Anda di halaman 1dari 9

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan
peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid
yang utama adalah kenaikan kadar kolestrol total, kolestrol LDL, trigliserida serta
penurunan kadar kolestrol HDL.1

B. Klasifikasi
Berikut beberapa klasifikasi profil lipid menurut berbagai sumber:

Gambar 1. American Diabetes Association 2014.4

Gambar 2. National Cholesterol Education Program ATP III Guidelines.5

Gambar 3. NCEP ATP III Classification of Serum Triglycerides.5

Gambar 4. Kriteria Klinis pada Sindrom Metabolik.5

C. Penatalaksanaan
Mengacu pada NCEP ATP III maka sasaran kadar kolestrol LDL
disesuaikan dengan banyaknya faktor risiko yang dimiliki seseorang. Berikut
kategori risiko berdasarkan banyaknya faktor risiko:6,7

Gambar 4. Faktor Risiko Penyakit Arteri Koroner.

6
Pada kondisi dislipidemia terdapat penatalaksanaan farmakologis dan non
farmakologis. Tatalaksana non farmakologis terdiri dari nutrisi medis, aktivitas
fisik, menghindari rokok, menurunkan berat badan dan menghentikan konsumsi
alkohol.1
1. Tatalaksana Non Farmakologis
-

Nutrisi Medis
Perlu dilakukan anamnesis nutrisi, pengukuran status nutrisi dan
diagnosis nutrisi. Pada pasien dengan kadar kolestrol total atau
kolestrol LDL tinggi maka perlu dikurangi asupan lemak total dan
lemak jenuh serta meningkatan asupan lemak tidak jenuh rantai
tunggal dan ganda. Pada pasien dengan kadar trigliserida tinggi maka
dikurangi asupan karbohidrat, alcohol dan lemak. Perlu diketahui
bahwa tempe adalah sumber protein nabati yang baik dan murah serta
dapat menurunkan kadar kolestrol total, trigliserida dan juga
meningkatkan kadar kolestrol HDL.1,6

Aktifitas Fisik
Prinsipnya, pasien dianjurkan untuk meningkatkan aktivitas fisik
sesuai dengan kondisi dan kemampuan. Semua jenis aktivitas fisik
bermanfaat untuk pasien, misal jalan kaki, mengerjakan pekerjaan
rumah tangga dsb. Dari beberapa penelitian terbukti bahwa aktifitas
fisik yang teratur dapat meningkatkan kadar kolestrol HDL dan apoA1
dan menurunkan kadar kolestrol LDL dan kolestrol trigliderida,
meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki toleransi glukosa,

7
meningkatkan kebugaran serta menurunkan berat badan. Berhenti
beraktivitas dapat menurunkan kadar kolestrol HDL dalam beberapa
bulan.1,6,7
Setelah 6 minggu menjalani terapi non farmakologis dilakukan
evaluasi ulang, bila belum sesuai dengan target kadar kolestrol LDL
maka perlu ditingkatkan kegiatan terapi non farmakologis sembari
dievaluasi ada atau tidak penyebab

dislipidemia sekunder untuk

segera diatasi. Kemudian 6 bulan setelahnya dieveluasi ulang, bila


belum tercapai target kolestrol LDL maka ditambahkan terapi
farmakologis

dengan

tetap kegiatan

terapi

non farmakologis

dilanjutkan.1
2. Tatalaksana Farmakologis
Saat ini dikenal 6 jenis obat yang dapat memperbaiki profil lipid
serum yaitu golongan statin, resin, fibrat, asam nikotinat, asam lemak
omega 3 dan ezetimibe. Selain obat tersebut, saat ini telah ada obat
kombinasi obat penurun lipid dalam satu tablet seperti Advicor (lofastatin
dan niaspan) dan Vytorin (simvastatin dan ezetimibe).6,7
-

