Anda di halaman 1dari 21

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1.

Pembahasan
Peringkat kinerja operator merupakan aktifitas untuk menilai dan

mengevaluasi kecepatan operator saat menyelesaikan pekerjaannya, yang


bertujuan untuk membuat waktu kerja menjadi normal yang disebabkan oleh
ketidakwajaran saat operator bekerja.Ketidak normalan tersebut disebabkan
karena operator bekerja terlalu cepat ataupun operator bekerja terlalu lambat
Pembahasan yaitu mengenai deskripsi produk yang telah dirakit, membuat
peta proses perakitan dan layout dari produk yang telah dirakit.Data data
pengamatan tersebut lalu dihitung untuk menentukan uji keseragaman data dari
data data yang diperoleh berdasarkan pengukuran waktu, menentukan uji
kecukupan data, dan menentukan perhitungan waktu baku penyelesaian perakitan
produk.

4.1.1

Deskripsi Produk
Produk yang dirakit dalam aplikasi modul Peringkat Kinerja Operator ini

yaitu melakukan perakitan produk stop kontak.Komponen terdiri dari empat


komponen utama yaitu alas atas, bantalan atau karet, alas bawah, dan kuningan.
Terdapat juga dua komponen tambahan yaitu obeng dan baut. Produk ini memiliki
kegunaan yaitu untuk menghubungkan dan memutuskan suatu alat elektronik
dengan sumber daya listrik. Produk ini memiliki kelebihan yaitu bahan penutup
atas dan alas yang terbuat dari plastik yang berfungsi sebagai isolator sehingga
aman untuk digunakan.Produk ini juga memiliki kekurangan yaitu pada bagian
colokan untuk menghubungkan arus listrik karena hanya terdapat tiga colokan
sehingga dirasa kurang mencukupi kebutuhan akan penghubung arus listrik untuk
pemakaian colokan yang lebih banyak.

4.1.2

Peta Proses Perakitan dan Layout


Peta perakitan merupakan gambaran dari sebuah proses pekerjaan untuk

menyelesaikan produk. Berikut ini peta proses perakitan produk stop kontak.
PETA PROSES PERAKITAN
NAMA OBJEK

: STOP KONTAK

NOMOR PETA
DIPETAKAN OLEH
TANGGAL DIPETAKAN

:1
: KELOMPOK 2
: 5 NOVEMBER 2014

Penutup / Alas
Atas

Kuningan

Bantalan /
Karet

Alas Bawah

3,57"

0-1

Merakit

6,12

0-2

Merakit

4,24

0-3

Merakit

0-4

Merakit
(Obeng)

Baut

10,69

RINGKASAN
KEGIATAN

OPERASI
PEMERIKSAAN

TOTAL

JUMLAH

WAKTU
(Detik)

24,62

24,62

Gambar 4.1 Peta Proses Operasi Perakitan Stop Kontak

Layout merupakan gambaran tata letak dari komponen-komponen terhadap


operator, guna untuk mempermudah pekerjaan operator. Berikut layout perakitan
stop kontak.

Layout Stop Kontak


Baut

Penutup / Alas
Atas

Bantalan /
Karet

Tutup Bawah

Obeng

Kuningan

Operator
.
Gambar 4.2 Layout Perakitan Stop Kontak

4.1.3

Uji Keseragaman Data


Uji keseragaman data dilakukan untuk menguji kedua operator apakah data

waktu dalam perakitan produk stop kontak seragam atau tidak. Kedua operator
tersebut merakit suatu produk yang sama yaitu stop kontak, berikut adalah
perhitungan uji keseragaman data dari kedua operator berdasarkan tabel data
pengamatan waktu operator.
a.

Operator 1
Uji keseragaman data pada operator 1 dilakukan langkah-langkah seperti,

mencari waktu aktual terdahulu, waktu aktual teramati, perfomane aktual, waktu

estimasi terdahulu, waktu estimasi teramati, perfomance estimasi dan mencari


seberapa banyak error yang dilakukan.Berikut tabel lembar pengamatan operator
1.
Tabel 4.1 Lembar Pengamatan Operator 1

LEMBAR PENGAMATAN OPERATOR 1


Lembar ke
Operasi

: 1 (satu)
: Stop Kontak

Operator
Timer
Rater

: Rona
: Giyan
: Joerike

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Rata

Waktu
Aktual
Terdahulu
30
38
31
26
28
27
25
30
28
25
32
33
29
27
29
26
33
26
31
30
26
27
29
26
31
30
28
30
31
30

Waktu
Aktual
Teramati
33,28
29,43
27,56
31,27
24,72
26,40
25,47
22,06
30,88
26,28
27,50
27,41
27,25
21,12
24,72
27,32
25,18
28,50
23,63
16,93
27,63
19,63
24,12
26,73
25,59
28,56
22,31
27,97
24,97
23,63

872

778,05

29,06667

25,935

Tanggal
: 4 November 2014
Jenis Kelamin : Laki-laki

0,901442
1,291199
1,124819
0,831468
1,132686
1,022727
0,981547
1,359927
0,906736
0,951294
1,163636
1,20394
1,06422
1,278409
1,173139
0,951684
1,310564
0,912281
1,311892
1,772002
0,941006
1,375446
1,202322
0,97269
1,211411
1,05042
1,255043
1,072578
1,24149
1,269573

Waktu
Estimasi
Terdahulu
26
28
24
22
29
22
23
31
28
25
33
34
32
30
33
28
37
27
37
26
23
26
32
25
34
30
29
32
31
31

34,2375
1,1412

868

632

28,9333

21,06667

Performance
Aktual

Waktu
Estimasi
Teramati
18
20
15
21
17
19
20
19
24
22
23
25
24
24
25
21
19
23
21
21
22
20
18
20
22
24
20
26
18
21

Performance
Estimasi

% Error

1,444444
1,4
1,6
1,047619
1,705882
1,157895
1,15
1,631579
1,166667
1,136364
1,434783
1,36
1,333333
1,25
1,32
1,333333
1,947368
1,173913
1,761905
1,238095
1,045455
1,3
1,777778
1,25
1,545455
1,25
1,45
1,230769
1,722222
1,47619

60,23
8,42
42,24
25,99
50,6054
13,21
17,1
19,97
28,66
19,45
23,303
12,96
25,28
2,22
12,51
40,102
48,59
28,67
34,302
30,1302
11,09
5,48
47,86
28,509
27,57
19
15,53
14,74
38,72
16,27

41,64105
1,388035

768,71
25,6237

1. Performance Aktual
Performance Aktual =
Performance Aktual data 1 =

= 0,901442

Performance Estimasi
Performance Estimasi =
Performance Estimasi data 1 =

= 1,444444

2. Perhitungan Persen Error


-

% Error = |
% Error data ke 1 = |

| x 100%
| x 100%

= 60,23 %
3. Rata-Rata Waktu Aktual

= 25,935
4. Standar Deviasi

-
-

=
= 3,435
5. Standar Deviasi dari Distribusi Harga Rata-rata

= 0,627
6. Batas Kontrol Atas (BKA) dan Batas Kontrol Bawah (BKB)
BKA =

BKB = -

= 25,935+ 3 (0,627)

= 25,935 3(0,627)

= 25,935 + 1,881

= 25,935 1,881

= 27,816

= 24,054

7. Grafik Kinerja Operator 1

Waktu Aktual (Detik)

Grafik Kinerja Operator 1


35
30
25
20
15
10
5
0

BKA
Waktu Aktual
(detik)
BKB

2 4 6 8 1012141618202224262830

Rata-rata

Pengamatan ke
Gambar 4.3 Grafik Kinerja Operator 1

8. Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 1 (Performance Aktual


dengan Performance Estimasi)

Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 1

2.5

performance aktual

1.5

Gambar 4.4 Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 1


1

0.5

0
0

0.5

1.5

performance estimasi

Gambar 4.4 Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 1

b.

Operator 2
Uji keseragaman data pada operator 2 dilakukan langkah-langkah seperti,

mencari waktu aktual terdahulu, waktu aktual teramati, perfomane aktual, waktu
estimasi terdahulu, waktu estimasi teramati, perfomance estimasi dan mencari
seberapa banyak error yang dilakukan. Berikut tabel lembar pengamatan operator
2.

