Anda di halaman 1dari 18

BAB III RUMUS DASAR DAN HYDRAULIKA

3.1. VOLUME PIPA


2
ID

ID

Vol pipa =

xL

= inner diameter ( inch )

bbls

1029.4

L = panjang pipa ( ft )

3.2. DISPLACEMENT PIPA


2
OD

2
- ID

Displ pipa =

x L bbls
1029.4

OD
ID
L

= outer diameter pipa (inch)


= inner diameter pipa (inch)
= panjang pipa ( ft )

3.3. VOLUME ANNULUS


2
OH -

2
OD

Vol Ann =

x L

bbls

OH diameter open hole/bit ( inch )


OD outer diameter pipa ( inch)
L panjang annulus ( ft )

1029.4

OD

pada cased hole, OH diganti ID casing

ID

vol pipa

3.4 VOLUME LOBANG


displacement pipa
2
OH
Vol lobang =

xL

bbls

OH = diameter open hole ( inch)


L = dalam lobang ( ft )

1029.4
untuk cased hole OH diganti ID casing

3.5 PUMP OUT PUT


Pompa Triplex
2
Pump Out put = 0.000243 x D x L x e

bbls/stroke

D = diameter liner ( inch)


L = panjang stroke ( inch)
e= efficiensi pompa (%)

Pompa Duplex
2
2
Pump output = { ( 0.0000324xD x L ) ( 0.000162x rD x L ) } x e

bbls/stroke

rD = diameter rod (inch)

3.6 LAG / DOWN STROKE


Lag stroke/time adalah jumlah stroke/waktu yang diperlukan untuk memompakan Lumpur /
perjalanan cutting dari dasar (bottom) sampai permukaan.

Vol annulus

Vol annulus ( bbls )

Pump out put

Pump out put ( bbls/stroke)

Lag Sroke =

Lag stroke
Lag time =

( menit )
SPM

Down stroke/time adalah jumlah stroke/waktu yang diperlukan untuk memompakan Lumpur dari
permukaan ke dasar lobang.

Vol Pipa

vol pipa ( bbls)

Down stroke =
Pump out put

pump out put (bbls/stroke)

Down stroke
Down time =

down time ( menit )


SPM

3.7 BOUYANCY FACTOR


Bouyancy factor adalah efek gaya penahan gravitasi yang ditimbulkan oleh tingkat kerapatan
molekul-molekul fluida.

65.4 - MW
BF =

MW = ppg
65.4

3.8. ANNULUS VELOCITY


Adalah kecepatan aliran Lumpur dianulus saat dipompakan dengan gpm tertentu.

24.5 x GPM
An.Vel =

OH diameter hole ( inch)


OD outer diameter pipa ( inch)

ft/min
2
OH

2
-

OD

3.9. CRITICAL ANNULUS VELOCITY


Kecepatan batas laju Lumpur dimana jika kecepatan Lumpur lebih cepat dari kecepatan batas,
aliran akan berubah dari laminar menjadi turblent. Dimana pada umumnya aliran turbulent
dihindari pada annulus antara DP dan open hole pada saat drilling.

1.08 Pv + 1.08

Pv

2
2
+ 9.26{ ( OH OD) x Yp x MW }

CV = 60 x [

]
MW x ( OH - OD )

CV = ft/ min
OH diameter open hole ( inch)
OD out diameter pipa (inch)

MW ( ppg )
Pv plastic visc
Yp yeld point

3.10. CRITICAL GPM


GPM batas dimana pemompaan diatas gpm batas akam mengubah aliran Lumpur dari laminar
menjadi turmunent

2
2
CV x ( OH - OD
)
GPM =
24.51

CV Critical Vel (ft/min)


OH diameter Open hole (inch)
OD out diameter pipa (inch)

3.11. FLOW RATE/GPM UNTUK OPTIMASI


Range flow rate optimasi antara 30 50 GPM x diameter Bit
Missal: untuk ukuran bit 12-1/4 maka flow rate optimum
30 x 12 = 367.5 gpm sampai 50 x 12 = 612.5 gpm
Flow rate yang dianjurkan antara 367.5 s/d 612.5 gpm.

