Anda di halaman 1dari 22

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
RABA KUME: Ransel Batik dengan Kursi Meja, Ransel Multifungsi yang Praktis
Sebagai Solusi Sarana Kegiatan Outdoor

BIDANG KEGIATAN:
PKM Kewirausahaan

Diusulkan oleh:
HILDA INDAH NUR CAHYANTI (6513040016)

Angkatan 2013

AGA AUDI PERMANA

(6513040004)

Angkatan 2013

ANGGITA HARDIASTUTY

(6513040010)

Angkatan 2013

MOHAMMAD ABDULLAH

(6510040075)

Angkatan 2010

LAYLI RACHMA NOVIYANTI

(6511040088)

Angkatan 2011

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA


SURABAYA
2014

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL......... i
HALAMAN PENGESAHAN... ii
DAFTAR ISI.. iii
DAFTAR GAMBAR......... iii
DAFTAR TABEL...... iii
RINGKASAN.... iv
I PENDAHULUAN.. 1
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1
1.2 RUMUSAN MASALAH 2
1.3 TUJUAN. 3
1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN 3
1.5 MANFAAT PROGRAM 3
II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 3
2.1 ASPEK PEMASARAN.. 5
2.2 ASPEK TEKNIS. 6
III METODE PELAKSANAAN 7
3.1 TAHAP PRA PERSETUJUAN PROPOSAL... 7
3.2 TAHAP PASCA PERSETUJUAN PROPOSAL. 8
IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN. 9
4.1 ANGGARAN BIAYA 9
4.2 JADWAL KEGIATAN.. 10
DAFTAR PUSTAKA 10
LAMPIRAN i .... 11
LAMPIRAN ii ... 16
LAMPIRAN iii .......... 17
LAMPIRAN iv .......... 18
DAFTAR GAMBAR
1.Contoh Hasil Produk... 5
2.Tahapan Pelaksanaan Program 7
DAFTAR TABEL
4.1 Anggaran Biaya ... 9
4.2 Jadwal Kegiatan... 10

iii

RINGKASAN
Tas adalah benda yang tidak lagi asing bagi manusia. Dari semua kalangan, tua,
muda, pelajar dan mahasiswa pun membutuhkan tas untuk memudahkan mereka
membawa barang. Saat ini tas hanya berfungsi sebagai alat untuk membawa barang.
Ada berbagai macam tas didunia ini, namun tas ransellah yang paling diminati oleh
banyak orang saat ini, karena tas ransel bisa memuat banyak barang sekaligus. Tas
Ransel ini kebanyakan digunakan oleh para pelajar/ mahasiswa.
Mahasiswa saat ini membutuhkan Ransel yang multifungsi, dalam artian ransel
ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembawa barang namun juga mempunyai fungsi
lain yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Seperti yang kita ketahui bahwa
mobilitas kegiatan outdoor mahasiswa saat ini cukuplah tinggi, sehingga mereka
membutuhkan banyak sarana kegiatan yang dilakukan secara outdoor. Namun sarana
kegiatan outdoor sangatlah minim, misalnya tidak tersedianya fasilitas kursi dan meja
ditempat umum.
Oleh karena pentingnya kursi dan meja dalam kegiatan secara outdoor maka
dibutuhkan kursi dan meja yang secara praktis bisa berfungsi sebagai kursi dan sebagai
meja yang bisa dibawa kemana saja. Sehingga mahasiswa saat ini membutuhkan tas
ransel yang multifungsi sebagai kursi dan meja untuk menunjang aktivitas mereka di
kegiatan outdoor.
Dengan adanya permasalahan tersebut kami mencoba memberikan solusi
melalui program ini yaitu dengan menghasilkan produk berupa Raba Kume Ransel
Batik Kursi Meja yang dapat menjadi solusi praktis untuk pembelajaran/ kegiatan secara
outdoor. Cukup dengan membawa 1 (satu) tas ransel ini namun mempunyai banyak
fungsi yaitu bisa untuk membawa perangkat belajar, laptop, dan dapat berfungsi juga
sebagai kursi, meja, dan alas duduk namun tetap ringan untuk dibawa. Raba Kume ini
akan menggunakan besi ringan sebagai kerangka kursi, dan juga akan dilengkapi
dengan kayu triplek bongkar pasang apabila akan diubah fungsinya menjadi meja, dan
juga disertai dengan tikar yang berfungsi sebagai alas duduk apabila kita menggunakan
Raba Kume ini sebagai meja.
Untuk memulai usaha ini kami tidak menggunakan outlet sebagai tempat
pemasaran produk ini, namun sistem pemasaran kami akan dilakukan secara online
melalui media sosial, dan juga melalui brosur-brosur yang kami sebar. Setelah
mendapatkan pesanan kami baru akan melakukan proses produksi, hal ini dikarenakan
produk ini merupakan produk yang masih baru bagi masyarakat sehingga pada awal
pemasaran kami akan memasarkan produk ini pada masyarakat tertentu.

iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tas merupakan suatu benda yang dapat membantu seseorang dalam membawa
sesuatu agar lebih mudah, nyaman dan aman untuk membawanya. Saat ini banyak
sekali orang yang memilih tas ransel pada semua aktivitasnya dikarenakan tas ransel
mampu membawa barang yang lebih banyak karena apabila menggunakan tas jinjing
yang mengandalkan kemampuan tangan untuk menahan beban, pasti akan terasa berat.
Tas ransel yang besar dapat mengangkat beban berat hingga 10 kg, biasanya
mengandalkan kekuatan pinggul dan meninggalkan kekuatan bahu untuk menstabilkan
muatan, dikarenakan pinggul lebih kuat dari bahu, dan menambah keseimbangan.
Kegunaan tas ransel saat ini secara umum difokuskan untuk membawa buku dan
laptop. Tas ranselseperti ini diidentifikasikan kepada pelajar, dan merupakan cara utama
transportasi bahan pendidikandari dan ke tempat belajar.Sedangkan kini banyak
pembelajaran/ kegiatan yang dilakukan secara outdoor, namun sarana kegiatan secara
outdoor sangatlah minim, seperti tidak tersedianya meja dan kursi di luar ruangan.
Kursi dan meja merupakan peralatan yang sangat penting.Kursi dan Meja adalah
sebuah kebutuhan yang tanpa disadari sudah lama ada. Mungkin kebutuhan akan meja
hampir sejalan dengan kebutuhan akan kursi. Dalam segi bahasa, meja dan kursi selalu
berjalan beriringan.Begitupun kegunaannya, keduanya disandingkan.Dahulu, di zaman
purba ataupun zaman yang lebih lampau lagi orang-orang menggunakan meja dari bekas
potongan batang pohon.Selain menjadi meja, potongan tersebut juga berfungsi sebagai
kursi.Namun belakangan ilmu pun berkembang.Posisi kursi dan meja beralih
rupa.Orang-orang mengembangkan kursi yang disesuaikan dengan bentuk tubuh
manusia. Sedangkan meja, walaupun divariasikan bentuknya, bentuk dasarnya tidak
akan berubah secara drastis. Bagaimanapun permukaan meja akan dibentuk secara rata.
Oleh karena pentingnya kursi dan meja dalam pembelajaran/ kegiatan terutama
dengan minimnya sarana kursi dan meja secara outdoor maka dibutuhkan kursi dan
meja yang secara praktis bisa berfungsi sebagai kursi dan sebagai meja yang bisa
dibawa kemana saja.Sehingga pelajar saat ini membutuhkan tas ransel yang multifungsi
sebagai kursi dan meja untuk menunjang aktivitas mereka di kegiatan outdoor, tidak
ketinggalan tren, namun tetap melestarikan kebudayaan Indonesia salah satunya dengan
menggunakan Batik.

Tanggal 2 Oktober 2009, batik telah diresmikan oleh UNESCO menjadi budaya
warisan dunia.Tentunya dengan hal tersebut, batik menjadi semakin populer di mata
dunia.Selain itu, masyarakat Indonesia, khususnya anak muda semakin bangga dengan
batik sebagai Kain khas Indonesia. Keinginan anak muda untuk menggunakan batik
seringkali terbentur dengan terbatasnya ketersediaan batik yang sesuai dengan gaya
anak muda, yaitu yang cocok digunakan dalam berbagai aktivitas dan mengikuti tren.
Batik saat ini cenderung dikenal sebagai kain formal, resmi, dan terkesan dewasa.Anak
muda membutuhkan aksesori dari batik yang bisa dipakai kapan saja.
Program ini akan menghasilkan produk berupa Raba Kume Ransel Batik
Kursi Meja yang dapat menjadi solusi praktis untuk pembelajaran/ kegiatan secara
outdoor. Cukup dengan membawa 1 (satu) tas ransel ininamun mempunyai banyak
fungsi yaitu bisa untuk membawa perangkat belajar, laptop, dan dapat berfungsi juga
sebagai kursi, meja, dan alas duduk namun tetap ringan untuk dibawa. Raba Kume ini
akan menggunakan besi ringan sebagai kerangka kursi, dan juga akan dilengkapi
dengan kayu triplek bongkar pasang apabila akan diubah fungsinya menjadi meja, dan
juga disertai dengan tikar yang berfungsi sebagai alas duduk apabila kita menggunakan
Raba Kume ini sebagai meja.
Dengan adanya Raba Kume ini diharapkan akan memudahkan sistem
pembelajaran secara outdoor dimana pelajar adalah sasaran utama dari produk ini.
Selain itu, Raba Kume ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk
lebih bebas mengekpresikan kebanggaanya terhadap batik sebagai budaya ciri khas
Indonesia.Serta Meningkatkan keterampilan berwirausaha.
Untuk pembuatan Raba Kume ini kami mendapatkan bahan baku berupa kain
yang dijual secara grosir. Setelah itu, kami membeli kain motif batik atau kainperca
motif batik dengan jumlah yang dibutuhkan (sesuai jumlah pesanan pelanggan).
Kemudian kain tasdan kain motif batiktersebut digabung dengan menggunakan jasa
penjahit. Sementara untuk rangka kursi dan meja kami akan menggunakan jasa tukang
las. Dalam awal usaha ini, kami belum memiliki proses produksi mandiri karena barang
baru akandiproduksi setelah terdapat pesanan dari pelanggan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan
(PKMK) kami ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara menciptakan suatu produk ransel yang multifungsi?


2. Bagaimana cara agar Ransel yang multifungsi namun tetap praktis untuk dibawa?
3. Bagaimana cara memberikan alternatif sarana kursi dan meja pada kegiatan secara
outdoor?
4. Bagaimana cara mendapatkan keuntungan dengan penjualan produk ransel yang
multifungsi tersebut?
5. Bagaimana cara agar Batik Indonesia tetap lestari?
1.3 Tujuan
Tujuan dari PKMK ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan Ransel Multifungsi namun tetap praktis untuk dibawa
2. Melestarikan Batk Indonesia
3. Sebagai lahan eksperimen berbisnis
4. Memperoleh keuntungan
1.4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari PKMK ini adalah sebagai berikut:
1. Menghasilkan Produk Raba Kume dengan harga terjangkau dan berkualitas.
2. Tercipta peluang usaha dengan prospek profit dari penjualan Raba Kume.
3. Sebagai sarana mahasiswa lain yang membutuhkan pekerjaan sampingan
4. Menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif di kalangan mahasiswa sehingga diharapkan
program ini menjadi sarana pembelajaran serta menambahkan pengalaman
wirausaha agar tidak canggung ketika berada di dunia kerja
5. Menumbuhkan sikap dan perilaku bertanggung jawab atas usaha yang dimiliki
1.5 Manfaat Progam
Manfaat program ini adalah
1.

Memberikan solusi terhadap permasalahan mahasiswa tentang minimnya sarana


meja dan kursi pada saat kegiatan outdoor.

2.

Dengan pengaplikasian motif batik pada ransel maka konsumen secara tidak
langsung akan melestarikan Batik Indonesia.

BAB II GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA


Bisnis Raba Kume ini adalah bisnis yang berkecimpung dalam bidang usaha
dagang yang dapat menghasilkan Tas Ransel Batik Kursi Meja yang disisipkan motif
baik.Tujuan bisnis ini ialah ingin mewujudkan bisnis usaha yang sangat modern yang

disukai oleh pelajar yang menjadi sasaran pokok kami, selain itu bisnis ini bertujuan
untuk memberikan alternatif solusi sarana pembelajaran/ kegiatan secara outdoor.
Tentunya dari tujuan tersebut, kami akan membuat Tas Ransel yang berbeda. Selain itu
fenomena yang kami lihat di kampus kami yaitu PPNS banyak sekali kegiatan yang
dilakukan secara outdoor namun tidak tersedia sarana seperti meja dan kursi ddalam
jumlah yang banyak. Ini adalah salah satu faktor yang mendorong kami untuk
melakukan bisnis Tas Ransel ini .
Dengan ukuran, bentuk, serta desain yang kami buat sendiri merupakan daya
tarik bisnis ini. Dalam menjalankan bisnis ini nantinya kami akan menggunakan
pembagian tugas, terdiri dari lima orang, dua orang akan menangani bidang produksi,
dua orang menangani pemasaran dan yang terakhir menangani bidang keuangan, ini
kami lakukan agar pencapaian tujuan bisnis kami maksimal. Untuk pemasaran kami
akan menggunakan berbagai media social seperti facebook, blackberry messanger, dan
twitter. Usaha ini akan memanfaatkan media internet sebagai strategi utama pemasaran.
Di samping biaya yang dikeluarkan relatif lebih sedikit, kompetitor yang serupa juga
jarang dijumpai dalam dunia maya tersebut.Selain itu, hal tersebut didukung dengan
pertumbuhan pengguna internet di Indonesia yang meningkat pesat. Pada tahun akhir
tahun 2012 lalu, pemakai internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 63 juta
pengguna, yang merupakan calon pelanggan dari usaha ini. Raba Kume ini dapat
berkembang dengan sangat menjanjikan.
Raba Kume yang awalnya akanmenggunakan media internet berupa situs sosial
media sebagai salah satu media pemasaran, juga akan melakukan pengembangan berupa
toko di dunia nyata setelah terjadi Break Even Point (BEP). Melalui Sosial media
tersebut juga memperbolehkan pelanggan untuk merancang sendiri desain motif
pesanannya sehingga pelanggan dapat memiliki produk yang eksklusif dan unik.Selain
itu, Raba Kume dapat juga berkembang ke seluruh Indonesia, bahkan merambah ke
bisnis internasional.Dengan demikian, Raba Kume dapat semakin memperkenalkan
batik sebagai budaya Indonesia yang harus dilestarikan, tidak hanya di Indonesia, tetapi
juga ke dunia internasional.

Berikut adalah contoh gambaran hasil produk Raba Kume:

Gambar 1. Contoh Hasil Produk


2.1 ASPEK PEMASARAN
Kami melakukan pengamatan terhadap mahasiswa di sekitar Kelurhan Keputih
Kecmatan Sukolilo Surabaya yang sebagai calon konsumen (target pasar ) sehingga
usaha ini memiliki pasar yang jelas. Setiap usaha yang baru mulai memerlukan
ketepatan-ketepatan dalam pengambilan keputusan. Jika tidak, maka kegagalan akan
muncul dalam usahanya. Ketepatan tersebut dapat diperoleh melalui pendekatan yang
sesuai salah satunya adalah analisis SWOT.
Analisis SWOT adalah mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk
merumuskan strategi perusahaan. SWOT adalah kependekan dari Strength, Weakness,
Opportunity, dan Threat. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:
1. Strength atau Kekuatan
Dengan adanya bisnis Raba Kume ini sangat membantu dan menguntungkan
mahasiswa karena secara tidak langsung dapat memperkaya produk hasil karya
bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kami menawarkan produk Raba Kume
sebagai alternatif produk Ransel Multifngsi yang memiliki keunikan dan
kualitas yang baik serta bermanfaat.
2. Weakness atau Kelemahan
Usaha Raba Kume ini belum banyak dikenal kalangan masyarakat, sehingga
dibutuhkan promosi yang intensif untuk langkah awal memperkenalkan usaha
baru ini kepada masyarakat khususnya mahasiswa dan para kawula muda
lainnya agar dapat memiliki suatu produk yang berasal dari karya bangsa
Indonesia sendiri sehingga secara tidak langsung dapat membantu rasa
nasionalisme terhadap bangsa Indonesia.

3. Opportunities atau Kesempatan


Dalam pertimbangan ketenagakerjaan, usaha Raba Kume ini melibatkan
banyak pihak sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru. Diharapkan dari
usaha ini dapat tercipta lapangan kerja bagi mereka yang masih menganggur,
dan bagi mahasiswa bisa mandiri dan memiliki jiwa wirausaha untuk
mengaplikasikan ilmu dan kreatifitas yang telah di milikinya dalam dunia kerja.
4. Threats atau Ancaman
Karena usaha ini adalah usaha baru yang belum banyak dikenal oleh masyarakat
luas, maka kami memerlukan waktu untuk memberikan penyuluhan dan
pelatihan kepada para tenaga kerja. Karena proses pembuatan Raba Kume ini
tidak mudah, sehingga sangat penting diadakan kursus tenaga kerja dapat
membuat produk yang baik dan berkualitas tinggi.
2.2 ASPEK TEKNIS
Produksi yang dijalankan dalam Usaha Raba Kume ini, karena usaha ini masih
berskala kecil maka para anggota kelompok ini yang mempersiapkan keseluruhan
sistem produksinya.
Teknis pembuatan atau produksi dari Raba Kume ini adalah dengan membeli
bahan baku yang sekiranya akan dipergunakan sekali saja dalam proses pembuatan
Raba Kume tersebut sehingga pembelian bahan baku Raba Kume akan dilakukan jika
ada pesanan.
Keseluruhan bahan baku yang digunakan untuk pembuatan Raba Kumeini
kemudian menghasilkan produk yang siap dijual. Untuk pembuatan Raba Kume ini
sendiri dilakukan jika ada pesanan dari konsumen.Raba Kume yang sudah jadi tersebut
kemudian dimasukkan kedalam kemasan yang menarik dengan menggunakan merek
dagang Raba Kume yang kami buat.

BAB III METODE PELAKSANAAN

Pengumpulan
Fakta dan
Informasi

Analisa Pasar

Identifikasi dan
Perumusan
Masalah

Penyiapan
Peralatan
Penunjang
Usaha

Pencetakan
Media Iklan dan
Publikasi

Evaluasi
Program

Penjualan

Pemasaran Raba
Kume

Pembuatan
Raba Kume

Gambar.2 Tahapan Pelaksanaan Program


Metodologi yang akan dan sudah dilakukan diharapkan dapat membawa hasil yang
efektif dan optimal. Sebagai gambaran pelaksanaan program tahapan metode
pelaksanaan dibagi menjadi dua yaitu sebelum proposal dikirim ke Dikti dan
setelah.Setelah proposal dikirim telah dilakukan beberapa tahapan mulai pengumpulan
fakta dan informasi, analisa dan survey pasar, serta identifikasi dan perumusan
masalah.Setelah terkumpul data-data tersebut, dimulai penyiapan peralatan penunjang
usaha, pencetakan media iklan dan publikasi, serta pembuatan dan pemasaran produk
Raba Kume.Terakhir dilakukan evaluasi program dan pembuatan laporan.
Berbagai tahapan pelaksanaan program ini adalah sebagai berikut :
3.1 Tahap Pra Persetujuan Proposal
a. Pengumpulan fakta dan informasi
- Melakukan survei mengenai seberapa banyak kegiatan mahasiswa yang
dilakukan di outdoor dan tidak mendapatkan sarana yang memadai.
b. Analisa Pasar
- Segmenting : Memilah-milah pasar berdasarkan demografis, psikografis dan
geografis.
- Targeting

: Menentukan lokasi mana yang menjadi sasaran

- Positioning : Membedakan keunggulan produk dibandingkan produk pesaing


c. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Menghimpun fakta dan informasi yang didapat di lapangan kemudian
menentukan ide untuk membuat sebuah rencana kewirausahaan dengan
memanfaatkan keinginan dan selera pasar.

3.2 Tahap Pasca Persetujuan Proposal


Setelah disetujuinya proposal program ini, maka akan dilaksanakan :
a. Penyiapan Peralatan Penunjang Usaha
Dalam tahap awal usaha ini tidak kami lakukan secara mandiri namun kami akan
bekerja sama dengan pengrajin tas. Namun hal tersebut hanya kami lakukan
sementara, sehingga kami membutukan alat-alat untuk membuat produk ini
secara mandiri.
b. Pencetakan Media Iklan dan Publikasi
Untuk menjadikan produk ini dikenal oleh masyarakat luas, oleh karena itu kami
akan membuat media iklan untuk mempublikasikan produk baru kami.
c. Pembuatan Raba Kume
Raba Kume ini akan diproduksi dengan desai bentuk dan ilustrasi yang dibuat
sendiri. Dalam proses pembuatan, produk akan diproduksi secara handmade
mulai dari penjahitan hingga proses pengemasan.
d. Pemasaran Raba Kume
Adapun pemasaran jangka pendek yang akan kami lakukan sebagai berikut :
- Melakukan kerjasama bersama pihak penyedia bahan baku dengan klien
maupun pihak stakehlder lain.
- Dari Mulut ke Mulut. Metode ini sangat ampuh dalam proses pemasaran,
dikarenakan jika seorang konsumen telah mendengar dan melihat hasil jadi
barang produksi kami, ini akan menjadikan konsumen itu tertarik dan ingin
membelinya.
- Pemasaran ke komunitas/ organisasi. Metode ini dilakukan untuk penjualan
Raba Kume yang bertujuan sebagai sarana kegiatan mereka jika kebanyakan
kegiatan mereka dilakukan secara outdoor.
- Pemasaran secara online. Perkembangan teknologi yang semakin pesat,
memunculkan ide para produsen untuk memasarkan produknya secara online
dengan menggunakan fasilitas yang ada diinternet (blog, media sosial, dan
lain-lain), agar dapat memamerkan produknya hingga ke seluruh lapisan
masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

- Penyebaran melalui poster dan brosur. Dengan media ini kami dapat
mengenalkan dan meningkatkan awareness terhadap produk Raba Kume
terhadap masyarakat.
- Kami juga akan aktif mengikuti seminar dan pameran yang berhubungan
dengan fashion. Untuk pemasaran lainnya kami memanfaatkan website,
media sosial dan juga forum-forum jual beli. Untuk mouth to mouth kami
menawarkan harga khusus bagi yang menjadi reseller.
e. Penjualan
Penjualan Raba Kume ini akan didistribusikan pada tempat yang ditentukan
sebagai berikut :
-

Secara online seperti forum, media sosial, website.

Melalui toko-toko tas di Mall

Acara-acara besar yang mendatangkan banyak masyarakat, seperti pameran,


seminar, dan ulang tahun.

f. Evaluasi Program
Melaksanakan review dan evaluasi terhadap pemasaran yang telah dilakukan.
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Adapun rincian anggaran biaya yang digunakaan dalam pembuatan Program
Kreatifitas Mahasiswa ini sebagai berikut:
Tabel 1. Anggaran Biaya
No

Jenis Pengeluaran

Biaya (Rp)

Peralatan Penunjang

2.850.000

Bahan Habis Pakai

5.035.000

Perjalanan

950.000

Lain lain

900.000

Jumlah

9.735.000

10

4.2 Jadwal Kegiatan


Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan guna keefektifan dan tersistemnya rencana
Program Kreatifitas Mahasiswa yang telah dilakukan sebagai berikut:
Tabel 2. Jadwal Kegiatan
No
1
2
3

5
6
7
8
9

Jenis Kegiatan

II

III

IV

Minggu
VI VII VIII IX

XI XII

Pengumpulan
Fakta
dan
Informasi
Analisa Pasar
Identifikasi dan
Perumusan
Masalah
Penyiapan
Peralatan
Penunjang
Usaha
Pencetakan
Media
Iklan
dan Publikasi
Pembuatan
Raba Kume
Pemasaran
Raba Kume
Penjualan
Evaluasi
Program

DAFTAR PUSTAKA
Anne. Beragam fungsi Kursi dan Meja http://www.anneahira.com/meja-dan-kursi.html
diakses pada 16 Oktober 2013
Muroi.
Tanggal
2
Oktober
Hari
Batik
http://www.muroielbarezy.com/2012/10/tanggal-2-oktober-hari-batiknasional.htmldiakses pada 16 Oktober 2013

