Anda di halaman 1dari 4

Ventilator Mekanik

Ventilator mekanik ialah alat yang emnghasilkan tekanan positif secara


ritmik untuk mengembangkan paru selama ventilasi artifisial. Pada saat ini
sudah tersedia ventilator elektronik canggih yang dapat mengatur secara
tepat tekanan dan aliran gas, sehingga dapat mengendalikan inspirasi dan
ekspirasi dengan sangat baik.
Fungsi ventilator pada umumnya adalah:
1. Mengembangkan paru selama inspirasi
2. Dapat mengatur waktu dari inspirasi ke ekspirasi
3. Mencegah paru untuk mencuncup sewaktu ekspirasi
4. Dapat mengatur waktu fase ekspirasi ke fase inspirasi.
Ventilator canggih dilengkapi oleh monitor sebagai berikut:
1. Pengukur tekanan (pressure gauge)
2. Pembatas tekanan untuk mencegah pari dari barotrauma (pressurelimiting device)
3. Pengaman (alarm) tekanan tinggi dan rendah
4. Pengatur volum paru (spirometri)
FASE INSPIRASI
Semua VM dijalankan oleh :
1. Gas bertekanan (compressed gas)
2. Motor listrik (electric motor)
Jika gas dialirkan ke jalan napas atas, aliran udara ke paru dan volum
inspirasi ditentukan oleh rumus di bawah ini:
Perbedaan Tekanan Jalan Napas - Alveolar
Aliran = _______________________________________
Resistensi Jalan Napas
Volum = Kenaikan tekanan dalam alveolar x komplien

FASE PERUBAHAN INSPIRASI KE EKSPIRASI


VM harus berhenti secara periodik untuk membiarkan paru menguncup.
Ada 4 Jenis:
1. Putaran Volum
2. Putaran Waktu
3. Putaran Tekanan
4. Putaran Aliran
Putaran Volum
Perubahan terjadi setelah ventilator mengirimkan volum yang telah
ditentukan. Jika ada kebocoran volum berubah.
Putaran Waktu
Perubahan terjadi setelah tercapaina waktu inspirasi yang sebelumnya telah
ditentukan
Putaran Tekanan
Perubahan terjadi setelah tercapaina tekanan inspirasi dalam jalan napas
atas yang sebelumnya telah ditentukan. Colum yang dikirimkan oleh VM
tergantung keadaan paru.
Putaran aliran
Perubahan terjadi setelah aliran inspirasi menurun sesuai yang ditentukan
sebelumnya.
FASE EKSPIRASI
Selama ekspirasi, paru dibiarkan mencuncup sendiri sampai tercapai
tekanan 1 atmosfir atau setelah tercapai tekanan akhir ekspirasi positif
(PEEP, positive end-expiratory pressure). Penggunaan akhir tekanan negatif
ekspirasi tidak populer.

PEMERIKSAAN VENTILATOR
Sebelum VM digunakan harus diperiksa terlebih dahulu:
1. Gunakan kanton cadang sebagai model paru untuk memeriksa apakah
VM bekerja baik.
2. Aliran oksigen sekitar 200-300ml/mnt
3. Tentukan volum tidal, frekuensi laju napas, rasio inspirasi-ekspirasi
sesuai kebutuhan pasien.
4. Isi balon dengan oksigen secara mendadak.
5. Awasi pengembangan kantong cadang sewaktu inspirasi.
6. Periksa semua alat monitor VM apakah bekerja normal. (Cth.
Kebocorak kantong cadang)
Pada paru normal ventilasi efektif dianjurkan menggunakan patokan
sebagai berikut:
1. Volum tidal 10-12cc/kgBB (Pasien sadar normal 7cc/kgBB)
2. Laju napas 10-12x/menit. (Pasien sistem sirkel 8x/menit)
3. Rasio Inspirasi : Ekspirasi = 1:2 (Pasien hipovolemik 1:3 atau 1:4 untuk
memberi kesempatan darah vena masuk jantung)
4. Aliran Inspirasi Lambat. Tekanan jangan > 35 cmH2O (Barotrauma
paru)
5. Jika mungkin desediakan kapnografi untuk menyesuaikan:
a. Besarnya aliran gas segar
b. Besarnya volum tidal
c. Frekuensi laju napas
d. Menjaga supaya end tidal CO2 atantara 35-45 mmHg
MODUS VENTILATOR
1. VM Kendali
Interval waktu tetap setelah ekspirasi dan ditentukan oleh frekuensi laju
napas.
2. VM bantu-kendali
Kekuatan inspirasi digunakan untuk merangsang inspirasi.
3. VM mandat intermiten

4. MMV (Mandatory Minute Ventilation)


5. PSV (Pressure Support Ventilation)
6. PCV (Pressure Controlled Ventilation)
7. IRV ( Inverse I : E Ration Ventilation)
8. APRV ( Airway Pressure Release Ventilation)
9. HFV (High-Frequency Ventilation)
10. DLV ( Differential Lung Ventilation)