Tabel 4.2 Lembar Pengamatan Operator 2

LEMBAR PENGAMATAN OPERATOR 2


Lembar ke
Operasi

: 2 (dua)
: Stop Kontak

Operator
Timer
Rater

: Ilham
: Joerike
: Giyan

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

Rata

Waktu
Aktual
Terdahulu
31
38
36
36
31
23
25
29
24
24
20
26
27
28
25
25
27
26
23
24
27
28
30
30
23
30
27
25
23
30

Waktu
Aktual
Teramati
24,72
26,78
24,86
38,38
33,46
22,81
20,03
25,53
22,41
25,43
30,69
20,06
23,28
26,34
20,66
17,41
23,34
19,72
24,31
27,08
22,31
21,53
25,72
21,87
19,47
20,84
16,66
17,44
19,28
16,94

821

699,36

27,36667

23,312

Tanggal
: 4 November 2014
Jenis Kelamin : Laki-laki

Performance
Aktual
1,25405
1,41897
1,44811
0,93799
0,92648
1,00833
1,24813
1,13592
1,07095
0,94377
0,65168
1,29611
1,15979
1,06302
1,21007
1,43596
1,15681
1,31846
0,94611
0,88626
1,21022
1,30051
1,16641
1,37174
1,1813
1,43954
1,62065
1,43349
1,19295
1,77096
36,2047
1,2068

Waktu
Estimasi
Terdahulu
36
43
42
43
35
26
31
36
25
30
30
32
30
35
30
30
30
27
25
28
32
29
30
31
26
32
30
30
27
30

Waktu
Estimasi
Teramati
28
24
27
34
27
21
22
23
19
18
26
23
22
24
19
20
18
19
20
23
25
24
23
22
19
23
15
15
18
17

941

658

31,3667

21,9333

Performance
Estimasi

% Error

1,285714
1,791667
1,555556
1,264706
1,296296
1,238095
1,409091
1,565217
1,315789
1,666667
1,153846
1,391304
1,363636
1,458333
1,578947
1,5
1,666667
1,421053
1,25
1,217391
1,28
1,208333
1,304348
1,409091
1,368421
1,391304
2
2
1,5
1,764706

7,344
17,58
37,19
30,48
4,46
44,07
7,781
32,12
37,36
5,766
7,088
11,83
2,723
15,84
3,351
23,41
39,52
25,74
0,353
7,344
17,58
37,19
30,48
4,46
44,07
7,781
32,12
37,36
5,766
7,088

43,61618
1,453873

585,245
19,508

1. Performance Aktual
Performance Aktual =
Performance Aktual data ke 1 =

= 1,25405

Performance Estimasi
Performance Estimasi =
Performance Estimasi data ke 1 =

= 1,285714

2. Perhitungan Persen Error


-

% Error = |
% Error data ke 1 = |

| x 100%
| x 100%

= 7,344 %
3. Rata-Rata Waktu Aktual

= 23,312
4. Standar Deviasi
-

= 4,843

5. Standar Deviasi dari Distribusi Harga Rata-rata

=
= 0,884
6. Batas Kontrol Atas (BKA) dan Batas Kontrol Bawah (BKB)
BKA =

= 23,312 + 3.(0,884)
= 23,312 + 2,652
= 25,964
BKB = -

= 23,312 - 3.0,884
= 23,312 2,652
= 20,66
7. Grafik Kinerja Operator 2

Waktu Aktual (Detik)

Grafik Kinerja Operator 2


50
BKA

40
30
20

Waktu Aktual
Teramati

10

BKB

0
2 4 6 8 1012141618202224262830

Pengamatan ke
Gambar 4.5 Grafik Kinerja Operator 2

Rata-rata

8. Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 2 (Performance Aktual


dengan Performance Estimasi)
Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 2

performance aktual

2.5
2
1.5
1
0.5

0
Gambar 4.5 Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Operator 2
0
0.5
1
1.5

performance estimasi
Gambar 4.6 Grafik Hubungan Waktu Pengukuran Kinerja Kerja Operator 2

4.1.3

Uji Kecukupan Data (Tingkat Ketelitian 5% dan Tingkat Keyakinan


95%)
Pengujian untuk kecukupan data bertujuan untuk mengetahui berapa

banyak jumlah pengamatan sebenarnya yang harus dilakukan. Berikut ini


merupakan uji kecukupan data dari kedua operator.
a.

b.

Operator 1
N

(5,209)2

27,14 = 28 pengamatan

Operator 2

-(

(8,171)2

66,76 = 67 pengamatan

4.1.4

-(

Perhitungan Waktu Baku


Waktu baku perlu dicari untuk mengetahui lama waktu penyelesaian oleh

seorang operator dalam menyelesaikan pekerjaannya. Waktu baku dapat


ditentukan setelah diketahui waktu siklus dan waktu normalnya.
a.