Untuk bit PDC

1.47
GPM opt = 12.72 x D
Misal : Diameter bit 12-1/4
1.47
Maka Flow rate = 12.72 x (12-1/4)
= 12.72 x 38.77
= 505.9 gpm

3.12. EQUIVALENT CIRCULATING DENSITY


Penambahan nilai MW pada saat sirkulasi
**Untuk MW rendah < 13 ppg

Yp x 0.1
ECD = MW +

MW= ppg
OH diameter lobang
ODP outer diameter DP

ppg
OH ODP

**Untuk MW > 13 ppg

0.1
ECD = MW + [

Pv x AnnVel

x { Yp + (
OH ODP

Yp = Yeld point
) }] ppg Pv =Plastic visc
300 x ( OH ODP )
Ann vel : ft/min

ATAU

Ann press loss ( psi )


ECD = MW +

ppg
0.052 x depth TVD ( ft)

3.13. HYDROSTATIC PRESSURE


HP= MW x 0.052 x Depth tvd ( ft)
HP= SG x 1.42 x depth tvd ( m )

psi

psi

MW ( ppg )

3.14. JET NOZZ VELOCITY


418.3 X gpm

GPM

JET VEL =

ft/sec
2

2
2
J1 + J2 + J3

atau

ft/sec
3.12 x Nozz Area

Mis : flow rate : 450 gpm


Nozz size : 3 x 12
Nozz area : 0.3313 sq. inch
418.3 x 450
Jet Vel =
2
2
2
12 + 12 + 12
188235
=
432
= 435 ft/sec

3.15. JET IMPACT FORCE


GPM X MW x Jet Vel
JI =

Lbs

MW = ppg
Jet Vel = ft/sec

1932

3.16. BIT PRESSURE LOSS


2
156.48 x GPM x MW
P Bit =
2
2
2 2
( J1 + J2 + J3 ).

3.17. HHP Bit


GPM x P Bit
HHP bit =

HHP
1714

psi

2
GPM x MW (ppg)
atau =
2
psi
10863.1 x Nozz area (sq. inch)

3.18. Total HHP

GPM x SPP
Tot HHP =

HHP
1714

HHP AT BIT X100 %


% HHP AT BIT =

( for optimal hydraulics 50 65 % )


TOT HHP

3.19 . TON MILES ( COMPLETE ROUND TRIP )

W x D x (D + L)

( 2 x D ) x {( 2 x Wb )+ Wc }

TON MILES =
5280 x 2000
W = berat DP per ft dalam lumpur ( lb/ft )
D = Depth ( ft )
L = Panjang rata-rata DP per stand ( ft )
Wb = Berat Traveling block assembly ( lb)
Wc = Berat BHA dlm Lumpur berat DP sepanjang BHA dalam Lumpur ( lb )

Contoh ;
Mud weight
= 9.6 ppg
Depth (MD)
= 4000 ft
DP weight
= 13.3 lb/ft
BHA weight
= 83 lb/ft
Length BHA
= 300 ft
Weight Traveling block assy = 15000 lb
Average length 1 stand DP = 90 ft
Bouyancy Factor = ( 65.4 9.6 ) / 65.4 = 0.853
Berat DP dlm Lumpur ( W ) = 13.3 x 0.853
= 11.35 lb/ft
BeratBHA - beratDP ( Wc) = (300 x 83 x 0.853 ) - ( 300 x 13.3 x 0.853 ) = 17845
lb

11.35 x 4000 x ( 90 + 4000 )

( 2 x 4000 ) x { ( 2 x 15000 ) + 17845 }

Ton-Miles =
5280 x
=

53.8

2000

3.20. CRITICAL RPM


RPM kritis yaitu batas harga RPM yang mana jika RPM melebihi harga tersebut akan
menimbulkan efek getaran ( vibrasi ) pada pipa pemboran.

33055

Critical RPM=

OD

2
+

ID

L = length of one joint pipe (ft)


ID = inner diameter pipe (inch)
OD= outer diameter pipe (inch)

Contoh : DP 5
L = 31 ft
ID = 4.276
OD= 5
3055

Critical RPM =

2
+

4.276

2
31
=

34.396

6.579

= 226 RPM
Rile of thumb : for 5 Drill pipe do not exeed 200 rpm for any depth.

