Anda di halaman 1dari 16

Laporan Hasil SGD

BLOK 8 LBM 1
Dokter gigi rawan penyakit infeksi loo..
(sterilisasi dan Infeksi)

Disusun oleh :

Cindy Azalea Harosa Putri


Lela Setyorini
Muhammad Muslim Abdullah
Chariza Hanum Mayvita
Rizal Prakoso Setyo Utomo
Oviria Julia Erdian
Rifka Fitria Wulandari
Selvia Rachmawati
Tito Randa

(31101200250)
(31101200264)
(31101200265)
(31101200289)
(31101200293)
(31101200309)
(31101200311)
(31101200312)
(31101200315)

SGD Kelompok III


FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
Jl. Raya Kaligawe Km.4 PO Box. 1054 / SM Telp. 024-6583584 Semarang 50112
1|SGD7(LBM5)

DAFTAR ISI

Cover........................................................................................................................... 1
Daftar isi...................................................................................................................... 2
Kata pengantar............................................................................................................ 3
Bab I Pendahuluan ..................................................................................................... 4
1.1 Latar belakang..................................................................................................... 4
1.2 Identifikasi masalah............................................................................................ 4
1.3 Tujuan................................................................................................................. 5
Bab II Pembahasan .................................................................................................... 6
2.1 Pembahasan......................................................................................................... 6
2.2Mapping............................................................................................................. 17
Bab III Penutup .........................................................................................................18
Kesimpulan..............................................................................................................18
Daftar Pustaka............................................................................................................19

KATA PENGANTAR
2|SGD7(LBM5)

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya kepada kami, sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil SGD 3 LBM 1
Dokter gigi rawan terkena infeksi loo (Sterilisasi dan Infeksi). Laporan ini disusun untuk
memenuhi tugas SGD yang telah dilaksanakan. Meskipun banyak rintangan dan hambatan
yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tetapi kami berhasil menyelesaikannya
dengan baik.
Keberadaan makalah ini sungguh sangat membantu dan membahagiakan, karena
selama ini mahasiswa kedokteran gigi dapat belajar mengenai topik atau subjek yang
memang harus dipelajari.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah
membantu kami dalam mengerjakan laporan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah bersusah payah membantu baik langsung
maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil laporan
ini. Karena itu kami berharap semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi
kita bersama. Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai pendapat dari
orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna
bagi kita bersama. Semoga laporan yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai
kehidupan yang lebih baik lagi. Amin.
Jazakumullhahi khoiro jaza
Semarang, 4 Juni 2013
Penyusun

BAB I
3|SGD7(LBM5)

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kedokteran gigi merupakan salah satu bidang yang rawan untuk
kontaminasi silang antara pasien-dokter gigi, pasien-pasien dan pasienperawat. Menurut Anonim (2008) , adanya medical histori pada rekan
medis dapat mempermudah dokter gigi untuk mencurigai adanya penyakit
infeksi yang diderita pasien. Namun, tidak semua pasien dengan penyakit
infeksi dapat langsung diidentifikasi oleh medical hinstory, pemeriksaan
fisik , atau tes laboratorium. Keterbatasan inilah yang mengantar para
pelaku medis untuk menerapkan konsep pencegahan universal. Pencegahan
universal mengacu pada metode kontrol infeksi pada semua darah manusia
dan cairan tubuh (pada bidang kedokteran gigi: saliva) yang diperlakukan
dengan sama jika diketahui telah terinveksi HIV, HIB, dan patogen lain
yang di bawa darah. Pencegahan universal adalah prosedur kontrol infeksi
yang di terapkan pada semua pasien.
Pada klinik dental, saliva pasien, dental plak, darah, pus, dan cairan
krevikular dapat teraerosol dan meninggalkan noda. Mikroorganisme dapat
menyatu dengan material-material tersebut dan menyebabkan infeksi
hingga dapat menularkan penyakit. Beberapa penyakit yang paling umum
adalah influenza, penumonia, TB, hepatitis dan AIDS. Salah satu cara
pencegahan agar tidak terjadinya Cross- Infection adalah dengan penerapan
kontrol infeksi yang baik dan benar.

