Anda di halaman 1dari 7

HUKUM DAGANG

ISTILAH HUKUM DAGANG


Pengertian hukum dagang menurut :
Ahmad Ihsan

1.

Hukum dagang adalah hukum yang mengatur masalah perdagangan yaitu masalah yang timbul karena tingkah laku
manusia dalam perdagangan / perniagaan.
SUMBER SUMBER HUKUM DAGANG
1.

Yang tertulis dan dikodifikasi yaitu KUHD dan KUHPerdata

2.

Yang tertulis dan tidak dikodifikasi yaitu seluruh perundang-undangan tentang perdagangan.
UNSUR UNSUR PERUSAHAAN
1.

Badan Usaha / Perseorangan

2.

kegiatan terus menerus , tetap, terang-terangan

3.

tujuan dari untung

4.

dicatat / pembukuan

PAILIT
( FAILISSEMENT / BANKRUPACY)
Diatur dalam UU No. 4 tahun 1998 tentang kefailitan baik materil maupun formil
Failit adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak mampu membayar hutang atau kreditur tidak dapat memaksa
debitur untuk membayar hutang-hutngnya atas dasar keputusan hakim.
Unsur unsur failit :
1.

Harus ada debitur dan kreditur

2.

Harus ada kreditur minimal 2 orang

3.

Ada hutang yang telah jatuh tempo/dapat ditagih


Dasar hukumnya adalah :
Pasal 1131 BW dan pasal 1132 BW
Pasal 1131 BW :
Seluruh harta benda seseorang dari yang sekarang maupun yang akan datang baik yang bergerak maupun yang
tidak bergerak menjadi jaminan bagi seluruh perikatan.
Pasal 1132 BW:
Memerintahkan agar seluruh harta debitur tersebut dijual, dijual lelang dimuka umum atau dasar putusan hakim dan
hasil-hasilnya dibagikan kepada para kreditur secara seimbang kecuali apabila diantara para krediturnya ada kreditur
previlege atau kreditur istimewa.
Kreditur ada 2 :

1.

Konkuren

2.

Preferen
Konkuren adalah kreditur biasa yang pembahagian hak atas piutangnya dibagi secara proporsional (adil)

Contoh : hutang hutang biasa


Preferen adalah kreditur yang mempunyai hak istimewa (Privilege) dimana pemenuhan haknya itu harus lebih
didahulukan pemenuhannya.
Contoh : mempunyai hak jaminan gadai, hipotik, komisioner
Permohonan pengajuan kefailitan:
1.

Oleh debitur

2.

Minimal 2 kreditur yang punya hutang yang bisa ditagih

3.

Jaksa

4.

BI kalau perusahaan itu bergerak dibidang perbankan

5.

BAPEPAM kalau perusahaan bergerak dibidang penjualan efek dipasar modal


Siapa yang bisa dimohonkan failit :

1.

Orang perseorangan

2.

Firma

3.

CV

4.

Perusahaan yang berbadan hukum seperti PT, koperasi, PT persero dan Perum
Tehnik beracara pada pengadilan niaga untuk permohonan failit:

1.

1 x 24 jam, permohonan pendaftaran melalui panitera disampaikan kepada keuta pengadilan

2.

2 x 24 jam, dipelajari dan ditetapkan hari sidangnya

3.

20 hari untuk bersidang maksimum 30 hari sudah harus ada keputusan


Upaya hukum :
Hanya kasasi, waktunya hampir sama dengan Pengadilan Negeri noaga 55 hari.
Akibat hukum dijatuhkannya failit :

1.

Debitur kehilangan hak hak untuk berbuat bebas atas pengurusan dan pemutusan harta kekayaannya.

2.

Si failit (debitur) masih punya kewenangan melakukan perbuatan dalam bidang harta kekayaan sepanjang
perbuatan perbuatan tersebut membawa keuntungan bagi harta failit tersebut.
Kalau permohonan failit dikabulkan maka hakim akan menunjuk :
Hakim pengawas

1.

Adalah hakim yang ditugasi mengurus dan pemberesan harta failit


Curator

2.

Tugasnya melakukan pengurusan dan pemberesan harta failit


Curator :
-

Balai harta peninggalan (BHP) kantor pengurusan hutang negara

Perseorangan atau persekutuan lain yang memenuhi syarat-syarat seperti pengacara, konsultan., dll.

Proses pengurusan harta failit :


1.

Panitia kreditur

2.

Dibuat rapat para kreditur yang diawasi oleh hakim pengawas dan diketahui curator.
Rapatnya :

1.

Rapat verifikasi

2.

Rapat yang membicarakan accord (Perdamaian)

3.

Kalau diterima accord di homologasi oleh hakim

- tidak diterima accord maka debitur dinyatakan didalam keadaan insolvensi yaitu suatu keadaan tidak mampu lagi
- melakukan pelelangan dimuka umum
Pemberesan yang dilakukan oleh hakim atau curator.

3.

Didaftarkan, diumumkan hasil kefailitan.


KOPERASI
1. Dasar hukumnya :
-

UU no. 79 tahun 1958

UU no. 12 tahun 1967

UU no. 25 tahun 1992

2.Unsur unsurnya :
Badan usaha
Beranggotakan :
a. Orang - koperasi primer - minimal 20 orang
b. Badan hukum koperasi sekunder, terdiri dari :
1. Induk min. 3 gabungan
2. Gabungan min. 3 kop. pusar
3. Pusat min. 3 kop. Primer
Prinsip prinsip koperasi :
a. Sukarela
b. Demokratis
c. SHU jasa masing masing anggota
d. Kemandirian
- Asas kekeluargaan
- Tujuan kesejahteraan anggota
3. Pendiri :
Akta pendirian - Anggaran Dasar
Pengesahan kantor departemen koperasi - Domisli
Didaftarkan di Depperindag TDP
Diumumkan Tambahan berita negara
4. Organ Koperasi :
Rapat anggota
Pengurus
Pengawas
MODAL KOPERASI
1.

Dari anggota :

1.

Simpanan pokok

2.

Simpanan wajib

2.

Hibah

3.

Dana cadangan Dari SHU (Sisa hasil usaha)

4.

Pinjaman pinjaman lainnya

TANGGUNG JAWAB :
Anggota : sejumlah simpanan yang dimasukan pada koperasi

1.

Tugas : Pengurus - mengurus dan dan mewakili


Pengawas mengontrol dan memberi nasehat
BUBARNYA KOPERASI :
1.

Rapat anggota : Waktu dan kesempatan

2.

Pemerintahan (pejabat koperasi):


-

tidak sesuai lagi dengan UU

Bertentangan dengan ketertiban umum ole pejabat koperasi

Failit
Perbedaan PT dengan KOPERASI

PT :
1.

Dasar hukumya : UU no. 1 tahun 1995

2.

Modalnnya : Pemegang saham yang tdd dari lembaran saham saham dan bukti kepemilikan saham., baik saham
atas nama (namanya tercantum ) maupun saham atas unjuk (sertifikat saham).

3.

Tujuannya : Provit oriented dan deviden

4.

Pendirian : Pengesaham oleh Menteri Hukum dan HAM

5.

Organ :- RUPS, Direksi dan komisaris

6.

Kumpulan modal

7.

Kegiatan usaha bervariasi, karena :


-

modal besar

Target pasar masyarakat

Produknya tergantung pada ketentuan masyarakat

8.

Pembubaran : perusahaan bertentangan dengan umum, UU, bisa juga di tentukan oleh jaksa dan

masyarakan.
9.

Likuidator / pemberes

KOPERASI :
1.

Dasar hukumnya : UU no. 12 tahun 1992

2.

Modalnya : simpanan dari anggota

3.

Tujuan : kesejahteraan anggota

4.

Pendirian : Pejabat koperasi dimana ia berdomisili


-

Rapat anggota

Direksi/pengurus

Komisaris/pengawas

harus anggota
Direksi boleh mengangkat pengelola tapi
hrs diperilakukan pada rapat anggota.

5.
6. Diutamakan kumpulan orang/badan hukum
7. Tidak bervariasi :
Modal terbatas
Pengguna jasa anggota
8. Pejabat koperasi

9. Penyelesaiannya
Persamaan PT dengan KOPERASI
1.

Sama sama berbadan hukum

2.

sama sama bertanggung jawab sebatas pada modal yang disetorkannya

3.

tugas dan kewenangan pada organ organ itu hampir sama.


