Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

PELUANG

Disusun oleh :
Nama : Efri Firman Azizi
NIM : 1301070036
Prodi : Pendidikan Biologi

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2014

22 oktober 2014
Peluang
A. Tujuan
a. Mempelajari dan memahami teori peluang genetika.
b. Mengetahui peluang yang diperoleh pada pelemparan 100X koin (uang logam).
c. Mengetahui peluang yang terjadi pada benik genetika dengan satu sifat beda untuk
membuktikan hukum mendel I.
d. Mengetahui peluang yang terjadi pada benik genetika dengan dua sifat beda untuk
membuktikan hukum mendel II.
e. Dapat menghitung data peluang yang diperoleh dengan menggunakan analisis chikuadrat.
B. Dasar Teori
Teori kemungkinan adalah dasar dalam menentukan nisbah dari tiap-tiap persilangan
dengan genotipe yang berbeda. penggunaan teori 9n memungkinkan kita dalam menduga
sebuah kemungkinan yang diperolehnya dari suatu hasil persilangan tersebut.
Kemungkinan peristiwa yang diharapkan ialah perbandingan antara peristiwa yang
diharapkan dengan segala peristiwanya yang dapat terjadi terhadap suatu objek. Dalam
bahasa inggris kemungkinan ialah probability.
Peluang suatu kejadian merupakan angka yang menunjukkan kemungkinan adanya suatu
kejadian. Nilai Peluang tersebut antara 0 dan 1. Kejadian yang nilai peluangnya 1 merupakan
kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang sudah terjadi. Contohnya matahari akan terbit
dari arah barat pada saat Kiamat. Sedangkan suatu kejadian yang nilai peluangnya 0
merupakan suatu kejadian yang mustahil terjadi atau tidak mungkin terjadi. Contoh dari
peluang ini adalah ayam termasuk hewan Ovovivivar karena bertelur dan melahirkan. Untuk
mengevaluasi suatu hipotesis genetika perlu melakukan suatu uji yang bisa mengubah deviasi
dari nilai diharapkan menjadi peluang dari ketdaksamaan yang terjadi oleh peluang.
Apabila benda atau objek yang diamati adalah uang logam berupa uang Rp.500, dan kita
akan mengetahui peluang yang terjadi pada uang itu dimana peluang munculnya gambar dan
angka masing-masing adalah 50%. Untuk mengetahui kebenaran peluang munculnya gambar
dan angka ini adalah 1:1 dengan cara melempar uang logam tersebut ke atas sebanyak 100X
dan melihat kejadian yang muncul pada uang itu.
Apabila kita ingin membuktikan hukum mendel I dan II, dapat dilakukan menggunakan
benik-benik genetika, Pada persiangan monohibrid, diibaratkan benik berwarna merah adalah
tumbuhan tinggi dan benik berwarna hijau adalah pendek. Peluang munculnya keturunan F2
adalah 3:1. Tumbuhan tinggi mempunyai gen T dominan, dan tumbuhan pendek t resesif,
apabila kita akan menyilangkan tumbuhan tinggi (TT) dengan pendek (tt) maka akan
menghasilkan tumbuhan tinggi (Tt), setelah itu keturunan F1 disilangkan dengan sesamanya