1.2

Identifikasi Masalah

STERILISASI
Pengertian sterilisasi?
Tujuan sterilisasi?
Macam2 sterilisasi?
Langkah2 sterilisasi?
Apa saja alat yg perlu di sterilisasi dlm KG?
Zat yg digunakan untuk sterilisasi?
Alat dan Bahan yg di perlukan untuk proses sterilisasi?
INFEKSI
8. Cara pencegahan infeksi?
9. Jenis2 infeksi?
10. Perbedaan sterilisasi dan disinfeksi?
11. Faktor yg mempengaruhi disinfeksi?
12. Prosedur pencegahan penularan cross infection?
13. Bagaimana prosedur universal precaution?
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.3

Tujuan
4|SGD7(LBM5)

Untuk mengetahui apa itu Sterilisasi dan Infeksi


Untuk mengetahui bagaimana cara pencegahan infeksi
Dan untuk mengetahui Jenis infeksi

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pembahasan
Pengertian

Infeksi :
5|SGD7(LBM5)

Merupakan kolonisasi yang dilakukan oleh spesies asing terhadap inang dan
bersifat membahayakan inang
Infeksi merupakan hasil interaksi antara Microorganisme dan inang rentan yang
terjadi melalui tranmisi maupun secara langsung maupun tidak langsung

Cross infection:
Masuknya organisme penyebabnya dari penyakit dan melalui suatu perantara
Reaksi tubuh atas masuknya mikroorganisme sebagai penyebab penyakit dari
seseorang kepada orang lain yang umumnya melalui suatu perantara, seperti
kontak langsung maupun karena instrument yg tidak steril

Prosedur universal precaution:


Prosedur kewaspadaan darah terhadap tubuh
Pengendalian infeksi silang
Merupakan suatu prosedural atau langkah pencegahan dari suatu infeksi yang
mengurangi patogen infksi
Tindakan pengontrolan infeksi yang di lakukan tenaga kesehatan

Asepsis:
Tidak adanya patogen yang menyebabkan penyakit
Keadaan bebas dari infeksi
Dengan

menghancurkan

mikroorganismenya

supaya

tidak

masuk

pada

jaringannya

6|SGD7(LBM5)

STERILISASI
1. Pengertian sterilisasi?
Proses yang dapat membunuh semua jenis microorganisme dan virus
suatu cara atau tindakan untuk menghancurkan bakteri
Suatu proses untuk menghilangkan seluruh mikroorganisme termasuk
endospora bakteri

sebelum dilakukan

sterilisasi

harus dilakukan

dekontaminasi dan pencucian


Suatu proses untuk membunuh semua jenis renik
Suatu cara/ tindakan yang dilakukan secara fisik dan kimia untuk
membunuh atau menghancurkan semua mikroorganisma termasuk bakteri,
kuman patogen dan spora yang melekat pada peralatan medis.
2. Tujuan sterilisasi?
mencegah penularan dan infeksi
Mencegah pembusukan dan kerukakan bahan
Menghindari infeksi silang melalui mulut
Alat-alatnya dapat terpelihara dan tahan lama
Menjamin stabilitas produk
Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman
Menghindarkan infeksi nosokomial
Menurunkan tranmisi penyakit menular
Untuk menghindari infeksi lokal dan sistematis pasca perawatan
diakibatkan masuknya mikroflora melalui jaringan luka
Menghilangkan sejumlah mikroorganisme seperti virus, kuman dan bakteri
spora
3. Macam-macam sterilisasi?
Macam macam sterilisasi ada 4: 1. Sterilisasi dengan pemanasan kering :
Dengan cara Pemijaran / Flambir: cara ini di pakai langsung dan
sederhana dan dapat menjamin sterilisasi tetapi terbatas pada
beberapa alat saja, seperti: -Benda benda dari logam
-Benda benda dari kaca
-Benda benda dari porselen dan udara
Dengan udara panas kering : Merupakan suatu proses oksidasi dan
menggunakan suhu (60-180 c ) yang lebih tinggi. Adapun alat
yang dapat di lakukan dengan cara ini:: -Benda benda dari logam
-Zat zat seperti talk, vaselin, dan
kaca
Kelebihan: - Mudah digunakan
- Murah
7|SGD7(LBM5)

Kekurangan: -Adanya sisa karbon


- Alat berubah warna menjadi hitam
2. Sterilisasi dengan Pemanasan Basah:
Dimasak dalam air biasa : Suhu setinggi 100 , tetapi pada suhu ini
bentuk bentuk vegetative dapat dibunuh tetapi bentuk yang spora
masih bertahan. Oleh karena itu agar efektif membunuh spora
maka dapat ditambahkan natrium nitrat 1% dan phenol 5%.
Dengan uap air : Cara ini cukup efektif dan sangat sederhana.
Dapat dipakai dengan dandang yang bagiannya diberi lubang /
sorongan, agar uap air dapat mengalir bagian alat yang akan
disterilkan. Waktu sterilisasi 30 mnt.
Sterilisasi dengan uap air bertekanan tinggi: Jenis sterilisasi
dengan cara ini merupakan cara yang paling umum digunakan
dalam setiap rumah sakit. Menggunakan alat yang disebut
autoclave.
Alat alat yang biasanya disterilisasikan dengan cara ini: Kaca,
porselen, dll.
Kelebihan: alatnya mudah digunakan dan murah
Kekurangan: wktnya lama dan tidak membunuh spora, menyebabkan
korosi pada logam
3.Sterilisasi dengan penambahan zat-zat kimia:
Cara ini tidak begitu efektif bila dibandingkan dengan cara pemanasan
kering. Cara ini dipergunakan pada bahan bahan yang tidak tahan pemanasan atau
cara lain tidak bisa dilaksanakan karena keadaan.
Faktor faktor yang mempengaruhi sterilisasi dengan cara kimia:
1. Jenis bahan yang digunakan
2. Konsentrasi bahan kimia
3. Sifat kuman
4. Ph
5. Suhu
Keuntungan: - Waktu yang dibutuhkan relatif singkat
- Sedikit karat pada logam baja
- Bersifat bakterisid, sporosid dan juga membunuh virus

8|SGD7(LBM5)

Kerugian: - Bersifat korosif larutnya Natrium hiphoklorit, iodida dan


fenol bersifat korosif terhadap peralatan dan permukaan
- Variasi efek terhadap mikroorganisme berbeda
- Ketidak stabilan dan perbedaan tingkat daya membunuh
bakteribya.
4.Sterilisasi dengan radiasi:
Radiasi ultraviolet: Karena disemua tempat itu terdapat kuman kuman,
maka dilakukan sterilisasi udara dan biasanya dilakukan di tempat
tempat khusus.
Misalnya: Dikamar operasi, kamar isolasi, dsb. Udaranya harus steril. Hal ini
dapat dilakukan dengan sterilisasi udara (air sterilization) yang
memakai radiasi ultraviolet
5.Sterilisasi dengan filtrasi:
Cara ini digunakan untuk udara atau bahan bahan berbentuk cairan. Filtrasi
udara disebut HEPA (Hight Efficiency Paticulate Air).

4. Langkah langkah sterilisasi?


Sterilisasi dapat dilakukan dengan 4 tahap:
- Pembersihan sblm sterilisasi : Presoaking, cleaning menggunakan
ultrasonik dan , Korosing kontrol
- Pembungkusan: pakeging
- Proses sterilisasi
- Penyimpanan aseptik
Boling: di cuci dengan sabun, disikat dan dibilas
-Direbus disuhu 100 c di hitung setelah mendidih di beri kelebihan air 5cm
di atas alat, Selama 15-20 mnt
Fleming: Diletakkan di atas api spiritus 3 kali
Dryhit: di bungkus dengan alumunium voil di masukkan ke oven 160 c 2 jm
180 c 1 jm
Diambil dengan korentang
5. Apa saja alat yang perlu di sterilisasi dalam KG?
Alat yang berkontak langsung dengan mulut dan bahan yang dari logam
-Terbuat dari logam, seperti: tang, pinset
- Kaca: kaca mulut
9|SGD7(LBM5)

-Ebonit: Suction cannula


-Tenunan: Kasa
-Karet: Sarung tangan karet
-Email ( tdk di pakai lagi)
Ada 3:
-Kritis: Tang, Ben, dll
-Semi kritis: Mouth miror, dll
-Non kritis: Articulator, Lampu spiritus, dll
6. Zat yang digunakan untuk sterilisasi?
-Alkohol: Sifat: - Paling efektif untuk sterilisasi dan desinfeksi
-Dapat mendenaturasi protein dengan jalan mendehidrasi
membran sel rusak dan enzim tidak aktif
- Fenol: -Mempresipitasikan protein secara aktif, merusak membran sel
menurunkan tegangan permukaan
-Standar pembanding untuk menentukan