Nasional

Riza, Budi.
Jumlah Pengguna Internet Indonesia Terus Melonjak
http://www.tempo.co/read/news/2012/12/12/072447763/Jumlah-Pengguna-InternetIndonesia-Terus-Melonjakdiakses pada 18 Oktober 2013
Wikipedia. Ransel http://id.wikipedia.org/wiki/Ransel diakses pada 12 Oktober 2013

11

12

13

14

15

16

ii. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang
Material
Jarum
Gunting
Setrika
Mesin Jahit
Gergaji
Lem Tembak
SUB TOTAL (Rp)
2. Bahan Habis Pakai
Material
Kain Katun Tebal
Kain Batik
Benang
Resleting
Label
Plastik Bungkus
Tali
Kayu Triplek
Tikar Kecil
Pipa Besi
Baut
Brosur
SUB TOTAL (Rp)
3. Perjalanan
Material
Transportasi
Pengadaan Alat
Pengerjaan laporan

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Alat Produksi
Alat Produksi
Alat Produksi
Alat Produksi
Alat Produksi
Alat Produksi

10 paket
10 Buah
2 Buah
2 Buah
3 Buah
4 Buah

Harga
Satuan (Rp)
10.000
10.000
200.000
750.000
50.000
150.000

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku
Bahan Baku

50 m
20 m
5 rol besar
50 buah
50 buah
50 buah
20 m
8m2
50 Buah
100 m
5 Kg
200 lb

Justifikasi
Pemakaian
Transportasi
pelaksanaan
Transportasi
pengadaan alat
Pengerjaan
laporan

Dokumentasi
Pengerjaan
Laporan
Pulsa

SUB TOTAL (Rp)


Total (Keseluruhan)

100.000
100.000
400.000
1.500.000
150.000
600.000
2.850.000

Harga
Satuan (Rp)
20.000
40.000
15.000
3.000
2.000
1.000
16.000
30.000
10.000
15.000
20.000
1.000

Keterangan
1.000.000
800.000
75.000
150.000
100.000
50.000
320.000
240.000
500.000
1.500.000
100.000
200.000
5.035.000

Harga
Satuan (Rp)

Keterangan

1 Keg

200.000

200.000

1 Keg

700.000

700.000

Kuantitas

1 Keg

50.000

SUB TOTAL (Rp)


4. Lain-lain
Material

Keterangan

50.000

950.000
Justifikasi
Pemakaian
Video, foto
Print, Jilid
Proposal
Pemasaran

Kuantitas

Harga
Satuan (Rp)

Keterangan

1 Keg

500.000

500.000

1 Keg

100.000

100.000

1 Keg

300.000

300.000

900.000
Rp9.735.000

17

iii. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No

Nama

NRP

Program
Studi

Bidang
Ilmu

Alokasi
Waktu (Jam
/ Minggu)

Hilda Indah Nur


Cahyanti

651304016

Teknik K3

Aga Audi Permana

6513040004

Teknik K3

Anggita
Hardiastuty

6513040010

Teknik K3

Mohammad
Abdullah

6510040075

Teknik K3

Laily Rachma
Noviyanti

6511040088

Teknik K3

Uraian Tugas
a. Mengkoordinasi tim.
b. Bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program.
c. Mengkonsultasikan segala permasalahan dengan semua
anggota.
d. Koordinasi dalam hal pembimbingandengan dosen
pembimbing
a. Membantu pelaksanaan setiap kegiatan dalam program .
b. Bertanggungjawab terhadap ketua pelaksana
c. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing
d. Bertanggungjawab dalam pengambilan Sarana dan prasarana
terhadap masyarakat sasaran
a. Membantu pelaksanaan setiap kegiatan dalam program.
b. Bertanggungjawab terhadap ketua pelaksana.
c. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing.
a. Membantu pelaksanaan setiap kegiatan dalam program
b. Bertanggungjawab terhadap ketua pelaksanan
c. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing.
d. Bertanggungjawab dalam simulasi usaha.
a. Membantu pelaksanaan setiap kegiatan dalam program
b. Bertanggungjawab terhadap ketua pelaksana
c. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing
d. Bertanggungjawab dalam pemberian materi

18