3.21. TITIK JEPIT


Kedalaman / titik dimana terjadi pipa terjepit ( stuck pipe ) dapat diestimasi berdasarkan
pendekatan perhitungan drill pipe stretch dengan rumus di bawah ini:

Stretch (inch) x Free point constant


Feet of free pipe =
Pull force ( thousand lbs )

Contoh : Drill pipe 3-1/2 13.30 lb/ft terjepit. Penambahan penjang ( stretch ) sepanjang 20 inch
dengan tarikan over pull 35.000 klbs. Free point constant = 9052.5 ( tabel )

20 x 9052.
Feet of free point =

= 5173 ft
35

Cara Penentuan Stretch


Catat hook load ( berat string) saat berat normal + drag mis 146 klbs
Angkat string dengan ovrt pull 35 klbs ( angkat sampai 181 klbs )
Ukur peregangan ( penambahan panjang string sebelum dan sesudah angkat string sampai over
pull 35 klbs). Mis 20 inch

Free Point Constant dapat juga ditentukan dengan rumus :


2
FPC = { ( OD

Contoh:

2
ID ) x 0.7854 } x 2500

ID dan OD ( inch )

Dp 4-1/2 16.6 lb/ft ----- ID = 3.826 inch


2

FPC = { ( 4.5

2
- 3.826

) x 0.7854 } x 2500

= 4.407 x 2500
= 11017.5

TABEL DRILL PIPE STRETCH


OD
inch

NOMINAL
WEIGHT
Lb/ft

2-3/8

4.68
6.65

2-7/8

ID
inch

wall
area
sq inch

stretch
constant
in/klbs/1000 ft

Free point
constant

1.995
1.815

1.304
1.843

0.3068
0.2170

3260.0
4607.7

6.85
10.40

2.241
2.151

1.812
2.858

0.2208
0.1399

4530.0
7145.0

3-1/2

9.50
13.30
15.50

2.992
2.764
2.602

2.590
3.621
4.304

0.1544
0.1105
0.0929

6475.0
9052.5
10760.0

4.0

11.85
14.00

3.476
3.340

3.077
3.805

0.1300
0.1051

7692.5
9512.5

4-1/2

13.75
16.60
18.10
20.00

3.958
3.826
3.754
3.640

3.600
4.407
4.836
5.498

0.1111
0.0907
0.0827
0.0727

9000.0
11017.5
12090.0
13745.0

5.0

16.25
19.50

4.408
4.276

4.374
5.275

0.0914
0.0758

10935.0
13187.5

5-1/2

21.90
24.70

4.778
4.670

5.828
6.630

0.0686
0.0603

14570.0
16575.0

6-5/8

25.20

5.695

6.526

0.0613

16315.0

3.22. PRESSURE LOSS


Merupakan kehilangan tekanan selama perjalanan Lumpur dari mud pump sampai flow line.
Pada tempat tempat tertentu terjadi kehilangan tekanan yang disebabkan adanya gaya friksi
antara Lumpur dan permukaan yang dilewati Lumpur. Pressure loss ( kehilangan tekanan) terjadi
pada :
1. Drill string ( Drill Pipe, Heavy Weight Drill Pipe dan Drill Collar )
2. Annulus Surface Line
3. Bit / Nozzle
4. Surface Line
5. Mud Motor & MWD ( directional well )
Pressure loss dipengaruhi oleh Properti Lumpur terutama Sg/MW, Pv dan Yp, Flow rate, Annulus
Velocity, dan Diameter pipa. Jumlah total Pressure loss akan sama/mendekati besarnya
pressure pompa ( Stand pipe pressure ).

