Anda di halaman 1dari 11

Oleh :

Sutrisno Hadi Purnomo

Logika dan Proposisi


Logika merupakan dasar dari semua penalaran
(reasoning). Penalaran didasarkan pada hubungan antara
pernyataan (statement). Proposisi yaitu pernyataan atau
kalimat deklaratif yang bernilai benar atau salah tetapi
tidak keduanya.
Contoh 1:
Gajah lebih besar dari tikus
Apakah ini sebuah pernyataan ? Ya
Apakah ini sebuah proposisi ? ya
Apakah nilai kebenaran dari proposisi ini ? Benar.

Logika dan Proposisi


Contoh 2:
520<111
Apakah ini sebuah pernyataan ? ya
Apakah ini sebuah proposisi ? ya
Apakah nilai kebenaran dari proposisi ini ? Salah.
Contoh 3:
Y> 5
Apakah ini sebuah pernyataan ? Ya
Apakah ini sebuah proposisi ? Tidak
Nilai kebenaran dari pernyataan tersebut bergantung
pada Y, tapi nilainya belum ditentukan.

Logika dan Proposisi


Contoh 4:
Semua pernyataan di bawah ini adalah proposisi.
13 adalah bilangan ganjil
1+1=2
8 akar kuadrat dari 8+8
Ada monyet di bulan
Hari ni adalah hari rabu
Untuk sembarang bilangan bulat n0, maka 2n adalah bilangan genap.
X+Y=Y+X untuk setiap X dan Y bilangan riil.
Contoh 5:
Semua pernyataan dibawah ini bukan proposisi.
Jam berapa kereta api Argabrama tiba di Gambir?
Isilah gelas itu dengan air
X+3=8
X>3.
Kesimpulan :Proposisi adalah kalimat berita.

Fungsi Proposisi
Pernyataan jenis ini kita sebut sebagai fungsi proposisi
atau kalimat terbuka.
Contoh 1:
Sekarang tahun 2008 dan 55<5
Apakah ini sebuah pernyataan ? Ya
Apakah ini sebuah proposisi ? Ya
Apakah nilai kebenaran dari pernyataan ini ? Salah.
Apakah nilai kebenaran dari proposisi ini ? Salah.
Contoh 2:
Tolong untuk tidak tidur selama kuliah
Apakah ini sebuah pernyataan ? Tidak
Ini adalah sebuah permintaan.
Apakah ini sebuah proposisi ? Tidak
Hanya pernyataanlah yang bisa menjadi proposisi.

Penggolongan Logika
Logika menurut The Liang Gie (1980) dapat

digolongkan menjadi lima macam, yaitu;


I. Logika Makna Luas dan Logika Makna Sempit
II. Logika Deduktif dan Logika Induktif
III. Logika Formal dan Logika Material
IV. Logika Murni dan Logika Terapan

V. Logika Filsafati dan Logika Matematik

Penggolongan Logika
I. Logika Makna Luas dan Logika Makna Sempit
Menurut John C. Cooley, The Liang Gie membagi
logika dalam arti yang luas dan dalam arti yang
sempit.
Dalam arti sempit, istilah dimaksud dipakai searti
dengan logika deduktif atau logika formal.
Dalam arti yang lebih luas, pemakaiannya mencakup
kesimpulan dari pelbagai bukti dan bagaimana systemsistem penjelasan disusun dalam ilmu alam serta
meliputi juga pembahasan mengenai logika itu sendiri.

Penggolongan Logika
II. Logika Deduktif dan Logika Induktif
Logika deduktif adalah ragam logika yang mempelajari
asas penalaran yang bersifat deduktif, yakni suatu
penalaran yang menurunkan kesimpulan sebagai
keharusan dari pangkal pikirannya sehingga bersifat
betul menurut bentuknya saja.
Logika induktif merupakan suatu ragam logika yang
mempelajari asas penalaran yang betul dari sejumlah
sesuatu yang khusus sampai pada suatu kesimpulan umum.
Penalaran yang demikian ini digolongkan sebagai induksi.
Induksi merupakan bentuk penalaran atau penyimpulan
yang berdasarkan pengamatan terhadap sejumlah hal
kecil, atau anggota sesuatu himpunan, untuk tiba pada
suatu kesimpulan yang diharapkan berlaku umum untuk
semua hal.

Penggolongan Logika
III. Logika Formal dan Logika Material
Logika formal mempelajari asas, aturan, atau hukum
berfikir yang harus ditaati, agar orang dapat berfikir
dengan benar dan mencapai kebenaran. Logika formal
dinamakan orang dengan logika minor, sedangkan logika
material dinamakan orang logika mayor.
Logika material mempelajari langsung pekerjaan akal,
serta menilai hasil logika formal dan mengujinya dengan
kenyataan praktis yang sesungguhnya. Logika material
mempelajari sumber dan asal pengetahuan, alat
pengetahuan, proses terjadinya pengetahuan, dan
akhirnya merumuskan metode ilmu pengetahuan itu
sendiri.

Penggolongan Logika
IV. Logika Murni dan Logika Terapan
Logika murni merupakan suatu pengetahuan mengenai
asas dan aturan logika yang berlaku umum pada semua
segi dan bagian dari pernyataan tanpa mempersoalkan
arti khusus dalam sesuatu cabang ilmu dari istilah yang
dipakai dalam pernyataan dimaksud.
Logika terapan merupakan pengetahuan logika yang
diterapkan dalam setiap cabang keilmuan, bidang
filsafat, dan juga dalam pembicaraan yang
mempergunakan bahasa sehari-hari. Sesuatu logika
terapan dari ilmu yang bersangkutan, seperti logika
ilmu hayat bagi biologi, dan logika sosiologi bagi
sosiologi.

Penggolongan Logika
V. Logika Filsafati dan Logika Matematik
Logika filsafati dapat digolongkan sebagai suatu
ragam atau bagian logika yang masih berhubungan erat
dengan pembahasan dalam bidang filsafat, misalnya
logika kewajiban dengan etika atau logika arti dengan
metafisika.
Logika matematik merupakan suatu ragam logika
yang menelaah penalaran yang benar dengan
menggunakan metode matematik serta bentuk
lambang yang khusus dan cermat untuk
menghindarkan makna ganda atau kekaburan yang
terdapat dalam bahasa biasa.