aktivitas

suatu

desinfektan
-Gas Zetilen Oksida: Mensterilkan bahan yang terbuat dari plastik
-Halogen: Mengoksidasi protein kuman
-Yodium:- Konsentrasi yang tepat tidak mengganggu kulit
- Efektif terhadap berbagai protozoa
-Klorin: -Memiliki warna khas dan batu tajam
-Desinfeksi ruangan, dan permukaan serta alat non bedah
7. Alat dan Bahan yang di perlukan untuk proses sterilisasi?
Autoclaf, Panci, Oven, Boiling Desinfektor, Sinar Gamma, Lemari sinar
infra red, dll
INFEKSI
8. Cara pencegahan infeksi?
-Cuci tangan :-Cara biasa
-Desinfektan
-Bedah/Steril
-Memakai alat pelindung
-Pengolahan alat bekas pakai
-Pengolahan limbah
-Sanitasi ruangan
Ada 3 pendekatan yang digunakan dalam pencegahan penyakit
infeksi (Soekidjo 2007: 42-23), yaitu:
1. Eliminasi reservoir (Sumber Penyakit)
Eliminasi Reservoir manusia sebagai sumber penyebaran penyakit dapat
dilakulkan dengan: -Mengisolasi Penderita (Pasien)
Menempatkan pasien di tempat khusus untuk
mengurangi kontak dengan orang lain
10 | S G D 7 ( L B M 5 )

-Karantina
Membatasi

ranag

gerak

penderita

dan

menempatkannya bersama sama dengan penderita lain yang sejenis pada


tempat yang khusus didesai untuk itu. Biasanya dalam waktu yang lama,
misalnya karantina untuk penyakit kusta
2. Memutus mata rantai penularan
Meningkatkan sanitasi lingkungan dan kebersihan perorangan merupakan
usaha yang penting untuk memutuskan hubungan atau mata rantai
penularan penyakit
3. Melindungi orang-orang (kelompok) pada usia yang rentan
Bayi dan anak balita merupakan kelompok usia yang rentan ini perlu
perlindungan khusus (specific protection) dengan imunisasi aktif maupun
pasif. Obat obat prophylacsis tertentu juga dapat mencegah penyakit
malaria, meningitis, dan disentri khusus.
9. Jenis jenis infeksi?
-Cross infection: Di tularkan dari orang lain
-Auto infection: Berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain
-Environmental infection: di pengaruhi oleh tempat/ lingkungan
-Infeksi silang (Infeksi Eksogen):
Infeksi silang terjadi

jika mikroorganisme yang menyebabkan

infeksi didapat dari orang lain (pasien, tenaga kesehatan, orang yang merawat
pasien) atau dari lingkungan (yaitu dari sumber eksogen). Contohnya, infeksi
luka yang disebabkan oleh anggota staf perawatan yang membawa
Staphylococcus, atau yang memiliki lepuh atau lesi sepsis atau, yang lebih
sering, staf perawatan yang tidak melakukan tekhnik mencuci tangan yang
tepat.
-Infeksi Endogen atau Infeksi sendiri:
Infeksi endogen terjadi jika mikroorganisme yang melakukan
kolonisasi pada satu area dalam tubuh pejamu masuk ke area lain di dalam
11 | S G D 7 ( L B M 5 )

tubuh pejamu dan menimbulkan infeksi, seperti mikroorganisme usus yang


menyebabkan infeksi pada luka atau saluran kemih.
-Infeksi Nosokomial:
Infeksi nosokomial atau infeksi yang didapat di rumah sakit terjadi
pada pasien yang dirawat di rumah sakit paling tidak selama 72 jam dan
pasien tersebut tidak menunjukkan tanda serta gejala infeksi saat masuk
rumah sakit. Infeksi nosokomial yang paling umum adalah infeksi saluran
kemih.

-Infeksi Oportunistik:
Infeksi Oportunistik adalah infeksi serius akibat mikroorganisme
yang normalnya tidak memiliki atau memiliki sedikit aktivitas patogen
(Kemampuan menimbulkan penyakit), tetapi menyebabkan penyakit jika
resistensi pejamu menurun akibat penyakit serius, pengobatan invasif, atau
karena obat (misal : pneumonia pneumocystis cranii pada pasien HIV dan/
atau AIDS)
10. Perbedaan sterilisasi dan disinfeksi?
Sterilisasi: Suatu proses untuk membebaskan suatu benda dari semua
mikroorganisme, baik bentuk vegetative maupun bentuk spora, Sedangkan
Disinfeksi: Suatu proses menghancurkan atau membunuh kebanyakan
organisme patogen pada benda atau instrumen dengan menggunakan campuran
zat kimia cair yang bersifat nonselektif.
11. Faktor yang mempengaruhi disinfeksi?
Beban organik (beban biologis) yang dijumpai pada benda
Tipe dan tingkat kontaminasi mikroba
Pembersihan/dekontaminasi benda sebelumnya
Konsentrasi desinfektan dan waktu pajanan
Struktur fisik benda
Suhu dan Ph dari proses desinfeksi
Time of Exposure ( lama proses desinfektan)
12 | S G D 7 ( L B M 5 )