BUMN
Dasar hukumnya :
- UU No. 19 tahun 2003 tentang BUMN
- PP no. 41 tahun 2003
Bentuk bentuk BUMN :

1.

Perjan

2.

Perum

3.

Persero
Perbedaan Perum dengan Persero
Perum :
1. Modal berasal dari negara

1. Modal min. 51% milik negara

2. Tujuan :

2. Tujuan :

a. Keputusan umum, barang bermutu,

a. Keuntungan

b. Keuntungan

b. Kepentingan umum, brg bermutu,


berdaya saing

3. Organ :

3. Organ :

a. Menteri

a. RUPS

b. Pengurus

b. Direksi

c. Pengawas

c. Komisaris

4. Pendirian :

4. Pendirian :

a. Atas usulan menteri BUMN, keuangan


tehnisnya :
5. Pegawai PNS tersendiri
Tidak dibagi atas saham

Usulan menteri untuk cari untung

tehnisnya = PT
5. Swasta
atas saham

LEMBAGA PEMBIAYAAN (Leasing)

A. Sewa Guna Usaha (Leasing)


1. Pengertian Sewa Guna Usaha
Pengertian dari sewa guna usaha adalah adanya hubungan antara perusahaan leasing
(lessor) dengan nasabah (lessee) dalam hal ketika lessee membutuhkan jasa lessor untuk sewa guna
barang yang dibutuhkan oleh lessee.
Sedangkan pengertian sewa guna usaha sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan No.
1169/KMK.01/1991 adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik secara
sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun secara sewa guna usaha tanpa hak opsi

(operating lease) utuk digunakan oleh lessee selam jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran
secara berkala. Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha di
mana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha
berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Sebaliknya operating lease tidak memiliki hak opsi untuk membeli
objek sewa guna usaha.

3. Perjanjian Leasing
Perjanjian yang dibuat antara lessor dengan lease disebut dengan lease agrement, di mana
di dalam perjanjian tersebut memuat kontrak kerja bersyarat antara kedua belah pihak, yaitu antara
lessor dan lessee.
Isi kontrak tersebut memuat antara lain :
a. Nama dan alamat lease
b. Jenis barang modal yang diinginkan
c. Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
d. Syarat-syarat pembayaran
e. Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
f. Biaya-biaya yang dikenakan
g. Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
Jika seluruh pesyaratan telah disetujui, maka pihak lessor akan menghubungi pihak asuransi
untuk menanggung resiko kemacetan pembayaran lessee.

B. Anjak Piutang
Anjak piutang adalah suatu transaksi keuangan sewaktu suatu perusahaan menjual
piutangnya (misalnya tagihan) dengan memberikan suatu diskon. Ada tiga perbedaan antara anjak
piutang dan pinjaman bank. Pertama, penekanan anjak piutang adalah pada nilai piutang,
bukankelayakan kredit perusahaan. Kedua, anjak piutang bukanlah suatu pinjaman, melainkan
pembelian suatu aset (piutang). Terakhir, pinjaman bank melibatkan dua pihak, sedangkan anjak piutang
melibatkan tiga pihak.
Tiga pihak yang terlibat dalam anjak piutang adalah penjual, debitur, dan pihak yang
membiayai (factor). Penjual adalah pihak yang memiliki piutang (biasanya untuk layanan yang diberikan
atau barang yang dijual) dari pihak kedua, debitur. Penjual selanjutnya menjual satu atau lebih
tagihannya dengan potongan atau diskon ke pihak ketiga, suatu lembaga keuangan khusus untuk
mendapatkan uang dalam bentuk kas. Debitur akan membayar langsung ke perusahaan pembiayaan
dengan jumlah penuh sesuai nilai tagihan.
Bidang usaha Anjak piutang secara bisnis termasuk sebagai salah satu jenis usaha
pembiayaan. Sejak pasca krisis ekonomi mulai tahun 1998, Anjak piutang mengalami pertumbuhan yang
lambat dibandingkan dengan jenis pembiayaan multifinance lainnya yang lebih mengandalkan 'security
dari barang yang dibiayai.
Meskipun factoring itu sendiri tidak dikenal dalam Civil Law System yang dianut di Indonesia.
Namun atas permintaan dan memenuhi keinginan pelaku bisnis melalui 'pekerjaan' para "Lawyer/Drafter
untuk dibuatlah Factoring Agreement yang dapat dipakai di Indonesia, di mana dasar hukum yang
utama adalah azas kebebasan berkontrak, yakni pasal 1338 ayat 1 BW.
Pihak-pihak yang terlibat di dalam kegiatan Anjak-piutang adalah :
1. Factor adalah kreditur baru yang mengambil-alih atau membeli tagihan piutang dagang;
2. Klien adalah perusahaan selaku kreditur awal yang menjual dan menyerahkan piutang dagang yang
berupa tagihan jangka pendek yang berasal dari transaksi dagang miliknya melalui suatu perjanjian
(Factoring Agreement);
3. Konsumen adalah pihak tertarik yang wajib membayar hutang dagangnya yang telah dialihkan oleh
klien kepada pihak factor pada saat jatuh temponya.