3.22.1. PIPE PRESSURE LOSS


Aliran dalam pipa dan Jet nozz turbulent ( Smith trool )

0.18
0.0000765 x Pv

0.82
x MW

1.82
x

Pipa Press Loss =

psi
4.82
ID

MW ( mud weght) = ppg


Q ( Flow rate ) = gpm
ID ( Inside Diameter of pipe) = inch
L (Length of pipe) = ft
Pv (Plastic Viscosity)
Yp (Yeld Point)

3.22.2. ANNULUS PRESSURE LOSS


Aliran dalam annulus DC dan DP Laminar ( Beck, Nuns and Dunn )

Yp

Ann Press loss =

An Vel x L x Pv
+

psi

225 ( Dh Dp )
1500 ( Dh -

L ( Length of Annulus) = ft
An Vel (Annulus velocity) = ft/sec
Dh (Diameter hole) = Inch
Dp (Diameter Pipe ) = inch
Pv (Plastic Viscosity)
Yp (Yeld Point)

2
Dp )

PLASTIC VISCOSITY/YELD POINT


PV = Fann 600 reading - Fann 300 reading
YP = Fann 300 reading - PV

Fann600 reading = 2 PV + YP
Fann300 reading = PV + YP

Turbulence system
-7
1.4327 x 10

2
x MW x L x AnnVel

Ann Press Loss =


Dh - Dp

3.22.3. BIT PRESSURE LOSS


Tujuan pemrograman hidraulika adalah pengoptimisasian press loss di bit, dengan harapan
didapatkan laju pemboran yang optimum. Karena pada dasarnya tekanan pompa untuk
mengimbangi kehilangan tekanan (press loss) akibat friksi Lumpur dengan didinding pipa yang
tidak menghasilkan apa-apa.
2
Q

x MW

Bit Press Loss =

psi
2
10863.1 x Nozz Area

3.22.4. SURFACE EQUIPMENT PRESSURE LOSS


Kehilangan tekanan pada sambungan/peralatan di permukaan biasa terjadi di stand pipe, rotary
house, swivel dan Kelly. Penentuan hilang tekanan di permukaan cukup sulit karena tergantung
dari demensi dan geometri dari sambungan/peralatan permukaan. Peralatan permukaan terbagi
menjadi 4 (empat) type yang menunjukkan demensi dari Drill pipe, Kelly, rotary hose dan swivel.
Ada beberapa rumus untuk menentukan Surface equipment press loss.
1.86
Surf Press Loss = C x MW x ( 0.01 x Q )

psi

( Norton J Laperous1992)

C ( Friction Factor for type of surface equipment) = constanta


MW ( Mud Weight ) = ppg
Q (Flow rate) = gpm

Type of surface eqpt

1
2
3
4

1.0
0.36
0.22
0.15

0.8
Surf Pres Loss = E x MW

1.8
x Q

0.2
x PV

psi

Surface eqpt Stand pipe Rotary hose swivel


Type
length ID
length ID length ID
Ft
inc
ft
inc
ft
inc

( Rudi Rubiandini 2002 )

kelly
length ID
ft
inc

40

40

2.0

2.0

40

2.25

40

3.5

55

2.5

2.5

40

3.25

45

4.0

55

3.0

2.5

40

3.25

45

4.0

55

3.0

3.0

40

4.00

Rumus praktis

Surf Press Loss = Kl x Kr x 0.1 MW psi ( Rudi Rubiandini 2002 )


Kl = Koefisien loss ( lihat tabel )
Kr = Koefisien rate ( lihat tabel )

E
imperial unit
-4
2.5 x 10
-5
9.6 x 10
-5
5.3 x 10
-5
4.2 x 10

Contoh Perhitungan :
Data :
Well KRB-02 (KarangBaru Sukra)
Depth
Bit size / OH
Sg/MW
PV
YP
Flow Rate

: 3340 m / 10958.5 ft
: 6
: 1.45 / 12.08 ppg
: 21
: 24
: 300 gpm

Shoe liner 7
Top Liner 7
ID liner 7
ID cag 9-5/8

: 2975 m
: 2318 m
: 6.184 inch
: 8.838 inch

ID/OD DC 4-3/4 : 2 / 4.75


ID/OD DP 3-1/2 : 2.56 / 3.5
ID/OD DP 5
: 4.276 / 5
Length of DC 4-3/4 : 95 m / 311.7 ft
Length of DP3.5 : 1427 m / 4682 ft
Length of DP 5
: 1818 m / 5964 ft
Nozz : 30 x 30 x 30
TFA : 2.07087 inch square