akan menghasilkan F2 yaitu 3 tumbuhan Tinggi (TT,Tt,Tt) dan 1 tumbuhan pendek (tt),
dengan hasil tersebut maka peluang yang terjadi pada persilangan monohibrid adalah 3:1.
Apabila kita ingin membuktikan hukum mendel II pada persilangan dihibrid, dapat
dilakukan pula dengan menggunakan benik-benik genetika, diibaratkan benik berwarna
merah ialah Gen yang menyebabkan warna merah (M) dan benik berwarna putih diibaratkan
sebagai gen yang menyebabkan warna putih (m). gen M dominan terhadap gen m.
Diibaratkan pula benik berwarna kuning sebagai panjang dan benik hijau diibaratkan pendek.
Apabila kita menyilangkan merah panjang (MMPP) dan putih pendek (mmpp) maka akan
didapat keturunan F1 Merah panjang (MmPp) kemudian F1 disilangkan dengan sesamanya
dan menghasilkan keturunan F2 yaitu 9 Merah Panjang, 3 Merah Pendek, 3 Putih Panjang, 3
Putih Panjang dan 1 Putih Pendek, dengan hasil tersebut maka peluang yang terjadi pada
dihibrid sesuai dengan hukum mendel II yaitu ( 9 : 3 : 3 : 1 )
C. Alat dan Bahan
o Uang logam Rp. 500
o 20 pasang benik merah
o 20 pasang benik putih
o 20 pasang benik kuning
o 20 pasang benik hijau
D. Cara Kerja
1. Peluang Koin
1. Menyiapkan mata uang logam berupa uang logam Rp.500 dengan sisi bergambar sebagai
parental jantan, dan sisi yang berangka sebagai parental betina.
2. Melempar uang logam tersebut ke atas dan menangkapnya dengan tangan.
3. Setelah uang ditangkap kemudian melihat uang tersebut yang berada ditangan lalu
mencatat hasil dari kemungkinan yang terjadi (muncul gambar atau angka).
4. Membuat tabel kemungkinan yang telah terjadi.
5. Menghitung peluang koin (uang logam) dengan menggunakan analisis chi-kuadrat.
6. Membuat kesimpulan dari percobaan peluang koin tersebut.
2. Monohibrid
1. Menyiapkan 20 pasang benik berwarna merah dan 20 pasang benik berwarna hijau.
2. Memisahkan pasangan benik genetika berwarna merah dan benik berwarna hijau.
3. Menyiapkan 2 buah wadah berupa gelas plastik.
4. Memasukan benik berwarna merah ke dalam gelas I dan benik berwarna hijau ke dalam
gelas II.
5. Mengambil benik merah dan benik hijau kemudian benik tersebut dipasangkan, benik
berwarna merah dan hijau tersebut diumpamakan sebagai F1.

6. Kemudian benik-benik tersebut dipisahkan kembali lalu 10 pasang benik berwarna merah
dan 10 pasang benik hijau dimasukan ke dalam gelas I dan 10 pasang benik merah dan 10
pasang benik hujau dimasukan ke dalam gelas II.
7. Mengambil benik satu buah dari gelas I dan satu buah dari gelas II dengan mata tertutup
8. Kemudian memasang-masangkan benik-benik tersebut dan hasilnya tersebut.
diumpamakan sebagai F2.
9. Mencatat hasil dari peluang monohibrid tersebut.
10. Membuat tabel dari hasil tersebut dan menghitung hasilnya menggunakan analisis chikuadrat.
11. Membuat kesimpulan tentang kesesuaian hasil dengan teori hukum mendel I.
3. Dihibrid
1. Menyiapkan masing-masing 20 pasang benik berwarna merah, putih, kuning, hijau
2. Menyiapkan 4 buah wadah berupa gelas plastik.
3. Memisahkan 20 pasang benik-benik tersebut.
4. Mengambil parental jantan diumpamakan jantan tersebut sepasang benik merah dan
sepasang benik kuning (Merah Panjang) dan parental betina sepasang benik putih dan
sepasang benik hijau (Putih pendek).
5. Mengambil empat buah benik dengan warna yang berbeda dan benik2 tersebut dianggap
sebagai F1 (Merah panjang heterozigot).
6. Menyilangkan F1 dengan cara Menaruh masing-masing 10 pasang benik merah dan putih
ke dalam gelas I dan gelas II kemudian menaruh masing-masing 10 pasang benik kuning
dan hijau ke dalam gelas III dan IV.
7. Mengambil satu benik di gelas I dan II kemudian dipasangkan, lalu mengambil satu benik
di gelas III dan IV, 4 buah benik tersebut dianggap sebagai F2.
8. Mencatat hasil dari peluang dihibrid tersebut.
9. Membuat tabel dari hasil tersebut dan menghitungnya dengan menggunakan analisis chikuadrat.
10. Membuat kesimpulan tentang kesesuaian hasil dengan teori hukum mendel II.
E. Hasil Pengamatan
1. Peluang Koin
Betina = Angka
Jantan = Gambar
Perbandingan dengan menggunakan analisis chi-kuadrat
Ho = Data yang diperoleh mempunyai ratio Angka : Gambar = 1 : 1
Ha = Data yang diperoleh tidak mempunyai ratio Angka : Gambar = 1 : 1