Operator 1

Metode Shumard
1. Waktu Siklus (Ws):
Ws =
Ws

418,85
26,178
16

2. Waktu Normal (Wn):


Metode Shumard
Wn = Ws x p = 26,178 x

= 32,7225 detik

Metode Westinghouse
Keterampilan : Good (C2)

= +0,03

Usaha :

= +0,05

Good (C1)

Kondisi Kerja : Good (C)

= +0,02

Konsistensi :

= +0,01

Jumlah

Good (C)

= +0,11

P = (1+0,11) = 1,11
Waktu Normal = 26,178x (1,11) = 29,057 detik
3. Waktu Baku (Wb):
Tabel 4.4 Faktor Kelonggaran Operator 1
No.
1
2
3
4

Faktor
Tenaga yang dikeluarkan
Sikap kerja
Gerakan kerja

5
6
7

Keadaan suhu tempat kerja


Keadaan atmosfer

Kelelahan mata

Keadaan lingkungan yang baik


Kebutuhan Pribadi
Kelonggaran tak terhindarkan
L (allowance)

8
9

Kondisi
Dapat diabaikan
Duduk
Normal
Pandangan yang terputus
putus
Sedang
Baik
Bersih, Sehat, cerah
dengan kebisingan rendah
-

Kelonggaran %
1,0
1,0
0
2,0
0
0
1,0
0
0
5%

Faktor kelonggaran (l) yang diperoleh yaitu


l = ( 1 + 1 + 2 + 1 ) = 5 % = 0,05
1) Metode Shumard

Waktu baku = 32,7225 (1 + 0,05) = 34,358 detik


2) Metode Westinghouse
Waktu baku = 29,057 (1 + 0,05) = 30,982 detik
Kesimpulan nya yaitu nilai waktu baku untuk kedua metode diatas berbeda yaitu
34,358 detik dan 30,982 detik dikarenakan perbedaan waktu normal dan faktor
penyesuaian nya

b.

Operator 2

Metode Shumard
1. Waktu Siklus (Ws):
Ws =
Ws

349,62
23,308
15

2.Waktu Normal (Wn):


Metode Shumard
Wn = Ws x p = 23,308 x

= 27,192 detik

Metode Westinghouse
Keterampilan : Good (C2)

= +0,03

Usaha :

= +0,02

Good (C2)

Kondisi Kerja : Good (C)

= +0,02

Konsistensi :

= +0,01

Good (C)

Jumlah

= +0,08

P = (1+0,08) = 1,08
Waktu Normal = 23, 308 x (1,08) = 25,172 detik
3. Waktu Baku (Wb):
Tabel 4.6 Faktor Kelonggaran Operator 2
No.
1
2
3
4

Faktor
Tenaga yang dikeluarkan
Sikap kerja
Gerakan kerja

5
No.
6
7

Keadaan suhu tempat kerja


Faktor
Keadaan atmosfer

8
9

Kelelahan mata

Keadaan lingkungan yang baik


Kebutuhan Pribadi
Kelonggaran tak terhindarkan
L (allowance)

Kondisi
Dapat diabaikan
Duduk
Normal
Pandangan yang terputus
putus
Sedang
Kondisi
Baik
Bersih, Sehat, cerah
dengan kebisingan rendah
-

Faktor kelonggaran (l) yang diperoleh yaitu


l = ( 1 + 1 + 2 + 1 ) = 5 % = 0,05
1 ) Metode Shumard
Waktu baku = 27,192 (1 + 0,05) = 28,55 detik
2) Metode Westinghouse

Kelonggaran %
1,0
1,0
0
2,0
0
Kelonggaran %
0
1,0
0
0
5%

Waktu baku = 25,172 (1 + 0,05) = 26,43 detik


Kesimpulan nya yaitu nilai waktu baku untuk kedua metode diatas berbeda yaitu
28,55 detik dan 26,43 detik dikarenakan perbedaan waktu normal dan faktor
penyesuaian nya

4.2.

Analisis
Analisis yang dilakukan terbagi menjadi 6, yaitu analisis uji keseragaman

data, uji kecukupan data, perhitungan waktu baku, kinerja operator 1 dan operator
2, kinerja rater 1 dan rater 2, serta analisis layout. Berikut adalah analisis-analisis
yang telah dilakukan dengan hasil yang didapatkan diatas.