Panjang Annulus
DP 5 Csg 9-5/8 = 1818 m / 5964.9 ft

DP 3.5 Csg 9-5/8 = 500 m / 1640.5 ft

Top liner 7
@ 2318 m

Shoe Csg 9-5/8


@ 2346 m

DP 3.5 Liner 7 = 657 m / 2155.6 ft

Shoe liner 7
@ 2975 m
DP 3.5 - OH = 270 m / 885.9 ft

DC 4.75 - OH = 95 m / 311.7 ft

Depth 3340 m

PERHITUNGAN :

Annular Velocity :
2
2
DC 4-75 OH = ( 24.5 x 300 ) / ( 6 - 4.75 ) = 547.2 ft/min /

9.12 ft/s

2
2
DP 3.5 OH = ( 24.5 x 300 ) / ( 6 - 3.5 ) = 309.6 ft/min / 5.16 ft/s
2
2
DP 3.5 Liner 7 = ( 24.5 x 300 ) / ( 6.184 - 3.5 ) = 282.9 ft/min / 4.71 ft/s
2
2
DP 3.5 Csg 9-5/8 = ( 24.5 x 300 ) / ( 8.838 - 3.5 ) = 111.6 ft/min / 1.86 ft/s
2
2
DP 5 Csg 9-5/8 = ( 24.5 x 300 ) / ( 8.838 - 5 ) = 138.4 ft/min / 2.31 ft/s

Annulus Press loss :


311.7 x 24
DC 4.75 OH =

9.12 x 311.7 x 21
+

= 52.07 psi
2

225 ( 6 4.75 )

1500 ( 6 - 4.75 )

885.9 x 24
DP 3.5 OH =

5.16 x 885.9 x 21
+

225 ( 6 3.5 )

2155.6 x 24
DP 3.5 Liner 7 =

= 46.68 psi

1500 x ( 6 - 3.5 )

4.71x 2155.6 x 21
+

= 105.42 psi
2

225 ( 6.184 3.5 )

1500 x ( 6.184 - 3.5 )

Dengan cara yang sama


DP 3.5 Csg 9-5/8 = 34.28 psi
DP 5 Csg 9-5/8 = 178.86 psi
Total Press loss Annulus = 52.07 + 46.86 + 105.42 + 34.28 + 178.86 = 417.3 psi

PIPE PRESS LOSS

0.18
0.82
1.84
0.0000765 X 21
X 12.08
X 300
X
DC 4.75 =

311.7
= 363.11 psi

4.82
2

0.0000765 X 21

0.18
0.82
1.84
X 12.08
X 300
X

4682

DP 3.5 =

= 1659.5 psi
4.82
2.56
0.18
0.82
1.84
0.0000765 X 21
X 12.08
X 300
X

5964.9

DP 5 =

= 178.35 psi
4.82
2.56

Total Pipe Press loss = 363.11 + 1659.5 + 178.35 = 2200.96 psi

BIT PRESS LOSS


2
300 x

12.08

Bit Press Loss =

= 23.33 psi
2
10863.1 x 2.0708

SURFACE PRESS LOSS


1.86
Surface Loss = 0.22 x 12.08 x ( 0.01 x 300 )

= 20.5 psi

(Surface eqpt type 3 )

Total Press Loss = 417.3 + 2200.96 + 23.33 + 20.5 = 2661.8 psi

58

3.23. TRIP MARGIN


Perkiraan penambahan Sg / MW Lumpur setelah killing dari kejadian kick

Yp x 0.085
TRIP MARGIN =

ppg

Dh : Diameter hole (inch)


Dp : Pipe out side diameter (inch)

( Dh Dp )

Contoh :

Yp of mud = 14
Hole diameter = 12-1/4
Pipe out side diameter : 5

Trip Margin = ( 14 x 0.085 ) / ( 12.15 5 ) = 0.164 ppg

3.24. WOB MAXIMUM DRILLING


Weigh on Bit max yang diperbolehkan saat drilling adalah setara dengan berat Drill Collar dan
Heavy Weight terkoreksi Bouyancy.

Stright Hole ( lobang tegak )


Max WOB = ( Weight of DC + HW ) x Bouyancy Factor

Klbs

Directional Hole
Max WOB = ( Weight of DC + HW ) x Bouyancy Factor x Cos inclination

Klbs

3.25. KEDALAMAN WASH OUT

Penentuan kedalaman kebocoran pipa dapat diperkirakan dengan perhitungan sebagai berikut:
Metode 1.
Pompakan material plug kedalam drill pipa, amati pada stroke ke berapa mulai terjadi kenaikan
pressure.