Jumlah individu yang diamati (ft)

Angka
48

Gambar
52

Jumlah
100

Jumlah individu yang diharapkan (Ft)

50

50

Dengan derajat kebebasan (dk) : K-1 = 2-1 = 1

= 0.16

Jika dibandingkan dengan tabel chi-kuadrat maka hasil tersebut lebih kecil dibandingkan
dengan tabel, sehingga hipotesis tersebut diterima.
2. Monohibrid
Merah = Panjang (P)
Hijau = Pendek (p)
Perbandingan dengan menggunakan analisis chi-kuadrat
Ho = Data yang diperoleh mempunyai ratio Panjang : Pendek = 3 : 1
Ha = Data yang diperoleh tidak mempunyai ratio Panjang : Pendek = 3 : 1

Jumlah individu yang diamati (ft)


Jumlah individu yang diharapkan (Ft)

Panjang
27
30

Dengan derajat kebebasan (dk) : K-1 = 2-1 = 1

Pendek
13
10

Jumlah
40

= 0.3 + 0.9 = 1.2


Jika dibandingkan dengan tabel chi-kuadrat maka hasil tersebut lebih kecil dibandingkan
dengan tabel, sehingga hipotesis tersebut diterima, artinya persilangan tersebut sesuai
dengan hukum mendel I.
Bagan Persilangan
P = PP x pp
F1 = Pp x Pp
F2 =
1. PP
2. Pp
3. Pp
4. pp
Jadi Panjang : Pendek = 3 : 1.
3. Dihibrid
Merah = Merah (M)
Putih = Putih (m)
Kuning = Panjang (P)
Hijau = Pendek (p)
Perbandingan dengan menggunakan analisis chi-kuadrat
Ho = Data yang diperoleh mempunyai ratio Merah Panjang : Merah Pendek : Putih
Panjang : Putih Pendek = 9 : 3 : 3 : 1

Ha = Data yang diperoleh tidak mempunyai ratio Merah Panjang : Merah Pendek : Putih
Panjang : Putih Pendek = 9 : 3 : 3 : 1
Merah
Merah
Putih
Putih
Jumlah
Panjang
Pendek
Panjang Pendek
Jumlah individu yang
21
10
7
2
40
diamati (ft)
Jumlah individu yang
22.5
7.5
7.5
2.5
diharapkan (Ft)
Dengan derajat kebebasan (dk) : K-1 = 4-1 = 3

= 0.1 + 0.833 + 0.033 + 0.1


= 1.066
Jadi dibandingkan dengan table chi-kuadrat, maka hasil tersebut lebih kecil dibandingkan
dengan tabel, sehingga menerima hipotesis nol pada taraf kepercayaan 95%. Artinya
persilangan tersebut sesuai dengan hukum mendel II.
Bagan Persilangan
Merah Panjang x Putih Pendek
MMPP x mmpp
F1 = MmPp x MmPp
3 P_

