Anda di halaman 1dari 13

Pengaruh Narkotika, Psikotropika dan

Zat Adiktif (NAPZA) dari Ibu Terhadap


Bayi

LATAR BELAKANG
Penggunaan NAPZA yang tidak sesuai indikasi
medis, merugikan individu dan masyarakat luas.
Laporan World Drug Report (2006)
Kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya
ibu hamil, dalam penggunaan NAPZA tersebut
berakibat fatal terhadap si janin (calon bayi).

Definisi NAPZA
NAPZA
adalah singkatan dari narkotika,
psikotropika, dan zat adiktif.
Menurut undang-undang no.22 tahun 1997,
narkotika adalah obat atau zat yang berasal dari
tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun
semisintesis yang dapat menyebabkan penurunan
atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan.

Menurut undang-undang RI no 5 tahun


1997, psikotropika adalah zat atau obat, baik
alamiah maupun sintesis, bukan narkotika
yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh
selektif pada susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku
Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika
atau psikotropika yang penggunaannya
dapat menimbulkan ketergantungan dan
kerugian bagi dirinya sendiri atau
masyarakat sekelilingnya seperti alkohol,
nikotin, kafein, dan sebagainya

Heroin
Narkotika golongan I
Heroin atau diasetilmorfin
adalah
obat
semisintetik
dengan kerja analgetis yang 2
kali
lebih
kuat
tetapi
mengakibatkan adiksi yang
cepat dan hebat
Pertama kali digunakan untuk
penekan dan melegakan batuk
dan menghilangkan rasa sakit,
menekan aktifitas
depresi
dalam system saraf,
Menimbulkan ketergantungan
fisik dan psikis

Pengaruh terhadap kehamilan:


meningkatkan resiko kelahiran bayi secara
premature, lahir dengan berat badan rendah,
mengalami kesulitan bernafas, kadar gula
darah yang rendah dan
perdarahan
intrakranial (intracranial hemorrhage).
ibu yang mengalami ketergantungan
narkotika,maka bayi sering dilahirkan dalam
kondisi ketergantungan juga dan menderita
gejala putus obat
Penggunaan oleh ibu yang menyusui dapat
memperpanjang sindroma ketergantungan
obat jika selama hamil ibu menggunakan
heroin.

kokain
berasal dari tanaman Erythroxylon
coca
suatu obat perangsang, dengan efek
memacu jantung, meningkatkan
tekanan darah dan suhu badan, juga
menghambat perasaan lapar serta
menurunkan perasaan letih dan
kebutuhan tidur
Ibu hamil pengguna cocain berisiko
meningkatkan resiko terjadinya
keguguran, kelahiran premature,
lahir dengan berat badan rendah
atau terganggunya pertumbuhan
janin

Ganja
o Berasal dari tanaman Cannabis
o Kandungan kanabis adalah 0,3% minyak
atsiri
dengan
zat-zat
terutama
tetrahidrokarbinol (THC) yang memiliki
daya kerja menekan kegiatan otak, dan
memberi perasaan nyaman
o Pengaruh pada Kehamilan:
pertumbuhan janin terhambat, partus
prematurus, partus presipitatus, risiko
memanjangnya waktu persalinan serta
partus macet, komplikasi dalam air
ketuban

Morfin
merupakan narkotika golongan II
Morfin beraksi terutama di susunan saraf
pusat sebagai depresan dan stimulan. Morfin
dapat melewati sawar plasenta (placenta
barrier) sehingga dapat menyebabkan
depresi pernafasan, miosis (kontraksi pupil)
dan sindrom penghentian (withdrawal
syndrome) pada bayi baru lahir
mempengaruhi proses pertumbuhan akson
dan dendrit, mekanisme neurokimia, formasi
sinap, dan mielinisasi
Penggunaan oleh ibu yang menyusui dapat
memperpanjang sindroma ketergantungan
obat jika selama hamil ibu menggunakan
morfin.

Barbiturate
Merupakan golongan obat depresiva,
Dalam dosis lebih rendah dari dosisnya
sebagai obat tidur, overdosis barbiturate
dapat timbul depresi sentral dengan
penghambatan pernapasan, koma, dan
kematian
Penggunaan kronis barbiturate pada
trimester pertama, kedua atau ketiga
dapat menimbulkan ketergantungan
obat pada bayi yang dilahirkan.
Namun penggunaan barbiturate pada
trimester pertama dapat menyebabkan
malformasi congenital

Alkohol
Alkohol merupakan penekan susunan saraf tertua,
Penggunaan lama dalam jumlah berlebihan dapat
merusak organ terutama hati, otak, jantung,
gastritis, dan perdarahan lambung
Penggunaan pada kehamilan, menimbulkan sindrom
alkohol pada janin termasuk:
Terhambatnya pertumbuhan tubuh
Mikrosefali (ukuran kepala relative kecil)
Koordinasi kurang
Bagian tengah wajah kurang berkembang (tampak
seperti wajah datar)
Anomali pada sendi-sendi kecil
Penggunaan dalam jumlah banyak oleh ibu yang
menyusui dapat menimbulkan efek alkohol pada
bayi.

Nikotin
Nikotin terdapat pada tanaman tembakau atau
Nikotiana tobacco
Dalam asap rokok, nikotin tersuspendir pada partikelpartikel ter dan kemudian diserap dari paru-paru ke
dalam darah dengan cepat. Di dalam hati, nikotin
dioksidasi, menjadi metabolit yaitu kotinin. Setelah
diserap, nikotin mencapai otak dalam waktu 8 detik
setelah inhalasi
Menyebabkan pembuluh darah plasenta vasokontriksi
,
mengakibatkan terganggunya
pertumbuhan dan
perkembangan janin, kelahiran bayi premature, dan
kematian pada bayi baru lahir.
Konsentrasi nikotin pada ASI dari ibu yang merokok
adalah rendah dan tidak menimbulkan efek pada bayi.

kesimpulan
Bila digunakan selama masa kehamilan, NAPZA
memiliki efek yang mengganggu pertumbuhan
dan perkembangan janin. Beberapa zat juga
dapat masuk ke dalam ASI dan memberikan
efek yang tidak diinginkan bila digunakan oleh
ibu yang menyusui, seperti letargi, sedasi,
lemahnya reflex menghisap ASI, dan efek
lainnya.