Perjanjian pokok yang dimaksud lebih dikenal sebagai Perjanjian Kredit untuk membiayai Piutang
Dagang (Account Receivable(AR) Financing Program). Perkembangan selanjutnya Anjak
piutang, berupa model percampuran, dimana bentuk pembiayaan bersama-sama dengan pembelian dan
pengalihan berada dalam satu pengertian Anjak-piutang. Kelembagaan pembiayaan, dan pembelian
tersebut dalam khasanah hukum Indonesia masing-masing mempunyai dasar-hukum. Untuk itu
diperlukan interpretasi sistematis terhadap suatu undang-undang sebagai bagian dan keseluruhan sistem
perundang-undangan dengan jalan menghubungkan dengan undang undang lain.

C. Modal Ventura
1. Pengertian Modal Ventura
Pengertian modal ventura sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 adalah
Badan usaha yang melakukan suatu pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu
perusahaan yang menerima bnatuan pembiayaan. Modal ventura adalah perusahaan yang memberikan
pembiayaan dengan cara melakukan penyertaan langsung ke dalam perusahaan yang dibiayai, dan
keuntungan dari modal ventura berupa deviden atau capital gain.
2. Tujuan Pendirian Modal Ventura
Tujuan dari perusahaan ini tidaklah hanya demi keuntungan semata namun juga membantu
pemerintah dan piahk yng ingin membangun atau mendirikan sebuah usaha,
Berikut adalah beberapa tujuan pendirian modal ventura :
a. Untuk mengembangkan suatu proyek tertentu, misalnya proyek penelitian,dimana proyek ini bukan
hanya untuk meraih keuntungan semata tetapi juga untuk pengembangan pengetahuan.
b. Pengembangan suatu teknologi baru atau penegmbangan produk baru.
c. Pengambilalihan kepemilikan suatu perusahaan
d. Kemitraan dalam rangka pengentasan kemiskinan, dalam hal ini modal ventura membantu pengusaha
lemah yang kekurangan modal akan tetapi tidak memiliki jaminan materi sehingga sulit memperoleh
pinjaman.
e. Membantu perusahaan yang sedang kekurangan likuiditas.
3. Jenis Pembiayaan Modal Ventura
Jenis-jenis pembiayaan perusahaan modal ventura adalah sebagai berikut :
a. Equity Financing
Merupakan jenis pembiayaan langsung. Dalam hal ini perusahaan modal ventura melakukan
penyertaan langsung pada perusahaan pasangan usaha (PPU) dengan cara mengambil bagian dari
sejumlah saham milik PPU.
b. Semi Equity Financial
Merupakan pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan oleh perusahaan PPU.
c. Mendirikan perusahaan baru
Dalam hal ini perusahaan modal ventura bersama-sama dengan PPU mendirikan usaha yang baru
sama sekali.
d. Bagi hasil
Merupakan pembiayaan kepada usaha kecil yang belum memiliki bentuk badan hukum perseroan
terbatas, namun dapat pula perusahaan yang berbentuk PT,apabila kedua belak pihak menyetujuinya.