan

ultramafic

sebagai

sebuah

lompatan besar. Teknik pemisahan karbon memang telah


berkembang menjadi bidang riset yang mejanjikan. Namun,
kebanyakan

hanya

berfokus

pada

penyimpanan

dalam

bentuknya yang cair ataupun gas di bawah permukaan bumi


seperti lapisan akuifer asin, sumur minyak, dan lapisan
berpori batu bara yang sudah tidak komersial
Khawatir
reaksi

simpanan
kimia

mengubah

itu

alami

karbon

Intergovernmental

di

ke

bocor,

para

ilmuwan

dalam

bumi

sana

dalam

Panel

on

bentuk
Climate

yang

padat.
Change

mencari
bisa

Laporan

pada

2005

menyebut ada teknik Krevor merupakan terobosan, karena


belum

ada

ultramafic,

yang

membuat

termasuk

pemetaan

potensinya

lapisan

seperti

apa.

batuan
Juerg

Matter, peneliti di Lamont-Doherty Earth Observatory,


Columbia University, tempat serangkaian proyek serupa
7

sedang berjalan menyebut bahwa teknik ini menawarkan


sebuah

cara

untuk

mengenyahkan

emisi

CO2

secara

kini

juga

sedang

permanen
Matter

dan

Peter

Kelemen,

meneliti formasi peridotite, satu di antara berbagai


jenis batuan ultramafic, di Oman yang menurut mereka
bisa digunakan untuk memineralisasi hingga 4 miliar ton
CO2 setiap tahunnya. Jumlah itu setara dengan 12 persen
output CO2 tahunan dunia. Matter juga terlibat dalam
pilot project bersama Reykjavik Energy dan yang lainnya
menginjeksikan
formasi

air

basalt

di

yang

jenuh

dengan

Islandia.

Selama

CO2

ke

dalam

sembilan

bulan

setelahnya, batuan itu diharapkan dapat mengasup 1.600


ton CO2 yang diambil langsung dari emisi pembangkit
listrik
dapat

geotermal
dilakukan

cerobong

asap

di

sekitar

untuk

menangkap

pembangkit

mengkombinasikannya

lokasi.

dengan

listrik
air

Teknik

serupa,

CO2

langsung

dari

atau

industri

lalu

dan

menyalurkannya

ke

dalam tanah, yang dilakukan Matter dalam sebuah studi


Pacific

Northwest

National

Laboratory

di

Wallula,

Washington.
V.

DESKRIPSI LITOLOGI
Sampel batuan beku Ultra basa 1 dengan kode sampel

BBUB 14 mempunyai warna segar Abu-abu kehitaman, warna


lapuk

kuning

kecoklatan

kristalinitas

dengan

tekstur

hipokristalin,

tingkat

granularitas

faneroporfiritik dengan fabrik bentuk subhedral sampai


anhedral
antar

dengan

krital

bentuk

Kristal

inequigranular

prismatik

dan

dan

mempunyai

relasi
stuktur

masif.
8

Batuan ini memiliki komposisi mineral yang terdiri


dari Olivin dengan warna hijau dan bentuk amorf sekitar
45%, Piroksin dengan warna hitam dan benruk prismatic
sekitar 40%, Plagioklas dengan warna purih dan benruk
prismatic

sekitar

10%,

dan

disusun

juga

oleh

massa

dasar yang berwarna abu-abu dan berbentuk amorf sekitar


5%, dengan nama Peridotit menurut klasifikasi betuan
beku

IUGS(tahun

1976)

Porfiri

Peridotit

menurut

klasifikasi Russel B. Travis(tahun 1955) ; Perodotit


menurut klasifikasi Fenton(tahun 1940).
Sampel batuan beku Ultra basa 2 dengan kode sampel
BBUB 12 mempunyai warna segar Hitam, warna lapuk kuning
kecoklatan

dengan

hipokristalin,

tekstur

granularitas

tingkat

kristalinitas

faneroporfiritik

dengan

fabrik bentuk subhedral sampai anhedral dengan bentuk


Kristal

prismatik

dan

relasi

antar

krital

inequigranular dan mempunyai stuktur masif.