12. Prosedur pencegahan penularan cross infection?


Perlu adanya tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi dalam mencegah
terjadinya penularan infeksi silang. Hal ini bisa dilakukan dengan melindungi
dokter gigi dari adanya penularan infeksi silang.
-Teknik perlindungan diri:
1. Cuci tangan dengan sabun yang mengandung lanolin/handlotion
2. Mengenakan sarung tangan sekali pakai (disposable)
3. Kaca mata pelindung dan masker, dipakai untuk melindungi wajah dari cipratan
ludah dan darah
4. Memakai baju pelindung dan penutup kepala selama perawatan
5. Menggunakan isolator karet (rubber dam) yang akan mengurangi jumlah
bakteri bila digunakan semprotan air dan high volume aspirator
6. Melindungi permukaan kerja
-Pencegahan terhadap kontaminasi silang dapat memperhatikan faktor
berikut:
1. Memakai bahan bahan yang disposable seperti jarum suntik, masker, pisau, dll
2. Mengurang percikan saliva dan darah selama perawatan dengan cara:
a. Obat kumur sebelum perawatan dimulai
b. Menggunakan aspirator high volume
c. Memakai rubber dam
d. Ventilasi udara yang baik
3. Prosedur yang teliti sewaktu membuat dan mencuci foto rontgen
4. Cetakan mulut dari penderita HIV didesinfektan dahulu sebelum diisi untuk
bahan alginate, hasil cetakan direndam di dalam larutan hipoklorit selama 1 jam,
untuk bahan rubber base dan silicon. Hindarkan pemakaian copperband impression
karena akan menyebabkan pendarahan gusi.
13. Bagaimana prosedur universal precaution?
-- penggunaan masker
-- sarung tangan
--asepsi peralatan kedokteran gigi
--Dan Menggunakan standart WHO

13 | S G D 7 ( L B M 5 )

2.2

Mapping

INFEKSI
PENCEGAHAN

STERILISASI
FAKTOR

ANTISEPTIK

DISINFEKSI

PROSES

FAKTOR
PROSES

METODE

METODE

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
.

14 | S G D 7 ( L B M 5 )

Pada pencegahan infeksi dalam bidang kedokteran gigi, para klinnisi dan pekerjaan nya
harus memberlakukan prinsip universal precaution , yakni memperlakukan semua pasien
dengan sama seperti jika mereka memiliki penyakit infeksi.
Pada uraian tentang alat alat sterilisasi dibidang kedokteran gigi, maka dapat disimpulkan
bahwa:
-Proses autoclaving merupakan metode pilihan untuk sterilisasi instrumen gigi
karena efektif, cepat, aman dan menggunakan uninterrupted cycle
-Dry-Heat oven efektif, tetapi dianjurkan menggunakan uninterrupted cycle
-Cold Sterilization chemical disinfectant is tidak cocok untuk sterilisasi dalam
praktek gigi
-Boiling-water device tidak efektif untuk sterilisasi instrumen gigi, maka Boilingwater device harus disingkirkan

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

usu.ac.id
Kp Drg. Dyah Fatmasari, MDSc, Dental Sterilization
Jurnal UI Sterilisasi dan desinfeksi
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28157/4/Chapter%20I.pdf

5. http://wikimed.blogbeken.com/asepsis-dan-antisepsis
6. http://www.docstoc.com/docs/23849956/STERILISASI-DAN-DESINFEKSI
15 | S G D 7 ( L B M 5 )

7. http://irwanto-fk04usk.blogspot.com/2009/08/sterilisasi-dan-desinfeksi.html
8. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1155/1/09E01841.pdf
9. Peterson, L. J. 2003. Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery. 4 thed.
Mosby. St. Louis, Missouri.
10. Crow, S. Asepsis The Foundation of Infection Control Practices.louisiana
State University Health Care Centre
11. Samaranayake, L. P. 2nded. Essential Microbiology for Dentistry. Harcourt
Publishers Limited. Edinburgh.

16 | S G D 7 ( L B M 5 )