4.2.1

Analisis Uji Keseragaman Data


Analisis uji keseragaman data merupakan perhitungan yang diperuntukan

mengetahui keseragaman dari data yang telah dicari. Berikut ini merupakan
analisa uji keseragaman data dari operator 1 dan operator 2.
a.

Operator 1
Berdasarkan

perhitungan

untuk

uji

keseragaman

data

operator

1,performance aktual adalah sebesar 0,901442 yang berarti operator bekerja lebih
lambat daripada sebelumnya (p<1) dan performance estimasi sebesar 1.4444444
yang menunjukkan estimasi operator lebih cepat dibandingkan sebelumnya (p>1).
Nilai persen error pada perhitungan data ke 1 yaitu sebesar 60,23 % yang
berarti nilai kesalahan antara performance aktual terhadap performance estimasi
adalah sebesar 60,23 % dan rata-rata2 nilai persen error keseluruhan data adalah
sebesar 25,6237 %.Nilai waktu rata-rata perakitan sebesar 25,935 detik yang
berarti rata-rata penyelesaian satu perakitan adalah sebesar 25,935.
Standar deviasi

sebesar 3,435

yang menunjukkan bahwa

nilai

penyimpangan untuk tiap data nya adalah sebesar 3,435,sedangkan nilai standar
deviasi distribusi rata-rata nya adalah sebesar 0,627 yang berarti nilai
penyimpangan terhadap nilai rata-rata nya adalah sebesar 0,627.
Grafik kinerja operator nilai batas kontrol atas (BKA) adalah sebesar
27,816, sedangkan batas kontrol bawah (BKB) sebesar 24,054. Data yang masuk

pada garis BKA dan BKB sebanyak 16 jadi dapat dikatakan bahwa data yang
melewati BKA operator cenderung bekerja lebih lama sedangkan data yang
melewati BKB operator cenderung bekerja lebih lambat. Data yang masuk BKA
dan BKB berarti operator bekerja dengan normal. Grafik hubungan waktu
pengukuran kinerja operator disini, nilai waktu estimasi lebih besar dibandingkan
dengan waktu aktual berarti waktu estimasi lebih cepat dibandingkan dengan
waktu aktual.
b.

Operator 2
Berdasarkan perhitungan uji keseragaman data untuk operator 2

,performance aktual adalah sebesar 1,25405 yang berarti operator bekerja lebih
cepat daripada sebelumnya (p>1) dan performance estimasi sebesar 1,285714
yang menunjukkan estimasi operator lebih cepat dibandingkan sebelumnya (p>1).
Nilai persen error pada perhitungan data ke 1 yaitu sebesar 7,344 % yang
berarti nilai kesalahan antara performance aktual terhadap performance estimasi
adalah sebesar 7,344 % dan rata-rata2 nilai persen error keseluruhan data adalah
sebesar 19,058 %.Nilai waktu rata-rata perakitan sebesar 23,312 detik yang berarti
rata-rata penyelesaian satu perakitan adalah sebesar 23,312 detik.
Standar deviasi

sebesar 4,843

yang menunjukkan bahwa

nilai

penyimpangan untuk tiap data nya adalah sebesar 4,843, sedangkan nilai standar
deviasi distribusi rata-rata nya adalah sebesar 0,884 yang berarti nilai
penyimpangan terhadap nilai rata-rata nya adalah sebesar 0,884.
Grafik kinerja operator nilai batas kontrol atas (BKA) sebesar 25,964
sedangkan batas kontrol bawah (BKB) sebesar 20,66. Data yang masuk pada garis
BKA

dan BKB sebanyak 15 jadi dapat dikatakan bahwa data yang melewati

BKA operator cenderung bekerja lebih lama sedangkan data yang melewati BKB
operator cenderung bekerja lebih lambat. Data yang masuk BKA dan BKB berarti
operator bekerja dengan normal. Grafik hubungan waktu pengukuran kinerja
operator disini, nilai waktu aktual lebih besar dibandingkan dengan waktu
estimasi berarti waktu aktual lebih cepat dibandingkan dengan waktu estimasi.