9M_P_

3M_
pp

3M_pp

3P_

3mmP_

mm
pp

mmpp

Jadi perbandingannya adalah merah panjang : merah pendek : putih panjang : putih pendek = 9 :
3 : 3 : 1.
F. Pembahasan
Pada praktikum ini bertujuan untuk membuktikan peluang munculnya gambar dan angka pada
koin (uang logam) ialah 1 : 1, dan membuktikan hokum mendel I dan II dengan menggunakan
benik genetika. Pada praktikum ini terdapat 3 percobaan peluang yang pertama yaitu peluang
pada koin, peluang pada monohybrid, dan peluang pada dihibrid.
Pada percobaan peluang koin, gambar pada uang logam diibaratkan jantan dan angka diibaratkan
betina, koin dilempar sebanyak 100X, dan dilihat peluang munculnya angka atau gambar. Dari
hasil ini diperoleh data sebagai berikut munculnya gambar pada saat pelemparan ialah 52 dan
munculnya angka pada saat pelemparan ialah 48. Dengan jumlah angka yang diharapkan ialah 50
dan gambar juga 50. Kemudian hasil tersebut dihitung dengan analisis chi-kuadrat dan
mendapatkan hasil 0,16. Hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan tabel chi-kuadrat sehingga
hipotesis nol diterima yang artinya peluang munculnya gambar dan angka pada uang logam ini
adalah 1 : 1.
Pada percobaan monohibrid menggunakan benik, diibaratkan benik merah adalah panjang dan
benik hijau adalah pendek. Langkah awal yang dilakukan adalah memisahkan benik menjadi
dua bagian setelah itu 10 pasang benik merah dan 10 pasang benik hijau dimasukan ke dalam
gelas I dan hal yang sama dilakukan pada gelas II. Selanjutnya mengambil satu buah benik pada
gelas I dan II dan memasangkannya. Lalu menghitung hasil yang didapat, dari percobaan ini
didapatkan hasil sebagai berikut panjang sebanyak 27 dan pendek sebanyak 13 dengan jumlah
individu yang diharapkan ialah panjang sebanyak 30 dan pendek sebanyak 10. Kemudian
menghitung data tersebut menggunakan analisis chi-kuadrat dan hasilnya ialah 1,2. Hasil
tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tabel chi-kuadrat, sehingga hipotesis nol diterima yang
artinya hasil tersebut sesuai dengan hukum mendel I.
Pada percobaan dihibrid menggunakan benik, diibaratkan benik merah adalah merah, benik putih
adalah putih, benik kuning adalah panjang dan benik hijau adalah pendek. Langkah awal yang
dilakukan adalah memisahkan benik menjadi dua bagian setelah itu 10 pasang benik merah dan
10 pasang benik putih dimasukan ke dalam gelas I dan hal yang sama dilakukan pada gelas II.
Kemudian memasukkan 10 pasang benik kuning dan 10 pasang benik hijau ke dalam gelas III
dan gelas IV. Selanjutnya mengambil satu buah benik pada gelas I, II,III,IV dan
memasangkannya. Lalu menghitung hasil yang didapat, dari percobaan ini didapatkan hasil
sebagai berikut merah panjang sebanyak 21, merah pendek sebanyak 10, putih panjang sebanyak
7, dan putih pendek sebanyak 2, Kemudian menghitung data tersebut menggunakan analisis chikuadrat dan hasilnya ialah 1,066. Hasil tersebut lebih kecil dibandingkan dengan tabel chikuadrat, sehingga hipotesis nol diterima yang artinya hasil tersebut sesuai dengan hukum mendel
II.

G. Kesimpulan
1. Peluang suatu kejadian merupakan angka yang menunjukkan kemungkinan adanya suatu
kejadian.
2. Pada Percobaan peluang koin, didapatkan hasil angka 48 dan gambar 52 dan setelah dihitung
dengan analisis chi-kuadrat hasilnya ialah 0.16, hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan
tabel sehingga pada percobaan ini menerima hipotesis nol.
3. Pada percobaan monohibrid, didapatkan hasil panjang 27 dan pendek 13 dan setelah dihitung
dengan analisis chi-kuadrat hasilnya ialah 1,2. Hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan
tabel, sehingga menerima hipotesis nol yang artinya persilangan tersebut sesuai dengan
hukum mendel I .
4. Pada percobaan dihibrid, didapatkan hasil merah panjang 21, merah pendek 10, putih
panjang 7 dan putih pendek 2 dan setelah dihitung dengan analisis chi-kuadrat hasilnya ialah
1,066. Hasil ini lebih kecil dibandingkan dengan tabel, sehingga menerima hipotesis nol yang
artinya persilangan tersebut sesuai dengan hukum mendel II.

Daftar Pustaka
Crowder, L.V. 1986. Genetika Tumbuhan, Edisi Indonesia. Yogyakarta : Gajah Mada University
press
Sisunandar.2014.Penuntun Praktikum Genetika. Purwokerto : UMP Press.
Suryo.2014.Genetika. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.