Batuan ini memiliki komposisi mineral yang terdiri
dari Olivin dengan warna hijau dan bentuk amorf sekitar
35%, Piroksin dengan warna hitam dan benruk prismatic
sekitar 50%, Plagioklas dengan warna purih dan benruk
prismatic sekitar 5%, dan Biotit dengan warna hitam
dan

bentuk

Micaceous

sekitar

10%,

dengan

nama

Piroksenit menurut klasifikasi betuan beku IUGS(tahun


1976) ; Porfiri Peridotit menurut klasifikasi Russel B.
Travis(tahun

1955)

Perodotit

menurut

klasifikasi

Fenton(tahun 1940).
Sampel batuan beku Ultra basa 3 dengan kode sampel
BBUB 13 mempunyai warna segar Hitam kehijauan, warna
lapuk

kuning

kristalinitas

kemerahan

dengan

hipokristalin,

tekstur

tingkat

granularitas
9

faneroporfiritik dengan fabrik bentuk subhedral sampai


anhedral
antar

dengan

krital

bentuk

Kristal

inequigranular

prismatik

dan

dan

mempunyai

relasi
stuktur

masif.
Batuan ini memiliki komposisi mineral yang terdiri
dari Olivin dengan warna hijau dan bentuk amorf sekitar
40%, Piroksin dengan warna hitam dan benruk prismatic
sekitar 45%, Plagioklas dengan warna purih dan benruk
prismatic

sekitar

ubahan(sekunder)

2%,

yaitu

kehijauan

berbentuk

Peridotit

menurut

dan

disusun

Serpentin

amorf

yang

sekitar

klasifikasi

juga

berwarna

5%,

betuan

mineral

dengan

beku

putih
nama

IUGS(tahun

1976) ; Porfiri Peridotit menurut klasifikasi Russel B.


Travis(tahun

1955)

Perodotit

menurut

klasifikasi

Fenton(tahun 1940).
Sampel

batuan

beku

Intermediet

dengan

kode

sampel BBUB 15

mempunyai warna segar Abu-abu, warna

lapuk

kecoklatan

Abu-abu

kristalinitas

dengan

tekstur

hipokristalin,

tingkat

granularitas

Porifiroafanitik dengan fabrik bentuk euhedral sampai


subhedral dengan bentuk Kristal prismatik dan relasi
antar

krital

inequigranular

dan

mempunyai

stuktur

masif.
Batuan ini memiliki komposisi mineral yang terdiri
dari

plagioklas

yang

berwarna

putih

dengan

bentuk

Prismastik sekitar 40%, ortoklas yang berwarna putih


keruh dengan bentuk Prismastik sekitar 35%, Klorit yang
berwarna
5%,

kehijauan

piroksin

dengan

yang

bentuk

berwarna

Prismastik

hitam

dengan

sekitar
bentuk

prismatik sekitar 5%, dan Phlogopit dengan warna coklat


sekitar

15%

dengan

nama

Porfiri

Latite

menurut
10

klasifikasi betuan beku Russel B.Travis(tahun 1955) ;


Latite menurut klasifikasi IUGS(tahun 1976) ; Latite
menurut klasifikasi Fenton(tahun 1940).

VI.