4.2.2

Analisis Uji Kecukupan Data

Analisis uji kecukupan data merupakan perhitungsn yang bertujuan untuk


mengetahui seberapa banyak pengamatan yang dilakukan untuk mencapai syarat
tertentu dengan syarat yaitu tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95 %
yang berarti
pengukurannya

pengukur atau

pengamat

memperbolehkan

rata-rata

menyimpang sejauh 5% dari rata-rata sebenarnya

hasil
dan

kemungkinan berhasil memperolehnya adalah 95%.Berikut ini merupakan analisis


uji kecukupan data terhadap operator 1 dan operator 2.

a.

Operator 1
Pengamatan yang harus dilakukan oleh operator 1 untuk memenuhi tingkat

ketelitian adalah sebesar 5% dan tingkat keyakinan sebesar 95 % yaitu sebanyak


28 kali pengamatan. Hasil tersebut didapatkan berdasarkan perhitungan uji
kecukupan data dimana data pengamatan telah memenuhi kecukupan data dimana
N N . Pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya adalah sebanyak 30 kali
pengamatan
b.

Operator 2
Pengamatan yang harus dilakukan oleh operator 2 untuk memenuhi tingkat

ketelitian adalah sebesar 5% dan tingkat keyakinan sebesar 95 % yaitu sebanyak


67 kali pengamatan. Hasil tersebut didapatkan berdasarkan perhitungan uji
kecukupan data dimana data pengamatan belum memenuhi kecukupan data
N N . Pengamatan yang telah dilakukan sebelumnya adalah sebanyak
30 kali pengamatan, maka dari itu apabila hasil pengamatan ingin memenuhi
syarat tingkat ketelitian sebesar 5% serta tingkat keyakinan sebesar 95 %
dibutuhkan penelitian sebanyak 37 kali pengamatan lagi.

4.2.3

Analisis Perhitungan Waktu Baku


Analisis perhitungan waktu baku merupakan analisa waktu waktu yang

dibutuhkan secara wajar oleh pekerja dengan kemampuan rata-rata dan dalam
kondisi yang normal. Waktu baku dapat ditentukan nilainya apabila waktu siklus
,nilai faktor penyesuaian,nilai faktor kelonggaran serta waktu normal telah
diketahui.

a.

Operator 1
Waktu siklus pada operator 1 adalah sebesar 26,178 detik yang berarti

waktu penyelesaian perakitan

untuk 1 siklus nya adalah sebesar 26,178

detik.Nilai faktor penyesuaian berdasarkan metode shumard dan westinghouse


adalah sebesar 1,25 dan 1,11. Hasil kedua faktor penyesuaian ini memiliki hasil
yang berbeda, akan tetapi dari kedua faktor penyesuaian ini memiliki arti yang
sama yaitu operator 1 melakukan pekerjaannya lebih cepat karena nilai faktor
penyesuaiannya lebih besar dari 1 dan selanjutnya akan digunakan untuk
perhitungan waktu normal.
Waktu normal pada metode shumard dan metode westinghouse adalah
sebesar 32,7225 detik dan 29,057 detik, yang menunjukkan waktu penyelesaian
perakitan oleh operator dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata.Terdapat
perbedaan hasil yang disebabkan oleh perbedaan nilai faktor penyesuaian kedua
metode tersebut.
Nilai kelonggaran berdasarkan tabel kelonggaran adalah sebesar 5% atau
0,05 sedangkan waktu baku pada operator 1 dengan menggunakan metode
shumard adalah sebesar 34,358 detik, sedangkan waktu baku operator 1 dengan
menggunakan metode westinghouse adalah sebesar 30,982 detik dimana waktu
baku ini menunjukkan waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh operator normal
untuk menyelesaikan pekerjaannya yang diselesaikan dalam sistem kerja terbaik
saat itu,dimana waktu baku memiliki perbedaan nilai untuk kedua metode tersebut
dikarenakan perbedaan nilai faktor penyesuaiannya.

b.

