Anda di halaman 1dari 14

ABORTUS

Pembimbing : dr. Reinhard


Hutahaean, SH, SpF
Penyusun : Adven Sukses
Sembiring
( 206210184 )

DEFINISI

Secara
Medis

Secara
Hukum

Abortus

Pembunuha
n anak
sendiri

Pembunuhan
biasa pada
anak

Sejak
konsepsi
dengan 28
minggu

28 minggu
sampai
dengan
aterm (36-4o
minggu)

Anak sudah
dirawat
setelah
kelahiran

Epidemiologi
Who

Indonesia

46 Juta kelahiran/ Tahun


terdapat 20 juta kasus
abortus.

2 Juta kasus
abortus/ Tahun

Etiologi

Faktor Infeksi
Faktor Lingkungan
Kelainan Endokrin
Faktor Autoimun
Anomali Kongenital Uterus
Faktor Janin
Faktor Hematologi

Faktor
Resiko

Usia
Paritas Ibu
Riwayat abortus sebelumnya
Pemeriksaan antenatal
Pendidikan
Merokok
Alkohol

Jenis-Jenis Abortus
Abortus Alami

Abortus Spontan
Abortus Iminens
Abortus Incipiens
Abortus Incomplit
Abortus Komplit
Abortus Infeksiosa
Missed Abortion
Abortus Habitualis

Abortus Buatan
(Provocation)

Abortus
Medisinalis
(Terapeutik)
Abortus Kriminalis

Pemeriksaan Korban Abortus


Pada Ante Mortem
- Perhatikan tanda kehamilan
- Pemeriksaan toksikologi untuk mengetahui
adanya obat atau zat yang dapat
mengakibatkan abortus.
2. Pada Post Mortem
- Pemeriksaan luar bertujuan :
a. Menentukan perempuan tersebut dalam
keadaan hamil atau tidak yang diperiksa :
Payudara, ovarium, uterus
b. Mencari tanda-tanda abortus provokatus
c. Menentukan sebab kematian
1.

Menentukan umur bayi yaitu dengan cara :


a. Melihat panjang bayi dengan cara
menggunakan rumus empiris de Haas, yaitu :
1. Untuk bayi < 25 minggu : umur (minngu) = V PB.
2. Untuk bayi > 25 minggu : umur (minggu) = PB/5.
b. Melihat lingkaran kepala
- bayi 5 bulan : 38,5-41 cm
- bayi 6 bulan : 39-42 cm
- bayi 7 bulan : 40-42 cm
- bayi 8 bulan : 40-43cm
- bayi 9 bulan : 41-44 cm
3. Pusat penulangan
4. Pemeriksaan bayi akibat abortus

Pasal 346
KUHP
Pasal 347
KUHP
MEDIKOLEGAL

Pasal 248
KUHP
Pasal 349
KUHP
Pasal 299
KUHP

UU No.23 tahun 1992 tentang kesehatan yang


berkaitan dengan abortus buatan legal, yaitu :
Dalam keadaan darurat
sebagai upaya untuk
menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinya, dapat
dilakukan tindakan medis tertentu.
2. Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam
ayat 1 hanya dapat dilakukan :
a. berdasarkan indikasi medik yang mengharuskan
diambilnya tindakan tersebut.
b. Oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan
tanggung
jawab
profesi
serta
berdasarkan
pertimbangan tim ahli.
c. Dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau
suami atau keluarganya.
d. Pada sarana kesehatan tertentu.
1.

Peraturan Presiden Republik Indonesia No.72


Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan
Nasional
Dalam landasan konstitusional , yaitu UUD
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 khusus
nya
- pasal 28 A: Setiap orang berhak untuk hidup
serta berhak mempertahankan hidup dan
kehidupannya.
- Pasal 28B ayat 2: Setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang
serta berhak atas perlindungan dari kekerasan
dan diskriminasi.

KESIMPULAN :
1. Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum
masa gestasi 28 minggu atau sebelum janin
mencapai berat 1000 gram.
2. Kelainan dalam kehamilan ada beberapa macam
yaitu abortus spontan, abortus buatan. Biasanya
abortus spontan dikarenakan kurang baiknya
kualitas sel telur dan sel sperma. Abortus buatan
merupakan pengakhiran kehamilan dengan
disengaja sebelum usia kandungan 28 minggu.
3. Abortus berkaitan dengan beberapa KUHP yaitu
Pasal 346 KUHP, pasal 347 KUHP, pasal 348
KUHP, pasal 349 KUHP dan pasal 299 KUHP.

Gambar 1.1 abortus

SEKIAN DAN TERIMAKASIH