PETROEGENESA
Sampel batuan beku Ultra basa 1 dengan kode sampel

BBUB 14 Pada Batuan ini terbentuk dari pembekuan magma


yang

bersifat

lempeng

Ultramafik

oceanic

sehingga

yaitu

umumnya

warnanya

pada

kehitaman.

daerah
Membeku

dengan tidak terlalu cepat sehingga membentuk fenokris


dengan

masa

mineral,

dasar

piroksin

feneritik
pada

suhu

dan

membentuk

sekitar

mineral-

1000C-1200C,

plagioklas pada suhu sekitar 700C-800C, dan Olivin


pada suhu sekitar 1200C -1800C.
Sampel batuan beku Ultra basa 2 dengan kode sampel
BBUB 12 Pada Batuan ini terbentuk dari pembekuan magma
yang

bersifat

lempeng

Ultramafik

oceanic

sehingga

yaitu

umumnya

warnanya

pada

kehitaman.

daerah
Membeku

dengan tidak terlalu cepat sehingga membentuk fenokris


dengan

masa

mineral,

dasar

piroksin

feneritik
pada

suhu

dan

membentuk

sekitar

mineral-

1000C-1200C,

plagioklas pada suhu sekitar 700C-800C, Olivin pada


suhu

sekitar

1200C

-1800C

dan

Biotit

pada

suhu

sekitar 700C-800C.
Sampel batuan beku Ultra basa 3 dengan kode sampel
BBUB 14 Pada Batuan ini terbentuk dari pembekuan magma
yang

bersifat

lempeng

oceanic

Ultramafik
sehingga

yaitu

umumnya

warnanya

pada

kehitaman.

daerah
Membeku

dengan tidak terlalu cepat sehingga membentuk fenokris


dengan

masa

dasar

feneritik

dan

membentuk

mineral11

mineral,

piroksin

plagioklas
suhu

pada

sekitar

pada

suhu

1200C

suhu

sekitar

sekitar

1000C-1200C,

700C-800C,Olivin

-1800C,

dan

Serpentin

pada
yakni

mineral ubahan dari Olivin yang terbentuk akibat adanya


suhu dan tekanan yang terjadi karena gesekan apabila
terjadi sesar.
Sampel

batuan

beku

Intermediet

dengan

kode

sampel BBUB 15.Pada Batuan ini terbentuk dari pembekuan


magma

yang

daerah

bersifat

Gunung

Api.

Intermediet
sehingga

yaitu

warnanya

umumnya

pada

keabu-abuan.

Membeku dengan cepat sehingga membentuk fenokris dengan


masa

dasar

afanitik

dan

membentuk

mineral-mineral

orthoklas pada suhu sekitar 600C-700C, piroksin pada


suhu sekitar 1000C-1200C, Klorit pada suhu sekitar
800C-1000C,

KPhlogopit

pada

suhu

sekitar

800C-

1000C, plagioklas pada suhu sekitar 700C-800C,.


VII. KEGUNAAN
VII.1 Kegunaan, BBUB 12, BBUB 13 dan BBUB 14
Batuperidotit

dapat

digunakan

sebagai

material

abrasive, sebagai sumber utama dari Fe dan Mg, dan juga


dapat

digunakan

sebagai

alternative

perangkap

karbon

dioksida di udara.
VII.2 Kegunaan BBUB 15
Batuan latit umumnya tidak memiliki kegunaan dan
tidak

bernilai

penyusunnya

bukan

ekonomis

karena

mineral-mineral

mineral-mineral

ekonomis,

kalaupun

ada persentasenya sangat sedikit namun dapat di gunakan


sebagai pembuatan lantai dan keramik.

12

DAFTAR PUSTAKA
Graha,DS., 1987.Batuan dan Mineral. NOVA:Bandung
Maulana,A.,

I,Utama.,

W,Mukhtar.,
Panduan

I,Chalid.,

H,Fridolin.,

Praktikum

N,Supardi.,

N,Raya.,

Mineralogi.

Teknik

2014.Buku
Geologi

fakultas teknik Universitas Hasanuddin:Makassar


(Tidak dipublikasikan)
Rochmanto,B.,

2005.Geologi

Fisik.

Teknik

Geologi

Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin:Makassar


(Tidak dipublikasikan)
Kaharuddin.1988.Penuntun

Praktikum

PETROLOGI.Ujung

Pandang:UNHAS (tidak dipublikasikan).

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44