Operator 2
Waktu siklus pada operator 2 adalah sebesar 23,308 detik yang berarti

waktu penyelesaian perakitan

untuk 1 siklus nya adalah sebesar 23,308

detik.Nilai faktor penyesuaian berdasarkan metode shumard dan westinghouse


adalah sebesar 1,67 dan 1,08. Hasil kedua faktor penyesuaian ini memiliki hasil
yang berbeda, akan tetapi dari kedua faktor penyesuaian ini memiliki arti yang

sama yaitu operator 1 melakukan pekerjaannya lebih cepat karena nilai faktor
penyesuaiannya lebih besar dari 1 dan selanjutnya akan digunakan untuk
perhitungan waktu normal.
Waktu normal pada metode shumard dan metode westinghouse adalah
sebesar 27,192 detik dan 25,172 detik, yang menunjukkan waktu penyelesaian
perakitan oleh operator dalam kondisi wajar dan kemampuan rata-rata.Terdapat
perbedaan hasil yang disebabkan oleh perbedaan nilai faktor penyesuaian kedua
metode tersebut.
Nilai kelonggaran berdasarkan tabel kelonggaran adalah sebesar 5% atau 0,05
sedangkan waktu baku pada operator 2 dengan menggunakan metode shumard
adalah sebesar 28,55 detik, sedangkan waktu baku operator 2 dengan
menggunakan metode westinghouse adalah sebesar 26,43 detik dimana waktu
baku ini menunjukkan waktu yang dibutuhkan secara wajar oleh operator normal
untuk menyelesaikan pekerjaannya yang diselesaikan dalam sistem kerja terbaik
saat itu,dimana waktu baku memiliki perbedaan nilai untuk kedua metode tersebut
dikarenakan perbedaan nilai faktor penyesuaiannya.

4.2.4

Analisis Kinerja Operator 1 dan Operator 2


Analisis Kinerja operator 1 dan 2 dapat dilihat dari performance aktual.

Performance aktual operator 1 hasilnya adalah 0,901442 untuk data ke 1 artinya


operator 1 bekerja secara lambat karena hasilnya kurang dari 1 dan waktu aktual
teramati operator 1 lebih cepat dibandingkan waktu aktual terdahulu. Performance
aktual operator 2 hasilnya adalah 1,25405 untuk data ke 1 artinya operator 2
bekerja secara cepat karena hasilnya lebih dari 1 dan waktu aktual teramati
operator 2 lebih cepat dibandingkan waktu aktual terdahulu. Kinerja operator 2
lebih cepat dibandingkan dengan kinerja operator 1 karena hasilnya dilihat dari
masing - masing performance aktual. Performance aktual operator 2 lebih besar
dibandingkan dengan operator 1.

4.2.5

Analisis Kinerja Rater 1 dan Rater 2

Analisis kinerja rater 1 dan 2 dapat dilihat dari perhitungan % Errror.


Rater 1 dan 2 cepat karena waktu estimasi teramati lebih cepat dibandingkan
waktu estimasi terdahulu. Rater 1 tidak dapat memenuhi syarat untuk menjadi
rater yang baik karena % errornya adalah 60,23 % untuk data ke 1 sedangkan %
error rata-rata keseluruhannya sebesar 25,6237 % dan begitu pula dengan rater 2
juga tidak memenuhi syarat untuk menjadi rater yang baik karena % errornya
adalah 7,344 % untuk data ke 1 dan % rata-rata keseluruhannya sebesar 19,508
%. Rater yang baik itu seharusnya % errornya harus dibawah 5%.

4.2.6

Analisis Layout
Analisis layout merupakan analisa suatu gambaran untuk memberitahu tata

letak komponen-komponen dari seorang operator.Tujuannya adalah untuk


memudahkan operator dalam pekerjaannya sehingga waktu yang dibutuhkan lebih
sedikit. Hal ini akan berpengaruh juga pada biaya produksi yang semakin
rendah.Terdiri dari 2 layout yaitu layout stop kontak sebelum perbaikan dan
layout stop kontak setelah perbaikan
Layout Stop Kontak
Baut

Penutup /
Alas
Atas

Bantalan /
Karet

Obeng

Kuningan

Operator

Gambar 4.7 Layout Stop Kontak Sebelum Perbaikan

Alas Bawah

Layout Stop Kontak


Baut

Penutup / Alas
Atas

Bantalan /
Karet

Alas Bawah

Obeng

Kuningan

Operator

Gambar 4.8 Layout Stop Kontak Setelah Perbaikan

Layout perakitan stop kontak terdiri dari 6 komponen, komponen tersebut


yaitu baut, penutup/alas atas, bantalan/karet, tutup bawah, obeng dan komponen
kuningan.Kelebihan dari layout diatas yaitu ada salah 1 komponen utama yang
jarak nya lebih dekat ke operator sehingga mudah untuk dijangkau daripada layout
sebelumnya yaitu komponen kuningan