Depth wash out (ft) = ( tot stroke x pump out put (bbls/strk) ) : drill pipe capacity (bbls/ft)

Metode 2.
Pompakan material ke dalam drill string hingga menembus wash pipe dan naik ke annulus
sampai ke shaker. Catat total stroke saat material keluar ke shale shaker. Material haruslah
mudah terlihat mis cat warna cerah atau butiran jagung tumbuk/beras. Atau yang mudah
terdetaksi oleh gas detector mis carbide .

59

Depth wash out (ft) = ( tot stroke x pump out put ) : (drill pipe capacity + Ann capacity)
Pump out put
Drill pipe cap
Annulus cap

bbls/strk
bbls/ft
bbls/ft

3.26. CEK/KORAKSI DIAMETER LOBANG


Cek diameter lobang biasanya dilakukan sebelum penyemenan atau untuk koreksi perhitungan
Lag depth/Lag time. Idealnya dilakukan setiap kemajuan 200 300 m untuk koraksi perhitungan
Lag depth/Lag time. Caranya adalah dengan memasukkan carbibde atau butiran beras/jagung
tumbuk, catat total stroke saat butiran beras keluar. Jika menggunakan carbide catat saat gas
naik melebihi background gas ( kondisi tidak ada connection gas atau kondisi background gas
tinggi).
Selisih antara total stroke saat material keluar dengan total stroke teoritis surface to surface (
complete circulation) dikonversikan ke volume (bbls) merupakan efek perbesaran diameter
lobang.
Contoh :

Hole Depth
: 1500 m
Csg Shoe 9-5/8 at
: 1300 m
Ukuran bit
: 8-1/2
Length Open hole 8-1/2 : 200 m ( 656.2 ft )
Total stroke teoritis Surface-surface : 2600 stroke
Real tot stroke saat cek carbide
: 2750 stroke
Cap pompa : 0.0833 bbls/stroke ( eff 97 %)

Perhitungan :
Exess stroke : 150 stroke
Exess volume : 150 x 0.0833 = 12.49 bbls
Volume open hole tanpa pipa = (8.5 x 8.5 x 656.2) / 1029.4 = 46.056 bbls
Setelah di cek ternyata volume open hole menjadi 46.05 + 12.49 = 58.54 bbls

Diameter lobang =
(rata-rata)

( Hole Vol x 1029.4 ) / length OH

( 58.54 x 1029.4 ) / 656.2

= 9.58 inch

Hole vol
: bbls
Length hole : ft

3.27. MINIMUM CIRC STROKE HOLE CLEAN FOR DIRECTIONAL HOLE

Minimum Total stroke sirkulasi agar bersih lobang untuk sumur berarah

Total Adjust MD x Bottoms-Up stroke


Min Circ Strk =
Measure Depth (MD)
(TRUE Was compiled specifically to assist the rig team in The Reduction of Unscheduled Events)

Total Adjust = well bore section by angle interval x circ strk factor ( CSF)

Minimum Circulating Stroke Factor ( CSF ) to clean hole


Hole Size
Angle Interval

26

17-1/2 16

12-1/4

8-1/2

0 - 35

2.0

1.7

1.4

1.4

35 55

2.5

2.5

1.8

1.6

55

----

3.0

2.0

1.7

Contoh perhitungan:
Measure depth : 13,000 ft
Hole size 12.6 ( csg 13-3/8) 12.25
Interval kedalaman dan sudut : 0 4,500 ft
sudut 0 35 deg
4,500 6,500 ft sudut 35 55 deg
6,500 13,000 ft sudut > 55 deg
Bottoms up strokes = 15,000 stroke

Total Adjust MD = ( sec #1 x CSF ) + ( sec#2 x CSF) + ( sec#3 x CSF)


= (4,500 x 1.4 ) + ( 2,000 x 1.8) + ( 6,500 x 2 )
=
6,300 + 3,600 + 12,000
= 22,900

22,900 x 15,000
Min Circ Stroke =
13 000
= 26,423 strokes