Bile acid sequestrans


Terdapat 3 jenis bile acid sequestrans yaitu kolestiramin,
kolestipol dan kolesevelam. Golongan ini mengikat asam empedu
dalam usus. Hal ini berakibat peningkatan konversi kolestrol menjadi
asam empedu di hati sehingga kandungan kolestrol dalam sel hati
menurun. Selain itu, akibatnya dapat berupa peningkatan aktifitas

8
resptor LDL dan sintesis kolestrol intrahepatik. Total kolestrol dan
kolestrol LDL menurun tapi kolestrol HDL tetap atau meningkat
sedikit. Pada pasien hipertrigliseridemia obat ini dapat menurunkan
trigliserida dan menurunkan kolestrol HDL. Obat ini tergolong kuat
dengan efek samping ringan. Efek samping berupa keluhan
gastrointestinal yaitu kembung, konstipasi, sakit perut dan perburukan
hemoroid.6,7

HMG- CoA Reduktase Inhibitor


Saat

ini

telah

terdapat

jenis

yaitu,

lofastatin,

simvastatin,pravastatin, fluvastatin, atrovastatin dan rosuvastatin.


Golongan ini menghambat kerja enzim HMG CoA reductase yaitu
suatu enzim di hati yang berperan pada sintesis kolestrol. Selain itu
akan terjadi peningkatan reseptor LDL pada permukaan hati sehingga
kolestrol LDL di darah akan ditarik ke hati. Efek samping berupa nyeri

9
musculoskeletal, nausea, vomitus, nyeri abdominal, konstipasi dan
flatulen. Makin tinggi dosis statin maka makin besar terjadinya efek
samping.6,7

Derivat asam fibrat


Terdapat 4 jenis yaitu gemfibrozil, fenofibrat, bezafibrat dan
ciprofibrat. Golongan ini mempunyai efek meningkatkan aktivitas
lipoprotein

lipase,

menghambat

produksi

VLDL

hati

dan

meningkatkan aktifitas reseptor LDL. Golongan ini mengaktifkan


enzim lipoprotein lipase yang memecah trigliserida. Selain itu, dapat
meningkatkan kolestrol HDL. Efek samping jarang, yang tersering
gangguan gastrointestinal, peningkatan transaminase, reaksi alergi
kulit serta miopati.6,7

10
-

Asam nikotinik
Golongan ini diduga menghambat enzim hormone sensitive
lipase di jaringan adipose yang mana dapat mengurangi jumlah asam
lemak bebas. Diketahui bahwa sebagian asam lemak bebas dalam
darah akan ditangkap oleh hati dan akan menjadi sumber pembentukan
VLDL. Bila sintesis VLDL di hati turun maka akan ada penurunan
kadar trigliserida dan juga kolestrol LDL di plasma. Selain itu
golongan ini dapat meningkatkan kolestrol HDL . oleh karena dapat
menurunkan trigliserida dan kolestrol LDL serta meningkatkan
kolestrol HDL maka golongan ini disebut pula dengan broad spectrum
lipid lowering agent. Efek samping paling sering yaitu flushing,
perasaan panas di muka dan badan. Untuk menghindari efek samping
tersebut maka dimulai dengan dosis rendah yaitu 375 mg/hari
kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga dosis maksimal 15002000 mg/hari. Hasil yang sangat baik bila dikombinasikan dengan
golongan statin.5,6

Ezetimibe
Ezetimibe merupakan obat pertama yang dipasarkan dari
golongan obat penghambat absorpsi kolestrol, secara selektif,
menghambat absorpsi kolestrol dari lumen usus halus ke enterosit.
Golongan ini tidak mempengaruhi absorpsi trigliserida, asam lemak,
asam empedu atau vitamin yang larut lemak (A, D, E dan dan
karoten). Kombinasi dengan golongan statin meningkatkan efek

11
penurunan LDL. Ezetimibe 10 mg dan atorvastatin 10 mg sama
efektifnya dengan pemberian atorvastatin 80 mg. Efek samping bila
diberi tunggal adalah sakit kepala, sakit perut dan diare.6,7

Berikut tabel ringkasan obat untuk pengelolaan dislipidemia: