Anda di halaman 1dari 3

IV.

LANGKAH KERJA
A. Proses Pembuatan Briket
1. Memasukkan batubara kedalam crusher
2. Setelah mendapatkan batubara berukuran kecil dari crushing, batubara
tersebut dibawa ke hammer mill
3. Setelah itu melakukan proses screening (diayak) dengan ukuran 60 dan 170
mesh
4. Mencampurkan batubara halus sebanyak 80% dengan jerami/serbuk kayu
10%, bahan perekat 10% (tepung tapioca sebagai bahan perekat)
5. Setelah pencampuran diatas, memasukkan hasilnya kedalam cetakan briket
sesuai dengan model tertentu.
6. Setelah dicetak, melakukan pengeringan dengan menjemur briket batubara
yang sudah dicetak atau dengan oven. Setelah kering, briket batubara siap
digunakan.

B. Pengujian Kadar Air (Moisture)


1. Memanaskan cawan porselen pada 104-110 oC. Mendinginkan selama 15-30
menit dalam desikator
2. Memasukkan 1 gr sampel kedalam cawan, kemudian menimbang
3. Memasukkan cawan kedalam oven pada suhu 104-110 OC
4. Mengeluarkan cawan dari oven dan mendinginkan dalam desikator
kemudian menimbang.

C. Pengujian Kadar Abu (Ash)


1. Menimbang cawan porselen
2. Memasukkan 1 gr sampel kedalam cawan, kemudian menimbang
3. Menempatkan cawan (tanpa tutup) berikut sampel kedalam furnace dingin,
memanaskan perlahan-lahan hingga suhu 450-500

C selama 1 jam.

Menaikkan suhu 700-750 OC sampai 1 jam, melanjutkan pemanasan selama


1 jam
4. Mendinginkan cawan dan kemudian menimbang

D. Pengujian Kadar Volatile Matter (VM)


1. Menimbang cawan platina dan tutupnya
2. Memasukkan 1 gr sampel kedalam cawan kemudian menimbang
3. Menempatkan cawan + tutup berikut sampel kedalam furnace dingin,
memanaskan pada suhu 900 OC selama 1 jam
4. Mendinginkan cawan dan kemudian menimbang

VII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Briket batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari batubara dengan
sedikit campuran seperti jerami, ampas tebu dan molasses.
2. Pembuatan briket batubara dipengaruhi oleh batubara yang digunakan, tepung
tapioca sebagai perekat, dan bahan campuran biomassa yang digunakan.
3. Hasil dari percobaan :
a. Briket batubara sekam padi

% moisture

: 5,94 %

% abu

: 6,049 %

% VM

: 23,95 %

% FC

: 64,061 %

b. Briket batubara serbuk kayu

% moisture

: 2,97 %

% abu

: 4,42 %

% VM

: 20,56 %

% FC

: 72,06 %